0 ratings 0% found this document useful (0 votes) 18 views 13 pages SMVM Planogram
Planogram adalah alat visual yang digunakan untuk merencanakan tata letak dan penempatan produk di toko guna meningkatkan penjualan dan pengalaman belanja konsumen. Penggunaan planogram membantu dalam optimasi ruang, mengurangi kebingungan konsumen, dan merencanakan promosi. Faktor-faktor seperti sifat barang, tingkat kebutuhan, dan perilaku pelanggan sangat mempengaruhi desain planogram untuk mencapai hasil yang optimal.
AI-enhanced title and description
Copyright
© All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content,
claim it here .
Available Formats
Download as PDF or read online on Scribd
Go to previous items Go to next items
Save SMVM ; PLANOGRAM For Later
BK, Membuat Layout/Planogram Penataan Produk
Di balik semua ini, ada sebuah instrumen strategis yang digunakan oleh
para pelaku bisnis ritel yaitu planogram. Planogram adalah alat visual yang,
menggambarkan bagaimana dan di mana produk harus ditempatkan di rak
atat lantai toko untuk memaksimalkan penjualan,
Jawab Yuk
Sebelum mempelajari materi membuat layout/planogram penataan produk,
jawablah pertanyaan di bawah ini!
1, Menurut kalian, apa pengetian dari istilah “layout toko"?
2. Apa yang diartikan dengan istilah “customer flow"?
3. Jelaskan apa yang kalian ketahui tentang planogram!
4. Sebutkan contoh manfaat dari visual merchandising!
1, Pengertian Planogram
Planogram adalah suatu rencana visual yang dirancang untuk mengatur
tata letak dan penempatan produk di dalam toko atau ruang ritel.
Planogram digunakan untuk mengoptimalkan pengalaman belanja
konsumen dengan menentukan lokasi yang tepat untuk setiap produk,
sehingga dapat meningkatkan penjualan, meningkatkan visibilitas
produk, dan menciptakan alur belanja yang efisien.
Planogram biasanya berisi panduan tentang letak dan susunan
produk di rak atau display, termasuk ukuran dan jumlah produk yang
ditempatkan. Rencana ini didasarkan pada analisis data, perilaku
konsumen, dan strategi pemasaran toko. Dengan menggunakan
planogram, toko dapat mengoptimalkan penggunaan ruang, mengurangi
kebingungan konsumen, dan menciptakan penampilan visual yang
menarik bagi produk mereka.
Planogram adalah diagram yang menunjukkan cara dan lokasi
penempatan SKU (stock keeping unit) tertentu di rak atau area
pajangan untuk meningkatkan volume penjualan. Planogram berfungsi
sebagai panduan bagi karyawan dalam menjalankan tugas restocking
dan merchandising organization. Selain itu, baik karyawan maupun
pelanggan harus mengetahui secara detail letak item tersebut agar
mudah ditemukan dan dibeli.
Planogram dikembangkan dengan menggunakan _berbagai
informasi mengenai produk, seperti perputaran persediaan, volume
penjualan dalam satuan luasan pada ruang retail, pola penjualan masa
Jalu dan masa sekarang, dan sebagainya.
80 p ‘Strategi Marketing Visual Merchandising SMK/MAK Fase Framp ao se
Ayo Lakukan
Jelajah Internet
2, Tujuan Penggunaan Planogram
Berikut ini beberapa tujuan utama dari penggunaan planogram.
Meningkatkan Penjualan
Optimasi Penggunaan Ruang
Meningkatkan Pengalaman Konsumen
Mengurangi Kebingungan Konsumen
Merencanakan Promosi
Analisis Kinerja Produk
Pengelolaan Persediaan
Meningkatkan Visual Merchandising
3, Keuntungan dari Planogram
a. Memaksimalkan Ruang di Toko
Penggunaan planogram akan membantu kalian mengidentifikasi
seberapa besar area yang tersedia di toko kalian untuk pengaturan
produk dan penempatan rak display.
b. Membantu Meningkatkan Penjualan
Planogram adalah alat yang dapat membantu kalian memahami
bagaimana posisi rak display dan penempatan produk dapat
memengaruhi perilaku pembeli saat berbelanja.
