0% found this document useful (0 votes)
7 views20 pages

Loyal

This document discusses factors that influence consumer loyalty at the Stars Madiun 2 store. It analyzes the effects of price, promotion, and service quality on consumer loyalty. The study found that price and promotion positively influence consumer loyalty, while service quality does not. Price has the greatest contribution to loyalty. The store must consider prices carefully by providing competitive prices and product variety along with good quality. Promotion and service quality can then be improved. The document provides context about the Stars store and interviews the store supervisor to understand the business environment and impacts of COVID-19.

Uploaded by

Steng Li
Copyright
© All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
7 views20 pages

Loyal

This document discusses factors that influence consumer loyalty at the Stars Madiun 2 store. It analyzes the effects of price, promotion, and service quality on consumer loyalty. The study found that price and promotion positively influence consumer loyalty, while service quality does not. Price has the greatest contribution to loyalty. The store must consider prices carefully by providing competitive prices and product variety along with good quality. Promotion and service quality can then be improved. The document provides context about the Stars store and interviews the store supervisor to understand the business environment and impacts of COVID-19.

Uploaded by

Steng Li
Copyright
© All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd

Niqosiya: Journal of Economics and Business Research e-ISSN: 2807-7660

Vol. 1 No. 2, Juli-Desember 2021: 197-216 p-ISSN: 2798-6373

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LOYALITAS


KONSUMEN TOKO STARS MADIUN 2

Ridha Maisaroh1, Maulida Nurhidayati2


1,2
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
Email: ridamaisyaroh@gmail.com1 , nurhidayati@[Link].id2

Abstrac: Consumer loyalty is a positive attitude given by consumers to a product or


company caused by consumer satisfaction with the product or company which is
manifested by repeat purchase behavior to recommend it to anyone they know. This
study aims to determine and analyze the effect of price, promotion, and service quality
on consumer loyalty at Stars Madiun 2 Store. This research is a field research with a
quantitative approach. Stars Madiun 2 shop consumers are the population in this study
with 97 consumers as samples. Sampling was done by incidental sampling method.
Data were analyzed by Partial Least Square (PLS) method. The results showed that
price and promotion had a positive effect on consumer loyalty. While the quality of
service has no effect on consumer loyalty. The magnitude of the influence of price,
promotion, and service quality on consumer loyalty has an effect of 66.5% and 33.5% is
influenced by variables that are not included in the model. The price variable has the
greatest contribution to loyalty. The Stars Madiun 2 store must consider prices more
carefully, such as providing more competitive prices, and offering a variety of products
accompanied by good quality. After that, promotion and service quality can be
improved.
Keywords: Price, Promotion, Quality of Service, Consumer Loyalty, Partial Least
Square (PLS)

Abstrak: Loyalitas konsumen merupakan sikap positif yang diberikan oleh konsumen
kepada suatu produk atau perusahaan yang disebabkan oleh kepuasan konsumen
terhadap produk atau perusahaan tersebut yang diwujudkan dengan perilaku pembelian
berulang hingga merekomendasikannya kepada siapapun yang mereka kenal. Penelitian
ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh harga, promosi, dan
kualitas pelayanan terhadap loyalitas konsumen Toko Stars Madiun 2. Penelitian ini
adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif. Konsumen Toko Stars
Madiun 2 merupakan populasi pada penelitian ini dengan 97 konsumen sebagai sampel.
Pengambilan sampel dilakukan dengan metode incidental sampling. Data dianalisis
dengan metode Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga
dan promosi berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen. Sedangkan kualitas
pelayanan tidak berpengaruh terhadap loyalitas konsumen. Besarnya pengaruh harga,
promosi, dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas konsumen berpengaruh sebesar
66,5% dengan 33,5% dipengaruhi oleh variabel yang tidak masuk dalam model.
Variabel harga memiliki kontribusi paling besar terhadap loyalitas. Toko Stars Madiun
2 harus lebih mempertimbangkan harga dengan matang, seperti memberikan harga yang
lebih kompetitif, dan bermacam-macam dengan diiringi dengan kualitas produk yang
baik. Setelah itu dapat dilakukan peningkatan promosi dan kualitas pelayanan.
Kata Kunci: Harga, Promosi, Kualitas Pelayanan, Loyalitas Konsumen, Partial Least
Square (PLS)

197
Niqosiya: Journal of Economics and Business Research
Vol. 1 No. 2, Juli-Desember 2021: 197-216

PENDAHULUAN
Di era sekarang ini, kondisi persaingan usaha sangatlah ketat, sehingga
perusahaanpun dituntut untuk bersikap kompetitif. Hal ini dilakukan supaya usaha yang
dijalankan dapat berkembang dan sukses seperti tujuan dari perusahaan. Jika setelah
periode waktu tertentu suatu usaha mengalami peningkatan baik dalam hal modal, skala
usaha, profit, jenis usaha maupun manajemen maka usaha tersebut dikatakan berhasil
(Suarmawan, 2015).
Apapun jenis usahanya, salah satu kunci sukses dalam berbisnis adalah
mempunyai hubungan yang baik dengan konsumen(Arnina P, 2016). Maka dari itu
perusahaan harus bisa menciptakan ide ataupun gagasan yang dapat memunculkan nilai
tersendiri bagi usahanya agar dapat menarik konsumen. Karena semakin banyak
konsumen yang dapat ditarik oleh suatu perusahaan, maka semakin banyak kesempatan
yang dimiliki perusahaan untuk membangun loyalitas konsumen.
Menurut Griffin yang dikutip oleh Ratih disebutkan bahwa“Loyalty is defined as
non random purchase expressed over time by some decision making unit”. Berdasarkan
pengertian tersebut, loyalitas lebih mengacu pada perilaku unit pengambil keputusan
untuk terus menerus membeli barang atau jasa dari perusahaan terpilih (Hurriyati,
2015). Loyalitas merupakan komitmen berkelanjutan pelanggan untuk berlangganan
kembali atau membeli kembali produk atau layanan tertentu secara konsisten di masa
depan, terlepas dari dampak kontekstual dan upaya pemasaran yang dapat menyebabkan
perubahan perilaku(Hurriyati, 2015). Menurut Shet dan Mittal, Loyalitas pelanggan
merupakan komitmen pelanggan terhadap toko, merek, atau pemasok yang didasarkan
pada sikap yang sangat positif yang diwujudkan dalam pembelian berulang secara
konsisten(Huda, Novarini, Mardoni, & Sari, 2015). Dari uraian dan pemaparan para ahli
dapat diambil kesimpulan bahwa loyalitas konsumen sangatlah penting bagi
perusahaan.
Menurut Swastha dan Handoko sebagaimana dikutip oleh Taufiqqurrahman dan
Wijayanto, loyalitas konsumen dipengaruhi oleh kualitas produk, kualitas pelayanan,
emosional, harga, dan biaya(Sukpa, Wijayanto, & Taufiqurrahman, 2015). Menurut
Dharmamesta, faktor yang mempengaruhi loyalitas konsumen antara lain kualitas
produk, harga, dan promosi(Dharmmesta, 1999). Penelitian ini difokuskan pada harga,
promosi, dan kualitas pelayanan sebagai faktor yang berpengaruh terhadap loyalitas
konsumen.

