Komponen Utama Power Train Mesin
DAFTAR ISI
OBJECTIVE
I. Dasar-Dasar Power Train
I.1. Definisi I.2. Komponen Utama Power Train I.2.1. Penghubung antara engine dengan transmission I.2.1.1. Flywheel Clutch [Link] Converter I.2.2. Transmission [Link]. Direct Drive Transmission I.2.2.2. Power Shift Transmission I.2.2.3. Hydrostatic Transmission I.2.3. Transfer Gear I.2.4. Differential/Bevel Gear I.2.5. Final Drive I.3. Komponen Power Train Pada Wheel Loader I.4. Komponen Power Train Pada Track Type Tractor I.5. Planetary Gear Set
i
1 1 1 1 1 2 3 2 3 4 4 4 5 5 6 6
II.3.3 Komponen Torque Converter dengan Lock Up II.3.4 One-Way Clutch (Freewheel) II.4 Variable Capacity Torque Converter (VCTC) II.5 Torque Converter Dengan Variable Capacity Torque Converter (VCTC) Dan Lock Up III. TRANSMISSION III.1 DIRECT DRIVE TRANSMISSION III.1.1 Sliding Gear III.1.2 Collar Shift/Constant Mesh III.1.3 Synchromesh III.2 Power Shift Transmission III.2.1 Planetary Gear Set III.2.2 Counter Shaft III.2.3 Transmission Control Valve III.2.3.1 Konvensional Control ValveTransmission Hydraulic Control Valve III.2.3.2 Electric Transmission Control Valve dengan ON/OFF Solenoid III.2.3.3 Transmission ICM Hydraulic System III.2.3.4 Electronic Clutch Pressure Control (ECPC) III.3 HYDROSTATIC TRANSMISSION III.4 POWER TRAIN HYDRAULIC SYSTEM III.4.1 Oil Filter
17 18 19 20 23 23 23 24 25 26 26 28 29 29 35 37 38 40 41 43
IV. DIFFERENTIAL
IV.1 Standard Differential IV.2 Nospin Differential IV.3 Limited Slip Differential IV.4 Differential Lock
44 44 45 46 46
V. FINAL DRIVE
48
50 51 51 52 53 54
POWER TRAIN
Power train merupakan suatu sistem yang meneruskan tenaga atau power dari engine sampai ke penggerak akhir atau final drive.
I.2. Komponen Utama Power Train Pada dasarnya komponen utama dalam rangkaian power train terdiri dari: Flywheel clutch / torque converter Direct drive / powershift transmission Differential / bevel gear Final drive Pada beberapa tipe power train yang menggunakan sistem penggerak ganda (4 wheel drives), setelah transmission dipasang transfer gear. I.2.1. Penghubung antara engine dengan transmission Ada dua macam penghubung antara engine dan transmission pada
[Link] Converter
machine wheel loader tipe besar antara lain 980, 992, 994 dan yang lainnya.
I.2.2. Transmission
Direct drive transmission adalah transmission yang menggunakan flywheel clutch sebagai media penghubung dan pemutus antara engine dengan
7
Untuk meng-engaged-kan clutch dipakai transmission control valve, jenisnya antara lain: Konvensional control valve Electric control valve dengan on / off solenoid Individual clutch modulation (ICM) Electronic clutch pressure control (ECPC) I.2.2.3. Hydrostatic Transmission
Hydrostatic
Transmission
menggunakan
sistem
hydraulic
pada
transmisinya yang berfungsi untuk mengatur kecepatan dan arahnya. System ini menggunakan pompa hydraulic dan motor sebagai aktuatornya. Cara kerjanya yaitu tenaga dari engine langsung menggerakkan pompa hydraulic dan selanjutnya melalui rangkaian hydraulic lainnya menggerakkan motor untuk mengkonversi menjadi energi mekanikal.
Transmission ini digunakan pada track type tractor kecil, track type loader dan hydraulic excavator yang pergerakkan / perpindahan operasi machine relatif kecil.
