0% found this document useful (0 votes)
11 views6 pages

Jurnal Ilmiah Maksitek ISSN. 2655-4399 Vol. 6 No. 4 Desember 2021

This document discusses a study on the relationship between anxiety and tension-type headaches among medical students at the University of Muhammadiyah North Sumatra in 2020. The study used a descriptive analytical observational method with a cross-sectional study approach. 100 medical students were surveyed about their demographics, anxiety levels, and experiences with tension-type headaches. The results of the statistical analysis showed that there was a significant relationship between anxiety and the incidence of tension-type headaches in these students, with a p-value of 0.0001. Students with higher anxiety levels were more likely to experience tension-type headaches.
Copyright
© All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
11 views6 pages

Jurnal Ilmiah Maksitek ISSN. 2655-4399 Vol. 6 No. 4 Desember 2021

This document discusses a study on the relationship between anxiety and tension-type headaches among medical students at the University of Muhammadiyah North Sumatra in 2020. The study used a descriptive analytical observational method with a cross-sectional study approach. 100 medical students were surveyed about their demographics, anxiety levels, and experiences with tension-type headaches. The results of the statistical analysis showed that there was a significant relationship between anxiety and the incidence of tension-type headaches in these students, with a p-value of 0.0001. Students with higher anxiety levels were more likely to experience tension-type headaches.
Copyright
© All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd

JURNAL ILMIAH MAKSITEK Vol. 6 No.

4
ISSN. 2655-4399 Desember 2021
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN KEJADIAN TENSION - TYPE HEADACHE PADA MAHASISWA KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA TAHUN 2020

1ALDO KRESNA MAHENDRA, 2NELLI MURLINA


1,2UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
[Link]@[Link]

ABSTRACT

Tension-type headache (TTH) is one of the most common headache and most common forms of primary headaches.
According to the International Association for the Study of Pain (IASP) nearly 80% of all people in their lifetime have
experienced episodic TTH and 3% have chronic TTH. TTH has comorbidities with many psychiatric disorders including
anxiety, although the characteristics of the individual itself largely determine the relationship between anxiety and TTH.
Medical students have health problems and high stress levels especially those in their final semester. The demands and
pressures of a tough final project have an impact on high levels of anxiety and stress in medical students. To determine the
relationship between anxiety and events. Tension-Type Headache in Medical Faculty students of the University of
Muhammadiyah, North Sumatra in 2020. Using a descriptive analytic observational method and a cross sectional study
approach with a purposive sampling technique that is samples will be selected and considered subjectively in the hope that
they can provide adequate information in answering research questions. From the results of statistical analysis this study
showed that there was a significant relationship between anxiety and the incidence of TTH in FK UMSU students with a p
value = 0.0001. There is a significant relationship between anxiety and the incidence of TTH in FK UMSU students in 2020.

Keywords : Anxiety, Tension-Type Headache, Medical Student

PENDAHULUAN
Tension-type headache (TTH) merupakan salah satu bentuk dari sakit kepala primer yang paling umum terjadi dan paling
sering dijumpai. Dalam dunia medis TTH memilki beberapa istilah nama, seperti: tension headache, muscle contraction
headache, sakit kepala tegang otot, nyeri kepala tegang otot. Menurut International Association for the Study of Pain (IASP)
hampir 80% pada semua orang semasa hidupnya pernah mengalami TTH episodik dan 3% mengalami TTH kronik.
Prevalensi TTH pertahun pada kota-kota di Eropa adalah 53%, Amerika Selatan 31,5%, Amerika Utara 30%, Asia 18,5%,
Timur Tengah 10,3%, dan Afrika 7%. TTH dapat mengenai semua usia, tetapi sebagian besar orang yang terkena TTH
berusia 20-40 tahun dimana wanita lebih sering mengalami TTH dibanding laki-laki dengan rasio 3:1. Serangan TTH dalam
beberapa bulan terjadi pada 24%-37% penderita TTH, 10% penderita TTH mengalami serangan TTH dalam seminggu, dan
2%-3% menjadi TTH kronik. Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan angka kejadian TTH seperti:
kepribadian labil, tidak mampu berelaksasi setelah bekerja, kecemasan, serta depresi. Sakit kepala memiliki komorbiditas
dengan banyak gangguan kejiwaan termasuk kecemasan. Kecemasan memiliki hubungan yang sangat erat terhadap TTH
Rasa khawatir yang sangat berlebihan dan sering muncul disaat kondisi penuh tekanan merupakan gambaran kondisi psikis
dari suatu kecemasan. Penelitian Ferrante et all (2013) menunjukan prevalensi rata-rata TTH terhadap populasi secara
global yang berkaitan dengan komorbid psikiatrik adalah 42%. Pada penelitian Agus et all (2015) antara kualitas tidur dan
terjadinya nyeri kepala primer, faktor-faktor seperti jenis kelamin, depresi, kecemasan, stres tidak berkorelasi secara statistik
dengan nyeri kepala primer. Tetapi pada penelitian Mahardika Yasa et all (2016) korelasi kecemasan dengan TTH pada
mahasiswa kedokteran memiliki korelasi positif, menurut hasil penelitian tersebut semakin tinggi kecemasan maka semakin
tinggi pula tingkat kejadian TTH. Hal ini didukung dengan penelitian Brit A Blaauw et all (2014) yang menunjukkan bahwa
gejala kecemasan dan masalah perilaku berhubungan dengan sakit kepala berulang di antara remaja Norwegia. Belum ada
yang melakukan penelitian tentang hubungan kecemasan dengan kejadian Tension-Type Headache pada mahasiswa
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Berdasarkan latar belakang diatas peneliti tertarik untuk
11
JURNAL ILMIAH MAKSITEK Vol. 6 No. 4
ISSN. 2655-4399 Desember 2021
melakukan penelitian tentang hubungan kecemasan dengan kejadian Tension-Type Headache pada mahasiswa Fakultas
Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara tahun 2020.

METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional study, yaitu peneliti
melakukan penelitian terhadap subjek dalam satu kali saja pada satu waktu tertentu. Penelitian ini dilakukan di Fakultas
Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara yang beralamat di Jl. Gedung Arca No. 53, Teladan Barat, Kec
Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan dari bulan Januari 2020 sampai bulan Februari 2020.
Penggunaan teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah secara purposive sampling yaitu sampel akan dipilih dan
dipertimbangkan secara subjektif dengan harapan mereka dapat memberikan informasi yang memadai dalam menjawab
pertanyaan penelitian. Dalam penelitian ini akan digunakan analisis data univariat dan bivariat. Karena penelitian ini adalah
penelitian deskriptif analitik. Untuk menguji kemaknaan, digunakan batas kemaknaan yaitu sebesar 5% ( hasil
uji dikatakan ada hubungan yang bermakna jika nilai p< ( dan hasildikatakan tidak ada hubungan yang bermakna
jika p> ( .

HASIL
Analisa Univariat
Distribusi Data Demografi Mahasiswa FK UMSU Tahun 2020
Hasil penelitian pada responden diperoleh distribusi data demografi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas
Muhammadiyah Sumatera Utara (FK UMSU) sebagai berikut :

Tabel 4.1. Distribusi Data Demografi Mahasiswa FK UMSU Tahun 2020


Data Mahasiswa FK UMSU n %
1 Berdasarkan Jenis Kelamin
Laki-Laki 46 46.0
Perempuan 54 54.0
2 Berdasarkan Usia
20 Tahun-21 Tahun 88 88.0
>21 Tahun-22 Tahun 10 10.0
>22 Tahun-23 Tahun 2 2.0
20 Tahun-21 Tahun 88 88.0
3. Berdasarkan Tingkat Kecemasan
Ringan 50 50.0
Sedang 27 27.0
Berat 23 23.0
4. Berdasarkan Kejadian Tension-Type Headache
Tidak TTH 43 43.0
Probable TTH 28 28.0
TTH 29 29.0

Tabel diatas menunjukkan bahwa mahasiswa FK UMSU tahun 2020 yang menjadi responden dengan jenis kelamin
perempuan berjumlah 54 orang (54%) dan laki-laki 46 orang (46%). Berdasarkan usia, usia 20-21 tahun berjumlah 88 orang
(88%), usia >21 tahun-22 tahun sebanyak 10 orang (10 %), usia >22 tahun-23 tahun sebanyak 2 orang (2%).
Berdasarkan tingkat kecemasan, sampel yang mengalami kecemasan ringan adalah berjumlah 50 orang (50%), kecemasan
sedang 27 orang (27%), dan kecemasan berat 23 orang (23%). Berdasarkan kejadian Tension-Type Headache (TTH),
sampel yang tidak mengalami TTH adalah 43 orang (43%), yang mengalami probable TTH 28 orang (28%) dan yang
mengalami TTH sebanyak 29 orang (29%).

