Journal on Education
Volume 06, No. 01, September-Desember 2023, pp. 3431-3440
E-ISSN: 2654-5497, P-ISSN: 2655-1365
Website: [Link]
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu
Hamil tentang Skrining Hipotiroid Bayi Baru Lahir di Wilayah Kerja
Puskesmas Kawal
Mekar Zenni Radhia1, Dewi Asmawati2, Ika Rahmawati3
1,2,3Universitas Sumatera Barat, Lubuk Alung, Kec. Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat
mekarzenni@[Link]
Abstract
Congenital hypothyroidism, hereinafter abbreviated as HK, is a state of decreased or non-functioning thyroid
gland that is acquired from birth onwards. This occurs due to anatomic abnormalities or metabolic disorders in
the formation of thyroid hormone or iodine deficiency. The Bintan health office has also implemented the SHK
program for newborns. In 2017 SHK had not been implemented at all in Bintan. Whereas in 2019 it was carried
out but only 2.7% had just been implemented, namely out of 1353 babies only 49 babies were screened for
hypothyroidism and the results of 49 who were screened were declared negative for hypothyroidism. The
purpose of this study was to look at the knowledge and attitudes of pregnant women about screening
hypothyroid. This study used pre-experimental research methods with pre- and post-test designs. With the aim
of knowing the effect of health education on the knowledge and attitudes of pregnant women in carrying out
hypothyroid screening in the work area of the Kawal Health Center, with a total population of 30 people and the
entire population or total sampling was taken as a sample. The results showed that there were differences in
knowledge and attitudes of mothers before and after being given health education. There is an effect of health
education on mother's knowledge and attitudes where the p value is 0.003. The conclusion from this study is that
there is an influence of mother's knowledge and attitude towards providing health education to pregnant women.
hypothyroid.
Keywords: Knowledge, Attitude, Health Education, Hypothyroid Screening, Newborns
Abstrak
Hipoteroid kongenital yang selanjutnya disingkat HK, adalah keadaan menurun atautidak berfungsinya kelenjer
tiroid yang didapat sejak bayi baru lahir. Hal ini terjadi karena kelainan anatomi atau gangguan metabolisme
pembetukan hormon tiroid atau defisiensi iodium. Dinas kesehatan Bintan juga sudah menerapkan program
SHK pada bayi baru lahir. Pada tahun 2017 SHK sama sekali belum dilaksanakan di Bintan. Sedangkan pada
tahun 2019 telah dilaksanakan tetapi hanya 2,7% yang baru terlaksana yaitu dari 1353 bayi hanya 49 bayi yang
dilaksanakan skrining hipoteroid dan hasil dari 49 yang di skrining dinyatakan negatif [Link]
penelitian ini adalah untuk melihat pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang skrining hipotiroid. Penelitian ini
rnenggunakan metode penelitian pre eksperimental dengan rancangan pada pre and post tes. Dengan tujuan
untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam
melaksanakan skrining hipotiroid di wilayah kerja puskesmas kawal, dengan jumlah populasi sebanyak
30orang dan sampel diambil seluruh populasi atau total sampling. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa
terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap ibu sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Ada
pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap ibu dimana p value 0,[Link] dari
penelitian ini adalah adanya pengaruh pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemberian penkes pada ibu
[Link] puskesmas kawal dan faskes lainnya, disarankan untuk lebih meningkatkan promosi kesehatan
atau pendidkan kesehatan tentang skrining hipotiroid.
Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Pendidikan Kesehatan, Skrining Hipotiroid, Bayi Baru Lahir
Copyright (c) 2023 Mekar Zenni Radhia, Dewi Asmawati, Ika Rahmawati
🖂 Corresponding author: Mekar Zenni Radhia
Email Address: Pratiwiajeng008@[Link] (Jl.K.H. Soleh Iskandar, Bogor, Jawa Barat)
Received 4 June 2023, Accepted 10 June 2023, Published 13 June 2023
PENDAHULUAN
Hipoteroid kongenital yang selanjutnya disingkat HK, adalah keadaan menurun atau tidak
berfungsinya kelenjer tiroid yang didapat sejak bayi baru lahir. Hal ini terjadi karena kelainan anatomi
3432 Journal on Education, Volume 06, No. 01, September-Desember 2023, hal. 3431-3440
atau gangguan metabolisme pembetukan hormon tiroid atau defisiensi iodium. Skrining hipoteroid
kongenital yang selanjutnya disingkat SHK, adalah skrining/uji sering untuk memilih bayi yang
menderita HK dari bayi yang bukan penderita (Menkes RI 2014).