198
Ridha Maisaroh, Maulida Nurhidayati

Menurut Dharmamesta, harga adalah salah satu faktor yang mempengaruhi


loyalitas konsumen(Dharmmesta, 1999). Menurut Tjiptono, harga dapat didefinisikan
sebagai sejumlah uang (satuan mata uang) dan/atau aspek lain (non-moneter) yang
mencakup kegunaan/penggunaan tertentu yang diperlukan untuk memperoleh barang
atau jasa(Fandi Tjiptono, 2014). Harga merupakan biaya yang dikenakan untuk produk
atau jasa(Philips Kotler & Armstrong, 2008).
Selain harga, faktor yang mempengaruhi loyalitas konsumen adalah
promosi(Dharmmesta, 1999). Promosi merupakan mekanisme pemasaran yang berfokus
pada komunikasi kegiatan pemasaran secara persuasif menargetkan pelanggan untuk
memfasilitasi transaksi atau pengiriman antara perusahaan dan konsumen untuk
membeli kegiatan yang diperlukan(Hasan, 2015). Menurut Rosalina, yang dikutip oleh
Nabila dan Putu dalam penelitiannya menyatakan promosi menekankan pentingnya
loyalitas konsumen, karena jika promosi meningkat maka perusahaan dapat lebih
meningkatkan kualitas produk atau jasa, sehingga dapat meningkatkan keputusan
pembelian dan loyalitas pelanggan(Insani & Madiawati, 2020).
Selain harga dan promosi, faktor yang memberikan pengaruh pada loyalitas
konsumen adalah kualitas pelayanan(Sukpa dkk., 2015). Kualitas pelayanan merupakan
pernyataan sikap, hubungan antara harapan (expectations) dan kinerja (results). Definisi
kualitas layanan adalah untuk mengukur sejauh mana layanan yang dapat diberikan
untuk memenuhi harapan pelanggan(Lupiyoadi, 2008). Kualitas pelayanan dapat
diartikan sebagai upaya untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen, serta
ketepatan dalam penyampaiannya yang seimbang sesuai dengan harapan
konsumen(Atmaja, 2018). Menurut Sinurat, yang dikutip oleh Nabila dan Putu dalam
penelitiannya, kualitas pelayanan berdampak pada pelanggan khususnya loyalitas
pelanggan, jika perusahaan dapat menunjukkan kualitas pelayanan yang lebih baik,
maka pelanggan akan puas dan loyal terhadap produk dan jasa perusahaan(Insani &
Madiawati, 2020). Thomas S. Khaihatu, Achmad Daengs dan Agus Tinus Lis Indrianto
mengemukakan dalam bukunya Complaint Management, mengatakan bahwa kualitas
pelayanan berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen. Dengan kata lain, semakin
tinggi tingkat kualitas layanan, maka semakin tinggi pula loyalitas pelanggan(Khaihatu,
Daengs, & Indrianto, 2015).
Berdasarkan hasil wawancaran dengan Bapak Moh. Arifin selaku supervisor/
kepala toko pada tanggal 13 April 2021 diperoleh informasi bahwa Toko Sepatu Stars

199
Niqosiya: Journal of Economics and Business Research
Vol. 1 No. 2, Juli-Desember 2021: 197-216

merupakan sebuah toko yang menjual produk sandal dan sepatu. Toko Stars saat ini
memiliki kurang lebih 400 toko yang menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Di
wilayah Kabupaten dan Kota Madiun, terdapat 3 outlet, outlet yang pertama yaitu Toko
Stars Madiun 2 yang beralamatkan di Jalan Panglima Sudirman No. 198 Kartoharjo
Madiun. Toko Stars Madiun 2 ini khusus menjual barang barang new arrival atau
barang barang baru. Produk yang dijual di outlet ini merupakan produk dari brand
ardiles, starlady, kings star, RA Jeans, Nineten, Jane Vanda, Axxe, Ova, Lubrene,
Umbrella, Sparta, Conae, dan lain-lain. Outlet yang kedua yaitu Toko Stars Madiun 3
yang beralamatkan di Jalan Panglima Sudirman No. 187 Kartoharjo Madiun adalah toko
yang khusus menjual barang obral dan produk yang dijualpun hanya dari beberapa
brand saja. Dan outlet yang ketiga yaitu Toko Stars Caruban yang beralamatkan di
Jalan Panglima Sudirman No. 23 Caruban Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun.
Hasil wawancara dengan Bapak Moh. Arifin selaku supervisor/ kepala toko
pada tanggal 13 April 2021 diketahui bahwa adanya pandemi covid 19 yang terjadi di
Indonesia memberikan dampak signifikan terhadap sektor ekonomi. Toko Stars Madiun
2, yang bergerak dalam bidang jual beli ritel, juga terkena dampak pandemi tersebut.
Yaitu turunnya omset penjualan secara drastis di semua cabang. Seiring berjalannya
waktu, awal tahun 2021 secara perlahan penjualan di Toko Sepatu Stars cabang sudah
mulai mengalami kenaikan, seperti di Toko Sepatu Stars cabang Caruban perlahan
omset penjualan mulai naik. Namun, di Toko Sepatu Stars Madiun 2 masih belum
mengalami kenaikan, padahal mulai dari harga yang diturunkan, melalui gebyar diskon.
Untuk promosi, setiap hari karyawan toko mempromosikan produk di media sosial
facebook dengan cara posting ataupun melakukan siaran langsung, kemudian dari segi
pelayanan para karyawan sudah melayani konsumen dengan sangat ramah, dan apabila
ada seorang customer yang menginginkan produk model A dengan ukuran semisal 42,
jika stok di display maupun di Gudang habis pramuniaga selalu menawarkan model lain
yang masih satu kategori dengan ukuran sesuai permintaan customer. Karena arahan
dari pimpinan saat kembali dari Gudang, jika barang yang dicari kosong stoknya, tidak
ada alasan untuk tidak membawa barang lain.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Hasyim pada tanggal 17 April 2021
diketahui bahwa saat ini Toko Stars Madiun 2 memberikan diskon pada produk-produk
yang dijual sehingga harga yang ada menjadi lebih murah dibandingkan dengan
sebelumnya. Akan tetapi harga yang murah ini tidak membuat Ibu Hasyim untuk