12
JURNAL ILMIAH MAKSITEK Vol. 6 No. 4
ISSN. 2655-4399 Desember 2021
Gambaran TTH Pada Mahasiswa FK UMSU Tahun 2020 Terhadap Jenis Kelamin

Tabel 4.2. Gambaran TTH Terhadap Jenis Kelamin


Tension-Type Headache (TTH)
Jenis Tidak TTH Probable TTH TTH
Kelamin n % n % n %
Laki-Laki 21 48.8 12 42.9 13 44.8
Perempuan 22 51.2 16 57.1 16 55.2

Tabel diatas menunjukkan bahwa mahasiswa FK UMSU dengan jenis kelamin laki-laki yang tidak mengalami TTH adalah
sebesar 21 orang (48,8%), Probable TTH berjumlah 12 orang (42,9%), dan yang mengalami TTH berjumlah 13 orang
(44,8%). Sedangkan mahasiswa FK UMSU dengan jenis kelamin perempuan yang tidak mengalami TTH adalah sebesar 22
orang (51,2%), Probable TTH berjumlah 16 orang (57,1%), dan yang mengalami TTH berjumlah 16 orang (55,2%).

Gambaran Tingkat Kecemasan Mahasiswa FK UMSU Tahun 2020 Terhadap Jenis Kelamin

Tabel 4.3. Gambaran Tingkat Kecemasan Terhadap Jenis Kelamin


Tingkat Kecemasan
Jenis Ringan Sedang Berat
Kelamin
n % n % n %
Laki-Laki 22 44.0 13 48.1 11 47.8
Perempuan 28 56.0 14 51.9 12 52.2
Total 50 100.0 27 100.0 23 100.0

Tabel diatas menunjukkan bahwa mahasiswa FK UMSU dengan jenis kelamin laki-laki yang mengalami tingkat kecemasan
ringan adalah sebesar 22 orang (44,0%), kecemesan sedang berjumlah 13 orang (48,1%), dan yang mengalami kecemasan
berat berjumlah 11 orang (47,8%). Sedangkan mahasiswa FK UMSU dengan jenis kelamin perempuan yang mengalami
tingkat kecemasan ringan adalah sebesar 28 orang (56,0%), kecemesan sedang berjumlah 14 orang (51,9%), dan yang
mengalami kecemasan berat berjumlah 12 orang (52,2%).

Analisis Bivariat

Tabel 4.4. Hasil Uji Chi-Square Hubungan Kecemasan Dengan Kejadian TTH
Tension-Type Headache (TTH)
Tingkat Tidak TTH Probable TTH TTH
Kecemasan
n % n % n %
Ringan 35 70.0 11 22.0 4 8.0
Sedang 4 14.8 12 44.4 11 40.7
Berat 4 17.4 5 21.7 14 60.9
P 0.0001

Tabel diatas menunjukkan bahwa mahasiswa FK UMSU yang mengalami tingkat kecemasan ringan dan tidak mengalami
TTH adalah sebesar 35 orang (70.0%), kecemasan ringan dengan Probable TTH berjumlah 11 orang (22.0%), dan
kecemasan ringan dengan TTH sebesar 4 orang (8.0%). Mahasiswa FK UMSU yang mengalami tingkat kecemasan sedang

13
JURNAL ILMIAH MAKSITEK Vol. 6 No. 4
ISSN. 2655-4399 Desember 2021
dan tidak mengalami TTH adalah sebesar 4 orang (14.8%), kecemasan sedang dengan Probable TTH berjumlah 12 orang
(44.4%), dan kecemasan sedang dengan TTH sebesar 11 orang (40.7%). Mahasiswa FK UMSU yang mengalami tingkat
kecemasan berat dan tidak mengalami TTH adalah sebesar 4 orang (17.4%), kecemasan berat dengan Probable TTH
berjumlah 5 orang (21.7%), dan kecemasan berat dengan TTH sebesar 14 orang (60.9%). Setelah dilakukan uji Chi-Square,
didapatkan hasil p=0.0001 (p<0.05), yang bermakna bahwa terdapat hubungan kecemasan dengan kejadian Tension-Type
Headache (TTH) pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FK UMSU) tahun
2020.