Meningkatkan Tampilan Visual
Selain berdampak pada penggunaan ruang dan_penjualan,
planogram memiliki pengaruh yang signifikan terhadap daya tarik
visual toko Anda. Tampilan visual ini menjadi salah satu faktor
penentu bagaimana pelanggan mengamati dan merasakan tentang
toko Anda.
Di dalam planogram terdapat beberapa komponen yang wajib ada. Carilah
informasi mengenai komponen-komponen tersebut! Setelah itu tulis dalam
bentuk laporan kemudian kumpulkan kepada guru untuk diberikan nilai!
Untuk lebih memahami mengenai cara membuat planogram menggunakan
‘Bab 2 Merancang dan Mempersiapkan Display ProdukMs Word, mari kita simak video pembelajaran di bawah ini, dengan
mengakses link di bawah atau scan QR Code.
infes’
https: //[Link]/watch?v=Sa-kuthSvnY
4, Faktor Tata Letak Produk Berdasarkan Planogram
Pengaturan yang optimal dalam menempatkan barang dagangan pada
lokasi yang secara otomatis mendapatkan tingkat tampilan yang sesuai,
menyediakan ruang yang cukup untuk pemeriksaan, dan memasang
peralatan layanan untuk mengatur arus lalu lintas di area penjualan.
a, Sifat Barang
Sifat barang merupakan salah satu faktor penting yang harus
dipertimbangkan dalam merencanakan tata letak produk
berdasarkan planogram. Barang-barang kebutuhan sehari-hari
seperti makanan dan minuman, penempatan sebaiknya dilakukan
di area yang mudah dijangkau dan terlihat jelas oleh pelanggan
menjadi sangat penting.
Di sisi lain, barang-barang impuls, yaitu barang yang dibeli
tanpa perencanaan sebelumnya, sebaiknya ditempatkan di area-
area strategis seperti dekat dengan kasir atau sepanjang lintasan
pergerakan pelanggan, Penempatan di area ini akan meningkatkan
kemungkinan pelanggan untuk melihat dan membeli produk
tersebut secara spontan.
b. Tingkat Kebutuhan
Tingkat kebutuhan produk juga menjadi pertimbangan penting
dalam perencanaan tata letak berdasarkan planogram. Produk-
produk utama (high-demand items) yang menjadi kebutuhan
pokok pelanggan sebaiknya ditempatkan di area yang mudah
dijangkau dan terlihat jelas. Hal ini akan memudahkan pelanggan
dalam menemukan dan mengakses produk-produk tersebut,
sehingga dapat meningkatkan kemungkinan pembelian. Sementara
itu, produk-produk pendukung (complementary items) dapat
ditempatkan berdekatan dengan produk utama, Penempatan yang
2 82 > eestrategis ini dapat mendorong penjualan silang (cross-selling), di
mana pelanggan yang membeli produk utama juga terdorong untuk
membeli produk-produk pelengkap yang sesuai.
Perilaku Pelanggan
Pernahkah kalian memperhatikan perbedaan tata letak produk
di pasar swalayan besar dan kecil seperti mini market? Pada
pasar swalayan dengan skala besar seperti Giant, Hypermart atau
Carrefour kalian pasti akan menemukan bagian yang menjual
produk makanan di dekat pintu keluar atau di belakang pasar
swalayan, sebaliknya benda-benda seperti elektronik, baju,
perkakas, peralatan makan dan lain-lain berada di paling depan.
Ternyata penempatan ini didasari dari teori perilaku konsumen
yang menyatakan bahwa makanan adalah produk pertama yang
akan dicari oleh seseorang ketika sedang memasuki pasar swalayan.
Pelanggan sengaja diajak untuk berkeliling melewati lorong atau
etalase produk-produk lain dalam pasar swalayan tersebut sebelum
mencapai area makanan.
1) Teori Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen melibatkan proses dan aktivitas yang
terjadi ketika seseorang mencari, memilih, membeli,
menggunakan, dan mengevaluasi produk serta jasa untuk
memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka. Hal ini mencakup
faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian
konsumen. Untuk produk dengan harga jual rendah (low-
involvement), keputusan pembelian biasanya dibuat dengan
cepat dan mudah. Sebaliknya, untuk produk dengan harga jual
tinggi (high-involvement), keputusan pembelian cenderung
memerlukan pertimbangan yang lebih mendalam.
a) Tipe-Tipe Perilaku Konsumen
Berikut ini adalah tipe-tipe perilaku konsumen yang
perlu dipahami guna menjadi faktor pertimbangan dalam
membuat planogram.
