0% found this document useful (0 votes)
7 views16 pages

Penerapan Sanksi Senjata Tajam di Makassar

This document summarizes a study on the legal application of criminal sanctions for offenses involving possession of sharp weapons without a permit in Makassar City. The study found that the court's decision No. 653/Pid.Sus/2021/PN.Mks appropriately applied the criminal law on this offense as stipulated in Law No. 12/1951. The court also properly considered legal factors in sentencing the defendant to 1 year and 2 months imprisonment, reduced by the time already served. The study recommends law enforcement work with communities to provide counseling on the impacts of crimes using sharp weapons.

Uploaded by

Annisa Fajriy
Copyright
© All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as DOCX, PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
7 views16 pages

Penerapan Sanksi Senjata Tajam di Makassar

This document summarizes a study on the legal application of criminal sanctions for offenses involving possession of sharp weapons without a permit in Makassar City. The study found that the court's decision No. 653/Pid.Sus/2021/PN.Mks appropriately applied the criminal law on this offense as stipulated in Law No. 12/1951. The court also properly considered legal factors in sentencing the defendant to 1 year and 2 months imprisonment, reduced by the time already served. The study recommends law enforcement work with communities to provide counseling on the impacts of crimes using sharp weapons.

Uploaded by

Annisa Fajriy
Copyright
© All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as DOCX, PDF, TXT or read online on Scribd

Qawanin Jurnal Ilmu Hukum

Vol. 1, No. 1 (Agustus 2022) 1 – 16


e-ISSN: xxxx-xxxx || p-ISSN: xxxx-xxxx

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENERAPAN


SANKSI TINDAK PIDANA KEPEMILIKAN
SENJATA TAJAM TANPA IZIN

Muh Rifaldi Mangitung 1, Hambali Thalib 2,


Baharuddin Badaru 2
1
Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia
2
Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia

Surel Koresponden: muhrifaldi152@[Link]

Abstract:

This study aims to determine the application of criminal law in the case of the
use of sharp weapons offenses in the city of Makassar and to determine the
legal considerations in the decision on the sharp weapons offenses in the city
of Makassar in the case of decision number 653/[Link]/2021/[Link]. This
study uses a juridical-empirical research method. The results of this study
indicate that the application of the criminal law of carrying or storing sharp
weapons in the decision No.653/[Link]/2021/[Link] is in accordance with
the provisions stipulated in Article 2 paragraph (1) of Law no. 12/ DRT/1951
and the application of the judge's consideration of the perpetrators of the
crime of carrying or storing sharp weapons which in Makassar City the case
decision No.653/[Link]/2021/[Link] was appropriate, in legal
considerations in imposing a crime against the Defendant because with
imprisonment for 1 (one) year and 2 (two) months, stipulates that the
sentence that has been served by the Defendant is reduced in its entirety from
the sentence to be imposed. The recommendation of this research is that with
the number of crimes that use sharp weapons that often occur, law
enforcement officers, with other related parties can work together to provide
active and comprehensive counseling to the public about the impact of crimes
using weapons.

Keywords: Crime, Sharp Weapons.

Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan hukum pidana dalam


perkara delik penggunaan senjata tajam di kota makassar dan untuk
mengetahui pertimbangan hukum dalam menjatuhkan putusan terhadap
delik penyalahgunaan senjata tajam di kota makassar dalam perkara
putusan nomor 653/[Link]/2021/[Link]. Penelitian ini menggunakan
metode penelitian yuridis-empiris. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
Penerapan hukum pidana tindak pidana membawa atau menyimpan senjata
tajam dalam putusan No.653/[Link]/2021/[Link] telah sesuai dengan
ketentuan yang diatur dalam pasal 2 ayat (1) Undang-Undang No.
12/DRT/1951 dan Penerapan pertimbangan hakim terhadap pelaku tindak
pidana membawa atau menyimpan senjata tajam yang di Kota Makassar
perkara putusan No.653/[Link]/2021/[Link] telah sesuai, dalam
pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan Pidana terhadap Terdakwa
oleh karena itu dengan penjara selama 1 (satu) Tahun dan 2 (dua) Bulan,
Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan
seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Rekomendasi penelitian ini adalah

1
Qawanin, Vol. 1, No. 1 (Agustus 2022)

dengan banyaknya kejahatan yang menggunakan senjata tajam yang sering


terjadi maka apparat penegak hukum, masyarakat dengan pihak-pihak lain
yang terkait untuk dapat bekerja sama memberikan penyuluhan-penyuluhan
hukum secara aktif dan menyeluruh kepada masyrakat mengenai dampak
dari kejahatan dengan menggunakan senjata tajam.

