HomeWork #1
RIG CONSTRUCTION
1. Explain as many as you can, equipment in JackUp. With picture if its possible.
A jackup rig or a self-elevating unit is a type of mobile platform that consists of a
buoyant hull fitted with a number of movable legs, capable of raising its hull over the surface of
the sea. The buoyant hull enables transportation of the unit and all attached machinery to a
desired location. Once on location the hull is raised to the required elevation above the sea
surface supported by the sea bed. The legs of such units may be designed to penetrate the sea
bed, may be fitted with enlarged sections or footings, or may be attached to a bottom mat. [1]
Generally jackup rigs are not self-propelled and rely on tugs or heavy lift ships for transportation.
Jackup platforms are used as exploratory drilling platforms and offshore and wind farm service
platforms. Jackup platforms have been the most popular and numerous of various mobile types
in existence. The total number of jackup drilling rigs in operation numbered about 540 at the end
of 2013.
Since the first jackup was built in 1954, jackups have become the most popular type of mobile
offshore drilling unit (MODU) for offshore exploration and development purposes. In fact, there
are hundreds of jackups stationed around the world performing drilling and workover operations
in just about every environment.
One of two types of bottom-supported MODUs (the other being the much less popular
submersible rig), jackup rigs rest on the sea floor rather than float. The premise of a jackup rig is
that it is self-elevating; here, the legs are stationed on ocean floor and the drilling equipment is
jacked up above the water's surface.
One of two types of bottom-supported MODUs (the other being the much less popular
submersible rig), jackup rigs rest on the sea floor rather than float. The premise of a jackup rig is
that it is self-elevating; here, the legs are stationed on ocean floor and the drilling equipment is
jacked up above the water's surface.
Providing a very stable drilling environment, in comparison to other types of offshore drilling rigs,
jackups can drill in waters up to 350 feet deep. Once drilling is required in waters that are deeper
than the capabilities of a jackup, semisubmersibles and drillships become a more logical choice
for exploration and development operations.
When their legs are not deployed, jackups float, which makes these types of MODUs quite easily
transported from one drilling location to another. While some are capable of self-propulsion and
do not need an outside source for movement, most jackups are transported via tug boats or
submersible barges. While towing is easily performed, barges are the transportation of choice
when the jackup needs to be moved quickly or over a longer distance.
Jackup Legs
Whether a jackup design involves three or four legs, there are two main types of legs that are
used on jackups. The first incorporates open-truss legs into the design that resemble electrical
towers. Open-truss legs are made of tubular steel sections that are crisscrossed, making them
strong, but lightweight.
Jackups can also have columnar legs made of huge steel tubes. While columnar legs are less
expensive than open-truss legs to fabricate, they are less stable and cannot adapt to stresses in
the water as well as open-truss legs. For this reason, columnar-legged jackups are not used in
waters that measure more than 250 feet deep.
In addition to their legs, jackups are supported by two different systems of stabilization. Jackup
legs are supported on the sea floor via either mats or spud cans.
A more logical choice for drilling environments that have soft floors, mat-supported jackups
distribute the weight of the rig across the ocean's bottom, like a snow shoe. Usually shaped like
an "A," mat supports are connected to the bottom of each leg of the jackup, ensuring that the rig
does not punch-through the ocean's bottom.
Usually used on independent-legged jackups, spud cans are cylindrically shaped steel shoes
with pointed ends, similar to a cleat. Spud cans are attached to the bottom of each leg, and the
spike in the can is driven into the ocean floor, adding stability to the rig during operations.
Additionally, there are two types of elevating devices. Once the jackup is on location, the legs are
lowered to the ocean's floor and the rig hull and drilling equipment is elevated well above the
water's surface and away from any potential waves.
The first type of elevating device uses hydraulic cylinders equipped with moving and stationary
pins. These cylinders extend and retract to climb up and down the legs of the jackup. The other
type of elevating device employs a rack and two pinion gears that are turned to move the legs
up and down.
Drilling Devices
Whichever type of leg that is used in the design, the legs of the jackup rise up through holes in
the hull of the drilling rig. Here, a deck is used to support the drilling derrick and other
equipment.
There are two ways to mount the drilling equipment on the hull. The most popular design for
drilling equipment is a cantilevered jackup. Here, the drilling derrick is mounted on an arm
that extends outward from the drilling deck. With a cantilevered jackup, drilling can be
performed through existing platforms, as well as without them. Because of the range of motion
that the cantilever provides, most jackups built in the last 10 years have been cantilevered
jackups.
The other type of jackup is the slot-type jackup, also known as a keyway jackup. Drilling slot
jackups are built with an opening in the drilling deck, and the derrick is positioned over it. While
exploration wells can be drilled with drilling slot jackups, the rig can also be jacked up over
another smaller facility, drilling through its hull.
Jack up rig pada umumnya terdiri atas
lima lantai :
Main deck berhubungan dengan lantai utama di mana terdapat fasilitas-
fasilitas umum seperti ruang makan, ruang rekreasi, dan poliklinik.
Di bawah lantai utama adalah pusat utilitas. Di sini terdapat generator untuk
mensuplai seluruh kebutuhan listrik. Terdapat juga mesin penggerak utama
kapal yang biasa dipakai waktu berlayar, juga terdapat tempat untuk
pengolahan air untuk memenuhi kebutuhan air tawar yang diperoleh dari
penyulingan air laut
Di atas lantai utama adalah lantai satu. Di sini terdapat kamar-kamar tidur
yang dilengkapi juga dengan kamar mandi. Hampir seluruh pekerja tidur di
lantai satu ini.
Di atas lantai satu adalah lantai dua. Di sini ruangan kantor utama berada,
tempat staff pimpinan dan karyawan biasa melakukan meeting. Di sini juga
tempat kegiatan-kegiatan administrasi dilakukan sehingga ruangan ini
dilengkapi dengan mesin fax, fotocopy, telepon dan komputer .
Lantai tiga adalah tempat nahkoda kapal bekerja. Di mana seluruh kegiatan
dapat dipantau. Di lantai tiga ini juga terdapat halipad yang memungkinkan
untuk didarati halikopter dalam kondisi darurat
Jack up memiliki Struktur utama/main structure yang penting dalam melakukan operasinya. Main
structure yang terdapat pada jack up adalah :
Leg : cylindrical atau trussed
Spudcan : Sepatu leg yang nantinya akan masuk dan menyentuh sea bed
sebagai pondasi jack up.
Cantilever : Tempat drilling dioperasikan, dapat bergerak kearah X and Y
Hull : berisi beberapa tanki yang disesuaikan dengan kebutuhan dan
compartment untuk memasang beberpa equiptment dan machinery untuk drilling operation.
living quarter : Dimana para pekerja akan bekerja dan tempat istirahat
dengan berbagai macam fasilitas.
Helli deck : Deck untuk menempatkan halikopter.
2. Explain in detail how JackUp works in exploration and exploitation event.
Digunakan untuk kedalaman 15 - 250 ft, jack-up rig biasanya berkaki 3
atau 4, dan ada yang tipe independent legs dengan spud can di masing - masing
leg atau ada juga yang non-independent leg dengan tipe "mat foundation" seperti
fondasi telapak. Kaki rig dengan tipe mat foundation ini biasanya dipakai di
kawasan laut yang mempunyai soft seabed (dasar laut yang lembut sehingga
dengan kaki rig tipe mat tertanam tidak terlalu dalam). Rig tipe jack up bisa
digunakan untuk mengebor sumur - sumur explorasi maupun development
(pengembangan). Jackup rig adalah platform yang dapat mengapung dan
mempunyai tiga atau empat kaki yang dapat dinaik-turunkan. Untuk dapat
dioperasikan, semua kakinya harus diturunkan sampai menginjak dasar laut.
Kemudian badan rig akan diangkat sampai di atas permukaan air sehingga
bentuknya menjadi semacam platform tetap. Untuk berpindah dari satu tempat ke
tempat lain, semua kakinya haruslah dinaikan terlebih dahulu sehingga badan rig
mengapung di atas permukaan air. Lalu rig ini ditarik menggunakan beberapa kapal
tarik ke lokasi yang dituju. Kedalaman operasi jackup rig adalah antara 5m sampai
200m. Jack up rig merupakan salah satu offshore rig yang mempunyai kemampuan
untuk berelevasi sesuai dengan kedalaman laut tempat dia malakukan pengeboran.
