0% found this document useful (0 votes)
8 views8 pages

Butterfly Diversity in Karimunjawa National Park

This document summarizes a study on butterfly diversity in Karimunjawa National Park in Central Java, Indonesia. Data was collected in three habitats from August to September 2017 using a point count method. Analysis found high butterfly diversity (H' value of 2.95) and even distribution among species. No single species was found to dominate. Similarity indices between habitats ranged from 53-73%, indicating habitats support almost all butterfly species equally. The park provides important habitat for butterflies and conservation efforts are needed as habitat loss threatens populations.

Uploaded by

bahtiar arianto
Copyright
© All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
8 views8 pages

Butterfly Diversity in Karimunjawa National Park

This document summarizes a study on butterfly diversity in Karimunjawa National Park in Central Java, Indonesia. Data was collected in three habitats from August to September 2017 using a point count method. Analysis found high butterfly diversity (H' value of 2.95) and even distribution among species. No single species was found to dominate. Similarity indices between habitats ranged from 53-73%, indicating habitats support almost all butterfly species equally. The park provides important habitat for butterflies and conservation efforts are needed as habitat loss threatens populations.

Uploaded by

bahtiar arianto
Copyright
© All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd

Biospecies Vol. 10 No. 2, Juli 2017, hal 73 - 80. Murti dkk., Keanekaragaman Jenis Kupu-kupu........…..

Keanekaragaman Jenis Kupu-kupu di Taman Nasional Karimunjawa Jawa Tengah

Diversity of butterflies in Karimunjawa National Park of Central Java

Wisnu Bayu MURTI, Nugroho Edi KARTIJONO, Margareta RAHAYUNINGSIH

Jurusan Biologi, FMIPA Universitas Negeri Semarang, Indonesia


Gedung D6 Lt.1 Jl Raya Sekaran Gunungpati Semarang Indonesia 50229
E-mail: bayumurtiw@[Link]

Abstract. Karimunjawa National Park has several types of ecosystems that hold high biodiversity
potential and have not been fully recorded. Karimunjawa National Park is the habitat of flora and
fauna including butterflies there. The objective of the research was the diversity of butterfly species in
Karimunjawa Island. The study was conducted on August-September 2017. The method of the
research using Point Count method. Data analysis using diversity index, evenness index, dominance
index, and similarity index. The results showed that the index of diversity (H') of butterfly community
on Karimunjawa Island has value (2.95), it indicates that the condition of the butterfly community is
stable. The result of the Eveness Index obtained a high yield E = 0.76, it shows that the individual
distribution of each type of butterfly on Karimunjawa Island is evenly distributed. The result of the
dominant Index shows a low value (0.10), thus no dominance is concentrated on a particular type of
butterfly. Analysis of similarity index of species in all habitats observed obtained results IS= 53-73%,
this shows that in the three habitats observed can be inhabited by almost all butterfly species and Has
an equally important role as a community of butterflies in Karimunjawa Island.
Keywords: biodiversity, butterfly, Karimunjawa Island

Abstrak. Taman Nasional Karimunjawa memiliki beberapa perwakilan tipe ekosistem yang masih
menyimpan potensi keanekaragaman hayati tinggi dan belum terdata secara lengkap. Pada kawasan
darat Taman Nasional Karimunjawa merupakan habitat berbagai flora dan fauna termasuk di
dalamnya terdapat kupu-kupu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman jenis kupu-
kupu di Pulau Karimunjawa. Penelitian dilakukan pada periode bulan Agustus-September 2017.
Pengambilan data kupu-kupu dilakukan menggunakan metode titik hitung Point Count. Analisis data
menggunakan indeks keanekaragaman, indeks kemerataan, indeks dominansi, dan indeks kesamaan
jenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman (H') komunitas kupu-kupu di
Pulau Karimunjawa memiliki nilai H' (2,95), menunjukkan kondisi komunitas kupu-kupu stabil. Hasil
analisis Indeks kemerataan memperoleh hasil yang tinggi yaitu E=0,76, menunjukkan sebaran individu
tiap jenis kupu-kupu di Pulau Karimunjawa merata. Hasil analisis Indeks dominansi menunjukkan
nilai yang rendah (0,10), dengan demikian tidak ada dominansi yang terkonsentrasi pada jenis kupu-
kupu tertentu. Berdasarkan analisis indeks kesamaan jenis pada seluruh habitat yang diamati diperoleh
hasil IS=53-73%, menunjukkan pada tiga habitat yang diamati dapat dihuni hampir seluruh jenis kupu-
kupu yang ada dan memiliki peranan yang sama penting sebagai penyusun komunitas kupu-kupu di
Pulau Karimunjawa.
Kata kunci: kenaekaragaman, kupu-kupu, Pulau Karimunjawa

PENDAHULUAN keanekaragaman hayati tinggi dan belum


terdata secara lengkap. Pada kawasan darat
Taman Nasional Karimunjawa merupakan yang meliputi hutan pantai serta hutan hujan
salah satu kawasan konservasi di Kabupaten tropis dataran rendah merupakan habitat
Jepara Propinsi Jawa Tengah dengan berbagai flora dan fauna termasuk kupu-kupu
ekosistem yang unik. Beberapa perwakilan tipe (BTNKJ 2010).
ekosistem masih menyimpan potensi

73
Biospecies Vol. 10 No. 2, Juli 2017, hal 73 - 80. Murti dkk., Keanekaragaman Jenis Kupu-kupu........…..

Kepulauan Karimunjawa bukan hanya Melakukan suatu upaya konservasi kupu-kupu


merupakan kawasan konservasi namun juga di Pulau Karimunjawa tentu saja diperlukan
sebagai destinasi wisata yang sangat diminati data dasar, salah satunya komunitas kupu-kupu
oleh wisatawan domestik maupun manca- dan jenis tumbuhan inangnya. Oleh karena itu
negara. Berdasarkan Statistik BTNKJ 2010, akan dilakukan penelitian mengenai komunitas
jumlah total pengunjung dari tahun 2007 kupu-kupu dan tumbuhan inangnya di Pulau
sampai 2010 baik yang bertujuan untuk Kari-munjawa. Studi ini penting mengingat
penelitian dan rekreasi semakin meningkat. sampai saat ini belum tersedia data dan
Hal ini akan berbanding lurus dengan informasi secara lengkap mengenai struktur
pembangunan khususnya di Pulau Kari- komunitas kupu-kupu dan jenis tumbuhan
munjawa yang merupakan tempat transit inang di Pulau Karimunjawa.
sebagian besar pengunjung.

Fragmentasi dan hilangnya habitat merupakan BAHAN DAN METODE


ancaman besar bagi keanekaragaman hayati
global (Sweaney et al., 2014). Pengalihan Penelitian dilakukan di Pulau Karimunjawa
fungsi ruang terbuka hijau yang terjadi juga Taman Nasional Karimunjawa, Kabupaten
bisa menjadi ancaman bagi kupu-kupu di Jepara, yang meliputi tiga habitat yaitu
Pulau Karimunjawa. Alih fungsi tersebut dapat kawasan tepi hutan tropis dataran rendah
menghilangkan keberadaan tumbuhan yang (Legon Lele), permukiman (Dusun Cikmas -
menjadi inang kupu-kupu di pulau tersebut. Dusun Alang-alang), dan per-sawahan.
Sebagian besar jenis kupu-kupu memiliki Penelitian dimulai sejak bulan Agustus 2016 -
ketergantungan pada satu atau dua jenis Februari 2017.
tumbuhan inang, sehingga ancaman terhadap
jenis tumbuhan tersebut sama dengan Alat yang digunakan adalah jaring kupu-kupu,
mengancam keberadaan kupu-kupu (Koneri kamera digital, jam tangan, hand counter, tally
dan Saroyo 2012). sheet, amplop/kertas papilot, teropong
binokuler, GPS (Global Posisition System),
Taman Nasional juga merupakan pencadangan alat tulis, alat suntik, kotak serangga, jarum
sumberdaya alam hayati lokal diluar kawasan serangga, spreading board, Termohigrometer,
hutan yang mempunyai fungsi konservasi anemometer, buku panduan identifikasi kupu-
insitu/exsitu. Tumbuhan yang penyerbukan- kupu (Serangga Taman Nasional Gunung
nya/pemencaran bijinya harus dibantu satwa Halimun Jawa Bagian Barat). Bahan yang
(kupu/burung), maka struktur dan komposisi digunakan adalah kapur barus dan alkohol
vegetasi harus dapat mendukung kelestarian 70%.
satwa tersebut (Rahayuningsih & Bambang
2016). Pengambilan data kupu-kupu di-lakukan
menggunakan metode titik hitung atau dikenal
Kupu-kupu memiliki nilai-nilai yang cukup metode Point Count (Oqtafiana et al., 2012).
penting antara lain: nilai ekologi, nilai Pada metode ini pengamat berdiri di suatu
endemisme, nilai konservasi, nila i pendidikan, lokasi yang telah ditetapkan selama 40 menit
nilai budaya, nilai estetika, dan nilai ekonomi dan dicatat jenis dan dihitung jumlah individu
(Achmad dalam Oqtafiana et al., 2013). tiap jenis kupu-kupu.
Dengan demikian kelestarian komunitas kupu-
kupu perlu dipertahankan kelestariannya dari Pengamatan dilakukan pada titik hitung yang
ancaman kepunahan. diletakkan pada jalur yang sudah ditetapkan
sebelumnya. Setiap titik hitung memiliki batas
Hasil Penelitian kekayaan jenis kupu-kupu di radius 20 meter dari posisi pengamat berdiri
Pulau Karimunjawa mencatat tidak kurang dari (Gambar 1). Jarak antar titik hitung pada satu
49 jenis kupu-kupu, yang mana salah satu jenis jalur maupun pada jalur yang berbeda yaitu
tersebut merupakan endemik Kerimunjawa, ≥100 meter (Gambar 1), hal ini dimaksudkan
yaitu Idea leuconoe karimondjawae (Murti et untuk memperkecil kemung-kinan terjadinya
al., 2017). perhitungan ganda (Oqtafiana et al., 2012).

