We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF or read online on Scribd
Bupati Bekase
PERATURAN I3UPATI BEKASI
NOMOR 35 TAHUN 2016
TENTANG
PENYELENGGARAAN PEMANFAATAN RUANG
PADA RUANG KAWASAN I'ERMUKIMAN PERKOTAAN,
KAWASAN PERUNTUKKAN INDUSTRI DAN GARIS SEMPADAN
Menimbang
Mengingat
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI BEKASI,
a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 84
Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 12 Tahun
2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten
Bekasi Tahun 2311-2031, terbatas pada pemanfaatan
ruang kawasan permukiman perkotaan dan kawasan
peruntukan indastri, serta sempadan, perlu adanya
ketentuan yang mengatur tentang penyelenggaraan
pemanfatan ruar g;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan _sebagaimana
dimaksud pada huruf a, perlu ditetapkan Peraturan
Bupati tentang enyelenggaraan Pemanfaatan Ruang di
Kabupaten Bekasi.
1, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang
Pembentukan —Daerah-daerah = Kabupaten dalam
Lingkungan Pro>insi Djawa Barat (Berita Negara Tahun
1950);
2, Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang
Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4725);
3. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha
Mikro, Kecil dar. Menengah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 93, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4866)
4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang
Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2009 Nemor 112, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indon¢ sia Nomor 5038);10.
1.
12,
13.
14,
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang
Perlindungan daa Pengelolaan Lingkungan Hidup
(Lembaran Negari Republik Indonesia Tahun 2009
Nomor 140, Tamibahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor £059};
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang
Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 7,
Tambahan Lemba an Negara Republik Indonesia Nomor
5188);
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang
Pembentukan Peraturan _—_—Perundang-undangan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011
Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor £234);
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah
Susun (Lembaren Negara Republik Indonesia Tahun
2011 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor {:252);
Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011
Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor §:230);
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang
Perdagangan (Lemnbaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2014 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5512);
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun ‘1014 Nomor 244, Tambahan Lembaran
Negara Republik Iidonesia Nomor 5530);
Undang-undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang
Perindustrian (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2014 Norior 4, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5492);
Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang
Administrasi Pemzrintahan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun :!014 Nomor 292, Tambahan Lembaran
‘Negara Republik I1donesia Nomor 5601);
Peraturan Pemeriatah Nomor 24 Tahun 1997 tentang
Pendaftaran Tanah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1997 Nomor 59, Tambahan Lembaran
Negara Republik Iidonesia Nomor 4833);15.
16,
17,
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24,
25.
Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang
Peraturan Pelaksinaan Undang - Undang Nomor 28
Tahun 2002 ten:ang Bangunan Gedung (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 83,
Tambahan Lemba ‘an Negara Republik Indonesia Nomor
4532);
Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang
Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah,
Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan
Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun :2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
Peraturan Pemeriitah Nomor 26 Tahun 2008 tentang
Rencana Tata ‘%uang Wilayah (Lembaran Negara
Republik Indones a Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3696};
Peraturan Pemeriatah Nomor 15 Tahun 2010 tentang
Penyelenggaraan Penataan Ruang (Lembaran Negara
Republik Indones a Tahun 2010 Nomor 21, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5103);
Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang
Izin Lingkungan iLembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2012 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5285);
Peraturan Pemeriatah Nomor 142 tahun 2015 tentang
kawasan industry (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2015 Noror 365, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5806);
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun
2014 tentang Pers turan Pelaksana Atas Undang-Undang
Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan
Perundang-undangan;
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun.
2008 tentang Penataan Ruang Kawasan Jakarta, Bogor,
Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, Cianjur;
Peraturan Menteri_ Perdagangan Republik Indonesia
Nomor 90/M-DAC:/PER/12/2014 tentang Penataan dan
Pembinaan Gudang;
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2009
tentang Pedoman Penyerahan Prasarana, Sarana dan
Utilitas Perumahan dan Permukiman di Daerah;
Peraturan Merteri Pekerjaan Umum Nomor
41/PRT/M/2007 tentang Pedoman Kriteria Teknis
Kawasan Budidaya;Menetapkan
26.
27.
28.
29.
30.
Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 6 Tahun
2008 tentang Urusan Pemerintahan Kabupaten Bekasi
(Lembaran Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2008
Nomor 6);
Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 8 Tahun
2011 tentang HVerubahan atas Peraturan Daerah
Kabupaten Bekasi Nomor 6 Tahun 2009 tentang
Pengendalian Perianfaatan Ruang dan Retribusi Izin
Pemanfaatan Ruang (Lembaran Daerah Kabupaten
Bekasi Tahun 2011 Nomor 8);
Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 12 Tahun
2011 tentang Rer-cana Tata Ruang Wilayah Kabupaten
Bekasi Tahun 2011-2031 (Lembaran Daerah Kabupaten
Bekasi Tahun 2011 Nomor 12);
Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 14 Tahun
2011 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Daerah
Kabupaten Bekasi Tahun 2011 Nomor 14).
Peraturan Daerat Kabupaten Bekasi Nomor 8 Tahun
2014 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten
Bekasi (Lembaran Daerah Kabupaten Bekasi Tahun
2014 Nomor 8).
MEMUTUSKAN:
PERATURAN BUPATI TENTANG PENYELENGGARAAN
PEMANFAATAN RUANG,
BABI
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Bupati ini yang dimal:sud dengan:
1. Daerah adalah Kabupaten Bekasi.
2. Pemerintah Daerah adalah Bupat dan Perangkat Daerah sebagai unsur
penyelenggara Pemerintahan Kabupaten Bekasi.
3. Bupati adalah Bupati Bekasi.
4. Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bekasi, yang selanjutnya
disingkat RTRW adalah hasil perencanaan tata ruang wilayah Kabupaten
Bekasi yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah.10,
ae
13,
14,
Rencana detail tata ruang yang selanjutnya disingkat RDTR adalah
Tencana secara terperinci tentang tata ruang wilayah yang dilengkapi
dengan peraturan zonasi.
Kawasan budi daya adalah wilayal. yang ditetapkan dengan fungsi utama
untuk dibudidayakan atas dasar Fondisi dan potensi sumber daya alam,
sumber daya manusia, dan sumber daya buatan
Kawasan permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar
kawasan lindung, baik berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan
yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian
dan tempat kegiatan yang menduk ing perikehidupan dan penghidupan.
Kawasan permukiman perkotaan adalah kawasan permukiman yang
mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi
kawasan sebagai tempat permakiman perkotaan, pemusatan dan
distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan
ekonomi.
Kawasan Peruntukan Industri adalah bentangan lahan yang
diperuntukkan bagi kegiatan Indu stri berdasarkan Rencana Tata Ruang
Wilayah yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
Kawasan Industri adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan Industri
yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang
dikembangkan dan dikelola oleh Perusahaan Kawasan Industri yang telah
memiliki Izin Usaha Kawasan Industri.
Industri adalah seluruh bentuk k:giatan ekonomi yang mengolah bahan
baku dan/atau memanfaatkan sumber daya industri sehingga
menghasilkan barang yang memp anyai nilai tambah atau manfaat lebih
tinggi, termasuk jasa industri.
Usaha Mikro adalah usaha prodi Ktif milik orang perorangan dan/atau
badan usaha perorangan yanjy memenuhi kriteria Usaha Mikro
sebagaimana diatur dalam Undang-undang tentang Usaha Mikro Kecil
Menengah
Usaha Kecil adalah usaha ekonorni produktif yang berdiri sendiri, yang
dilakukan oleh orang perorangin atau badan usaha yang bukan
merupakan anak perusahaan a:au bukan cabang perusahaan yang
dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak
langsung dari Usaha Menengah atau Usaha Besar yang memenuhi
krriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang yang
mengatur tentang Usaha Mikro Keil Menengah.
Pergudangan adalah peruntukkar. ruang untuk kegiatan yang meliputi
Penerimaan, penyimpanan dan pendistribusian barang serta kegiatan
tersebut dapat menjadi bagian penunjang kegiatan industri maupun
perdagangan.15.
16.
17.
18.
19,
20.
21.
22.
23,
24.
25.
