0% found this document useful (0 votes)
9 views25 pages

Understanding Subnet Mask /20

materi subnetting pada jaringan

Uploaded by

NURUL ULUM
Copyright
© All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PPTX, PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
9 views25 pages

Understanding Subnet Mask /20

materi subnetting pada jaringan

Uploaded by

NURUL ULUM
Copyright
© All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PPTX, PDF, TXT or read online on Scribd

SUBNETTING

[Link].415@[Link]
APA ITU SUNBETTING ?
Pembagian sebuah jaringan komputer yang berjumlah
banyak ke dalam sebuah kelompok-kelompok kecil
sehingga memudahkan untuk mengkonfigurasi jaringan
tersebut.

Subnetting adalah termasuk materi yang banyak keluar di


ujian CCNA (Cisco Certified Network Associate) dengan
berbagai variasi soal.
KENAPA HARUS DILAKUKAN ?
Pertanyaan ini bisa dijawab dengan analogi sebuah jalan.
Jalan bernama Gatot Subroto terdiri dari beberapa rumah
bernomor 01-08, dengan rumah nomor 08 adalah rumah
Ketua RT yang memiliki tugas mengumumkan informasi
apapun kepada seluruh rumah di wilayah Jl. Gatot Subroto.
KENAPA HARUS DILAKUKAN ?
Ketika rumah di wilayah itu makin banyak, tentu kemungkinan
menimbulkan keruwetan dan kemacetan.

Karena itulah kemudian diadakan pengaturan lagi, dibuat gang-gang,


rumah yang masuk ke gang diberi nomor rumah baru, masing-masing
gang ada Ketua RTnya sendiri-sendiri.

Sehingga ini akan memecahkan kemacetan, efiesiensi dan


optimalisasi transportasi, serta setiap gang memiliki previledge sendiri-
sendiri dalam mengelola wilayahnya. Jadilah gambar wilayah baru
seperti di bawah:
Konsep seperti inilah sebenarnya konsep subnetting itu.
contoh
Misalnya suatu kantor ingin membagi kerja menjadi 3 divisi
dengan masing-masing divisi memiliki 15 komputer (host).
Disisi lain juga untuk optimalisasi dan efisiensi kerja
jaringan, karena jalur lalu lintas tidak terpusat di satu
network besar, tapi terbagi ke beberapa ruas-ruas gang.

Yang pertama analogi Jl Gatot Subroto dengan rumah


disekitarnya dapat diterapkan untuk jaringan adalah
seperti :
1. NETWORK ADDRESS (nama jalan).
2. HOST ADDRESS (nomer rumah).
3. Sedangkan Ketua RT diperankan oleh BROADCAST.
ADDRESS ([Link]), yang bertugas mengirimkan
message ke semua host yang ada di network tersebut.
Masih mengikuti analogi jalan diatas, kita terapkan ke
subnetting jaringan adalah seperti gambar di bawah. Gang
adalah SUBNET, masing-masing subnet memiliki HOST
ADDRESS dan BROADCAST ADDRESS.
Terus apa itu SUBNET MASK?
Subnetmask digunakan untuk membaca bagaimana kita
membagi jalan dan gang, atau membagi network dan hostnya.

Address mana saja yang berfungsi sebagai SUBNET, mana


yang HOST dan mana yang BROADCAST. Semua itu bisa kita
ketahui dari SUBNET MASKnya.

Jl Gatot Subroto tanpa gang yang saya tampilkan di awal bisa


dipahami sebagai menggunakan SUBNET MASK DEFAULT,
atau dengan kata lain bisa disebut juga bahwa Network
tersebut tidak memiliki subnet (Jalan tanpa Gang).

SUBNET MASK DEFAULT ini untuk masing-masing Class IP


Address adalah sbb:
Tabel SUBNET MASK DEFAULT ini untuk masing-masing
Class IP Address

OKTET SUBNET MAS


CLASS PRIVATE ADDRESS
PERTAMA DEFAULT

A 1-127 [Link] [Link]-[Link]

B 128-191 [Link] [Link]-[Link]

C 192-223 [Link] [Link]-[Link]


Subneting IP ADDRESS
Penulisan IP address umumnya adalah dengan
[Link]. Namun adakalanya ditulis dengan
[Link]/24, apa ini artinya ?

Artinya bahwa IP address [Link] dengan subnet


mask [Link].
Maksud /24 ?
24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask
diselubung dengan binari 1.

Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah:


11111111.11111111.11111111.00000000 ([Link]).

Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-


Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun
1992 oleh IEFT.
APA CIDR ?
sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat-
alamat IP berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam
kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E. Disebut
juga sebagai supernetting.

