0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan17 halaman

Manusia dan Kebudayaan: Pengertian dan Perwujudan

Dokumen ini membahas hubungan antara manusia dan kebudayaan, menekankan bahwa manusia adalah pencipta dan pengguna kebudayaan yang tidak dapat dipisahkan. Kebudayaan didefinisikan sebagai kompleks pengetahuan, kepercayaan, dan karya yang diperoleh melalui interaksi sosial, serta memiliki wujud abstrak dan konkret. Selain itu, dokumen ini juga menguraikan pengaruh budaya terhadap lingkungan dan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan kebudayaan.

Diunggah oleh

rayhansakti06
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan17 halaman

Manusia dan Kebudayaan: Pengertian dan Perwujudan

Dokumen ini membahas hubungan antara manusia dan kebudayaan, menekankan bahwa manusia adalah pencipta dan pengguna kebudayaan yang tidak dapat dipisahkan. Kebudayaan didefinisikan sebagai kompleks pengetahuan, kepercayaan, dan karya yang diperoleh melalui interaksi sosial, serta memiliki wujud abstrak dan konkret. Selain itu, dokumen ini juga menguraikan pengaruh budaya terhadap lingkungan dan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan kebudayaan.

Diunggah oleh

rayhansakti06
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KELOMPOK 1

1. DINA TALITA PAEF (23041010285)


2. AQSYA ADIBHAKTI (23041010263)
3. ARYA NUR INDRA K.H (23041010277)
4. MAULINA RAHMADINI
(23041010256)
5. ELVINA CAHYA N.
(23041010254)

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN


PENGANTAR
Manusia adalah pencipta dan pengguna kebudayaan itu sendiri. Manusia hidup karena adanya
kebudayaan, sementara itu kebudayaan akan terus hidup dan berkembang jika dilestarikan dan
tidak dirusak. Manusia dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, karena dalam
kehidupannya tak mungkin tidak berurusan dengan hasil-hasil kebudayaan, setiap hari manusia
melihat dan menggunakan kebudayaan.
Menurut Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski, yang mengemukakan bahwa cultural
determinism berarti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh
kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu.
Dan Herkovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang superorganic, karena kebudayaan
yang berturun-temurun dari generasi ke generasi tetap hidup. Walaupun manusia yang menjadi
anggota masyarakatnya sudah berganti karena kelahiran dan kematian.
Menurut E.B. Tylor (1971) dalam bukunya Primitive culture: kebudayaan adalah kompleks yang
mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan lain
kemampuan-kemampuan serta kebiasaankebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai
anggota masyarakat.
[Link] KEBUDAYAAN
Kebudayaan berasal dari kata budaya, sedangkan budaya adalah bentuk jamak dari kata budidaya
yang berarti cinta, karsa, dan rasa. Kata budaya sebenarnya berasal dari bahasa Sansekerta
buddayah yaitu bentuk jamak kata buddhi yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa Inggris, kata
budaya berasal dari kata culture, dalam bahasa Belanda diistilahkan dengan kata cultuur, dalam
bahasa Latin, berasal dari kata colera. Colera berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan,
mengembangkan tanah (bertani). Kemudian pengertian ini berkembang dalam arti culture, yaitu
sebagai segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam.
Berikut pengertian budaya atau kebudayaan dari beberapa ahli :
 R. Linton, kebudayaan dapat dipandang sebagai konfigurasi tingkah laku yang dipelajari dan
hasil tingkah laku yang dipelajari, di mana unsure pembentuknya didukung dan diteruskan oleh
anggota Masyarakat.
 Koentjaraningrat, mengartikan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, milik
diri manusia dengan belajar.
 Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, mengatakan bahwa kebudayaan adalah semua hasil
karya, rasa, dan cipta masyarakat.
B. Perwujudan Kebudayaan
Koentjaraningrat mengemukakan bahwa kebudayaan itu dibagi atau digolongkan dalam tiga
wujud, yaitu :

1) Wujud sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, dan
peraturan. Kebudayaan ideal (abstrak) ini disebut pula tata kelakuan, hal ini menunjukkan
bahwa budaya ideal mempunyai fungsi mengatur, mengendalikan, dan memberi arah kepada
tindakan, kelakuan dan perbuatan manusia dalam masyarakat sebagai sopan santun.