74
Biospecies Vol. 10 No. 2, Juli 2017, hal 73 - 80. Murti dkk., Keanekaragaman Jenis Kupu-kupu........…..

Keterangan:
: Titik Hitung
: Jalur Pengamatan

Gambar 1. Metode Point Count

Sampel kupu-kupu selanjutnya diidentifikasi di


Laboratorium Taksonomi Hewan Jurusan
Biologi Universitas Negeri Semarang dengan
buku panduan identifikasi kupu-kupu Serangga
Taman Nasional Gunung Halimun Jawa Keterangan:
Bagian Barat (Kahono et al., 2003).
D = indeks dominansi Simpson suatu
Nilai indeks keanekaragaman jenis ditentukan jenis kupu-kupu
dengan menggunakan rumus indeks keaneka-
ragaman Shanon-Wiener (Magurran 1987). Untuk mengetahui kesamaan jenis pada area
pengamatan yang berbeda dilakukan perhi-
tungan dengan menggunakan indeks kesamaan
jenis Sorensen (Maggurran 1997).

Keterangan :

ni = jumlah individu tiap jenis kupu- Keterangan:


kupu
H’ = indeks keanekaragamana Shanon- IS = indeks kesamaan jenis Sorensen
Winner C = jenis kupu-kupu yang sama di
Pi = indeks kemelimpahan kedua habitat A dan B
A = jumlah jenis kupu-kupu di habitat
Indeks kemerataan dihitung dengan A
menggunakan rumus indeks Evenness B = jumlah jenis kupu-kupu di habitat B
(Magurran 1987).
Nilai indeks Sorensen digunakan untuk
melakukan analisi kelompok (cluster
analisisys). Analisis kelompok setiap komuni-
tas disusun secara hirarki dalam bentuk
Keterangan : dendogram. Dendogram dibuat menggunakan
program MVSP 3.2 for Windows.
E = indeks kemerataan (nilai antara 0-1) Pengelompkan yang digunakan adalah
Unweigted Pair Group Method With
Penentuan jenis kupu-kupu yang dominan di Arithmatic Mean (UPGMA) (Koneri dan
dalam kawasan penelitian, ditentukan dengan Suroyo 2012).
menggunakan rumus Indeks Dominansi
Simpson (Magurran 1987).

