0% found this document useful (0 votes)
5 views11 pages

Maternal Near Miss in Indonesia Study

This document summarizes a study analyzing secondary data from Indonesia's 2007 Demographic and Health Survey (SDKI) to determine factors associated with maternal near-miss incidents in Indonesia. The study found that the prevalence of maternal near-miss was 2.3%. Variables statistically associated with higher rates of maternal near-miss included lower education level, shorter birth spacing, home births, and a history of cesarean delivery. Outcomes associated with maternal near-miss included low birth weight, stillbirth, and early infant death. The study concludes that modifying some of these risk factors, such as increasing antenatal care visits, could help reduce the incidence of maternal near-miss.

Uploaded by

ringgo
Copyright
© All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
5 views11 pages

Maternal Near Miss in Indonesia Study

This document summarizes a study analyzing secondary data from Indonesia's 2007 Demographic and Health Survey (SDKI) to determine factors associated with maternal near-miss incidents in Indonesia. The study found that the prevalence of maternal near-miss was 2.3%. Variables statistically associated with higher rates of maternal near-miss included lower education level, shorter birth spacing, home births, and a history of cesarean delivery. Outcomes associated with maternal near-miss included low birth weight, stillbirth, and early infant death. The study concludes that modifying some of these risk factors, such as increasing antenatal care visits, could help reduce the incidence of maternal near-miss.

Uploaded by

ringgo
Copyright
© All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd

JURNAL ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

VOLUME 4 Nomor 03 November 2013 Artikel Penelitian

DETERMINAN KEJADIAN MATERNAL NEAR MISS DI INDONESIA


(ANALISIS DATA SEKUNDER SDKI 2007)

DETERMINANT OF MATERNAL NEAR MISS INCIDENCE IN INDONESIA


(ANALYSIS OFSECONDARY DATA SDKI 2007)

Sindu Setia1, Rini Mutahar2, Suci Destriatania2


1
Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya
2
Staf Pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya

ABSTRACT
Background : According to WHO (2009) Maternal near miss is a "woman who nearly died but survived the
complications that occur during pregnancy, childbirth or during the 42 days after delivery." Women who
experienced maternal near miss can provide adequate information related to the state is going through. By
knowing the characteristics of mothers who experienced maternal near miss and the outcome of the incident
prevention can be done.
Methods : This study is a further analysis of the SDKI data (2007) and using the analytical method with a
cross-sectional study design. The sample of this study were women aged 15-49 years had married and had a
child last born alive or dead 5 years before and have completeness complications data of pregnancy and
childbirth survey; 14 559 respondents. Data analysis techniques with univariate and bivariate statistical test
chi-square and weighted the attention cluster and strata.
Results : The prevalence of maternal near miss was 341 (2.3%). Independent variables revealed statistically
associated with the incidence of maternal near miss is that women with low education (OR = 1.45 and 95%
CI = 1.02 to 2.05), spacing births (OR = 1.81 and 95% CI = 1, 19 to 2.75), where the birth (OR = 0.55 and
95% CI = 0.33 to 0.90), and women with a history of cesarean delivery (OR = 1.67 and 95% CI = 1.06 -
2.61). While perinatal outcomes associated with the incidence of maternal near miss is a low birth weight
(LBW) (OR = 2.50 and 95% CI = 1.49 to 4.18), stillbirth (stillbirth) (OR = 12.18 and 95% CI 3.60 to 41.20),
early infant death (early neonatal death) (OR = 2.62 and 95% CI = 1.17 to 5.83).
Conclusion : Some of the variables associated with the incidence of maternal near miss can be modified to
increase the traffic of atennal care to detect women who are at risk. So it can reduce the effect of maternal
near miss incident
Keywords : Maternal Near Miss, Maternal Morbidity complications of labor, Complications of Pregnancy

ABSTRAK
Latar Belakang : Menurut WHO (2009) maternal near miss merupakan “wanita yang hampir meninggal
tetapi dapat bertahan hidup dari komplikasi yang terjadi selama kehamilan, persalinan atau selama 42 hari
setelah persalinan”. Wanita yang mengalami maternal near miss dapat memberikan informasi yang adekuat
terkait keadaan yang dialaminya. Sehingga dengan mengetahui karakteristik ibu yang mengalami kejadian
maternal near miss dan outcome dari kejadian tersebut maka dapat dilakukan pencegahan.
Metode : Penelitian ini merupakan analisis lanjutan dari data SDKI 2007 dan menggunakan metode analitik
dengan desain studi cross-sectional. Sampel penelitian ini merupakan wanita yang berumur 15-49 tahun
pernah menikah dan memiliki anak terakhir yang lahir hidup atau mati 5 tahun sebelum serta memiliki
kelengkapan data komplikasi kehamilan dan persalinan survei sebanyak 14559 responden. Teknik analisis
data secara univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square dan dilakukan pembobotan yang
memperhatikan cluster dan strata.
Hasil Penelitian : Prevalensi kejadian maternal near miss sebanyak 341 (2,3%). Variabel independen yang
dinyatakan berhubungan secara statistik dengan kejadian maternal near miss yaitu wanita yang berpendidikan
rendah (OR=1.45 dan 95%CI =1,02-2,05), jarak kelahiran (OR=1,81 dan 95% CI=1,19-2,75), tempat
persalinan (OR=0,55 dan 95%CI= 0,33-0,90), dan wanita yang memiliki riwayat persalinan Caesar (OR=1,67
dan 95%CI= 1,06- 2,61). Sedangkan outcome perinatal yang berhubungan dengan kejadian maternal near
miss adalah berat bayi lahir rendah (BBLR) (OR=2,50 dan 95%CI= 1,49-4,18), bayi lahir mati (Stillbirth)
(OR=12,18 dan 95%CI 3,60-41,20), kematian bayi dini (early neonatal death) (OR=2,62 dan 95%CI=1,17-
5,83).

