Behavioral Factors of Injecting Drugs User (IDU) on Methadone Maintenance
Therapy in Community Health Center Makassar 2010
Harviani*, Ridwan Amiruddin*
*) Hasanuddin University, Public health faculty, Epidemiology
Methadone Maintenance Therapy (MMT) aims to reduce the impact of advanced drugs (Harm
reduction) among Injecting Drugs User (IDU) in Indonesia has given positive response. Since
2003 MMT has reduced of using heroin up to 20 percent. Although coverage of the program
for new IDU just reach 13,33%.
Objective study is to examine the correlation between predisposing factors (knowledge
and attitude), enabling factors (perception to the cost and distance of location), and
reinforcing factors (peer group support, family support, personnel support and
information media) with participation of IDU in Methadone Maintenance Therapy.
Research method was observational method using case-control study design. Subjek of
this study is IDU who follow methadone therapy and not follow methadone therapy
with number of sample is 116 respondents. Data analyzed using univariate analysis and
bivariate analysis.
Result of this study concluding, IDU proportion who that participated in MMT
is 26,7%. Based on the bivariate analysis, it was found significant relationships
between participation in MMT and attitude with p= 0,013 (Phi= 0,231), peer group
support p= 0,016 (Phi= 0,223) and personnel support p= 0,000 (Phi= 0,580). Other
variables which were not significantly related to participation in MMT were the
knowledge, distance of location, perception to the cost, family support and information
media.
The efforts that can be done to increase coverage of the MMT for IDU the future
is that such efforts are done emotional approach between peer group and personnel with
IDU in order to information transmission. Family is very important to near and give
support of IDU.
Keywords: Participation in MMT, methadone, IDU.
RINGKASAN
Universitas Hasanuddin
Fakultas kesehatan masyarakat
Epidemiologi
Skripsi Juni 2010
Harviani
“Hubungan Faktor Perilaku Dengan Keikutsertaan Program Terapi Rumatan
Metadon Bagi Pengguna Napza Suntik Di Puskesmas Kassi Kassi Makassar
Tahun 2010”
(xvi+99 halaman+25 tabel+3 bagan +8 lampiran)
Program terapi rumatan metadon (PTRM) yang bertujuan mengurangi dampak
lanjutan narkoba (Harm reduction) di kalangan pengguna Napza suntik (penasun) di
Indonesia telah memberikan respon positif. Sejak 2003 hingga saat ini mampu
mengurangi penggunaan heroin hingga 20 persen. Tapi cakupan program penasun baru
mencapai 13,33%.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor predisposisi
(pengetahuan dan sikap), faktor pemungkin (persepsi terhadap biaya dan jarak ke
pelayanan), dan faktor penguat (kelompok sebaya, dukungan keluarga, dukungan
petugas dan media informasi) dengan keikutsertaan Program Terapi Rumatan Metadon.
Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan
pendekatan Cross Sectional Study. Subyek penelitian ini adalah penasun yang
mengikuti terapi metadon dan tidak mengikuti terapi metadon dengan jumlah responden
sebanyak 116. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa proporsi penasun yang ikut serta
dalam PTRM sebesar 26,7%. Berdasarkan uji bivariat diperoleh hubungan yang
signifikan terhadap keikutsertaan PTRM dengan sikap p=0,013 (Phi= 0,231), dukungan
kelompok sebaya p= 0,016 (Phi= 0,223) dan dukungan petugas lapangan p=0,000(Phi=
0,580). Sedangkan variabel yang tidak signifikan masing-masing pengetahuan, jarak ke
pelayanan, persepsi terhadap biaya, dukungan keluarga dan media informasi.
Pengupayaan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan cakupan PTRM bagi
penasun di masa yang akan datang, adalah pendekatan emosional antara teman sebaya
dan petugas lapangan dengan penasun dalam rangka penyebaran informasi. Keluarga
sangat penting dalam mendampingi dan memberikan dukungan kepada penasun.
Daftar Pustaka: 1995-2010
Kata kunci: keikutsertaan PTRM, metadon, penasun.