RKAP Berbasis Risiko: Panduan Penyusunan
RKAP Berbasis Risiko: Panduan Penyusunan
BAB 4
RKAP BERBASIS
RISIKO
TAHUN 2021 Rev.01
4. Strategy
1 Execution-RKAP
Berbasis Risiko
Regulasi RKAP Berbasis Risiko PLN
Bab 1 RKAP
Butir 1.1 RKAP disusun untuk masa 1 (satu) tahun buku, sekurang-
kurangnya memuat Visi dan Misi Perusahaan, Sasaran Usaha, Strategi dan
Program, Rencana Kerja Manajemen, Anggaran Perusahaan, Proyeksi
keuangan Perusahaan, Proyeksi Keuangan Anak Perusahaan, Rencana Kerja
Program kemitraan dan Partisipasi Pemberdayaan Lingkungan, Profil Risiko
Perusahaan dan hal-hal lain yang memerlukan Keputusan Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS).
[Link] |
Prosedur Penyusunan RKAP Berbasis
Risiko
Sumber:
Peraturan Direksi PLN
Nomor 0071.P/DIR/2021
[Link] |
Corporate Annual Plan in BUMN –
RKAP (1/2)
[Link] |
Corporate Annual Plan in BUMN –
RKAP (2/2)
[Link] |
Isu Penting dalam Penyusunan
RKAP
1. RKAP merupakan dokumen legal formal yang birokrasi penyusunannya makan waktu;
2. Kekeliruan penetapan sasaran:
• Pemahaman atas berbagai regulasi dan kebijakan yang menjadi acuan penyusunan RKAP;
• Planning horizon yang berbeda-beda antar dokumen perencanaan yang menjadi acuan;
3. Kekeliruan prediksi/forecasting sesuai tuntutan horizon planning:
• Pendekatan linear thinking;
• Asumsi-asumsi yang terpaku pada data historis;
• Overoptimistic karena terobsesi pada peluang dan abai terhadap ancaman;
4. Tidak ada shared vision dan minim partisipasi dalam penyusunan RKAP;
5. Hirarki Sasaran dengan unit kinerja dan indikator-nya masih belum selaras dan membingungkan;
6. Rencana pengelolaan kinerja tidak efektif:
• Penetapan unit kinerja dan indikatornya belum fokus pada outcome yang relevan dengan pencapaian sasarannya;
• Indikator yang ditetapkan kurang mempertimbangkan ketersediaan data yang dibutuhkan;
• Jumlah indikator kinerja terlalu banyak sehingga habis waktu untuk pemantauannya;
7. Kesulitan dalam prioritasi sasaran, strategi, dan program kegiatan karena tidak fokus pada eksploitasi peluang dan mitigasi ancaman.
[Link] |
Risk-based Approach Model
Sumber: Alex Daly; 2014; Budget for Risk Management; President of Global Institute for RM Standard G31000
[Link] |
Penggunaan Risk-based Approach
[Link] |
Mengapa RKAP Berbasis Risiko?
Berbasis Risiko
Manfaat RKAP
RKAP Berbasis Risiko memastikan setiap RKAP Berbasis Risiko memastikan anggaran
rencana kerja perusahaan disusun dalam rangka untuk pendanaan setiap rencana kerja
untuk mengeksploitasi risiko positif (peluang) dan perusahaan, sekaligus merupakan anggaran
mengendalikan risiko negatif (ancaman) terhadap bagi perlakuan risiko, sehingga tidak perlu ada
pencapaian Sasaran. Pada gilirannya, lagi anggaran khusus untuk biaya perlakuan
implementasi rencana kerja perusahaan sekaligus risiko (mitigasi).
merupakan implementasi perlakuan terhadap
risiko positif maupun risiko negatif.
Pengelolaan Risiko
RKAP Berbasis Risiko memastikan setiap rencana
kerja perusahaan sekaligus merupakan rencana
perlakuan risiko strategis sehingga tidak perlu ada lagi
penyusunan rencana perlakuan risiko strategis yang
terpisah dari rencana kerja perusahaan.