I.2.3. Transfer Gear
Nospin differential Limited slip differential Differential lock I.2.5. Final Drive
Final drive adalah komponen dari power train sebagai penggerak akhir
yaitu menuju roda atau track. Fungsinya adalah melipatgandakan torque yang paling akhir. I.3. Komponen Power Train Pada Wheel Loader
Rear Final Drive Front Drive Shaft Front Differential Front Final Drive
Rear Differential
5 2
4 1
Yang termasuk komponen dari power train dari track type tractor adalah: 1. Torque Divider 2. Transmission 3. Final Drive 4. Drive Shaft 5. Bevel Gear
11
Komponen pada planetary gear set adalah: 1. Planet gear disebut juga planetary gear, pinion atau idler gear. Selain berputar pada porosnya, planet gear juga berputar mengelilingi sun gear. 2. Carrier 3. Ring gear 4. Sun gear disebut juga centered gear. Agar planetary gear dapat bekerja syaratnya yaitu: Diberi input putaran Salah satu komponen harus ditahan (ring gear, carrier atau sun gear). Sebagai contoh, jika sun gear digerakkan dan ring gear ditahan maka
gear-gear pada carrier akan dipaksa untuk bergerak sepanjang ring gear
dengan arah yang sama seperti sun gear dan carrier akan berotasi dengan kecepatan yang lebih rendah. Keuntungan planetary gear set dibanding dengan external tooth gear: Lebih praktis karena tidak memerlukan ruang yang besar Lebih halus dalam memindahkan power. Beban dari masing-masing gears seimbang Pemilihan rasio gears yang sangat besar.
12
13
POWER TRAIN
II. Penghubung Antara Engine Dengan Transmission
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, ada dua macam penghubung antara
hydraulic
Catatan: Torque converter tidak dapat meningkatkan horsepower
14
Komponen utama pada torque converter adalah: Impeller (1), dihubungkan dengan flywheel melalui rotating housing atau sebagai komponen penggerak (driving member). Turbine (2), dihubungkan dengan output shaft ke transmission atau sebagai komponen yang digerakkan (driven member). Stator (3), komponen ini statis yang tugasnya mengarahkan oli dariturbine ke impeller untuk melipatgandakan torque.
Torque converter menghubungkan engine dengan transmission secara hydraulic. Jadi tidak ada hubungan mekanikal langsung antara engine dengan transmission. Oli yang masuk ke torque converter berasal dari transmission control valve (ratio valve) digabungkan dengan oli dari torque converter charging pump menuju inlet passage. Karena impeller dihubungkan langsung
dengan engine maka impeller selalu berputar sama dan searah dengan putaran
engine. Hal ini membuat oli yang masuk inlet passage dilempar oleh sudusudu
yang ada di impeller ke turbine.
3 2 1
Turbine dihubungkan dengan output shaft menuju transmission. Pada saat transmission neutral (tidak ada beban bagi turbine) maka turbine yang
mendapat lemparan oli dari impeller langsung berputar. 15
Oli dari turbine diarahkan oleh stator untuk menambah kekuatan menuju
II.1.1 Torque Converter Ratio Valve Gambar 2.4 berikut menunjukkan torque converter ratio valve yang terletak di dalam transmission control valve. Pada sebagian machine, torque
converter inlet relief valve terpisah dari transmission control valve yaitu
dipasang pada torque converter itu sendiri. Valve ini tidak dapat mengontrol tekanan yang ada di dalam torque converter. Fungsi valve ini membatasi tekanan oli maksimum yang mau masuk ke dalam torque converter. Hal ini bisa terjadi pada saat awal engine start dan oli masih dingin.
16
Torque converter inlet relief valve menggunakan oli P1 (speed clutch oil pressure) yang dikontrol oleh tekanan spring di dalamnya. Tekanannya bekerja
pada efektif area yang dikontrol oleh slug pada sisi kanan ratio valve. Valve ini tidak dapat di-adjust. Untuk machine yang memakai torque converter inlet
relief valve yang dipasang di torque converter, penyetelan tekanan olinya hanya
bisa dilakukan di test bench (sebelum torque converter dipasang di machine). II.1.2 Torque Converter Outlet Relief Valve
Torque converter outlet relief valve adalah jenis spool. Oli dari torque converter mengisi lubang yang ada di spool relief valve dan menggerakkan poppet valve ke arah kanan. Hal tersebut membuat naiknya tekanan oli di spring chamber sehingga menggerakkan spool ke arah kiri, kemudian oli
dialirkan ke power train cooler untuk didinginkan. Dari cooler, oli dikirim lagi ke
Torque converter outlet relief valve berfungsi untuk menjaga tekanan oli
di dalam torque converter dan mencegah terjadinya kavitasi (cavitation). Valve ini tekanannya dapat di-set sesuai dengan spesifikasi pada service manual. Tekanan outlet relief valve yang terlalu rendah dapat menyebabkan turunnya kapasitas dari torque converter (torque converter low power). Tekanan outlet relief valve yang terlalu tinggi dapat menyebabkan oli torque
hydraulic melalui torque converter dan hubungan secara mekanikal melalui planetary gear set. Torque converter dan transmission menggunakan oli yang
sama, dan diatur melalui transmission control valve. Pada machine yang besar oli dari transmission control valve dikombinasi dengan oli dari torque converter 18
charging pump. Ketika machine bekerja dengan beban ringan, torque yang
dilipatgandakan sedikit. Sedangkan ketika machine bekerja dengan beban yang berat, torque yang dilipatgandakan juga besar. Torque yang besar tersebut dikirim ke transmission. Planetary gear set juga melipatgandakan torque dari
engine.