PEMBAHASAN
Kecemasan memang sangat sering dikaitkan dengan kejadian TTH, walaupun demikian karakteristik individu itu sendiri
sangat menentukan hubungan antara kecemasan dan TTH. Pada penelitian ini, mahasiswa FK UMSU tahun 2020 yang
mengalami tingkat kecemasan ringan adalah yang terbanyak dengan jumlah 50 orang (50%), kecemasan sedang 27 orang
(27%), dan kecemasan berat 23 orang (23%). Perempuan mengalami tingkat kecemasan sedang lebih banyak daripada laki-
laki yang berjumlah 14 orang (51,9%), dan tingkat kecemasan berat lebih banyak daripada laki-laki yang berjumlah 12 orang
(52,2%). Hal ini sejalan dengan penelitian Muhammad Solih Nst et all (2018) yang juga dilakukan di FK UMSU pada
angkatan 2014, dimana wanita lebih cenderung mengalami simtom kecemasan dibandingkan laki-laki. Penelitian yang
dilakukan oleh Agus Antara et all juga menemukan bahwa perempuan lebih sering mengalami kecemasan dibanding laki-
laki. Penelitian tersebut menuliskan bahwa faktor psikososial yaitu adanya kecemasan dan kepercayaan diri yang rendah
lebih sering menjadi suatu permasalahan pada remaja perempuan dibandingkan laki-laki, diperkirakan karena perubahan
hormonal pada remaja perempuan yang menjadi salah satu faktor penyebabnya. Dari hasil analisis statistik penelitian ini
menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kecemasan dengan kejadian TTH pada mahasiswa FK
UMSU dengan nilai p=0,0001. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Mahardika Yasa et all (2016) dimana korelasi
kecemasan dengan TTH pada mahasiswa kedokteran memiliki korelasi positif, menurut hasil penelitian tersebut angka
kejadian TTH dijumpai lebih sering terjadi dengan bertambahnya tingkat kecemasan yang dialami. Penelitian Brit A Blaauw
et all (2014) juga menunjukkan bahwa gejala kecemasan dan masalah perilaku berhubungan dengan sakit kepala berulang
di antara remaja Norwegia. Hal yang sama juga ditemukan pada penelitian Ferrante et all (2013) yang menunjukan
prevalensi rata-rata TTH secara global berkaitan dengan komorbid psikiatrik. Pada individu yang secara genetis rentan,
diduga karena peningkatan glutamat yang persisten yang diakibatkan oleh stressor yang bersifat kronik, akan menstimulasi
reseptor N-Methyl-D-Aspartate (NMDA) dan mengaktifkan pro-inflammatory transcription factor yang kemudian pada
akhirnya menyebabkan kadar nitric oxide yang tinggi dan menyebabkan vasodilatasi struktur intracranial mengakibatkan
rusaknya nitrosative dan terjadilah nyeri, walaupun begitu hubungan kecemasana dengan kejadian TTH secara patofisiologi
masih belum dapat dijelaskan secara pasti.

KESIMPULAN
Terdapat hubungan yang bermakna antara kecemasan dengan kejadian TTH pada mahasiswa FK UMSU tahun 2020
dengan nilai P=0,0001.

SARAN
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hal-hal yang dapat disarankan adalah :
1. Peneliti mengharapkan pihak FK UMSU juga memberi perhatian kepada mahasiswa kedokteran FK UMSU terhadap
permasalahan kejiwaan, dengan tujuan untuk menurunkan masalah psikologi mahasiswa kedokteran FK UMSU yang
nantinya diharapkan secara berkaitan menurunkan kejadian TTH pada mahasiswa.
2. Bagi mahasiswa kedokteran FK UMSU untuk menambah wawasan tentang pentingnya kesehatan jiwa agar dapat
mengatasi kesulitan dan mengurangi stress, kecemasan, dan TTH.
3. Bagi peneliti berikutnya dapat dijadikan referensi untuk melakukan penelitian selanjutnya dan dapat mengebangkan
dengan menilai faktor stressor yang mempengaruhi tingkat kecemasan seperti remedial ujian blok, beban penulisan
tugas akhir berupa skripsi dan faktor sosial ekonomi dan budaya.

14
JURNAL ILMIAH MAKSITEK Vol. 6 No. 4
ISSN. 2655-4399 Desember 2021
4. Bagi Instansi Nasional, yaitu Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI), peneliti berharap PERDOSSI
dapat menerjemahkan kuesioner Headache Screening Questionnaire English Version (HSQ-EV) kedalam Bahasa
Indonesia, dikarenakan kuesioner untuk Tension-Type Headache (TTH) yang berbahasa Indonesia sangat sedikit.

DAFTAR PUSTAKA
Anurogo D. Tension Type Headache Article in Medical Journal of Indonesia. 2014;41:186-191.

Munir B. Neurologi Dasar. In: 2nd ed. Jakarta: Sagung Seto; 2017:135-143.

Ferrante T, Manzoni GC, Russo M, et al. Prevalence Of Tension-Type Headache In Adult General Population: The Pace
Study And Review Of The Literature. Neurol Sci. 2013;34(1):137-138.