[Link] |
Definisi RKAP Berbasis Risiko
[Link] |
Regulasi (1/2)
Berdasarkan pada aturan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) dalam upaya pencapaian
Sasaran perusahaan serta pentingnya penerapan pengelolaan risiko dan tata kelola yang baik di perusahaan, maka
dibutuhkan suatu analisis risiko dalam rancangan RKAP guna memastikan bahwa sasaran yang hendak dicapai sudah
mempertimbangkan adanya analisis risiko (SK BUMN No. 16). Bentuk upaya pemastian bahwa perencanaan dan
penganggaran perusahaan sudah mempertimbangkan adanya analisis risiko, dapat disusun melalui pembuatan
“RKAP Berbasis Risiko”.
[Link] |
Regulasi (2/2)
[Link] |
Penyusunan RKAP Berbasis Risiko
(1/2)
Perspektif Perencanaan Anggaran
RKAP berbasis Risiko memastikan anggaran untuk pendanaan setiap rencana kerja
perusahaan, sekaligus merupakan anggaran bagi Penanganan risiko, sehingga tidak
perlu ada lagi anggaran khusus untuk biaya Penanganan risiko (mitigasi).
Strategi
RISIKO RKAP
Penanganan
SIGNIFIKAN
RISIKO
Anggaran
Pendapatan
Peluang : Program Rutin
Positive Risk
Eksploitasi
Program Non
Negative Risk Threats: Mitigasi Anggaran Biaya
Rutin
Program Investasi
[Link] |
Penyusunan RKAP Berbasis Risiko
(2/2) OPI Tools
RCPS
FMEA
OPI Tools
Pareto Analysis
Performance Analysis
[Link] |
Alur Penyusunan RKAP Berbasis
Risiko PLN ASESMEN RISIKO ALTERNATIF MITIGASI
PENETAPAN KONTEKS PENGUKURAN RCPS
ALUR RISIKO
LEVEL RISIKO PETA
PROSES/
SASARAN/KPI ASPEK RISIKO
Teknik assesment PRIORITAS
Risiko al. RISIKO PRIORITAS MITIGASI
DESKRIPSI
RISIKO Brainstorming/
Judgement Expert
Output:
RISK
REGISTER Resource
s&
ID Risk anggara
n
PRK
WORKPLAN
AO/AI
(PIC, Waktu, Biaya)
RKAP/RKAU
Output:
RKAP/RKAU
PENANGANAN RISIKO
[Link] |01
Alur Penyusunan RKAP Berbasis
Risiko PLN ASESMEN RISIKO ALTERNATIF MITIGASI
PENETAPAN KONTEKS PENGUKURAN RCPS
ALUR RISIKO
LEVEL RISIKO PETA
PROSES/
SASARAN/KPI ASPEK RISIKO
Teknik assesment PRIORITAS
Risiko al. RISIKO PRIORITAS MITIGASI
DESKRIPSI
TIDAK
RISIKO Brainstorming/
Judgement Expert
BERBASIS
UJI AKURMIT UJI PULUT
SUSUN
WIG
WIGSESSION
SESION
RISIKO
SCOREBOARD Output:
!