270
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat

Kesimpulan : Beberapa variabel yang berhubungan dengan kejadian maternal near miss dapat dimodifikasi
dengan meningkatkan kunjungan antennal care untuk mendeteksi ibu yang berisiko. Sehingga dapat
memperkecil akibat kejadian maternal near miss
Kata Kunci : Maternal Near Miss, Komplikasi Persalinan, Komplikasi Kehamilan

PENDAHULUAN mengurangi kematian ibu dan akibat jangka


panjang yang ditimbulkan dari maternal
Di Indonesia angka kematian ibu masih
morbiditi.
relatif tinggi yaitu 228/100.000 kelahiran
hidup.1 Hal ini berbanding terbalik dengan
BAHAN DAN CARA PENELITIAN
negara maju yang angka kematian ibu
tergolong rendah. Jarangnya kejadian Penelitian ini merupakan analisis
kematian ibu di negara maju memicu negara lanjutan data sekunder SDKI 2007 dengan
maju untuk mengembangkan penelitian menggunakan rancang cross sectional dan
tentang maternal near miss yang dapat metode analitik. Kriteria inklusi yaitu wanita
digunakan sebagai indikator pelayanan yang berumur 15-49 tahun menikah,
kebidanan (obstetric). Menurut WHO, hamil/melahirkan anak terakhir selama kurun
maternal near miss merupakan “wanita yang 2002-2007, mengalami atau tidak mengalami
hampir meninggal tetapi dapat bertahan hidup tanda-tanda komplikasi kehamilan dan
dari komplikasi yang terjadi selama persalinan. Sedangkan kriteria eksklusi adalah
kehamilan, persalinan atau selama 42 hari wanita yang tidak memiliki data yang lengkap
setelah persalinan”.2,3 Pada kenyataannya, mengenai tanda-tanda komplikasi kehamilan
kasus kejadian maternal near miss lebih dan persalinan. Besar sampel minimal
banyak daripada kejadian kematian ibu, dihitung menggunakan rumus uji beda 2
perbandingannya kejadian maternal near miss proporsi dengan menggunakan OR dari
ddengan kejadian kematian ibu di Brazil penelitian sebelumnya dan memperhitungkan
sebesar 37 :1.4 efek desain dan didapat jumlah sampel
Selama ini angka kematian ibu dan minimal yang terbesar 7724. Berdasarkan
penyebab kematian ibu diperkirakan dengan kriteria inklusi dan ekslusi semua populasi
metode wawancara terhadap saudara dalam penelitian ini diambil sebagai sampel.
perempuan yang meninggal, akan tetapi Sehingga jumlah total sampel sebanyak
metode ini seringkali tidak menggambarkan 14920.
secara jelas apa yang dialami oleh ibu yang Variabel dependen pada penelitian ini
mengalami kematian.5 Kejadian maternal near adalah kejadian maternal near miss yang
miss memiliki karakteristik yang hampir sama diidentifikasi secara pragmatik melalui
dengan kejadian kematian ibu.2 Wanita yang variabel tanda-tanda komplikasi kehamilan
mengalami kejadian maternal near miss dapat dan persalinan. Variabel independen
memberikan informasi yang lebih sensitive merupakan karakteristik sosio demografi,
dan akurat yang menggambarkan keadaan status reproduksi, kunjungan anc, tempat
wanita tersebut selama mengalami komplikasi persalinan dan riwayat persalinan. Selain itu,
kehamilan, persalinan, dan pasca persalinan.5,6 penelitian ini juga melihat outcome perinatal
Dengan mengkaji kejadian maternal near miss (anak) yang dihasilkan. Data SDKI 2007
dapat diketahui informasi mengenai faktor diperoleh dari website [Link]
risiko, dan faktor yang perlu dihindari bahkan dengan mengirimkan abstrak penelitian.
faktor yang harus diperbaiki yang terkait Pengolahan data yang dilakukan hanya
dengan maternal near mis tersebut. Sehingga tabulasi dan pengecekan missing value.
dengan mengetahui faktor-faktor tersebut Variabel yang missing diuji dengan analisis
dapat dilakukan tindakan aksi untuk listwise dan pairwise. Missing value yang ada

271 ● Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, Volume 4, Nomor 03 November 2013


Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat

bersifat random dan perlakuan yang dilakukan Tabel 2.


