0% found this document useful (0 votes)
15 views8 pages

Empowering HIV Key Populations through Peer Support

Jurnal peer support group
Copyright
© All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
15 views8 pages

Empowering HIV Key Populations through Peer Support

Jurnal peer support group
Copyright
© All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan (JPKMK)

eISSN: 2807-3134

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEER SUPPORT


GROUP DALAM MENINGKATKAN SUMBER DAYA PSIKOLOGIS
POPULASI KUNCI HIV
COMMUNITY EMPOWERMENT THROUGH PEER SUPPORT GROUP IN IMPROVING
HIV KEY POPULATION PSYCHOLOGICAL

Gede Arya Bagus Arisudhana, Made Ririn Sri Wulandari, Nyoman Eta Risnawati,
Desak Putu Cristine Monica
STIKES Bina Usada Bali, Badung, (0361) 9072036
e-mail:*(aryabagus08@[Link], 081805723444)

ABSTRAK

Abstrak: Orang dengan HIV dan AIDS memiliki masalah kesehatan yang sangat kompleks
seperti penurunan sumber daya psikologis. Diperlukan dukungan sosial untuk menjaga
mempertahankan sumber daya psikologis yang baik. Bentuk dukungan sosial yang dapat
dilakukan yaitu melalui pelatihan peer support group. Tujuan pengabdian masyarakat ini
adalah memberdayakan masyarakat melalui peer support group untuk meningkatkan sumber
daya psikologis. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan
Participatory Learning and Action (PLA). Bentuk kegiatan pengabdian masyarakat meliputi
pendidikan kesehatan tentang HIV dan AIDS, pelatihan peer leader, dan pelaksanaan peer
support group seperti sesi berbagi, motivasi, dan pemecahan masalah berdasarkan
pengalaman. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat ini yaitu rerata usia partisipan
adalah 41.24 tahun, sebagian besar berjenis kelamin perempuan 60%. Tingkat pendidikan
partisipan didmoniasi SMA/SMK (44%). Pekerjaan partisipan sebagian besar ibu rumah
tangga (40%). Setelah diberikan pendidikan kesehatan diketahui tingkat pengetahuan
partisipan didominasi tingkat pengetahuan yang baik (64%). Hasil evaluasi sumber daya
psikologis partisipan sebagian besar pada kategori sedang (68%). Dapat disimpulkan
pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui peer support group memberikan dampak
yang positif pada sumber daya psikologis orang dengan HIV dan AIDS. Pembentukan peer
support group tidak sebatas pada populasi kunci, disarankan anggota kelompok bersifat
heterogen sehingga memperoleh pengalaman menjalani kondisi HIV yang lebih variatif.
Kata kunci: Peer, Psikologis, Support.

Volume 2 Nomor 3 September 2022


Abstract: People with HIV and AIDS have complex health problems, such as decreased
psychological resources. Social support is needed to maintain good psychological resources.
Social support can conduct through peer support group training. The purpose of this
community service is to empower the community through peer support groups to increase
psychological resources. This community service implementation method uses a Participatory
Learning and Action (PLA) approach. The forms of community service activities include
health education about HIV and AIDS, peer leader training, and the implementation of peer
support groups such as sharing sessions, motivation, and problem-solving based on
experience. The result of this community service implementation is that the average age of the
participants is 41.24 years, and most of them are 60% female. The education level of the
participants has dominated by SMA/SMK (44%). Most of the participant's occupations are
housewives (40%). After health education, the knowledge level of participants has dominated
by a good level of knowledge (64%). The evaluation of participants' psychological resources
was moderate (68%). The conclusion was the implementation of community empowerment
through peer support groups has a positive effect on the psychological resources of people
living with HIV and AIDS. The formation of peer support group members is supposed to be
heterogeneous, so they gain more varied experiences of living with HIV.
Keywords: Peer, Psychological, Support