RISK
REGISTER Resource
Output: s&
WILDLY IMPORTANT Output: Output: Output: ID Risk anggara
GOAL (WIG) LEAD MEASURE SCOREBOARD WEEKLY REPORT n
PRK
WORKPLAN
AO/AI
PROSES 4DX – EKSEKUSI & MONITORING (PIC, Waktu, Biaya)
RKAP/RKAU
Output:
RKAP/RKAU
PENANGANAN RISIKO
[Link] |01
4. Penetapan
2 Sasaran
Business Environmental Scanning
Faktor
Berpengaruh
Faktor
Eksternal
Kebutuhan &
Ekspektasi
Stakeholders
Forecasting &
Assumptions
Kondisi PPT
Organisasi
Budaya
Organisasi
[Link] |
Hierarki Sasaran
PEMILIK RISIKO
[Link] |13
Sasaran dan Strategi Di PLN –
Balanced Scorecard
[Link] |
Sasaran dan Strategi Di PLN
[Link] |
Penyelarasan Sasaran
Dari “Sasaran” hingga “Program” harus selaras
VISI SASARAN STRATEGI KEBIJAKAN PROGRAM ANGGARAN
Keterangan :
Sasaran harus memenuhi Strategi adalah cara Kebijakan adalah Program adalah
kriteria SMART: atau langkah yang rambu – rambu aktivitas atau kegiatan
1. Specific akan digunakan dalam (hukum, aturan sebagai realisasi
2. Measurable mencapai sasaran internal, etika) dalam strategi untuk
3. Attainable melaksanakan kegiatan mencapai sasaran
4. Relevant
5. Timely
[Link] |
Bagaimana Menyelaraskan Sasaran
SASARAN
KORPORASI
Pertanya
? ?
?
annya:
STRATEGI PROGRAM
Bagaima KORPORASI PRIORITAS
?
na
memasti
kan
keselaras
an
? SASARAN
DEPARTEMEN
sasaran?
[Link] |
Contoh Penyelarasan Sasaran Strategis RKAP 2022
(Alignment dengan RJPP PLN dan 5 Prioritas
Strategi BUMN)- [1/2]
[Link] |
Contoh Penyelarasan Sasaran Strategis RKAP 2022
(Alignment dengan RJPP PLN dan 5 Prioritas
Strategi BUMN)- [2/2]
[Link] |
Contoh Penyelarasan Sasaran Strategis –
PT. PLN (Persero)
[Link] |
Formulasi Sasaran
Contoh Sasaran SMART
Langkah Atribut Uraian Elemen Sasaran
[Link] |
Prioritas Sasaran
Tujuan memberikan
prioritas sasaran:
Mengetahui sasaran-sasaran mana yang
paling mempengaruhi pencapaian sasaran
kinerja dan pencapaian visi serta misi
perusahaan;
[Link] |
Cara penentuan prioritas (1/2)
1. Periksa seluruh sasaran mulai dari sasaran korporasi hingga sasaran divisi;
2. Seleksi apakah sasaran tersebut sudah SMART atau belum. Bila belum harus
dikoreksi atau dicari unsur SMART-nya.
[Link] |
Cara penentuan prioritas (2/2)
[Link] |
Contoh: Penentuan Prioritas
Sasaran
No Sasaran Unit Kerja [KCU/KC] Kualifikasi Rating
Tersedianya data laporan keuangan cabang yang relevan, akurat dan
1 mutakhir untuk kebutuhan peningkatan CV for BSP perusahaan, paling KRITIS A
lambat tanggal 3 setiap bulan sepanjang tahun 2017.
Peningkatan jumlah kolektibiltas IWP, Iuran JKK dan JKM di bawah tanggal
2 10 setiap bulan melalui proses penagihan dan rekonsiliasi yang sesuai SANGAT KRITIS AA
ketentuan sepanjang tahun 2017
Terlaksananya rekonsiliasi data Iuran dalam rangka penerimaan Iuran yang
3 akurat untuk IWP tanggal 25 setiap bulan serta untuk JKK dan JKM setiap SANGAT KRITIS AA
tanggal 1 bulan berikutnya sepanjang tahun 2017
Optimalisasi keefektifan proses kolektibilitas Iuran melalui koordinasi
intensif dengan instansi Pemda dan Instansi terkait lainnya serta
4 SANGAT KRITIS AA
pemerataan target waktu dan jumlah setoran sesuai kebijakan perusahaan
sepanjang tahun 2017
Kesiapan proses opersional cabang dalam rangka dukungan terhadap upaya
5 TIDAK KRITIS B
peningkatan kerjasama dengan mitra kerja fee based income perusahaan
Terselenggaranya Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan RKAP
6 berbasis Risiko yang efektif dan efieisn melalui rapat Komite Anggaran KRITIS A
setiap triwulan sepanjang tahun 2017.