(1) Perilaku membeli yang kompleks (complex buying
behavior)
Sebagai contoh, jika seseorang ingin membeli laptop
seharga Rp40 juta, mereka akan mempertimbangkan
keputusan ini dengan sangat hati-hati, Pembelian
laptop yang relatif mahal dan jarang dilakukan
seperti ini mencerminkan perilaku complex buying
Bab 2 Merancang dan Mempersiapkan Display Produk q 83.
>y
(2)
(3)
(4)
behavior, Dalam situast ini, konsumen cenderuny
merenungkan keputusan mereka secara mendalam
sebelum melakukan pembelian.
Perilaku. membeli yang mengurangi perbedaan
(dissonance-reducing buying behavior)
Menurut Britannica, ketika konsumen mengalami
perilaku ini, mereka sangat terlibat dalam proses
pembelian tetapi_ mengalami kesulitan dalam
membedakan antarmerek. Kesulitan ini dikenal
sebagai disonansi, atau pengurangan perbedaan.
Sebagai contoh, jika kalian ingin membeli
penggorengan dan merasa bahwa tidak ada
perbedaan signifikan antara merek A, B, C, dan D,
padahal sebenarnya ada perbedaan kecil di antara
mereka, ini adalah contoh disonansi.
Perilaku membeli yang telah terbiasa (habitual
buying behavior)
Misalnya, Y ingin membeli sampo dan sudah terbiasa
menggunakan merek E tanpa mempertimbangkan
merek lain. Dalam kasus ini, Y menunjukkan habitual
buying behavior, yaitu pembelian yang dilakukan
berdasarkan kebiasaan tanpa banyak pertimbangan.
Keputusan pembelian Y tidak dipengaruhi oleh
loyalitas merek atau kampanye pemasaran, tetapi
semata-mata karena kebiasaan. Hal ini berbeda
dengan dissonance-reducing buying behavior, di
mana konsumen terlibat dalam pemilihan produk
tetapi kesulitan membedakan merek-merek yang
ada. Habitual buying behavior biasanya muncul saat
konsumen membeli barang-barang pokok.
Perilaku mencari keragaman produk (variety seeking
behavior)
Pada tipe ini, konsumen membeli produk yang
berbeda. Akan tetapi, ini dilakukan bukan karena
mereka tidak puas dengan produk sebelumnya.
Perilaku tersebut didasari oleh motivasi untuk
mencari variasi dari produk yang telah mereka
p ‘Strategi Marketing Visual Merchandising SMK/MAK Fase Fb) Model Peritaku Konsumen
Adapun beberapa model perilaku konsumen sebagai
berikut.
()
(2)
(3)
(4)
Learning model
Model ini merujuk pada teori yang menjelaskan
bahwa perilaku konsumen umumnya mencerminkan
keinginan untuk memenuhi kebutuhan dasar yang
penting bagi kelangsungan hidup, seperti kebutuhan
akan makanan. Learning model juga menggambarkan
bahwa konsumen cenderung memprioritaskan
kebutuhan untuk belajar yang muncul dari
pengalaman hidup, seperti perasaan takut atau rasa
bersalah,
Psychoanalytic model
Model satu ini diambil dari teori Sigmund Freud
mengenai psikoanalisis, di mana konsumen memiliki
motif mengakar, baik sadar maupun tidak sadar, yang
mendorong mereka untuk melakukan pembelian.
Sociological model
Model ini merujuk pada teori yang menyatakan
bahwa keputusan pembelian dipengaruhi oleh posisi
individu dalam kelompok sosial, seperti keluarga,
teman, dan kelompok lain yang memiliki minat atau
preferensi serupa.
Input, process, output
Dalam model satu ini muncul, tiga indikator dalam
consumer behavior yaitu input, process, dan output.
Inputmengacu pada strategi marketing yang dibentuk
sebuah perusahaan atau yang lebih dikenal dengan
bauran pemasaran atau 4P Marketing Mix. Empat
aspek utama dalam indikator tersebut terdiri dari
product (produk), price (harga), place (tempat), dan
promotion (promosi). Indikator kedua merupakan
process, yang berhubungan dengan proses transaksi
oleh seorang konsumen. Mulai dari mengetahui
hingga mengevaluasi kualitas serta harga produk.
