Certified Professional Risk Management Guide
Certified Professional Risk Management Guide
com
Agenda Identifikasi
Proses Manajemen 04 Risiko
02 Risiko Terintegrasi ✓ Lingkup identifikasi risiko
✓ Proses & Teknik identifikasi risiko
✓ ERM Framework
✓ Overview Three Line Models
(Previously called Three Line of Analisa Risiko –
Defence)
✓ Overview ISO 31000: 2018
05 Impact &
✓ Risk Assessment
✓ Risk Owner & Risk Officer Likelihood
✓ Analisa dampak risiko
✓ Analisa keterjadian risiko
Pengendalian Pelaporan dan
06 08
Risiko Evaluasi Risiko
✓ Monitoring
✓ Preventive, Detective
✓ Evaluation
✓ Membuat/memperbaiki sistem dan
✓ Reporting, Communication,
prosedur/policy
Improvement
✓ Mengembangkan SDM
Risk is the combination of the probability of an The uncertainty of an event occurring that
event and its consequence. Consequences can could have an impact on the achievement
range from positive to negative - Institute of of the objectives. Risk is measured in
Risk Management terms of consequences and likelihood -
Institute of Internal Auditors
Overview of Risk Management
What is Risk Management?
We all do this every day, in both our All organizations do this, whether
professional and personal lives. formally or informally.
Contents Here
Contents Here
Internal Audit
ERM is not a “one-size-fits-all” program –activities must be tailored to align with the benefits
Overview of Risk Management
Risk & Mitigation
Risiko Keuangan
Aspek Finansial Perusahaan
Risiko K3
Risiko Kesehatan, Keselamatan Kerja
Risiko Kepatuhan Karyawan & Stakeholder lainnya
Aspek pemenuhan Perusahaan atas
peraturan dan perundang-undangan
yang berlaku.
Overview of Risk Management
Risk concept
Overview of Risk Management
SMARTER
• Attainable: Sasaran yang ada bersifat menantang, namun tetap dapat dicapai organisasi
A
• Evaluated: Sasaran yang ada dapat dievaluasi seiring berjalannya waktu demi menjamin
E tercapainya tujuan tersebut
• Recognized: Memungkinkan dilakukan evaluasi pada saat tenggat waktu pencapaian sasaran
R telah tiba
Risk Management
Architecture –
ISO 31000: 2018
Proses Manajemen Risiko Terintegrasi
ERM Frameworks - ISO 31000 Risk Management – Principles and guidelines (2018)
• What is ISO 31000? It is an international standard for managing risk. The first version of this standard was
created over a period of five years by hundreds of volunteers and published in 2009.
• ERM frameworks help codify and integrate a structured and disciplined approach towards managing risk
into the company’s core business processes and decision-making activities
• Although there is no definitive model of an ERM framework that fits all companies, there are certain
common characteristics embodied in internationally recognised risk management standards and in the leading
risk management frameworks operating in practice
Overview of Risk Management
ERM Architecture - ISO 31000 Risk Management – Principles and guidelines (the previous one)
Overview of Risk Management
ERM Architecture - ISO 31000 Risk Management – Principles and guidelines 2018
Overview of Risk Management
ERM Architecture - ISO 31000 Risk Management – Updated
Plan
Do
Check
Act
8 Principles
Overview of Risk Management
8 Principles – ISO 31000
Risk management is continually improved RM is not a stand-alone activity that is separate from
through learning and experience. the main activities and processes of the organization
The inputs to risk management are based on Risk management’s framework and processes are
historical and current information, as well as on customized and proportionate with the organization's
future expectations. external and internal context related to its objectives
Risk Management must continually sense Appropriate and timely involvement of stakeholders enables their
and respond to change in a timely manner. knowledge, views and perceptions to be considered. This results in
improved awareness and informed risk management.
Overview of Risk Management
ERM Architecture - ISO 31000 Risk Management – 8 Principles
Upside
risk
Risiko yang bila terjadi
(Value akan berdampak buruk
creation) pada organisasi dan
menyebabkan erosi atau
kerusakan pada nilai
Risiko yang sebaiknya (value) organisasi.
diambil oleh organisasi
dalam rangka menciptakan
keunggulan bersaing dan
Downside
akhirnya mampu
risk
menciptakan nilai (value).