[Link] |
4. Penilaian
3 Risiko
a. Identifikasi Risiko
Identifikasikan
• peristiwa risiko,
• penyebab risiko,
• potensi dampak, dan
• indikator risiko kunci.
[Link] | 35
Gambaran Umum Identifikasi Risiko
Frekuensi
(kendali)
Keparahan
(kendali)
Source: ERM - SOAR – Gregory Monahan. Illustration – are we taking the right risks and the amount of risk? [Link] | 36
Metode Identifikasi Risiko
Multi sebab & multi dampak
Peristiwa yang berpotensi menimbulkan
dampak
CAUSES OF RISKS
CONSEQUENCES
LIKELiHOOD POTENTIAL IMPACT
EVENT
(Prevention Capability) (Protection Capability)
[Link] |
Asesmen Risiko Terhadap Sasaran
Langkah-Langkah “Bottom Up”
Penyusunan RKAP Berbasis Risiko
Lingkungan
Bisnis
Internal Eksternal
[Link] |
Pemetaan Sumber-Sumber Risiko –
Internal
Kesiapan kondisi internal menunjang kapabilitas Kesiapan kondisi budaya menunjang kapabilitas
pencapaian sasaran, antara lain: pencapaian sasaran, antara lain:
• Kondisi methode (kebijakan, prosedur, standar, • Budaya governansi (keteladanan, kepemimpnan,
sistem, dll.); komitmen, dll.);
• Kondisi men (jumlah, keahlian, dll.); • Budaya manajemen (komunikasi, koordinasi, kerja
• Kondisi machine (sarana, prasarana, dll); sama, dll.);
• Kondisi material (bahan baku, data/ informasi, • Budaya risiko (pemahaman, sikap, dan perilaku
dll.); terhadap risiko);
• Money (ketersediaan anggaran, dana investasi, • Budaya etis (kesadaraan, kepatuhan, pelaporan,
dll.) dll.);
• Budaya kerja (kredibilitas, loyalitas, prestasi,
kompensasi, dll.)
[Link] |
Asemen Risiko Dari Sumber Internal
Risiko Internal Peringkat risiko
Residual
No Sasaran
Kesiapan Risiko A/P Penyebab Dampak K D L Rank
Internal
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
Keterangan:
Kolom Uraian
(5) A = Ancaman; P = Peluang
(8) K = Tingkat Kemungkinan (Sangat Kecil; Kecil; Sedang; Besar; Sangat Besar)
(9) D = Tingkat Dampak (Tidak Signifikan; Minor; Medium; Signifikan; Sangat Signifikan)
(10) L = Tingkat Risiko (Rendah; Moderat; Tinggi; Sangat Tinggi; Ekstrem)
(11) Rank = Peringkat berdasarkan nilai L pada kolom (10)
[Link] |
Pemetaan Sumber-Sumber Risiko –
Eksternal
Pengaruh faktor eksternal terhadap kapabilitas Kebutuhan dan ekspektasi stakeholders:
pencapaian sasaran, antara lain: • Siapa saja stakeholders utama?
• Pengaruh industri (persaingan, rantai pasok, • Apa saja kebutuhan spesifik dari masing-masing
pasar tenaga kerja, dll); stakeholders?
• Pengaruh pasar (demografi pelanggan, • Apa saja ekspektasi dari masing-masing
perekonomian, dll.); stakeholders?
• Pengaruh sosial-budaya (kebutuhan masyarakat, • Apa saja ekspektasi kepada masing-masing
trend media, dll.); stakeholders?
• Tuntutan Legal (trend penegakan hukum, • Sejauhmana pengaruh dan daya tawar
kesadaran hukum, dll.); stakeholders?
• Pengaruh geopolitik (stabilitas politik, agenda
politik, kondisi hankam, dll.)
