0% found this document useful (0 votes)
7 views6 pages

Parity and Postpartum Hemorrhage Study

This study aimed to determine the relationship between parity (number of previous births) and the incidence of postpartum bleeding in mothers who gave birth at BPS Ny. Niniek Soelasminingsih, S.ST health center in Madiun, East Java, Indonesia. The study used a case-control analytic approach and analyzed data from 61 maternal medical records retrospectively. The results showed that 12 mothers experienced postpartum bleeding, most of whom were multiparous (had given birth 2-4 times previously). Statistical analysis found no significant association between parity and the incidence of postpartum hemorrhage. The study recommends competent delivery assistance and early detection of high-risk pregnant women to help reduce maternal mortality

Uploaded by

Roy Sandi
Copyright
© All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
7 views6 pages

Parity and Postpartum Hemorrhage Study

This study aimed to determine the relationship between parity (number of previous births) and the incidence of postpartum bleeding in mothers who gave birth at BPS Ny. Niniek Soelasminingsih, S.ST health center in Madiun, East Java, Indonesia. The study used a case-control analytic approach and analyzed data from 61 maternal medical records retrospectively. The results showed that 12 mothers experienced postpartum bleeding, most of whom were multiparous (had given birth 2-4 times previously). Statistical analysis found no significant association between parity and the incidence of postpartum hemorrhage. The study recommends competent delivery assistance and early detection of high-risk pregnant women to help reduce maternal mortality

Uploaded by

Roy Sandi
Copyright
© All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd

Jurnal Delima Harapan 2018

HUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN PADA IBU POST


PARTUM DI BPS NY. N DI DESA KLAGEN SERUT KECAMATAN JIWAN
MADIUN
Etika Desi Yogi1), Sinta Ayu Setiawan, 2) Sri Dwi Hastuti 3)
Akbid Harapan Mulya Ponorogo1)2)3)
Email: deassyyogiyanaetika@[Link].id1)

Abstract

Maternal Mortality Rate in East Java 2011 were 101.40 per 100,000 births. The of
incidence of maternal mortality in East Java in 2011 was caused by direct obstetric or the
bleeding. Factors that lead to postpartum hemorrhage include the presence of uterine atony,
retained placenta, lacerations of the birth canal and the blood clotting factor, whereas
postpartum hemorrhage predisposing factors that include hydramnios, gemeli, parity and
age. Data from the Madiun County Health Department in 2011 found bleeding number 230
of 12 698 maternal. At BPS Ny. Niniek Soelasminingsih, [Link] in 2011 from 58 deliveries got
the bleeding as much as 6 patients deliver within 24 hours post partum, 2 people tear the
multiparous born 4 cases with uterine atony.
This study aims to determine the relationship of parity with the incidence of post-
partum bleeding. Type of study is the correlation with the analytic case-control approach.
Collecting data using retrospective data. Samples from this study were all mothers giving
birth at BPS Ny Niniek Soelasminingsih, [Link] from the medical records of a total of 61
maternal. The study was conducted in November 2012, the data were analyzed using Chi
Square statistical test with a significance level set at p ≤ 0.05.
The results showed that the number of women who experience bleeding as many as 12
people, most bleeding is multiparitas mothers by 5 people. Having analyzed by chi-square
statistical test results showed no association between parity and incidence of postpartum
hemorrhage in BPS Ny. Niniek Soelasminingsih [Link] 0.008 with p value ≤ 0.05 in other
words Ha received.
Recommended that the delivery assistance by personnel who are competent so that the
incidence of postpartum hemorrhage can be treated as good as possible so that the maternal
mortality rate in Indonesia could be on tap as well as early detection of high risk pregnant
women and maternity over increased.

