ANEMIA
PADA KEHAMILAN
BIDAN RISKA
250121
DEFINISI
Anemia adalah suatu penyakit kekurangan sel darah merah.
Ibu hamil dikatakan mengalami anemia apabila kadar
hemoglobin ibu kurang dari 11g/dl pada trimester satu dan
tiga, serta kurang dari 10,5 g/dl pada trimester kedua
Anemia kehamilan disebut sebagai “Potentional danger to
mother and child“ dimana dapat berpotensi membahayakan
ibu dan anak.
TINGKATAN ANEMIA
PADA KEHAMILAN
Anemia Anemia Sedang
AnemiaRingan
pada ibu hamil disebut ringan Anemia pada ibu hamil disebut sedang
apabila kadar hemoglobin ibu 10,9 g/dl apabila kadar hemoglobin ibu 9,9 g/dl
sampai 10g/dl sampai 7,0g/dl
Anemia Berat
Anemia pada ibu hamil disebut berat
apabila kadar hemoglobinibu berada
dibawah 7,0g/dl.
KLASIFIKASI ANEMIA
Anemia Defisiensi Zat Besi Anemia Megaloblastik
Anemia dalam kehamilan yang paling Anemia yang disebabkan oleh karena
sering ialah anemia akibat kekurangan kekurangan asam folik, jarang sekali karena
besi. Kekurangan ini disebabkan karena kekurangan Vitamin B12. Anemia
kurang masuknya unsur dengan makanan, megaloblastik dalam kehamilan disebabkan
karena gangguan reabsorbsi, gangguan karena defisiensi asam folik (Pteroylgutamic
penggunaan atau terlalu banyaknya zat Acid), jarang terjadi karena defisiensi
besi keluar dari badan, misalnya pada saat makanan.
perdarahan.
Anemia Hipoplatik Anemia Hemolitik
Anemia hipoplatik ialah anemia yang Anemia yang disebabkan penghancuran
disebabkan karena sumsum tulang kurang atau pemecahan sel darah merah yang
mampu membuat sel-sel darah baru. lebih cepat dari pembuatannya. Gejala
Dampak yang ditimbulkan ialah gejala utama adalah kelelahan, kelemahan, serta
demam dan perdarahan. gejala komplikasi bila terjadi kelainan pada
organ-organ vital.
PENYEBAB ANEMIA DALAM
KEHAMILAN
Secara umum anemia pada kehamilan disebabkan oleh :
1. Meningkatnya kebutuhan zat besi untuk pertumbuhan janin. Kondisi ini akan
menyebabkan meningkatnya kebutuhan zat gizi. Bila tidak terpenuhi maka ibu hamil
berisiko menderit anemia, atau bila sudah sudah menderita, maka kemungkinan
anemianya bertambah parah
2. Kurangnya asupan zat besi yang dikonsumsi oleh ibu hamil (zat besi, asam folat,
vitamin B12, dan protein)
3. Pola makan ibu terganggu akibat mual selama kehamilan
4. Adanya kecenderungan rendahnya cadangan zat besi ( Fe ) pada Wanita akibat
persalinan sebelumnya dan menstruasi
TANDA & GEJALA ANEMIA
a. Mengantuk karena berkurangnya f. Mengeluh lidah mudah luka
Hb dan oksigen sehingga kurang g. Terjadi saluran gangguan pencernaan
transport untuk metabolisme seperti anoreksia, konstipasi dan diare
tubuh. h. Sakit kepala
b. Merasa pusing, lelah oleh karena i. Mata berkunang-kunang
berkurangnya oksigen dan energi j. Curah jantung bertambah (berdebar-
c. Nafsu makan turun atau anoreksia debar)
d. Konsentrasi hilang k. Pucat pada membran mukosa karena
e. Tidak enak badan dan nafas kurangnya sel darah merah dalam
pendek oleh karena penurunan pembuluh darah kapiler.
suplai darah
DAMPAK ANEMIA PADA KEHAMILAN
1. Risiko komplikasi perdarahan yang meningkatkan 5. Risiko sakit dan anemia pada bayi yang dapat
risiko kematian ibu. menyebabkan kematian.
