0% found this document useful (0 votes)
31 views12 pages

Analisis Ekonomi TPA Jatibarang Semarang

This document analyzes the economic and environmental impacts of the Jatibarang Final Waste Processing Site (TPA) in Semarang City. Population growth has increased the amount of waste entering the Jatibarang landfill, impacting surrounding communities. The government plans to redesign Jatibarang TPA to optimize its function and reduce impacts. This study aims to determine public perceptions of benefits and disadvantages, evaluate economic impacts, and analyze redesign engineering alternatives. The methods used include descriptive analysis of public perceptions, productivity value and hedonic pricing methods for economic analysis, and NPV, BCR, IRR, payback period and sensitivity analysis for engineering alternatives. Economic analysis found two re

Uploaded by

ferdin sitinjak
Copyright
© All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
31 views12 pages

Analisis Ekonomi TPA Jatibarang Semarang

This document analyzes the economic and environmental impacts of the Jatibarang Final Waste Processing Site (TPA) in Semarang City. Population growth has increased the amount of waste entering the Jatibarang landfill, impacting surrounding communities. The government plans to redesign Jatibarang TPA to optimize its function and reduce impacts. This study aims to determine public perceptions of benefits and disadvantages, evaluate economic impacts, and analyze redesign engineering alternatives. The methods used include descriptive analysis of public perceptions, productivity value and hedonic pricing methods for economic analysis, and NPV, BCR, IRR, payback period and sensitivity analysis for engineering alternatives. Economic analysis found two re

Uploaded by

ferdin sitinjak
Copyright
© All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd

ANALISIS EKONOMI LINGKUNGAN TERHADAP

TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH (TPA) JATIBARANG


KOTA SEMARANG
Dedi*), Arya Rezagama**), Adi Jatmiko**)

ABSTRACT
Population growth resulted in an increase to the amount of waste entering the landfill Jatibarang. The
existence of the current landfill impact on the surrounding communities. The government made plans to redesign the
landfill Jatibarang optimize the function of the landfill so that the impact of losses can also be reduced. Therefore,
this study aims to determine the public perception of the impact of the benefits and disadvantages, knowing the
economic valuation of the impact of economic and engineering analyzes of landfill Jatibarang redesign. The method
used in this research is descriptive analysis to determine public perception, methods of productivity and enjoyment
value method (Hedonic Pricing) for the analysis of economic valuation and economic analysis techniques for using
the Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Profitability Index (PI), Internal Rate of Return (IRR),
Payack Period (PP) and sensitivity Analysis. From this research, the public perception of the existence of good
landfill. Visible-majority vote of the respondents to assess the environmental hygiene of 72% normal. For the
assessment of the existence of the landfill Jatibarang respondents most ordinary judge by 77% because people are
not bothered by the presence of TPA. While the respondents' assessment of the management of waste in the landfill
Jatibarang majority judge fairly well with a percentage of 56%. Of the overall benefit of the public felt about the
landfill Jatibarang are the benefits income of scavengers Rp 5.41905 billion / year. As for the value Hedonist that
affect the price of land is the land distance factor to landfill and land status. Economic analysis of alternative
techniques for redesigning both TPA Jatibarang only 2 alternatives that meet and feasible. With NPV of
41,922,521,630 (NPV> 0), BCR 1.183653985 (BCR> 1), IRR 25.04% (IRR> discount rste), payback period of 6.96
years and a PI of 75.98404821% (PI <100%). To test the sensitivity of the pessimistic conditions only two
alternatives are still not feasible.
Keywords: Landfill Jatibarang, Valuation Economic Impact, Economic Engineering.

PENDAHULUAN Semarang. Sebagai Ibukota Provinsi Jawa Tengah


Seiring pertambahan penduduk dan dengan predikat Kota Metropolitan yang memiliki
berkembangnya aktivitas manusia maka akan ada luas wilayah 37.370 hektar dengan jumlah penduduk
permasalahn lingkungan. Salah satunya yaitu yang tercatat pada tahun 2010 sekitar 1,5 juta jiwa
mengenai sampah. Dari aktivitas produksi atau lebih mengalami pertumbuhan penduduk dan
konsumsi yang dilakukan manusia akan ekonomi yang dinamik. Yang berdampak pada
menghasilkan buangan (limbah), salah samtunya tingkat konsumsi yang meningkat pada masyarakat.
berupa limbah padat (sampah) yang akhirnya dibuang Dapat tercermin dari komposisi sampat dan
ke tempat pemrosesan akhir sampah (TPA). peningkatan volume sampah yang di produksi Kota
Sampah menjadi permasalahn serius yang Semarang. Timbulan sampah yang tak terkendali
harus dihadapi perkotaan. Tak terkecuali oleh Kota yang masuk ke TPA berdampak pada penurunan

