0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan17 halaman

Mengukur Kecepatan Putar Gerinda dengan Tachometer

Dokumen ini membahas tentang pengukuran kecepatan putar gerinda menggunakan tachometer, dengan fokus pada tachometer optik dan DC. Tachometer optik mengukur kecepatan sudut dengan photosensor dan memiliki spesifikasi tertentu, sedangkan tachometer DC mengkonversi kecepatan menjadi tegangan. Hasil pengukuran menunjukkan nilai median, mean, dan modus dari kecepatan yang diukur.

Diunggah oleh

Irma Sopiyadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan17 halaman

Mengukur Kecepatan Putar Gerinda dengan Tachometer

Dokumen ini membahas tentang pengukuran kecepatan putar gerinda menggunakan tachometer, dengan fokus pada tachometer optik dan DC. Tachometer optik mengukur kecepatan sudut dengan photosensor dan memiliki spesifikasi tertentu, sedangkan tachometer DC mengkonversi kecepatan menjadi tegangan. Hasil pengukuran menunjukkan nilai median, mean, dan modus dari kecepatan yang diukur.

Diunggah oleh

Irma Sopiyadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Mengukur kecepatan putar

gerinda dengan tachometer


ANGGOTA :

1 IRMA SOPIYADI

2 BACHRUDIN

3 CASMINTO
Pendahulua
n
Tachometer : Alat yang memberikan output yang
proporsional terhadap kecepatan putar (kecepatan
sudut).
MACAM-MACAM TACHOMETER
1. Tachometer optik

2. Tachometer Rotor bergigi

3. Tachometer DC
TACHOMETER OPTIK

1. Adalah sebuah alat untuk mengukur kecepatan sudut

putar dengan besaran rpm.

2. Tachometer optik terdiri dari jalur atau garis (stripe)


yang terdapat di dalam batang lalu terdapat sebuah
atau lebih photosensor yang menghadap pada batang
tersebut.
SPESIFIKASI TACHOMETER

• RPM RANGE : 2 - 99,999RPM


• COUNT RANGE : 1 - 99,999 REV
• MAX TARGET DISTANCE : 500 MM
• BASIC ACURACY ± 0.05%
• RESOLUTION :0.1 RPM/ 1 REV
SPESIFIKASI MESIN
GERINDA

• GRINDING WHEELS =150X20X20


• IDLE REVOLUTION = 2980/MIN
• INPUT POWER = 350 W
• MOMEN = 1,1 Nm
CARA KERJA TACHOMETER OPTIK
1. Setiap batang tersebut berputar maka photosensor akan
mendeteksi jumlah stripe yang melewatinya.

2. Kemudian akan menghasilkan output yang akan berbentuk


pulsa.

3. Pada gelombang pulsa tersebut periode ≈ kebalikan dari


kecepatan angular.

4. Dapat diukur dengan menggunakan rangkaian counter seperti


yang digambarkan pada encoder batang optik.
KEADAAN OVERFLOW
1. Apabila kecepatannya terlalu lambat
counter dapat mengalami overflow atau
penghitungan yang dimulai dari nol lagi.

2. Untuk mengatasinya perlu ditambahi


rangkaian tambahan yang memiliki one-
shot (pemacu) tambahan.
KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN
Keunggulan:
Memiliki photosensor sehingga dapat mendeteksi setiap garis
yang melewatinya

Kelemahan:

 Tidak dapat merasakan posisi dan jarak, namun dapat diatasi dengan
memasang 2 buah photosensor
TACHOMETER DC
• Prinsip kerjanya adalah terjadinya proses
konversi langsung antara kecepatan dan
tegangan
• Keunggulan :
Untuk menjaga inersia turun dapat diatasi
dengan penggunaan sikat
• Kelemahan :
Penggunaan sikat untuk menjaga inersia dapat
aus.
CONTOH PENERAPAN
TACHOMETER
• Tachometer optik digunakan untuk
mengetahui kecepatan sudut baling-baling
HASIL PENGUKURAN
DENGAN TACHOMETER

KET
SPT :SATUAN PENGUKURAN TERKECIL
SM : SALAH MUTLAK
SR : SALAH RELATIF
HASIL PENGUKURAN
DENGAN TACHOMETER

RANGE = N MAX- N MIN = 9


MEDIAN = 2985.5
MEAN = 2986,8
MODUS = 2988
KET
-RANGE MERUAPAKAN JARAK ANTARA NILAI
MAXIMUM DIKURANGI NILAI MINIMUM
-MEDIAN MERUPAKAN NILAI TENGAH DARI
SEKUMPULAN DATA
-MEAN MERUPAKAN NILAI RATA RATA DARI
SEKUMPULAN DATA
-MODUS MERUPAKAN NILAI YANG SERING MUNCUL
DARI SEKUMPULAN DATA

Anda mungkin juga menyukai