Terakhir adalah output, sebuah indikator yang
merujuk pada respons konsumen terhadap produk
atau layanan yang disediakan perusahaan.
85
Bab 2 Merancang dan Mempersiapkan Display Produk ((5) Black box model
Model ini menunjukkan bahwa pelanggan adalah
individu yang dapat memproses rangsangan interna}
dan eksternal untuk membuat keputusan pembelian,
Meskipun teorinya mungkin tampak kompleks,
sebenarnya cukup mudah dipahami. Konsumen
dihadapkan pada rangsangan dari bauran pemasaran
bisnis serta rangsangan eksternal lainnya.
(6) Pavlovian model
Model ini meliputi tiga indikator utama dalam
consumer behavior, yaitu drive, drives, dan
reinforcement. Drive merupakan sebuah rangsangan
yang akan memancing aksi pelanggan. Sementara itu,
drives adalah kebutuhan psikologis dari pelanggan,
seperti rasa lapar atau sakit. Kemudian, rangsangan
dari drive akan memengaruhi aspek psikologis
pelanggan dan memperkuat keinginan mereka
terhadap produk yang ditawarkan perusahaan. Nah,
poin inilah yang dinamakan reinforcement.
¢) Proses pengambilan keputusan pembelian
Sebelum dan sesudah melakukan pembelian, seorang
konsumen akan melakukan sejumlah proses yang
mendasari pengambilan keputusan, sebagai berikut.
(1) Pengenalan masalah (problem recognition)
Konsumen akan membeli produk sebagai solusi
untuk masalah yang dihadapinya. Tanpa adanya
kesadaran akan masalah tersebut, konsumen tidak
akan dapat menentukan produk yang perlu dibeli.
(2) Pencarian informasi (information source)
Setelah memahami masalah yang ada, konsumen
akan termotivasi untuk mencari informasi untuk
menyelesaikan permasalahan yang ada melalui
pencarian informasi. Proses pencarian informasi
dapat berasal dari dalam memori (internal) dan
berdasarkan pengalaman orang lain (eksternal).
(3) Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation)
Setelah konsumen mendapat berbagai macam
informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif
86 p Strateg! Marketing Visual Merchandising SMK/MAK Fase Fdq)
yang ada untuk mengatasi permasalahan yang
dihadapinya.
(4) Keputusan pembelian (purchase decision)
Setelah konsumen mengevaluasi berbagai alternatif
yang tersedia, mereka akan membuat keputusan
pembelian.
Evaluasi pasca-pembelian (post-purchase evaluation)
Evaluasi pasca-pembelian merupakan proses evaluasi
yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir
pada tahap pembuatan keputusan pembelian.
Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan
melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai
dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan
dan ketidakpuasan konsumen.
Faktor yang Memengaruhi Perilaku Konsumen
Jika boleh diasumsikan, setiap konsumen selalu
menginginkan kepuasan atau utility dalam setiap
kegiatan konsumsi yang dilakukan. Utility artinya produk
tersebut memiliki fungsi membantu, berguna, dan
menguntungkan. Jika dilihat dari sudut pandang ekonomi,
utility dapat dimaknai sebagai kegunaan produk saat
dikonsumsi, Ada beberapa hal yang dapat memengaruhi
perilaku konsumen, sebagai berikut.
(1) Kebudayaan
Faktor kebudayaan dikatakan memiliki pengaruh
yang paling luas dibanding faktor-faktor lain.
Sebagaimana yang kita terima pada pendidikan
karakter di sekolah, kedisiplinan dapat membentuk
kebiasaan. Kebiasaan dapat membentuk sifat. Sifat
dapat _membentuk karakter, Dan karakter yang
dibudayakan dapat membentuk nasib seseorang.
(2) Sosial
Kelompok sosial mencakup keluarga, lingkungan
tempat tinggal, teman pergaulan, dan masyarakat.
Faktor ini memiliki pengaruh signifikan dalam
membentuk perilaku konsumen Karena seseorang
tumbuh dan berkembang dalam lingkungan tersebut.
‘Bab 2 Merancang dan Mempersiapkan Display Produk § 87 |
6(3) Pribadi
Perilaku konsumen dapat ditentukan dari pribadj
orang tersebut. Misalkan saja faktor usia, psikologi,
kesehatan, kepribadian, gaya hidup, kondisi ekonomi,
jabatan, dan konsep diri dari konsumen tersebut.