Keuntungan Torque Divider: Memindahkan tenaga secara terus-menerus Menaikkan torque out put Meredam kejutan Mengijinkan operasi secara Direct Drive Komponen pada Torque Divider: Impeller Turbine Planet Gear dan Carrier
Pada gambar 2.5 berikut, sisi sebelah kiri adalah planetary gear set dan sisi sebelah kanan adalah torque converter.
19
Karena sun gear dan impeller dihubungkan dengan flywheel komponen tersebut berputar sama dan searah dengan putaran engine. Oli masuk ke
torque divider melalui inlet passage kemudian dilempar oleh impeller menuju
kisi-kisi turbine yang mengakibatkan turbine berputar searah dengan impeller selama tidak ada beban.
Ketika machine mendapat beban putaran dari output shaft mulai turun sehingga putaran dari planet carrierpun ikut turun. Turunnya putaran planet
carrier mengakibatkan relative motion pada komponen sun gear dan planet carrier sehingga planet gear berputar. Hal ini menurunkan putaran dari ring gear dan turbine. Pada kondisi ini torque converter melipatgandakan torque
sedangkan planetary gear set membagi torque. Pada kondisi stall (torque converter output shaft berhenti karena beban) membuat ring gear dan turbine berputar berlawanan dengan putaran dari
engine. Pelipatgandaan torque secara maksimum pada torque divider ketika ring gear dan turbine mulai berputar berlawanan atau ketika machine
20
clutch tidak engage. Selama beroperasi, rotating housing dan impeller dapat
berputar lebih cepat dibandingkan dengan turbine. Stator tetap diam dan dapat 21
melipatgandakan torque antara impeller dan turbine. Output shaft berputar lebih lambat dibandingkan dengan putaran engine tetapi dapat meningkatkan
Converter Drive:
Output shaft berputar lebih lambat dibanding putaran engine Torque berlipat ganda
drive, dimana lockup clutch di-engaged-kan oleh tekanan oli dan menyatukan turbine dan impeller. Housing, impeller, turbine dan output shaft pada torque converter berputar dengan kecepatan yang sama dengan engine. Stator yang
22
dihubungkan dengan freewheel (one way clutch) digerakkan dengan tekanan oli di dalam housing sehingga komponen tersebut berputar dengan rpm hampir sama dengan engine. Kondisi seperti ini (direct drive) lebih mengutamakan
speed dibandingkan dengan torque. Digunakan pada gigi tinggi dan tenaga
yang dipindahkan sangat efisien.
Direct Drive:
Lockup clutch engaged oleh tekanan oli dari lock up control valve Output shaft berputar sama dengan putaran engine Stator pada posisi freewheel
23
Rotating housing Turbine One way clutch (freewheel) Lock up clutch (piston, disc dan plate) Output Shaft
Impeller Stator
Hub Carrier
Spline menghubungkan antara stator dengan cam dan cam tidak dapat
berputar. Penghubung antara cam dengan carrier adalah roller. Sisi kiri dari
opening cam lebih kecil dibandingkan dengan sisi kanannya (openings in cam
tirus). Sehingga posisi normal adalah pada sisi kiri (bagian yang lebih kecil). Ketika kecepatan dari impeller dan turbine rendah maka stator akan tetap diam.
Roller akan tetap pada sisi kiri oleh tekanan dari spring. Pada saat kondisi ini
terjadi hubungan mekanikal antara cam dengan stator. Sehingga stator dapat mengarahkan oli dari turbine ke impeller untuk melipatgandakan torque.
24
Ketika kecepatan turbine dan impeller naik (direct drive) maka stator mulai untuk berputar ke arah yang sama dengan putaran impeller dan turbine. Pada saat stator berputar cam juga ikut berputar. Sehingga gerakan dari cam dapat menyebabkan roller bergerak ke arah kanan (sisi yang lebih lebar) dan hubungan antara stator dan carrier terputus. Stator berputar bebas sehingga tidak dapat mengarahkan aliran oli dari turbine ke impeller. Karena stator hanya dapat berputar ke satu arah maka komponen ini dinamakan one way
clutch (freewheel).