PENDAHULUAN 37% disebabkan oleh sebab tidak


Perdarahan post partum adalah langsung misalnya kekurangan energi
perdarahan post partum dini primer (Early kronis, anemia, sakit jantung, dan diabetes
Post Partum) yang terjadi setelah melitus (Depkes RI, 2008).
melahirkan. Perdarahan post partum Data dari kantor Dinas Kesehatan
sekunder (Late Post Partum) terjadi Kabupaten Madiun tahun 2011 AKI 85,63
setelah 24 jam biasanya antara hari ke 5 per 100.000 KH, didapatkan jumlah
sampai hari ke 15 post partum (Mochtar perdarahan 230 dari 12.698 ibu bersalin.
1998:298). Di BPS Ny. Niniek Soelasminingsih,
Berdasarkan Profil Kesehatan Jatim [Link] pada tahun 2011 dari 58 persalinan
tahun 2011 AKI di Propinsi Jawa Timur didapatkan perdarahan sebanyak 6 pasien
pada lima tahun terakhir, dari tahun 2007- melahirkan dalam 24 jam post partum, 2
2011menunjukkan kecenderungan yang orang robekan jalan lahir 4 kasus
meningkat. Tahun 2011 AKI di Jawa multipara dengan atonia uteri.
Timur 101.40 per 100.000 KH. Kejadian Faktor yang menyebabkan terjadinya
kematian ibu di Jawa Timur tahun 2011 perdarahan postpartum diantaranya adalah
paling banyak adalah karena penyebab adanya atonia uteri, retensio plasenta,
obstetrik langsung yaitu perdarahan 28%, laserasi jalan lahir dan faktor bekuan
eklampsia 24%, dan infeksi 11% serta darah, sedangkan faktor predisposisi

Volume 5 Nomor 2 Page 29


Jurnal Delima Harapan 2018

terjadinya perdarahan postpartum yang yang menyangkut bagaimana faktor resiko


antara lain adalah hidramnion, gemeli, dipelajari dengan menggunakan
paritas dan usia (Prawirohadjo, pendekatan “retrospektive”
2008:524). Paritas adalah seorang wanita Populasi dalam penelitian ini adalah
yang pernah melahirkan bayi yang dapat semua ibu bersalin di BPS Ny Niniek
hidup (viable) (Wiknjosastro, 2005:180). Soelasminingsih, [Link] berdasarkan buku
Uterus yang melahirkan banyak anak register.
cenderung bekerja tidak efisien dalam Teknik yang digunakan “total
semua kala persalinan. Karena ibu sering sampel” yaitu teknik penetapan sampel
melahirkan maka kemungkinan ditemui dengan cara mengambil seluruh populasi
keadaan kesehatan terganggu, anemia, sebagai sampel
kurang gizi, kekendoran dinding perut Variabel independent dalam
tampak perut ibu menggantung) penelitian ini adalah paritas. Variabel
kekendoran dinding rahim, sedangkan terikat dalam penelitian ini adalah