(4) Psikologi
Faktor ini dipengaruhi oleh keinginan seseorang
untuk diakui, dihargai, dan diterima oleh
lingkungannya. Beberapa aspek psikologis yang
memengaruhi perilaku konsumen meliputi motivasi,
kepercayaan diri, harga diri, proses belajar, dan
lainnya.
2) Pengaruh perilaku Pelanggan dalam Planogram Display
Teori perilaku pelanggan pada akhirnya memberikan
pengaruh dalam penataan produk. Faktor-faktor seperti pola
belanja, kebiasaan pencarian produk, dan proses pengambilan
keputusan pembelian akhirnya menjadi dipertimbangkan
penting dalam merancang tata letak dan penempatan produk
di dalam toko. Adapun pengaruh perilaku dalam produk
sebagai berikut.
Gambar 2.9 Dampak pengaruh perilaku konsumen dalam planogram
Sumber: glairai/Jessica Donnyson (2023)
a) pengelompokan Produk
b)_Penjajaran Produk
Mata kita secara alami memindai dalam pola linear,
baik secara horizontal maupun vertikal, karena kita
8 8 Steg tg Marhadig AAAs
wy3
terbiasa membaca dengan cara tersebut. Pedagang dapat
memanfaatkan kecenderungan ini untuk meningkatkan
visual merchandising dengan menyusun produk secara
strategis.
c) Penempatan Strategis
Penempatan produk yang paling optimal tentunya adalah
pada posisi yang paling mudah untuk dilihat, yang pada
umumnya berada di tengah rak.
Penyusunan Berdasarkan Harga
Pelanggan lebih menghargai apabila mereka dapat dengan
dq)
cepat menemukan produk yang sesuai dengan anggaran
mereka.
Penempatan Produk di Tengah dan Akhir
Perancangan semacam ini mendukung pelanggan untuk
berjalan melewati seluruh lorong, sehingga meningkatkan
waktu yang mereka habiskan di dalam toko dan mendorong
kemungkinan adanya tambahan pembelian.
f) Pembuatan Blok Warna
Salah satu teknik yang efektif untuk meningkatkan
daya tarik visual dari toko adalah dengan menyusun
produk dalam blok-blok warna warni dan menciptakan
sebuah pola pelangi atau gradasi warna. Teknik ini dapat
menambahkan kecerahan toko dan rasa antusiasme
di lingkungan toko, sehingga menarik perhatian para
pelanggan terhadap produk-produk yang dipajang.
Tipe-Tipe Planogram Display
Planogram dapat bervariasi karena setiap toko mem
pelanggan yang berbeda dengan perilaku yang berbeda pula.
Itulah mengapa penting bagi kita untuk mengenali perilaku
pelanggan dan mempelajari bagaimana hal tersebut dapat
memengaruhi tipe planogram yang diterapkan oleh setiap
toko. Adapun berbagai tipe planogram, sebagai berikut.
@
ae oe giGambar 2.10 Dampak pengaruh tipe-tipe planogram
Sumber: [Link]/Jessica Donnyson (2023)
a) Penataan Produk Secara Horizontal
Dalam penataan produk secara horizontal, produk
diletakkan bersebelahan pada tingkat rak yang sama untuk
memberikan berbagai pilihan kepada pelanggan.
Penataan Produk secara Vertikal
Penataan produk secara vertikal berarti produk diletakkan
pada tingkatan rak yang berbeda untuk menciptakan akses
yang mudah bagi seluruh pelanggan tanpa bergantung
pada tinggi badan.
©) Penataan Produk Secara Blok
Ketika menerapkan penataan produk secara blok, produk-
produk yang berkaitan atau berada dalam Kategori yang
sama akan diletakkan berdekatan.