2. Menurunnya fungsi kekebalan tubuh, sehingga mudah 6. Risiko stunting pada usia bayi dan anak usia kurang 2 tahun
menderita penyakit infeksi (1000 HPK) dan dalam jangka panjang berdampak pada
3. Menghambat pertumbuhan janin menurunnya kecerdasan dan meningkatnya risiko penyakit
4. Bayi lahir prematur, berat badan lahir rendah (BBLR) tidak menular (hipertensi, diabetes, jantung dan stroke)
dan panjang badan lahir rendah (PBLR). yang akan berdampak terhadap generasi keturunan
selanjutnya.
DIAGNOSIS ANEMIA
Anamnesa Pemeriksaan fisik
Pada anamneses akan didapatkan keluhan cepat lelah,mata Tensi masih dalam batas normal, pucat pada membran mukosa
berkunang kunang, sering pusing, mual dan muntah yang dan konjungtiva. Hal ini dikarenakan kurangnya sel darah merah
berlebihan pada kehamilan muda. Pada anamnesa akan pada pembuluh darah kapiler dan pucat pada kuku dan jari
didapatkan keluhan cepat lelah, sering pusing, mata berkunang- tangan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ibu tampak lemah ,
kunang, keluhan mual muntah, lebih berat pada hamil [Link] kulit pucat, mudah pingsan, sementara tensi masih dalam batas
terdapat keluhan lemah, nampak pucat, mudah pingsan normal, pucat pada membrane mukosa dan konjuntiva karena
sementara tensi dalam batas normal, maka perlu dicurigai kurangnya sel darah merah pada pembuluh kapiler dan pucat
anemia defisiensi besi. pada kuku serta jari.
Pemeriksaan darah
Pemeriksaan diharapkan dilakukan minimal dua kali selama
kehamilan yakni pada trimester pertama dan trimester ketiga.
Pemeriksaan darah dilakukan minimal 2 kali selama kehamilan
yaitu pada trimester I dan III. Dengan melihat hasil anamnesa
dan pemeriksaan fisik maka diagnosa dapat dipastikan dengan
pemeriksaan kadar Hb. Anemia pada kehamilan dapat dibagi
menjadi anemia pada trimester I jika kadar Hb < 11 gr% ,anemia
pada trimester II jika kadar Hb < 10,5 gr% dan anemia pada
trimester III jika kadar Hb < 10 gr%.
PENCEGAHAN ANEMIA
1. Meningkatkan konsumsi zat besi dari makanan. 3. Fortifikasi zat besi. Fortifikasi adalah
Memakan yang beraneka ragam memiliki zat penambahan suatu jenis zat gizi ke dalam
gizi saling melengkapi termasuk vitamin yang bahan pangan untuk meningkatkan kualitas
dapat meningkatkan penyerapan zat besi, pangan.
seperti vitamin C. 4. Penanggulangan penyakit infeksi dan paraasit.
2. Suplemen zat besi Pemberian suplemen tablet Infeksi dan parasit merupakan salah satu
besi dapat memperbaiki status hemoglobin penyebab anemia gizi besi. Dengan
dalam waktu yang relatif singkat. Di Indonesia menanggulangi penyakit infeksi dan
tablet besi yang umum digunakan dalam memberantas parasit, diharapkan bisa
suplementasi zat besi adalah ferrosus sulfat meningkatkan status zat besi tubuh.
minimal 90 tablet selama hamil.
PENGOBATAN ANEMIA
PADA KEHAMILAN
1. WHO merekomendasikan ferro sulfat 320 mg 2. Kebijaksanaan program KIA pemberian tablet
(setara dengan 60 mg zat besi) 2 kali sehari bagi Fe ( 320 mg Fe sulfat dan 0,5 mg asam folat )
semua ibu hamil. Jika Hb 8 g atau kurang pada untuk semua ibu hamil selama 90 hari. Jumlah
salah satu kunjungan, tingkatkan pemberian tersebut sudah mencukupi tambahan zat besi
tablet besi menjadi 3 kali 1 tablet perhari selama kehamilan yaitu 1000 mg.
selama kehamilan.