menggunakan metode pairwise. Distribusi karakteristik sosial demografi,
Analisis dilakukan secara univariat dan status reporduksi dan riwayat kesehatan
bivariat. Univariat dilakukan untuk melihat
Variabel N=14920 %
distribusi frekuensi setiap variabel sedangkan Umur
bivariat dilakukan untuk melihat hubungan  19 tahun 446 3
20-34 tahun 10779 72,2
antara variabel dependen, independen, dan ≥ 35 tahun 3695 24,8
variabel outcome. Analisis menggunakan Pendidikan*
bantuan statistik komputer dengan prosedur Tidak Sekolah 486 3,2
SD, SMP 6136 41,1
complex samples dengan mempertimbangkan SMA 7116 47,6
pembobotan, strata dan cluster. Hal ini Perguruan Tinggi 1180 7,9
Bekerja*
dikarenakan data yang digunakan merupakan
Ya 6829 45,8
data dari sebuah survei yang menggunakan Tidak 8054 53,9
desain komplek1 dimana pemilihan sampel Daerah Tempat Tinggal
Desa 8636 57,9
menggunakan dua tahap yaitu strata dan Kota 6284 42,1
cluster dan memiliki ketidak seimbangan Status Perkawinan
dalam pemilihan sampel. Tidak ada pasangan (Cerai- 376 2,5
Hidup/cerai Mati)
Ada Pasangan (menikah) 14544 97,5
HASIL PENELITIAN Paritas
1 5170 34,6
Kejadian maternal near miss 2-3 6972 46,7
diidentifikasi secara pragmatik dengan ≥4 2778 18,6
Jarak Kelahiran**
gabungan dari minimal 4 dari 13 variabel <24 bulan 1083 7,2
tanda-tanda komplikasi kehamilan dan 24 bulan-58 bulan 3949 26,5
persalinan. ≥ 59 bulan 4684 31,4
Antenatal Care
Tabel 1. tidak ada kunjungan (0) 682 4.6
Distribusi Kejadian Maternal Near Miss Tidak cukup (1-3) 2038 13,7
Cukup (≥ 4 kali) 12200 81,7
N=14920 % Tempat Persalinan*
Maternal Near Miss Rumah 7731 51,8
Ya 341 2,3 Fasilitas kesehatan publik 1564 10,5
Tidak 14579 97,7 Fasilitas kesehatan privat 5612 37,6
Riwayat Persalinan (Caesar)*
Ya 1083 7,3
Berdasarkan tabel 1. diketahui bahwa Tidak 13767 92,3
prevalensi kejadian maternal near miss adalah * Variabel memiliki missing <1%
**Paritas 1 tidak memiliki jarak kelahiran
2,3 %. Kasus maternal near miss sebanyak 23
dari 1000 kelahiran hidup. Tabel 3.
Dari tabel 2. dapat diketahui bahwa Distribusi Variabel Outcome
banyak responden yang berumur 20-34
(7,2%), berpendidikan SMA (47,6%), tidak N=14920 %
BBLR*
bekerja (53,9%), tinggal di desa (57,9%), BBLR 780 5,2
memiliki pasangan (97,5), paritas 2-3 Non BBLR 11729 78,6
Stillbirth
(46,7%), ≥ 59 bulan (48,2%), kunjungan Ya 56 0,4
antenatal care ≥ 4 kali (81,7%), bersalin Tidak 14864 99,6
dirumah (51,8%), dan memiliki riwayat Early neonatal Death
Ya 62 0,4
persalinan caesar (92,3%). Tidak 14858 99,6
* Variabel memiliki missing

Setia, Mutahar, Destriatania, Determinan Kejadian Maternal Near Miss di Indonesia ● 272
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat

Pada tabel 3. variabel outcome perinatal Berdasarkan tabel 4. menunjukan


yang paling banyak adalah bayi yang tidak bahwa hasil analisis bivariat melalui uji Chi-
mengalami BBLR, stillbirth dan early Square dengan menggunakan aplikasi
neonatal death. Rate stillbirth dan early komputer untuk statistik maka di diperoleh
neonatal death sebesar 3,8 dan 4,2 per 1000 nilai p-value, Ratio Prevalence (RP) dan
kelahiran hidup. Confidence Interval 95%, sehingga dapat
disimpulkan bahwa dari 10 variabel
Tabel 4. independent yang diteliti dalam penelitian ini
Hubungan variabel independen dengan
hanya terdapat 4 variabel independent yang
kejadian maternal near miss
dinyatakan ada hubungan yang bermakna
Variabel P RP CI (95%) secara statistik yaitu tingkat pendidikan
Value
Umur
responden (p-value = 0,034), jarak kelahiran
Risiko Tinggi
0,087
1,36 (0,95-1, 94) anak responden ≥59 bulan (p-value = 0,006),
Risiko Rendah 1
Pendidikan
tempat persalinan (p-value = 0,043 dan 0,016
Rendah
0,034*
1,45 (1,02-2,05) ), riwayat persalinan (p-value = 0,024).
Tinggi 1
Bekerja
Sedangkan semua variabel outcome
Ya
0,440
0,87 (0,61-1,23) yakni berat bayi lahir rendah (BBLR),
Tidak 1
Tempat Tinggal
stillbirth, dan early neonatal death memiliki
Desa
0,13
1,30 (0,91-1,68) hubungan yang bermakna secara statistik
Kota 1
Status Kawin
dengan kejadian maternal near miss.
Tidak ada pasangan (Cerai 1,03 (0,47-2,26)
hidup/mati) 0,927
Ada pasangan (Menikah) 1
Paritas
Risiko tinggi (1 atau ≥4) 1,01 (0,71-1,55)
0,784
Risiko Rendah (2-3) 1
Jarak Kelahiran
Risiko Tinggi 1,81 (1,19-2,75)
0,005*
Risiko Rendah 1
Kunjungan ANC
Tidak Cukup (<4 kali) 0,986 1,00 (0,64-1,57)
Cukup (≥4 kali) 1
Tempat Persalin
Swasta 0,55 (0,33-0,90)
0,016*
Publik 1
Riwayat Persalinan
Ya 0,024* 1,67 (1,06- 2,61)
Tidak 1
*p value<0,05

