0% found this document useful (0 votes)
51 views75 pages

Project Scheduling Techniques Overview

The document discusses project scheduling methods in construction management. It covers deterministic scheduling approaches including bar charts, line diagrams, linear scheduling methods (LSM), and repetitive scheduling methods (RSM). It also discusses arrow diagrams and different types of relationships between activities like finish-to-start. LSM and RSM are suitable for repetitive works like roads, tunnels, and pipelines where progress is measured horizontally. RSM extends LSM to allow continuous production between linked activities. The document provides examples of converting Gantt charts to RSM and adjusting production line angles to reduce duration.
Copyright
© All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
51 views75 pages

Project Scheduling Techniques Overview

The document discusses project scheduling methods in construction management. It covers deterministic scheduling approaches including bar charts, line diagrams, linear scheduling methods (LSM), and repetitive scheduling methods (RSM). It also discusses arrow diagrams and different types of relationships between activities like finish-to-start. LSM and RSM are suitable for repetitive works like roads, tunnels, and pipelines where progress is measured horizontally. RSM extends LSM to allow continuous production between linked activities. The document provides examples of converting Gantt charts to RSM and adjusting production line angles to reduce duration.
Copyright
© All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd

Construction Management

Project Scheduling

Cahyono Bintang Nurcahyo, ST, MT

V-1

PROJECT

TIME
MANAGEMENT

Monday, November 28, 16

V-2

Level 3

Monday, November 28, 16

V-3

Hierarchical Planning Process

Monday, November 28, 16

V-4

WBS (Work Breakdown Structure)


WBS

menggambarkan
elemen proyek
dan membantu
membuat
rencana jadwal
dan anggaran,
sehingga biaya
dan kinerja
dapat ditelusuri
OBS
(Organizational)
CBS (Cost)

Monday, November 28, 16

V-5

Keterkaitan WBS, OBS, dan CBS

WORK PACKAGE`

Monday, November 28, 16

V-6

Metoda Penjadwalan
Schedulling

Probabilistic

Deterministic

CPM

PERT /
Montecarlo

Arrow
Diagram

Time Scale
Diagram

CPM : Critical Path Method


PERT : Program Evaluation Review Technique

Monday, November 28, 16

Non-CPM

Precedence
Diagram

Bar/Gantt
Chart

Line
Diagram
Repetitive
Schedulling
Methode

V-7

Schedulling DeterminisHc Non CPM GanI Chart

Diagram Balok (GanI Chart)

Monday, November 28, 16

V-8

Monday, November 28, 16

V-9

Modikasi GanI Chart

Monday, November 28, 16

V - 10

Gan$ Chart Tipe I


Berskala waktu linier untuk perencanaan,
berskala kemajuan pekerjaan linier untuk pelaporan.

Balok Tipe I hanya dapat mencerminkan keadaan aktivitas secara cermat


bilamana kemajuan kumulatif benar-benar merupakan suatu fungsi linier dari waktu.
Monday, November 28, 16

V - 11

Beban kerja yang Hdak seragam

Monday, November 28, 16

V - 12

Gan$ Chart Tipe II


Berskala waktu untuk perencanaan,
berskala waktu untuk pelaporan.

Monday, November 28, 16

V - 13

Gan$ Chart Tipe III


Berskala waktu untuk perencanaan,
berskala kemajuan yang variabel untuk pelaporan.

Monday, November 28, 16

V - 14

Evaluasi Progress

Monday, November 28, 16

V - 15

Waktu rencana dan yang sesungguhnya dapat digambarkan pada satu garis.
Monday, November 28, 16

V - 16

Monday, November 28, 16

V - 17

Bar Chart VS Penyusunan Anggaran Proyek

Monday, November 28, 16

V - 18

Kelebihan & Kekurangan


Kelebihan Gantt Chart
Bentuk Graknya Sederhana
Mudah dimengerti semua tingkatan (level) manajemen
Alat perencanaan dan penjadwalan yang luas

Kekurangan Gantt Chart


Hubungan antara masing-masing aktivitas (sequencing)

tidak bisa dilihat secara jelas.


Sulit digunakan untuk pekerjaan pengawasan (lintasan kritis
tidak tampak).
Bila satu atau beberapa aktivitas mengalami keterlambatan,
gambaran situasi keseluruhan proyek sulit untuk diketahui.
Monday, November 28, 16

V - 19

Schedulling DeterminisHc Non CPM Line Diagram

Diagram Garis (Line Diagram)


Linear Scheduling Method (LSM)
RepeHHve Scheduling Method (RSM)
Utk pekerjaan yang kemajuannya diukur
secara horizontal/verHkal
atau bersifat repeHHf.