Kata Kunci : Tindak Pidana, Senjata Tajam,


Submit : hh-bb-tttt Accept : hh-bb-tttt
Doi: [Link]

PENDAHULUAN

Sebagai bangsa yang merdeka, Indonesia telah menetapkan tujuan pembentukan


negar Indonesia yang kemudian sebagai dasar arah pembangungan tatanan
berbangsa dan bernegara, Tujuan bernegara ini tercantum dalam Undang-Undang
Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 yaitu melindungi segenap bangsa dan
seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan
kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Sarana penggerak pembangunan keadilan sosial adalah Hukum. Hukum adalah


peraturan atau ketentuan tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur kehidupan
masyarakat dan menyediakan sanksi bagi pelanggarnya. Peranan Hukum dalam
menegakkan keadilan yakni, menciptakan keamanan dan ketertiban, menegakkan
nilai nilai kebenaran dan keadilan, mengatur tingkah laku individu dan masyrakat,
mendorong terwujudnya kerekatan sosial, dan membantu masyarakat untuk
meraih kesejahteraan hidup. Hukum di Indonesia harus dapat menutup semua
aspek perbuatan melanggar hukum yang begitu beragam jenis dan caranya
termasuk tindak pidana yang dilakukan menggunakan senjata api dan benda tajam.

Senjata tajam dalam arti positif merupakan alat untuk membela diri,
mempertahankan kedaulatan negara, penegakan hukum, tetapi dalam arti negatif
penggunaan senjata tajam dan secara melawan hukum akan mengganggu
ketertiban umum (Tindakan kriminalitas) dan merupakan ancaman terhadap
Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Masalah penyalahgunaan senjata api adalah merupakan satu hal yang sangat
berbahaya dan beresiko tinggi. Hal mana penyalahgunaan senajata tajam dapat
mengakibatkan hilang nya nyawa seseorang ataupun 2 orang banyak. Hukum yang

2
Tinjauan Yuridis Terhadap Penerapan Sanksi
Tindak Pidana Kepemilikan Senjata Tajam Tanpa Izin

mengatur klarifikasi senjata tajam yaitu Undang-Undang Drt. No. 12 Tahun 1951
Pasal 2 Ayat 1 yang berbunyi:

Barang siapa yang tanpa hak memasukkan Indonesia, membuat, menerima,


mencoba memperolehnya , menyerahkan atau mencoba memperolehnya,
menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam
miliknya, menyimpan, menyangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau
mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata pemukul, senjata penikam, atau
senjata penusuk (slag-, steek, of stootwapen), dihukum dengan hukuman penjara
setinggi-tingginya sepuluh tahun. 1

Sejarah Bangsa Indonesia sejak di ploklamirkan mencatat bahwa kemenangan


bangsa tidak didukung dengan perlengkapan perang yang modern, akan tetapi
hanya dengan beberapa pucuk senjata tajam. Namun semangat perjuanganlah yang
membuat bangsa ini bisa merdeka.

Meskipun senjata tajam dan senjata tajam sangat bermanfaat dan di perlukan
dalam hal pertahanan dan keamanan negara serta mempersenjatai diri atau
mempertahankan/membela diri dari hal-hal yang mengancam jiwa, namun apabila
disalah gunakan atau penggunaannya tidak sesuai dengan peraturan undang-
undang yang berlaku, terlebih lagi dengan peredaran senjata tajam yang dilakukan
secara illegal, maka akan menimbulkan akibat yang sangat merugikan perorangan
maupun masyrakat, bahkan dapat menimbulkan bahaya yang lebih besar bagi
kehidupan dan nilai-nilai budaya bangsa yang akhirnya dapat melemahkan
ketahanan nasional. Meningkatnya kriminalitas sebagai akibat dari kepemilikan
senjata tajam akan menimbulkan kerugian besar bagi kepentingan masyrakat, yaitu
hilangnya keseimbangan,ketentraman dan ketertiban dalam kehidupan masyrakat.

Penggunaan senjata tajam untuk melakukan kejahatan di Indonesia semakin


meningkat. Kepolisian sebagai pihak yang berwenang harus secepatnya menekan
perederan senjata tajam di masyarakat baik yang melalui izin resmi maupun yang
tidak memiliki izin agar dapat mengurangi angka kejahatan yang terjadi dalam
masyarakat. Kepemilikan senjata tajam tidak hanya beredar di kalangan

1
Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 pasal 1 ayat (2) Tentang Pengertian Senjata Api
Dan Amunisi.