(Value
protection)
Prinsip 1: Terintegrasi
• Manajemen risiko bukan merupakan kegiatan berdiri sendiri yang terpisah dari kegiatan dan
proses bisnis suatu organisasi, melainkan harus menyatu/melekat dalam proses bisnis dalam
bentuk pengelolaan risiko yang dijalankan oleh masing masing fungsi.
Prinsip 3: Disesuaikan
• Kerangka kerja dan proses manajemen risiko disesuaikan dan proporsional dengan konteks
eksternal dan internal organisasi yang berkaitan dengan sasarannya.
• Organisasi perlu menentukan bentuk pengelolaan risiko beserta pengaturannya sesuai dengan
kebutuhannya dalam rangka pencapaian sasaran sasaran yang hendak diraih organisasi serta
sesuai dengan karakteristik spesifik organisasi berdasarkan konteks nternal dan eksternalnya
Prinsip 4: Inklusif
• Pelibatan yang sesuai dan tepat waktu dari pemangku kepentingan memungkinkan
pengetahuan, pandangan, dan persepsi mereka untuk dipertimbangkan. Ini menghasilkan
peningkatan kesadaran dan manajemen risiko terinformasi.
• Keterlibatan yang sesuai dan tepat waktu dari para pemangku kepentingan, khususnya
pengambil keputusan di semua tingkatan organisasi, memastikan bahwa manajemen risiko tetap
relevan dan terkini Keterlibatan juga membolehkan pemangku kepentingan untuk diwakili secara
tepat serta guna mendapatkan pandangan mereka untuk dipertimbangkan dalam proses
manajemen risiko
Overview of Risk Management
Prinsip Manajemen Risiko – ISO 31000
Prinsip 5: Dinamis
• Organisasi perlu peka terhadap perubahan yang telah dan yang mungkin terjadi, khususnya yang
dapat melemahkan efektivitas pengelolaan risiko organisasi serta mengantisipasinya dalam bentuk
sebuah kendali yang dipersiapkan, maupun perubahan kerangka kerja manajemen risiko sesuai
yang dibutuhkan
Dimensi kedua:
Dimensi level entitas, Dimensi ketiga:
pertama: divisi, unit bisnis 8 Komponen
Tujuan entitas dan anak ERM
perusahaan
ERM dirancang untuk memberikan ERM harus dievaluasi pada ERM diimplementasikan melalui
keyakinan memadai bahwa tujuan entitas tingkat entitas divisi, unit bisnis komponen lingkungan internal, penetapan
dapat dicapai. dan anak perusahaan (sisi kubus tujuan, identifikasi peristiwa, penilaian
Tujuan terbagi dalam 4 kategori sebagai sebelah kanan, dari urut dari risiko, respon risiko, kegiatan
berikut: depan ke belakang). pengendalian, informasi dan komunikasi,
pemantauan (sisi depan kubus, dari urut
• Tujuan strategis, dari atas ke bawah).
• Efektifitas dan efisiensi operasi entitas
(termasuk melindungi aset),
• Keandalan pelaporan keuangan, dan
• Ketaatan terhadap peraturan
perundang-undangan yang berlaku
(sisi kubus sebelah atas, dari urut dari
kiri ke kanan).
Overview of Risk Management
Komponen COSO ERM – Integrated Framework
• ERM mengevaluasi strategi dari dua perspektif yang berbeda: (1) kemungkinan
bahwa strategi tidak selaras dengan misi, visi, dan nilai-nilai entitas, dan (2) implikasi
dari strategi yang dipilih.
• Jika organisasi menentukan bahwa kinerja di luar variasi yang dapat diterima,
organisasi mungkin perlu melakukan reviu tujuan bisnis, reviu strategi, reviu budaya,
merevisi kinerja target, reviu kembali signifikansi hasil risiko, reviu bagaimana risiko
diprioritaskan, merevisi respons risiko, merevisi selera risiko
• Entitas dengan ERM yang sesuai dapat menjadi lebih efisien. Dengan menerapkan
evaluasi berkelanjutan ke dalam praktik bisnis, organisasi dapat secara sistematis
mengidentifikasi potensi perbaikan pada praktik ERM mereka. Evaluasi terpisah juga
dapat membantu.