Di seluruh dunia prevalensi HK diperkirakan mendekati 1:3000 dengankejadian sangat tinggi di
daerah kekurangan iodium, yaitu 1:300-900. Prevalensi HK sangat bervariasi antar negara. Perbedaan
ini dipengaruhi pula oleh perbedaan etnis dan ras. Prevalensi HK pada orang Jepang adalah 1:7.600,
sedangkan pada populasi kulit hitam sangat jarang. Prevalensi HK di Inggris menunjukkan kejadian
yang lebih tinggi pada anak-anak keturunan Asia. Sedangkan berdasarkan jenis kelamin, angka
kejadian HK dua kali lebih tinggi pada anak perempuan dibandingkan dengan anak laki-laki. Di
negara-negara Asia, angka kejadian di Singapura 1:3000-3500, Malaysia 1:3026, Filipina 1:3460,
HongKong 1:2404. Angka kejadian lebih rendah di Korea 1:4300 dan Vietnam 1:5502. Proyek
pendahuluan di India menunjukkan kejadian yang lebih tinggi. (Kemenkes, 2019).
Indonesia belum memiliki data secara nasional, baru ada beberapa data rumah sakit terpilih di
indonesia yang melakukan skrining hipotiroid kongenital pada tahun 2014 sampai 2019. Hasil
skrining menunjukan 85 bayi positif dari 213.669 bayi dengan perbandingan 1:2513 kelahiran.
Terlihat angka tersebut lebih tinggi dibandingkan prevalensi global yang ada pada angka 1:3000
kelahiran. Data lain yang diperoleh dari telaah rekam medis pada klinik endokrin tahun 2021 bahwa
bayi yang didiagnosis hipotiroid kongenital lebih dari 1 tahun sebanyak 70% dan 2,3 % didiagnosis
pada umur dibawah 3 bulan. Dari 2,3% bayi mengalami keterbelakangan pertumbuhan dan
perkembangan yang minimal, sedangkan 70% mengalami keterbelakangan mental permanen (
Kemenkes, 2022).
Secara garis besar dampak hipoteroid kongenital dalam permenkes nomor 78 tahun 2014
dalam lampiran intinya menyatakan jika dampak terhadap anak dapat mengalami kecacatan dan
gangguan pertumbuhan fisik secara keseluruhan dan bagi keluarga menjadi beban psikologis maupun
ekonomi merawat anak dengan retradasi mental, kemudian berdampak juga pada negara yang akan
menambah beban negara untuk menanggung pendidikan dengan anak yang berkebutuhan kusus dan
generasi bangsa menjadi tidak berkualitas. Tidak adanya upaya deteksi dini maka secara akumulatif
akan berpotensi menurunkan kualitas manusia di Indonesia serta menjadi masalah kesehatan di masa
mendatang. (Kemenkes RI, 2015).