Gudang adalah suatu ruangan tifak bergerak yang tertutup dan/atau
terbuka dengan tujuan tidak untck dikunjungi oleh umum tetapi untuk
dipakai khusus sebagai tempa’ penyimpanan barang yang dapat
diperdagangkan dan tidak untuk k:butuhan send
Perumahan adalah kumpulan ruraah sebagai bagian dari permukiman,
baik perkotaan maupun [Link] dilengkapi dengan prasarana,
sarana, dan utilitas umum sebagei hasil upaya pemenuhan rumah yang
layak huni.
Kegiatan campuran adalah kegiaten yang memiliki dua fungsi atau lebih
yang bersinergi (hunian, perkantoian, pusat perbelanjaan, pusat rekreasi
dan sebagainya) yang memiliki integrasi fungsional dan fisik antar
Komponen fungsi sehingga [Link] lahannya lebih intensif. Integrasi
tersebut dapat berupa ketergantingan antar fungsi yang satu dengan
yang lainnya, KLB yang tinggi, serta koneksi antar fungsi yang
dihubungan dengan jaiur pedestrien.
Kegiatan perdagangan dan jasa komersil adalah bagian dari kawasan
budidaya yang difungsikan untuk. pengembangan kegiatan usaha yang
bersifat komersial, tempat bekerja, tempat berusaha, serta tempat
hiburan dan rekreasi, serta dapat memiliki fasilitas umum/sosial
pendukungnya.
Ruang Terbuka Hijau adalah suati: lahan atau kawasan yang ditetapkan
sebagai ruang terbuka untuk tempat tumbuhnya tanaman/vegetasi yang
berfungsi sebagai pengatur iklim mikro, daerah resapan air, barrier dan
estetika kota.
Ruang terbuka non hijau adalah ni ang terbuka di wilayah perkotaan yang
tidak termasuk dalam kategori RTH, berupa Jahan yang diperkeras
maupun yang berupa badan air.
Prasarana adalah kelengkapan \lasar fisik lingkungan hunian yang
memenuhi standar tertentu untuk kebutuhan bertempat tinggal yang
layak, sehat, aman, dan nyaman.
Sarana adalah fasilitas dalam lingkungan hunian yang berfungsi untuk
mendukung penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan sosial,
budaya, dan ekonomi.
Utilitas Umum adalah kelengkapan penunjang untuk pelayanan
lingkungan hunian,
Garis Sempadan Sungai adalah adalah garis maya di kiri dan kanan
palung sungai yang ditetapkan seb agai batas perlindungan sungai,
Koefisien Dasar Bangunan (KDB) :dalah angka persentase perbandingan
antara luas seluruh lantai dasar bingunan gedung dan luas lahan/tanah
Perpetakan/daerah perencanaan yung dikuasai sesuai rencana tata ruang
dan rencana tata bangunan dan lingkungan.26. Koefisien Lantai Bangunan (KLB) idalah angka persentase perbandingan
antara luas seluruh lantai bangunan gedung dan luas tanah
perpetakan/daerah perencanaan ying dikuasai sesuai rencana tata ruang
dan rencana tata bangunan dan lir gkungan.
27. Saluran Udara Tegangan Ekstra ‘Tinggi (SUTET) adalah saluran tenaga
listrik yang menggunakan kawat telanjang (konduktor) di udara
bertegangan nominal di atas 230 kV sesuai dengan standar di bidang
ketenagalistrikan.
28. Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) adalah saluran tenaga listrik yang
menggunakan kawat telanjang (ko 1duktor) di udara bertegangan nominal
di atas 35 kV sampai dengan 230) kV sesuai dengan standar di bidang
ketenagalistrikan.
29. Advice Planning adalah peta rencna/petunjuk teknis perencanaan tata
Tuang dalam suatu kawasan ruang tertentu
BA3II
MAKSUD, TUJUAN, [‘AN RUANG LINGKUP
Bagian Kesatu
Mak sud
Pasal 2
Maksud Penyelenggaraan Pemanfaata1 Ruang merupakan penjabaran dari
Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupa‘en Bekasi terbatas pada pemanfaatan
dan pengendalian ruang kawasan permukiman perkotaan, kawasan
peruntukan industri dan garis sempaden.