200
Ridha Maisaroh, Maulida Nurhidayati

melakukan pembelian ulang karena kondisi pandemi yang mengakibatkan jarang keluar
rumah sehingga belum membutuhkan produk yang ada di Toko Sepatu Stars Madiun 2.
Begitu juga wawancara dengan Bapak Totok pada tanggal 21 April 2021, diketahui
bahwa menurut Bapak Totok harga produk di Toko Stars Madiun 2 jauh lebih murah
dibandingkan dengan toko lain, terutama pada sepatu merk Ardiles. Di Toko Stars
Madiun 2, harga sepatu Ardiles harganya turun, sedangkan di toko lain harganya masih
tinggi. Namun, hal ini tidak membuat Bapak Totok melakukan pembelian ulang
dikarenakan Bapak Totok sedang banyak keperluan penting lain yang harus dibeli.
Hasil wawancara ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan teori dengan praktek yang
mana secara teori ketika harga rendah maka konsumen akan cenderung melakukan
pembelian ulang padahal kenyataannya tidak demikian dikarenakan ada alasan lain yang
membuat Ibu Hasyim dan Bapak Totok tidak melakukan pembelian ulang. Selain itu
didukung oleh perbedaan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pravianti dan Hermani
serta Cardia dkk dengan kesimpulan bahwa harga memberikan pengaruh signifikan
pada loyalitas pelanggan(Cardia, Santika, & Respati, 2019; Salim & Hermani, 2018).
Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Sola dan Rosnaida menunjukkan harga tidak
berpengaruh terhadap loyalitas konsumen (Rosnaida, 2017; Sola, 2017). Berdasarkan
hasil penelitian tersebut, masih terdapat ketidakkonsistenan pengaruh harga terhadap
loyalitas konsumen, sehingga perlu dilakukan analisis lebih lanjut.
Kemudian, berdasarkan hasil wawancara dengan Ira pada tanggal 26 April 2021,
diketahui bahwa Toko Sepatu Stars Madiun 2 sering melakukan promosi melalui sosial
media facebook, promosi dilakukan dengan cara siaran langsung oleh pramuniaga yang
mempromosikan produk baru maupun produk diskon, tidak hanya melalui siaran
langsung, promosi juga dilakukan dengan cara memposting produk di beranda
facebook. Di media sosial whatsApp pun pramuniaga juga sering memposting produk
jualan di status whatsapp maupun melalui chatt personal kepada konsumen termasuk
Ira. Akan tetapi walaupun Ira sering melihat iklan atau promosi ini, tidak membuat Ira
melakukan pembelian ulang, dikarenakan Ira sedang memiliki kebutuhan lain yang
harus dibeli. Hasil wawancara yang sama juga didapatkan dari wawancara dengan Bu
Ismi pada tanggal 29 April 2021, yaitu Bu Ismi tidak melakukan pembelian ulang
dikarenakan Bu Ismi yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan sulit sekali meluangkan
waktu untuk berbelanja keluar. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan antara teori dan
praktik yaitu, semakin sering dan menarik suatu promosi, maka cenderung akan

201
Niqosiya: Journal of Economics and Business Research
Vol. 1 No. 2, Juli-Desember 2021: 197-216

mengundang konsumen untuk melakukan pembelian ulang. Selain itu didukung hasil
penelitian yang berbeda yaitu penelitian yang dilakukan oleh Herawati dan Qomariyah
serta Ghaisani dkk yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif antara promosi
dengan loyalitas konsumen (Ghaisani, Darsiharjo, & Miftah, 2016; Herawati &
Qomariyah, 2017). Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Noorhayati dan Aprilinda
menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif dan tidak signifikan anatar promosi
dengan loyalitas konsumen (Aprilinda, 2019; Noorhayati, 2018). Dari hasil penelitian
tersebut, masih terdapat ketidakkonsistenan pengaruh harga terhadap loyalitas
konsumen, sehingga perlu dilakukan analisis lebih lanjut.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Bu Tika dan Bu Fatma pada 1 Juni 2021,
pelayanan yang dilakukan oleh Pramuniaga Toko Stars Madiun 2 sangatlah baik, ramah,
dan juga sopan santun berbeda jauh dengan toko-toko lain, selain itu pelayan juga
sangat sigap dan cepat, pramuniaga juga jujur terhadap kondisi dan kualitas produk
yang ada, dan apabila ada pelanggan membawa anak kecil, saat anak kecil tersebut
rewel pramuniaga juga ikut menghibur dan menenangkan. Juga pada masalah uang, saat
transaksi pembayaran, apabila tidak ada kembalian yang pas, pramuniaga sering
merelakan kekurangan pembayaran semisal ada kekurangan Rp. 1000 ataupun Rp.
2000. Di dalam Toko Sepatu Stars Madiun 2 kebersihan juga terjaga, tempat duduk
untuk pelanggan yang ingin mencoba produk maupun sedang menunggu disediakan
tempat duduk yang nyaman. Namun meskipun begitu, hal tersebut tidak membuat Bu
Tika dan Bu Fatma melakukan pembelian ulang secara terus menerus di Toko Stars
Madiun 2, dikarenakan kesibukan dan jarak rumah dengan toko yang lumayan jauh. Hal
ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara teori dan praktik, yaitu jika kualitas
pelayanan baik dan memuaskan maka akan menciptakan loyalitas konsumen yang
tinggi. Selain itu, juga didukung oleh perbedaan hasil penelitian yang dilakukan oleh
beberapa peneliti. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Aprilinda, Mursyid, dan Sola
menunjukkan ada pengaruh signifikan antara kualitas pelayanan terhadap loyalitas
konsumen(Aprilinda, 2019; Mursyid, 2018; Sola, 2017). Sedangkan penelitian yang
dilakukan oleh Pradana menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara
kualitas pelayanan terhadap loyalitas konsumen(Izzah & Chasanah, 2020; Pradana,
2018). Dengan adanya ketidaksesuaian antara teori dengan praktik dan juga perbedaan
hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti, maka perlu dilakukan analisis
ulang mengenai pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas konsumen.

202
Ridha Maisaroh, Maulida Nurhidayati

Berdasarkan hasil pemaparan di atas, terdapat ketidaksesuaian antara teori


dengan praktik dan juga banyaknya perbedaan hasil penelitian pada variabel harga,
promosi, dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas konsumen, maka dilakukan
penelitian dengan judul “Pengaruh Harga, Promosi, dan Kualitas Pelayanan Terhadap
Loyalitas Konsumen Di Toko Stars Madiun 2”.