2) Wujud kebudayaan sebagai suatu komplek aktivitas serta tindakan berpola dari manusia
dalam masyarakat. Wujud tersebut dinamakan sistem sosial, karena rnenyangkut tindakan
dan kelakuan berpola dari manusia itu sendiri. sistem sosial ini merupakan perwujudan
kebudayaan yang bersifat konkret, dalam bentuk perilaku dan Bahasa

3) Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia. kebudayaan fisik ini
merupakan perwujudan kebudayaan yang bersifat konkret, dalam bentuk materi/artefak.
Contohnya : candi Borobudur (besar), baju, dan jarum jahit (kecil), teknik bangunan
Misalnya cara pembuatan tembok dengan pondasi rumah yang berbeda bergantung pada
kondisi.
Berdasarkan penggolongan wujud budaya tersebut, maka wujud kebudayaan dapat dikelompokkan
menjadi : budaya yang bersifat abstrak dan budaya yang bersifat konkret.
1. Budaya yang bersifat Abstrak
budaya yang bersifat abstrak ini letaknya ada di dalam pikiran manusia, sehingga tidak dapat
diraba atau difoto. Karena terwujud sebagai ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan-
peraturan dan cita-cita
2. Budaya yang bersifat Konkret
Wujud budaya yang bersifat konkret berpola dari tindakan atau perbuatan dan aktivitas manusia di
dalam masyarakat yang terlihat secara kasat mata. wujud budaya konkret ini dengan sistem sosial
dan fisik, yang terdiri dari : perilaku, bahasa dan materi.
 Perilaku adalah cara bertindak atau bertingkahlaku tertentu dalam situasi tertentu. Pola-pola
perilaku adalah cara bertindak seluruh anggota suatu masyarakat yang mempunyai norma-norma
dan kebudayaan yang sama.
 Bahasa berfungsi sebagai alat berfikir dan alat berkouminkasi. Melalui bahasa kebudayaan suatu
bangsa dapat dibentuk, dibina, dikembangkan, serta dapat diwariskan pada generasi mendatang.
bahasa dapat menambah pengetahuan manusia, memperluas cakrawala pemikiran,
melanggengkan kebudayaan.
 materi merupakan hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya manusia dalam masyarakat. Bentuk
materi ini berupa pakaian, alat-alat rumah tangga, alat produksi, alat transportasi, alat
komunikasi.
A. MANUSIA SEBAGAI PENCIPTA DAN PENGGUNA KEBUDAYAAN
Manusia dilahirkan dengan akal, sehingga dengan akalnya manusia dapat memenuhi segala
macam kebutuhan hidupnya. Kebutuhan hidup manusia tidak pernah berhenti, hal ini menuntut
manusia untuk terus berfikir bagaimana memenuhi kebutuhan hidupnya. Tujuan memenuhi
kebutuhan hidup inilah akhirnya melahirkan berbagai cipta dan karya manusia, atau apa yang kita
kenal kebudayaan. Jadi pada dasarnya manusia menciptakan kebudayaan untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya, karena itu manusia disebut sebagai pencipta dan pengguna kebudayaan.
Hasil Cipta dan karya manusia melahirkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama membantu
mempermudah manusia serta dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya. Sehingga
kebudayaan memiliki peran sebagai :
1. Suatu hubungan pedoman antar manusia atau kelompoknya.
2. Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan kemampuan lain.
3. Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia, termasuk memenuhi kebutuhan
hidupnya.
4. Pembeda manusia dan binatang.
5. Petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berprilaku didalam pergaulan.
6. Pengaturan agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat,
menentukan
sikapnya jika berhubungan dengan orang lain
7. Sebagai modal dasar pembangun
Dengan demikian, manusia merupakan makhluk yang berbudaya, melalui akalnya manusia dapat mengembangkan
kebudayaan. Begitu pula manusia Hidup dan bergantung pada kebudayaan hasil ciptaanya. Kebudayaan juga
memberikan aturan bagi manusia dalam mengolah lingkungan dengan teknologi hasil ciptaannya.
Kebudayaan mempunyai fungsi yang besar bagi manusia dan masyarakat, untuk menaklukan berbagai macam
kekuatan yang harus dihadapi manusia dan masyarakat seperti kekuatan alam dan kekuatan lain. Selain itu manusia
dan masyarakat memerlukan kepuasan baik secara spiritual maupun materil.
Kebudayaan masyarakat sebagian besar dipenuhi oleh kebudayaan yang bersumber pada masyarakat itu sendiri.
Hasil karya masyarakat melahirkan teknologi atau kebudayaan kebendaan yang mempunyai kegunaan utama dalam
melindungi masyarakat terhadap lingkungan didalamnya.