Pada pelaksanaanya, Skrining Hipotiroid Kongenital dilakukan dengan pengambilan sampel
darah pada tumit bayi yang berusia minimal 48 sampai 72 jam dan maksimal 2 minggu oleh tenaga
kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan pemberi layanan Kesehatan Ibu dan Anak (baik FKTP
maupun FKRTL), sebagai bagian dari pelayanan neonatal esensial. Darah diambil sebanyak 2-3 tetes
dari tumit bayi kemudian diperiksa di laboratorium. Apabila hasilnya positif, bayi harus segera
diobati sebelum usianya 1 bulan agar terhindar dari kecacatan, gangguan tumbuh kembang,
keterbelakangan mental dan kognitif (Kemenkes, 2021)
Penderita HK apabila tidak didiagnosis serta tidak diterapi sejak awal akan mengalami retardasi
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil tentang Skrining Hipotiroid Bayi Baru
Lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Kawal, Mekar Zenni Radhia, Dewi Asmawati, Ika Rahmawati 3433
mental juga pertumbuhannya akan terhambat (Kemenkes, 2015). gejala hipotiroid kongenital pada
awal kehidupan bayi sangat samar dan tidak khas, sementara keterlambatan pengobatan pada bayi
kasus hipotiroid kongenital akan mengakibat gangguan pertumbuhan fisik dan keterbelakangan
mental permanen. Oleh karena itu skrining deteksi dini pada semua bayi baru lahir dan pemberian
terapi sesegera mungkin menjadi sangat penting. Bayi hipotiroid kongenital yang mulai terapinya dari
umur kurang dari dua minggu, akan memberikan hasil yang terbaik untuk intelegensi anak (Anggarini
et al, 2017). Berdasarkan hasil penelitian Nida (2018) pengetahuan dan sikap ibu berdampak besar
dengan pelaksanaan SHK di masyarakat jika seorang tenaga kesehatan baik bidan maupun perawat
jika melakukan KIE dengan benar akan menciptakan masyarakat yang sehat jasmani dan rohani dan
bisa menjawab Keluarga Sehat
Semua bayi yang lahir di Indonesia harus diperiksa SHK untuk menjaring apabila ada risiko
kelainan dalam tumbuh kembang anak, Ini merupakan salah satu program pemerintah dalam
mengimplementasi dari transformasi layanan primer yang menekankan pada upaya promotif preventif
mengingat sebagian besar kasus kekurangan Hipotiroid Kongenital tidak menunjukkan gejala,
sehingga tidak disadari oleh orang tua. Gejala khas baru muncul seiring bertambahnya usia anak
(Kemenkes, 2022).
Program skrining masih harus berkesinambungan serta dikembangkan agar memberikan
manfaat untuk masa depan. Pada pelaksanaannya sering muncul masalah, baik dari jejaring
kerjasama, manajemen data, dana operasional maupun dari respon masyarakat berdasarkan informasi
yang didapatkan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bahwa di Indonesia lebih dari 1,7 juta
orang berpotensi mengalami gangguan tiroid, tetapi pemahaman dan kesadaran masyarakat
khususnya ibu hamil pada penyakit tersebut masih kurang (Anggarini et al, 2017).
Masyarakat dunia telah memberikan perhatian serius terhadap gangguantiroid yang mendorong
dicanangkannya Pekan Peduli Tiroid Internasional pada tahun 2009, yang diinisiasi oleh Organisasi
Pemerhati Tiroid Internasional atau Thyroid Federation International. Hal ini dilakukan untuk
mengingatkan seluruh masyarakat dunia terhadap pentingnya kesadaran mengenai penyakit akibat
gangguan tiroid (Latifa, 2020).
Memperkuat upaya pendidikan kesehatan dengan membudayaan perilaku hidup bersih dan
sehat, terutama penerapan gizi seimbang bagi keluarga termasuk penggunaan garam
[Link] masyarakat yang mempunyai bayi baru lahir untuk melakukan skrining
hipotiroid kongenital sebagai upaya deteksi dini dan intervensi dini untuk mencegah timbulnya
penyakit gangguan akibat tiroid. (Pratama,2019).
Peningkatan berupa pemberian pendidikan kesehatan mengenai skrining hipotiroid kepada ibu
perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu tentang skrining hipotiroid. Dengan
adanya pengetahuan dan sikap peduli pada ibu hamil mengenai pentingnya skrining hipotiroid
kongenital pada bayi, diharapkan cakupan skrining hipotiroid kongenital akan semakin meningkat
dan lebih banyak anak-anak yang mendapatkan pengobatan optimal sedini mungkin. Hal ini akan
3434 Journal on Education, Volume 06, No. 01, September-Desember 2023, hal. 3431-3440
berdampak besar bagi tumbuh kembang seorang anak dan diharapkan kelak menjadi generasi
penerus bangsa Indonesia yang sehat, cerdas, dan berguna bagi keluarga, masyarakat dan negara
(Rury Damayanti et al, 2018).