Ex : jalan, terowongan, galian, gedung


Monday, November 28, 16

V - 20

Schedulling DeterminisHc Non CPM LSM

Linear Scheduling Method (LSM)


1 PEKERJAAN
VOLUME (%)

1 PEKERJAAN
VOLUME (km)
Monday, November 28, 16

V - 21

Modikasi
LSM
Contoh :

PEKERJAAN REL
&
PEKERJAAN
TEROWONGAN

VOLUME (km)
Monday, November 28, 16

V - 22

Modikasi LSM
PEKERJAAN JALAN
PEKERJAAN JEMBATAN
VOLUME (km)

Monday, November 28, 16

LINEAR SCHEDULING METHOD


BARCHART
VOLUME (km)

V - 23

Kelebihan & Kekurangan


Kelebihan LSM
Hubungan antara waktu (lamanya) suatu aktivitas dan volume terlihat
jelas.
Kecenderungan kegiatan dapat dilihat dengan segera (Actual vs Plan),
apakah kegiatan pekerjaan lambat atau sebaliknya.
Dapat dikombinasikan dengan diagram balok.
Alternatif pelaksanaan dapat dikembangkan dengan memiringkan,
menggeser kekiri dan kekanan atau menegakkannya.
Kekurangan LSM
Belum dapat menunjukkan aktivitas kritis.
Tidak memberikan ramalan akan pengaruh keterlambatan terhadap
penyelesaian proyek.
Jika aktivitas yang digambarkan banyak, akan tampak rumit dan sulit
dibaca, sehingga kurang efektif sebagai alat monitoring.

Hubungan aktivitas secara menyeluruh tdk dapat dilihat


V - 24
Monday,
November 28, 16

REPETITIVE SCHEDULING METHOD (RSM)


Pendahuluan

Merupakan pengembangan dari LSM.


Dipakai untuk pekerjaan yang sifatnya repetitif (Berulang)
RSM dipakai untuk membuat penjadwalan dengan

penggunaan sumberdaya yang berkelanjutan dari suatu


aktivitas pada satu unit ke aktivitas yang sama pada unit
berikutnya.

Secara garis besar penjadualan proyek dengan aktivitas berulang dapat

dibedakan menjadi :

Proyek dengan unit-unit tersendiri (Lantai-lantai, rumah-rumah)


Proyek dimana kemajuannya diukur secara horisontal (Jalan, terowongan,

perpipaan dsb).


Monday, November 28, 16

V - 25

Schedulling DeterminisHc Non CPM RSM

Converging

Finish to Start (FTS)


acHvity

to

RepeHHve
Scheduling
Method (RSM)
Monday, November 28, 16

V - 26

FTS : Garis Produksi saling menyempit (Konvergen)

Bar/Gantt
Chart

Contoh
Pembuatan saluran air
A = pekerjaan galian & leveling
B = pekerjaan Box Culvert
Lag Bx dan By = 1 hari
Sifat : Finish to Start

Monday, November 28, 16

(durasi 3 hari / 10 m)
(durasi 2 hari / 10 m)
RSM

?
V - 27

FTS : Garis Produksi saling menyempit (Konvergen)

Bar/Gantt
Chart

RSM

Monday, November 28, 16

V - 28

FTS : Garis Produksi saling menyempit (Konvergen)


KONVERGEN ?
LAG ? LEAD ?
CONTROL POINT ?
CP F ?
CP E ?

RSM

Monday, November 28, 16

V - 29

FTS : Garis Produksi saling melebar (Divergen)

Bar/Gantt
Chart

Pembuatan Jalan Aspal


A = pekerjaan tanah
B = pekerjaan Aspal
Lag AX dan BX = 1 hari
Total Durasi : 21 hari
Monday, November 28, 16

(durasi 2 hari / 1 km)


(durasi 3 hari / 1 km)

RSM

?
V - 30

FTS : Garis Produksi saling melebar (Divergen)

Bar/Gantt
Chart

RSM

Monday, November 28, 16

V - 31

FTS : Pengaruh merubah kemiringan garis produksi (1)

Pembuatan Jalan Aspal


A = pekerjaan tanah
B = pekerjaan Aspal

(durasi 2 hari / 1 km)