*) Mahasiswa
**) Dosen Pembimbing
kualitas TPA, umur pakai TPA, kesehatan sampling. Simple random sampling merupakan salah
masyarakat sekitar dan lebih jauh lagi terjadinya satu probably sampling. (sugiyono, 2009). Jika
bencana (ledakan gas metan, tanah longsor, dihitung dengan rumus, dapat menggunakan rumus
pencemaran udara dan lain-lain). sebagai berikut:
Dari permasalah yang terjadi Pemerintah Kota
Semarang melakukan pencegahan dengan melakukan
Redesign TPA Jatibarang untuk mengoptimalisasikan dimana :

penggunaan TPA Jatibarang agar lebih efektif. Selain n = sampel

berpendoman kepada amanat Undang-Undang No.18 N = populasi

Tahun 2008 tentang Pengelolan Persampahan dan D = derajat kebebasan (misal : 0,1; 0,05 ; 0,01 )

Permendagri No.33 Tahun 2010 tentang Pendoman Jumlah penduduk di Kelurahan Kedungpane pada

Pengelolaan Sampah, diamanatkan bagi Pemerintah bulan juni tahun 2014 adalah 1264 kk. Jika

Daerah untuk menyelenggarakan sistem pemrosesan diasumsikan jumlah kepala keluarga di 6 Rukun

akhir dengan cara Sanitary Landfill. Warga (RW) yang ada di Kedungpane maka rata-rata

TPA Jatibarang juga memberikan manfaat tiap RW memiliki 211 kepala keluarga. Maka dengan

positif dan negatif bagi masyarakat sekitar. Salah satu populasi tersebut kemudian dimasukan dalam rumus

dampak positif yaitu memberikan lapangan pekerjaan sebagai berikut:

dan menjadi sumber pendapatan dari masyarakat n= = 67,845


yang menjadikan TPA Jatibarang sebagai tempat karena batas minimal pengambilan sampel berjumlah
mata pencaharian seperti pemulung yang menjadikan 67 orang maka dalam penelitian ini penulis
sampah sebagai sumber ekonomi yang dapat dijual melakukan pengambilan sampel dengan jumlah 100
kembali. responden sampel.
Selain hal positif yang diberikan, terdapat pula Teknik Pengumpulan Data
kerugian yang terjadi akibat adanya TPA. Kehadiran 1. Data Primer
sampah menyebabkan kerusakan lingkungan dan Data-data primer yang dibutuhkan yaitu
sumber daya yang besar. Lingkungan sekitar lokasi data kuisioner dan wawancara secara langsung
TPA dapat tercemar, baik melalui udara, air, maupun kepada masyarakat yang tinggal di Kelurahan
tanah hingga itdak layak apabila dijadikan sumber Kedungpane Kecamatan Mijen, antara lain jumlah
daya secara terus-menerus. pemulung, jumlah penghasilan pemulung, harga
tanah/lahan di sekitar TPA Jatibarang.
METODOLOGI PENELITIAN
Teknik Pengambilan Sampel
Penelitian ini difokuskan pada Kelurahan
Kedungpane Kecamatan Mijen dan Tempat
Pemrosesan akhir (TPA) Jatibarang Kota Semarang.
2. Data Sekunder
Data primer penelitian ini diambil dengan metode
Data-data sekunder yang dibutuhkan yaitu
wawancara (interview),dan kuisioner dengan
dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota
responden yang dipilih secara acak / simple random

*) Mahasiswa
**) Dosen Pembimbing
Semarang mengenai gambaran umum TPA Gambar Penilaian Responden Terhadap
Jatibarang, tata guna lahan TPA Jatibarang, aktivitas Kebersihan Lingkungan
di TPA Jatibarang khususnya yang menunjang Responden yang menilai kebersihan lingkungannya
potensi ekonomi, capital cost TPA Jatibarang, annual bersih sebesar 19 orang (19%). Hal ini dikarenakan
cost TPA jatibarang (seperti biaya operasional dan responden sudah terbiasa dengan keadaan lingkungan
perawatan), dan dokumen feasibility study. yang ada karena sebagian besar responden sudah
tinggal di lingkungan sekitar TPA Jatibarang dalam
waktu yang cukup lama. Keadaan demikian juga
terjadi namun dengan tingkat persentase yang lebih
besar, masyarakat menilai keadaan biasa saja dengan
jumlah 72 orang (72%). Hal ini juga disebabkan
masyarakat sudah terbiasa dan beradaptasi dengan
keberadaan TPA Jatibarang. Sedangkan responden
yang menilai kebersihan lingkungannya kotor sebesar
9 orang (9%). Ini dikarenakan ada sebagian
masyarakat yang masih peka terhadap perubahan
lingkungannya terutama kebersihan. Sebagian
masyarakat melihat kebersihan kotor dikarenakan
sampah yang jatuh dari truk sampah yang
mengangkut timbulan sampah menuju TPA
Jatibarang.