3
Qawanin, Vol. 1, No. 1 (Agustus 2022)

masyarakat yang menyalahgunakanannya untuk kepentingan pribadinya yaitu


melakukan kejahatan. 2Apabila kita cermati upaya-upaya yang di lakukan oleh
penegak hukum memang sudah dapat menekan ataupun mengurangi angka
kejahatan dari kepemilikan senjata tajam ataupun penggunaanya. Sebagai
masyarakat majemuk yang terdiri dari bebagai suku bangsa, sehingga menjadi
sebuah dinamika dalam kemasyarakatan yang terkadang menjadi sebuah problema
kemasyarakatan, yang melahirkan sebuah gesekan-gesekan yang berujung pada
sebuah pertiakaian. Dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 12
tahun 1951 dijelaskan larangan kepemilikan senjata tajam. Adanya peraturan
tersebut jelas bahwa peredaran senjata tajam telah dilarang dalam Undang-undang
Darurat Berdasarkan hal tersebut.

Berdasarkan hal tersebut diatas, oleh karena itu peneliti ingin mengkaji mengenai
penerapan sanksi tindak pidana terhadap pelaku kepemilikan senjata tajam. Maka
penulis tertarik untuk mengangkatnya ke dalam sebuah penilitian guna
penyusunan skripsi dalam judul penelitian “Tinjauan Yuridis Terhadap Penerapan
Sanksi Tindak Pidana Kepemilikan Senjata Tajam Di Kota Makassar (Studi Putusan
No.653/[Link]/2021/[Link])”

Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan sanksi


terhadap pelaku tindak pidana kepemilikan senjata tajam di kota makassar dan
pertimbangan sanksi hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap tindak pidana
kepemilikan senjata tajam tanpa izin di kota makassar. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui penerapan sanksi pidana matril terhadap pelaku tindak pidana
kepemilikan senjata tajam tanpa izin di kota makassar dan untuk mengetahui
pertimbangan sanksi hakim terhadap pelaku tindak pidana kepemilikan senjata
tajam di kota makassar. Serta manfaat dari penelitian ini adalah memberikan
manfaat dan kegunaan yang terdapat pada penelitian tersebut. Manfaat toretis
merupakan salah satu sarana untuk berbagi pengetahuan dan pikiran dalam
mengembangkan ilmu pengetahuan pada umumnya dan ilmu hukum khususnya dan
untuk mendalami teori-teori yang telah penulis peroleh selama menjalankan kuliah
strata satu di fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia. Manfaat praktis
dengan penulisan hukum ini dapat meningkatkan dan mengembangkan
[Link] (Diakses pada
2

Tanggal 3 Januari 2022. Pukul 14.00 WITA)

4
Tinjauan Yuridis Terhadap Penerapan Sanksi
Tindak Pidana Kepemilikan Senjata Tajam Tanpa Izin

kemampuan penulis dalam bidang hukum sebagai bekal di masa depan kelak dan
hasil penelitian ini di harapkan dapat membantu dan memberikan masukan serta
tambahan pengetahuan bagi pihak-pihak yang terkait dengan masalah yang diteliti.

METODE

Jenis penelitian yang akan saya coba saya bahas dalam tulisan ini adalah penelitian
yuridis empiris yaitu penelitian terhadap masalah dengan fakta-fakta yang ada dari
pembahasan yang ditemui dalam penelitian pada penerapan sanksi terhadap pelaku
tindak pidana kepemilikan senjata tajam tanpa izin di kota makassar.

HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Penerapan Sanksi Terhadap Pelaku Tindak Pidana Kepemilikan Senjata Tajam
Tanpa Izin Di Kota Makassar (Studi Putusan No.653/[Link]/2021/[Link])

Untuk mengetahui unsur-unsur tindak pidana yang diberlakukan dalam kasus


putusan No.653/[Link]/2021. - /[Link]. perlu diketahui terlebih dahulu
penjatuhan putusan oleh Majelis Hakim dengan melihat acara Pengadilan Negri
Makassar yang memeriksa dan mengadili perkara menjatuhkan putusan dalam
perkara terdakwa.

