PROTISTA
Introduction
Ciri-ciri protista:
Berdasarkan sifat-
• Uniseluler atau multiseluler.
sifatnya, Protista
• Bersifat eukariotik
dibagi menjadi tiga
• Ada yang memiliki dinding sel atau
kelompok, yaitu:
tidak.
• Protista mirip
• Cara hidup secara fotoautotrof atau
hewan (Protozoa)
heterotrof.
• Protista mirip jamur
• Bersifat aerob atau anaerob.
• Protista mirip
• Hidup bebas atau bersimbiosis.
tumbuhan (Alga).
• Reproduksi secara seksual dengan
konjugasi dan aseksual dengan
pembelahan biner
PROTISTA
MIRIP HEWAN
(PROTOZOA)
Protista Mirip Hewan
(Protozoa)
• Uniseluler, dengan ukuran tubuh
• Sebagian besar
sekitar 10 – 200 μm.
memiliki alat
• Tidak memliki dinding sel.
gerak.
• Umumnya bersifat heterotrof dan
• Berdasarkan alat
hanya sebagian kecil yang bersifat
geraknya,
autotrof.
Protozoa dibagi
• Hidup bebas atau sebagai parasit bagi
menjadi empat
organisme lain.
filum, yaitu
• Reproduksi secara aseksual dengan
Rhizopoda,
pembelahan biner dan reproduksi
Flagellata,
seksual dengan konjugasi.
Ciliata, dan
Rhizopoda
• Protozoa yang bergerak
dengan pseudopodia (kaki
semu)
• Bentuk tubuhnya tidak tetap.
• Bagian luar tubuhnya adalah
membran sel
• Di dalam membran sel,
terdapat sitoplasma yang
terbagi menjadi ektoplasma
(bagian luar) dan endoplasma
(bagian dalam).
• Ektoplasma lebih pekat
daripada endoplasma.
Rhizopoda
• Rhizopoda merupakan
organisme heterotrof.
• Rhizopoda menangkap
makanan dengan
membentuk kaki-kaki semu
• Makanan ditarik ke dalam
tubuh dan dicerna di dalam
vakuola makanan.
• Sari-sari makanan akan
berdifusi ke dalam
sitoplasma,
• Sisa pencernaan yang tidak
tercerna akan dibuang.
Rhizopoda
• Rhizopoda ada yang hidup
sebagai parasit dan ada yang
hidup bebas di berbagai habitat,
seperti air tawar, air laut, atau
tanah yang berair dan lembab.
• Rhizopoda dapat bereproduksi
secara aseksual melalui
pembelahan biner
• Reproduksi secara seksual
belum diketahui.
Rhizopoda
• Amoeba proteus, hidup di tanah
lembap sebagai pemangsa
mikroorganisme kecil
• Difflugia urceolata, hidup di air,
dapat mengeluarkan lendir yang
menyebabkan pasir-pasir halus
melekat.
• Entamoeba gingivalis, hidup di
sela-sela gigi dan gusi manusia,
dapat menimbulkan peradangan
Flagellata
• Memiliki flagela yang berfungsi sebagai alat gerak dan
menghasilkan aliran air ke dalam tubuhnya.
• Memiliki kinetoplas yang berfungsi menyimpan DNA
ekstranukleus.
• Sebagian besar hidup sebagai parasit pada manusia dan
hewan.
• Untuk yang hidup bebas, habitatnya di air laut atau air tawar,
soliter atau berkoloni, dan ada juga yang membentuk
simbiosis
Flagellata
• Secara aseksual, bereproduksi dengan cara pembelahan biner
membujur.
• Dalam proses pembelahan, hanya sel dan inti sel yang
membelah,
• Flagela baru akan tumbuh pada sel anak hasil pembelahan.
• Reproduksi seksual belum diketahui.
Flagellata
• Trypanosoma brucei gambiense
menyebabkan penyakit tidur
dengan vektor lalat tse-tse
(Glossina palpalis)
• Giardia lamblia menyebabkan
penyakit giardiasis, ditandai
dengan diare dan kejang usus.
• Leishmania tropica dan
Leishmania brasiliensis
menyebabkan penyakit
leishmaniasis pada manusia,
menyerang kulit, kelenjar lendir
hidung, dan tenggorokan.
