0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan18 halaman

Panduan Lengkap DDL Database

Dokumen ini menjelaskan tentang Data Definition Language (DDL) yang digunakan untuk mendefinisikan database, tabel, dan atribut dalam sistem manajemen basis data. DDL mencakup perintah seperti CREATE, ALTER, dan DROP untuk membuat, mengubah, dan menghapus struktur database. Selain itu, dokumen ini juga membahas tentang tipe data, constraint, dan referential integrity untuk menjaga konsistensi data antar tabel.

Diunggah oleh

dedeksena10
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan18 halaman

Panduan Lengkap DDL Database

Dokumen ini menjelaskan tentang Data Definition Language (DDL) yang digunakan untuk mendefinisikan database, tabel, dan atribut dalam sistem manajemen basis data. DDL mencakup perintah seperti CREATE, ALTER, dan DROP untuk membuat, mengubah, dan menghapus struktur database. Selain itu, dokumen ini juga membahas tentang tipe data, constraint, dan referential integrity untuk menjaga konsistensi data antar tabel.

Diunggah oleh

dedeksena10
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DATA

DEFINITION
LANGUAGE
(DDL)
I Gede Wiarta Sena
Institut Informatika Indonesia
DDL (Data Definition
Language)
■ DDL merupakan kelompok perintah yang berfungsi
untuk mendefinisikan database, table, atribut
(kolom), Batasan – Batasan terhadap suatu atribut
serta hubungan antar table
■ Yang termasuk dalam kelompok DDL ini adalah
– CREATE : Menciptakan database dan table
– ALTER : Mengubah struktur table
– DROP : Menghapus basisdata ataupun table
DDL Mebuat Database
■ Syntax
– CREAT DATABASE <Nama basis data>;
Contoh

Kemudian lanjutkan dengan menekan tombol execute


(F5)

Nama database boleh terdiri dari huruf, angka, dan


under-score (_). Biasanya jika database yang dibuat
sudah ada, maka muncul pesan error.
Memilih Database

Digunakan untuk memilih database yang sedang aktif


dan akan dimanipulasi
Tipe Data
■ Untuk setiap kolom / field yang terdapat
pada sebuah table, harus ditentukan pula
tipe datanya yang menentukan jangkauan
nilai yang bisa diisikan

■ Masing masing DBMS memiliki jenis dan


nama tipe data tersendiri. Bisa jadi ada yang
khusus (tidak ada pada yang lain), atau
diberi dengan nama lain, atau bahkan tidak
memiliki tipe data yang standar
DDL Membuat table
■ Syntax pembuatan table :
Create table <namatabel>(
<kolom1> <tipedata1>[<aturan1>],
<kolom2> <tipedata2>[<aturan2>],
<kolom3> <tipedata3>[<aturan3>],
….
[aturanTable]
)
■ [ aturan ] berisi aturan untuk field dan bersifat opsional.
Biasanya berupa :
- Not null =>> artinya field tersebut harus diisi (tidak
boleh kosong)
- Default <nilai> =>> artinya field tersebut jika tidak diisi
nilainya, maka nilai defaultnya adalah <nilai>
DDL Membuat table
■ [aturan table] berisi aturan – aturan yang berlaku
untuk table tersebut. Jika aturan lebih dari satu,
maka dibatasi oleh tanda koma. Aturan table
biasanya :
– primary key (<DaftarKolomKey>)
– foreign key (<daftarKolomForeignKey>)
references <namaTabel> (<daftarKolom>)
– [ON DELETE <aturanDelete>]
– [ON UPDATE <aturanUpdate>])

■ [AturanTabel] bisa diberi nama. Jika diberi nama,


maka syntax-nya sbb:
– CONSTRAINT <namaAturan> <AturanTabel>
Contoh membuat tabel

Contoh diatas membuat table msCustomar dengan beberapa


atribut di dalamnya seperti :
• customerId dengan tipe data char yang panjangnya (5) dan
merupaka primary key
• customerName dengan tipe data varchar yang panjangnya (10)
dan memiliki aturan not null
• customerGender dengan tipe data varchar yang panjangnya
(15)
• customerPhone dengan tipe data varchar yang panjangnya (15)
• customerAddress dengan tipe data varchar dengan panjangnya
(100)
Constraint
Contoh aturan yang diberi nama

• Contoh di atas merupakan [aturan tabel] yang


mengecek inputan dari atribut customerId harus
berisi 5 karakter dan berawalan ‘CU’

• Baris ke 2 merupakan [aturan tabel] yang


mengecek inputan pada atribut costumerGender
harus bernilai ‘male’ atau ‘female’
DDL Menghapus Table

■ Menghapus table, syntax :


– DROP TABLE <namaTable>

Contoh diatas merupakan sytax


untuk menghapus table
msCustomer
DDL Modifikasi Table
■ Menambahkan atribut baru :
– ALTER TABLE <namaTable> add
<namaKolom><tipeData><aturan>

Contoh diatas merupakan syntax untuk membuat atribut


customerEmail dengan tipe data varchar dengan Panjang (50)
pada table msCustomer.

■ Menghapus atribut dalam table :


– ALTER TABLE <namaTable> DROP COLUMN
<namaKolom>

Contoh diatas merupakan syntax untuk menghapus


atribut customerEmail pada table msCustomer.
DDL Modifikasi Table
■ Merubah tipe data dalam kolom :
– ALTER TABLE <namaTable> alter column
<namaKolom><[Link]><aturan>

Contoh diatas merupakan syntax untuk mengganti tipe data pada


kolom description dengan type data text
Referential Integrity
Constraint
■ Digunakan untuk menjaga konsistensi baris-baris
data antara dua buah tabel
■ Pada umumnya, aturan ini mengharuskan sebuah
baris pada sebuah tabel yang terelasikan pada
tabel lain harus mengacu pada sebuah baris di
dalam tabel tersebut
■ Aturan untuk Referential Integrity biasanya
diperlakukan untuk andaikata terjadi proses
modifikasi data
Referential Integrity
Constraint
Aturan untuk Update  berlaku pada
proses modifikasi di parent table
 Cascade  Pembaruan sebuah baris data
diikuti dengan pembaruan baris data pada
child table yang terelasikan.
 Restrict  mencegah proses pembaruan data
jika terdapat baris data di child table yang
terelasikan.
 Ignore  mengabaikan referensi. Boleh
memperbarui data pada parent, tapi tidak
memperbarui data yang berelasi pada child
table.
Referential Integrity
Constraint
Aturan untuk Delete  berlaku pada
proses modifikasi di parent table
 Cascade  Menghapus seluruh baris
data pada child table yg terelasikan.
 Restrict  mencegah penghapusan jika
terdapat baris data yang berelasi pada
child table.
 Ignore  mengabaikan referensi. Boleh
menghapus data, dan tidak ada efeknya
bagi child table.
Contoh kasus
File word “ Contoh Kasus DDL ”
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai