DIFUSI INOVASI PROGRAM E-HEALTH DI PUSKESMAS
KALIJUDAN SURABAYA
Putri, Anggreini Savira
Saviraputri2@[Link]
Abstract
This study aims to describe how the diffusion of innovation’s process in e-health
program at Kalijudan Health Center at Sub-dustrict Level of Surabaya [Link] study use
diffusion of innovation because e-health program is an innovation or new idea in the health
service. E-health program is the result of e-government adoption in helath service system in
order to reduce the queue at government-owned health center. E-health program have health
service registration system that used to be done manually to digital. In its implementation at
Kalijudan Health Center at Sub-dustrict Level, this program is good enough. This study
employs qualitative descriptive method. The determination of informants was done by
purposive.
Based on the result of this study, individuals in society at Kalijudan Health Center at
Sub-dustrict Level of Surabaya City have not been able to receive this e-health
[Link] of innovation process was done by socialization about the program.
However, this program faced many obstacles such as people's lack of ICTs knowledge and
skills, also the lack of society’s media are the reason for the difficulty of society receiving e-
health progam. This also because the uneven distribution of socialization so that many people
still do not know about e-health program.
Keywords: E-health, diffusions of innovation,Health Center at Sub-dustrict Level
PENDAHULUAN Di era globalisasi ini,
perkembangan teknologi informasi dan
Indonesia merupakan negara yang komunikasi semakin pesat. Banyak
sedang melalui tahap pembangunan, digunakan unsur TIK (Teknologi
kebutuhan akan pelayanan publik yang Informasi dan Komunikasi) dalam segala
baik dan berkualitas merupakan sesuatu aspek kehidupan. Dengan paradigma baru
yang mutlak. Hal ini diperlukan dalam tersebut, pemerintah harus memiliki
upaya mendorong percepatan kemampuan untuk melakukan inovasi dan
pembangunan bangsa dalam rangka perubahan. Sistem kerja birokrasi
mencapai cita-cita nasional yaitu pemerintah baik dipusat maupun didaerah
mewujudkan masyarakat yang sejahtera, didorong untuk menjadi lebih baik lagi.
adil dan makmur. Pemerintah harus membuka ruang untuk
1
terciptanya inovasi dan perubahan dalam Perkembangan E-Government di
pengelolaan sumber daya manusia dan kota Surabaya mengalami kemajuan yang
pembangunan. sangat cepat dan pesat. Terbukti dari
adanya berbagai prestasi yang diperoleh
Seiring pesatnya perkembangan kota Surabaya di bidang pemanfaatan
tersebut mendorong terciptanya suatu teknologi komunikasi dan informasi.
revolusi baru dibidang pelayanan publik Selain itu, Surabaya juga dianugerahi ICT
yaitu beralihnya dari sistem kerja manual Pura oleh kementerian kominikasi dan
ke sistem kerja digital. Pemerintahan informasi. ITC Pura yaitu penghargaan
berbasis elektronik (E-Government) bagi kota yang berhasil mengelola TIK
sedang menjadi tren yang hangat saat ini. dengan baik sehingga dapat memberikan
E-government merupakan salah satu kontribusi manfaat terhadap sistem
capaian dari pembangunan administrasi. E- kehidupan masyarakat.
Government sendiri didefiisikan sebagai
penerapan IT pada pemerintahan yang Pengembangan E-Government di
bertujaun untuk membuat proses kerja kota Surabaya ini didukung dan tertuang
dalam pemerintahan menjadi lebih dalam peraturan Walikota Surabaya No.5
sederhana, lebih efektif dan lebih efisien, Tahun 2013 tentang pedoman
lebih akurat, responsive dan membentuk pemanfaatan teknologi informasi dan
pemerintahan yang transparan. komunikasi dalam penyelenggaraan
pemerintah daerah. Dimana dalam butir
E-Government juga sudah telah pertama disebutkan bahwa pemanfaatan
diterapkan di Indonesia. Di Indonesia tekhnologi informasi dan komunikasi yang
pengembangan E-Government tertuang memadai diperlukan guna
dalam Instruksi Presiden No.3 Tahun 2003 mengoptimalkan kinerja aparatur
tentang Kebijakan dan Strategi Nasional. Pemerintahan Kota Surabaya dalam rangka
Menurut Inpres tersebut, perkembangan e- penyelenggaraan Pemerintahan serta
government merupakan salah satu upaya memberikan pelayanan kepada
pemerintah dalam meningkatkan kualitas masyarakat.
layanan publik secara efektif dan efisien di
berbagai sektor publik. Salah satu contoh menarik E-
Government kota Surabaya merupakan E-
Pemerintah Kota Surabaya Health, yaitu penerapan E-Governmnet
merupakan salah satu Pemerintah Daerah yang masukkan dalam bidang kesehatan
yang dikenal dengan berbagai inovasi E- masyarakat. Dimana dalam E-Health,
Government. Hal ini ditujukan untuk masyarakat dapat dengan lebih mudah
meningkatkan pelayanan yang diberikan mengakses pelayanan kesehatan yang
pemerintah kota surabaya untuk disediakan oleh pemerintah kota Surabaya.
masyarakatnya. Peningkatan pelayanan
publik yang diberikan akan menimbulkan Permasalahan utama yang
kepuasan masyarakat terhadap kinerja mendasari munculnya E-Health adalah:
pemerintah kota Surabaya. Pemerintah
surabaya terus meningkatkan kualitasnya 1. Volume antrean di puskesmas
didalam sektor pelayanan publik. maupun rumah sakit selalu padat
2
setiap hari kerja, jumlah pasien pelayanan publik ini dirasa belum dapat
puskesmas rata-rata per hari 100 diterima dengan baik oleh masyarakat kota
s.d. 300 pasien dan jumlah pasien surabaya. Hal ini dapat dilihat dari
rumah sakit rata-rata per hari 500 masyarakat yang masih cenderung
s.d. 1000 pasien; menggunakan jalur manual untuk
2. Untuk sekali pendaftaran di loket melakukan pendaftaran dan mengambil
puskesmas dan rumah sakit, pasien nomor antrian secara langsung di
memerlukan waktu rata-rata 1,5 puskesmas. Masyarakat masih banyak
menit, sementara untuk sekali yang memilih untuk mendaftar langsung
tindakan di puskesmas dan rumah diloket yang ada di puskesmas dan rumah
sakit waktu yang dibutuhkan sakit dan mengantri. sehingga volume
adalah sekitar 5 s.d. 30 menit antrian masih tetap membludak di
tergantung tindakan yang beberapa puskesmas dan rumah sakit.
dibutuhkan; dan
3. Pelayanan rujukan pasien kurang Seperti pada puskesmas
maksimal dari segi waktu karena KalijudanSurabaya, pengguna program E-
masalah administrasi seperti data Health di puskesmas ini sangat rendah. Hal
pasien, dan validasi data. ini dapat dilihat dan dipantau dari web
[Link] dimana
Kelompok yang terpengaruh
nomor antrian yang diambil melalui web
umumnya adalah orang miskin,
E-Health ini masih sangat rendah.
buta huruf, penyandang cacat, dan
manula yang membutuhkan Hal ini tentu saja bertolak belakang
pelayanan kesehatan murah. dengan tujuan utama diciptakannya E-
Health, penumpukan antrian dipuskesmas-
E-Health adalah solusi bagi
puskesmas dan rumah sakit masih terjadi
permasalahan volume antrean pasien pada
setiap hari kerja. Selama ini warga harus tiap harinya. Masyarakat banyak yang
mengantre lama, sebelum dimulainya jam belum meggunakan dan memanfaatkan
kerja di puskesmas maupun rumah sakit. fasilitas e-health dengan maksimal. Sangat
Melalui E-Health, warga tidak perlu lagi disayangkan Pemerintah kota surabaya dan
repot mengantre terlalu dini di puskesmas dinas kesehatan sudah menyediakan
maupun rumah sakit. Cukup terhubung banyak fasilitas yang menunjang program
dengan koneksi internet dan mengakses E-Health ini, seperti mesin E-Health dan
aplikasi E-Health, warga bisa mendaftar ke web E-Health. Dengan begini, program
puskesmas atau rumah sakit dan bisa dan aplikasi yang di buat oleh pemerintah
datang berobat sesuai jam yang tertera di hanya menjadi hiasan dan tidak berjalan
nomor antrean. dengan maksimal.
E-government merupakan sebuah
Namun pada kondisi nyatanya,
inovasi dalam sistem pemerintahan,
penerapan aplikasi e-health tidak berjalan
semudah yang dibayangkan dan diadopsikannya jaringan TIK kedalam
sistem pemerintan menimbulkan suatu
direncanakan. Program yang sudah
pergeseran atau dapat disebut dengan
dirancang untuk mempermudah akses
inovasi. Inovasi tersebut harus disebarkan
3
kepada masyarakat agar dapat inovasi. Terutama untuk inovasi di sektor
menciptakan sistem pemerintahan yang pemerintahan seperti pelayanan publik.
lebih baik. Penelitian ini sangat menarik, Proses difusi sangat menentukan
karena terjadi fenomena difusi inovasi. keberhasilan dari inovasi tersebut.
Teori difusi inovasi senantiasa dikaitkan
dengan pembangunan masyarakat. Inovasi Berdasarkan permasalahan yang
merupakan awal bagi terjadinya perubahan yang sudah dijelaskan sebelumnya, maka
sosial. Dalam teorinya Rogers & penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
Shoemaker menjelaskan bahwa proses bagaimana proses difusi inovasi proggram
difusi merupakan bagian dari proses E-Health oleh masyarakat di Puskesmas
perubahan sosial. Perubahan sosial Kalijudan Surabaya. Bagaimana tanggapan
merupakan proses dimana perubahan masyarakat akan inovasi program e-health
terjadi didalam struktur fungsi sistem yang di buat oleh pemerintah Kota
sosial. Perubahan sosial terjadi dalam 3 Surabaya tersebut.
tahapan yaitu: (1) penemuan (invention), Penelitian ini diharapkan
(2) difusi (diffusion), (3) konsekuens. mempunyai manfaat baik secara akademis
Penemuan adalah proses dimana maupun praktis. Adapun manfaat yang
ide/gagasan baru diciptakan atau diharapkan dari penelitian ini adalah:
dikembangkan. Difusi adalah proses
dimana ide/gagasan baru dikomunikasikan 1. Manfaat akademis
kepada anggota sistem sosial, sedangkan - Penelitian mengenai difusi
konsekuensi adalah suatu perubahan dalam inovasi program E-Health
sistem sosial sebagai hasil dari adopsi atau di puskesmas kalijudan ini
penolakan inovasi. diharapkan dapat
memberikan kontribusi
Peneliti memberikan batasan ruang teoritis bagi studi ilmu
lingkup penelitian dengan memilih Administrasi Negara
puskesmas sebagai objek sarana kesehatan tentang bagaimana
yang diteliti. Peneliti mengambil lokasi penerimaan proses
penelitian di puskesmas kalijudan, dimana pembangunan administrasi
dipuskesmas tersebut pasien yang pemerintah oleh
menggunakan program e-health masih masyarakat.
sangat rendah, dan masih terjadinya 2. Manfaat praktis
antrean yang cukup panjang. Peneliti ingin - Penelitian mengenai difusi
mengetahui bagaimana proses difusi inovasi program E-health di
inovasi program e-health di puskesmas Puskesmas Kalijudann
kalijudan tersebut. Alasan mengapa secara praktis diharapkan
penelitian ini penting karena sebuah dapat menjadi evaluasi bagi
inovasi dibuat agar dapat menghasilkan pemerintahan untuk dapat
hasil yang lebih baik dari sebelumnya. mendifusikan inovasi yang
Oleh karena itu inovasi perlu disebarkan dirancangnya agar dapat
kepada masyarakat. Proses difusi inovasi berjalan sesuai dengan
ini penting untuk keberhasilan sebuah tujuan yang diharapkan.
4
warga tidak perlu lagi repot mengantre
terlalu dini di puskesmas maupun rumah
Tujuan tersebut yaitu
sakit. Cukup terhubung dengan koneksi
keberhasilan dari program
internet dan mengakses aplikasi e-
E-Health, dengan
Health, warga bisa mendaftar ke
berkurangnya volume
puskesmas atau rumah sakit dan bisa
antrean di pusat-pusat
datang berobat sesuai jam yang tertera di
pelayanan kesehatan milik
nomor antrean. Hal tersebut lebih efisien
pemerintah Kota Surabaya.
terutama untuk orang miskin, buta huruf,
Penelitian ini menggunakan penyandang cacat, dan manula yang
metode penelitian kualitatif deskriptif. memiliki akses kesehatan dan akses
Teknik pengumpulan data dengan metode informasi terkait kesehatan yang terbatas.
wawancara dan dokumentasi. Penentuan Warga yang tergolong kelompok tersebut
informan dilakukan dengan purposive tinggal mendatangi kantor
sampling dimana sampel yang diambil kecamatan/kelurahan terdekat dengan
adalah individu dalam masyarakat yang lokasi tempat tinggal untuk menghubungi
merupakan pasien di puskesmas kalijudan petugas yang memang sudah disiagakan
tersebut. Analisis data menggunakan membantu warga yang ingin melakukan
analisis kualitatif dengan tahapan reduksi registrasi melalui aplikasi e-
data, penyajian dan menarik kesimpulan. Health. Pelayanan e-Healthdigagas oleh
Pemko Surabaya melalui SKPD, yaitu
PEOGRAM E-HEALTH Puskesmas, Dinas Kesehatan, Rumah
Sakit dan Dinas Kominfo selaku leading
E-health merupakan penerapan e-
sector di bidang pengembangan dan
government dalam pelayanan publik
pemanfaatan TIK.
dibidang kesehatan. Diadopsikannya e-
government dalam pelayanan kesehatan ini Inisiatif ini kreatif dan inovatif.
bertujuan untuk mewujudkan pelayanan Meskipun memanfaatkan TIK, e-
kesehatan yang lebih baik lagi. Dimana Health tetap menggunakan pendekatan
pengguna pelayanan kesehatan terus humanis. Aplikasi e-Health memiliki 3
meningkat setiap tahunnya dan semakin bahasa untuk berkomunikasi dengan warga
banyaknya hambatan serta permasalahan yang memanfaatkan layanan baik teks
yang terjadi di pelayanan kesehatan. maupun audio, yaitu Bahasa Indonesia,
Sehingga hambatan dan permasalahan Bahasa Jawa (Surabaya), dan Bahasa
tersebut menjadi alasan diciptakannya Madura. Pemilihan 3 bahasa tersebut
program e-health ini. dilatarbelakangi selain karena warga Kota
Surabaya banyak didiami oleh suku Jawa
E-Health adalah solusi bagi
dan Madura, juga untuk lebih
permasalahan volume antrean pasien pada
mendekatkan aplikasi e-Health kepada
setiap hari kerja. Selama ini warga harus
warga, karena warga familiar dengan
mengantre lama, sebelum dimulainya jam
bahasa yang dipergunakan di aplikasi e-
kerja di puskesmas maupun rumah sakit.
Health tersebut.
Tak jarang warga meletakkan barang-
barangnya seperti helm sebagai penanda
urutan antrean mereka. Melalui e-Health,
5
Langkah pelaksanaan, meliputi: Dinas Dukcapil, Puskesmas, Rumah Sakit,
Kecamatan dan Kelurahan.
1. Perencanaan sistem (pembuatan
konsep aplikasi e-Health), Sistem pemantuan dan evaluasi, meliputi
2. Perancangan sistem (pembuatan
dan pengembangan sistem 1. Monitoring dilakukan by sistem
aplikasi e-Health), oleh Dinas Kesehatan
3. Uji coba (sistem aplikasi e- melalui dashboard aplikasi yang
Health, pelatihan, dan memonitor (jumlah
pendampingan SDM); dan rujukan online, 10 penyakit
4. Implementasi (launching, terbanyak, tipe pembayaran
sosialisasi, dan implementasi e- pasien, poli yang paling banyak
Health). dikunjungi, per tenaga kesehatan
melayani berapa orang, dan real
Inisiatif e-Health digagas Walikota time monitoring pendaftaran di
Surabaya saat meninjau kondisi di puskesmas); dan
lapangan, yaitu rumah sakit dan puskesmas 2. Di samping monitoring by
di mana setiap hari kerja volume antrean di sistem, monitoring juga dilakukan
rumah sakit dan puskesmas sangat padat oleh Dinas Kesehatan dan Dinas
yang kemudian didiskusikan oleh Kominfo dengan supervisi di
Walikota Surabaya dengan para pejabat lapangan dan melalui pengaduan
SKPD yang menjadi leading masyarakat yang masuk ke Media
sector permasalahan ini, yaitu Dinas Center Pemko Surabaya yang
Kesehatan, Puskesmas, dan Rumah Sakit dikelola oleh Dinas Kominfo,
selaku pelaksana kegiatan pelayanan, pengaduan yang masuk ke Dinas
Dinas Dukcapil untuk integrasi data Kesehatan, ataupun langsung di
kependudukan, dan Dinas Kominfo Puskesmas dan Rumah Sakit
selaku leading sector di bidang TIK. Pada terkait.
tataran perancangan sistem, para pejabat
dan penyelenggara teknis pada SKPD Dampak positif yang dapat diambil
tersebut berkoordinasi untuk membuat adalah kepercayaan masyarakat terhadap
aplikasi e-Health. Pada tataran pelayanan kesehatan di kota Surabaya
implementasi, bekerja sama dengan Kantor menjadi positif, sehingga dengan mind
Kecamatan/Kelurahan dan petugas set yang positif tersebut warga nantinya
puskesmas dan rumah sakit selaku bisa ikut membantu pemerintah dengan
pelaksana di lapangan. berkontribusi baik ide, pemikiran, maupun
tenaga menuju pelayanan kesehatan yang
Sumber daya meliputi keuangan, ideal untuk warga kota Surabaya. Selain
SDM, dan teknis. Pembiayaan berasal dari itu melalui inisiatif ini dapat diperoleh
alokasi APBD Kota Surabaya. Sementara gambaran database kesehatan penduduk
untuk teknis perancangan sistem, aplikasi, Surabaya yang nantinya data tersebut
dan sumber daya manusia berasal dari para dapat diintegrasikan dengan data lainnya
pegawai Pemko Surabaya di Dinas untuk menuju Surabaya yang semakin
Kesehatan, Dinas Kominfo Kota Surabaya, baik.
6
Untuk menjamin keberlanjutan tertentu terhadap anggota suatu sistem
aplikasi ini, Pemko Surabaya sedang sosial. Difusi dapat juga dikatakan sebagai
menyiapkan payung hukum untuk inisiatif suatu tipe komunikasi khusus dimana
ini yang dituangkan ke dalam Peraturan pesannya adalah ide baru. Disamping itu
Walikota Surabaya. Menteri PANRB pada difusi juga dapat dianggap sebagai suatu
awal Januari 2015 sempat berkunjung ke jenis perubahan sosial yaitu suatu proses
Surabaya untuk menggali informasi dan perubahan yang terjadi dalam struktur dan
mencoba aplikasi ini. Pembelajaran dari e- fungsi sistem sosial.
Health, yaitu:
Jelas disini, bahwa istilah difusi
1. Merancang sistem dan tidak dapat terlepas dari kata inovasi.
membangun aplikasi e- Karena tujuan utama sebuah proses difusi
Health membutuhkan integrasi adalah diadopsinya suatu inovasi oleh
antar SKPD yang solid; anggota sistem sosial tertentu. Anggota
2. Pembangunan aplikasi sistem sosial dapat berupa individu,
menghapuskan ego sektoral di kelompok informal, organisasi dan atau
kalangan SKPD karena sub sistem.
dibutuhkan koordinasi dan
berbagi data yang dimiliki oleh Adapun inovasi didefinisikan
masing-masing SKPD, serta kerja sebagai kegiatan yang meliputi seluruh
sama sampai ke level SKPD proses menciptakan dan menawarkan jasa
paling bawah agar langsung atau barang baik yang sifatnya baru, lebih
bersentuhan dengan warga, baik atau lebih murah dibandingkan
dengan yang tersedia sebelumnya.
sehingga implementasi aplikasi
Pengertian ini menekankan pemahaman
ini bisa berhasil dan maksimal.
inovasi sebagai sebuah kegiatan (proses)
DIFUSI INOVASI penemuan (invention).
Difusi inovasi berasal dari bahasa Dalam proses difusi inovasi terdapat
inggris diffusion dimana salah satu artinya beberapa tahapan:
adalah tindakan penaburan, penebaran,
penghamburan, pembauran. Diffusion juga 1. Penggalian informasi
diartikan sebagai the spread of social Penggalian informasi yang
institutions (and myths and skills) from dimaksud adalah sebuah
one society to another yang bila pengidentifikasian kebutuhan
diterjemahkan secara bebas memiliki arti masyarakat. Sebelum mencetuskan
penyebaran institusi sosial (mitos dan inovasi baik berupa barang ataupun
keterampilan) dari suatu masyarakat ke jasa diperlukan penngidentifikasian
masyarakat lainnya. kebutuhan. Setelah informasi sudah
didapatkan, faktor yang tidak kalah
Rogers & Shoemaker menjelaskan
penting yaitu penentuan sasaran
bahwa difusi adalah suatu proses dimana
untuk menentukan siapa dan
suatu inovasi dikomunikasikan melalui
saluran tertentu selama jangka waktu
dimana kita mengenalkan sebuah Tahapan komunikasi
inovasi. bergantung dari keputusan yang
diambil oleh masyarakat. Bila
2. Pengenalan mereka memutuskan untuk
Tahap kedua merupakan menerima maka komunikasi yang
pengenalan. Mengenalkan inovasi dihasilkan juga berhubungan
kepada masyarakat. Hal ini dengan penerimaan tersebut.
dilakukan agar masyarakat Begitupun sebaliknya bila mereka
mengetahui, mengerti, dan menolak, komunikasi yang
memahami inovasi apa yang dihasilkan juga berhubungan
dikenalkan. Selain mereka dengan penolakan.
mengetahui inovasinnya, mereka
6. Pelaksanaan
juga diharapkan mengetahui Pelaksanaan merupakan
kegunaannya serta mengetahui tahap terakhir dimana suatu tujuan
kelebihan dan kekurangan dari tercapai atau tidak yakni suatu
produk tersebut. inovasi yang didifusikan atau
3. Persuasi disebarkan diterima atau ditolak
masyarakaat. Jika inovasi itu
Persuasi (ajakan) diterima maka masyarakat
merupakan tahap ketiga. Tahapan menggunakan inovasi tersebut
ini dilakukan untuk mengajak begitupun sebaliknya.
masyarakat agar tertarik dengan
inovasi yang kita miliki dan berniat KESIMPULAN
untuk mengadopsi inovasi tersebut.
Difusi inovasi program e-health
Persuasi biasanya dilakukan dilakukan dengan beberapa proses. Proses
dengan berbagai cara seperti invention merupakan proses dimana e-
pengiklanan dan sosialisasi baik health di ciptakan. E-health merupakan
melalui media cetak maupun media gagasan dan ide baru di bidang pelayanan
massa dan interpersonal. kesehatan. E-health di gagas oleh
4. Keputusan Pemerintah Kota Surabaya melalui SKPD
Tahap pengenalan dan terkait, yaitu Puskesmas, Dinas Kesehatan,
persuasi yang sdah dilakukan akan Rumah Sakit dan Dinas Kominfo sebagai
menghasilkan sebuah keputusan leading sector dibidang pengembangan dan
bagi masyarakat. Masyarakat pemanfaatan TIK. Inovasi Program E-
mempunyai hak untuk memutuskan health ini bertujuan untuk meningkatkan
menerima maupun menolak sebuah pelayanan publik di bidang kesehatan.
inovasi. Proses keputusan ini Alasan diciptakannya e-health karena
sangat mempengaruhi tahapan munculnya permasalaahan volume antrean
selanjutnya yaitu komunikasi. di pusat-pusat pelayanan kesehatan milik
5. Komunikasi pemerintah Kota Surabaya. Capaian dari
Program E-health ini sendiri merupakan
berkurangnya volume antrean di tempat-
tempat layananan kesehatan milik 1. Rendahnya pengetahuan akan
Pemerintah Kota Surabaya. TIK dan jaringan internet,
keterbatasan media.
Proses difusi atau penyebaran dari 2. Tidak meratanya sosialisasi
inovasi Program E-health di Puskesmas 3. Tidak adanya keinginan untuk
Kalijudan ini dilakukan dalam bentuk menerima dan beradaptasi
sosialisasi. Proses penyebaran inovasi dengan inovasi
Program E-health di puskesmas kalijudan
dilakukan dengan cara sosialisasi. Pasien di puskesmas Kalijudan
Sosialisasi dilakukan oleh pihak banyak yang belum mengetahui tentang
puskesmas kepada pasien dengan cara program E-health. Para pasien masih
membagikan print out cara pendaftaran cenderung menggunakan cara manual
nomor antrean melalui program e-health. untuk mendaftar di puskesmas. Cara
manual tersebut yaitu dengan cara
Proses konsekuens merupakan mengambil nomor antrian saat datang di
suatu perubahan dalam sistem sosial puskesmas, lalu menunggu untuk
sebagai hasil dari adopsi atau penolakan dipanggil di loket dan menunggu
inovasi. Di Puskesmas Kalijudan panggilan poli. Walau sebenarnya dengan
menunjukkan tidak adanya perubahan E-health, masyarakat lebih dimudahkan
yang terjadi setelah di lakukan penyebaran dalam proses pendaftaran.
mengenai inovasi Program E-health
tersebut. Capaian secara langsung dari di Dari data yang didapat di lapangan,
ciptakannya program e-health ini adalah dapat disimpulkan memang sosialisasi
berkurangnya volume antrian di tempat yang dilakukan kurang merata sehingga
pelayanan kesehatan. Namun di puskesmas tidak semua masyarakat dapat mengetahui
kalijudan volume antrean masih mengenai program e-health ini. Sosialisasi
menumpuk. Hal ini dikarenakan juga dilakukan dengan sederhana sehingga
masyarakat masih banyak yang belum beberapa golongan masyarakat susah
mengadopsi dan menggunakan inovasi untuk memahami maksud sosialisai
Program E-health ini. Masyarakat masih program e-health tersebut.
banyak yang menggunakan sistem manual
untuk mendaftar dan mengambil nomor DAFTAR PUSTAKA
antrean untuk berobat. BUKU
Para pasien cenderung masih Buku panduan penyelenggaraan situ
menggunakan cara manual yaitu dengan pemerintah daerah (2013) Depkominfo.
datang dan langsung menggambil nomor
antrean sehingga antrean tetap saja Indrajit, Richardus Eko(2002)Membangun
menumpuk. Banyak faktor yang Aplikasi E-government. Jakarta: PT Elek
melatarbelakangi masyarakat masih Media Komputindo.
menggunakan cara manual tersebut.
Rogers dan Shoemaker, (Eds). 1987,
Memasyarakatkan Ide-Ide Baru, Surabaya:
Usaha Nasional.
9
I
Sugiyono (2005)Memahami Penelitian Surakarta, Universitas Sebelas Maret
Kualitatif. Bandung: Alfabeta. Surakarta.
Sugiyono (2013)Metode Penelitian DOKUMEN
Kuantitatif Kualitatif dan R & D,
Bandung:Alfabeta. Laporan Kesehatan Kota Surabaya Tahun
2014
Suwarno, Yogi (2008)Inovasi Di Sektor
Publik, Jakarta: STIA LAN. Laporan Kesehatan Kota Surabaya Tahun
2015
WEB
[Link]
[Link]/[Link]
[Link]
[Link]
UNDANG-UNDANG
Inpres no 3 tahun 2003
UU no 25 tahun 2009 tentang pelayanan
publik
Perwali Surabaya No 5 Tentang Pedoman
Pemanfaatan Teknologi Dalam
Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
JURNAL, SKRIPSI, THESIS
Mote, Frederik(2008)Analisis Indeks
Kepuasan Masyarakat (IKM)
Terhadap Pelayanan Publik Di
Puskesmas Ngesrep Semarang.
Semarang, Universitas Diponegoro.
Mutiara, Ayu(2013)Difusi dan Adopsi
Inovasi Penyalahgunaan
Keminskinan (Studi Difusi dan
Adopsi Inovasi dalam Layanan
“Mbela Wong Cilik” Unit
Pelayanan Terpadu
Penanggunalangan Kemiskinan
(UPTPK) di Kabupaten Sragen).
10