Keuntungan torque Converter yang menggunakan One Way Clutch: Melipatgandakan torque pada beban yang tinggi Mengurangi kemungkinan terjadinya over heating Mengurangi penggunaan torque converter
25
Power dari diesel engine dikirim dari flywheel menuju torque converter
atau impeller clutch (VCTC). Torque converter mempunyai dua impeller dan satu clutch yang digerakkan secara hydraulic, yang mana dapat mereduksi kapasitas torque converter (membatasi jumlah kenaikan torque). Kapasitas
torque converter dikontrol secara manual dengan VCTC control lever atau switch electric. Lokasi dari lever dan switch tersebut terletak pada operator station. Power dari output shaft torque converter dikirim pada drive shaft menuju input transfer gear. Output gear dari transfer gear memutar input shaft dari transmission. Transmission output shaft memberikan power kepada idler gear pada transfer gear menuju output gear pada transfer gear. Output transfer gear
mengirim power pada drive shaft menuju rear drive pinion. Output gear juga mengirim power ke front final drive dan ke rear final drive. Keuntungan pemakaian VCTC: Mengurangi slip pada roda. Mengurangi keausan pada ban. Menaikkan engine power yang ada untuk hydraulic system. II.5 Torque Converter Dengan Variable Capacity Torque Converter (VCTC) DAN Lock Up VCTC bertujuan untuk memungkinkan operator untuk dapat menentukan kapasitas besar-kecilnya torque dari torque converter. Hal ini akan menurunkan
slip dari roda dan mengurangi keausan dari roda. Sehingga secara optimal engine power disalurkan untuk sistem implement.
Jumlah penurunan kapasitas torque converter tergantung pada lever VCTC pada kabin. Lever dihubungkan dengan load piston pada sequence dan
pressure control valve dengan kabel. Lever ini mengijinkan VCTC beroperasi
pada posisi antar kapasitas minimum dan maksimum.
26
Gb. 2.11 Torque Converter Dengan Variable Capacity Torque Converter (VCTC) DAN Lock Up
Switch pada lift control lever juga mengontrol kapasitas torque converter.
Ketika switch pada posisis ON maka VCTC beroperasi pada kapasitas maksimum tanpa terpengaruh dari gerakan wheel torque lever. Ketika switch pada posisi OFF kapasitas torque converter kembali pada setting lever.
Torque converter ini punya dua impeller dan clutch yang diaktifkan secara hydraulic. Oli, dari ratio valve untuk torque converter inlet mengalir melalui torque converter inlet passage. Oli dikirim ke inner impeller ketika torque converter minimum capasity. Oli dikirim ke inner impeller dan outer impeller
ketika torque converter maksimum capacity. Aliran oli di dalam torque converter dari salah satu atau kedua impeller mengalir ke turbine, kemudian ke stator. Dari stator aliran oli mengalir kembali ke impeller kemudian ke carrier.
valve. Tekanan oli di dalam torque converter dikontrol oleh torque converter outlet relief valve dengan hambatan sesudahnya.
Tekanan oli yang dikontrol oleh sequence dan pressure control valve meng-engage-kan outer dan inner impeller sehingga berputar bersama. Pada tekanan oli maksimum, clutch benarbenar engage sehingga tidak ada slip pada clutch. Torque converter beroperasi pada maksimum capacity. Penurunan tekanan oli menyebabkan clutch slip. Semakin banyak clutch slip semakin banyak juga penurunan kapasitas dari torque converter. Pada minimum tekanan, outer impeller tidak berhubungan dengan inner impeller sehingga torque converter minimum capacity.
28
POWER TRAIN
III. TRANSMISSION
Seperti telah dijelaskan pada bagian awal, Caterpillar menggunakan tiga jenis transmission yaitu: Direct drive Transmission Power Shift Transmission Hydrostatic Transmission Berikut akan dijelaskan mengenai jenis-jenis transmission tersebut. III.1 DIRECT DRIVE TRANSMISSION
Direct drive transmission adalah transmission yang menggunakan flywheel clutch sebagai media penghubung dan pemutus antara engine dengan transmission. Clutch ini dioperasikan secara manual. Flywheel clutch berguna
pada saat awal machine akan bergerak dan pada saat perpindahan gigi (gear
shifting).