Gambar Tahap Pelaksanaan

HASIL DAN PEMBAHASAN


Gambar Penilaian Responden Terhadap
Persepsi Masyarakat Terhadap Dampak Dari
Keberadaan TPA Jatibarang
TPA

Penilaian persepsi masyarakat tentang keberadaan


TPA Jatibarangsebagian besar menilai biasa saja
dengan jumlah 77 orang (77%). Ini dikarenakan
masyarakat yang sudah cukup lama tinggal
berdampingan dengan TPA Jatibarang sehingga
segala aktivitas yang dilakukan masyarakat dilakukan
dengan biasa dan tidak merasa terganggu oleh

*) Mahasiswa
**) Dosen Pembimbing
apapun. Berbeda dengan penilaian masyarakat yang
merasa terganggu oleh adanya TPA Jatibarang
dengan jumlah 11 orang (11%). Hal ini dikarenakan
masyarakat terganggu oleh bau yang terkadang yang
dirasakan. Sedangkan sebagian masyarakat menilai
dengan tidak tahu sebesar 12 orang (12%), hal ini
juga dikarenakan masyarakat ada yang tidak peduli
dengan adanya keberadaan TPA Jatibarang, karena
tidak mempengaruhi langsung segala aktivitas
mereka. Gambar Persepsi Masyarakat Tentang Manfaat
Keberadaan TPA Jatibarang
Dari jawaban persepsi masyarakat menunjukan
berbagai kombinasi jawaban. Manfaat penghasilan
dari barang bekas TPA menjadi jawaban terbanyak
sama seperti kombinasi manfaat lapangan pekerjaan
baru, penghasilan dari barang bekas TPA yakni
berjumlah 24 responden (24%). Banyaknya

Gambar Penilaian Responden Terhadapa masyarakat yang menjadikan TPA Jatibarang sebagai

Pengeloaan Sampah di TPA Jatibarang tempat bekerja menjadikan kedua jawaban tersebut

Dari seluruh persentase hasil menunjukan cenderung yang paling banyak dinilai mansyarakat sebagai

cukup baik hal ini dikarenakan pengelolaan TPA manfaat yang timbul akibat keberadaan TPA

jatibarang sudah memenuhi standar operasional mulai Jatibarang. Sedangkan penilaian terkecil yang

dari pengangkutan hingga penimbunan di dalam TPA diberikan masyarakat adalah manfaat penghasilan

Jatibarang. Didalam TPA Jatibarang penimbunan dari kompos yaitu 1 responden (1%). Hal tersebut

sampah dilakukan dengan baik dan tertata rapi sesuai disebabkan TPA Jatibarang belum memiliki

zona yang sedang dimanfaatkan. Sehingga pemulung pengolahan sampah menjadi kompos yang memadai

sekitar lebih terbantu untuk mengambil sampah- secara kualitas maupun kuantitas. Dan juga

sampah yang ada. Namun masyarakat sedikit menilai masyarakat masih belum terlibat banyak dalam

kurang dikarenakan terkadang dari truk sampah yang pengolahan sampah menjadi kompos yang sudah

masuk ke TPA masih ada sampah yang jatuh dijalan dilakukan TPA Jatibarang, sehingga masyarakat

dan tidak dibersihkan atau terlambat dalam menilai manfaat tersebut masih kecil. Dalam hal

penanganannya. penilaian ini masyarakat menilai adanya lapangan


pekerjaan baru yaitu seperti adanya masyarakat yang
menjadi pemulung,peternak atau bahkan pegawai
operasional didalam TPA Jatibarang. Sedangkan ada
beberapa masyarakat yang menilai dengan penilainan
lainnya yaitu sebesar 6%. Nilai persepsi ini

*) Mahasiswa
**) Dosen Pembimbing
didasarkan adanya masyarakat yang mendapat baku mutu yaitu untuk parameter Pb (timbal) dan Mn
manfaatlainya dari TPA Jatibarang seperti menjadi (mangan). (Kartini et al, 2005). Ini disebabkan
pedagang makanan didalam TPA Jatibarang. karena kondisi bangunan pengolahan air lindi yang
ada di TPA Jatibarang tidak dapat mengolah dengan
optimal sehingga air lindi langsung mengalir menuju
badan air sungai kreo. Dari hasil persepsi responden
juga sebagian yang menilai dengan penilaian lainnya
yaitu sebesar 17%, hal ini dikarenakan hal lain
tersebut yang dapat merugikan masyarakat seperti
adanya lalat yang muncul di sekitar rumah
masyarakat dikarenakan jarak rumah yang cukup
dekat dengan lokasi TPA Jatibarang.