(durasi 3 hari / 1 km) (durasi 2 hari / 1 km)

Lag AX dan BX = 1 hari 0 hari Total durasi = 21 hari 18 hari


Monday, November 28, 16

V - 32

FTS : Pengaruh merubah kemiringan garis produksi (2)

Pembuatan Jalan Aspal


A = pekerjaan tanah
B = pekerjaan Aspal

(durasi 2 hari / 1 km)


start hari ke-12
start hari ke-14
(durasi 2 hari / 1 km) (durasi 1 hari / 1 km)
Lag AX dan BX = 0 hari 0 hari Total durasi = 18 hari 17 hari

Monday, November 28, 16

V - 33

Monday, November 28, 16

V - 34

Monday, November 28, 16

V - 35

Scheduling DeterminisHc Non CPM RSM


Finish to Start

Convergen
Divergen

Start to Start

Convergen
Divergen

Finish to Finish

Convergen
Divergen

please read :

Monday, November 28, 16

1. Converting Gantt Chart to RSM


2. Making Continuous Production Line
3. Decreasing Total Duration by
Increasing UPR (Unit Production Rate)
4. Rotating Line Production
1. Converting Gantt Chart to RSM
2. Making Continuous Production Line
3. Decreasing Total Duration by
Increasing UPR (Unit Production Rate)
4. Rotating Line Production
1. Converting Gantt Chart to RSM
2. Making Continuous Production Line
3. Decreasing Total Duration by
Increasing UPR (Unit Production Rate)
4. Rotating Line Production

REPETITIVE SCHEDULING METHOD


Robert B. Harris and Photios G. Ioannou
V - 36

Metoda Penjadwalan
Schedulling

Probabilistic

Deterministic

CPM

PERT /
Montecarlo

Arrow
Diagram

Time Scale
Diagram

CPM : Critical Path Method


PERT : Program Evaluation Review Technique

Monday, November 28, 16

Non-CPM

Precedence
Diagram

Bar/Gantt
Chart

Line
Diagram
Repetitive
Schedulling
Methode

V - 37

DeterminisHc Scheduling
Non - CPM

2 approaches to CPM

AOA
AON
Monday, November 28, 16

V - 38

Monday, November 28, 16

V - 39

Diagram Panah (Arrow Diagram)


Metoda ini tercipta setelah adanya kebutuhan untuk mengorganisir suatu

proyek yang melibatkan ribuan aktivitas yang harus diselesaikan dalam


jangka waktu yang telah ditentukan.
Disamping itu juga harus menentukan cara yang sebaik-baiknya untuk
mengurangi waktu yang diperlukan guna melaksanakan konstruksi yang
menghasilkan pengurangan jumlah biaya langsung seminimum mungkin.

Monday, November 28, 16

V - 40

Terminologi Diagram Panah

AOA
Activity On Arrow

Aktivitas Nyata

Pelaksanaan kegiatan yang nyata dari suatu pekerjaan. Oleh

karena itu aktivitas memerlukan sumber-sumber daya seperti


tenaga kerja, material, peralatan, dan fasilitas lainnya.

Aktivitas nyata digambarkan secara gras sebagai 'anak panah'

pada jaringan kerja dan biasanya dicantumkan waktu


pengerjaannya (durasi).
Nama Aktivitas

Mulai

Akhir
Durasi
(d)

Monday, November 28, 16

V - 41

Aktivitas Palsu (dummy)

Digambarkan sebagai 'anak panah yang terputus'.


Dikatakan dummy karena fungsinya hanya untuk menunjukkan

ketergantungan antar aktivitas.


Aktivitas dummy tidak memiliki waktu pengerjaan (zero time duration).
Dummy

Kejadian (Event )
Merupakan titik pangkal dan akhir suatu aktivitas.
Event tidak memerlukan waktu dan sumber daya.
Secara gras dapat digambarkan sebagai ' lingkaran' dengan nomor
didalamnya.
Aktivitas

A
Event
Monday, November 28, 16

Durasi

B
Event
V - 42

Hubungan antar AkHvitas

Monday, November 28, 16

V - 43

Monday, November 28, 16

V - 44

EXAMPLE AOA :

C
B

Monday, November 28, 16

F
V - 45

Dummy Arrow
A dummy is an arrow drawn with dotted lines used to separate tasks that would
otherwise start and stop with the same events or to show logical sequence.
1. Separating simultaneous task
Problem : Two simultaneous tasks (A &
B) start and end at the same events.
Solution: Use a dummy and an extra
event to separate them. In Figure 1,
event 2 and the dummy between 2
and 3 have been added to separate
tasks A and B.