Volume 2 Nomor 3 September 20222


19
PENDAHULUAN bagian utama sumber daya psikologis
HIV AIDS masih menjadi masalah adalah self-esteem (Hobfoll, 2002).
komunitas dengan angka kejadian yang Sebuah studi menemukan sumber daya
relatif stabil. Provinsi Bali menempati psikologis ODHA khususnya harga diri
peringkat keenam di Indonesia dengan sebagian besar berada pada kategori
jumlah penderita HIV mencapai 14.640 rendah (Arisudhana, Giri and Yasa, 2020).
kasus dan AIDS mencapai 6.986 kasus, Harga diri yang rendah dapat berdampak
serta meninggal akibat AIDS sebanyak pada depresi yang dialami ODHA. Depresi
455 jiwa (Kemenkes RI, 2020). Kota berdampak buruk pada kepatuhan
Denpasar menempati peringkat pertama di menjalani regimen terapi sehingga
Provinsi Bali dengan jumlah kumulatif meningkatkan resiko kematian pada
HIV/AIDS dari tahun 1987 sampai dengan ODHA. ODHA mengalami masalah
Maret 2019 berjumlah 7.865 orang stigma dan diskriminasi pada lingkup
(Dinkes Provinsi Bali, 2020). Dengan social (Maharani, 2014). Hal ini dapat
jumlah kasus yang tegolong tinggi, memperburuk self-esteem ODHA
HIV/AIDS menjadi masalah serius (Adimora et al., 2019). Dukungan sosial
sehingga menimbulkan masalah terhadap menjadi sangat penting bagi ODHA untuk
ODHA meliputi masalah fisik, sosial, mempertahankan kepercayaan dirinya,
spiritual, dan psikologis. Salah satu tidak merasa malu pada lingkungan
komponen utama dalam upaya mengatasi sekitar, serta tidak merasa diasingkan.
permasalahan tersebut adalah memiliki Penelusuran yang dilakukan di Yayasan
sumber daya psikologis yang baik. Sumber Kesehatan Bali didapatkan komunitas
daya psikologis merupakan keterampilan ODHA yang tercatat menjalani pemusatan
dan identitas pribadi dari individu dalam program pengobatan sebanyak 63 ODHA.
mengatasi peristiwa dalam kehidupan yang Hasil wawancara yang dilakukan pada 10
penuh dengan tekanan (Turan et al., 2017). orang, diketahui 7 diantaranya masih
Sumber daya psikologis merupakan faktor merahasiakan status HIV karena merasa
penting dari kesehatan dan dapat bertindak terdiskriminasi dan merasa harga diri
sebagai penentu protektif selama proses rendah. Menurut ODHA yang
transisi perjalanan hidup. Salah satu diwawancarai, dukungan sosial masih

Volume 2 Nomor 3 September 20222

20
sangat minim mereka rasakan sehingga Berdasarkan latar belakang tersebut
mereka kesulitan untuk saling bertukar maka perlu dilakukan pemberdayaan
pengalaman dalam menjalani pengobatan, masyarakat melalui peer support group
mengatasi masalah-masalah kepatuhan, dalam meningkatkan sumber daya
stigma, diskriminasi, maupun masalah psikologis populasi kunci. Kegiatan ini
lainnya terkait dengan kondisi HIV-nya. diawali dengan melatih peer leader, yang
Sedangkan upaya kesehatan yang ada hanya diikuti dengan pendidikan kesehatan untuk
melalui program focus group discussion meningkatkan pengetahuan tentang HIV
dan konseling. Berdasarkan kondisi yang lebih baik, pembentukan dan
tersebut, maka diperlukan strategi dalam pelaksanaan program peer support group.
memberikan dukungan sosial kepada
ODHA dengan melakukan pemberdayaan METODE
masyarakat melalui peer support group. Metode yang digunakan dalam
Beberapa pemanfaatan peer support pengabdian masyarakat ini adalah berbasis
terhadap masalah sumber daya psikologis Participatory Learning and Action (PLA).
telah dilakukan. Pemanfaatan peer support Metode PLA digunakan sebagai bentuk
dapat membatu pasien dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat khususnya
mood, keterampilan komunikasi sosial, kelompok khusus HIV atau populasi kunci
pengetahuan tentang penyakit, dan stabilitas HIV dalam melaksanakan program peer
penyakit (Fan et al., 2019). Pemanfaatan support group di Yayasan Kesehatan Bali.
peer support lainnya membantu ODHA Adapun tahapan kegiatan pengabdian
beradaptasi dengan HIV/AIDS yang kepada masyarakat yang dilakukan:
menginfeksinya, optimis, penuh harapan, 1. Pendidikan Kesehatan (5 Februari
tanpa mengalami stres; meningkatkan 2021). Tahapan pertama adalah
kualitas kesehatan ODHA; meningkatkan melakukan pendidikan kesehatan
peran sosial ODHA; serta ODHA menjadi (penyuluhan) tentang HIV AIDS.
lebih pro sosial dan religious (Kartono, Kegiatan pertama ini bertujuan untuk
2019). memberikan pendidikan kesehatan
pada ODHA agar dapat memahami
lebih baik tentang kondisinya. Selain