Berdasarkan cara kerjanya, direct drive transmission dibagi menjadi tiga macam yaitu: Sliding Gear Collar Shift Synchromesh III.1.1 Sliding Gear
Sliding Gear merupakan pengatur kecepatan dan arah kerja dengan cara
memindahkan spur gear yang dilakukan oleh fork agar diperoleh kecepatan ataupun arah yang dikehendaki. Beberapa hal yang perlu diketahui mengenai Sliding Gear: Semua gear kecuali idler gear diikat (splines) pada shaft. Bentuk gearnya dinamakan spur gear gigigiginya diparallel dengan
shaft.
29
Mengunci hanya pada saat memindahkan tenaga. Cocok dipakai pada motor grader, track type tractor pertanian yang bergerak satu arah dan kecepatannya cenderung tetap.
30
III.1.3 Synchromesh
31
transmission. Bagian-bagian dari planetary gear set adalah sun gear, planet gear beserta carrier dan ring gear. Planetary power shift transmission terdiri dari beberapa pasang planetary gear dimana komponen tersebut berfungsi untuk:
Merubah arah putaran input Merubah kecepatan Komponen yang berfungsi untuk menahan pada planetary gear set tersebut adalah clutch (piston, disc dan plate). Berikut ini adalah beberapa contoh planetary gear set yang diapasang pada transmission. 32
Input putaran dari transmission berasal dari torque converter sedangkan output transmission menuju ke bevel gear untuk track type dan differential
untuk wheel type. Pada gambar di atas terlihat ada 5 clutch yaitu:
Clutch 1 untuk gigi mundur (reverse) Clutch 2 untuk gigi maju (forward) Clutch 3 untuk gigi 4 (speed clutch) Clutch 4 untuk gigi 3 (speed clutch) Clutch 5 untuk gigi 2 (speed clutch) Clutch 6 untuk gigi 1 (speed clutch)
Syaratnya power shift transmission bisa masuk gigi adalah harus ada 2-
clutch yang engaged yaitu satu speed clutch dan satu directional clutch.
33
34
III.2.3 Transmission Control Valve III.2.3.1 Konvensional Control Valve-Transmission Hydraulic Control
spool valve.
Istilah pada tekanan oli transmission: P1: Speed Clutch Pressure P2: Directional Clutch Pressure P3: Torque converter Inlet Pressure Cara kerja dari transmission control valve
Modulation relief valve menerima oli dari pompa transmisi yang melewati power train filter. Valve ini adalah spool type dan memberikan oli ke torque converter circuit. Spool ini terdiri dari check valve (ball type) yang diberi lubang
kecil di dalamnya (orifice) supaya gerakan dari valve ini dapat dikontrol secara perlahan (gradual). Tekanan oli yang ada di speed clutch tergantung tekanan spring yang ada di load piston. Ketika load piston berada pada posisi paling kanan (hanya tekanan spring) tekanannya relatif rendah dan tekanan ini dinamakan initial
pressure atau primary pressure. Atau dengan kata lain tekanan saat pertama
kali memodulasi (naik secara perlahan). 35
Selanjutnya saat load piston mulai bergerak ke arah kiri oleh dorongan oli dan spring tention secara perlahan akan naik. Bersamaan dengan hal ini tekanan pada modulation relief valve naik secara bertahap sampai batas yang ditentukan.
Differential valve menurunkan tekanan oli di P1 untuk meng-engagedkan directional clutch. Karena tekanan oli di speed clutch lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan oli di directional clutch maka speed clutch
Torque converter inlet relief valve dikontrol oleh tekanan oli P1. Modulation relief valve membatasi tekanan oli di speed clutch.
bisa di adjust dengan cara menambah atau mengurangi shim yang ada di load piston.
Tekanan oli di P1 tidak dapat di-adjust dan hanya initial pressure yang
36
Keterangan: 1 = Clutch nomor 1 (directional clutch) 2 = Clutch nomor 2 (directional clutch) 3 = Clutch nomor 3 (speed clutch) 4 = Clutch nomor 4 (speed clutch) 5 = Clutch nomor 5 (speed clutch) Pada wheel loader transmission control valve dilengkapi juga dengan
neutralizer control valve yang fungsinya untuk men-drain oli yang ada pada P2
pada saat neutralizer valve diaktifkan. 37
Gambar di atas menunjukkan Loader transmission control valve yang dilengkapi dengan neutralizer valve. Neutralizer valve ini mendapat signal berupa tekanan yang berasal dari pedal kiri yang dioperasikan oleh operator pada kabin.