Bagian Kedua
Tujaan
Pasal 3
Penyelenggaraan Pemanfaatan Ruang bertujuan untuk :
@. memberikan arah dan pedoman dalam pelaksanaan pemanfaatan dan
Pengendalian ruang kawasan permukiman perkotaan, kawasan
peruntukan industri dan garis sempadan;
b. mewujudkan tertib penyelenggaraan pemanfaatan dan pengendalian
Tuang kawasan permukiman per erizin dapat dilanjutkan dengan tidak
menambah luas lahan yang teleh dikuasai;
b. Dalam hal izin yang diberikan tidak mempunyai jangka waktu, maka
Kegiatan industri dapat dievaluasi kelayakannya untuk berada di
Kawasan permukiman perkota:n dengan mempertimbangkan izin-izin
yang sudah diberikan;
¢. usaha kecil mikro yang tidak berdampak besar dapat diperkenankan
pada kawasan peruntukan permiukiman perkotaan;
kegiatan industri sebagaimana dinaksud pada ayat 2 huruf a,b, dan ¢
diberikan jangka waktu paling laria 5 (lima) tahun dan selanjutnya agar
menyesuaikan rencana tata ruang wilayah Kabupaten Bekasi.
10a)
(2)
(3)
(4)
Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpij
Pasal 10
Gudang secara terbatas sebagain ana dimaksud pada pasal 5 huruf e
adalah gudang yang sudah memiliki izin sebelum diterbitkannya
peraturan daerah mengenai rencana tata ruang dan kegiatan
pergudangan baru dengan jenis dai skala tertentu.
Gudang secara terbatas sebagai ana dimaksud pada ayat (1), dengan
ketentuan sebagai berikut :
a. Gudang yang sudah berizin sepanjang tidak mengganggu lingkungan,
dipertahankan sampai berakh nya masa perizinan yang diberikan
untuk kemudian disesuaikan dengan rencana detail tata Tuang;
b. Dalam hal izin yang diberikan tidak mempunyai jangka waktu, maka
gudang dievaluasi kelayakainya untuk berada di kawasan
permukiman perkotaan dengen mempertimbangkan izin-izin yang
sudah diberikan untuk kemud an disesuaikan dengan rencana detail
tata ruang;
Permohonan izin gudang baru yang terkait dengan kegiatan industri
diarahkan pada lahan peruntukan industri;
Permohonan izin gudang baru yang berfungsi sebagai pendukung
Permukiman, gudang yang terintegrasi dengan kegiatan perdagangan,
gudang yang terintegrasi dengan permukiman dengan Klasifikasi gudang
kecil, dengan maksimal luas laha1 1000 m2 dapat diperkenankan pada
kawasan permukiman perkotaan dngan persyaratan tambahan :
Memiliki lahan parkir yang memadai
Berada di lokasi jalan dengan ROW minimal 8 meter
Memiliki instalasi pemadam kebikaran
Memiliki jarak bagunan gudang ‘lan perumahan
(SPPBE) tidak diperkenankan
di lingkungan perumahan pada kawasan peruntukan permukiman perkotaan
Bagian Kedua
Ketentuan Teknis Femanfaatan Ruang
pada Kawasan Perriukiman Perkotaan
Pase] 12
Intensitas kegiatan pemanfaatan ruang pada kawasan peruntukan
permukiman perkotaan diatur oleh [Link] Bupati tersendiri.
MWBABIV
KAWASAN PERUNTUKAN INDUSTRI
Bagian Kesatu
Kegiatan Pemanfaatan Ruang pala kawasan Peruntukan Industri
Pasil 13
Pemanfaatan ruang pada kawasan peruntukan industri meliputi:
mospogp
a)
(2)
(3)
a)
(2)
a)
kawasan industri;
industri
infrastruktur industri
gudang
perumahan secara terbatas;
kegiatan Perdagangan dan jasa
kegiatan campuran
Pesal 14
Kawasan industri sebagaimana diniaksud dalam pasal 13 huruf a adalah
kawasan industri eksisting dan pembangunan kawasan industri baru
dengan mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pembangunan kawasan industri baru adalah :
a, kawasan industri dengan luas lahan paling sedikit 50 hektar dalam
satu hamparan dengan membuet studi kelayakan terlebih dahulu;
b. Dalam hal Kawasan Industri ying diperuntukkan bagi Industri Kecil
dan Industri Menengah dapat dibangun dengan Iuas lahan paling
sedikit 5 (lima) hektar dalam situ hamparan dengan membuat studi
kelayakan terlebih dulu;
Perusahaan Kawasan Industri dapat menyediakan infrastruktur
Penunjang dan sarana penunjang ¢i dalam Kawasan Industri .