2. Dummy keeping sequence correct


Problem : Task C cannot start until both
tasks A and B are complete. a fourth
task, D, cannot start until A is complete,
but need not wait for B. (See Figure 2.)
Solution: Use a dummy between the end of
task A and the beginning of task C.
Monday, November 28, 16

V - 46

Dummy Node
6 hari
50 % Galian

FS 50% atau
FS 3 days

Pondasi

3. Using an extra event


Problem : A second task can be started
before part of a first task is done.
Solution: Add an extra event where the
second task can begin and use multiple
arrows to break the first task into two
subtasks. In Figure 3, event 2 was
added, splitting task A..

Monday, November 28, 16

V - 47

EXAMPLE AOA with Dummy :


Aktivitas

Predecessor

X
D
C

B, C

B
X

Monday, November 28, 16

D
C

D
C

A
C

V - 48

EXAMPLE AOA with Dummy :


Aktivitas

Predeces
sor

Durasi

C,D

E,F

Input
quantitiy
Duration =
=
Output productivity

D
A

B
C

Monday, November 28, 16

F
E

V - 49

IsHlah-IsHlah

Monday, November 28, 16

V - 50

Float / Slack
Float / Slack diartikan sebagai skala waktu yang longgar bagi pelaksanaan

suatu atau beberapa aktivitas, sehingga aktivitas tersebut pelaksanaannya


dapat diperlambat secara maksimum sesuai dengan besarnya slack, agar jadual
pelaksanaan proyek tidak terganggu.

Free Float / Free Slack = ES successor - EF activity


Monday, November 28, 16

V - 51

Perhitungan Durasi proyek

Perhitungan maju (Forward pass)

dipakai untuk menentukan waktu total penyelesaian proyek,


juga dipakai untuk menentukan saat mulai paling awal (ES) dan saat selesai paling awal/cepat (EF)
suatu kegiatan

Monday, November 28, 16

V - 52

Perhitungan Durasi proyek


Perhitungan mundur (Backward Pass) dipakai untuk menentukan waktu paling lambat

suatu kegiatan dapat dilaksanakan (LS) maupun diselesaikan (LF)

Monday, November 28, 16

V - 53

Free Float / Free Slack =


ES successor - EF acHvity

Monday, November 28, 16

V - 54

Contoh Kasus

ES + dur

Monday, November 28, 16

Forward pass

V - 55

Penyelesaian Arrow Diagramming Method

Monday, November 28, 16

V - 56

Penyelesaian Arrow Diagramming Method

LS + dur

LS - ES
ESj EFi
LF - EF

Slack

Monday, November 28, 16

Backward pass

V - 57

Precedence Diagram Method (PDM)


Ciri diagram Precedence

Aktivitasnya tidak dinyatakan dalam bentuk panah (Arrow)

melainkan NODE atau BLOCK


Anak panah / garis penghubung tidak memiliki durasi, sehingga
pada diagram ini tidak diperlukan DUMMY.
Merupakan penyempurnaan arrow diagram (ADM) karena pada
diagram ini dapat digambarkan adanya hubungan : SS, FS, FF

Monday, November 28, 16

V - 58

Notasi
ES

ID

EF

ES

EF

ID

DUR

LABEL
LABEL
LS

DUR

LF
LS

LF/ S

Keterangan :
ES
EF
LS
LF
ID
DUR
S
Monday, November 28, 16

: Early Start (mulai paling awal / cepat)


: Early Finish (berakhir paling awal / cepat)
: Late Start (mulai paling lambat)
: Late Finish (berakhir paling lambat)
: Identikasi
: Durasi
: Total Slack / Float
V - 59

Penggambaran ADM PDM


A

D
A

Monday, November 28, 16

V - 60

A
D
D

B
E

A
D

Penyederhanaan penggambaran
yang salah ! (merubah logic)