75
Biospecies Vol. 10 No. 2, Juli 2017, hal 73 - 80. Murti dkk., Keanekaragaman Jenis Kupu-kupu........…..

HASIL DAN PEMBAHASAN komponen - komponen penyusun komunitas


kupu-kupu di Pulau Karimunjawa masih dalam
Berdasarkan hasil ana lisis indeks keane- kondisi cukup baik. Hal ini juga menunjukkan
karagaman, (H’) di Pulau Karimunjawa bahwa kondisi lingkungan di Pulau
diperoleh sebesar H’= 2,95 (Tabel 1). Nilai Karimunjawa pada saat ini masih dalam
indeks keanekaragaman di Pulau Karimunjawa kondisi yang baik bagi perkembangan
memiliki nilai H’ yang berada pada posisi komunitas kupu-kupu di pulau tersebut.
diantara 1,5 - 3,5 (Magurran 1987). Hasil
tersebut menunjukkan bahwa keseimbangan

Tabel 1. Parameter struktur komunitas kupu-kupu di pulau karimunjawa


Pulau Tepi
Prameter Permukiman Persawahan
Karimunjawa Hutan
Jumlah Jenis (N) 49 35 36 27
Jumlah Individu (S) 1402 317 805 280
Jumlah Famili (F) 5 5 5 5
Indeks Keanekaragaman (H') 2.95 2.67 2.4 2.27
Indeks Kemerataan (E) 0.76 0.69 0.61 0.58
Indeks Dominansi (D) 0.10 0.14 0.10 0.18*

Pada penelitian ini pengambilan sampel transisi antara hutan tropis dataran rendah
dilakukan pada tiga habitat, yaitu tepi hutan dengan ekosistem pantai, dan hutan mangrove
tropis dataran rendah, permukiman, dan memungkinkan kupu-kupu yang bukan berasal
persawahan. Pengambilan sampel pada ketiga dari area pengamatan melintas atau beraktifitas
lokasi tersebut bertujuan agar data yang di area pengamatan, sehingga ikut tercatat pada
diperoleh dapat menggambarkan kondisi saat pengamatan dan mempengaruhi nilai
komunitas kupu-kupu di Pulau Karimunjawa. indeks keanekaragaman yang diperoleh.
Indeks keanekaragaman pada tiga habitat Menurut Fagan (2003), menyatakan bahwa
tersebut berturut-turut adalah 2,67; 2,4 dan daerah ekoton merupakan batasan ekologi
2,27. Hal ini menunjukkan pada tiga habitat menengahi aliran energi, nutrisi, dan
tersebut memiliki tingkat keanekaragaman organisme sepanjang bentang alam, dan sangat
yang tidak tinggi namun juga tidak rendah, ini penting dalam aliran gen dan komposisi
menunjukkan bahwa komunitas kupu-kupu komunitas.
pada tiga habitat yang diamati memiliki tingkat
kestabilan dan kemampuan menyesuaikan diri Berdasarkan analisis nilai indeks kemerataan
dengan lingkungan yang relatif sama. komunitas kupu-kupu di Pulau Karimunjawa
adalah 0,76, menunjukkan penyebaran
Berdasarkan hasil penelitian nilai indeks individu pada tiap jenis kupu-kupu di Pulau
keanekaragaman pada habitat tepi hutan tropis Karimunjawa memiliki sebaran yang merata.
memiliki indeks keanekaragaman yang lebih Hal ini didukung Magurran (1987), menytakan
besar dibanding habitat lainnya. Hal ini nilai indeks kemerataan (E) memiliki besaran
menunjukkan bahwa pada habitat tersebut antara 0 – 1, bila nilai E mendekati angka 1
komunitas kupu-kupu memiliki kestabilan maka suatu komunitas memiliki kemerataan
yang paling tinggi. Tingginya kestabilan pada yang tinggi, sedangkan semakin mendekati
habitat tepi hutan tropis dataran rendah nilai 0 maka kemerataannya semakin rendah.
dikarenakan pada area tersebut jarang terjamah Tingginya nilai indeks kemerataan tersebut
oleh penduduk atau wisatawan, sehingga juga menunjukkan bahwa tiap jenis kupu-kupu
kondisinya relatif alami. Faktor lain yang dapat di Pulau Karimunjawa berada pada kondisi
berpengaruh terhadap tingginya nilai indeks yang seimbang dan tidak terdapat jenis kupu-
keanekaragaman pada habitat tepi hutan tropis kupu yang mengalami tekanan atau mendomi-
adalah adanya beberapa titik pengamatan yang nansi secara signifikan.
berada pada daerah ekoton. Adanya daerah