Ciri utama rig ini adalah adanya menara yang terbuat dari baja yang digunakan
untuk menaik-turunkan pipa-pipa tubular sumur. Jack up rig pada umumnya terdiri
atas lima lantai :
o Main deck berhubungan dengan lantai utama di mana terdapat fasilitas-
fasilitas umum seperti ruang makan, ruang rekreasi, dan poliklinik.
o Di bawah lantai utama adalah pusat utilitas. Di sini terdapat generator
untuk mensuplai seluruh kebutuhan listrik. Terdapat juga mesin penggerak utama
kapal yang biasa dipakai waktu berlayar, juga terdapat tempat untuk pengolahan air
untuk memenuhi kebutuhan air tawar yang diperoleh dari penyulingan air laut. o Di
atas lantai utama adalah lantai satu. Di sini terdapat kamar-kamar tidur yang
dilengkapi juga dengan kamar mandi. Hampir seluruh pekerja tidur di lantai satu ini.
o Di atas lantai satu adalah lantai dua. Di sini ruangan kantor utama
berada, tempat staff pimpinan dan karyawan biasa melakukan meeting. Di sini juga
tempat kegiatan-kegiatan administrasi dilakukan sehingga ruangan ini dilengkapi
dengan mesin fax, fotocopy, telepon dan komputer .
o Lantai tiga adalah tempat nahkoda kapal bekerja. Di mana seluruh
kegiatan dapat dipantau. Di lantai tiga ini juga terdapat halipad yang memungkinkan
untuk didarati halikopter dalam kondisi darurat.
Gambar 3. Jack Up Rig
Pengeboran lepas pantai dilakukan untuk mendapatkan minyak mentah melalui
sumur minyak. Sarana yang harus ada dalam operasi pemboran lepas pantai adalah
sebuah struktur anjungan (plat form) sebagai tempat untuk meletakkan peralatan
pengeboran. Dikenal dua macam anjungan, yaitu anjungan permanen (fixed) yang
berdiri diatas kakikaki beton bertulang, dan anjungan tidak tetap seperti swamp
barge, drilling ship (floater) dan jack up rig. Jackup rig ini merupakan salah satu
offshore rig yang mempunyai kemampuan untuk berelevasi sesuai dengan kedalaman
laut tempat dilakukan [Link] pengeboran adalah serangkaian
peralatan yang disusun sedemikian rupa, sehingga menyerupai batang bor, dan
seluruh peralatan ini mempunyai lubang bagian dalamnya yang memungkinkan untuk
melakukan sirkulasi fluida atau mud. Bagian ujung terbawah dari rangkaian pemboran
adalah pahat bor atau bit yang gunanya untuk mengorek atau menggerus batuan,
sehingga lubang bor bertambah dalam. Diatas pahat bor disambung dengan beberapa
buah drill colar, yaitu pipa penyambung terdalam susunan rangkaian pemboran, untuk
memungkinkan pencapain kedalaman tertentu, makin dalam lubang bor makin banyak
jumlah drill pipe yang dibutuhkan. Diatas drill pipe disambung dengan pipa kelly, yang
bertugas meneruskan gerakan dari rotary table untuk memutar seluruh rangkaian
pengeboran.
Proses pemboran lepas pantai Pengeboran lepas pantai bisa dilakukan dengan
3 jenis "kendaraan" atau drilling rig, tergantung pada kedalaman air di tempat tsb:
A. Untuk kedalaman 7 - 15 ft (laut dangkal) biasanya dipakai rig jenis
"swamp barge". Caranya yaitu dengan memobilisasi rig ke lokasi sumur, setelah itu rig
"ditenggelamkan" dengan cara mengisi ballast tanksnya dengan air. Setelah rig
"duduk" di dasar dan "spud can" nya masuk ke dasar laut, baru proses pengeboran
bisa dimulai.
B. Untuk kedalaman 15 - 250 ft, biasanya digunakan jack-up rig (biasanya
berkaki 3 atau 4, dan ada yang type independent legs dengan spud can di masing-
masing leg atau ada juga yang non-independent leg dengan type "mat foundation"
seperti fondasi telapak). Kaki rig dengan type mat foundation ini biasanya dipakai di
daerah laut yang mempunyai soft seabed (dasar laut yang empuk sehingga dengan
kaki rig type mat amblesnya tidak terlalu dalam). Rig type jack up bisa digunakan
untuk bor sumur explorasi maupun development (pengembangan). Tahapan yang
paling critical adalah pada saat rig move-in mendekati platform, karena rig harus
mendekati platform pada jarak tertentu. Kalau terlalu dekat, rig bisa menabrak
plarform dan bisa menyebabkan kerusakan yang significant. Jarak antara rig dan
platform sudah ditentukan sesuai design agar rig floor dan derrick yang berada di
cantilever deck itu bisa di geser (skidding) sehingga mencapai semua well slot yang
ada di platform tsb. Satu platform bisa berisi 4, 6, 9, 12 atau lebih well slots
tergantung besarnya platform.
C. Untuk laut dalam (>250 ft), digunakan drillships (floater) atau semi-
submersible. Drilling rig type floaters biasanya dipakai untuk ngebor sumur2 explorasi
karena praktis rig jenis ini tidak bisa menempel di platform untuk mengebor sumur
development. Untuk rig jenis ini, biasanya dilengkapi dengan 8 anchor / jangkar, yang
tersebar di sekeliling rig. Setelah rig berada di posisi sumur, semua jangkar di-
deployed dan di "pretension" sampai dengan 300,000lbs untuk setiap jangkar. Bila
jangkar slip pada saat pretension, bisa ditambahkan "piggy back anchor" di belakang
jangkar utama.
Berdasarkan fungsi-fungsi dari rig itu sendiri, dapat terbagi menjadi dua macam,
yaitu:
Drilling Rig, merupakan rig yang digunakan untuk melakukan
proses pemboran pada sumur, baik sumur baru, cabang sumur baru, maupun
memperdalam sumur lama.
Workover Rig, rig ini memiliki fungsi untuk melakukan penutupan
sesuatu terhadap sumur yang telah ada, misalnya berupa perawatan, perbaikan,
penutupan, dan sebagainya.
Komponen-komponen pada rig itu sendiri pada umumnya terbagi menjadi lima
dalam bagian besar, yaitu:
Hoisting System, secara umum komponen terdiri
dari Drawworks (kadang disebut Hoist), Mast atau Derrick,Crown Block, Traveling
Block, dan Wire Rope (Drilling Line). Hoisting System berfungsi untuk menurunkan
dan menaikan tubular (pipa pemboran, peralatan completion, atau pipa produksi)
untuk keluar dan masuk lubang sumur.
Rotary System, merupakan komponen dari rig yang berfungsi
sebagai pemutar pipa-pipa di dalam sumur. Pada pemboran konvesional, pipa
pemboran (Drill Strings) memutar mata-bor (Drill Bit) untuk penggalian sumur.
Circulation System,
komponen ini memiliki fungsi berupa
mensirkulasikan fluida pemboran untuk
keluar dan masuk ke dalam sumur dan
menjaga agar properti lumpur seperti
yang diinginkan. Sistem sirkulasi ini
meliputi antara lain: pompa tekanan
tinggi untuk memompakan lumpur keluar
dan masuk ke dalam sumur, dan pompa
rendah digunakan untuk mensirkulasikan
lumpur di permukaan. Kemudian,
peralatan untuk mengkondisikan
lumpur: Shale Shaker: berfungsi untuk memisahkan “solid” hasil pemboran ( Cutting)
dari lumpur, Desander: berfungsi untuk memisahkan pasir, Degasser: berfungsi untuk
mengeluarkan gas, Desilter: berfungsi untuk memisahkan partikel padat berukuran
kecil.
Blowout Prevention System, komponen ini berfungsi untuk
mencegah terjadinya Blowout (meledaknya sumur di permukaan dikarenakan adanya
tekanan tinggi dari dalam sumur). Pada komponen ini bagian yang utama adalah BOP
(Blow Out Preventer) yang terdiri atas berbagai macam katup ( Valve) dan dipasang di
kepala sumur (Wellhead).
Power System, komponen ini berupa sumber tenaga yang berfungsi
untuk menggerakan semua sistem di atas dan juga untuk suplai listrik. Sebagai
sumber tenaga, biasanya menggunakan mesin diesel berkapasitas besar. Pada sebuah
rig untuk Power Systemnya, tergantung dari ukuran dan kedalaman sumur yang akan
di capai, biasanya akan membutuhkan satu atau lebih Prime Mover. Pada rig besar
biasanya memiliki tiga atau empat buah, bersama-sama mereka membangkitkan
tenaga sebesar 3000 atau lebih Horsepower. Dan, tenaga yang dihasilkan juga harus
dikirim ke komponen rig yang lain.