Pasal 15
Pemanfaatan ruang pada kawascn peruntukan industri sebagaimana
pasal 13 huruf b adalah industri eksisting dan industri baru yaitu
industri menengah dan kecil yang tidak berpotensi menimbulkan
Pencemaran lingkungan hidup yany; berdampak luas.
Industri eksiting untuk industri besar serta industri menengah dan kecil
pada kawasan peruntukan industri tidak diperkenankan untuk
menambah luas lahan dari izin yang sudah diberikan.
Pembangunan Industri wajib mem:nuhi jarak minimal 10 meter sebagai
zona penyangga (buffer zone) dari katas terluar kepemilikan lahan dengan
bangunan,
12Pase! 16
Infrastruktur Industri sebagaimana dimaksud pada pasal 13 huruf ¢ paling
sedikit meliputi:
paoop
Q)
(2)
G)
ay
(2)
(3)
(4)
Fasilitas jaringan energi dan kelistrikan;
Fasilitas jaringan telekomunikasi;
Fasilitas jaringan sumber daya air «lan jaminan pasokan air baku;
Fasilitas sanitasi; dan
Fasilitas jaringan transportasi
Pasal 17
Gudang sebagaimana dimaksud pada pasal 13 huruf d adalah gudang
yang terkait langsung dan tidak ter Memiliki lahan parkir yang memidai
- Mempertimbangkan akses keluar masuk kendaraan
> Wajib menyusun analisa dampal: lalu lintas, analisa daya dukung dan
daya tampung yang dikeluarkan oleh instansi terkait
+ ketentuan mengenai KDB, KLB menjadi kewenangan instansi terkait
Terhadap kegiatan perumahan pada kawasan peruntukan industri wajib
memenuhi persyaratan:
a, diutamakan perumahan untuk p:nunjang kegiatan industri;
b. tidak mengubah struktur ruarg serta tidak berpotensi mengubah
peruntukan industri yang ditetar kan, dan
¢. memenuhi persyaratan dan ketentuan bangunan dan lingkungan yang
diatur dalam peraturan perundangan.
Sarana pemerintahan, sarana pen lidikan, dan sarana kesehatan baru
diperkenankan di lahan peruntukan industri
13Pasel 19
(1) Kegiatan perdagangan jasa sera kegiatan campuran sebagaimana
dimaksud pada pasal 13 huruf f dan g meliputi kegiatan eksisiting dan
baru
(2) Kegiatan perdagangan jasa serti kegiatan campuran baru meliputi
perkantoran industri, logistik, jas-jasa penunjang industri seperti jasa
promosi dan informasi hasil industri, jasa ketenagakerjaan, kepabeanan
dan jasa ekspedisi, jasa keuangai, sarana perniagaan, rumah makan,
dengan ketentuan :
a. Memiliki lahan parkir yang memadai
b, memenuhi jarak tertentu dari bengunan industri dan pergudangan.
¢. ketentuan mengenai KDB dar KLB menjadi kewenangan instansi
terkait
Pasal 20
(1) Pemanfaatan ruang kawasan peruntukan industri selain industri, kawasan
industri, infrastruktur penunjarg industri. serta gudang, tidak
diperkenankan mengganggu fungsi Iawasan peruntukan industri.
(2) Untuk bangunan yang sudah berdiri Pemerintah daerah dapat
memberikan persyaratan tambakan untuk menjamin keselamatan,
Kesehatan dan kenyamanan.
(3) Pemanfaatan ruang selain industri, kawasan industri, infrastruktur
penunjang industri dan gudang dierkenankan paling banyak 25% dari
luas lahan yang dikuasai dalam satt hamparan
(4) Dalam hal pemanfaatan ruang selain industri, kawasan industri
infrastruktur industri dan gudang sudah melampaui 25% dari luas lahan
yang dikuasai, maka tidak diperkenznkan pemanfaatan ruang baru.
Bagian