B
E
C

Monday, November 28, 16

V - 61

Monday, November 28, 16

V - 62

Monday, November 28, 16

V - 63

Hubungan SS, FS, FF dan Lead/Lag


3

FS

A3
SS

SS+1

FS+1

Monday, November 28, 16

8
8

3
4

C4
4

Perhitungan Waktu PDM sama dgn ADM


- Forward Pass, Backward Pass
- Merge Event, Burst Event

B5

A3
0

10

FS

C4
1

5
5

B5
5

FS

C4

FS

10

A3
9

B5

4
4

1
0

FF

Start to Start
Finish to Start
Finish to Finish

V - 64

Penyelesaian Contoh Kasus PDM


2
0

2
7
6

D3

B6

3
0

11
`

11

G2
9

11

E5

C4
0

FF

F4

A2
0

Monday, November 28, 16

9
V - 65

Akt

Predec

Dur

ES

EF

LS

LF

11

B,D,E

11

11

Monday, November 28, 16

Ket

kritis

kritis

kritis

V - 66

Time Scale Diagram


Merupakan penyempurnaan dari diagram balok, yang

digambarkan dengan skala waktu.


Terdapat istilah FENCE / BROKEN FENCE, yaitu garis

vertikal yang berfungsi sebagai pagar. Artinya altivitas


yang memiliki oat dapat digeser-geser dalam daerah
pagarnya. Bila pagar dilanggar, maka ada pengaruhnya
terhadap kelompok aktivitas lain atau terhadap jalur
kritisnya.
Disamping FENCE / BROKEN FENCE, masih diperlukan

alat lain untuk dapat menggambarkan Time-Scale diagram.


Alat tersebut dinamakan FLAGS (bendera). FLAGS
dibutuhkan bila terjadi hubungan silang (cross) yang tidak
Monday, November 28, 16
dapat dinyatakan lagi dengan FENCE / BROKEN FENCE. V - 67

Ilustrasi FENCE / BROKEN FENCE & FLAGS


C

Hubungan fence

A
B

Hubungan Broken fence


Monday, November 28, 16

Z
Hubungan Flags
V - 68

Contoh Aplikasi
1
D

Aktivitas

Pred.

D,F

D,F

2
A

G
1

Monday, November 28, 16

V - 69

Kurva S (S-Curve)
Dapat digunakan untuk mengontrol pelaksanaan

proyek dari segi biaya dan waktu


Terdiri dari 2 (dua) salib sumbu, sumbu x
menunjukkan skala waktu, sumbu y menunjukkan
skala biaya
Pembuatan kurva S selalu dikaitkan dengan
penjadwalan, misalnya dikaitkan dengan Time Scale
Diagram
Kurva S dapat dibuat berdasar saat mulai paling awal
(Earliest Start) dan saat mulai paling lambat (Latest
Start)
Monday, November 28, 16

V - 70

001 : S-Curve vs Time Scale Diagram


Act.

Duration
(week)

Predec.

Total Cost (million


rupiah)

Weekly Cost
(million rupiah)

12

10

D,E,G

10

20

Monday, November 28, 16

Assumption Weekly Cost = Total Cost / Duration

V - 71

001 : S-Curve vs Time Scale Diagram


Cost (Million Rupiah)

Percentage (%)

100

H7

80
60

F2

100

G5

75

40
20

J 10

C6
A4

B2

E9

I1

D3

50
25

weeks
4

12

16

20

Week

9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Cost

CumulaXve

8 13 18 26 34 41 46 51 55 58 61 64 67 70 73 76 79 82 86

Percentage

4,7 9,3 15 21 30 40 48 53 59 64 67 71 74 78 81 85 88 92 95 100

Monday, November 28, 16

V - 72

002 : S-Curve vs Bar Chart


Rencana Anggaran Biaya
No

Urutan Kegiatan/Pekerjaan

1.

Kegiatan Pondasi

2.141.888,49

3,585 %

2.

Kegiatan Beton/Dinding

3.457.844,27

5,787 %

3.

Kegiatan Kap/Atap

3.544.532,50

5,932 %

4.

Kegiatan Loteng

2.479.985,50

4,151 %

5.

Kegiatan Plesteran

5.348.047,74

8,951 %

6.

Kegiatan Lantai

22.658.096,34

37,921 %

7.

Kegiatan Pintu/Jendela

2.568.604,20

4,299 %

8.

Kegiatan Pengecatan

14.263.244,95

23,871 %

9.

Kegiatan Perlengkapan

3.288.300,00

5,503 %

59.750.543,99

100,00 %

Monday, November 28, 16

Harga Pekerjaan (Rp)

Bobot (%)

V - 73

002 : S-Curve vs Bar Chart

Monday, November 28, 16

V - 74

Go to the
Next Lesson

Monday, November 28, 16

V - 75

You might also like