Pengadilan Negeri Makassar yang mengadili perkara pidana dengan acara


pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan putusan sebagai berikut
dalam perkara Terdakwa :

Nama lengkap : Hamka Bin Herman;


Tempat lahir : Makassar; 15 Oktober 1993
Umur/tanggal lahir : 27 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Kebangsaan : Indonesia;
Tempat tinggal : Kampung Mandar [Link]
Kec. Tallo Kota Makassar;
Agama : Islam
Pekerjaan : Buruh Harian;

5
Qawanin, Vol. 1, No. 1 (Agustus 2022)

Bahwa terdakwa HAMKA BIN HERMAN, pada hari Selasa tanggal 09 Maret 2021
sekitar pukul 04.30 Wita, atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam tahun 202,
bertempat di Kampung Mandar Kel. Panampu Kec. Tello kota makassar atau
setidak-tidaknya pada suatu tempat lain yang termasuk dalam daerah hukum
Pengadilan Negeri Makassar, tanpa hak menguasai, membawa, mempunyai,
persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, memnyimpan,
menyembunyikan senjata penikam atau senjata penusuk berupa 1 (satu) batang
anak panah / busur lengkap dengan karet pelontarnya, perbuatan tersebut
dilakukan oleh terdakwa dengan cara sebagai berikut:

Bahwa pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut diatas, berawal saksi HASRIL
dan ANDI AZMAR menatang perang kelompok antara warga Layang dan warga
Lembo kemudian melihat terdakwa HAKMA BIN HERMAN ikut dalam perang antar
kelompok tersebut dan meledakkan petasan kearah kelompok warga Layang
kemudian saksi HASRIL dan ANDI AZMAR mendatangi terdakwa namun terdakwa
lari dan masuk kedalam rumahnya kemudian HASRIL dan ANDI AZMAR mengejar
terdakwa dan menemukan terdakwa sedang bersembuyi didalam rumahnya lalu
HASRIL dan ANDI AZMAR mengeledah rumah terdakwa dan menemukan. 1 (satu)
batang anak panah/busur lengkap dengan karet pelontarnya diatas lemari pakaian
dalam rumah terdakwa.

 Bahwa terdakwa HAMKA BIN HERMAN mengakui kalau 1 (satu) batang anak

panah/busur lengkap dengan karet pelontarnya adalah miliknya dan terdakwa

simpan untuk berjaga diri karena sering terjadi perang kelompok dijalan Lembo.

 Bahwa terdakwa menyimpan, memiliki senjata penikam atau penusuk berupa 1

(satu) batang anak panah/busur lengkap dengan karet pelontarnya tidak memiliki

ijin dari pihak yang berwenang.

Dakwaan Penuntut Umum

Adapun isi dakwaan penuntut umun terhadap pelaku tindak pidana kepemilikan
senjata tajam tanpa izin di kota makassar oleh terdakwa yang di bacakan pada

6
Tinjauan Yuridis Terhadap Penerapan Sanksi
Tindak Pidana Kepemilikan Senjata Tajam Tanpa Izin

persidangan dihadapan Hakim Pengadilan Negeri Makassar yang pada pokoknya


mengatakan sebagai berikut:

1. DAKWAAN PERTAMA

Menimbang, bahwa terhadap dakwaan Penuntut Umum tersebut terdakwa


menyatakan telah dimengerti dan tidak mengajukan keberatan atau eksepsi;

Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya Penuntut Umum telah


mangajukan Saksi-saksi sebagai berikut: Saksi Hasril, SE, dibawah sumpah / janji
pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

Bahwa benar saksi tidak kenal dengan terdakwa dan tidak mempunyai hubungan
keluarga dengan terdakwa.

Bahwa benar saksi pernah di periksa dan memberikan keterangan dalam Berita
Acara Pemeriksaan (BAP) tanpa paksaan dan benar semua.

Bahwa benar saksi Bernama ANDI ASMAR beserta tim lainnya yang melakukan
penangkapan terhadap terdakwa Hamka Bin Herman karena memiliki, menyimpan
1 (satu) batang anak panah / busur lengkap dengan karet pelontarnya tanpa ada
ijin dari pihak yang berwenang.

Bahwa berawal adanya laporan masyrakat bahwa di Kampung Mandar Kel.


Panampu Kec. Tallo Kota Makassar sedang terjadi perang kelompok antara warga
laying dan warga lembo pada hari Selasa tanggal 09 Maret 2021 sekitar pukul 04.30
Wita, kemudian saksi mendatangi tempat perang kelompok tersebut dan melihat
terdakwa HAMKA BIN HERMAN ikut dalam perang antar kelompok membuang
petasan kearah kelompok warga layang lalu saksi mendatangi terdakwa namun
terdakwa lari dan masuk kedalam rumahnya kemudian saksi mengejar terdakwa
dan menemukan terdakwa sedang berpura-pura tidur didalam rumahnya lalu saksi
menggeledah rumah terdakwa dan menemukan 1 (satu) batang anak panah / busur
lengkap dengan karet pelontarnya diatas baju terdakwa yang diakui oleh terdakwa
adalah miliknya.
Saksi ANDI AZMAR, dibawah sumpah / janji pada pokoknya menerangkan sebagai
berikut:

7
Qawanin, Vol. 1, No. 1 (Agustus 2022)

Bahwa benar saksi Bersama HASRIL, SE melakukan penangkapan terhadap


terdakwa Hamka Bin Herman karena memiliki, menyimpan 1 (satu) batang anak
panah / busur lengkap dengan karet pelontarnya tanpa ada ijin dari pihak yang
berwenang

Bahwa berawal adanya laporan masyarakat bahwa di Kampung Mandar Kel.