76
Biospecies Vol. 10 No. 2, Juli 2017, hal 73 - 80. Murti dkk., Keanekaragaman Jenis Kupu-kupu........…..

Gambar 2. Indeks keanekaragaman pada tiga habitat di pulau karimunjawa

Hasil analisis indeks kemerataan juga ditemukan dan memiliki peranan yang sama
didukung dengan analisis indeks dominansi penting terhadap perkembangan komunitas
yang menunjukkan hasil yang kecil yaitu D = kupu-kupu di Pulau Karimunjawa. Bila
0,10. Berkaitan dengan hal ini menurut ditinjau lebih lanjut pada gambar dendogram
Purwowidodo (2015), formula rumusan indeks yang tersaji di atas, menunjukkan bahwa
dominansi dan indeks kemerataan sebenarnya habitat permukiman memiliki kesamaan
memiliki korelasi yang bersifat negatif, artinya komposisi jenis kupu-kupu yang tinggi dengan
indeks dominansi berbanding terbalik dengan habitat tepi hutan tropis dataran rendah
indeks kemerataan. Hasil analisis indeks (Gambar 3). Indeks Kesamaan jenis yang
kesamaan jenis Sorensen pada habitat tepi tinggi tersebut dimungkinkan karena beberapa
hutan tropis dataran rendah, permukiman, dan titik pengamatan pada habitat permukiman
persawahan memperoleh hasil dengan rentang berada pada lokasi yang berdekatan dengan
53% - 73%. (Fachrul 2007) Nilai indeks kebun atau pekarangan penduduk, sehingga
kesamaan jenis dibagi menjadi dalam dua memiliki karakter struktur vegetasi yang mirip
kriteria, yaitu jika indeks >50% maka terdapat dengan habitat tepi hutan tropis dataran
kesamaan jenis yang tinggi pada habitat yang rendah. Hal ini didukung dengan pernyataan
dibandingkan, sedangkan jika indeks <50% Kahono et al. (2003), bahwa jarak antar lokasi
maka kesamaan jenisnya rendah. yang berdekatan memungkinkan perjumpaan
dengan jenis kupu-kupu yang sama akibat dari
Hal ini menunjukkan bahwa komunitas kupu- mobilitas kupu-kupu itu sendiri. Selain adanya
kupu pada tiga habitat yang diamati di Pulau
UPGMA kemiripan tersebut, tumbuhan inang yang
Karimunjawa masing-masing memiliki jenis tersebar pada kedua habitat permukiman dan
kupu-kupu yang hampir sama, artinya pada tepi hutan tropis dataran rendah juga terdapat
ketiga habitat tersebut dapat ditempati oleh kesamaan.
hampir seluruh jenis kupu-kupu yang
PS
TH
PM
0.64 0.7 0.76 0.82 0.88 0.94 1
Sorensen's Coefficient
Gambar 3. Dendogram indeks kesamaan jenis pada tiga habitat di pulau karimujawa

eterangan :
TH : Habitat tepi hutan tropis dataran rendah
PM : Habitat permukiman
PS : Habitat Persawahan