Overview of Risk Management
20 Prinsip COSO – Information, Communication & Reporting
Information &
Control activities
communication Risk assessment
Or
Proses Manajemen Risiko Terintegrasi
Overview Three Line Models (Previously called Three Line of Defence)
1st Line:
manajemen
operasional
2nd Line:
fungsi-fungsi
pemantauan risiko
3rd Line
fungsi audit internal
Creating and
protecting value
Management &
All roles working
first and second Third line together collectively
line roles independence contribute to the
• First line roles are Third line roles creation and
most directly Internal audit’s protection of value
Governing body Internal audit independence from
aligned with the provides when they are
roles the responsibilities
Governance delivery of independent and aligned with each
• Appropriate of management is
products and/or objective assurance other and with the
• Accountability structures and critical to its
services and advice. prioritized interests
• Actions processes are in objectivity, authority,
• Second line roles of stakeholders
• Assurance & place and credibility.
provide
advice • Organizational
assistance with
objectives aligned
managing risk.
with stakeholders
The governing body First line roles Second line roles Internal Audit
External assurance
providers
Proses Manajemen Risiko Terintegrasi
The Governing Body
Internal Control
Definisi
Scope
Sistem pengendalian internal ini meliputi
struktur organisasi, metode dan berbagai
Contoh & Ilustrasi ukuran yang dikoordinasikan dengan tujuan
menjaga aset perusahaan, memeriksa
• Contoh sederhana dari pengendalian internal ketelitian dan juga keandalan data akuntansi,
seperti otorisasi uang keluar Perusahaan, mendorong efisiensi dan juga dipatuhinya
aturan cuti karyawan, pemisahan deskripsi kebijaksanaan manajemen perusahaan.
pekerjaan dan lain-lain
• Ilustrasi internal control yakni pada
Perusahaan retail seperti mempekerjakan
dua karyawan kasir yang bertugas secara
bergantian atau shifting, dan satu orang yang
bertugas mencatat transaksi (segregation of
duties).
Proses Manajemen Risiko Terintegrasi
Internal Control - Limitations
Kesalahan Pengesampingan
manusia aspek-aspek Kolusi
(human error) pengendalian
internal
1. Pada tahun 2021, Perusahaan resmi menjadi anggota United Nations Global Compact (UNGC) yang merupakan inisiatif
keberlanjutan terbesar di dunia di bawah naungan PBB. Hal ini juga mendorong Perusahaan untuk memperkuat
implementasi prinsip GCG dengan menerbitkan sejumlah Kebijakan GCG yang menjadi standard requirement dari
UNGC di tahun 2022, diantaranya:
2. Perusahaan menerapkan Approval Authority Guidelines, Matriks yang berfungsi untuk mengatur batasan wewenang
persetujuan finansial dan/atau kebijakan dalam sebuah organisasi atau perusahaan dengan tujuan:
• Top Manajemen dalam hal ini Direksi tidak akan lebih fokus pada hal strategic dibandingkan dengan administratif atau
teknis (administrative burden)
• Memperpendek jalur birokrasi sehingga keputusan bisa diambil dengan cepat
• Kejelasan “Who approve what?”
Proses Manajemen Risiko Terintegrasi
Internal Control Implementation
3. Perusahaan mengimplementasikan SOP Pengadaan Barang dan Jasa sebagai acuan dan pencegahan atas risiko fraud.
Proses Manajemen Risiko Terintegrasi
Second Line Roles
I II III
Proses Manajemen Risiko Terintegrasi
Second line implementation in three line models
Governing Body:
Dalam hal implementasi Risk Management,
BoD dan BoC Perusahaan selaku Governing
Body telah menentukan Risk Appetite dan
melakukan pengawasan terhadap manajemen
risiko (termasuk pengendalian internal)
diantaranya dengan:
• Reviu Risk Management Report secara
berkala
• Reviu Audit Finding dan recommendation
yang berbasis Risiko (Risk Based Audit)
• Reviu implementasi Kebijakan, SOP dan
revisinya berdasarkan Risk Mitigation
maupun hasil Audit
Proses Manajemen Risiko Terintegrasi
Second line implementation in three line models
1st Line
Dalam hal implementasi Risk Management, role dari 1st line Perusahaan yakni:
01 • Penetapan Risk Owner & Risk Officers di Holding maupun Subsidiaries
• Membuat Risk Parameter sebagai acuan dalam Analisa Risiko
• Melakukan Risk Assessment mulai dari Penentuan Konteks, Identifikasi, Analisa, Evaluasi, dan Perlakuan
Risiko dan mendokumentasikan pada Risk Register serta Risk Management Report
• Melakukan Risk Quantification pada Risk Driver yang signifikan
2nd Line
Dalam hal implementasi Risk Management, Role dari 2nd Line Perusahaan yakni:
02 • Fungsi Risk Management mengadakan ERM Workshop secara berkala untuk mengupdate & review Risk Register serta Risk
Management Report
• Membuat Consolidated Risk Management Report secara konsolidasi per 6 bulan termasuk Risk Distribution
• Mengkomunikasikan Risk Management Report kepada BoD dan Komite Audit & Risk Management
3rd Line
03 Dalam hal implementasi Risk Management, Role dari 3rd Line Perusahaan yakni:
• Mempertahankan akuntabilitas terutama kepada Governing Body dan independensi dari tanggung jawab manajemen.