Gambar Persepsi Masyarakat Tentang Kerugian Analisis Ekonomi Teknik


Keberadaan TPA Jatibarang Metode Nilai Produktifitas
Gambar diatas menunjukan persepsi masyarakat Manfaat yang berupa penerimaan pendapatan
menilai kerugian yang muncul dari TPA Jatibarang. masyarakat yang menjadi pemulung dapat melalui
Penilaian kerugian untuk pencemaran udara dinilai perhitungan nilai produktivitas dengan mengestimasi
paling tinggi merugikan yang masyarakat rasakan. besarnya pendapatan yang diperoleh dari hasil
sebanyak 46 responden (46%) menganggap bahwa menjual barang bekas.
pencemaran udara yang merugikan sebab seringkali Manfaat yang berupa pendapatan masyarakat yang
bau yang ditimbulkan dari TPA Jatibarang dirasakan menjadi pemulung yang bekerja di TPA Jatibarang
masyarakat. Dan juga debu yang timbul dari dapat di estimasi dengan total pendapatan pemulung
kendaraan pengangkut sampah yang melewati jalan perminggu. Manfaat yang dirasakan msyarakat yang
sekitar rumah masyarakat. Sedangkan penilaian menjadi pemulung dapat dilihat pada table dibawah.
paling kecil kerugian yang dirasakan masyarakat Tabel Jumlah Pendapatan Pemulung
adalah pencemaran air. Sebanyak 1 responden (1%). Jenis Pendapatan/minggu pendapatan/tahun
Hal ini dikarenakan sebagian masyarakat Pemulung Rp 104.212.500 Rp [Link]
Dari table. manfaat yang dirasakan oleh masyarakat
menggunakan air yang berasal dari sumur artesis dan
yang menjadi pemulung sebesar Rp [Link].
mata air sehingga masyarakat menilai tidak terjadi
nilai ini didapat dari rata-rata pendapatan pemulung
pencemaran air karena air yang digunakan
per minggu dari jumlah responden pemulung yang
kulaitasnya cukup baik. Responden yang menilai
berjumlah 70 orang (70%). Kemudian nilai rata-rata
bahwa terjadinya pencemaran air dikarenakan
tersebut dikalikan dengan jumlah seluruh pemulung
responden dan sebagian masyarakat masih ada yang
yang ada di TPA Jatibarang yang berjumlah 350
menggunakan air yang bersumber dari sungai kreo.
orang. Dari nilai tadi didapat pendapatan seluruh
Alasan ini juga didukung oleh penelitian yang
pemulung per minggu. Dari data tersebut dapat
mengatakan bahwa kualitas air sungai kreo melebihi
diketahui jjumlah pendapatan pemulung jika

*) Mahasiswa
**) Dosen Pembimbing
diasumsikan pemulung bekerja selama 52 minggu konsumsi air bersih (X4). Hasil persamaan regresinya
selama satu tahun. Sehingga didapat toal pendapatan adalah:
selama satu tahun. Tabel Hasil Estimasi Harga Lahan di Kelurahan
Kedungpane
Metode Nilai Kesenangan (Hedonic Pricing)
Harga lahan menentukan pilihan seseorang untuk
tinggal disuatu tempat. Lahan dengan harga tinggi
mencerminkan semakin tinggi kualitas lahan tersebut
baik lokasi, karakteristik property, karakteristik
lingkungan sekitar, maupun karakteristik
aksesibilitasnya. Kenaikan harga lahan juga
merupakan suatu konsekuensi dari suatu perubahan
Tabel diatas merupakan matrik kolerasi variabel
penggunaan dan pemanfaatan lahan tersebut.
harga lahan, jarak ke TPA, luas lahan, status lahan,
Harga lahan responden bervariasi mulai dari Rp
dan biaya konsumsi air bersih. Berdasarkan hasil
120.000 / hingga Rp 200.000 / . Hasil
diatas maka dapat dibuat interpretasi kolerasinya.
penelitian menunjukan terdapat 34% harga lahan
Dilihat dari besarnya signifikansi maka dapat
yang kurang dari atau sama dengan 150.000 / ,
diputuskan korelasinya.
33% harga lahan responden antara 150.001 / -
1. Jarak Ke TPA
180.000 / dan 33% lagi harga lahan responden Hubungan antara harga lahan dan jarak ke TPA
lebih dari 180.001 / . koefisien korelasinya adalah 0,794 dan
signifikansinya 0,000 lebih kecil dari 0,005
yang berarti ada korelasi antara keduanya. Yang
artinya variabel ini berpengaruh nyata terhadap
harga lahan. Nilai korelasi yang positif
menunjukan semakin jauh jarak lahan dati TPA
Jatibarang maka semakin mahal harga lahan.
Hal ini terjadi karena semakin jauh jarak tempat
tinggal dari TPA Jatibarang menyebabkan
Gambar Distribusi Harga Lahan
dampak nagatif dari TPA Jatibarang yang
Pendugaan fungsi factor-faktor yang mempengaruhi
dialami semakin sedikit maka kualitas
harga lahan pemukiman di sekitar TPA Jatibarang
lingkungan akan semakin baik sehingga harga
dilakukan dengan analisi regresi berganda. Variable
lahan akan semakin tinggi. Ditunjukan untuk
tidak bebas (dependent variable) yang digunakan
tempat tinggal pada jarak 1500 meter harga
adalah harga lahan, sedangkan variable yang
lahannya sebesar Rp 200.000 / , sedangkan
dimasukan dalam variable bebas (independent
untuk tempat tinggal yang berjarak 500 meter
variabel) adalah jarak lahan dengan TPA Jatibarang
dari TPA Jatibarang harga lahannya sebesar Rp
(X1), Luas lahan (X2), Status Lahan (X3), dan biaya
120.000 / .

