TERAPI MODALITAS DALAM
KEPERAWATAN JIWA
OUTLINE
1. Terapi individu
2. Terapi kelompok
3. Terapi keluarga
4. Terapi lingkungan
5. Terapi biologis
6. Terapi kognitif
PENDAHULUAN
● Meningkatnya angka penderita gangguan jiwa menuntut
pemberi pelayanan kesehatan termasuk perawat untuk dapat
memberikan asuhan yang optimal.
● Tujuan pemberian asuhan keperawatan pada pasien dengan
gangguan jiwa adalah agar pasien dapat mandiri dan
produktif, sehingga pasien mampu berbaur dan bersosialisasi
saat kembali ke masyarakat.
● Salah satu upaya yang dilakukan agar pasien mandiri dan
produktif adalah dengan pemberian terapi modalitas yang
merupakan terapi utama keperawatan jiwa.
PENGERTIAN TERAPI MODALITAS
● Modalitas berasal dari kata modality yang berati modal, potensi atau
kekuatan.
● Terapi modalitas juga dikenal sebagai terapi alternatif yang diberikan
pada klien gangguan jiwa sebagai salah satu upaya untuk membantu
klien dapat mandiri, produktif, berdaya dan besosialisasi saat kembali
ke masyarakat.
● Sebagaimana dikatakan oleh Prabowo (2014), Terapi Modalitas adalah
terapi utama dalam keperawatan jiwa, yang diberikan sebagai upaya
untuk mengubah perilaku maladaptif menjadi perilaku yang adaptif.
TUJUAN TERAPI
MODALITAS
Mengubah perilaku
pasien (maladaptif
menjadi adaptif Membantu pasien untuk
beradaptasi terhadap
lingkungan maupun
situasi yang ada
Meningkatkan
kemampuan dalam
merawat diri sendiri
Meningkatkan aktivitas,
kemampuan interaksi
Membantu klien untuk dan sosialisasi pasien
meningkatkan
keterampilan kerja,
sebagai modal untuk
kembali ke masyarakat
PERAN PERAWAT DALAM TERAPI
MODALITAS
Leader
Motivator
PERAN
Evaluator
PERAWAT
Fasilitator
( Nasir dan Muhits, 2011)
TERAPI INDIVIDU
Hubungan terstruktur yang dijalin
antara perawat-klien untuk
mengubah klien, untuk
mengembangkan pendekatan unik,
penyelesaian konflik, meredakan
penderitaan emosional,
mengembangkan cara yang cocok
untuk memenuhi kebutuhan
TERAPI INDIVIDU
Memeriksa
perasaan, fantasi,
& rasa takut dalam
diri.
8
Analisis kekuatan
dan keterbatasan
profesional diri.
Pra interaksi
Kaji data mengenai
pasien jika
memungkinkan
Rencanakan jadwal
untuk pertemuan
pertama dgn pasien
TERAPI INDIVIDU
Salam,
memperkenalkan
diri
9
Evaluasi dan
validasi
Orientasi
Menjelaskan
maksud dan
tujuan
Menyampaikan
kontrak waktu,
tempat dan topik
TERAPI INDIVIDU
Eksplorasi stresor yang
relevan dengan cara
memfasilitasi pasien dalam
mengekspresikan masalah,
pemikiran, dan perasaannya.
10
Terapis mendorong dan
Fase Kerja mengajarkan koping kepada
pasien.
Terapis menganjurkan
pasien untuk mempraktikkan
perilaku adaptif dan
mengevaluasi efektivitas dari
upaya tersebut.
TERAPI INDIVIDU
Evaluasi subjektif
dan objektif
11
Rencana tindak
Terminasi
lanjut
Kontrak pertemuan
yang akan datang ;
waktu, tempat,
topik
Akhir dari setiap pertemuan Bidan dengan Klien.
TERAPI KELOMPOK
● Kelompok merupakan kumpulan individu yang memiliki
hubungan satu sama lain, saling bergantung dan memiliki
norma yang sama (Stuart & Laraia, 2001 dalam Keliat &
Prawirowiyono, 2016).
Pengertian Terapi Aktivitas Kelompok
(TAK)
Terapi aktivitas kelompok merupakan salah satu terapi
modalitas yang dilakukan perawat kepada sekelompok
klien yang mengalami masalah keperawatan yang sama,
dimana aktivitas digunakan sebagai terapi dan kelompok
sebagai target asuhan (Keliat dan Pawirowiyono, 2016).
JENIS TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK
Stimulasi
Kognitif/
persepsi
Stimulasi
Sosialisasi
Sensoris
TAK
Orientasi Defisit
realitas perawatan
diri
TERAPI KELUARGA
Suatu metode terapi dimana anggota
keluarga memperoleh pemahaman terhadap
permasalahannya, mengembangkan
komunikasi, dan meningkatkan fungsi dari
setiap individu dalam keluarga
Text Here
Terapi keluarga menghadirkan
suatu bentukintervensi yang Fokus : keluarga
mana anggota keluarga secara
dibantuuntuk mengidentifikasi keseluruhan
dan merubah masalah mal
adaptif, menjadi lebih sehat.