Volume 2 Nomor 3 September 20222

21
itu pendidikan kesehatan dilakukan Tabel 1. Menunjukkan rerata usia
untuk meningkatkan kepatuhan partisipan adalah 41.24 tahun. Sebagian
pengobatan, pencegahan penularan, besar partisipan berjenis kelamin
dan jatuh pada kondisi AIDS. perempuan, yaitu sebanyak 15 partisipan
2. Pelatihan Peer Leader (9 Februari (60,0%). Tingkat pendidikan partisipan
2021). Tahap kedua adalah yang paling banyak berada pada tingkat
menentukan leader pada setiap SMA/SMK, yaitu sebanyak 11 partisipan
kelompok dukungan sebaya. Setelah (44,0%). Pekerjaan partisipan didominasi
ditentukan, maka calon leader akan ibu rumah tangga, yaitu sebanyak 10
diberikan pelatihan untuk memimpin partisipan (40%).
kelompok sebaya.
Tabel 2. Tingkat Pengetahuan HIV AIDS
3. Pelaksanaan peer support group (12
Partisipan
Februari 2021). Tahapan terakhir Tingkat Pengetahuan n(%)
Baik 16(64)
adalah melaksanakan dukungan Cukup 7(28)
kelompok sebaya yang dipimpin oleh Kurang 2(8)
Tabel 2 menunjukkan tingkat
seorang pemimpin yang telah
pengetahuan partisipan tentang HIV AIDS
diberikan pelatihan.
didominasi pada tingkat pengetahuan yang
baik (64%).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Tabel 1. Distribusi Partisipan Berdasarkan Tabel 3. Sumber Daya Psikologis Partisipan
Karakeristik Sumber Daya n(%)
Karakteristik Mean±SD n(%) Psikologis
Usia 41,2±6,8 Baik 7(28)
Jenis Kelamin
Laki-Laki 10(40)
Sedang 17(68)
Perempuan 15(60) Sangat Baik 1(4)
Tingkat Pendidikan Tabel 3. Menunjukkan sebagian besar
SD 3(12)
SMP 10(40) partisipan setelah sesi peer support group
SMA 11(44) memiliki sumber daya psikologis pada
Perguruan 1(4)
Tinggi kategori sedang (68%).
Pekerjaan
Buruh 7(28)
Pelaksanaan peer support group (PSG)
Wiraswasta 8(32) akan memberikan perasaan kenyamanan
IRT 10(40)
antar sesama ODHA. Dukungan sesama

Volume 2 Nomor 3 September 20222

22
penderita yang cenderung memiliki dapat membantu meningkatkan
persamaan penderitaan yang dialami dapat kepercayaan diri, pengetahuan tentang
meningkatkan sumber daya psikologis dan HIV, informasi terkait akses layanan,
kualitas hidup. PSG ditandai dengan saling perilaku pencegahan transmisi HIV.
membantu dan timbal balik dengan Daerah yang memiliki PSG memiliki
memberikan motivasi satu sama lain ODHA dengan kualitas hidup yang tinggi
(Patty, Wijono and Setiawan, 2017). dibandingkan dengan ODHA yang tidak
Keterbukaan dan kebersamaan saat PSG memiliki PSG (Rasyiid, 2016).
dapat menyelesaikan masalah yang terjadi Keberlangsugan dan keberadaan PSG
dikarenakan dukungan yang diperoleh sangat diperlukan karena penganggulangan
membuat tingkat depresi responden HIV dapat langsung dilakukan dengan
menurun. PSG membantu ODHA dalam memberdayakan ODHA itu sendiri. PSG
menjalani pengobatan dan perawatan baik memerlukan penguatan melalui
rawat inap atau rawat jalan dengan peningkatakan sumber daya. Pengabdian
memantau makanan dan obat-obatan serta masyarakat ini mencoba memberikan
memberikan dukungan mental dan edukasi dan pelatihan dasar prinsip
spiritual serta memotivasi ODHA untuk pelaksanaan PSG. Keberlangsungan PSG
melakukan aktivitas fisik sesuai dengan dapat dipengaruhi oleh faktor adanya
kemampuan mereka (Rasyiid, 2016). motivasi kelompok, faktor kepemimpinan,
PSG dapat meningkatkan saling sumber daya, pengelolaan,dan akuntabilitas.
percaya dan toleransi serta memberikan Selain itu faktor lainnya seperti akses
informasi mengenai obat terbaru dan sumber daya dan rujukan juga berperang
layanan dukungan lokal (Rasyiid, 2016). terhadap keberlangsungan PSG (Handayani
PSG dapat membuat ODHA merasa and Mardhiati, 2018). Motivasi ODHA
dicintai, dihargai dan merasa menjadi dalam membentuk sebuah kelompok serta
bagian di masyarakat tanpa adanya kemauan menolong antar sesama ODHA
diskriminasi sehingga akan berdampak menjadi komponen yang sangat penting
positif bagi kesehatannya. Beberapa kajian dalam PSG.
menunjukkan PSG memiliki peran yang
sangat positif dalam hidup ODHA. PSG