*) Mahasiswa
**) Dosen Pembimbing
2. Luas Lahan Dari hasil perhitungan, bisa ditentukan nilai Net
Hubungan antara harga lahan dan luas lahan Present Value dari redesain TPA Jatibarang. Dari
koefisien korelasinya adalah – 0,068 dan cashflow pada lampiran, dengan umur umur proyek
signifikansinya 0,404 lebih besar dari 0,05 yang yang diasumsikan sebesar 20 tahun dimulai dari
berarti tidak ada korelasi antara keduanya. Yang tahun 2014 hingga 2033 dengan tingkat suku bunga
artinya bahwa luas lahan tidak berpengaruh 12%. Didapat nilai NPV pada kedua alternatif. Untuk
terhadap perubahan harga lahan. alternatif 1 didapatkan Total Present Value untuk
3. Status lahan biaya sebesar Rp [Link] dan Total Present
Hubungan antara harga lahan dan status lahan Value untuk manfaat sebesar Rp [Link]
koefisien korelasinya adalah 0,639 dan sehingga nilai NPV untuk alternatif 1 adalah:
signifikansinya 0,005 lebih kecil dari 0,05 yang NPV = PV manfaat – PV biaya
berarti ada korelasi antara keduanya. Yang = [Link] - [Link]
artinya bahwa status lahan mempengaruhi harga = -[Link]
lahan. Nilai korelasi bertanda positif NPV yang didapat dari alternatif 1 lebih kecil dari 0
menunjukan jika lahan tersebut bersertifikat (NPV<0) yang berarti proyek tersebut tidak memiliki
maka harga lahan akan semakin tinggi. Hal ini nilai ekonomis yang cukup untuk dilaksanakan. Ini
terjadi karena lahan yang bersertifikat dimiliki dikarenakan NPV<0, proyek tidak layakjumlah biaya
secara hokum sehingga dapat meningkatkan masih lebih besardibanding manfaat yang diterima.
harga lahan. Lahan yang tidak memiliki Untuk analisis nilai NPV pada alternatif 2 didapatkan
sertifikat sebagai hak milik biasanya Total Present Value untuk biaya sebesar Rp
memerrlukan proses yang cukup panjang dan [Link] dan Total Present Value untuk
membutuhkan dana yang tidak sedikit sehingga manfaat sebesar Rp [Link] sehingga nilai
dengan adanya bukti konkret kepemilikan akan NPV untuk alternatif 1 adalah:
menyebabkan lahan ikut meningkat. NPV = PV manfaat – PV biaya
4. Biaya Konsumsi Air Bersih = [Link] - [Link]
Hubungan antara harga lahan dan biaya = [Link]
konsumsi air bersih koefisien korelasinya adalah NPV yang didapatkan dari alternatif 2 lebih besar
1,000 dan signifikansinya 0,228 lebih besar dari dari 0 (NPV>0) yang berarti proyek tersebut
0,05 yang berarti tidak ada korelasi antara mempunyai nilai ekonomis yang cukup untuk
keduanya. Yang artinya bahwa biaya konsumsi dilaksanakan. Semakin besar nilai NPV maka
air bersih tidak mempengaruhi harga lahan. semakin baik, karena tambahan keuntungan riil
semakin besar.

Analisis Ekonomi Teknik Benefit Cost Ratio (BCR)


Net Present Value (NPV)

*) Mahasiswa
**) Dosen Pembimbing
Dari cashflow didapatkan nilai BCR dengan Sedangkan untuk alternatif 2 nilai IRR dengan
membandingkan Total Present Worth manfaat dan menggunakan nilai IRR dapat dihitung dengan
biaya. Dengan umur proyek sebesar 20 tahun dan melihat cashflow yang terdapat pada lampiran. Nilai
tingkat suku bunga sebesar 12%. Didapatkan nilai IRR pada proyek ini dapat dihitung dengan metode
BCR pada alternatif 1 adalah: trial and error diperkirakan berada di antara 40% dan
BCR = PV manfaat / PV biaya 50%, sehingga nilai IRR dapat ditentukan dengan
= [Link] / [Link] interpolasi sebagai berikut:
= 0,464586004 IRR = 25% +
Dari perhitungan didapatkan BCR kurang daripada 1 [ ]
(BCR<1) yang berarti nilai manfaat proyek tersebut
= 25% + 0,04%
lebih kecil dibandingkan dengan nilai biaya proyek
= 25,04%
tersebut. Sehingga untuk alternatif 1 proyek ini
Tingkat suku bunga yang digunakan dalam penelitian
belum layak untuk dilaksanakan.
ini adalah sebesar 12% (IRR > tingkat suku bunga)
Sedangkan nilai BCR untuk alternnatif 2 dapat
sehingga proyek pada alternatif 2 dapat diterima.
dihitung dengan umur proyek 20 tahun dan tingkat
suku bunga 12%:
Payback Period (PP)
BCR = PV manfaat / PV biaya
Periode pengembalian yang didapatkan dari analisis
= [Link] / [Link]
ini dapat dihitung dengan menentukan aliran
= 1,183653985
kumulatif aliran dana dari proyek tersebut (lihat
Dari perhitungan didapatkan BCR lebih daripada 1
cashflow pada lampiran). Dalam perhitungan, untuk
(BCR>1) yang berarti nilai manfaat proyek tersebut
alternatif 1 tidak didapatkan periode pengembalian.
lebih besar dibandingkan dengan nilai biaya proyek
Ini dikarenakan nilai kumulatif dari proyek tiao tahun
tersebut. Sehingga untuk alternatif 2 proyek ini layak
selalu negative akibat nilai biaya tahunan masih lebih
untuk dilaksanakan.
besar dari manfaat tahunan yang diterima.
Dalam perhitungan untuk alternatif 2 didapatkan
Internal Rate Return (IRR)
periode pengembalian terjadi antara 2 dan 3 tahun
Metode internal rate return (IRR) digunakan untuk
(lihat cashflow dalam lampiran). Sehingga dapat
menghitung laju pengembalian modal. Syarat untuk
dihitung interpolasi sebagai berikut:
menghitung IRR adalah adanya arus kas pemasukan
PP = 6 +
dan pengeluaran, dan jumlah seluruh penerimaan
[ ]
lebih besar daripada seluruh pengeluaran.
Untuk alternatif 1 nilai IRR menghasilkan nilai = 6,96 tahun