Tabel 5.
Hubungan antara kejadian maternal near miss dan outcome perinatal

Variabel Maternal Near BBLR P Value RP


Miss Ya Tidak CI (95%)
N % n %
Ya 41 25 2,9 75 0,000* 2,50 (1,49-4,18)
Tidak 739 11,6 10804 88,4 1
Stillbirth
Ya 12 3,5 329 96,5 0,000* 12,18 (3,60-41,20)
Tidak 44 0,3 14535 99,7 1
Early Neonatal Death
Ya 4 1 338 99 0,015* 2,62 (1,17-5,83)
Tidak 58 0,4 14520 99,6 1
* P velue <0,05

273 ● Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, Volume 4, Nomor 03 November 2013


Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat

PEMBAHASAN Ibu yang memiliki tingkat pendidikan yang


tinggi secara tidak langsung akan semakin
Hasil penelitian menunjukkan tidak ada
percaya diri dan memiliki status sosial
hubungan yang signifikan antara umur
misalnya dalam menyumbang pemikiran
responden dengan kejadian maternal near
tentang jumlah anak yang diinginkan,
miss. Sejalan dengan temuan Souza JP, et al
pemilihan tempat persalinan dan adanya
yang menyatakan bahwa ada hubungan yang
kesetaraan gender antara si ibu dengan
bermakna antara umur ibu >35 tahun dengan
suami.12 Dengan meningkatkan pengetahuan
kejadian maternal near miss.7 Penelitian lain
ibu tentang faktor risiko bahaya komplikasi
menyimpulkan bahwa ibu yang berumur >35
kehamilan dan persalinan melalui penyuluhan
tahun berpeluang 1,46 kali untuk mengalami
dan pelayanan antenatal care maka bahaya
kejadian maternal near miss.8 Di Brazil
komplikasi kehamilan dapat diantisipasi.
ditemukan bahwa ada hubungan umur ibu 40-
Sehingga jika terjadi komplikasi kehamilan
49 tahun dengan kejadian maternal near
dan persalinan, ibu mengerti apa yang harus
miss.9 Kehamilan pada remaja usia 15-19
dilakukan untuk menanggulangi keadaan
tahun dan wanita yang berusia >35 tahun
tersebut.
memiliki risiko yang tinggi untuk mengalami
Hasil penelitian menunjukkan tidak ada
kejadian maternal near miss. Secara umum
hubungan yang signifikan antara ibu yang
pada saat wanita berusia remaja (15-19)
bekerja dengan kejadian maternal near miss.
organ reproduksi belum tumbuh dengan
Sesuai dengan penelitian Souza JP et al
maksimal sedangkan pada wanita usia >35
(2010) yang menyatakan tidak ada hubungan
tahun memiliki kondisi fisik yang menurun
antara ibu yang bekerja dengan kejadian
atau ada penyakit kronis.10
maternal near miss9. Sedangkan Napoleon
Ketidakbermaknaan hubungan ini dapat
menyimpulkan bahwa ada hubungan antara
faktor lain dapat memberikan kontribusi untuk
ibu yang bekerja dengan kejadian maternal
kejadian maternal near miss misalnya
near miss dan proporsi kejadian maternal
kurangnya pengetahuan dan pendidikan
near miss lebih banyak terjadi pada ibu rumah
remaja tentang kehamilan yang dialami dan
tangga (96,1%).13Benson Ralp berpendapat
sikap mental yang belum siap terutama pada
pada dasarnya ibu hamil dapat tetap bekerja
kehamilan yang tidak direncanakan.
akan tetapi jenis pekerjaan yang dilakukan
Sedangkan pada wanita yang berusia >35
oleh ibu hamil tidak boleh mendatangkan
tahun jika diikuti dengan paritas yang banyak
kelelahan yang dapat mengganggu kesehatan
juga dapat meningkatkan resiko kejadian
ibu dan bayi.14 Perbedaan hasil penelitian ini
maternal near miss.
disebabkan penelitian Napoleon dilakukan di
Hasil penelitian menunjukkan ada
rumah sakit dengan kriteria tanda-tanda klinis
hubungan yang signifikan antara pendidikan
berdasarkan data rekam medis pasien yang
responden dengan kejadian maternal near
mengalami komplikasi kehamilan dan
miss. Penelitian lain menyatakan ada
persalinan. Selain itu pada penelitian ini tidak
hubungan antara pendidikan dengan kejadian
melihat jenis pekerjaan ibu apakah berat atau
maternal near miss.9
tidak.
Menurut Chauhan,11 tingkat pendidikan
Hasil penelitian menunjukkan tidak ada
mempengaruhi ibu dalam memelihara
hubungan yang signifikan antara daerah
kesehatannya. Pada umumnya ibu hamil
tempat tinggal dengan kejadian maternal near
dengan tingkat pendidikan tinggi biasanya
miss. Di Sudan, ditemukan bahwa daerah
akan berkunjung ke pelayanan antenatal care,
tempat tinggal tidak memiliki hubungan
mengerti tentang asupan gizi yang sesuai
dengan terjadinya maternal near miss.15
untuk kesehatannya dan bayi yang dikandung.
Senada Souza JP et al menyimpulkan bahwa