Volume 2 Nomor 3 September 20222

23
KESIMPULAN DAN SARAN Center of Research Publication in
Midwifery and Nursing, 4(1), pp. 45–
Terdapat dampak yang positif
49. doi: 10.36474/caring.v4i1.176.
pemberdayaan masyarakat melalui peer Dinkes Provinsi Bali (2020) Profil
support group dalam meningkatkan sumber Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi
Bali. Bali.
daya psikologis populasi kunci HIV.
Fan, Y. et al. (2019) ‘Feasibility of peer
ODHA lebih merasa diberdayakan dan support services among people with
tidak mengalami stigma-diskriminasi. Saran severe mental illness in China’, BMC
Psychiatry, 19(1), pp. 1–11. doi:
bagi pelaksanaan pengabdian masyarakat 10.1186/s12888-019-2334-x.
berikutnya adalah pembentukan ODHA Handayani, S. and Mardhiati, R. (2018)
sebagai sukarelawan dalam memberikan ‘Keberlanjutan Peran Dukungan
Sebaya di Dalam Sistem
edukasi ke masyarakat umum dibutuhkan Penanggulangan HIV di Tingkat
agar masyarakat tidak melakukan Provinsi dan Kota/Kabupaten
Indonesia’, Perilaku dan Promosi
stigmatisasi dan diskriminasi terhadap Kesehatan: Indonesian Journal of
ODHA. Health Promotion and Behavior, 1(1),
p. 44. doi: 10.47034/ppk.v1i1.2093.
Hobfoll, S. E. (2002) ‘Social and
UCAPAN TERIMAKASIH Psychological Resources and
Penulis mengucapkan terima kasih Adaptation’, Review of General
Psychology, 6(4), pp. 307–324. doi:
kepada STIKES Bina Usada Bali selaku 10.1037/1089-2680.6.4.307.
pemberi dana Hibah Pengabdian Kepada Kartono, R. (2019) ‘the Role of Peer
Masyarakat Stimulus. Support Group To Restore the Ability
of Resilience of People With HIV /
AIDS (PLWHA)’, in International
DAFTAR PUSTAKA Conference On Governance
Innovation and Social Sciences.
Adimora, D. E. et al. (2019) Jember: Universitas Muhammadiyah
‘Stigmatization and discrimination as Jember, pp. 119–136. doi:
predictors of self-esteem of people 10.32528/pi.v0i0.2472.
living with HIV and AIDS in Kemenkes RI (2020) Laporan
Nigeria’, African Health Sciences, Perkembangan HIV AIDS & Penyakit
19(4), pp. 3160–3171. doi: Infeksi Menular Seksual Triwulan III
10.4314/ahs.v19i4.39. Tahun 2020. Jakarta.
Arisudhana, G. A. B., Giri, N. K. W. and Maharani, R. (2014) ‘Stigma dan
Yasa, I. K. B. (2020) ‘Harga Diri Diskriminasi Orang Dengan HIV /
pada Orang Terkonfirmasi Positif AIDS ( ODHA ) pada Pelayanan
HIV di Tahun Pertama’, Journal Kesehatan di Kota Pekanbaru Tahun