[Link] |
Asemen Risiko Dari Sumber
Eksternal Risiko Eksternal Peringkat risiko
Residual
No Sasaran
Kondisi Risiko A/P Penyebab Dampak K D L Rank
Berpengaruh
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
Keterangan:
Kolom Uraian
(5) A = Ancaman; P = Peluang
(8) K = Tingkat Kemungkinan (Sangat Kecil; Kecil; Sedang; Besar; Sangat Besar)
(9) D = Tingkat Dampak (Tidak Signifikan; Minor; Medium; Signifikan; Sangat Signifikan)
(10) L = Tingkat Risiko (Rendah; Moderat; Tinggi; Sangat Tinggi; Ekstrem)
(11) Rank = Peringkat berdasarkan nilai L pada kolom (10)
[Link] |
Asemen Risiko Dari Sumber
Stakeholders Risiko Stakeholders Peringkat risiko
Residual
No Sasaran
Pemenuhan Risiko A/P Penyebab Dampak K D L Rank
Ekspektasi
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
Keterangan:
Kolom Uraian
(5) A = Ancaman; P = Peluang
(8) K = Tingkat Kemungkinan (Sangat Kecil; Kecil; Sedang; Besar; Sangat Besar)
(9) D = Tingkat Dampak (Tidak Signifikan; Minor; Medium; Signifikan; Sangat Signifikan)
(10) L = Tingkat Risiko (Rendah; Moderat; Tinggi; Sangat Tinggi; Ekstrem)
(11) Rank = Peringkat berdasarkan nilai L pada kolom (10)
[Link] |
b. Analisis Risiko
Catatan:
• Nilai berdasarkan nilai inheren dan
residual
• Perhitungkan efektivitas kontrol yang ada
[Link] | 44
Pengukuran Risiko
TINGKAT KEMUNGKINAN TINGKAT DAMPAK
1. Frekuensi kejadian masa lalu 1. Mengacu pada kriteria tingkat dampak
2. Probabilitas kejadian masa depan PLN
3. Mengacu pada kriteria tingkat kemungkinan PLN 2. Bila multi dampak, pilih dampak terbesar
[Link] |
Pengendalian/ Kontrol Eksisting Risiko
PENGENDALIAN
RISIKO
[Link] |
c. Evaluasi Risiko
[Link] | 47
Prioritas Risiko
Garis
Risk PRIORITISASI
Risiko RISIKO :
No. 1 dengan
Appetite
1. Ekstrem
tingkat > Tinggi
kemungkinan
Sangat> Moderat
Besar, dan>
Moderat tidak wajib Rendah
tingkat dampak
dimitigasi kecuali 2. BilaSignifikan.
Sangat tingkat risiko
apabila cenderung yangtingkat
Sehingga sama (misal
meningkat ke Tinggi
sama-sama
risikonya adalah
ekstrem), pilih
Ekstrem.
prioritas pada
tingkat dampak
yang lebih besar
Rendah tidak
wajib dimitigasi Tinggi, Sangat
Tinggi & Ekstrem
wajib dimitigasi
[Link] |
4. Perlakuan
4 Risiko
Perlakuan Risiko
Risiko Sekunder
[Link] |
Perlakuan Risiko
RESPONS RISIKO
Ya Tidak
Perlu Perlakuan?
•• Berbagi
Berbagi risiko
risiko •• Penghindaran
Penghindaran risiko
risiko
Organisasi
Organisasi tidak
tidak memiliki
memiliki semua
semua Dampak
Dampak risiko
risiko ekstrem,
ekstrem, melebihi
melebihi
sumber
sumber daya
daya untuk
untuk menangani
menangani risiko
risiko kemampuan
kemampuan organisasi,
organisasi, sehingga
sehingga
sehingga
sehingga harus
harus berbagi
berbagi dengan
dengan pihak
pihak proyek
proyek atau
atau program
program tidak
tidak dapat
dapat
lain.
lain. diterapkan.
diterapkan.
•• Mitigasi
Mitigasi risiko
risiko •• Pengambilan
Pengambilan risiko
risiko
Organisasi
Organisasi memiliki
memiliki semua
semua sumber
sumber Risiko
Risiko rendah
rendah sehingga
sehingga tidak
tidak
daya
daya yang
yang diperlukan
diperlukan untuk
untuk menangani
menangani memerlukan
memerlukan perlakuan
perlakuan khusus,
khusus,
risiko.
risiko. hanya
hanya perlu
perlu dipantau.
dipantau.