Ciliata
• Bergerak menggunakan silia atau
rambut getar
• Fungsi silia adalah untuk bergerak,
, atau membantu menangkap
makanan
• Memiliki alat pencernaan yang
terdiri atas celah mulut (oral
groove), sitostoma (mulut sel),
sitofaring (gullet atau
kerongkongan), vakuola makanan,
dan lubang anus yang terletak
pada bagian tertentu dari
membran sel
• Memiliki dua buah inti sel, yaitu
Ciliata
• Mikronukleus berfungsi
sebagai alat reproduksi
seksual secara konjugasi.
• Makronukleus berfungsi
untuk menyintesis RNA,
mengatur aktivitas dan
pertumbuhan sel, serta
pembelahan biner sebagai
reproduksi aseksual.
Ciliata
• Paramecium caudatum,
sering ditemukan di
lingkungan air tawar yang
kaya bahan organik
• Stentor roeselii hidup di air
sawah atau air yang
menggenang yang banyak
mengandung bahan organik.
• Vorticella sp., bentuk seperti
lonceng, silia terdapar di
sekitar mulut sel.
Sporozoa
• Bentuk tubuh bulat panjang atau
oval.
• Tidak memiliki alat gerak, tetapi
dapat berpindah dari jaringan satu
ke jaringan lain dalam tubuh inang
melalui aliran darah.
• Memiliki sebuah nukleus, tanpa
vakuola kontraktil.
• Dapat membentuk kista berdinding
tebal saat berada di dalam usus
vektor.
• Seluruh anggota Sporozoa hidup
sebagai parasit
Sporozoa
• Sporozoa dapat melakukan
reproduksi secara seksual dan
aseksual.
• Reproduksi aseksual dilakukan
dengan skizogoni (pembelahan diri
yang berlangsung di dalam tubuh
inang tetap) dan sporogoni
(pembentukan spora yang
berlangsung di dalam tubuh inang
perantara)
• Reproduksi seksual dilakukan
melalui penyatuan gamet jantan
dan gamet betina.
Sporozoa
• Plasmodium sp. menyebabkan
penyakit malaria pada manusia,
dibawa oleh nyamuk Anopheles
• Toxoplasma gondii menyebabkan
toksoplasmosis, dengan inang
definitif mamalia pada kelas
Felidae dan inang perantara semua
hewan berdarah panas
PROTISTA
MIRIP
TUMBUHAN
(ALGA)
Protista Mirip
Tumbuhan (Alga)
• Bersifat uniseluler atau multiseluler.
• Alga yang uniseluler ada yang hidup
soliter dan ada yang membentuk
koloni.
• Alga juga memiliki pigmen fotosintetik
selain klorofil, yaitu xantofil, fikosianin,
fukosantin, fikoeritrin, dan karotenoid
• Cara hidup dapat sebagai plankton
(melayang mengikuti arus air), neuston
(mengapung di permukaan air), atau
bentos (melekat di dasar perairan)
Euglenophyta
• Tidak memiliki dinding sel, tetapi
memiliki lapisan penyokong
membran sel dari bahan protein
yang disebut pelikel.
• Memiliki kloroplas berbentuk oval.
• Memiliki klorofil a, klorofil b,
xantofil, dan karoten.
• Hidup di air tawar seperti air
kolam, sawah, danau, atau di parit-
parit peternakan yang banyak
mengandung kotoran hewan.
Euglenophyta
• Memiliki flagela sebagai alat
gerak.
• Flagela umumnya terdiri atas
satu flagela panjang dan satu
flagela pendek.
• Gerakan yang dilakukan adalah
gerak fototaksis
• Memiliki stigma (bintik mata)
berwarna merah yang berfungsi
membedakan antara gelap dan
terang.
Euglenophyta
• Euglena viridis : tampak
berwarna hijau karena memiliki
kloroplas berbentuk oval.
• Euglena rubra : tampak
berwarna kemerahan di bawah
sinar matahari, karena banyak
mengandung pigmen
karotenoid.
• Astasia sp. tidak memiliki
kloroplas, sehingga bersifat
heterotrof.
Chlorophyta
• Berwarna hijau karena memiliki
pigmen dominan klorofil a dan b, serta
pigmen karoten dan xantofil.
• Bersifat uniseluler atau multiseluler.
• Bentuk tubuh bervariasi, yaitu bulat,
filamen (benang), lembaran, atau
menyerupai tumbuhan tingkat tinggi.
• Memiliki kloroplas dengan bentuk
bervariasi
• Pada Chlorophyta yang bergerak aktif,
terdapat vakuola kontraktil dan flagela
yang panjangnya sama.
Chlorophyta
• Reproduksi aseksual: pembelahan
biner, pembentukan zoospora, atau
fragmentasi filamen.