CIDR memakai network prefix dengan panjang


tertentu. Network prefix ini menentukan jumlah bit
sebelah kiri yang digunakan sebagai network ID.

Contoh dari penulisan dari network prefix adalah /18


dibelakang ip address. Contoh : [Link] /18.
SUBNET MASK yang bisa
digunakan ?
 subnet mask yang bisa digunakan untuk melakukan
subnetting pun berbeda-beda mengikuti kelas-
kelasnya yaitu :

 kelas C : /25 sampai /30 (/25, /26, /27, /28, /29, /30)
 kelas B : /17 sampai /30 (/17, /18, /19, /20, /21, /22,

/23, /24, /25, /26, /27, /28, /29, /30)


 kelas A : sampai subnet mask dari /8 sampai /30

(/8,/9,/10,/11,/12,/13,/14,/15,/16,/17,/18,
/19,/20,/21,/22,/23,/24,/25,/26,/27,/28,/29,/30)
Tabel CIDR
Subnetmask Nilai CIDR Subnetmask Nilai CIDR

[Link] /9 [Link] /20

[Link] /10 [Link] /21


[Link] /11 [Link] /22
[Link] /12 [Link] /23
[Link] /13 [Link] /24
[Link] /14 [Link] /25
[Link] /15 [Link] /26
[Link] /16 [Link] /27
[Link] /17 [Link] /28
[Link] /18 [Link] /29
[Link] /19 [Link] /30
Subnetting pada IP ADDRESS kelas C
 subnet mask yang bisa digunakan untuk melakukan
subnetting adalah /25 sampai /30 misal network
address [Link]/26.

 kitaakan cari tahu Jumlah subnet, Jumlah Host per


subnet, Blok subnet, dan alamat Host dan broadcast
yang valid.
Analisanya
 [Link] adalah kelas C (karena oktet pertama dalam range 192-
223)/26 = [Link] = 11111111.11111111.11111111.11000000

Penghitungannya
Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting
akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet,
alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti
itu:
 Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir
subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A).
Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
 Jumlah Host per Subnet = 2y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu
banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet
adalah 26 - 2 = 62 host
 Blok Subnet = 256 - 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet
berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi total subnetnya adalah
0, 64, 128, 192.
 Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat
tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan
broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
Tabel Hasil Subneting Kelas C

Subnet [Link] [Link] [Link] [Link]


Host Pertama [Link] [Link] [Link] [Link]
Host Terakhir [Link] [Link] [Link] [Link]
Broadcast [Link] [Link] [Link] [Link]
Tabel CIDR Kelas C
Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting
class C adalah:

Subnet Mask Nilai CIDR


[Link] /25
[Link] /26
[Link] /27
[Link] /28
[Link] /29
[Link] /30
Subneting Kelas B
Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting
untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang
bisa digunakan untuk subnetting class B adalah:
Subnet Mask Nilai CIDR Subnet Mask Nilai CIDR
[Link] /17 [Link] /24
[Link] /18 [Link] /25
[Link] /19 [Link] /26
[Link] /20 [Link] /27
[Link] /21 [Link] /28
[Link] /22 [Link] /29
[Link] /23 [Link] /30
Contoh
kita coba satu soal untuk Class B dengan network address [Link]/18

Analisa:
 [Link] berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti
11111111.11111111.11000000.00000000 ([Link]).

Penghitungan:
 Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet
terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet

 Jumlah Host per Subnet = 2y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x


yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet
adalah 214 - 2 = 16.382 host

 Blok Subnet = 256 - 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128,


dan 128+64=192. Jadi total subnetnya adalah 0, 64, 128, 192.

 Alamat host dan broadcast yang valid?


Alamat host dan broadcast yang valid

Subnet [Link] [Link] [Link] [Link]


Host Pertama [Link] [Link] [Link] [Link]
Host Terakhir [Link] [Link] [Link] [Link]
Broadcast [Link] [Link] [Link] 172.16..255.255
Subneting Kelas A
Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di
OKTET mana kita mainkan blok subnet.

Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3


dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4
(3 oktet terakhir).

Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk


subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR
/8 sampai /30.
Contoh
Kita coba latihan untuk network address [Link]/16.

Analisa:
 [Link] berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti
11111111.11111111.00000000.00000000 ([Link]).

Penghitungan:
 Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
 Jumlah Host per Subnet = 216 - 2 = 65534 host
 Blok Subnet = 256 - 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya:
0,1,2,3,4, etc.
 Alamat host dan broadcast yang valid?
Alamat host dan broadcast yang valid

Subnet [Link] [Link] … [Link] [Link]


Host Pertama [Link] [Link] … [Link] [Link]
Host Terakhir [Link] [Link] … [Link] [Link]
Broadcast [Link] [Link] … [Link] [Link]

You might also like