negative karena dengan percobaan trial and error Kriteria yang digunakan untuk menilai alternatif

tingkat suku bunga yang digunakan masih dibawah terbaik adalah periode pengembailan terpendek.

suku bunga 12% (IRR<discount rate), sehingga pada Diterima atau tidaknya periode pengembalian ini

alternatif 1 proyek dintakan tidak layak. tergantung pada periode pengembalian yang
terpendek yang diinginkan oleh investor. Semakin
kecil periode pengembalian, semakin baik karena

*) Mahasiswa
**) Dosen Pembimbing
resika investasi semakin kecil. Dalam analisis ini Dari perhitungan cashflow pada lampiran, didapatkan
alternatif 2 yang memiliki nilai paypack period analisis ekonomi teknik pada parameter-parameter
terkecil yaitu 2,61 tahun. NPV dan BCR yaitu:
Tabel Nilai NPV dan BCR Pada Kondisi
Profitability Index (PI) Pesimistik
Profitability index adalah perbandingan antara nilai Parameter Alternatif 1 Alternatif 2
NPV dengan biaya capital yang dikeluarkan. Dari NPV -73,984,367,855 -86,684,613,350
perhitungan pada cashflow dalam lampiran bisa BCR 0.215344256 0.599276001
diketahui nilai PI pada alternatif 1 yaitu:
PI = (-[Link] / [Link]) x Pada alternatif 1 menunjukan bahwa dari kedua
100% parameter ekonomi teknik pada kondisi pesimistik
= -106,8136747 % menghasilkan NPV<0 dan BCR<1 yang berarti
Profitability index alternatif 1 adalah sebesar - alternatif 1 tidak layak dilaksanakan karena tidak
72.3964933% (PI<100%), sehingga dari parameter memberikan manfaat secara ekonomis.
ini rencana investasi alternatif 1 ini belum layak Sedangkan pada alternatif 2 kondisi sama juga terjadi
untuk dilaksanakan. bahwa dari kedua parameter ekonomi teknik pada
Sedangkan pada analisis PI untuk alternatif 2 dapat kondisi pesimistik menghasilkan NPV<0 dan BCR<1
dianalisis perhitungannya, yaitu: yang berarti alternatif 2 tidak layak dilaksanakan
PI = ([Link]/ ([Link] + karena tidak memberikan manfaat secara ekonomis.
[Link])) x 100%
= 75,98404821% KESIMPULAN
Profitability index alternatif 2 adalah sebesar 1. Persepsi masyarakat terhadap keberadaan TPA
75,98404821% (PI>100%), sehingga dari parameter baik. Terlihat dari masyoritas penilaian
ini rencana investasi alternatif 2 juga ini belum layak responden terhadap kebersihan lingkungan
atau kurang menarik untuk dilaksanakan namun dari menilai sebesar 72% biasa saja. Untuk penilaian
segi perhitungan lain untuk alternatif 2 memenuhi responden terhadap keberadaan TPA Jatibarang
kriteria layak. paling banyak menilai sebesar 77% biasa saja
karena masyarakat tidak merasa terganggu
Analisis Sensitifitas Pada Kondisi Pesimistik dengan keberadaan TPA. Sedangkan penilaian
Pada analisis sensitifitas pada kondisi pesimistik, responden terhadap pengelolaaan sampah di
diasumsikan terjadi perubahan kondisi yang terburuk TPA Jatibarang mayoritas menilai cukup baik
yaitu discount rate sebesar 18%, deviasi biaya dengan persentase sebesar 56%. Untuk
sebesar 30% dan deviasi manfaat sebesar -30%. Pada identifikasi penilaian manfaat TPA responden
analisis ini keputusan investasi diuji sensitifitasnya paling banyak menjawab 24% penghasilan dari
apabila terjadi kondisi yang paling tidak diharapkan. barang bekas. Sedangkan identifikasi kerugian
responden paling banyak menjawab 46%
pencemaran udara