GOAL
Meningkatkan keterampilan interpersonal
01 dan perilaku
02 Mengembangkan komunikasi secara terbuka
03 Meningkatkan fungsi keluarga secara optimal
04 Memfasilitasi perubahan positif dalam
keluarga
INDIKASI TERAPI KELUARGA
Perkawinan
Tidak ada perkembangan yang muncul setelah diberikan psikoterapi individu
yang adekuat
Terapi individu yang melibatkan keluarga
Sibling
Konflik antar generasi
Berbagai tipe kesulitan diantara individu dan anggota keluarga
Masa transisi, misal baru menikah, kelahiran anak pertama, remaja
Tahap Terapi Keluarga
1. Initial interview
a. Terapis membuat kontrak pertemuan dengan keluarga dan
mengumpulkan data
b. Terapis memfasilitasi proses penentuan masalah yang
diidentifikasi oleh keluarga
c. Proses ini meliputi :
1) Engagement stage :pertemuan keluarga dan menjelaskan
apa yang mereka inginkan
2) Assesment stage : identifikasi masalah yang menjadi
perhatian keluarga
Tahap Terapi Keluarga
3) Exploration stage : terapis dan keluarga
mengeksplorasi masalah lain yang berkaitan dengan
masalah utama
4) Goal setting stage : terapis mensitesis semua
informasi dan anggota keluarga menetapkan apa
yang ingin mereka ubah
5) Termination stage : akhir fase initial interview,
menetapkan kontrak untuk pertemuan berikutnya
dan siapa saja anggota keluarga yang harus hadir
Tahap Terapi Keluarga
2. Fase Kerja
a. Tujuan fase ini adalah untuk membantu keluarga
menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan
b. Terapis mengidentifikasi masalah dan kekuatan
keluarga, hal tsb dapat membantu keluarga untuk tetap
stabil
c. Setiap sesi dilakukan satu kali seminggu dalam waktu
kurang lebih 60 menit
Tahap Terapi Keluarga
3. Fase Terminasi
a. Kadang terminasi dapat terjadi sebelum waktunya jika
keluarga merasa perubahan yang terjadi mengancam
fungsi keluarga yang sudah ada
b. Terapis melakukan review masalah yang telah
diidentifikasi dengan keluarga dan menegosiasikan
Kembali kontrak dan jumlah sesi
c. Jika keluarga sudah mencapai tujuan dan masalah
sudah terselesaikan, maka terminasi harus dilakukan
TERAPI LINGKUNGAN
● Berasal dari Bahasa Perancis yang artinya Perencanaan
● Perencanaan ilmiah suatu kondisi lingkungan untuk tujuan yang
bersifat terapeutik serta mendukung kesembuhan
● Aspek lingkungan sebagai syarat khusus untuk menjaga kesehatan
● Manusia dan Lingkungan adalah satu kesatuan
Jenis Terapi Lingkungan
● Terapi Rekreasi (Berjalan-jalan, ke taman, kebun
binatang dll)
● Terapi Kreasi Seni (Terapi music, menari,
menggambar, membaca dan lainnya)
● Pet therapy (menyayangi hewan peliharaan)
● Plant therapy (menanam, merawat tanaman,
berkebun, dll)
Tujuan Terapi Lingkungan
● Meningkatkan pengalaman positif pasien khususnya yang
mengalami gangguan mental, dengan cara membantu
individu mengembangkan harga diri
● Meningkatkan kemampuan berhubungan dengan orang lain
● Menumbuhkan sikap percaya pada orang lain
● Mempersiapkan diri Kembali ke masyarakat
● Mencapai perubahan positif
Manfaat Terapi Lingkungan
● Menurunkan kecemasan
● Meningkatkan pengetahuan dan sumberdaya
masyarakat
● Menurunkan isolasi social
● Meningkatkan fungsi social
● Pengembangan keterampilan baru
● Meningkatkan kemandirian
● Meningkatkan ekspresi kreatif
Peran Keluarga
● Keluarga harus memiliki pengetahuan, pengalaman tentang
kejiwaan dan penanganan gangguan serta terapi agar pasien
mendapatkan kebutuhan yang terbaik
● Komunikasi terbuka antara penderita dan anggota keluarga
● Keluarga juga harus bersikap bersahabat/ berteman
● Penuh perhatian
● Lembut dan tegas
● Pencipta lingkungan yang aman dan nyaman
DAMPAK POSITIF TERAPI LINGKUNGAN
● Pasien tidak lagi menyendiri
● Pasien dapat berinteraksi dengan keluarga & lingkungan sekitar
● Pengetahuan keluarga dan pasien bertambah
● Pasien lebih terampil kreatifitasnya
● Dapat mencegah kekambuhan
Peran perawat dalam terapi
lingkungan
● Perawat menciptakan suasana yang akrab, menyenangkan, saling
menghargai diantara sesama perawat maupun pasien
● Perawat menciptakan suasana aman dari benda atau keadaan yang
mengancam
● Perawat mengatur suasana yang nyaman, baik tatanan ruangan
maupun teknis perawatan harian
● Memberikan kesempatan untuk partisipasi pasien dalam kegiatan
● Menyelenggarakan proses sosialisasi
Terapi Biologis Gangguan Jiwa
● Didasarkan pada pendekatan biologis bahwa gangguan jiwa
memiliki penyebab organik atau fisik sehingga gangguan jiwa
sebagai suatu penyakit
● Fokus dari pendekatan ini adalah pada genetika,
neurotransmiter, neurofisiologi, neuroanatomi, dll.