bahaya yang dapat terjadi kelainan letak, perdarahan post partum.
robekan rahim pada kelainan letak lintang, Analisa data untuk mengetahui
persalinan lama dan perdarahan pasca hubungan paritas dengan perdarahan post
persalinan. partum menggunakan uji statistik chi-
Kematian ibu dan perinatal tersebut square dengan bantuan SPSS statistic18
dapat dihindarkan dengan meningkatkan dengan taraf signifikasi (0,05).
pelayanan kesehatan terutama
meningkatkan upaya pengawasan ibu HASIL PENELITIAN
hamil sehingga dapat mendeteksi lebih Tabel 1
dini keadaan-keadaan yang mengandung Tabulasi data ibu bersalin berdasarkan
resiko kehamilan dan persalinan baik bagi paritas
ibu maupun janin. Dengan demikian dapat No Paritas f %
1. Primipara 26 42,6%
diharapkan meningkatkan status 2. Multipara 29 47,6%
kesehatan ibu dan bayi sehingga dapat 3 Grande 6 9,8%
mewujudkan salah satu program multipara
Total 61 100
pembangunan nasional yaitu
meningkatkan kualitas Sumber Daya Dari tabel diatas menunjukkan yang
Manusia (SDM) Indonesia banyak bersalin pada periode Januari
Berdasarkan fenomena di atas peneliti sampai Juni 2012 adalah ibu yang
ingin mengetahui apakah terjadi memiliki anak 2-4 (multipara) 29 orang
hubungan antara paritas dengan terjadinya (47,6%), sedangkan ibu yang memiliki
perdarahan di BPS [Link] anak 1 (primipara) sebanyak 26 orang
Soelasminingsih,[Link] di Desa Klagen (42,6%), ibu yang mempunyai anak ≥5
Serut Kecamatan Jiwan Kabupaten sebanyak 6 orang (9,8%).
Madiun dengan demikian nantinya dapat Tabel 2
diambil langkah-langkah yang tepat untuk Tabulasi data kejadian perdarahan ibu
pencegahannya. Post Partum
No Kejadian f %
perdarahan
METODE PENELITIAN 1. Normal 49 80,3%
Jenis penelitian ini menggunakan 2. Perdarahan 12 19,7%
metode analitik korelasi, yaitu suatu Total 61 100%
penelitian dengan mengkaji hubungan Dari tabel diatas menunjukkan bahwa
antara variabel. Dalam penelitian ini akan ibu yang mengalami perdarahan 12 orang
dilakukan analisis hubungan antara paritas (19,7%) sedangkan ibu yang tidak
dengan perdarahan post partum. mengalami perdarahan sebanyak 49 orang
Sedangkan pada rancangan penelitian ini (80,3%).
menggunakan pendekatan “case control”.
Rancangan penelitian case control Tabel 3
yaitu Suatu penelitian (survey) analitik Tabulasi data penyebab perdarahan pada
ibu post partum