TINJAUAN LITERATUR
Loyalitas Konsumen
Loyalitas pelanggan (customer loyalty) adalah komitmen konsumen pada suatu
merek, toko ataupun pemasok, yang diwujudkan dalam sikap yang sangat positif dan
perilaku pembelian berulang dan konsisten(Fandy Tjiptono, 2006). Loyalitas konsumen
juga berarti komitmen jangka panjang dari konsumen, yang tercermin dengan perilaku
dan sikap loyal terhadap perusahaan dan produknya. Sikap loyal tersebut dibuktikan
melalui konsumsi yang teratur dan berkelanjutan, hingga perusahaan dan produknya
menjadi bagian penting dari proses konsumsi tersebut(Priansa, 2017). Dapat
disimpulkan bahwa loyalitas konsumen adalah sikap positif yang diberikan oleh
konsumen kepada suatu produk atau perusahaan yang disebabkan oleh kepuasan
konsumen terhadap produk atau perusahaan tersebut yang diwujudkan dengan perilaku
pembelian berulang hingga merekomendasikannya kepada siapapun yang mereka kenal.
Loyalitas pelanggan atau konsumen sangat penting bagi perusahaan untuk
menjaga kelangsungan usaha dan kegiatan usahanya. Pelanggan loyal adalah mereka
yang sangat puas dengan produk dan layanan tertentu, sampai mereka bersemangat
untuk memperkenalkannya kepada siapapun yang mereka kenal. Selain itu, pada fase
selanjutnya, pelanggan yang loyal ini akan memperluas loyalitasnya ke produk lain dari
produsen yang sama(Fandy Tjiptono, 2000).

Harga
Harga didefinisikan sebagai jumlah uang (satuan moneter) dan/atau aspek lain
(non moneter) yang mencakup utilitas/penggunaan tertentu yang diperlukan untuk
memperoleh barang atau jasa(Fandy Tjiptono, 2006). Menurut Sunarya, harga adalah
sejumlah nilai (dalam mata uang) yang harus dikeluarkan konsumen untuk membeli
atau menikmati barang atau jasa yang disediakan(Sunarya, Sudaryono, & Saefullah,
2011).

203
Niqosiya: Journal of Economics and Business Research
Vol. 1 No. 2, Juli-Desember 2021: 197-216

Menurut Kotler dan Armstrong, harga adalah biaya yang dikenakan untuk
produk atau jasa. Dalam istilah yang lebih umum, harga adalah jumlah dari semua nilai
pelanggan pada produk atau layanan. Harga selalu menjadi faktor utama yang
mempengaruhi pilihan pembeli. Dalam beberapa dekade terakhir, faktor selain harga
menjadi semakin penting. Akan tetapi, harga tetap menjadi faktor terpenting dalam
menentukan pangsa pasar dan keuntungan perusahaan(Philips Kotler & Armstrong,
2008).
Harga adalah satu-satunya elemen dalam bauran pemasaran yang menghasilkan
pendapatan, dan juga yang paling fleksibel(Philip Kotler & Keller, 2009). Perusahaan
harus mempertimbangkan banyak faktor ketika membuat keputusan penetapan harga.
Pertama, perusahaan harus memutuskan di mana akan memasarkan produknya.
Semakin jelas tujuan perusahaan, semakin mudah juga penetapan harga oleh
perusahaan(Philip Kotler & Keller, 2009). Dari beberapa pengertian di atas, dapat
disimpulkan bahwa, harga adalah nilai atau nominal dari suatu produk yang harus
dibayarkan oleh konsumen kepada penjual yang dijadikan sebagai syarat kepemilikan
atas produk tersebut.

Promosi
Dalam bahasa Inggris, promosi disebut dengan promotion, yang berarti
kemajuan. Dari segi produk, promosi adalah upaya mengiklankan atau memajang
produk agar produk lebih cepat terjual dan usaha produksi lebih maju(Sarmadi, 2012).
Segala bentuk promosi merupakan upaya untuk mempengaruhi pihak lain. Lebih khusus
lagi, promosi merupakan salah satu elemen dari bauran pemasaran
perusahaan(Setiyaningrum, 2015). Promosi juga bisa disebut sebagai kegiatan yang
dilakukan untuk meningkatkan penjualan. Biasanya, dalam promosi semacam ini,
pemilik produk berusaha memuji dan mengungkapkan keunggulan produk yang
dijualnya(Alma & Priansa, 2009). Promosi adalah kegiatan marketing mix terakhir
setelah produk, harga dan lokasi, dan inilah yang paling sering didefinisikan sebagai
kegiatan pemasaran dalam arti sempit. Aktivitas tersebut meliputi aktivitas penting
selain produk, harga, dan lokasi(Al Arif, 2010). Dapat disimpulkan bahwa promosi
adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengenalkan produknya
kepada masyarakat yang bertujuan menarik masyarakat agar membeli produk tersebut.

204
Ridha Maisaroh, Maulida Nurhidayati

Perusahaan harus ikut serta berperan aktif dalam kegiatan promosi, karena
promosi merupakan sarana informasi yang diberikan perusahaan kepada konsumen
tentang produk yang ditawarkan dan keuntungan apa yang akan diperoleh pelanggan
dari membeli atau mengonsumsi produk tersebut(Anggraini & Budiarti, 2020). Tanpa
promosi, konsumen tidak akan dapat mengidentifikasi produk atau jasa yang
ditawarkan. Oleh karena itu, promosi merupakan cara yang paling ampuh untuk
menarik dan mempertahankan konsumen(Kasmir, 2016).

Kualitas Pelayanan
Kualitas diartikan sebagai tingkat mutu yang diinginkan, dan pengendalian
keragaman mencapai mutu tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan
konsumen(Laksana, 2008). Menurut Moenir pelayanan merupakan suatu proses
pemenuhan kebutuhan melalui tindakan orang lain secara langsung(Moenir, 2010).
Kualitas pelayanan merupakan tingkat aktivitas pelayanan yang diberikan perusahaan
atau karyawan kepada konsumen. Kualitas pelayanan itu sendiri dapat menjadi acuan
bagi konsumen untuk mengambil keputusan ketika membeli produk. Kualitas pelayanan
dapat diukur melalui lima dimensi sesuai urutan kepentingan relatifnya, yaitu
keandalan, jaminan, bukti fisik, empati dan daya tanggap(Rizqia, 2018).
Pelayanan yang berkualitas tinggi memegang peranan yang sangat penting
dalam membentuk kepuasan pelanggan dan juga berkaitan dengan hasil keuntungan
bagi perusahaan. Kualitas pelayanan yang tinggi dapat meningkatkan kepuasan
pelanggannya yang pada akhirnya dapat meningkatkan loyalitas pelanggan tersebut.

METODE PENELITIAN
Penelitian ini adalah jenis penelitian asosiatif untuk mengetahui pengaruh satu
variabel ke variabel lainnya. Variabel bebas adalah harga, promosi, dan kualitas
pelayanan sedangkan variabel terikatnya adalah loyalitas konsumen. Populasi pada
penelitian ini adalah konsumen Toko Stars Madiun 2 dengan jumlah sampel 97
konsumen. Metode incidental sampling dipilih sebagai metode pengambilan sampel.
Data dikumpulkan dengan penyebaran kuesioner. Kuesioner disusun dengan
mempertimbangkan kisi-kisi pada Tabel 1.