38
Berikut merupakan gambar Transmission Control Valve pada Wheel Loader Ketika Neutralizer Valve diaktifkan.
Gb. 3.8 Transmission Control Valve pada Wheel Loader Ketika Neutralizer
Valve diaktifkan
Ketika brake kiri diinjak (diaktifkan) tekanan yang berasal dari brake
system menekan spool yang ada di neutralizer valve untuk melawan spring.
Sehingga tekanan oli yang ada pada directional clutch (P2) dibuang ke tangki. Akibatnya transmission control valve hanya meng-engaged-kan speed clutch dan transmission ke posisi neutral. Dengan kata lain pedal brake kiri pada
muatan). Tujuannya adalah agar tenaga dari engine dapat diprioritaskan seoptimal mungkin ke implement. Gambar di bawah ini adalah grafik clutch engaged antara P1 dan P2
Ketika perpindahan gigi tekanan P1 dan P2 turun kemudian pada gigi yang baru ini tekanan oli di P1 dan P2 bertahap naik dari initial pressure ke maksimum pressure. Selama kenaikan pressure secara bertahap tersebut clutch di speed dan directional slip. Tekanan P1 selalu berbeda secara konstan dengan P2 (lihat specification di service manual). Perbedaan tekanan ini diatur oleh
differential valve.
Apabila initial pressure terlalu tinggi maka perpindahan gigi pada
transmission akan kasar. Perpindahan gigi yang kasar (rough shifting) bisa
terjadi juga karena kurang atau tidak ada perbedaan tekanan antara P1 dan P2. Sebaliknya rendahnya setting dari initial pressure akan mengakibatkan clutch
40
Transmission control valve jenis lain adalah elektrik transmission control valve dengan on/off solenoid. Fungsi dari on/off solenoid tersebut adalah
sebagai pengganti dari lingkage (kabel penggerak dari spool). Pada gambar tersebut terdapat 5 on/off solenoid yaitu: Solenoid untuk gigi maju (forward) Solenoid untuk gigi mundur (reverse) Solenoid untuk clutch 1 Solenoid untuk clutch 2 Solenoid untuk clutch 3
Oli dari pompa power train mengalir melewati transmission filter menuju
control valve oli menuju torque converter dan digabung dengan oli dari torque converter charging pump.
41
42
Transmission control valve jenis ini biasa dipakai pada off high way truck, articulated dump truck, scrapper dan lainlain. Pada control valve jenis
ini setiap clutch mempunyai satu control valve (modulation relief valve & load
piston). Makanya disebut ICM (Individual Clutch Modulation). Masingmasing individual control valve tersebut diberi tanda dengan huruf A sampai dengan H
(station A H). Tiaptiap station mempunyai tekanan oli yang berbeda sehingga tekanan oli disetiap clutch pun berbeda juga. Pada gambar terlihat ada 3 solenoid yaitu: lock up solenoid, downshift
solenoid, upshift solenoid. Apabila lock up solenoid aktif maka torque converter
akan direct drive dan hal ini terjadi pada gigi tinggi. Apabila terjadi perpindahan gigi (transmission shifting) maka lock up solenoid akan dioff kan sementara.
Down shift solenoid akan aktif pada saat perpindahan dari gigi besar ke gigi
rendah (2 ke 1, 1 ke R dst.). Sedangkan up shift solenoid akan aktif pada saat perpindahan dari gigi rendah ke gigi tinggi (1 ke 2, 2 ke 3 dst.). Pengontrolan perpindahan giginya dilakukan oleh EPTC (Electronic
Programmable
Transmission Control).
Keuntungan dari ICM transmission control valve adalah: Perpindahan gigi lebih halus (smooth shift) Pengendara lebih nyaman Usia komponen lebih lama Perpindahan gigi dapat diaktifkan secara elektronik
43
Electronic clutch pressure control dipakai pada machine D6R, 966G dan
lainlain. Sama halnya dengan ICM control valve yaitu setiap clutch mempunyai satu control valve. Pengaturan tekanan oli diatur oleh besar kecilnya arus listrik yang mengalir ke masingmasing solenoid. Sedangkan arus listrik yang mengalir ke solenoid diatur oleh ECM (electronic control module). Keuntungan dari transmission dengan menggunakan ECPC adalah: Tidak menggunakan mechanical lingkage Peng-adjust-an dilakukan secara electronic Perubahan design dan sistem terbaru diperbaharui dengan software Mengurangi kejenuhan pada operator Perpindahan gigi yang lebih halus Mudah dalam melakukan trouble shooting Berikut adalah gambar proportional solenoid yang mengatur besarnya tekanan oli pada clutch.