Panampu Kec. Tello Kota Makassar sedang terjadi perang kelompok antara warga
Layang dan Lembo pada hari Selasa tanggal 09 Maret 2021 sekitar pukul 04.30
Wita, kemudian saksi mendatangi tempat perang kelompok tersebut dan melihat
terdakwa HAMKA BIN HERMAN ikut dalam perang antar kelompok membuang
petasan kearah kelompok warga layang lalu saksi mendatangi terdakwa namun
terdakwa lari dan masuk kedalam rumahnya kemudian saksi mengejar terdakwa
dan menemukan terdakwa sedang berpura-pura tidur didalam rumahnya lalu saksi
menggeledah rumah terdakwa dan menemukan 1 (satu) batang anak panah / busur
lengkap dengan karet pelontarnya diatas baju terdakwa yang diakui oleh terdakwa
adalah miliknya.

Menimbang, bahwa Terdakwa HAMKA BIN HERMAN di persidangan telah


memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut:

- Bahwa benar terdakwa pernah diperiksa di penyidik dan keterangan terdakwa

Berita Acara Pemeriksaan adalah benar.

- Bahwa terdakwa ditangkap karena menyimpan 1 (satu) batang anak panah / busur

lengkap dengan karet pelontarnya tanpa memiliki izin dari pihak yang berwenang.

- Bahwa benar 1 (satu) batang anak panah / busur lengkap dengan karet pelontarnya

tersebut milik terdakwa dan terdakwa menyimpan 1 (satu) batang anak panah /

busur lengkap dengan karet pelontarnya untuk menjaga diri.

- Bahwa berawal terdakwa ikut dalam perang kelompok antara warga Layang dan

Lembo pada hari Selasa tanggal 09 Maret 2021 sekitar pukul 04.30 Wita, bertempat

di Kampung mandar Kel. Panampu Kec. Tallo Kota Makassar.

8
Tinjauan Yuridis Terhadap Penerapan Sanksi
Tindak Pidana Kepemilikan Senjata Tajam Tanpa Izin

- Bahwa benar terdakwa ikut dalam perang kelompok tersbut dan terdakwa

termasuk dalam kelompok warga Lembo.

- Bahwa benar dalam perang kelompok terdakwa meledakkan petasan kearah

kelompok warga Layang kemudian datang petugas kepolisian sehingga terdakwa

lari ke dalam rumahnya bersembunyi dan saat di geledah ditemukan 1 (satu)

batang anak panah / busur lengkap dengan karet pelontarnya diatas baju terdakwa.

- Bahwa benar 1 (satu) batang anak panah / busur lengkap dengan karet pelontarnya

adalah milik terdakwa yang terdakwa simpan untuk berjaga diri karena sering

terjadi perang kelompok di jalan Lembo.

2. DAKWAAN KEDUA

Menimbang, bahwa berdasarkan alat bukti dan barang bukti sebagai berikut:

- 1 (satu) batang anak panah / busur lengkap dengan karet pelontarnya.

- Menimbang, bahwa bedasarkan alat bukti dan barang bukti yang diajukan

diperoleh fakta-fakta hukum sebagai berikut:

- Bahwa benar terdakwa HAMKA BIN HERMAN telah ditangkap oleh pihak kepolisian

pada hari Selasa 09 Maret 2021 bertempat di Kampung Mandar Kel. Panampu Kec.

Tallo Kota Makassar.

- Bahwa benar saksi HASRIL dan ANDI AZMAR mendatangi perang kelompok antara

warga Layang dan warga Lembo kemudia melihat terdakwa HAMKA BIN HERMAN

ikut dalam perang antar kelompok tersebut dan meledakkan petasan kearah

kelompok warga Layang kemudian saksi HASRIL dan ANDI AZMAR mendatangi

terdakwa namun terdakwa lari dan masuk kedalam rumahnya kemudian HASRIL

dan ANDI AZMAR mengejar terdakwa dan menemukan terdakwa sedang

bersembunyi didalam rumahnya lalu HASRIL dan ANDI AZMAR menggeledah

9
Qawanin, Vol. 1, No. 1 (Agustus 2022)

rumah terdakwa dan menemukan 1 (satu) batang anak panah / busur lengkap

dengan karet pelontarnya diatas lemari pakaian dalam rumah terdakwa.