• Mengimplementasikan Risk-Based Audit dimana Rencana Audit akan disesuaikan dengan Risiko yang paling
signifikan
External Assurance Sebagai Perusahaan Tbk, Perusahaan sudah menunjuk Kantor Akuntan
Providers Publik untuk melakukan Audit atas Laporan Keuangan setiap tahun
Proses Manajemen Risiko Terintegrasi
Third Line Roles - What is Audit? Who is Auditor?
Plan Report
Monitor
• Internal Audit Perusahaan terintegrasi dengan Unit • Internal Audit Perusahaan akan
Manajemen Risiko dimana perencanaan Audit mengkomunikasikan hasil temuan dan Internal Audit Perusahaan secara
dilakukan berbasis risiko (Risk Based Audit) rekomendasi kepada Auditee terkait dalam rutin melakukan update pada
• Internal Audit Perusahaan mendesain audit prosedur bentuk Exit meeting Dashboard monitoring progress
sesuai dengan standar Institute of Internal Audit atas rekomendasi yang disampaikan
(IIA) dengan mempertimbangkan asersi seperti • Internal Audit Perusahaan secara rutin dimana hal ini bertujuan untuk
existence, completeness, valuation dan sebagainya melakukan pelaporan per kwartal kepada memastikan rekomendasi tepat
Direktur Utama dan Komite Audit. Pada tahun sasaran dan diimplementasikan oleh
• Internal Audit Perusahaan memulai kegiatan audit
dengan Kick-off meeting untuk menyamakan 2022, Internal Audit TBS menyampaikan 17 Auditee secara tepat waktu
pemahaman agenda audit dengan Auditee Laporan.
Proses Manajemen Risiko Terintegrasi
External assurance providers
Focusing Company business practices & risks Financial statements are free from
And evaluate non-financial regulatory material misstatement and issue an
compliance opinion
Period All year round End of Financial Year,
Continuous Process, Half year
Proses Manajemen Risiko Terintegrasi
Relationships among core roles
Between the governing body and management Between management (both first and second
(both first and second line roles) line roles) and internal audit
The governing body typically sets the There must be regular interaction between
internal audit and management to ensure the
direction of the organization by defining work of internal audit is relevant and aligned
the vision, mission, values, and with the strategic and operational needs of the
organizational appetite for risk. organization.
1st line as Risk Owner & Risk Officer and perform Risk Assessment
2nd line ensure Risk Owner & Risk Officer fully understand about their own risk
Management
02
02
Verifying that risk 04
management is done
correctly
Facilitate risk
identification/assess
03 ment processes and
train personnel on
risk management
Actively participating and internal control,
01 and supporting the
risk management
process 05
Focusing on key
risks identified by
management and Coordinating risk
overseeing the reports submitted to
organization-wide the board and audit
risk management committee.
process,
Risk Assessment
Proses Manajemen Risiko Terintegrasi
Risk Assessment
• Proses
penentapan Evaluasi Risiko
konteks harus
relevan dengan • Proses memahami
sifat dan • Proses
ruang lingkup yang Identifikasi Risiko mengembangkan
sudah ditetapkan menentukan • Proses
tingkat risiko dan memilih
membanding kan alternatif untuk
antara tingkat risiko penanganan risiko.