205
Niqosiya: Journal of Economics and Business Research
Vol. 1 No. 2, Juli-Desember 2021: 197-216

Tabel 1. Indikator Masing-masing Variabel


Variabel Indikator Butir Soal
Harga Keterjangkauan harga 1,2
(X1) Harga sesuai kemampuan atau daya saing harga. 3,4
Kesesuaian harga dengan kualitas produk 5,6
Kesesuaian harga dengan manfaat 7,8
Promosi Periklanan (advertising) 9,10
(X2) Personal Selling 11,12
Publisitas 13,14
Promosi Penjualan 15,16
Kualitas Tampilan fisik (tangible) 17,18
Pelayanan Kehandalan (reliability) 19,20
(X3) Daya Tanggap (responsiveness) 21,22
Jaminan (assurance) 23,24
Kepedulian (emphaty) 25,26
Loyalitas Kepuasan menggunakan produk 27,28
Pelanggan Berkomitmen menggunakan produk. 29,30
(Y) Tidak membeli produk pesaing. 32,32
Merekomendasikan produk kepada orang lain. 33,34
Tidak mencoba produk lain. 35,36
Melakukan pembelian produk secara berulang. 37,38

Skala pengukuran kuesioner dilakukan dengan skala likert dengan 4 respon


jawaban yaitu SS, S, TS, dan STS. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis
menggunakan metode Partial Least Square (PLS) dengan tahapan evaluasi outer model
dan evaluasi inner model.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Pengujian Validitas dan Reliabilitas
Pengujian validitas dan reliabilitas dipakai untuk memastikan bahwa instrumen
yang disusun memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. pengujian ini dilakukan secara
terbatas kepada 30 orang responden. Hasil pengujian validitas menunjukkan bahwa
semua item pernyataan dari variabel X1, X2, X3, dan Y memenuhi kriteria validitas
karena nilai rhitung yang diperoleh lebih dari 0,361. Untuk hasil pengujian reliabilitas
diperoleh nilai cronbach alpha lebih dari 0,7 sehingga variabel X1, X2, X3, dan Y
reliabel. Karena kuesioner yang disusun telah valid dan reliabel, selanjutnya kuesioner
ini dipakai untuk mengumpulkan data dari responden.

206
Ridha Maisaroh, Maulida Nurhidayati

Deskriptif Data Responden


Kuesioner disebarkan kepada 97 responden yang merupakan konsumen Toko
Stars Madiun 2 dapat diperoleh gambaran dari responden ditunjukkan pada Gambar 1-3.

JENIS KELAMIN

26%
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
74%

Gambar 1. Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Gambar 1 adalah pie chart dari jenis kelamin responden pada penelitian ini. Dari
97 responden yang terlibat dalam penelitian, sebanyak 72 responden atau 74% adalah
berjenis kelamin perempuan sedangkan 25 responden atau 26% adalah berjenis kelamin
laki-laki yang menunjukkan bahwa responden pada penelitian Sebagian besar adalah
perempuan.

USIA

< 20 Tahun
7%5%9% 20 s/d 25 Tahun
18%
26 s/d 30 Tahun

61% 31 s/d 40 Tahun


> 40 Tahun

Gambar 2. Responden Berdasarkan Usia

Gambar 2 adalah pie chart responden didasarkan pada usia. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa dari 97 responden, sebanyak 9% responden berusia <20 tahun,
61.7% responden berusia 20 s/d 25 tahun, 18% responden berusia 26 s/d 30 tahun, 7%
responden berusia 31 s/d 40 tahun, dan 5% responden berusia >40 tahun. Hasil ini
memperlihatkan bahwa usia responden paling banyak 20 s/d 25 tahun.

207
Niqosiya: Journal of Economics and Business Research
Vol. 1 No. 2, Juli-Desember 2021: 197-216

PEKERJAAN

PNS
9%3% karyawan swasta
6%
38% pedagang
31%
petani
1%
12%
pelajar/mahasiswa

Gambar 3. Responden Berdasarkan Pekerjaan

Berdasarkan Gambar 3, dapat diketahui bahwa proporsi dari 97 responden


berdasarkan dari pekerjaan adalah, sebanyak 3% bekerja sebagai PNS, 38% bekerja
sebagai karyawan swasta, 12% bekerja sebagai pedagang, 1% bekerja sebagai petani,
31% sebagai pelajar/ mahasiswa, 6% sebagai ibu rumah tangga, dan 9% bekerja pada
bidang lainnya.

Evaluasi Outer Model


1. Validitas Konvergen

Gambar 4 Loading Factor Model Pertama


Gambar 4 menunjukkan bahwa model pertama memiliki tiga item
pernyataan dengan nilai loading factor di bawah 0,6. Item pernyataan tersebut
adalah X1.2, X1.4 dan Y10. Ketiga item pernyataan dikeluarkan dari model. Model
yang baru selanjutnya dieksekusi dan diperoleh loading factor pada Tabel 2. Hasil
estimasi outer model koreksi pada Tabel 2 menunjukkan bahwa semua item pada

208
Ridha Maisaroh, Maulida Nurhidayati

setiap variabel memiliki loading factor diatas 0,6 sehingga variabel harga, promosi,
kualitas pelayanan, dan loyalitas konsumen memenuhi validitas konvergen.

Tabel 2. Nilai Loading Factor Model Koreksi


X1 X2 X3 Y
X1.1 0,73
X1.3 0,84
X1.5 0,783
X1.6 0,777
X1.7 0,631
X1.8 0,81
X2.1 0,763
X2.2 0,817
X2.3 0,815
X2.4 0,786
X2.5 0,694
X2.6 0,837
X2.7 0,63
X2.8 0,797
X3.1 0,692
X3.10 0,722
X3.2 0,873
X3.3 0,852
X3.4 0,763
X3.5 0,817
X3.6 0,749
X3.7 0,895
X3.8 0,739
X3.9 0,813
Y.1 0,645
Y.11 0,836
Y.12 0,762
Y.2 0,754
Y.3 0,775
Y.4 0,77
Y.5 0,715
Y.6 0,7
Y.7 0,796
Y.8 0,767
Y.9 0,646
Sumber: Data diolah (2021)

2. Validitas Diskriminan
Tabel 3 memperlihatkan bahwa nilai akar AVE varibel X1 adalah 0,765;
variabel X2 adalah 0,770; variabel X3 adalah 0,794 dan variabel Y adalah 0,744.