Volume 5 Nomor 2 Page 30


Jurnal Delima Harapan 2018

No Penyebab f % juga akan meningkat. Seorang wanita


Perdarahan
1 Robekan jalan 2 16,7%
yang telah mengalami kehamilan
lahir sebanyak 6 kali atau lebih, lebih
2 Atonia Uteri 6 50% mungkin mengalami Kontraksi yang
3 Retensio 4 33,3%
Jumlah 12 100%
lemah pada saat persalinan, perdarahan
setelah persalinan (karena otot
Berdasarkan tabel 5.4 penyebab
rahimnya lemah), Lebih tinggi paritas,
perdararahan terbanyak yaitu karena
lebih tinggi kematian maternal
adanya atonia uteri yaitu 6 orang (50%),
(Wiknjosastro, 2002:23).
karena robekan jalan lahir 2 orang
Paritas mempunyai andil besar
(16,7%) dan karena retensio plasenta
terhadap kemungkinan terjadinya
sebanyak 4 orang (33,3%).
perdarahan post partum. Sehingga ibu
Tabel 4
yang telah lebih dari 4 kali melahirkan
Tabulasi silang Paritas dengan kejadian
dianjurkan untuk tidak mempunyai
perdarahan post partum
keturunan lagi. Hal ini untuk dapat
Paritas tidak Perdarahan Jumlah menghindari terjadinya resiko
perdarahan perdarahan pada saat dan sesudah
f % f % f % persalinan serta ikut membantu
Primi 23 46,9 3 25 26 42,
6
menurunkan AKI (Angka Kematian
Multi 24 49 5 41.7 29 47, Ibu) di Indonesia yang masih tinggi
6 yang disebabkan diantaranya karena
Grande 2 4,1 4 33,3 6 9,8
adanya perdarahan post partum.
Total 49 100 12 100 61 100
2. Kejadian Perdarahan Post Partum
Berdasarkan tabel diatas Ibu
Didapatkan ibu yang mengalami
primipara yang mengalami perdarahan
perdarahan sebanyak 12 orang
sebanyak 3 0rang (25%) dan yang tidak
19,78% dan yang tidak mengalami
mengalami perdarahan sebanyak 23 orang
perdarahan sebanyak 49 orang
(46,9%), Ibu multipara yang mengalami
(80,3%). Berdasarkan tabel 5.4
perdarahan sebanyak 5 orang (41,7%) dan
penyebab perdarahan 6 orang (50%)
yang tidak mengalami perdarahan
karena atonia uteri, karena robekan
sebanyak 24 orang (48,9%), ibu grande
jalan lahir sebanyak 2 orang (16,7%),
multipara yang mengalami perdarahan
dan karena retensio plasenta 4 orang
sebanyak 4 orang (33,3%) sedangkan
(33,3%).
yang tidak mengalami perdarahan
Menurut Wiknjosastro,
sebanyak 2 orang (4,1%).
(2008:523) perdarahan post partum
adalah kehilangan 500 ml darah atau
PEMBAHASAN
lebih setelah kelahiran pervaginam.
1. Paritas
perdarahan post partum merupakan
Dapat diketahui bahwa jumlah ibu
penyebab utama kematian ibu lebih
bersalin di BPS Ny Niniek
dari 50% dari jumlah kematian ibu
Soelasminingsih di Desa Klagen Serut
terjadi dalam 24 jam setelah
Kecamatan Jiwan yang paling banyak
melahirkan karena terlalu banyak
hampir setengahnya adalah ibu
mengeluarkan darah.
multipara yaitu 29 orang (47,6%),
hampir setengahnya lagi ibu primipara
yaitu 26 orang (47,6%) dan sebagian
Faktor predisposisi perdarahan
kecil ibu grandemultipara yaitu 6 orang
post partum adalah anemia,
(9,8%).
overdistensi uterus (gemelli,
Menurut Wiknjosastro,
hidramnion, janin besar >4000 gram),
(2002:180) multiparitas adalah wanita
paritas, jarak persalinan, solusio
yang telah melahirkan anak lebih dari
plasenta, malnutrisi, dan kelahiran
1 sampai batas anak hidup 4. Semakin
sesaria (Wiknjosastro, 2002:448).
banyak jumlah anak yang dilahirkan
maka komplikasi yang akan dialami