- Bahwa benar terdakwa HAMKA BIN HERMAN mengakui kalau 1 (satu) batang anak

panah/busur lengkap dengan karet pelontarnya adalah miliknya dan terdakwa

simpan untuk berjaga diri karena sering terjadi perang kelompok dijalan Lembo.

- Bahwa benar terdakwa menyimpan, memiliki senjata penikan atau penusuk berupa

1 (satu) batang anak panah/busur lengkap dengan karet pelontarnya tidak

memiliki ijin dari pihak yang berwenang.

3. Tuntutan Penuntut Umum

Berdasarkan berkas perkara dan surat-surat keterangan sanksi dan terdakwa, serta
barang bukti yang diajukan di persidangan , maka Penuntu Umum MENUNTUT agar
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar yang memeriksa dan mengadili perkara
ini, kiranya berkenan menjatuhkan putusanya terhadap terdakwa sebagai berikut:
Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh Penuntut
Umum yang pada pokoknya sebagai berikut:

1) Menyatakan terdakwa HAMKA BIN HERMAN telah terbukti secara sah dan
menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Tanpa hak memiliki,
menyimpan atau menguasai senjata tajam atau senjata penusuk”.
2) Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara
selama 1 (satu) Tahun dan 2 (dua) Bulan.
3) Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurungkan
seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.
4) Memerintahkan Terdakwa tetap berada dalam tahanan.
5) Menetapkan barang bukti berupa:
- 1 (satu) batang anak panah/busur lengkap dengan karet pelontarnya.

Dirampas untuk dimusnahkan :


Membebankan kepada Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar
Rp.5.000,- (Lima Ribu Rupiah).

10
Tinjauan Yuridis Terhadap Penerapan Sanksi
Tindak Pidana Kepemilikan Senjata Tajam Tanpa Izin

B. Pertimbangan Hukum Hakim Dalam Menjatuhkan Putusan Pidana Kepemilikan


Senjata Tajam Tanpa Izin Di Kota Makassar (Studi Putusan
No.653/[Link]/2021/[Link])

1. Pertimbangan Majelis Hakim

Hakim merupakan mahkota dan puncak pencerminan nilai-nilai keadilan dan


kebenaran yang hakiki, hak asasi, penguasaan hukum, faktual, visualisasi etika
serta moralitas hakim yang bersangkutan.

Sebelum menjatuhkan sanksi pidana, Hakim melakukan tindakan untuk menelaah


terlebih dahulu tentang kebenaran peristiwa yang diajukan kepadanya dengan
bukti-bukti yang ada di persidangan dan disertai keyakinannya setelah itu
mempertimbangkan dan memberikan penilaian atas peristiwa yang terjadi serta
meghubungkan dengan hukum yang berlaku. Selanjutnya Hakim mengambil
kesimpulan dengan menetapkan suatu sanksi pidana terhadap perbuatan yang
dilakukan terdakwa.

Dalam upaya membuat putusan, hakim harus mempunyai pertimbangan yuridis


yang terdiri dari dakwaan penuntut umum, keterangan terdakwa, keterangan saksi,
barang-barang bukti, dan pasal-pasal perbuatan hukum pidana, serta pertimbangan
non yuridis yang terdiri dari latar belakang perbuatan terdakwa, akibat perbuatan
terdakwa, kondisi terdakwa, serta kondisi ekonomi melakukan perbuatan pidana
atau tidak sebagaimana yang termuat dala unsur-unsur tindak pidana yang
didakwakan kepadanya.

Berikut ini penulis akan menguraikan mengenai pertimbangan hakim dalam


putusan Pengadilan Negeri Makassar No.653/[Link]/[Link]. Sebagai
berikut:

Menimbang, bahwa Terdakwa telah didakwa oleh Penuntu Umum dengan dakwaan
tunggal sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang
No.12/DRT/1951, yang unsur-unsurnya adalah sebagai berikut:

1) Barang siapa

11
Qawanin, Vol. 1, No. 1 (Agustus 2022)

2) Tanpa hak, menguasai, membawa, mempunyai dalam miliknya,


menyimpan, menyembunyikan senjata penikam atau senjata penusuk;

Menimbang, bahwa terhadap unsur-unsur tersebut Majelis Hakim


mempertimbangkan sebagai berikut:

a. Unsur barang siapa

Menimbang, bahwa yang dimaksud barang siapa adalah siapa saja, setiap orang
atau badan hukum sebagai penyandang hak dan kewajiban atau subjek hukum
mampu bertindak dan bertanggung jawab secara hukum, dalam keadaan sehat
jasmani dan rohani. Telah dihadapkan di depan persidangan HAMKA BIN HERMAN
yang identitasnya dibenarkan dalam pembacaan dakwaan pada saat persidangan
pertama.