209
Niqosiya: Journal of Economics and Business Research
Vol. 1 No. 2, Juli-Desember 2021: 197-216

Nilai akar AVE ini lebih besar dari pada nilai korelasi antar variabel. Hal ini
mengindikasikan bahwa model valid karena memenuhi validitas diskriminan.
Tabel 3. Hasil Evaluasi Validitas Diskriminan
X1 X2 X3 Y
X1 0,765
X2 0,719 0,770
X3 0,695 0,730 0,794
Y 0,746 0,747 0,702 0,744
Sumber: Data diolah (2021)

3. Uji Reliabilitas Komposit


Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Komposit
Reliabilitas Komposit
X1 0,894
X2 0,920
X3 0,944
Y 0,931
Sumber: Data diolah (2021)

Uji reliabilitas komposit digunakan pada penelitian ini karena lebih


konsisten. Tabel 4 memperlihatkan nilai reliabilitas komposit dari variabel harga
adalah 0,894; variabel promosi adalah 0,920; variabel kualitas pelaayanan adalah
0,944 dan variabel harga adalah 0,931. Nilai reliabilitas komposit masing-masing
variabel lebih dari 0,7 yang mengindikasikan model telah memenuhi pengujian
reliabilitas.

Evaluasi Inner Model


1. Model Persamaan Struktural
Tabel 5. Koefisien Inner Model
Original Sample T Statistics P Values
X1→Y 0,361 3,034 0,003
X2→Y 0,340 2,689 0,007
X3→Y 0,203 1,604 0,109
Sumber: Data diolah (2021)

210
Ridha Maisaroh, Maulida Nurhidayati

Model persamaan struktural yang dibentuk dari hasil yang koefisien inner
model pada Tabel 5 sebagai berikut:
ηloyalitas = 0,361 ξ1 + 0,340 ξ2+ 0,203 ξ3+ Ԇ
dimana
ηloyalitas : Loyalitas
ξ1 : Harga
ξ2 : Promosi
ξ3 : Kualitas pelayanan
Ԇ : Error model structural
Dari model persamaan struktural yang terbentuk dan pengujian parameter
model dapat dijelaskan sebagai berikut
a. Variabel harga memiliki nilai t statistic sebesar 3,034 dan p-value 0,003 kurang
dari 0,05 sehingga variabel harga memiliki pengaruh positif dan signifikan
pada loyalitas konsumen Toko Star Madiun 2. Koefisien variabel harga sebesar
0,361 mengindikasikan bahwa semakin sesuai harga yang ditawarkan oleh
Toko Star Madiun 2 maka loyalitas konsumen akan semakin meningkat.
b. Variabel promosi memiliki nilai t statistic sebesar 2,689 dan p-value 0,007
kurang dari 0,05 sehingga variabel promosi memiliki pengaruh positif dan
signifikan pada loyalitas konsumen Toko Star Madiun 2. Koefisien variabel
promosi sebesar 0,340 mengindikasikan bahwa semakin sering promosi
dilakukan oleh Toko Star Madiun 2 maka loyalitas konsumen akan semakin
meningkan. Lebih jauh, jika promosi yang dilakukan oleh Toko Star Madiun 2
meningkat 1 satuan maka loyalitas akan meningkat sebesar 0,340 satuan.
c. Variabel kualitas pelayanan memiliki nilai t statistic sebesar 1,604 dan p-value
0,109 lebih dari 0,05 sehingga variabel kepuasan pelayanan memiliki pengaruh
positif tetapi tidak signifikan pada loyalitas konsumen Toko Star Madiun 2.

2. Koefisien Determinasi
Tabel 6. Variabel Paling Dominan
Variabel Koefisien rhitung Kontribusi R2
X1 0,361 0,746 26,9 66,5%
X2 0,340 0,747 25,3
X3 0,203 0,702 14,2
Sumber: Data diolah (2021)

211
Niqosiya: Journal of Economics and Business Research
Vol. 1 No. 2, Juli-Desember 2021: 197-216

Nilai R2 dari model struktural yang diperoleh adalah 0,665


mengindikasikan bahwa semua variabel independen mampu menjelaskan
variabilitas dari variabel loyalitas konsumen sebesar 66,5% dan sisanya 33,5
dipengaruhi faktor lain diluar model. Hasil perhitungan pada Tabel 6 menunjukkan
bahwa variabel yang paling dominan memberikan pengaruh pada loyalitas
konsumen adalah variabel harga dengan besaran kontribusi 26,9% disusul variabel
promosi dengan kontribusi 25,3% dan terakhir adalah variabel kualitas pelayanan
dengan konttribusi 14,%.

Pengaruh harga terhadap loyalitas konsumen


Harga memberikan pengaruh positif dan signifikan pada loyalitas konsumen
karena nilai t statistic 3,034 dan p-value 0,003<0,05. Koefisien variabel harga sebesar
0,361 mengindikasikan bahwa semakin sesuai harga yang ditawarkan oleh Toko Star
Madiun 2 maka loyalitas konsumen akan semakin meningkat. Hasil ini bersesuaikan
dengan penelitian yang dilakukan oleh Cardia dkk, Rosnaida serta Pravianti dan
Hermani yang menunjukkan bahwaa harga berpengaruh positif dan signifikan pada
loyalitas konsumen(Cardia dkk., 2019; Salim & Hermani, 2018). Berdasarkan hasil ini,
Toko Stars Madiun 2 diharapkan dapat memberikan harga yang lebih kompetitif dan
bermacam-macam disesuaikan dengan kualitas produk yang dijual tujuannya agar
loyalitas konsumen yang ada saat ini semakin meningkat dan tidak memilih toko
lainnya.

Pengaruh Promosi Terhadap Loyalitas Konsumen


Promosi memberikan pengaruh positif dan signifikan pada loyalitas konsumen
Toko Star Madiun 2 karena nilai t statistic sebesar 2,689 dan p-value 0,007<0,05.
Koefisien variabel promosi sebesar 0,340 mengindikasikan bahwa semakin sering
promosi dilakukan oleh Toko Star Madiun 2 maka loyalitas konsumen akan semakin
meningkan. Lebih jauh, jika promosi yang dilakukan oleh Toko Star Madiun 2
meningkat 1 satuan maka loyalitas akan meningkat sebesar 0,340 satuan. Hasil ini
bersesuaian dengan penelitian Herawati dan Qomariyah serta Ghaisani dkk yang
menunjukkan bahwa promosi memberikan pengaruh positif pada loyalitas
konsumen(Ghaisani dkk., 2016; Herawati & Qomariyah, 2017). Berdasarkan hasil
tersebut, Toko Stars Madiun 2 diharapkan dapat melakukan promosi yang semakin

212
Ridha Maisaroh, Maulida Nurhidayati

menarik, semakin intens, dan semakin luas, seperti halnya promosi yang sudah
dilakukan di sosial media facebook, diharapkan dapat diperluas melalui media sosial
Instagram dan twitter. Selain itu, Toko Stars Madiun 2 juga diharapakan dapat
memperluas promosi dalam bentuk lain, seperti pemberian diskon harga, hadiah-hadiah
menarik dalam minimal pembelian, promo mingguan ataupun promo bulanan.

Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Loyalitas Konsumen


Kualitas pelayanan tidak berpengaruh pada loyalitas konsumen karena nilai t
statistic sebesar 1,604 dan p-value 0,109>0,05. Hasil ini sesuai dengan penelitian
Pradana dan Izzah dan Chasanah yang menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang
signifikan antara kualitas pelayanan terhadap loyalitas konsumen(Izzah & Chasanah,
2020; Pradana, 2018). Hasil ini mengindikasikan bahwa Toko Star Madiun 2 harus
sungguh-sungguh memperbaiki kualitas pelayanan yang diberikan agar mampu
memberikan kontribusi pada peningkatan loyalitas konsumen.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa harga
dan promosi memberikan pengaruh positif dan signifikan pada loyalitas konsumen
Toko Star Madiun 2 tetapi kualitas pelayanan tidak memberikan pengaruh pada
loyalitas konsumen. Harga adalah variabel yang paling dominan memberikan pengaruh
pada loyalitas konsumen Toko stars Madiun 2 dengan konstribusi sebesar 26,9%,
disusul variabel promosi sebesar 25,3% dan varaibel kualitas pelayanan sebesar 14,2%.
Toko Star Madiun 2 dapat meningkatkan loyalitas konsumen dengan jalan memberikan
harga yang baik, dalam artian lebih kompetitif, variatif, dan diiringi dengan kualitas
yang semakin baik. Selain itu, dapat memperluas promosi dengan memberikan promo
mingguan ataupun bulanan, memberikan hadiah menarik, memberikan cashback pada
transaksi dengan minimal pembelian tertentu, juga mengikuti event-event bazar ataupun
sunday market yang diadakan Kota Madiun setiap akhir pekan.
Dari hasil penelitian menunjukkan variabel harga, promosi, dan kualitas
pelayanan berpengaruh sebesar 66,5% dengan 35,5% dipengaruhi faktor lain diluar
model. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian yang akan datang dapat dilakukan dengan
memilih variabel lain yang mempengaruhi loyalitas konsumen seperti, lokasi, kepuasan

213
Niqosiya: Journal of Economics and Business Research
Vol. 1 No. 2, Juli-Desember 2021: 197-216

konsumen, citra merek, serta kepercayaan aar diperoleh model yang lebih sesuai dengan
nilai R2 yang tinggi.

REFERENSI
Al Arif, M. N. R. (2010). Dasar-Dasar Pemasaran Bank Syariah. Bandung:
ALFABETA.
Alma, B., & Priansa, D. J. (2009). Manajemen Bisnis Syariah. Bandung: ALFABETA.
Anggraini, F., & Budiarti, A. (2020). Pengaruh Harga, Promosi, dan Kualitas Pelayanan
Terhadap Loyalitas Pelanggan Dimediasi Kepuasan Pelanggan Pada Konsumen
Gojek. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE), 8(3), 86–94.
[Link]
Aprilinda, P. (2019). Pengaruh Kualitas Pelayanan Kualitas Produk dan Promosi
Terhadap Loyalitas Pelanggan Pada Kedai Kings Coffee Lippo Cikarang
(Skripsi). Universitas Pelita Bangsa, Bekasi.
Arnina P. (2016). Langkah-Langkah Efektif Menyusun SOP. Depok: Huta Publisher.
Atmaja, J. (2018). Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Nasabah Terhadap Loyalitas Pada
Bank BJB. Jurnal ECODEMICA, 2(1), 49–63.
Cardia, D. I. N. R., Santika, I. W., & Respati, N. N. R. (2019). PENGARUH
KUALITAS PRODUK, HARGA, DAN PROMOSI TERHADAP LOYALITAS
PELANGGAN. E-Jurnal Manajemen, 8(11), 6762–6781.
[Link]
Dharmmesta, B. S. (1999). Loyalitas pelanggan: Sebuah kajian konseptual sebagai
panduan bagi peneliti. Jurnal ekonomi dan bisnis Indonesia, 14(3).
Ghaisani, R. P., Darsiharjo, & Miftah, R. (2016). PENGARUH PROMOSI
TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN DI SUIS BUTCHR STAK HOUSE
SETIABUDHI BANDUNG. The Journal Gastronomy Tourism, 3(1), 255–264.
Hasan, A. (2015). Tourism Marketing. Yogyakarta: CAPS.
Herawati, N., & Qomariyah, N. (2017). PENGARUH BAURAN PEMASARAN
TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DENGAN KEPUASAN
PELANGGAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (STUDI EMPIRIS
PELANGGAN SEPEDA MOTOR MATIC HONDA DI SURAKARTA).
BHIRAWA, 4(1), 1–15.
Huda, N., Novarini, Mardoni, Y., & Sari, C. P. (2015). Zakat: Perspektif mikro-makro
pendekatan riset. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Hurriyati, R. (2015). Bauran Pemasaran dan Loyalitas Konsumen. Bandung: Alfabeta.
Insani, N. A., & Madiawati, P. N. (2020). Pengaruh Citra Merk dan Lokasi Terhadap
Loyalitas Konsumen. Jurnal Ilmiah MEA, 4, 21.
Izzah, D., & Chasanah, U. (2020). Pengaruh Kualitas Pelayanan, Citra Merek, dan
Harga terhadap Loyalitas dengan Kepuasan Konsumen sebagai Pemediasi pada
Sinau Kopi PT. Abadi Bina Indonesia. (Skripsi). STIE Widya Wiwaha,
Yogyakarta.
Kasmir. (2016). Kewirausahaan. Jakarta: Rajawali Press.
Khaihatu, T. S., Daengs, A., & Indrianto, A. L. (2015). Manajemen Komplain.
Yogyakarta: Andi Offset.
Kotler, Philip, & Keller, L. K. (2009). Manajemen Pemasaran Edisi 13 Jilid 2. Jakarta:
Erlangga.