*) Mahasiswa
**) Dosen Pembimbing
2. Dari keseluruhan manfaat yang dirasakan DAFTAR PUSTAKA
masyarakat sekitar TPA Jatibarang terdapat ____________ . 2008. Undang-Undang Republik
manfaat pendapatan dari pemulung sebesar Rp Indonesia Nomor 18 Tahun 2008
[Link] / tahun. Sedangkan untuk Nilai tentang Pengelolaan Sampah.
Hedonis yang mempengaruhi harga lahan ____________ . 2010. Peraturan Menteri Dalam
adalah faktor jarak lahan ke TPA dan status Negeri Nomor 33 Tahun 2010
lahan. tentang Pedoman Pengelolaan
3. Analisis ekonomi teknik untuk kedua alternatif Sampah.
redesain TPA Jatibarang hanya alternatif 2 yang ____________. 2012. Peraturan Pemerintah
memenuhi dan layak untuk dilaksanakan. Republik Indonesia Nomor
Dengan NPV sebesar [Link] (NPV>0), 81Tahun 2012 tentang
BCR 1,183653985 (BCR >1), IRR 25,04% Pengelolaan Sampah Rumah
(IRR>discount rste), Payback Period 6,96 tahun tangga dan Sampah Sejenis
dan PI sebesar 75,98404821% (PI<100%). Rumah Tangga.
Untuk uji sensitifitas dalam kondisi pesimistik Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian . Penerbit
hanya kedua alternatif yang masih belum layak Rineka Cipta : Jakarta.
untuk dilaksanakan Bujagunasti Y . 2009 . Estimasi Manfaat dan
Kerugian Masyarakat Akibat
SARAN Keberadaan Tempat Pemrosesan
1. Studi ini dalam tahap siklus proyek menempati akhir : Studi Kasus di PA Bantar
tahap persiapan yang masih berupa studi Gebang , Kota Bekasi. Skripsi.
kelayakan. Dari hasil analisis ini, disarankan Departemen Ekonomi
untuk dilakukan tahap berikutnya yaitu Sumberdaya dan Lingkungan
impelemtasi, yang didalamnya terdapat Fakultas Ekonomi dan
perhitungan detail engineering dan anggaran Manajemen Institut Pertanian
biaya. Bogor.
2. Penelitian lanjutan diperlukan agar sedapat Hadiwiyoto, S. 1983. Penanganan dan Pemanfaatan
mungkin menilai faktor intangible (tidak nyata) Sampah. Yayasan Idayu: Jakarta
menjadi tangible (faktor nyata) sehingga valuasi Hifdziyah, L. 2011 . Analisis Penurunan Kualitas
ekonomi lingkungan menjadi lebih mudah Lingkungan Di Sekitar Tempat
dihitung dan lebih tepat. Pemrosesan akhir Sampah
. Galuga Kabupaten Bogor Jawa
Barat. Skripsi. Departemen
Ekonomi Sumberdaya dan
Lingkungan Fakultas Ekonomi
dan Manajemen Institut Pertanian
Bogor.

*) Mahasiswa
**) Dosen Pembimbing
Kartini . 2005 . Estimasi Penyebaran Polutan Fakultas Teknik Sipil dan
Dengan Metode Self Potential Perencanaan Institut Teknologi
(Studi Kasus TPA Jatibarang, Bandung.
Kecamatan Mijen, Kota Sugiyono. 2009. Metode Penelitian
Semarang). Jurnal Berkala Kuantitatif Kualitatif dan R&D.
FisikaVol.8 No.1, Januari 2005, Penerbit Alfabeta : Bandung
hal 27-32. ISSN: 1410-9662 Suhan, G.Y . 2009. Estimasi Nilai Penurunan
Kementrian Lingkungan Hidup . 2007 . Panduan Kualitas Lingkungan Terhadap
Valuasi Ekonomi Sumber Daya Harga Lahan Di Sekitar Tempat
Alam dan Lingkungan. Pemrosesan akhir Sampah
Nuraini, Mya R. 2009. Kajian Nilai Ekonomi Cipayung Kota Depok Jawa
Penerapan Konsep Daur Ulang Barat. Departemen Ekonomi
Pada TPA Jatibarang Kota Sumberdaya dan Lingkungan
Semarang. Skripsi Program Studi Fakultas Ekonomi Dan
Teknik Lingkungan Fakultas Manajemen. Institut Pertanian
Teknik Universitas Diponegoro. Bogor.
Ramadhan , A . 2009 . Analisis Kesediaan Menerima Sulistyawati, Endah . 2008. Pengaruh Agen
Dana Kompensasi Di Tempat Dekomposer Terhadap Kualitas
Pemrosesan akhir Sampah Hasil Pengomposan Sampah
Cipayung Kota Depok Jawa Organik Rumah Tangga. Sekolah
Barat. Departemen Ekonomi Ilmu dan Teknologi Hayati Institut
Sumberdaya dan Lingkungan Teknologi Bandung.
Fakultas Ekonomi dan Suparmoko, M . 2006 . Panduan dan Analisa Valuasi
Manajemen Institut Pertanian Ekonomi Sumber Daya Alam dan
Bogor . Lingkungan (edisi ke-1). Penerbit
Reksohadiprodjo,Sukanto dan BPFE : Yogyakarta.
Brodjonegoro,[Link].1998 Sutjahjo,S.H , Lay B. W, Herison C. 2007 .
. Ekonomi Lingkungan. Pengelolaan Tempat Pembuangan
Yogyakarta : BPFE Yogyakarta. Akhir Sampah dengan Pendekatan
Salengke. 2012. Engineering Economy. Penerbit ‘Zero Waste’ (Nirlimbah)
Identitas Universitas Hasanudin : Berbasis Partisipasi Masyarakat.
Makassar Laporan Akhir Hibah Pasca IPB.
Setiabudi,W. 2004. Analisis Kelayakan Bogor.
Ekonomi Teknik Instalasi Tietenberg, Thomas H. 1996. Environmental and
Pengolahan Air Limbah Domestik Natural Resource Economics (4th
di Kota Depok. Skripsi. edition). Harper Collins Publishers
Departemen Teknik Lingkungan : New York