B. Pengaruh Budaya Terhadap Lingkungan


Budaya yang dikembangkan oleh manusia akan berimplikasi pada lingkungan tempat kebudayan itu berkembang.
Suatu kebudayaan memancarkan suatu ciri khas dari masyarakatnya yang tampak dari luar, artinya orang asing
dapat melihat kekhasan budaya suatu daerah/kelompok.
Pendekatan yang saling teriring dengan psikologi lingkungan adalah pendekatan sistem yang melihat rangkaian
sistemik antara beberapa subsistem yang ada dalam melihat kenyataan lingkungan total yang melingkupi satuan
budaya yang ada.
Beberapa variabel yang berhubungan dengan masalah kebudayaan dan lingkungan :
− Physical Environment, menunjuk pada lingkungan natural seperti : temperatur, curah hujan, iklim, wilayah
geografis, flora dan fauna.
− Cultural Social Environment, meliputi aspek-aspek kebudayaan beserta proses sosialisasi seperti: norma-norma,
adat istiadat, dan nilai-nilai.
− Environmental Orientation and Representation, mengacu pada persepsi dan kepercayaan kognitif yang berbeda-
beda pada setiap masyarakat mengenai lingkungannya.
− Environmental Behavior and Process, meliputi bagaimana masyarakat menggunakan lingkungan dalam hubungan
sosial.
− Out Carries Product, meliputi hasil tindakan manusia seperti membangun rumah,

C. Proses dan Perkembangan Kebudayaan


Sebagaimana diketahui bahwa kebudayaan adalah hasil cipta, karsa dan rasa manusia, oleh karenanya kebudayaan
mengalami perubahan dan perkembangannya sejalan dengan perkembangan manusia itu. Perkembangan tersebut
dimaksudkan untuk kepentingan manusia sendiri, karena kebudayaan diciptakan oleh dan untuk manusia.
Kebudayaan yang dimiliki suatu kelompok sosial tidak akan terhindar dari pengaruh kebudayaan kelompok-kelompok
lain dengan adanya kontak-kontak antar kelompok atau melalui proses difusi. Suatu kelompok sosial akan
mengadopsi suatu kebudayaan tertentu bilamana kebudayaan tersebut berguna untuk mengatasi atau memenuhi
tuntutan yang dihadapinya.
Pengadopsian suatu kebudayaan tidak terlepas dari pengaruh faktor-faktor lingkungan fisikal. Misalnya iklim,
topografi sumber daya alam dan sejenisnya. Sebagai contoh: orang-orang yang hidup di daerah yang kondisi lahan
atau tanahnya subur (produktif) akan mendorong terciptanya suatu kehidupan yang favourable untuk memproduksi
bahan pangan.
Kebudayaan dari suatu kelompok sosial tidak secara komplit ditentukan oleh lingkungan fisikal saja, namun
lingkungan tersebut sekedar memberikan peluang untuk terbentuknya sebuah kebudayaan. Dari waktu kewaktu,
kebudayaan berkembang seiring dengan majunya teknologi (dalam hal ini adalah system telekomunikasi) yang
sangat berperan dalam kehidupan setiap manusia.
Hal yang terpenting dalam proses pengembangan kebudayaan adalah dengan adanya kontrol atau kendali terhadap
perilaku reguler (yang tampak) yang ditampilkan oleh para penganut kebudayaan. Karena tidak jarang perilaku yang
ditampilkan sangat bertolak belakang dengan budaya yang dianut didalam kelompok sosialnya. Yang diperlukan
disini adalah kontrol sosial yang ada dimasyarakat, yang menjadi suatu `cambuk' bagi komunitas yang menganut
kebudayaan tersebut. Sehingga mereka dapat memilah-milah, mana kebudayaan yang sesuai dan mana yang tidak
sesuai.
 D. Problematika kebudayaan
 Beberapa Problematika Kebudayaan Antara lain :