77
Biospecies Vol. 10 No. 2, Juli 2017, hal 73 - 80. Murti dkk., Keanekaragaman Jenis Kupu-kupu........…..

Menurut Badrudin et al. (2003), angka indeks kehidupan kupu-kupu berkisar antara 15-45 o C.
keanekaragaman yang telah diperoleh dari Kelembaban udara tertinggi dan terendah
hasil perhitungan dan analisis data suatu tercatat pada habitat per-mukiman, yaitu 53-
observasi dapat digunakan sebagai data dasar 92% (Tabel 2). Rendah dan tingginya
(base line data) yang dapat digunakan sebagai kelembaban udara pada suatu area, sangat
pembanding (benchmark) kondisi struktur dipengaruhi oleh suhu pada daerah tersebut,
komunitas dan lingkungan pada saat ini dimana suhu berbanding terbalik dengan
dengan kondisi yang akan datang. Berdasarkan kelembaban udara (Febrita 2014). Semakin
berbagai hasil analisis yang telah diperoleh tinggi suhu lingkungan maka akan semakin
menunjukkan bahwa struktur komunitas kupu- rendah kelembaban udaranya. Tingginya nilai
kupu di Pulau Karimunjawa untuk saat ini kelembaban pada habitat permukiman juga
masih pada kondisi yang cukup stabil, dipengaruhi oleh cuaca, dimana ada beberapa
meskipun pertambahan penduduk, waktu pengambilan data yang dilakukan saat
pembangunan, dan pembukaan ruang terbuka sedang mendung dan setelah turun hujan. Hal
hijau terus terjadi di Pulau tersebut, dengan ini tentu sangat berpengaruh pada saat
demikian komunitas kupu-kupu di Pulau pengambilan data kelembaban udara di habitat
Karimunjawa relatif masih dapat tersebut. Berdasarkan besaran data kelembaban
menyesuaikan diri dengan kondisi perubahan yang diperoleh dari seluruh habitat yang
lingkungan yang ada pada saat ini. diamati seluruhnya memenuhi kisaran nilai
kelembaban yang diperlukan untuk
Kestabilan komunitas kupu-kupu pada suatu kelangsungan hidup kupu-kupu di habitat
area sangat dipengaruhi oleh daya dukung tersebut (Tabel 2). Kelembaban udara yang
lingkungan yang ditempatinya, berikut adalah dibutuhkan oleh kupu-kupu untuk dapat
data pendukung hasil pengukuran faktor beraktifitas optimal diperlukan sekitar 60-75%.
lingkungan pada saat pengamatan dilapangan. Kupu-kupu dalam melanjutkan keturunannya
Kupu-kupu tergolong dalam organisme membutuhkan kelembaban udara yang lebih
poikilotermik, suhu tubuh kupu-kupu sangat tinggi berkisar 84-92%, tetapi kupu-kupu tidak
dipengaruhi oleh suhu lingkungan. Rentang dapat bertahan hidup pada kelembaban udara
suhu udara hasil pengukuran dari seluruh >92% (Borror et al., 1992). Hal ini
habitat yang diamati masih dalam kisaran ditunjukkan dengan stabilnya komunitas kupu-
toleransi yang diperlukan oleh kupu-kupu, kupu pada seluruh habitat yang diamati.
yaitu 27,3-38,4 o C (Tabel 2). Menurut Febrita
(2014), bahwa kisaran suhu yang sesuai untuk

Tabel 2. Faktor lingkungan di pulau karimunjawa


Habitat
Faktor Lingkungan
Tepi hutan Permukiaman Persawahan
Elevasi (mdpl) 16 - 32 9 - 12 10 - 12
Kelembabapan (%) 57 - 89 53 - 92 59 - 80
o
Suhu udara ( C) 27,3 - 35,8 28,4 - 38,4 27,8 - 37,6
Kecepatan angin
0,1 - 5,7 0-4,2 0,1 - 4,4
(m/s)

Menurut Florida (2015), kisaran kecepatan 0,1-5,7 m/s. Hal ini menunjukkan bahwa pada
angin yang sesuai dengan kebutuhan kupu- waktu tertentu kupu-kupu di Pulau
kupu untuk hidup, ber-aktifitas dan Karimunjawa tidak dapat melakukan aktifitas
berkembang biak adalah 0,1-3,3 m/s, dimana dan berkembang biak secara maksimal. Hal ini
kecepatan angin tersebut tergolong kisaran ditunjukkan dengan lebih rendahnya
angin teduh. Berdasarkan hasil pengamatan perjumpaan kupu-kupu pada beberapa area
dilapangan pada bulan Agustus-September pengamatan seperti pada habitat persawahan
2016 dari seluruh habitat yang diamati, dan tepi hutan tropis bagian timur. Pada habitat
diperoleh data kecepatan angin dengan kisaran tepi hutan tropis memiliki kecepatan angin

78
Biospecies Vol. 10 No. 2, Juli 2017, hal 73 - 80. Murti dkk., Keanekaragaman Jenis Kupu-kupu........…..

yang relatif lebih tinggi, hal ini menyebabkan Kahono S, Mohammad A, Pudji A, Erniwati,
kupu-kupu pada area tersebut lebih memilih Rosichon U, Liliek EP, Woro AN &
untuk berlindung dibalik dedaunan, semak, Awit S. 2003. Serangga Taman
atau didalam hutan sampai kondisi lingkungan Nasional Gunung Halimun Jawa
mendukung bagi kupu-kupu untuk beraktifitas. Barat. BCP-JIKA. Bogor.