45
47
III.4 POWER TRAIN HYDRAULIC SYSTEM Gambar berikut adalah power train hydraulic system pada track type
tractor. Oli dari transmission charging pump mengalir ke filter menuju priority valve. Fungsi dari priority valve adalah memprioritaskan oli ke steering dan brake sistem sebelum ke sirkuit transmission.
Dari priority valve oli mengalir ke transmission control valve untuk meng-
engaged-kan clutch. Dari komponen ratio valve yang ada di dalam transmission control valve oli mengalir ke torque converter. Tekanan oli yang ada di dalam torque converter dijaga oleh torque converter outlet relief valve dan selanjutnya
mengalir ke cooler untuk didinginkan. Dari cooler, oli mengalir menuju transmisson untuk lubrikasi komponen di dalam planetary gear komponen serta
bearing.
Gb. 3.14 Power Train Hydraulic System pada Track Type Tractor
48
49
III.4.1 Oil Filter Penggantian power train filter harus sesuai dengan OMM (Operation
Maintenance manual) pada service manual, agar oli yang masuk ke transmission hydraulic system tetap terjaga kebersihannya.
Tekanan oli dari pompa power train masuk lewat inlet passage kemudian masuk ke housing dan keluar ke outlet passage melewati element. Apabila
element kotor, tekanan oli yang ada di dalam filter akan naik sehingga bypass valve membuka dan oli keluar menuju outlet passage tanpa disaring dahulu.
Hal ini, dapat mengakibatkan kerusakan komponen secara dini pada sistem
transmission hydraulic.
50
POWER TRAIN
IV. DIFFERENTIAL
Fungsi dari differential adalah menghantarkan tenaga dari transmission ke
final drive kiri dan kanan. Differential dipasang pada machine yang
menggunakan roda sedangkan bevel gear dipasang pada machine dengan
Differential membagi torque selalu sama pada final drive kiri maupun
kanan. Tipe ini kurang efisien bila machine slip. Jenis ini biasanya dipasang pada machine dengan 4 wheel drive. Pada Off High Way Truck yang menggunakan differential standard dipasang AETA (Automatic Electronic
Traction Aid).
51
IV.2 Nospin Differential Sistem ini merupakan jenis differential yang dapat mengunci secara otomatis (automatic locking) yang memaksa kedua roda untuk berputar dengan kecepatan yang sama dalam kondisi apapun. Differential ini secara efektif mengunci seluruh roda dan mengalirkan sampai 100% dari torque yang tersedia ke salah satu roda bila diperlukan. Ketika berbelok, roda luar menjadi tidak terhubung (disengaged) dan berputar lebih cepat kemudian mengalirkan
torque ke roda yang berputar lebih pelan. Differential ini biasanya dipakai pada machine wheel loader, intregated tool carrier, landfill compactor dan lainlain.
52
gear, pinion shaft dan actuator housing. Differential jenis ini biasanya dipakai
pada machine wheel loader, integrated tool carrier dan yang lainnya.
IV.4 Differential Lock Sistem ini tidak secara otomatis bekerja tetapi dikontrol oleh operator. Bila lock diaktifkan maka roda kiri dan roda kanan akan berputar dengan torque yang sama. Bila lock tidak diaktifkan maka sistemnya sama dengan
conventional differential.
Namanama komponen dari differential antara lain: pinion, bevel gear,
53
54
POWER TRAIN
V. FINAL DRIVE
Final drive adalah komponen dari power train sebagai penggerak akhir
yaitu menuju roda atau track. Fungsinya adalah melipatgandakan torque yang paling akhir. Macammacam final drive yang dipakai oleh Caterpillar yaitu: Single reduction Double reduction Planetary gear set
Final drive yang single dan double reduction sudah jarang dipakai karena
konstruksinya memerlukan tempat yang lebar. Sebaliknya jenis final drive yang menggunakan planetary banyak dipakai oleh Caterpillar karena kelebihannya.
55
Pada gambar di atas power dari transmission dikirim ke differential dan menuju ke final drive melalui komponen final drive shaft. Gambar di atas adalah
double reduction planetary gear set. Dari final drive shaft power masuk sebagai sun gear pada first reduction planetary gear. Ring gear adalah komponen yang
statis, sehingga outputnya adalah carrier. Dari carrier pada first reduction
planetary gear power dikirim ke second reduction planetary gear sebagai sun gear.