*) Mahasiswa
**) Dosen Pembimbing
Thuesen,G.J. dan [Link] .1993. Engineering
Economy (8th edition). Pretince-
Hall Inc : New Jersey.
Wardhana, W.A .2004. Dampak Pencemaran
Lingkungan (edisi revisi). Penerbit
Andi : Yogyakarta.
Wulandari, I.A.M .2011 Analisis Ekonomi
Pengembangan Bendungan Poh Santen di Desa Poh
Santen Kecamatan Mendowo Kota Jembrana. Tesis
Program Magister Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi
Program Pascasarjana Universitas Udayana
Denpasar.

*) Mahasiswa
**) Dosen Pembimbing

Common questions

Powered by AI

Dampak negatif utama yang dirasakan masyarakat adalah pencemaran udara, dengan 46% responden menganggapnya paling merugikan karena bau tidak sedap dan debu dari kendaraan pengangkut sampah .

Metode analisis sensitifitas digunakan dengan asumsi perubahan kondisi terburuk seperti deviasi biaya +30% dan manfaat -30% serta discount rate 18%. Pada kondisi pesimistik, baik alternatif pertama maupun kedua menunjukkan NPV<0 dan BCR<1, menunjukkan proyek tidak layak secara ekonomis .

Keberadaan TPA Jatibarang dinilai memiliki sedikit pengaruh terhadap pencemaran air dengan hanya 1% responden merasa terpengaruh, karena banyak masyarakat menggunakan air dari sumur artesis dan mata air yang kualitasnya cukup baik, meskipun air sungai Kreo melebihi baku mutu untuk beberapa parameter .

Sebagian besar masyarakat menilai kebersihan lingkungan di sekitar TPA Jatibarang biasa saja (72%), karena mereka sudah terbiasa dan beradaptasi dengan keberadaan TPA .

Pemerintah Kota Semarang mencoba mengatasi dampak negatif dari penumpukan sampah di TPA Jatibarang dengan melakukan redesign untuk mengoptimalkan penggunaannya agar lebih efektif. Redesign ini berpedoman pada Undang-Undang No.18 Tahun 2008 dan Permendagri No.33 Tahun 2010, yang mengharuskan pemerintah daerah menyelenggarakan sistem pengolahan akhir dengan sanitary landfill .

Alternatif kedua dari proyek redesign TPA Jatibarang menghasilkan NPV sebesar Rp 41.922.521.630, BCR sebesar 1,183653985, dan IRR sebesar 25,04%, yang menunjukkan bahwa proyek tersebut memiliki nilai ekonomis yang cukup untuk dilaksanakan .

Mayoritas masyarakat menilai pengelolaan sampah di TPA Jatibarang cukup baik, dengan persentase 56%, karena pengelolaan dilakukan sesuai standar operasional namun masih ada keterlambatan dalam membersihkan sampah yang jatuh dari truk .

Nilai NPV dari alternatif pertama tidak positif (-46.647.940.385) karena biaya yang dikeluarkan lebih besar daripada manfaat yang diperoleh, menunjukkan proyek ini tidak memiliki nilai ekonomis yang cukup untuk dilaksanakan .

Salah satu manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar dari kegiatan di TPA Jatibarang adalah sebagai sumber mata pencaharian. Masyarakat dapat bekerja sebagai pemulung yang menghasilkan pendapatan dari menjual barang bekas, memberikan total pendapatan tahunan sebesar Rp 5.419.050.000 .

Faktor yang mempengaruhi harga lahan di sekitar TPA Jatibarang adalah jarak lahan ke TPA dan status lahan. Semakin jauh dan semakin aman status lahan, maka harga cenderung lebih tinggi .

You might also like