Volume 5 Nomor 2 Page 31


Jurnal Delima Harapan 2018

Menurut Manuaba, (1998:653) Berdasarkan hasil diperoleh ibu


Perdarahan post partum bersalin yang paling banyak
diklasifikasikan menjadi 2 yaitu mengalami perdarahan adalah
perdarahan post partum primer (Early multipara dan grande multipara
Post Partum Hemorrhage) terjadi sebanyak 9 orang (75%) hal tersebut
dalam 24 jam pertama setelah sesuai Wiknjosastro, (2002:417)
melahirkan. bahwa uterus yang melahirkan banyak
Penyebab utamanya adalah atonia anak cenderung bekerja tidak efisien
uteri, retensio plasenta, sisa plasenta, dalam semua kala persalinan, ibu yang
laserasi jalan lahir. Sedangkan sering melahirkan akan ditemui
perdarahan post partum sekunder (late keadaan kesehatan terganggu, anemia,
post partum hemorrhage) terjadi kurang gizi, kekendoran dinding perut
setelah 24 jam pertama post partum. dan rahim hal tersebut dapat
Paling umum merupakan akibat sub mengakibatkan gangguan fungsi
involusi uterus, jaringan plasenta myometrium untuk kontraksi dan
tertahan, terbukanya luka episiotomi retraksi secara maksimal sehingga
atau SC, dan infeksi. tidak dapat menjepit pembuluh darah
Setelah persalinan sampai 2 jam pada bekas implantasi plasenta
perlu pengawasan yang lebih intensif sehingga mengakibatkan terjadinya
karena perdarahan bisa terjadi sebelum perdarahan post partum.
24 jam atau setelah 24 jam. Selama hamil ibu harus
Pengawasan pada 1 jam pertama setiap mendapatkan asupan gizi yang cukup
15 menit, dan pada jam ke 2 setiap 30 untuk pertumbuhan janin dan
menit. Pengawasan meliputi tanda- kesehatan ibu. Kekurangan nutrisi
tanda vital, kontraksi uterus, kandung mengakibatkan kecepatan
kencing, perdarahan, sehingga jika pembentukan Hb menurun sehingga
terjadi perdarahan atau komplikasi mengakibatkan anemis. Anemia dalam
lainnya dapat segera tertangani dengan kehamilan memberikan pengaruh
baik. kurang baik bagi ibu pada proses
3. Hubungan Paritas Pada Ibu Bersalin persalinan dan nifas. Anemia dapat
Dengan Perdarahan Post Partum menimbulkan penyulit salah satunya
Berdasarkan tabulasi silang paritas perdarahan post partum karena atonia
dengan kejadian perdarahan pada ibu uteri sehingga uterus tidak dapat
post partum didapatkan hasil ibu berkontraksi dengan baik. Kegagalan
primipara yang mengalami perdarahan kontraksi otot rahim menyebabkan
3 orang (25%), multipara sebanyak 5 pembuluh darah pada bekas implantasi
orang (41,7%) dan grande multipara 4 plasenta terbuka sehingga
orang (33,3%). menimbulkan perdarahan
Hasil uji statistik Chi Square pada Dari hasil dilapangan bahwa rata-
tabel 5.6 penelitian ini menunjukkan rata paritas yang mengalami
bahwa uji statistik diterima (H0 perdarahan postpartum adalah paritas
ditolak) berarti ada hubungan antara 4, hal ini karena dengan semakin
paritas dengan kejadian perdarahan bertambahnya paritas, maka akan
post partum di BPS Ny Niniek semakin banyak jaringan ikat pada
Soelasminingsih, [Link] di buktikan uterus sehingga kemampuan untuk
dengan hasil uji statistik nilai ρ berkontraksi semakin menurun
0.008≤0.05 berarti ada hubungan yang akibatnya sulit melakukan penekanan
positip antara paritas dengan kejadian pada pembuluh-pembuluh darah yang
perdarahan post partum, artinya terbuka setelah lepasnya plasenta
semakin banyak/sering ibu melahirkan (Prawirohardjo, 2008 :524).
kecenderungan terjadi perdarahan post Penelitian ini menunjukkan
partum lebih besar . bahwa semakin banyak jumlah anak
yang dilahirkan akan semakin besar