• Reproduksi seksual : konjugasi
[Link] Spirogyra saling berdekatan
[Link] tonjolan dan akhirnya
menempel
[Link] satu memindahkan isi
selnya ke Spirogyra lain
[Link] plasmogami/peleburan
plasma dan diikuti dengan
kariogami/peleburan inti sel
[Link] konjugasi akan membentuk 4 sel
Chlorophyta
• Chlorella: hidup di air tawar, banyak
dimanfaatkan dalam pembuatan
suplemen Protein Sel Tunggal (PST)
• Chlamydomonas: hidup soliter di air
tawar dan memiliki sepasang flagela,
dengan kloroplas berbentuk seperti
mangkuk.
• Ulva : hidup di perairan laut dangkal
dan menempel pada substrat,
berbentuk seperti lembaran
• Spirogyra : hidup di air tawar, bentuk
tubuh seperti benang yang bersekat-
sekat dan berlendir, kloroplas
Chrysophyta
• Disebut juga Alga emas atau Algae
pirang
• Pigmen dominan adalah xantofil
(kuning) , klorofil a, klorofil c, dan
karotenoid.
• Bersifat uniseluler atau multiseluler.
• Memiliki dinding sel yang
mengandung hemiselulosa, pektin,
atau silika.
• Ada yang memiliki flagela dan ada
yang tidak.
• Ada yang memiliki pirenoid sebagai
Chrysophyta
• Ochromonas: uniseluler dan soliter,
berbentuk seperti bola dan memiliki
sepasang flagela yang berbeda
panjangnya.
• Synura : uniseluler dan membentuk
koloni, memiliki sepasang flagela
yang hampir sama panjangnya
• Dinobryon : membentuk koloni
berbentuk dendroid (seperti pohon)
dan hidup di perairan tawar maupun
payau, hidup mixotrof, mampu
memperoleh energi dan karbon
melalui fotosintesis dan fagotrofi
Bacillariophyta
• Disebut juga Algae diatom.
• Uniseluler berwarna kuning
kecokelatan.
• Memiliki dinding sel dari bahan silikat
hidrat yang terdiri atas dua bagian
seperti kotak dengan tutupnya, yaitu
wadah (hipoteka) dan tutup (epiteka).
• Pada epiteka dan hipoteka terdapat
pori-pori untuk pertukaran zat dan gas
• Inti sel terletak di pusat sitoplasma.
• Memiliki kloroplas dengan bentuk
bervariasi, seperti cakram, huruf H,
Bacillariophyta
• Sisa dinding sel Bacillariophyta
yang mati akan mengendap di
dasar perairan dan
membentuk tanah diatom
• Tanah tersebut dapat
dimanfaatkan sebagai bahan
pasta gigi, isolasi, bahan
penggosok, penyaring,
campuran semen, dll.
• Contoh genus: Navicula sp.,
Pinnularia sp., Cyclotella sp.
Pyrrophyta
• Disebut juga Alga api
• Merupakan Alga uniseluler yang
menyebabkan air laut tampak
berpendar pada malam hari
(bioluminesensi) karena sel-selnya
mengandung fosfor.
• Sebagian besar anggotanya uniseluler
• Memiliki sepasang flagela yang
terletak di ujung sel atau di bagian
samping sel, sering disebut juga
Dinoflagellata.
• Memiliki klorofil a, klorofil c,
karotenoid, dan xantofil.
Pyrrophyta
• Sebagian besar Pyrrophyta hidup
di laut dan sebagian kecil di air
tawar.
• Pada musim tertentu, terjadi
perputaran arus dari bawah laut
yang membawa nutrisi dari dasar
laut ke permukaan.
• Menyebabkan populasi Pyrrophyta
melimpah atau blooming,
sehingga mendorong terjadinya
pasang merah (red tide) di laut.
• Berbahaya karena Pyrrophyta
dapat menghasilkan racun.
Pyrrophyta
• Pyrrophyta yang dapat
menghasilkan racun:
[Link] brevis menghasilkan
brevetoksin atau gymnocin,
menyebabkan keracunan
[Link] sp. menghasilkan racun
yang dapat merusak sistem saraf
(neurotoksin).
• Yang tidak menghasilkan racun:
Noctiluca scintillans dan Noctiluca
miliaris adalah Pyrrophyta yang
disebut juga sea sparkle.
Phaeophyta
• Disebut juga Alga cokelat
• Memiliki pigmen fotosintetik berupa
fukosantin, klorofil a, klorofil c, dan
xantofil.
• Bersifat multiseluler, dengan bentuk
tubuh seperti benang atau
menyerupai tumbuhan talus.