Dinas kesehatan Bintan juga sudah menerapkan program SHK pada bayi baru lahir. Pada tahun
2017 SHK sama sekali belum dilaksanakan di Bintan. Sedangkan pada tahun 2019 telah dilaksanakan
tetapi hanya 2,7% yang baru terlaksana yaitu dari 1353 bayi hanya 49 bayi yang dilaksanakan
skrining hipoteroid dan hasil dari 49 yang di skrining dinyatakan negatif hipoteroid. Pelaksanaan
skrining hipoteroid di wilayah kerja puskesmas kawal baru dimulai pada tahun 2022, oleh karna itu
perlu sosialisasi yang maksimal dilakukan oleh para petugas kesehatan khususnya bidan agar ibu
hamil mengetahui dan memahami serta mau melakukan skrining hipoteroid ini.. (DKK Bintan, 2022).
Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul
‘‘Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Skrining Hipotiroid Bayi Baru Lahir terhadap Pengetahuan
dan Sikap ibu hamil Di wilayah Kerja Puskesmas Kawal’’.
METODE
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode Pra Experiment
dalam satu kelompok one group pre test post test design. Dengan mengobservasi sebanyak 2 kali
yaitu sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan kepada responden. Pengambilan sampel
menggunakan metode accidental sampling dimana subjek dijadikan sampel karena kebetulan
dijumpai di tempat dan waktu secara bersamaan pada pengumpulan data. Pengambilan sampel
dilakukan di Puskesmas Kawal sebanyak 30 orang. Dengan kriteria sample adalah Ibu hamil dengan
usia kehamilan 37-40 minggu (Trimester III) yang melakukan kunjungan antenatal care di
Puskesmas Kewal dan Ibu hamil yang bersedia menjadi responden. Pengumpulan data dilakukan
dengan menggunakan kuesioner untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil tentang skrining hipotiroid
pada bayi baru lahir diwilayah kerja Puskesmas Kawal.
HASIL DAN DISKUSI
Analisa Univariat
Distribusi Ferekuensi Pengetahuan Sebelum diberikan Pendidikan Kesehatan
Distribusi Frekuensi Pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan kepada ibu hamil
tentang Skrining Hipotiroid Bayi Baru Lahir Di wilayah Kerja Puskesmas Kawal
Tabel 1. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Sebelum diberikan Pendidikan Kesehatan
No Pengetahuan f %
1 Baik 0 0
2 Cukup 16 53,3
3 Kurang 14 46,7
Total 30 100
Berdasarkan Tabel 1 didapatkan pengetahuan responden sebelum diberikan pendidikan
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil tentang Skrining Hipotiroid Bayi Baru
Lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Kawal, Mekar Zenni Radhia, Dewi Asmawati, Ika Rahmawati 3435
kesehatan dari 30 responden 16 orang (53.3%) memiliki pengetahuan cukup dan tidak ada responden
berpengetahuan baik.
Distribusi Ferekuensi Pengetahuan Setelah diberikan Pendidikan Kesehatan
Tabel 2. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Setelah Diberikan Pendidikan Kesehatan Kepada Ibu
Hamil Tentang Skrining Hipotiroid Bayi Baru Lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Kawal
No Pengetahuan F %
1 Baik 14 46,7
2 Cukup 15 50,0
3 Kurang 1 3,3
Total 30 100
Berdasarkan tabel 2 didapatkan pengetahuan responden setelah diberikan pendidikan kesehatan
dari 30 responden 15 orang (50 %) memiliki pengetahuan cukup dan pengetahuan baik 15 orang
(46,7%).
Distribusi Ferekuensi Sikap Sebelum diberikan Pendidikan Kesehatan
Tabel 3. Distribusi Frekuensi Sikap sebelum diberikan pendidikan kesehatan kepada ibu hamil tentang
Skrining Hipotiroid Bayi Baru Lahir di wilayah Kerja Puskesmas Kawal
No Sikap F %
1 Negatif 22 73,3
2 Positif 8 26,7
Total 30 100
Berdasarkan tabel 3 didapatkan sikap responden sebelum diberikan pendidikan kesehatan dari
30 responden 22 orang (73,3 %) memiliki sikap negative.
Distribusi Ferekuensi Sikap Setelah diberikan Pendidikan Kesehatan
Tabel 4. Distribusi Frekuensi Sikap Setelah Diberikan Pendidikan Kesehatan Kepada Ibu Hamil
Tentang Skrining Hipotiroid Bayi Baru Lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Kawal
No Sikap F %
1 Negatif 13 43,3
2 Positif 17 56,7
Total 30 100
Berdasarkan tabel 4 didapatkan sikap responden setelah diberikan pendidikan kesehatan dari
30 responden 17 orang (56,7%) memiliki sikap positif
Analisa Bivariat
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan ibu hamil tentangSkrining Hipotiroid
Bayi Baru Lahir Di wilayah Kerja Puskesmas Kawal
Analisa bivariat pada penlitian ini menggunakan uji t :
Tabel 5. Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan Ibu Hamil tentang Skrining
Hipotiroid Bayi Baru Lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Kawal
Pengetahuan Mean Std. Deviation t p value
Sebelum 3.10 2.040 --9.206 .000
Sesudah 6.97 2.059
Berdasarkan tabel 5 di atas perbedaan pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan
pendidikan kesehatan menunjukkan adanya peningkatan nilai mean yaitu dari 3.10 menjadi 6.97
3436 Journal on Education, Volume 06, No. 01, September-Desember 2023, hal. 3431-3440
sedangkan nilai std. deviasi sebelum dan sesudah dari 2.040 menjadi 2.059. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa ada nya peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang Skrining Hipotiroid
Kongenital sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan.
Berdasarkan uji statistik dengan uji Wilxocon Match Pair Test di peroleh nilai p value sebesar
0,000 dengan nilai a=0,05 (p<a), artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan
responden.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Sikap ibu hamil tentangsSkrining Hipotiroid
Bayi Baru Lahir di wilayah Kerja Puskesmas Kawal
Tabel 6. Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Sikap ibu hamil tentang SkriningHipotiroid Bayi
Baru Lahir di wilayah Kerja Puskesmas Kawal
Sikap Mean Std. Deviation t p value
Sebelum 27,53 4.167 -7.704 .000
Sesudah 30,60 2.966
Berdasarkan tabel 6 di atas perbedaan sikap responden sebelum dan sesudah diberikan
pendidikan kesehatan menunjukkan adanya peningkatan nilai mean yaitu dari 27,53 menjadi 30,60
sedangkan nilai std. deviasi sebelum dan sesudah dari 4.167 menjadi 2.966. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa ada nya peningkatan sikap positif ibu hamil tentang Skrining Hipotiroid
Kongenital sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan.
Berdasarkan uji statistik dengan uji Wilxocon Match Pair Test di peroleh nilai p value sebesar
0,000 dengan nilai a=0,05 (p<a), artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap
responden.