• Proses menemukan, dengan risk
mengenali, dan appetite.
mendeskripsi kan
risiko
Penentuan
Analisa Risiko
Konteks
Perlakuan Risiko
Proses Manajemen Risiko Terintegrasi
Risk Owner & Risk Officer - Ilustrasi
BOC
Commissioners
Audit and Risk
Management
Committee BOD
BOD Subsidiaries
Reporting Periodic
Risk Management - Group Head of RM and
Internal Audit Directors
Head of Dept
Risk and Mitigation
Reporting Periodic
Risk Management
Risk Management
• Operation Head of Dept./
Unit
• Commercial Division
Holding Reporting Risk Register and
Coordination
Proses Manajemen Risiko Terintegrasi
Risk Owner & Risk Officer - Main Roles & Responsibilities in ERM
Risk Officer
• Ditunjuk oleh Dewan Direksi
Perusahaan atau Anak
Risk Owner
Perusahaan;
• Bertanggung jawab kepada Dewan • Penerapan manajemen risiko dalam
proses bisnisnya;
Direksi Perusahaan atau Anak
Perusahaan; • Melakukan identifikasi risiko
bersama-sama dengan Risk Officer
• Memfasilitas pelaksanaan
dan Unit Manajemen Risiko;
manajemen risiko di
Perusahaan/Anak Perusahaan • Melakukan identifikasi mitigasi yang
telah ada dan mengusulkan mitigasi
dengan Risk Owner;
atas risiko-risiko yang ada;
• Memastikan mitgasi telah
ditetapkan secara memadai untuk
risiko material di tingkatan Risk
Owner;
Proses Manajemen Risiko Terintegrasi
Risk Owner & Risk Officer - Main Roles & Responsibilities in ERM
Risk Officer
• konsultasi dan koordinasi dengan
Unit Manajemen Risiko untuk
kebijakan, prosedur dan Teknik
terkait dengan pelaksanaan Risk Owner
manajemen risiko di • Mengusulkan mitigasi kepada
Perusahaan/Anak Perusahaan; Dewan Direksi Perusahaan/Anak
• melakukan pelaporan Laporan Perusahaan;
Manajemen Risiko di • Mengusulkan kecukupan mitigasi
Perusahaan/Anak Perusahaan kunci atas risiko-risiko material yang
secara berkala kepada Dewan ada kepada Dewan Direksi
Direksi
• melaporkan risk register kepada
Unit Manajemen Risiko secara
berkala
Proses Manajemen Risiko Terintegrasi
Risk Owner & Risk Officer - Risk Management Implementation flowchart - Ilustrasi
Faktor Faktor
Eksternal Internal
Kondisi perekonomian Visi, misi, dan nilai Perusahaan
Unlikely 21 – 40% 2
Possible 41 – 60% 3
Likely 61 – 80% 4
Likelihood Description Parameters 1 Rare Not expected to occur but still possible
Low Unlikely 0,1 < x <= 25% Not likely to occur under normal
2 Remote
circumstances
Medium Possible 25 < x <= 50%
3 Occasional Possible or known to occur
High Likely 50 < x <= 75%
Risk
Risk level Recommended Actions
Acceptability
Low Risk Acceptable • No additional risk control measures may be needed.
(LR) • Frequent review and monitoring of hazards are required to ensure that the risk level
assigned is accurate and does not increase over time.
Medium Tolerable • A careful evaluation of the hazards should be carried out to ensure that the risk level is
Risk reduced to as low as reasonably practicable (ALARP) within a defined time period.
(MR) • Interim risk control measures, such asadministrative controls or PPE, may be implemented
while longer term measures are being established.
• Management attention is required.
High Risk Tolerable • Cause concern, HODs attention / review needed.
(HR) • High Risk level must be carefully evaluated and where reasonably practicable, reduce the
risk level before work commences.
• There should not be any interim risk control measures. Risk control measures should not
be overly dependent on PPE or appliances.
• If practicable, the hazard should be eliminated before work commences.
Extreme Not • Immediate action required before work commences. Implementation of risk control
Risk Acceptable measures required to reduce risk levels before work commences.
(ER) • Management review is required before work commences.
Proses Manajemen Risiko Terintegrasi
Proses Penyusunan Konteks
Proses Manajemen Risiko Terintegrasi
Proses Penyusunan Konteks
Risk Appetite: Risk Appetite dideskripsikan sebagai kesediaan untuk mengambil atau menerima risiko atau
ketidaksediaan atau keengganan untuk mengambil risiko dari beberapa keputusan yang bersifat strategis.
Risk Tolerance: Tingkat variasi relative yang dapat diterima terhadap pencapaian tujuan–tujuan
Risk Capacity: Jumlah risiko dimana entitas organisasi mampu mendukung pencapaian sasarannya.