• Memiliki dinding sel yang
mengandung asam alginat dan pektin.
• Memiliki kloroplas tunggal dengan
bentuk beragam, seperti cakram atau
benang.
• Memiliki cadangan makanan berupa
Phaeophyta
• Talus melekat pada substrat berupa
bebatuan dengan menggunakan
holdfast.
• Dapat mengapung dengan bantuan
alat berupa gelembung udara yang
terdapat di dekat blade (bagian
tubuh seperti daun).
• Phaeophyta hidup secara
fotoautotrof
• Sebagian besar hidup di air laut dan
hanya sebagian kecil yang hidup di
air tawar.
• Umumnya tumbuh di pantai-pantai
Phaeophyta
• Sargassum vulgare : memiliki talus
panjang dan melekat pada batu
karang, banyak terdapat di pantai
selatan Pulau Jawa dan Kepulauan
Seribu.
• Turbinaria decurrens: memiliki talus
panjang dan melekat di batu-batu
karang, memiliki blade berbentuk
bulat dengan ujung-ujung bergerigi
dan mengandung asam alginat.
• Laminaria digitata: penghasil iodin
yang berfungsi sebagai obat
penyakit gondok.
Rhodophyta
• Disebut juga alga merah
• Mengandung pigmen dominan
fikoeritrin (merah), serta klorofil a,
klorofil d, karoten, dan fikobilin
• Bersifat multiseluler, dengan bentuk
talus seperti rumput atau pohon.
• Memiliki dinding sel yang
mengandung selulosa dan pektin.
Ada juga yang dinding selnya
mengandung zat kapur.
• Memiliki cadangan makanan berupa
tepung fluorid (bahan agar-agar)
yang disimpan di dalam pirenoid.
Rhodophyta
• Gelidium robustum: banyak
mengandung bahan agar-agar.
• Gracillaria sp. dapat menghasilkan
agar-agar, banyak dibudidayakan di
tambak-tambak di daerah Sulawesi
Selatan.
• Eucheuma spinosum berwarna
kemerahan, hijau, atau kuning,
hidup di pantai yang dangkal dan
banyak dibudidayakan sebagai
bahan pembuatan agar-agar.
• Porphyra sp. umumnya tumbuh di
daerah intertidal. Di Jepang,
PROTISTA
MIRIP JAMUR
Protista Mirip Jamur
• Tidak memiliki klorofil.
• Dapat menghasilkan spora.
• Bersifat heterotrof.
• Protista mirip jamur dibagi ke dalam
tiga filum, yaitu Myxomycota (jamur
lendir plasmodial), Oomycota (jamur
air), dan Acrasiomycota (jamur lendir
bersekat).
Myxomycota
• Disebut juga jamur lendir
plasmodial.
• Heterotrof fagosit dan memiliki fase
makan berbentuk massa ameboid
(plasmodium)
• Struktur tubuh berupa massa
sitoplasma berinti banyak dan tidak
dibatasi oleh sekat yang kuat.
• Nukleus umumnya diploid dan dapat
membelah secara mitosis dalam
waktu yang bersamaan.
• Berperan sebagai dekomposer
Myxomycota
• Reproduksi aseksual:
membentuk
sporangium
• Reproduksi seksual:
singami antara
sesama sel ameboid
atau sesama sel
berflagela.
Oomycota
• Disebut juga dengan jamur karat
putih atau jamur berbulu halus.
• uniseluler atau multiseluler dengan
dinding dari bahan selulosa.
• yang multiseluler memiliki hifa
yang halus, tidak bersekat-sekat,
dan berinti banyak
• Hidup sebagai heterotrof saprofit
atau parasit
Oomycota
• Reproduksi
aseksual:
membentuk
zoospora
berflagela dua.
• Reproduksi
seksual : fertilisasi
antara sel telur
dan inti sperma
yang
menghasilkan
zigot
Acrasiomycota
• Disebut juga jamur lendir bersekat.
• Memiliki fase makan berupa sel-sel
yang hidup soliter.
• Jika makanannya habis, sel-sel
tersebut akan membentuk agregat
(koloni) dalam suatu unit.
• Hidup di tempat-tempat yang
mengandung kotoran dan vegetasi
yang sudah membusuk.
Acrasiomycota
• Reproduksi aseksual:
membentuk tubuh buah
(fruiting body) yang
berisi spora dan memiliki
batang penyokong
(stalk).
• Reproduksi seksual
dilakukan dengan cara
singami sel ameboid
THANK YOU