Volume 2 Nomor 3 September 20222

24
2014 Stigmatization and Support Group on Depression and
Discrimination People Living With Quality of Life among People Living
HIV / AIDS ( PLWHA ) At with HIV/AIDS in Kediri East Java’,
Pekanbaru Health Service In 2014’, Journal of Health Promotion and
Jurnal Kesehatan Komunitas, 2(5), Behavior, 01(01), pp. 32–40. doi:
pp. 225–232. 10.26911/thejhpb.2016.01.01.05.
Patty, S., Wijono, S. and Setiawan, A. Turan, B. et al. (2017) ‘Framing
(2017) ‘Hubungan Dukungan Sosial mechanisms linking HIV-related
Teman Sebaya, Kontrol Diri, Dan stigma, adherence to treatment, and
Jenis Kelamin Dengan Prestasi health outcomes’, American Journal
Belajar Siswa Di Sma Kristen Ypkpm of Public Health, 107(6), pp. 863–
Ambon’, Psikodimensia, 15(2), p. 869. doi:
204. doi: 10.24167/psiko.v15i2.989. 10.2105/AJPH.2017.303744.
Rasyiid, A. (2016) ‘The Effect of Peer

Volume 2 Nomor 3 September 20222

25

Common questions

Powered by AI

The Participatory Learning and Action (PLA) approach benefits community empowerment for people living with HIV/AIDS by engaging them actively in their own empowerment process. This method facilitates collaboration and active participation, leading to tailored health education, peer leader training, and peer support group implementation which enhances their psychological resources . PLA ensures that the empowerment activities are relevant and cater to the specific needs of the community, promoting a sense of ownership and involvement .

The educational level of peer support group participants affects their knowledge gain and adaptation significantly. Participants predominantly educated up to high school showed greater absorption of information from health education sessions, reflected by the good level of knowledge (64%) recorded after training . A higher initial educational background may correlate with a better understanding and application of health information, enhancing their capability to adapt and manage their HIV condition effectively .

Stigmatization negatively affects the psychological well-being of people living with HIV/AIDS by diminishing self-esteem and contributing to social isolation, increasing depression, and affecting their willingness to disclose HIV status due to fear of discrimination . Peer support groups mitigate these effects by creating a safe space for sharing and support, enhancing self-esteem, and promoting a sense of belonging by providing social, emotional, and practical support, thus helping reduce the stigma and increase social integration .

Peer leader training is crucial in the success of peer support groups for individuals with HIV/AIDS as it empowers leaders with necessary skills to facilitate group discussions, provide guidance and manage group dynamics effectively. Well-trained peer leaders ensure the group’s objectives are met by encouraging active participation, sharing accurate information, and maintaining group focus on problem-solving and motivation, which in return enhances the psychological support and resourcefulness of the group members .

Heterogeneity within peer support group members benefits the group experience by exposing participants to diverse perspectives and coping strategies, which enrich the shared experiences, foster empathy, and provide various problem-solving approaches for managing HIV/AIDS. This diversity helps participants feel more connected and understood, improves their psychological resources, and enhances their ability to cope with different aspects of living with HIV/AIDS in varied contexts .

The components of psychological resources emphasized for people living with HIV/AIDS include self-esteem, skills, and personal identity. These resources are crucial for managing stress-filled life events and serve as protective determinants during living transitions. Improving self-esteem is particularly highlighted since its deficiency can lead to depression, affecting adherence to treatment regimens and increasing mortality risk .

Peer support groups positively impact treatment adherence and social well-being by providing a supportive environment where participants can share experiences and solutions to common challenges. These groups increase adherence to treatment by offering emotional support, decreasing depression, fostering confidence, and reducing stigma and discrimination. Through mutual aid, peer groups enhance treatment adherence, promote prosocial behaviors, and integrate HIV-positive individuals into society without discrimination .

Low psychological resources in people living with HIV/AIDS pose several risks, such as increased vulnerability to depression, enhanced social isolation, reduced adherence to medication, and elevated stigma. Challenges can be addressed by enhancing social support networks, implementing peer support groups to boost self-esteem and resilience, providing mental health services, improving community awareness to reduce stigma, and developing personalized interventions targeting psychological well-being to actively manage these risks .

The participants in the peer support group study had an average age of 41.24 years, with a majority being female (60%), and most having completed high school education (44%). The predominance of housewives among participants (40%) suggests a demographic with potentially more stable social support needs and possibly less outside employment engagement, which may influence the effectiveness of education and peer group involvement in enhancing psychological resources and lifestyle adjustments .

To ensure the sustainability of peer support groups for individuals with HIV/AIDS, certain strategic steps include: ensuring strong leadership and motivation within the group, establishing clear group goals and accountability, leveraging available resources and community support, instituting continuous training and development for group leaders, and fostering partnerships with health and social service providers to enhance access to resources and advocacy for members .

You might also like