214
Ridha Maisaroh, Maulida Nurhidayati

Kotler, Philips, & Armstrong, G. (2008). Prinsip-prinsip Pemasaran edisi 12. Jakarta:
Erlangga.
Laksana, F. (2008). Manajemen Pemasaran Pendekatan Praktis. Yogyakarta: Graha
Ilmu.
Lupiyoadi, R. (2008). Manajemen Pemasaran Jasa. Jakarta: Salemba Empat.
Moenir. (2010). Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.
Mursyid, G. M. (2018). Pengaruh Promosi, Kualitas Pelayanan dan Harga Terhadap
Loyalitas Konsumen (Studi Empiris Pada Pelanggan Foto Studio 26 Surakarta.
(Skripsi). Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.
Noorhayati, N. (2018). PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA, DAN
PROMOSI TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN KARTU PRABAYAR
TELKOMSEL (Studi Kasus Pada Mahasiswa STIE Muara Teweh). Jurnal
Ekonomi Dan Manajemen, 12(1), 42–52.
Pradana, F. (2018). Pengaruh Manajemen Hubungan Pelanggan, Kualitas Pelayanan,
Dan Kualitas Pengalaman Terhadap Loyalitas Pelanggan Dengan Kepuasan
Pelanggan Sebagai Variabel Intervening Pada Nasabah Pt Fac Sekuritas
Indonesia Di Yogyakarta. Jurnal Manajemen Bisnis, 9(2), 193–212.
[Link]
Priansa, D. J. (2017). Perilaku Konsumen Dalam Persaingan Bisnis Kontemporer.
Bandung: Alfabeta.
Rizqia, F. (2018). Pengaruh Labelisasi Halal, Harga dan Kualitas Pelayanan,
Terhadap Keputusan Pembelian Halal Food, di Studio Foodcourt Tunjungan
Plaza Surabaya (Skripsi). Universitas Islam Negeri sunan Ampel Surabaya,
Surabaya.
Rosnaida, R. (2017). PENGARUH CITRA MEREK, HARGA DAN KUALITAS
PRODUK TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN KECAP INDOFOOD
(STUDI KASUS PADA IBU – IBU RUMAH TANGGA DESA BUNUT
SEBERANG KEC. PULO BANDRING). JURNAL PIONIR, 2(3), 1–13.
Salim, A. P., & Hermani, A. (2018). PENGARUH HARGA DAN KUALITAS
PRODUK TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN (Studi Pada Pelanggan
Pasta Gigi Formula berusia > 15 tahun di Kelurahan Bulusan dan Tembalang,
Kecamatan Tembalang, Semarang). Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis, 7(2), 107–
115.
Sarmadi, S. (2012). Spiritualitas Bisnis Mencari Ridho Ilahi. Yogyakarta: CV. Aswaja
Pressindo.
Setiyaningrum, A. (2015). Prinsip-Prinsip Pemasaran. Yogyakarta: Andi Offset.
Sola, K. I. (2017). Pengaruh harga, kualitas produk dan kualitas pelayanan terhadap
loyalitas pelanggan (studi kasus pada Sakola Factory Outlet Jogja) (Skripsi,
Sanata Dharma University). Sanata Dharma University, Yogyakarta. Diambil
dari [Link]
Suarmawan, K. A. (2015). ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI KEBERHASILAN USAHA MIKRO DAN KECIL
(STUDI PADA USAHA KERAJINAN INGKA DI DESA BULIAN, KEC.
KUBUTAMBAHAN). Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha, 5(1), 1–10.
[Link]
Sukpa, W. D., Wijayanto, G., & Taufiqurrahman. (2015). Pengaruh kualitas pelayanan,
kebijakan harga terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan pada jasa lapangan
Internasional futsal Pekanbaru. Jom FEKON, 2(1), 1–18.

215
Niqosiya: Journal of Economics and Business Research
Vol. 1 No. 2, Juli-Desember 2021: 197-216

Sunarya, A., Sudaryono, & Saefullah, A. (2011). Kewirausahaan. Yogyakarta: Andi


Offset.
Tjiptono, Fandy. (2014). Pemasaran Jasa. Yogyakarta: Andi Offset.
Tjiptono, Fandy. (2000). Prinsip & Dinamika Pemasaran (Pertama). Yogyakarta: J &
Learning.
Tjiptono, Fandy. (2006). Pemasaran Jasa. Malang: Bayu Media.

216

Common questions

Powered by AI

Toko Star Madiun 2 should prioritize improving price strategies for immediate enhancement of consumer loyalty, as price showed the most significant impact with a contribution of 26.9% to consumer loyalty. Competitive pricing provides a leverage point for increasing market share and customer retention, more so than promotion and service quality .

Price has a significant positive influence on consumer loyalty. This is evidenced by statistical results showing a T statistic of 3.034 and a p-value of 0.003, indicating that as the price suitability increases, consumer loyalty to Toko Star Madiun 2 also increases. The price's effect is supported by a coefficient of 0.361, highlighting its impact on increasing consumer loyalty when adjusted appropriately .

To enhance consumer loyalty, Toko Star Madiun 2 should focus on competitive and varied pricing strategies, coupled with increased marketing efforts through diverse channels, such as social media expansions on Instagram and Twitter, and consider promotional incentives like discounts and gift offers. These strategies, especially focusing on price and promotion, are supported by their significant impact on customer loyalty as shown by coefficients of 0.361 and 0.340, respectively .

Price and promotion both have a positive and significant impact on consumer loyalty with contributions of 26.9% and 25.3%, respectively. However, service quality's impact is not significant, contributing 14.2%. Together, these variables explain 66.5% of the variability in customer loyalty at Toko Star Madiun 2, highlighting the importance of competitive pricing and active promotion while pointing out the need for improvements in service quality .

The study employed an associative research methodology to analyze the impact of price, promotion, and service quality on consumer loyalty. It involved collecting data through questionnaires from a sample of 97 consumers at Toko Stars Madiun 2, utilizing incidental sampling. This method helps in understanding the relationships among variables and their influence on consumer loyalty .

The document suggests future research could explore other factors influencing consumer loyalty beyond price, promotion, and service quality. Variables such as location, consumer satisfaction, brand image, and trust may provide additional insights for developing a comprehensive model as they also play roles in consumer behavior but were not examined in this study .

The structural equation model outlines the direct positive effects of price (0.361) and promotion (0.340) on consumer loyalty, while showing the lesser impact of service quality (0.203) that is not statistically significant. This model allows for a clear depiction of how these variables cumulatively explain 66.5% of the variance in consumer loyalty, guiding strategic decisions to improve areas with insufficient impact .

Promotion has a positive and significant effect on consumer loyalty with a T statistic of 2.689 and a p-value of 0.007. The promotion coefficient of 0.340 indicates that increased promotional activities by Toko Star Madiun 2 correlate with a rise in consumer loyalty. If promotions improve by one unit, loyalty increases by 0.340 units, supporting the importance of promotion in enhancing consumer engagement .

The key factors of service quality are reliability, assurance, tangible aspects, empathy, and responsiveness. These factors are crucial as they help measure how well a service meets consumer expectations and influences purchase decisions by potentially increasing satisfaction and loyalty when mastered effectively .

Service quality shows a positive but not significant impact on consumer loyalty, with a T statistic of 1.604 and a p-value of 0.109. This suggests that, unlike price and promotion, service quality at Toko Star Madiun 2 does not significantly affect consumer loyalty, implicating a need for improvement in service quality to enhance customer retention .

You might also like