Menimbang bahwa dengan demikian unsur ini telah terpenuhi sah dan meyakinkan;

b. Unsur Tanpa hak, menguasai, membawa, mempunyai dalam miliknya,


menyimpan, menyembunyikan senjata penikan atau senjata penusuk

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi Hasril, SE, saksi Andi Azmar dan
keterangan terdakwa HAMKA BIN HERMAN yang pada pokoknya menerangkan
bahwa berawal ada informasi adanya perang kelompok antara warga Layang dan
Lembo pada hari Selasa 09 Maret 2021 sekitar pukul 04.30 Wita, bertempat di
Kampung mandar Kel. Panampu Kec. Tallo Kota Makassar kemudian saksi Hasril,
SE dan saksi Andi Azmar mendatangi tempat perang kelompok tersebut di
Kampung mandar Kel. Panampu Kec. Tallo Kota Makassar dan melihat terdakwa
HAMKA BIN HERMAN ikut dalam perang antar kelompok tersebut dan meledakkan
petasan kearah kelompok warga Layang kemudian HASRIL dan ANDI AZMAR
mendatangi terdakwa namun terdakwa lari dan masuk kedalam rumahnya lalu
HASRIL dan ANDI AZMAR mengejar terdakwa dan menemukan terdakwa sedang
berpura-pura tidur didalam rumahnya lalu HASRIL dan ANDI AZMAR menggeledah
rumah terdakwa dan menemukan 1 (satu) batang anak panah/busur lengkap
dengan karet pelontarnya diatas bau terdakwa yang diakui oleh terdakwa adalah
miliknya dan terdakwa simpan untuk berjaga diri karena sering terjadi perang
antara kelompok di jalan Lembo;

12
Tinjauan Yuridis Terhadap Penerapan Sanksi
Tindak Pidana Kepemilikan Senjata Tajam Tanpa Izin

Menimbang, bahwa terdakwa menyimpan, memiliki senjata penikam atau penusuk


berupa 1 (satu) batang anak panah/busur lengkap dengan karet pelontarnya tidak
memiliki ijin dari pihak berwenang.

Menimbang, bahwa dengan demikian unsur “tanpa hak, mempunyai dalam


miliknya, menyimpan, menyembunyikan senjata penikan atau senjata penusuk” ini
telah terpenuhi secara sah dan meyakinkan

Menimbang, bahwa oleh karena semua unsur dari pasal 2 ayat (1) Undang-Undang
No.12/DRT/1951 telah terpenuhi maka, Terdakwa haruslah dinyatakan terbukti
secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan
dalam dakwaan tunggal

Menimbang, bahwa dalam perkara ini terhadap Terdakwa telah dikenakan


penangkapan dan penahanan yang sah, maka masa penangkapan dan penahanan
tersebut harus dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan

Menimbang, bahwa oleh karena terdakwa ditahan dan penahanan terhadap


Terdakwa dilandasi alasan yang cukup, maka perlu ditetapkan agar Terdakwa
tetap berada dalam tahanan

Menimban, bahwa barang bukti berupa 1 (satu) batang anak panah/busur lengkap
dengan karet pelontarnya yang telah dipergunakan untuk melakukan kejahatan
dan dikhawatirkan akan dipergunakan untuk mengulangi kejahatan, maka perlu
ditetapkan agar barang bukti tersebut :

- Dirampas untuk musnahkan

Menimbang, bahwa untuk menjatuhkan pidana tehadap Terdakwa maka perlu di


pertimbangkan terlebih dahulu keadaan yang memberatkan dan meringankan
terdakwa

Keadaan-keadaan yang memberatkan

- Perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat.

Keadaan-keadaan yang meringankan

13
Qawanin, Vol. 1, No. 1 (Agustus 2022)

- Terdakwa berterus terang

- Terdakwa tidak pernah dipidana

Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa dijatuhi pidana maka haruslah dibebani
pula untuk membayar biaya perkara;

Memperhatikan, Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang No. 12/DRT/1951 dan Undang-


Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana serta peraturan
perundang-undangan lain yang bersangkutan.