3. Untuk anemia berat bisa dilakukan transfusi
darah. Kondisi ini dapat terjadi pada anemia
defisiensi zat besi berat, talasemia, atau
penyakit sel sabit, di mana tubuh tidak dapat
memproduksi cukup sel darah merah sehat.
CONTOH KASUS ANEMIA DALAM
KEHAMILAN
Pada tanggal 17 Maret 2025, Pasien atas nama Ny. N usia 38 tahun
datang ke Poli Kandungan RSIA Asyifa ingin kontrol kehamilan.
Objektif
Kesadaran : Compos mentis
KU : Baik
Subjektif
Suhu : 36.5
Pasien mengatakan saat ini sedang hamil anak ke-4,
TD : 103/58 mmHg
HPHPT tanggal 13-08-2024, keluhan saat ini mual dan
RR : 20x/menit
pusing.
SPO2 : 98%
Riwayat Alergi Obat : Ceftriaxone
BB : 74 Kg
Riwayat Transfusi sejak hamil anak pertama
Konjungtiva : Tampak anemis
DJJ : (+) 145x/menit
Assesment
NY. N usia 38 tahun G1P0A0 hamil 32 minggu dengan
Anemia
Planning
Tatalaksana di Rawat Jalan (Poli) :
1. Melakukan pengkajian Anamnesa
Hasil : Pengkajian sudah dilakukan
2. Mengukur Tanda-Tanda Vital
Hasil : Kes : CM, KU : Baik, S : 36.5, TD : 103/58 mmHg, N : 90x/menit, RR : 20x/menit, SPO2 : 98%, BB : 74 Kg, Konjungtiva :
Tampak anemis
3. Melakukan pemeriksaan USG dengan kolaborasi dokter kandungan
Hasil : USG DJJ (+) 145x/menit, JTHIU, Gerak (+), Air Ketuban Cukup, EFW 1876 gram, JK : Perempuan
4. Melakukan perencanaan Cek Darah Rutin dan Golongana Darah
Hasil : Hb : 8.3 g/dL, Leukosit : 9.500/mm3, Hematokrit : 25.6%, Trombosit : 333.000/Ul, Goldar : O/RH +
5. Melakukan perencanaan Transfusi 2 Kantong darah (500cc)
Hasil : Pasien bersedia informed consent
6. Melakukan pemasangan infus RL
Hasil : Infus RL sudah terpasang di punggung tangan kiri
7. Melakukan pemindahan pasien ke ruang rawat inap
Hasil : Pasien sudah dipindahkan ke ruang rawat inap
Tatalaksana di Rawat Inap :
1. Melakukan pengkajian anamnesa ulang
Hasil : Pasien hamil anak ke-4, Riwayat transfuse sejak kehamilan anak pertama
2. Mengukur Tanda-Tanda Vital
Hasil : Kes : CM, KU : Baik, S : 36.5, TD : 103/58 mmHg, RR : 20x/menit, SPO2 : 98%, BB : 74 Kg,
Konjungtiva : Tampak anemis
3. Melakukan premedikasi transfusi dengan Inj. Dexamethasone 2 ampul
Hasil : Premedikasi transfusi sudah dilakukan
4. Melakukan transfusi kolf pertama
Hasil : Transfusi kolf pertama sudah dilakukan
5. Melakukan transfusi kolf kedua
Hasil : Transfusi kolf kedua sudah dilakukan
6. Melakukan TTV ulang
Hasil : Kes : CM, KU : Baik, S : 36.5, TD : 111/73 mmHg, N : 82x/menit, RR : 20x/menit, SPO2 : 98%
7. Melakukan cek Darah Rutin ulang post transfusi 6 jam
Hasil : Hb : 10.0 g/dL, Leukosit : 10.000/mm3, Hematokrit : 30.3%, Trombosit : 306.000
8. Melaporkan hasil TTV, KU dan Hasil laboratorium kepada dokter dpjp
Hasil : Dokter dpjp sudah terlapor
9. Memberikan terapi oral Tablet FE 2x1 tablet, PCT 3x500 mg
Hasil : Terapi sudah diberikan
TAK ADA GADING
YANG TAK RETAK
TAK ADA MANUSIA
YANG SEMPURNA