[Link] |
Tahapan Perlakuan Risiko
RISK TREATMENT [Action] Menentukan tujuan (tingkat risiko target), aktivitas kontrol,
PLAN biaya per aktivitas, jadwal, pemilik kontrol, pemilik risiko,
dll.
[Link] |
Tahapan Analisis Biaya Manfaat
[Link]
54 |
Prioritisasi Penanganan Risiko
Penjelasan
Penanganan/mitigasi risiko dari Risiko Tinggi, Sangat Tinggi dan Ektrem dipetakan dalam matriks
prioritisasi mitigasi berdasarkan kemudahan pelaksanaan dan tingkat manfaat yang dihasilkan
sehingga diperoleh daftar mitigasi.
Pilih mitigasi terbaik (manfaat besar dan mudah dilaksanakan) sesuai ketersediaan sumber daya
berdasarkan 5M (Men, Machine & Tools, Money, Method, Materials) dan idealnya menggunakan cost
benefit analysis.
[Link] |
Mengendalikan Program
Mitigasi
01
03
Aktivitas ini dilakukan untuk
memastikan bahwa
pengendalian risiko telah
dilakukan secara benar
sesuai dengan rencana
mitigasi yang telah
disepakati
01 02
03
02
Dari monitoring progress
Aktivitas pengendalian implementasi mitigasi, dapat
risiko ini dilakukan diketahui kendala-kendala yang
dengan memonitor dihadapi risk owner dalam
progress implementasi program mitigasi sehingga perlu
secara rutin difasilitasi untuk solusinya
[Link] |
Mengkomunikasikan Risk Register
[Link] |
Pemantauan dan Peninjauan
Pemantauan terhadap progress mitigasi
dilakukan sesuai time plan pada rencana mitigasi Plan Realisasi Pencapaian
dan direkap secara triwulanan dan tahunan.
Sedangkan proses review dilakukan secara A A++ 110%
tahunan.
B B- 95%
Berdasarkan hasil monitoring tersebut, dilakukan
A A 100%
Evaluasi efektivitas existing control dan
implementasi mitigasi oleh risk owner.
TW 1 TW 2 TW 3 TW 4
Review terhadap tingkat risiko setelah
implementasi mitigasi
1’ 1
2’
[Link] |
The Four Diciplines of Execution (4DX)
ALTERNATIF MITIGASI
1. Fokus pada yang paling penting yakni Wildly RCPS
RISIKO
Important Goal (WIG)
2. Bekerja pada aktivitas Lead Measures (LM)
3. Gunakan score board yang memotivasi PRIORITAS MITIGASI
pemain/tim
4. Irama akuntabilitas melalui “WIG session”
SUSUN
UJI AKURMIT UJI PULUT WIG SESSION
SCOREBOARD Output:
RISK
REGISTER Resource
Output: s&
WILDLY IMPORTANT Output: Output: Output: ID Risk anggara
n
GOAL (WIG) LEAD MEASURE SCOREBOARD WEEKLY REPORT
PRK
WORKPLAN
AO/AI
PROSES 4DX – EKSEKUSI & MONITORING (PIC, Waktu, Biaya)
RKAP/RKAU
Output:
RKAP/RKAU
PENANGANAN RISIKO
[Link] |
Lead Measures
1. WIG adalah Lag Indicator, tidak dapat “digerakkan”
2. Kita hanya bisa bekerja pada penggerak lag tersebut yang
disebut aktivitas lead
3. Lead measures (LM) adalah ukuran dari aktivitas/kegiatan
yang paling berdampak untuk menggerakkan lag measures
(WIG), dipastikan dengan melakukan UJI PULUT P Prediksi, diprediksi mampu
mempengaruhi pencapaian sasaran
[Link] |
TERIMA
KASIH