Diskusi
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan ibu hamil tentang Skrining Hipotiroid
Bayi Baru Lahir Di wilayah Kerja Puskesmas Kawal
Berdasarkan hasil penlitian didapatkan adanya perbedaan pengetahuan responden sebelum
dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dan menunjukkan adanya peningkatan nilai mean yaitu
dari 3.10 menjadi 6.97 sedangkan nilai std. deviasi sebelum dan sesudah dari 2.040 menjadi 2.059.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada nya peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang Skrining
Hipotiroid Kongenital sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Berdasarkan uji statistik
dengan uji Wilxocon Match Pair Test di peroleh nilai p value sebesar 0,000 dengan nilai a=0,05
(p<a), artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan responden.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Tariqa (2019), dkk tentang penilaian
pengetahuan, sikap dan praktik terhadap skrining bayi baru lahir untuk hipotiroid kongenital sebelum
dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan pada wanita di Rumah Sakit Pakistan. Berdasarkan hasil
penlitian tersebut ada peningkatan yang signifikan dalam kesadaran wanita setelah intervensi (20%
menjadi sekitar 98%). Demikian pula, 78,9% yang setuju untuk memilih tes skrining untuk bayi baru
lahir mereka setelah melahirkan dibandingkan dengan sebelum dilakukan intervensi terdapat 57,7%
wanita yang setuju memilih untuk tesskrining bayi baru lahir mereka
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil tentang Skrining Hipotiroid Bayi Baru
Lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Kawal, Mekar Zenni Radhia, Dewi Asmawati, Ika Rahmawati 3437
Hal ini sejalan dengan penelitian Pani (2019) tentang pengaruh penyuluhan kelas prenatal plus
terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Mamboro Kecamatan Palu
Utara. Berdasarkan hasil penelitian tersebut terlihat pretest, nilai mean 21, 75 dengan standar deviasi
3,297. Setelah dilakukan penyuluhan, Posttest nilai mean meningkat menjadi 32,31 dengan standar
devisiasi 4,557. Disimpulkan bahwa ada pengaruh penyuluhan kelas prenatal plus terhadap
pengetahuan dan sikap ibu hamil serta, ada perbedaan pengetahuan dan sikap ibu hamil pada kelas
prenatal dan kelas prenatal plus
Perbedaan pengetahuan bisa terjadi karena sebelumnya, ibu diberikan pertanyaan yang harus
ibu jawab sesuai dengan apa yang ibu tahu, dan hasil dari pretest tersebut menggambarkan
pengetahuan dasar yang dimiliki oleh responden. Setelah itu, ibu diberikan pendidikan kesehatan
tentang Skrining Hipotiroid Kongenital dengan metode ceramah dengan alat bantu leaflet. Disini
peneliti menggunakan metode ceramah, alasan peniliti menggunakan metode ceramah dikarenakan
metode ceramah merupakan cara dalam menyajikan penyuluhan melalui penuturan secara lisan atau
penjelasan langsung kepada responden. Kelebihan dari metode ini murah dan mudah untuk dilakukan.
Karena tidak memerlukan peralatan yang lengkap. Ceramah hanya mengandalkan suara peneliti,
dengan demikian tidak terlalu memerlukan persiapan yang rumit. Tidak hanya itu, dalam proses
ceramah ini memudahkan setiap ibu hamil untuk berinteraksi langsung dengan menanyakan hal-hal
yang tidak ibu mengerti kepada pemberi materi (Sanjaya, 2011). Penyampaian informasi dipengaruhi
oleh metode dan media yang digunakan yang mana metode dan media penyampaian informasi
dapat memberikan efek yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan. Hal ini membuktikan
bahwa metode ceramah efektif digunakan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang
Skrining Hipotiroid Kongenital. (yuli, 2019).
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan media leaflet, alasan peneliti menggunakan
leaflet dikarenakan didalam leaflet terdapat gambar yang dapat membuat ibu tertarik untuk
membacanya, bisa dibawa pulang sehingga ibu hamil dapat membacanya kembali dirumah. Leaflet
juga mampu membantu ibu hamil agar lebih memahami apa yang dijelaskan oleh peneliti. Karena
dalam hal ini, media leaflet media yang mengkombinasi antara fakta dengan gagasan secara jelas
melalui gambaran sejumlah kata-kata, foto, gambar yang menarik dan ibu hamil tidak hanya bisa
menggunakan pengindraan dengan mendengarkan akan tetapi para ibu hamil juga dapat menggunakan
indra penglihatan yaitu dengan melihat dan membaca leaflet (Notoadmojo, 2016).