International Association for the Study of Pain (IASP). Global Year Against Headache Oct 2011-Oct 2020 Tension-Type
Headache. Vol 24.; 2011.

Kurniawan M, Suharjanti I, Pinzon RTP. Panduan Praktik Klinis Neurologi Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia
2016. 2016:132-137. [Link]

Waldie EK. University of Auckland Research, ResearchSpace. 2015;1(1:2):1-9. [Link]

Buse DC, Mark Sollars C, Lipton RB. Epidemiology Of The Psychiatric Comorbidities Of Headache. The Neuropsychiatry of
Headache. 2010:1-8.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peran Keluarga Dukung Kesehatan Jiwa Masyarakat. 2016.

Mathew P, Peterlin BL. Kainan University-TAEBC Tension-Type Headache. 2016;1:16-30.

Yasa IMM, Widyadharma E, Adyana IMO. Korelasi Kecemasan Dengan Tension Type Headache Pada Mahasiswa Fakultas
Kedokteran. In: Vol 1. ; 2016:3-8.

Beck, Epstein, Brown, Steer. Beck Anxiety Inventory (BAI) Great Plains Health Behavioral Health. J Consult Clin Psychol.
1988;56:893-897. [Link]

Soodan S, Arya A. Understanding The Pathophysiology And Management Of The Anxiety Disorders. Hum Journals Rev
Artic Oct. 2015;4(43):251-278.

Elvira D S. Buku Ajar Psikiatri. In: 3rd ed. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2017:284-288.

Blaauw BA, Dyb G, Hagen K, et al. Anxiety, Depression And Behavioral Problems Among Adolescents With Recurrent
Headache: The Young-HUNT Study. J Headache Pain. 2014;15(1):1-7. doi:10.1186/1129-2377-15-38

Antara A, Adyana IMO, Samatra DPG. Korelasi Kualitas Tidur Dengan Nyeri Kepala Primer Pada Siswa-Siswi Sekolah
Menengah Atas Negri 1 Amlapura Kabupaten Karangasem. 2015;46:156-161.

Niemi PM, Vainiomäki PT. Medical Students’ Distress - Quality, Continuity And Gender Differences During A Six-Year
Medical Programme. Med Teach. 2006;28(2):136-141.

15
JURNAL ILMIAH MAKSITEK Vol. 6 No. 4
ISSN. 2655-4399 Desember 2021
Solih M, Purwoningsih E, Gultom DP, Fujita II. Pengaruh Penulisan Skripsi Terhadap Simtom Depresi Dan Simtom
Kecemasan Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Angkatan 2014. Ibnu Sina
Biomedika. 2018;2 (1):80-90.

Lumbantobing. Neurologi Klinik Pemeriksaan Fisik Dan Mental. In: Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia;
2008:35-46.

Vincent M, Wang S. Headache Classification Committee of the International Headache Society (IHS) The International
Classification of Headache Disorders, 3rd edition. Cephalalgia. 2018;38(1):1-211.

Van der Meer HA, Visscher CM, Engelbert RHH, Mulleners WM, Nijhuis – van der Sanden MWG, Speksnijder CM.
Development And Psychometric Validation Of The Headache Screening Questionnaire
– Dutch Version. Musculoskelet Sci Pract. 2017;31:52-61.

Kaplan, MD HI, Sadock, MD BJ. Ilmu Kedokteran Jiwa Darurat. In: 1st ed. Jakarta: Williams & Wilkins; 1998:145-146.

Annisa DF, Ifdil I. Konsep Kecemasan (Anxiety) Pada Lanjut Usia (Lansia). Konselor. 2016;5(2):93.
doi:10.24036/02016526480-0-00

Hidayati E, Nurwanah N, Akademik P. Tingkat Kecemasan Terhadap Prestasi Akademik Pengurus Ikatan Mahasiswa
Muhammadiyah. 2019;3(1):13-19.

Lemos MF, Lemos-neto SV, Barrucand L TEP. Education Reduces Preoperative Anxiety in Cancer Patients Undergoing
Surgery : Usefulness of The Self-Reported Beck Anxiety Inventory. 2019:69.

Lee K, Kim D CY. Exploratory Factor Analysis of the Beck Anxiety Inventory and the Beck Depression Inventory-II in a
Psychiatric Outpatient Population. 2018:33(16):1-11.

Oh H, Park K, Yoon S, et al. Clinical Utility of Beck Anxiety Inventory in Clinical and Nonclinical Korean Samples. Front
Psychiatry. 2018;9(666):1-10.

16

You might also like