1. Hambatan budaya yang berkaitan dengan pandangan hidup dan sistem


kepercayaan.
2. Hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan persepsi atau sudut pandang
hambatan ini dapat terjadi antara masyarakat dan pelaksana Pembangunan.
3. Hambatan budaya berkaitan dengan faktor pisikologi atau kejiwaan. Upaya
mentrasmigrasikan penduduk dari daerah yang terkena bencana alam banyak
mengalami kesulitan.
4. Masyarakat yang terasing dan kurang komunikasi dengan Masyarakat luar.
5. Sikap tradisionalisme yang bersangka buruk terhadap hal-hal baru.
6. Sikap Etnosentrisme. Sikap etnosetrisme adalah sikap yang menggunakan budaya
suku bangsanya sendiri dan menganggap rendah budaya suku bangsa lain.
7. Perkembangan IPTEK sebagai hasil dari kebudayaan, seringkali disalahgunakan
oleh manusia.
8. Cultural shock atau gagap budaya apabila manusia tidak bisa menyesuaikan atau
beradaptasi dengan budaya lain, sehingga menimbulkan keraguan dan
kecanggungan.
E. Triangulasi : individu, masyarakat dan kebudayaan
Sebagai mahluk individu manusia merupakan satu kesatuan biologis yang
perlu hidup berkawan. Perkawanan tersebut tidak lain adalah untuk
menciptakan kebudayaan yang menghasilkan alat – alat material juga
immaterial yang diperlukan dalam kehidupannya . Kebudayaan tersbut pada
hakekatnya merupakan alat – alat yang digunakan oleh manusia untuk
keberadaan dan kelasungan hidupnya atau memenuhi kebutuhan hidupnya .
Kerangka pemikiran triangulasi menunjukkan keeratan hubungan antara
individu, Masyarakat dan kebudayaan yang tidak dapat dipisahkan satu sama
lainnya .
TERIMA
KASIH
DAFTAR
PUSTAKA
 Ahmadi , Abu,1997 ,Ilmu Sosial Dasar Ed. Baru Jakarta : Rineka Cipta
 Harsojo , 1999, Pengantar Antropologi Bandung : putra A. bardin
 Ihromi T.O, 1994, pokok-pokok Antropologi Budaya Jakarta : Yayasan Obor
 Keesing , Roger ,M. 1992, Antropologi budaya suatu perspektif
kontemporer ,jilid 2 Terj.
 Samuel Gunawan Jakarta : Erlangga
 Koentjaraningrat ( Ed), 1975, Manusia dan kebudayaan di Indonesia, Jakarta
Jambatan .
 Koentjaraningrat 1990, Pengantar Ilmu Antropologi Jakarta : Rineka Cipta
 …………,1987 , Sejarah dan Teori Antropologi I, Jakarta : UI press
 ………….,1990, Beberapa pokok Antropologi Sosial , Jakarta : Dian Rakyat
 ………….,1993, Kebudayaan , Mentalitas dan Pembangunan Jakarta : Gramedia
Pustaka utama

Anda mungkin juga menyukai