Koneri R, Saroyo. 2012. Distribusi dan


KESIMPULAN Keanekaragaman Kupu-Kupu
(Lepidoptera) di Gunung Manado
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan Tua, Kawasan Taman Nasional Laut
dapat disimpulkan bahwa kekayaan jenis Bunaken, Sulawesi Utara. J. Bumi
komunitas kupu-kupu di Pulau Karimunjawa Lestari. 12(2): 357-365.
cukup representatif dengan kondisi yang cukup
stabil, sebaran individu tiap jenisnya merata Magurran A. 1987. Ecological Diversity and
sehingga tidak terdapat dominansi oleh jenis Its Measurement. Pricenton
tertentu, serta mampu menempati tiga habitat University Press. New Jersey.
yang diamati dengan baik.
Murti WB, NE Kartijono, & M Rahayuningsih.
2017. Kekayaan Jenis Kupu-Kupu
DAFTAR PUSTAKA pada Tiga Tipe Habitat di Pulau
Karimunjawa Jawa Tengah, hlm 344-
Balai Taman Nasional Karimunjawa. 2010. 349. di dalam Prosiding Seminar
Selamat Datang Di Taman Nasional Nasional MIPA 2016. November
Karimunjawa. Balai Taman Nasional 2016. Fakultas Matematika dan Ilmu
Karimunjawa. Semarang. Pengetahuan Alam Universitas
Negeri Semarang. Semarang.
Badrudin, Sasanti, R Suharti, Yahmantoro & S
Imam. 2003. Indeks Mustian. 2009. Keanekaragaman Jenis
Keanekaragaman hayati ikan kepe- Tumbuhan pada Tanah Ultrabasa di
kepe (Cahetodontidae) di Perairan Areal Konsesi Pt. Inco Tbk. Sebelum
Wakatobi, Sulawesi Tenggara. J. Penambangan Propinsi Sulawesi
Penelitian Perikanan Indonesia. Selatan. Skripsi. Departemen
9(7): 67-73. Silvikultur Fakultas Kehutanan ITB.
Bogor.
Borror DJ, CA Triplehorn & NF Jhonson.
1992. Pengenalan Pelajaran Oqtafiana R, B Priyono & M Rahayuningsih.
Serangga. Gadjah Mada University 2013. Keanekaragaman Jenis Kupu-
Press. Yogyakarta. Kupu Superfamili Papilionoidae di
Banyuwindu, Limbangan Kendal. J.
Fachrul MF. 2007. Metode Sampling Biosantifika. 5(1): 59-64.
Bioekologi. Bumi Aksara. Jakarta.
Prihatiningsih P. 2009. Laporan Identifikasi
Febrita E, Yustina & Dahmania. 2014. dan Inventarisasi Kupu-kupu. Balai
Keanekaragaman Jenis Kupu-Kupu Taman Nasional Karimunjawa.
(Subordo Rhopalocera) di Kawasan Semarang.
Wisata Hapanasan Rokan Hulu
Sebagai Sumber Belajar Pada Purwowidodo. 2015. Studi Keanekaragaman
Konsep Keanekaragaman Hayati. J. Hayati Kupu-Kupu (Sub Ordo
Biogenesis. 10(2): 49-59. Rhopalocera) dan Peranan
Ekologisnya di Area Hutan Lindung
Florida M, TR S & AH Yanti. 2015. Kaki Gunung Prau Kabupaten
Inventarisasi Jenis Kupu-kupu pada Kendal Jawa Tengah. Skripsi.
Hutan Kerangas di Kawasan Cagar Universitas Islam Negeri Walisongo.
Alam Mandor Kabupaten Landak. J. Semarang.
Protobiont. 4(1): 260-265.

79
Biospecies Vol. 10 No. 2, Juli 2017, hal 73 - 80. Murti dkk., Keanekaragaman Jenis Kupu-kupu........…..

Rahayuningsih M, Bambang P. 2016. Bird


Community in Taman Kehati
UNNES, Indonesia. Int J. Ecol Dev.
31(1): 64-72.

Susanto H. 2014. Tingkah Kupu-Kupu


Karimunjawa, hlm. 3-4. dalam A
Batlayeri (Ed), Nautilus. Taman
Nasioanal Karimunjawa. Semarang.

Sweaney N, DB Lindenmayer & DA Driscoll.


2014. Is The Matrix Important to
Butterflies in Fragmented
Landscapes. J. Insect Conservation.
1(8): 283-294.

80

You might also like