Proses Manajemen Risiko Terintegrasi
Risk appetite - Ilustrasi
Prioritas Prioritas
Extreme & 10 6 3 8 Extreme &
High High
8 5 3 6
Risk Treatment
7 10 3 8
Low
Proses Manajemen Risiko Terintegrasi
Assessment of severity - Ilustrasi
Catastrophic (5) 5 10 15 20 25
(MR) (HR) (ER) (ER) (ER)
Major (4) 4 8 12 16 20
(MR) (MR) (HR) (ER) (ER)
Moderate (3) 3 6 9 12 15
(LR) (MR) (MR) (HR) (ER)
Minor (2) 2 4 6 8 10
(LR) (MR) (MR) (MR) (HR)
Negligible (1) 1 2 3 4 5
(LR) (LR) (LR) (MR) (MR)
Proses Manajemen Risiko Terintegrasi
Action for Risk Levels
Risk
Risk level Recommended Actions
Acceptability
Low Risk Acceptable • No additional risk control measures may be needed.
(LR) • Frequent review and monitoring of hazards are required to ensure that the risk level
assigned is accurate and does not increase over time.
Medium Tolerable • A careful evaluation of the hazards should be carried out to ensure that the risk level is
Risk reduced to as low as reasonably practicable (ALARP) within a defined time period.
(MR) • Interim risk control measures, such asadministrative controls or PPE, may be implemented
while longer term measures are being established.
• Management attention is required.
High Risk Tolerable • Cause concern, HODs attention / review needed.
(HR) • High Risk level must be carefully evaluated and where reasonably practicable, reduce the
risk level before work commences.
• There should not be any interim risk control measures. Risk control measures should not
be overly dependent on PPE or appliances.
• If practicable, the hazard should be eliminated before work commences.
Extreme Not • Immediate action required before work commences. Implementation of risk control
Risk Acceptable measures required to reduce risk levels before work commences.
(ER) • Management review is required before work commences.
Identifikasi Risiko
Proses Manajemen Risiko Terintegrasi
Proses Identifikasi Risiko
The organization should identify sources of risk, areas of impacts, events (including changes in circumstances) and their causes and their
potential consequences.
Identifikasi Risiko harus diterapkan terhadap seluruh aktifitas, tujuan dan strategi perusahaan untuk
mengenali seluruh jenis risiko yang dapat terjadi yang melekat pada setiap aktifitas atau transaksi
dalam proses bisnis Perusahaan.
Input
Output
• Konteks Risiko
Risiko Teridentifikasi
• Analisa Bisnis (SOP/ IK)
Risk Register
• Isues (Notulen Rapat)
Proses/
Input Output
Mekanisme
Proses
• Brainstorming/ Workshop
• Risk Questionaires
Proses Manajemen Risiko Terintegrasi
Proses Identifikasi Risiko
85%
Proses Manajemen Risiko Terintegrasi
Contoh I Proses Identifikasi Risiko
Input Output
Input Output
Context Risk
Input of context:
a. Budget Driving on the Traffic accident, serious injuries or
b. Business process (SOP & WI) road to potential fatality (Hazard: Driving
c. Policy customers’ without a driving license)
premises
Traffic accident, lost control of
vehicle (Hazard: Speeding)
Indikator risiko
Sasaran Menentukan indicator risiko (4)
Proses penentuan sasaran (1)
Existing control
Identifikasi risiko Mengidentifikasi program / action
yang telah dilakukan
Proses identifikasi risiko (2)
1 2 3 4 5 6
Analisa risiko melibatkan sebuah proses pemahaman tentang risiko itu sendiri.
Menjelaskan: Menggunakan:
a. Apakah pengaruh risiko tersebut Daftar Untreated Risk Profile
a. Analisa risk impact dengan
untuk Perusahaan – Risk Impact dalam format risk register.
parameter finansial dan non-
finansial
b. Seberapa mungkin risiko
tersebut akan dihadapi b. Analisa risk likelihood dengan
Perusahaan – Risk Likelihood parameter
Analisa risiko berguna untuk memberikan masukan dalam proses risk evaluasi dan pembuatan keputusan
apakah sebuah risiko membutuhkan treatment serta penentuan metode dan strategi treatment yang paling
tepat.