Menurut analisa peneliti penyuluhan merupakan salah satu cara memberikan pendidikan
kesehatan. Penyuluhan sendiri dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Selain itu penyuluhan
dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja sehingga memudahkan pembicara. Media yang
dibutuhkan juga tidak terlalu sulit, cukup hanya dengan menggunakan leaflet sudah bisa membantu
pembicara menyampaikan informasi. Pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh pendidikan, pekerjaan,
umur, minat, pengalaman, kebudayaan lingkungan sekitar dan informasi. Dalam penelitian ini ibu
hamil diberikan informasi melalui penyuluhan dan dari hasil penelitian yang sudah dilakukan,
3438 Journal on Education, Volume 06, No. 01, September-Desember 2023, hal. 3431-3440
pengetahuan ibu hamilmeningkat setelah diberikan penyuluhan.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Sikap ibu hamil tentang Skrining Hipotiroid Bayi
Baru Lahir Di wilayah Kerja Puskesmas Kawal
Berdasarkan hasil penelitian perbedaan sikap responden sebelum dan sesudah diberikan
pendidikan kesehatan menunjukkan adanya peningkatan nilai mean yaitu dari 27,53 menjadi 30,60
sedangkan nilai std. deviasi sebelum dan sesudah dari 4.167 menjadi 2.966. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa ada nya peningkatan sikap positif ibu hamil tentang Skrining Hipotiroid
Kongenital sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Berdasarkan uji statistik dengan uji
Wilxocon Match Pair Test di peroleh nilai p value sebesar 0,000 dengan nilai a=0,05 (p<a), artinya
ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap responden.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Al Habsi, et all (2018) bahwa
pendidikan kesehatan dapat meningkatkan sikap ke arah yang positif. dimana responden yang
mendapat pendidikan kesehatan tentang skrining hipotiroid kongenital maka mereka akan cenderung
mempunyai sikap positif (kecenderungan melakukan skrining hipotiroid kongenital). Hal ini juga
sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Juliani (2019 ) bahwa sikap seseorang sangat berkaitan
erat dengan sumber informasi misalnya media masa, media elektronik, buku petunjuk, petugas
kesehatan, poster, leaflet. pada hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa sumber informasi dapat
membuat ibu memiliki sikap kearah yang lebih baik.
Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu
stimulasi atau obyek. Sikap sebagai suatu tingkatan afeksi baik yang bersifat positif maupun negatif
dalam hubungannya dengan objek-objek psikologis. Sikap juga dapat diartikan sebagai
kecenderungan yang relatif stabil, dimiliki seseorang dalam bereaksi (baik reaksi positif maupun
negatif) terhadap dirinya sendiri, orang lain, benda, situasi atau kondisi sekitarnya. Sikap tumbuh
diawali dari pengetahuan yang dipersepsikan sebagai suatu hak yang baik (positif) maupun tidak baik
(negatif), kemudian di internalisasikan kedalam dirinya, sikap merupakan pandangan atau perasaan
yang disertai kecenderungan untuk bertindak terhadap objek tertentu. (Sity, 2019)
Menurut analisa peneliti Sikap seseorang akan mempengaruhi perilaku kesehatan,prilaku
kesehtan dipengerahi oleh informasi yang diterima. sikap positif seseorang akan menghasilkan
perilaku kesehatan yang positif pula. Sikap positif disini adalah ibu yang sudah benar dalam bersikap
tentang skrining hipotiroid kongenital (kecenderungan melakukan skrining hipotiroid kongenital). Ibu
yang memiliki informasi yang baik akan membuat ibu paham tentang pentingnya skrining hipotiroid
pada bayi dan akan menunjukkan sikap yang mendukung terhadap skrining hipotiroid bayi.
KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada bulan Februari – Maret Tahun 2023 di
wilayah kerja Puskesmas Kawal dengan Judul Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap
Pengetahuan dan Sikap ibu hamil tentang Skrining Hipotiroid Bayi Baru Lahir Di wilayah Kerja
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil tentang Skrining Hipotiroid Bayi Baru
Lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Kawal, Mekar Zenni Radhia, Dewi Asmawati, Ika Rahmawati 3439
Puskesmas Kawal kesimpulan sebagai berikut: (1) Didapatkan pengetahuan responden sebelum
diberikan pendidikan kesehatan mayoritas 16 orang (53.3%) memiliki pengetahuan cukup. (2)
Didapatkan pengetahuan responden setelah diberikan pendidikan kesehatan dari 30 responden 15
orang (50 %) memiliki pengetahuan cukup. (3) Didapatkan sikap responden sebelum diberikan
pendidikan kesehatan dari 30 responden 22 orang (73,3 %) memiliki sikap negative. (4) Didapatkan
sikap responden setelah diberikan pendidikan kesehatan dari 30 responden 17 orang (56,7 %)
memiliki sikap positif. (5) Berdasarkan uji statistik dengan uji Wilxocon Match Pair Test di peroleh
nilai p value sebesar 0,000 dengan nilai a=0,05 (p<a), artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan
terhadap sikap responden. (6) Berdasarkan uji statistik dengan uji Wilxocon Match Pair Test di
peroleh nilai p value sebesar 0,000 dengan nilai a=0,05 (p<a), artinya ada pengaruh pendidikan
kesehatan terhadap sikap responden.