Pada second reduction planetary gear ring gear sama yaitu sebagai komponen yang statis. Sehingga carrier adalah outputnya dan langsung terhubung ke final drive wheel. Dan selanjutnya power dikirim ke roda. Final
56
POWER TRAIN
VI. STEERING DAN BRAKE
VI.1 Steering System
Sistem steering pada machine yang menggunakan track dibagi tiga macam yaitu: Differential steering Steering clutch & brake Steering dengan track motor
track yang lainnya. Dengan demikian pasok tenaga terhadap masingmasing track tidak pernah terhenti. Pada saat tractor berjalan lurus motor steering
tidak lagi digunakan.
Steering motor pada differential steering ini digerakkan oleh pompa hydraulic. Pengontrolan arah belok dari tractor dikendalikan cukup dengan satu
tangan yaitu dengan cara menarik atau mendorong tuas dari steering.
57
Terdapat 3 planetary gear set dalam differential steering. Ketiganya sering disebut sebagai steer planetary, drive planetary, dan equalizing
planetary. Terdapat dua input tenaga pada planetary gear set tersebut yaitu
dari transmission dan dari steering motor. Ketiga planetary gear set tersebut dihubungkan dengan common shaft yang menghubungkan tiga sun gear.
Steer Planetary Steer planetary digerakkan oleh motor steering melalui bevel pinion gear
dan
bevel
ring
meneruskan
tenaga
untuk
Drive Planetary Drive planetary digerakkan oleh transmission output shaft melalui transfer gear, bevel pinion gear dan bevel ring gear. Planetary ini menyalurkan
tenaga untuk menggerakkan tractor lurus ke depan atau ke belakang.
Equalizing Planetary Equalizing planetary mengubah input torque rendah (kecepatan tinggi)
menjadi output kecepatan rendah dengan torque tinggi ke final drive sebelah kanan.
58
Steering clutch menyalurkan tenaga dari bevel gear ke final drive dan
juga membelokkan machine. Clutch ini diaktifkan secara hydraulic. Pada track
type tractor yang menggunakan steering clutch & brake mempunyai steering & brake control valve. Valve ini mempunyai tugas untuk mengarahkan dan
mengatur takanan oli yang masuk ke steering clutch & brake. Berikut gambar steering & brake control valve
clutch disc, clutch piston, clutch housing, input hub dan output hub. Clutch disc
berputar bersama dengan input hub dan ditekan ke arah clutch plate untuk meneruskan tenaga ke clutch housing. Plate di spline ke clutch housing dan 59
memutar clutch housing tersebut ketika clutch disc ditekan ke arah plate oleh
piston. Kemudian tenaga diteruskan ke output hub melalui clutch housing. Piston menekan disc dan plate bersamasama untuk menghubungkan input hub dengan clutch housing. Tenaga hydraulic digunakan untuk
menggerakkan piston Steering clutch ini engaged oleh tekanan oli dan release oleh tekanan spring.
Clutch brake terdiri dari Belleville spring, brake plate, brake disc, piston brake dan brake housing. Sistem brake ini engaged oleh tekanan spring dan release oleh tekanan oli.
Steering
dengan
Track
Motor
digunakan
pada
machine
yang
menggunakan Hydrostatic Transmission, contohnya: Excavator, Wheel Loader tipe kecil, Dozer tipe kecil, Compactor dan sebagainya.
60
TRAVEL MOTOR BRAKE VALVE Travel Position Line Relief Valve Line Relief Valve
From Pump
Caterpillar memakai beberapa jenis rem antara lain Actuating system yang digerakkan secara:
Hydraulic 61
Air over hydraulic Nitrogen over hydraulic Air Macammacam brake berdasarkan system kerjanya adalah: Expanding shoe, rem yang sangat umum dipakai pada saat diaktifkan
shoe dari brake didorong ke arah luar untuk menghentikan putaran brake drum agar machine berhenti.
Contracting band, rem ini banyak digunakan pada track type tractor.
62
Multiple discs, sistem ini mempunyai beberapa steel plate yang berhubungan dengan driving hub. Sedangkan disc yang terletak di antara steel plate dihubungkan dengan final drive housing. Apabila brake diaktifkan maka steel plate dan disc engaged oleh dorongan piston dan menahan gerakan machine agar dapat berhenti. Sistem ini ada dua macam yaitu sistem kering dan sistem yang direndam dengan minyak pelumas.
63
Macam macam rem berdasarkan fungsinya: Service brake, untuk menghentikan atau mengurangi kecepatan