Setia, Mutahar, Destriatania, Determinan Kejadian Maternal Near Miss di Indonesia ● 274
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat

tidak ada hubungan daerah tempat tinggal criteria dalam mengidentifikasi kejadian
dengan kejadian maternal near miss.9 maternal near miss. Pada penelitian
Meskipun pada sampel penelitian tersebut ibu sebelumnya dilakukan di fasilitas kesehatan
yang bertempat tinggal di kota besar dan menggunakan data rekam medis pasien.
berpeluang 1,13 kali lebih besar untuk Hasil penelitian ini sama dengan di
mengalami kejadian maternal near miss Sudan yang menyatakan tidak ada hubungan
dibandingkan ibu yang tinggal di daerah antara paritas dengan kejadian maternal near
lainnya. Sedangkan WHO dan UNFPA miss.15 Sedangkan penelitian lainnya
menyatakan daerah pedesaan dan daerah yang menemukan bahwa paritas memiliki
miskin memiliki hubungan dengan kesakitan hubungan dengan kejadian maternal near miss
dan kematian ibu. Namun kejadian maternal dimana paritas risiko tinggi memiliki peluang
near miss tidak disebabkan oleh penyebab lebih besar mengalami kejadian maternal near
tunggal.16,17 Ada banyak faktor lainnya yang miss.7,13 Kelainan persalinan lebih sering
dapat berkontribusi dalam kejadian maternal terjadi pada wanita yang nulipara dan diikuti
near miss. Tidak ada hubungan antara daerah oleh umur >35 tahun (Cunningham, et
tempat tinggal dengan kejadian maternal near al2005). Sedangkan ibu yang multipara
miss dapat disebabkan ada faktor lain yang (memiliki anak lebih dari 4) juga merupakan
lebih berpengaruh terhadap kejadian faktor risiko terjadinya komplikasi kehamilan
maternal near miss. Misalnya ketersediaan dan persalinan. Paritas juga dapat
fasilitas layanan kesehatan. mempengaruhi ibu untuk bersalin dengan cara
Hasil penelitian ini sejalan dengan caesar. Apabila ibu memiliki paritas risiko
penelitian Goffman et al dan Souza di Brazil tinggi dan memiliki riwayat caesar maka akan
yang menyatakan tidak ada hubungan antara meningkatkan kejadian maternal near miss.10
status perkawinan dengan kejadian maternal Tidak adanya hubungan yang signifikan
near miss.9,18 Hal ini bertolak belakang antara paritas dengan kejadian maternal near
dengan hasil penelitian Souza JP et al lainnya miss dapat disebabkan proporsi responden
yang menemukan bahwa ada hubungan antara dengan paritas risiko tinggi yang mengalami
status pernikahan dengan kejadian maternal kejadian maternal near miss hampir sama
near miss dimana wanita yang tidak memiliki dengan responden dengan paritas risiko tinggi.
pasangan berpeluang 1,15 kali mengalami Hasil penelitian menunjukkan ada
kejadian maternal near miss.7 hubungan yang signifikan antara jarak
Status perkawinan yang mendukung kehamilan dengan kejadian maternal near mis
terjadinya kematian maternal adalah status Jarak kelahiran yang disarankan oleh
tidak menikah. Status ini merupakan indikator Depkes adalah 2 tahun atau 24 bulan,
dari suatu kehamilan yang tidak diharapkan sehingga ibu dapat memulihkan kesehatannya
atau direncanakan. Wanita dengan status pasca melahirkan dan laktasi. Selain itu, jika
perkawinan tidak menikah atau tidak memiliki jarak kehamilan dekat maka cadangan nutrisi
pasangan pada umumnya cenderung kurang ibu akan berkurang dan dapat mempengaruhi
memperhatikan kesehatan diri dan janinnya status gizi ibu.20 Sedangkan Agudelo dan
selama kehamilan dengan tidak melakukan Belizan JM menyatakan jarak kelahiran
pemeriksaan (antenatal care), yang kurang dari 6 bulan dapat meningkatkan
mengakibatkan tidak terdeteksinya kelainan kematian ibu, pendarahan pada trimester
pada masa kehamilan yang dapat ketiga, bayi prematur, dan anemia. Pada jarak
19
mengakibatkan terjadinya komplikasi. Tidak kelahiran lebih dari 59 bulan berhubungan
adanya hubungan yang bermakna antara status dengan peningkatan risiko preklamsia dan
perkawinan dengan kejadian maternal near eklamsia serta diabetes mellitus saat
miss dapat disebabkan adanya perbedaan kehamilan. Bahkan jarak kelahiran berisiko

275 ● Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, Volume 4, Nomor 03 November 2013


Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat

tinggi berdampak pada hasil perinatal seperti mengalami komplikasi selama kehamilan.
berat bayi lahir rendah, early neonatal death, Sehingga pada saat wawancara responden
dan fetal death.21 Hasil penelitian ini sesuai tersebut menyatakan bahwa dirinya tidak
dengan pendapat Agudelo dan Belizan. Jarak mengalami komplikasi kehamilan.
kelahiran ≥ 59 bulan tidak dapat dicegah. Hasil penelitian ini selaras dengan
Namun di monitor dengan melakukan penelitian Sasmita, et al di Indonesia
kunjungan antenatal care sehingga menyatakan bahwa ada hubungan antara
perkembangan kondisi kesehatan ibu dan tempat persalinan dengan kejadian maternal
janin dapat dipantau. Hal ini dilakukan untuk near miss.23 Dan proporsi kejadian maternal
mengantisipasi memburuknya kondisi near miss lebih banyak di fasilitas kesehatan
kesehatan ibu. publik.23 Sedangkan Souza JP, et al
Hasil penelitian ini sejalan dengan membedakan kategori tempat bersalin dengan
penelitian Ali, di negara Sudan dan pendapat fasilitas kesehatan publik, swasta, dan fasilitas
Souza bahwa tidak ada hubungan antara kesehatan yang memiliki jaminan social.
kunjungan antenatal care dengan kejadian Wanita yang bersalin di fasilitas kesehatan
maternal near miss.9,15 Pelayanan antenatal jaminan sosial memiliki hubungan dengan
care bertujuan untuk mendeteksi sedini kejadian maternal near miss dibandingkan
mungkin faktor-faktor penyulit kehamilan dan fasilitas kesehatan publik dan merupakan
mempersiapkan persalinan yang aman serta faktor risiko dengan rentang Sedangkan
memberikan pendidikan kepada ibu hamil. fasilitas kesehatan swasta merupakan faktor
Untuk mencapai tujuan tersebut maka ibu protektif dengan kejadian maternal near miss
sebaiknya melakukan kunjungan ke pelayanan dibandingkan fasilitas kesehatan publik
antenatal lebih dari 3 kali.22 Berdasarkan data dengan rentang.9
SDKI 2007 ibu yang melakukan kunjungan Berdasarkan penelitian di Palestina
antenatal care cukup (>4) lebih banyak tahun 2010 dalam laporan UNFPA (2012)
mengalami kejadian komplikasi kehamilan menyatakan kejadian maternal near miss
dan persalinan. Sedangkan ibu yang tidak lebih banyak terjadi di fasilitas kesehatan
melakukan kunjungan antenatal lebih sedikit publik (rumah sakit pemerintah). Hal tersebut
mengalami komplikasi kehamilan dan dikarenakan dokter spesialis kebidanan
persalinan.1 merujuk responden yang mengalami
Ketidakbermaknaan ini dapat komplikasi ke rumah sakit pemerintah tempat
disebabkan proporsi responden dengan dokter tersebut bekerja, dokter swasta tidak
kunjungan antenatal care tidak cukup sama mungkin merujuk responden yang mengalami
dengan proporsi responden dengan kunjungan komplikasi ke rumah sakit atau kliniknya
antenatal care cukup. Kemudian pada untuk menghindari tingginya angka kematian
penelitian ini kunjungan antenatal care tidak ibu dikliniknya, responden tidak mampu
ditinjau berdasarkan kualitas antenatal care membayar biaya di rumah sakit swasta dan
dan tidak memantau kunjungan antenatal care biasanya rumah sakit pemerintah melayani
per trimester. Karena bahaya kehamilan asuransi kesehatan masyarakat. Hasil
biasanya akan meningkat pada trimester ke penelitian ini sama dengan beberapa
tiga. Selain itu, responden mungkin saja penelitian sebelumnya, namun perlu
mengalami keguguran sehingga tidak dilakukan penelitian lebih lanjut di Indonesia
berkunjung ke pelayanan antenatal care untuk untuk menemukan alasan tingginya proporsi
periode berikutnya. Bahkan ada kemungkinan kejadian maternal near miss di rumah sakit
bahwa responden yang tidak pernah pemerintah.24
melakukan kunjungan antenatal care Hasil penelitian ini sesuai dengan
mungkin tidak mengetahui bahwa dirinya penelitian Goffman, et al dan Souza JP, et al

Setia, Mutahar, Destriatania, Determinan Kejadian Maternal Near Miss di Indonesia ● 276
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat

menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat kehamilan, gangguan kesehatan ibu (misalnya
antara riwayat persalinan Caesar dengan hipertensi dan diabetes), gangguan
kejadian maternal near miss.9,18 Berdasarkan pertumbuhan janin, dan kelainan konginetal,
penelitian Villar,et al menyimpulkan bahwa komplikasi persalinan termasuk penyebab dari
persalinan secara caesar positif menyebabkan kejadian stillbirth. Pada saat intrapartum
kejadian maternal near miss dan kematian berhubungan dengan kejadian stillbirth.
ibu. Jika ibu memiliki riwayat Caesar maka Sedangkan pada saat antepartum penyebab
pada saat persalinan berikutnya akan stillbirth adalah infeksi yang dialami ibu dan
melakukan persalinan dengan cara Caesar. pertumbuhan janin yang terganggu. Mayoritas
Persalinan Caesar tidak dianjur untuk stillbirth dapat dicegah, dengan memperbaiki
dilakukan akan tetapi jika ibu memiliki status kesehatan ibu dan status gizi ibu selama
komplikasi kehamilan dan penyulit persalinan masa kehamilan serta mendeteksi kehamilan
maka persalinan Caesar dapat dilakukan. yang memiliki risiko.30,31 Misalnya umur ibu
Selain melihat karakteristik demografi, status diatas < 20 tahun atau > 35 tahun, jarak
reproduksi dan status kesehatan ibu kejadian kelahiran < 24 bulan, ibu multipara.
maternal near miss juga dihubungkan dengan Penelitian Souza JP et al menyatakan
outcome perinatal. Pada penelitian ini ada tiga adanya hubungan positif antara kejadian
outcome perinatal yang diteliti yaitu BBLR, kematian neonatal dini dengan kejadian
stillbirth dan early neonatal birth. Hasil maternal near miss.7 Hasil penelitian ini
penelitian menunjukkan ada hubungan yang sesuai dengan pendapat WHO menyebutkan
bermakna antara kejadian maternal near miss salah satu penyebab bayi meninggal setelah
dengan BBLR, stillbirth dan early neonatal lahir adalah ibu yang mengalami komplikasi
death. saat persalinan. Selain itu adanya praktek-
Hasil penelitian ini sejalan dengan praktek berbahaya setelah lahir yang
Souza JP, et al bayi yang BBLR memiliki ibu menyebabkan bayi terkena infeksi. Sehingga
yang berpeluang 2,83 kali mengalami selain faktor ibu, faktor pelayanan kesehatan
kejadian maternal near miss dibandingkan juga berperan dalam menjaga agar bayi tidak
bayi yang tidak BBLR.7 Menurut Ariani dan mengalami kematian.31
Wianwiset ada hubungan antara komplikasi
persalinan (pre eklamsia) dengan kejadian KESIMPULAN DAN SARAN
BBLR.26,27 Komplikasi kehamilan yang terjadi Prevalensi kejadian maternal near miss
pada ibu selama hamil seperti pendarahan, di Indonesia berdasarkan data SDKI 2007
preeklamsia, eklamsi dan kelahiran premature sebesar 2,3% dan sebanyak 23 kasus maternal
merupakan salah satu faktor BBLR. Dampak near miss pada 1000 kelahiran hidup.
dari bayi yang mengalami BBLR ketika Sebagian besar responden yang mengalami
dewasa adalah diabetes, hipertensi dan kejadian maternal near miss memiliki umur
jantung.28 Sehingga ibu yang dideteksi risiko tinggi (≤19 tahun dan ≥35 tahun),
mengalami risiko near miss harus tingkat pendidikan rendah, status responden
mempersiapkan diri untuk intervensi kejadian bekerja, tinggal di desa, tidak memiliki
BBLR. pasangan, paritas tinggi, jarak kelahiran ≥59
Berdasarkan laporan Austalian dan bulan, tempat bersalin di fasilitas kesehatan
New Zealand penyebab stillbirth adalah publik dan responden memiliki riwayat
infeksi yang menyebabkan keguguran dan persalinan sebelumnya Caesar. Sedangkan
kelainan kehamilan. Sedangkan di New variabel hasil (outcome) mayoritas responden
Zealand penyebab utama stillbirth adalah yang mengalami maternal near miss
pendarahan sebelum kelahiran. WHO dan melahirkan anak mengalami kejadian BBLR,
Law menyimpulkan selain infeksi saat