Volume 5 Nomor 2 Page 32


Jurnal Delima Harapan 2018

kemungkinan terjadinya perdarahan SARAN


post partum. Selain itu juga akan a. Bagi Tempat Penelitian
timbul komplikasi lain yang akan Agar penelitian dapat digunakan untuk
mengakibatkan kematian maternal. peningkatan upaya pelayanan
Berdasarkan penelitian yang kesehatan dalam menyusun intervensi
dilakukan oleh Sulistiawati tahun 2005 guna pencegahan dan penanggulangan
yang berjudul “Hubungan Kejadian perdarahan post partum.
Perdarahan Post Partum Dini dengan b. Bagi Profesi
Paritas di RSUP dr. M. Djamil Sebagai salah satu sumber informasi
Padang”. Menunjukkan hasil pada untuk penelitian selanjutnya dan
tahun 2005 bahwa post partum di pengembangan profesi kebidanan di
RSUP dr M Djamil Padang yang masa mendatang.
mengalami perdarahan adalah 4,40%
dari semua persalinan, sedangkan DAFTAR PUSTAKA
perdarahan post partum berada di Bagian Obstetri dan Ginekologi FK
tempat kedua dari sepuluh kasus Universitas Pajajaran Bandung. 1979.
obstetri terbanyak di RSUP dr M. Obstetri Patologi. Bandung: Elstor
Djamil Padang. Offset Bandung.
Penelitian menggunakan analisis Berita Jatim. 2011. April Biaya
bivariat ditemukan bahwa X² hitung Persalinan Gratis. ([Link]).
>X² tabel, sehingga dapat ([Link]/public
menyimpulkan bahwa ada hubungan /2755. Di akses 29 oktober jam 18.06
yang signifikan antara perdarahan wib.)
postpartum di RSUP dr M. Djamil Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Padang dengan paritas. 2005. Kamus Besar Bahasa
Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
KESIMPULAN Fajar, dkk. 2009, Statistik untuk praktisi
Dari hasil data pada penelitian dan [Link]: Graha Ilmu.
pembahasan diatas maka dapat ditarik Kementrian Kesehatan Republik
kesimpulan antara lain sebagai berikut: Indonesia. 2011. Jangan Tunda
a. Paritas ibu post partum paling banyak Penurunan AKI dan AKB. (On Line).
mengalami perdarahan adalah ([Link]
multipara yaitu 5 orang (41,7%) ress-release/1749 diakses tanggal 20
b. Ibu post partum di BPS [Link] Oktober 2012 jam 18.24 wib).
Soelasminingsih, [Link] yang tidak Manuaba, I. B. G. 1998. Ilmu Kebidanan
mengalami perdarahan sebanyak 49 Penyakit Kandungan dan KB Untuk
orang (80,3%) dan yang mengalami Pendidikan [Link] : EGC
perdarahan sebanyak 12 orang ________ 2004. Penuntun Kepanitraan
(19,7%), adapun penyebab perdarahan Klinik Obstetri Dan Ginekologi.
terbanyak adalah atonia uteri sebanyak Jakarta: EGC
6 ibu bersalin (50%) ________2008. Ilmu Kebidanan Penyakit
c. Setelah dilakukkan uji statistik dengan Kandungan dan KB Untuk
Chi-Square dengan hasil uji ρ 0.008 Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC
berati ρ 0.008 ≤0.05 dengan probability Moochtar, R. (Ed) 1998. Sinopsis Obstetri
<0.05 sehingga Ho ditolak dapat Fisiologi Patologi. Jakarta: EGC
disimpulkan “ada hubungan yang Nursalam. 2003. Konsep dan Penerapan
positip atau kuat antara paritas dan Metodologi Penelitian Ilmu
kejadian perdarahan pada ibu post Keperawatan. Jakarta: Salemba
partum di BPS Ny Niniek Medika
Soelasminingsih, [Link] di Desa Klagen _________ 2008. Konsep dan
Serut Kecamatan Jiwan Kabupaten Penerapan Metodologi Penelitian
Madiun”. Ilmu Keperawatan , Edisi Ke
[Link]: Salemba Medika

Volume 5 Nomor 2 Page 33


Jurnal Delima Harapan 2018

Notoatmodjo, S. 2002. Metodologi


Penelitian Kesehatan. Jakarta. Rineka
Cipta
Prawirohardjo, S. 2008. Ilmu Kebidanan.
Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo.
Sulistiawati, 2005. Hubungan kejadian
perdarahan post partum dini dengan
paritas di RSUP dr. M. Djamil
Padang. (On Line).
([Link]
diakses 08 Januari 2013 jam
08.46wib)
Suparwanto. 2010. Konsep
Paritas/Partus, (Online), ([Link]
[Link]/2010/konse
p-paritas-partus,html, diakses 27
Agustus 2012 jam 21.00 wib)
Wiknjosastro, H. Saifudin, A, B.
Rochimhadli. (Eds). 1996. Ilmu
Bedah Kebidanan. Jakarta: YBP –
Sarwono Prawirohardjo
----------------, 2002. Buku Acuan
Nasional Pelayanan Kesehatan
Maternal Dan [Link] :
JNPKKR-POGI
__________ 2002. Ilmu Kebidanan. Edisi,
Ke 4. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo: EGC

Volume 5 Nomor 2 Page 34

You might also like