REFERENSI
Anonymous, 2013. Penatalaksanaan Terkini Hipotiroid Dan Hipotiroid Kongenital, Tersedia Online:
[Http://[Link]] [26 November 2015]
Baridkazemi S, Bahrami H, Gol ER, Farkhani E.M & Hoseini SJ, 2018, Investigation of the Risk
Factors for Congenital Hypothyroidism in Iran: A Population Based Case Control Study.
Internatoinal Journal of Pediatrics, DOI:10.22038/ijp.2018.32945.290 9
IDAI. 2017. Panduan Praktik Klinis: Diagnosis dan Tata Laksana Hipotiroid Kongenital.
Jakarta: 2017
Johariyah. 2015. Asuhan Kebidanan Persalinan Dan Bayi Baru Lahir, Jakarta : Trans Info Media.
Nurcahyani YD, Mulyantoro DK, Sukandar Pb, Samsudin M, Ihsan N. Sensitivitas Dan Spesifisitas
Instrumen Skrining Hipotiroid Untuk Diagnosis Hipotiroid Pada Anak Batita Di Daerah
Endemik Gaki. Mgmi. Published Online 2017
Kemenkes RI, 2016, Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2015, Kementerian Kesesehatan Republik
Indonesia, Jakarta
Kementerian Kesehatan RI. Permenkes No 78 Tahun 2014: Skrinning Hipotiroid Kongenital.
Kementeri Kesehatan RI. 2014. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Skrining Hipoteroid
Kongenital. Jakarta : 2014
Martiyana C, Samsudin M. Pengetahuan Dan Praktek Bidan Desa Pasca Pelatihan Deteksi Dini Kasus
Gaki Di Kabupaten Temanggung. Mgmi. Published Online 2014.
Nurcahyani YD, Mulyantoro DK, Sukandar Pb, Samsudin M, Ihsan N. Sensitivitas Dan Spesifisitas
Instrumen Skrining Hipotiroid Untuk Diagnosis Hipotiroid Pada Anak Batita Di Daerah
Endemik Gaki. Mgmi. Published Online 2017
Nurfadillah. 2014. Gambaran Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang Skrining Hipotiroid Kongenital di
RSUP DR. Wahidin Sudirohusodo Makassar Tahun 2014. Skripsi, Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Islam Negeri Alaudin Makassar, Makassar
3440 Journal on Education, Volume 06, No. 01, September-Desember 2023, hal. 3431-3440
Prasetyowati. Hipoteroid Kongenital. Volume 8, Nomor 2, 2015
Pani, W, 2013, Pengaruh Penyuluhan Kelas Prenatal Plus Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu hamil
di Wilayah Kerja Puskesmas Mamboro Kecamatan Palu Utara Kota Palu Provinsi Sulawesi
Tengah, Skripsi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Sulawesi.
[Link] Penelitian Kualitatif dan Kuantitif dalam bidang Kesehatan.
Yogyakarta. 2013
Tariq, B., Ahmed, A., Habib, A., Turab, A., dkk. 2017. Assessment of knowledge, attitudes and
practices towards newborn screening for congenital hypothyroidism before and after a health
education intervention in pregnant women in a hospital setting in Pakistan. In Healt
Wirawan A, Sunartini S, Suryawan B, Soetjiningsih S. Tumbuh Kembang Anak HipotiroidKongenital
Yang Diterapi Dini Dengan Levo-Tiroksin Dan Dosis Awal Tinggi. Sari Pediatr. Published
Online 2016. Doi:10.14238/Sp15.2.2013.69-74