277 ● Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, Volume 4, Nomor 03 November 2013


Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat

kejadian stillbirth dan kejadian early neonatal kedokteran maupun kualitas pelayanan
death. Pada variabel independen 4 dari antara dan penyediaan pencatatan kejadian
10 variabel tersebut memiliki hubungan maternal near miss.
3. Bagi petugas kesehatan dapat
dengan kejadian maternal near miss yaitu
memberikan penyuluhan untuk
tingkat pendidikan, jarak kelahiran, fasilitas menambah pengetahuan ibu tentang
kesehatan dan riwayat persalinan caesar faktor risiko pada komplikasi kehamilan
Sedangkan bayi yang mengalami BBLR, dan persalinan terutama di daerah
stillbirth, dan early neonatalal death memiliki pedesaan. Pada saat ibu melakukan
hubungan yang kuat dengan kejadian maternal kunjungan antenatal diharapkan petugas
near miss. kesehatan dapat lebih aktif untuk
memberikan informasi tentang kehamilan,
Saran dari penelitian ini adalah sebagai
risiko kehamilan dan cara pencegahan dan
berikut: penanganan masalah kehamilan.
1. Bagi instasi kesehatan, perlu mengadakan 4. Bagi Peneliti lainnya diharapkan ada
surveilans epidemiologi maternal near penelitian lanjutan untuk meneliti
miss agar tersedia data-data seperti kejadian maternal near miss yang
pelaporan angka kejadian maternal near diidentifikasi berdasarkan kriteria
miss yang bisa dijadikan sebagai acuan manajemen dan disfungsi organ pada
untuk membuat program pencegahan fasilitas kesehatan terutama fasilitass
(skrening ibu yang berisiko) sehingga kesehatan publik. Variabel-variabel
secara tidak langsung dapat mencegah lainnya juga dapat ditambahkan untuk
kematian ibu. diteliti seperti penolong persalinan,
2. Sebagai rumah sakit rujukan khususnya rujukan ke fasilitas kesehatan dan status
fasilitas publik perlu meningkatkan ekonomi.
pelayanan kegawatdaruratan kebidanan
(PONEK) baik melalui teknologi

DAFTAR PUSTAKA 5. Adisasmita,[Link] Memperingati


Hari Kesehatan Sedunia.
1. Badan Pusat Statistik and Macro [Link]
[Link] Demographic [online], 2005. diakses tanggal 25 April
and Health Survey [Link], 2012.
Maryland,USA :BPS and Macro 6. Jahan, S et,al. Near-Miss/Severe acute
International. 2008. maternal morbidity (SAMM): A new
2. [Link] maternal death and near- concept in maternal care
miss classifications. [Link]
[Link] PS/article/view/143/142. [online], 2006.
10/09-071001/en/[Link], [online], diakses tanggal 25 April 2012.
2009. diakses tanggal 28 April 2012. 7. Souza, JP et [Link] Near Miss And
3. Say L, Souza JP, Pattinson [Link] Maternal Death In The World Health
near miss--towards a standard tool for Oeganization’s 2005 Global Survey On
monitoring quality of maternal health Maternal And Perinatal Health.
care. [Link]
[Link] 2/08-
303368, [online], 2009. diakses tanggal 057828/en/[Link],[online],
26 April 2012. [Link] tanggal 26 April 2012.
4. Oliveira Neto, et al.. Factor Associated 8. Waterstone, et al. Incidence and
With Maternal Death In Women Admitted predictors of severe obstetric morbidity
To An Intensive Care Unit With Severe case-control study
Maternal Morbidity. [Link]
[Link] cles/PMC31259/pdf/[Link], [online],
342049, [online] diakes tanggal 23 [Link] tanggal 25 Juni 2012.
April 2012. 2009.