Penataan Produk Berdasarkan Pangsa Pasar
Dalam dunia perdagangan, kebanyakan produk di rak akan
diposisikan sesuai dengan kemampuan mereka untuk
menghasilkan pendapatan.
f) Penataan Produk Berdasarkan Margin
Para pedagang sering membeli dan menjual produk-
produk dari beragam pabrik di toko mereka. Dengan
planogram jenis ini, penataan produk diatur dan
ditentukan berdasarkan margin yang ditawarkan oleh
pabrik-pabrik tersebut.
b)
dq)
‘Strategi Marketing Visual Merchandising SMK/MAK Fase Fg) Penataan Produk Berdasarkan Status Komersial
Tidaklah mengherankan jika produk dari merek ternama
sering kali mendapatkan sorotan dan tempat yang lebih
strategis di rak toko, sementara merek yang kurang dikenal
mendapatkan perhatian yang lebih sedikit.
d. Pencahayaan
Pastikan produk di rak display mendapat pencahayaan yang
memadai, Pencahayaan yang baik dapat membuat produk terlihat
lebih menarik dan mudah dilihat oleh pelanggan.
e. Ukuran Toko
Ukuran toko merupakan salah satu faktor penting yang harus
dipertimbangkan dalam menentukan tataletak produkberdasarkan
planogram. Untuk toko berukuran kecil, penataan produk harus
lebih efisien dengan memaksimalkan ruang yang ada. Hal ini
berarti penempatan produk harus diatur sedemikian rupa agar
dapat mengakomodasi sebanyak mungkin barang dagangan tanpa
membuat toko terasa sempit atau sesak. Efisiensi pemanfaatan
ruang menjadi kunci utama dalam toko berukuran kecil.
Berbeda dengan toko berukuran sedang, penataan produk
dapat lebih fleksibel untuk memudahkan pergerakan pelanggan.
Dengan ruang yang lebih luas, tata letak dapat diatur sedemikian
rupa agar lalu lintas pelanggan dapat mengalir dengan lancar.
Pengelompokan produk berdasarkan kategori juga dapat
dilakukan dengan lebih baik untuk memudahkan pencarian. Pada
toko berukuran besar, penataan produk dapat lebih beragam
dengan pengelompokan yang jelas berdasarkan kategori. Semakin
luas area toko, semakin banyak pula ruang yang tersedia untuk
menerapkan berbagai strategi penataan, seperti penempatan
produk komplementer, zonasi berdasarkan kebutuhan, dan
display yang menarik.
5, Tahapan dalam Pembuatan Planogram
Berikut ini tahapan dalam pembuatan planogram tersebut.
a. Analisis Data dan Tujuan
Mulailah dengan menganalisis data penjualan, perilaku konsumen,
dan tren produk. Tentukan tujuan utama kalian dalam membuat
planogram, seperti meningkatkan penjualan produk tertentu atau
menciptakan alur belanja yang lebih efisien.
91
Bab 2 Merancang dan Mempersiapkan Display Produkb. Pemetaan Ruangan
Ukur dan petaruangan toko atau area ritel dengan detail. Identifikasi
area yang tersedia untuk rak display dan perhitungkan juga faktor
seperti pintu masuk, area promosi, dan kasir.
Pilih Produk dan Kategori
Tentukan produk dan Kategori produk yang akan ditempatkan
dalam planogram. Pertimbangkan kepopuleran, permintaan, dan
hubungan antarproduk.
._Penentuan Rak dan Penempatan Produk
Pilih jenis rak yang sesuai dengan produk dan kategori yang
kalian pilih. Kemudian, tentukan penempatan produk di setiap
rak berdasarkan faktor-faktor seperti keterkaitan produk, ukuran,
warna, dan aspek visual lainnya.
e. Desain Visual
Buat gambar atau diagram yang menggambarkan penempatan
produk dalam planogram. Pastikan untuk mempertimbangkan tata
letak yang mudah dipahami oleh staf toko dan sesuai dengan arus
belanja konsumen.
f- Implementasi dan Pengaturan
Terapkan planogram di toko atau area ritel kalian. Atur ulang
produk sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Pastikan setiap
rak display terlihat rapi dan menarik.
g- Pemantauan dan Penyesuaian
Pantau kinerja planogram dengan membandingkan data penjualan
sebelum dan sesudah implementasi. Jika diperlukan, lakukan
penyesuaian untuk meningkatkan efektivitas planogram.
h. Perbaikan Terus-Menerus
Planogram sebaiknya diperbarui secara berkala sesuai dengan
perubahan tren, musim, atau kebutuhan toko. Teruslah melakukan
analisis dan perbaikan untuk menjaga kinerja planogram tetap
optimal.
6. Membuat Planogram
Planogram atau space management merupakan suatu konsep yang
secara sederhana dapat dipahami sebagai suatu konsep atau rencana
pemajangan produk berdasarkan alur kebiasaan belanja konsumen.
a Sine Main Vl Merch SMRUAK set