2. Amar Putusan

MENGADILI:

1. Menyatakan terdakwa HAMKA BIN HERMAN telah terbukti secara sah dan
menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Tanpa hak memiliki,
menyimpan atau menguasai senjata tajam atau senjata penusuk”.
2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara
selama 1 (satu) Tahun dan 2 (dua) Bulan.
3. Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurungkan
seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.
4. Memerintahkan Terdakwa tetap berada dalam tahanan.
5. Menetapkan barang bukti berupa:
- 1 (satu) batang anak panah/busur lengkap dengan karet pelontarnya.

Dirampas untuk dimusnahkan :

Membebankan kepada Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar


Rp.5.000,- (Lima Ribu Rupiah).

C. Komentar Penulis

Berdasarkan Uraian tersebut diatas maka penulis berpendapat bahwa penerapan


hukum terhadap tindak Pidana kepemilikan senjata tajam di kota makassar dalam
Perkara Putusan No.653/[Link]/2021/[Link]. telah sesuai dengan delik yang
dilakukan oleh terdakwa, sebagaimana dalam unsur-unsurnya telah mecocoki
rumusan delik dan telah memenuhi pensyaratan sesuai dengan Pasal 2 ayat (1)
Undang-Undang No. 12/DRT/1951. Berdasarkan analisis penulis tentang

14
Tinjauan Yuridis Terhadap Penerapan Sanksi
Tindak Pidana Kepemilikan Senjata Tajam Tanpa Izin

pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan sanksi dalam putusan


No.653/[Link]/2021/[Link], bahwa keputusan yang dijatuhkan oleh hakim
Pengadilan Negeri Makassar sudah sangat tepat karena dilihat dari fakta-fakta
yuridis yang terungkap didalam persidangan. Bahwa sanksi yang diberikan sudah
tepat jika melihat dari hal-hal yang memberatkan dan hal yang meringankan dari
terdakwa. Yang dimana perbuatan terdakwa dapat meresahkan masyarakat.

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan pembahasan yang terdapat pada bab sebelumnya dan hasil penelitian
yang didapatkan oleh penulis, maka penulis menutup Hasil Penelitian ini dengan
memberikan kesimpulan sebagai berikut. Penerapan sanksi atas tindakan yang
dilakukan oleh terdakwa telah sesuai dengan dakwaan putusan
No.653/[Link]/[Link], yakni Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang No.
12/DRT/1951 yaitu tentang penyalah gunaan senjata tajam (menyimpan,
membawa, menguasai, dan atau memiliki senjata penikam atau senjata penusuk).
Dengan terpenuhinya unsur-unsur tersebut tidak ada alasan pembenar atau alasan
pemaaf, sehingga Terdakwa harus bertanggung jawab terhadap perbuatannya yang
telah dilakukan sebagai suatu kesalahan. Maka untuk mempertanggung jawabkan
kesalahannya Terdakwa harus dipidana sesuai dengan putusan yang dijatuhkan
oleh Majelis Hakim. Pertimbangan Majelis Hakim terhadap kasus tindak pidana
membawa atau menyimpan senjata tajam perkara putusan
No.653/[Link]/2021/[Link] telah sesuai dengan norma hukum yang berlaku,
maka majelis hakim mempunyai pertimbangan-pertimbangan yang cukup banyak,
mulai dari tuntutan jaksa penuntut umum, terpenuhinya unsur-unsur seusai
dengan pasal yang didakwakan serta Undang-Undang sistem peradilan pidana
(undang-undang nomor 8 tahun 1981). Dan tidak ada alasan pembenar, sehingga
dinyatakan bersalah, serta hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa
meliputi : Perbuatan terdakwa meresahkan Masyarakat, Terdakwa menyesali
perbuatannya. Dengan banyaknya kejahatan yang menggunakan senjata tajam yang
sering terjadi maka apparat penegak hukum, masyarakat dengan pihak-pihak lain
yang terkait untuk dapat bekerja sama memberikan penyuluhan-penyuluhan

15
Qawanin, Vol. 1, No. 1 (Agustus 2022)

hukum secara aktif dan menyeluruh kepada masyrakat mengenai dampak dari
kejahatan dengan menggunakan senjata tajam.

REFERENSI

[Link] (Diakses
pada Tanggal 3 Januari 2022. Pukul 14.00 WITA)
Peraturan Kepala Kepolisian Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penggunaan Kekuatan
Dalam Tindakan Kepolisian Yang Menjadi Pedoman Aparat Kepolisian Dalam
Melakukan Tindakan.
Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Senjata Api ([Link].170 di Ubah Dengan L. N.
1939 No.278) Tentang Undang-Undang Senjata Api (Pemasukan,
Pengeluaran Dan Pembongkaran) 1936.
Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 pasal 1 ayat (2) Tentang Pengertian
Senjata Api Dan Amunisi.

16

You might also like