Setia, Mutahar, Destriatania, Determinan Kejadian Maternal Near Miss di Indonesia ● 278
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat

9. Souza, JP,et al. Maternal Morbidity And /[Link] [online], [Link]


Near Miss In The Community:Findings tanggal 20 Maret 2012.
From The 2006 Brazilian Demographic 17. [Link] Maternal Mortality
Health Survey. The Contribution Of The Right To
[Link] The Highest Attainable Standard Of
1/j.1471- 0528.2010.02746.x/pdf. Health.
[online], 2010. diakses tanggal 26 April [Link]
2012. d/documents/publications/reducing_mm.
10. Cunningham F,Gary,et al. Obstetri pdf [online], 2009. diakses tanggal 20
[Link] bahasa Andry Haryono, et Maret 2012.
al Edisi 21. EGC. Jakarta. 2005. 18. Goffman, D, et al (2007). Predictors Of
11. Chauhan, [Link] al. Rural Maternal Mortality And Near Miss
Epidemiology of Maternal Mortality in Maternal Morbidity.
Tribal women from Bastar Chhattisgarh, [Link]
India. /n10/full/[Link] [online],diakses
[Link] tanggal 25 April 2012.
iles/IJBMRF2011382/rural_epi 19. WHO. Depkes [Link] UI.. Modul Safe
emiology_of_maternal_mortality_in_trib [Link] WHO-Depkes
al_women_from_bastar_chhattis RI-FKM UI. 1998.
arh_india.pdf [online], 2011. diakses 20. Depkes RI. Penanganan kegawat-
tanggal 25 Juni 2012. daruratan obstetri. Ditjen Binkesmas,
12. Karlsen, et [Link] relationship between DepkesRI. Jakarta. 1996.
maternal education and mortality among 21. Agudelo, A.C dan Belizan. Maternal
women giving birth in health care morbidity and mortality associated with
institutions: Analysis of the cross interpregnancy interval: cross sectional
sectional WHO Global Survey on [Link]://[Link]/pmc/a
Maternal and Perinatal Health. rticles/PMC27528/?tool=pubmed,
[Link] [online], 2000. diakses tanggal 25 Juni
df/[Link]. [online], 2011. 2012.
diakses tanggal 25 April 2012. 22. Depkes [Link] Pelayanan
13. Napoleon, [Link]-faktor yang Antenatal.
mempengaruhi terjadinya Kematian [Link]
Maternal dan Nyaris Mati Maternal di stream//123456789/768/4/BK200 7-
RSUD Dr. Pringadi Medan tahun [Link], [online], 2007. diakses tanggal
[Link]://[Link]/bitstream 9 Maret 2012.
/123456789/6444/1/[Link], 23. Adisasmita, [Link] [Link] Near
[online], 2008. diakses tanggal 23 April Miss And Deaths In Public And Private
2012. Hospitals In Indonesia
14. Benson Ralph, Buku Saku Obstetri dan [Link]
Ginekologi/Ralph C Benson, Martin 2393/8/10/.[online], 2008. diakses
Pernoll:Alih Bahasa Susiani tanggal 25 April 2012.
[Link] Edisi Bahasa Indonesia. 24. [Link] Near Miss in Four
Sri Sisca Primarianti et al. Edisi Governmental Hospitals in the West
9 EGC. akarta. 2008. Bank in Palestina 2010
15. Ali Abdelaziem, et al. Maternal Near [Link]
Miss In A Rural Hospital In ations/Near%20Miss%20Final% 20RE
[Link]://[Link]/co [Link]. [online], 2012. diakses tanggal
ntent/pdf/[Link], 11 Agustus 2012.
[online], 2011. diakses tanggal 4 25. Villar, et al. Caesarean delivery rates
April 2012. and pregnancy outcomes: the 2005 WHO
16. [Link] mortality in 2000. global survey on maternal and perinatal
[Link] health in Latin America.
escent/documents/9241562706/en [Link]
als/lancet/PIIS01406736066870

279 ● Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, Volume 4, Nomor 03 November 2013


Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat

[Link]?id=4d037fefcb72946c:- [Link], [online], 2008. diakses tanggal 8


31319f28:138d583c1d5: Agustus 2012.
4d2f1343613199689, [online], 2006. 29. Australia and New Zealand stillbirth
diakses tanggal 28 Juni 2012. alliance. Australia and New Zealand
26. Ariani. Hubungan Preeklampsia Dengan factsheet.
Berat Bayi Lahir Rendah di RSUP H. [Link]
Adam Malik medan Tahun content/uploads/Lancet_launch_ANZSA
[Link]://[Link]/bitstream _Factsheet.pdf, [online], 2008. diakses
/123456789/25583/7/[Link]. tanggal 4 Agustus 2012.
[online], 2010. diakses tanggal 4 30. WHO..[Link]://[Link]/mate
Agustus 2012. rnal_child_adolescent/epidemiology/still
27. Wianwinset. Maternal Near Miss (Severe birth/en/.[online], [Link] tanggal
Morbidity) at Sisaket Hospital. 28 Agustus 2012.
[Link] 31. Lawn, et al. Stillbirths: Where? When?
file_983512.pdf. [online], 2012. Why? How to make the data
diakses tanggal 29 Juli 2012. count?
28. [Link] and Prevention of [Link]
Low Birth Weight:A Synopsis of the /article/PIIS01406736(10)62187-
Evidence[Link] 3/fulltext#article_upsell. [online], 2011.
HE%20Report%20LowBirthWeight%20f diakses tanggal 8 Agustus 2012.

Setia, Mutahar, Destriatania, Determinan Kejadian Maternal Near Miss di Indonesia ● 280

You might also like