Analisa Risiko
Metode penilaian risiko
Analisa Risiko
Illustrasi Risk Parameter
Impact
Low Medium High Extreme
Extreme Extreme
High
High
Likelihood
Medium
Medium
Risk Appetite
Low
Low
Analisa Risiko
Contoh II Proses Analisa Risiko
Risk Analysis
Context Risk Identification
Type of risk Impact Likelihood Untreated
Risk Profile
Driving on the Traffic accident, serious injuries or Operational Extreme Medium High
road to potential fatality (Hazard: Driving
customers’ without a driving license)
premises Operational Extreme High High
Traffic accident, lost control of vehicle
(Hazard: Speeding)
Serious injuries or potential fatality due Operational High High High
to road accident (Hazard: Reckless
driving, disobey traffic signs and driving
without due care to others)
Impact
Low Medium High Extreme
Extreme
Extreme
High
High
Likelihood
Medium
Medium
Risk Appetite
Low
Low
Pengendalian Risiko
Pengendalian Risiko
Evaluasi Risiko
Risk prioritization based on Risk Appetite: the amount of risk, at a broad level, that an
previously determined organization is willing to accept in pursuit of its strategic
risk appetite objectives
Risk Response
Risk Response
4T’s
Untreated Proses
risk profile • Strategi perlakukan risiko (4T’s)
dengan
prioritasi risiko
Risk Response
4T’s
Menghilangkan sumber resiko. Membagi resiko dengan yang lain. Melakukan tindakan & kontrol
• Tidak melakukan/menghentikan • Asuransi (proses) untuk mengurangi
aktifitas • Outsource kemungkinan atau dampak risiko
• Keluar dari bisnis tersebut (shutdown, ke tingkat yang dapat diterima.
sell, etc) • Internal control
Risk Response
4T’s
Transfer/
Terminate
Treat
Tolerate/
Treat
Tolerate
Risk Response
Contoh I Risk Reponse
Traffic accident, lost control Operational Extreme High High High Medium Low
of vehicle (Hazard:
Speeding)
Serious injuries or potential Operational High High High Medium Medium Medium
fatality due to road accident
(Hazard: Reckless driving,
disobey traffic signs and
driving without due care to
others)
Pelaporan dan
Evaluasi Risiko
Pelaporan & Evaluasi Risiko
ERM in Fact
Idealism condition Realism condition
Create & protect value Administrative (asal sudah ada risk register), tidak
berhubungan dengan value creation process & protect
value
Integrated Silo
Risk champion: CEO/President Director Risk champion: bisa berubah-ubah belum tentu top
management terlibat
Continual improvement & risk maturity level assessment Compliance, pencitraan, sekedar pemenuhan &
pelengkap, Normative
Comprehensive top risk (top down & bottom up model) Top risk masih terlalu fokus pada bottom up model
Early Warning System (deteksi dini risiko) Fire fighting
Multi discipline experience Mediocre: diisi orang-orang buangan, comfort zone, mau
pensiun, tidak multi disiplin ilmu
Certified in risk management Enggan mengambil sertifikasi manajemen risiko,
pelatihanhanya untuk memenuhi credit point sertifikasi
namun tidak melakukan improvement penerapan ERM
Pelaporan & Evaluasi Risiko
ERM in Fact
Clarity (risk event, risk cause, risk indicator) Confused & ambiguous (sering tertukar)
Risk cause: based on root cause Risk cause: normative
Risk indicator: based on root cause Risk indicator: only based on risk event or based on risk
event & risk cause (both) but normative
Risk indicator: based on data base & implicit knowledge Risk indicator: lack of database, ignore implicit
knowledge
Best available information Limited information
Customized (tailormade) Ingin terlihat canggih menggunakan metode kuantitatif
tapi useless (tidak sesuai kebutuhan), tailormade namun
tidak pernah improvement karena khawatir tanggung
jawab makin besar & makin banyak pekerjaan
Pelaporan & Evaluasi Risiko
Pelaporan Risiko
Dokumentasi Risiko
Pelaporan & Evaluasi Risiko
Pelaporan Risiko – Komunikasi & Konsultansi
• Mendapatkan pelajaran dari peristiwa risiko yang telah lalu, perubahan yang
Aspek 3 terjadi, trend, keberhasilan maupun kegagalan penanganan risiko
Risk drivers: there are usually several different drivers or causes of risk for any goal.
Risk quantification is the practice of taking a risk that your organization is facing and using statistical
methods to communicate its impact in objective financial terms, rather than in more subjective qualitative
terms
Risk Management Strategy
RINGS
Formation of RM teams
Set the roadmap
Illustration
Sept 2021 - Jun Jul 2022 - Jun 2024 Jul 2024 - Jun 2026
2022