Routing Dasar (Static Routing)
Mata Pelajaran: Jaringan Komputer
Disusun oleh: Rida Aulia Fitri – SMKN
1 Kepulauan Selayar
Pengantar Routing
• Routing adalah proses pengiriman paket data
dari satu jaringan ke jaringan lain melalui
router.
• Router bertugas memilih jalur terbaik agar
data sampai ke tujuan.
Jenis-Jenis Routing
• 1. Static Routing – Jalur ditentukan secara
manual oleh administrator.
• 2. Dynamic Routing – Jalur dipelajari otomatis
menggunakan protokol (RIP, OSPF, EIGRP).
• 3. Default Routing – Digunakan untuk
mengarahkan paket ke satu rute default bila
tujuan tidak dikenal.
Pengertian Static Routing
• Static Routing adalah metode routing di mana
rute ditentukan secara manual.
• Administrator jaringan menentukan jalur yang
harus dilalui paket.
• Tidak berubah secara otomatis jika terjadi
perubahan topologi jaringan.
Kelebihan Static Routing
• ✅ Mudah dikonfigurasi untuk jaringan kecil.
• ✅ Konsumsi CPU dan memori rendah.
• ✅ Tidak menghasilkan traffic tambahan.
• ✅ Aman karena hanya rute tertentu digunakan.
Kekurangan Static Routing
• ⚠️Tidak otomatis menyesuaikan bila ada
perubahan jaringan.
• ⚠️Tidak efisien untuk jaringan besar.
• ⚠️Sulit dalam pemeliharaan jika banyak
router.
Contoh Topologi Static Routing
• Router1 — Router2 — Router3
• Setiap router memiliki jaringan lokal berbeda.
• Misalnya:
• - R1: [Link]/24
• - R2: [Link]/24
• - R3: [Link]/24
Contoh Konfigurasi Static Routing
(Cisco CLI)
• Router(config)# ip route [network] [mask]
[next-hop]
• Contoh:
• Router(config)# ip route [Link]
[Link] [Link]
• Penjelasan:
• - network → alamat tujuan
• - mask → subnet mask
Verifikasi Routing
• Gunakan perintah berikut untuk melihat tabel
routing:
• Router# show ip route
• Menampilkan semua jalur yang diketahui
router.
Kesimpulan
• • Static Routing cocok untuk jaringan kecil dan
stabil.
• • Memerlukan konfigurasi manual.
• • Menjadi dasar penting sebelum mempelajari
Dynamic Routing.