● Pendekatan ini berpendapat bahwa gangguan mental terkait
dengan struktur fisik dan fungsi otak.
● Jenis: terapi psikofarmaka, fototerapi, ECT, bedah otak,
stimulus otak
Drug treatment
• mono-amine oxidase • mono-amine oxidase
inhibitors (MAOIs) inhibitors (MAOIs),
• tricyclic • tricyclic
antidepressant antidepressant
• selective serotonin • selective serotonin
reuptake inhibitors reuptake inhibitors
(SSRIs) (SSRIs)
• benzodiazepine
depression anxiety
schizophre
OCD
nia
• Antipsychotic drugs ,
• mono-amine oxidase
ex: halperidol,
inhibitors (MAOIs)
risperidon,
olanzapine, • tricyclic
chlorpromazine, antidepressant
quetiapine, ect. • Selective serotonin
reuptake inhibitors
(SSRIs)
Electroconvulsive Therapy (ECT)
o ECT merupakan terapi kejang
listrik dengan menghantarkan
arus listrik pada elektroda dan
dipasang pada kepala sehingga
menyebabkan konvulsi
o ECT pertama kali diperkenalkan oleh Bini dan Cerletti pada tahun 1938.
o Mereka menggunakan arus listrik untuk menginduksi kejang sebagai
terapi untuk skizofrenia.
o Stimulasi kejang dilakukan dengan mengalirkan arus listrik melalui
elektroda yang ditempatkan tepat di atas lobus temporal
Indikasi ECT
Severe Intolerance to
Depression 01 02 side effects of
medication or
other
treatments
Acute mania Severe suicidal
03 04 ideation
Mood disorders
with psychotic 05 06 Acute catatonia
featues
Kontra Indikasi ECT
01 Brain Tumors
02 Space-occupying lesions
Other brain diseases that
03 cause increased intracranial
pressure
Efek Samping ECT
01 Confusion
02 Temporary memory loss
Physical discomforts like
03 headaches, muscle aches,
nausea, jaw pain, or an
upset stomach
Prosedur Pemberian ECT
● Pastikan pasien sudah puasa 6-8 jam sebelum
ECT.
● Sebelum pemberian ECT, pasien diberikan
general anestesi dan muscle relaxant serta
oksigen
● Monitor pernapasan, detak jantung, dan
tekanan darah
● Sejumlah kecil arus (sekitar 0,6 amp) melewati
otak yang berlangsung selama sekitar
setengah detik. Kejang yang dihasilkan
berlangsung sekitar satu menit
● ECT biasanya diberikan tiga kali seminggu
hingga 5 minggu sesuai kebutuhan (biasanya
antara 6 -12 kali)
Chronotherapy
Menurut Wirz-Justice dan Terman (2012), chronotherapy
merupakan pengobatan nonfarmakologi yang dirancang untuk
mengontrol paparan rangsangan lingkungan eksternal yang
bertindak berdasarkan ritme biologis.
Intervensi kronoterapi didasarkan pada ritme sirkadian, yang mengarahkan
berbagai proses biologis pada siklus hampir 24 jam. Ritme sirkadian bertanggung
jawab untuk menghasilkan ritme biologis dan variasi dalam fungsi proses fisiologis
dan biokimia, seperti aktivitas siklus tidur-bangun dan keadaan emosional.
Ritme sirkadian mendorong dan menyinkronkan neurotransmitter dan sekresi hormon, suhu tubuh, dan
stabilitas sehari-hari sesuai dengan pola yang telah diprogram sebelumnya. Suprachiasmatic nucleus
(SCN) dianggap sebagai pace maker sirkadian dan mengandung reseptor serotonin dan melatonin
konsentrasi tinggi.
Tujuan Chronotherapy: mengembalikan
keseimbangan sistem neurotransmiter dengan
mensinkronisasi ulang ritme sirkadian
American Psychiatric Association, World Health Organization, National Health
Service, National Center for Complementary and Alternative Medicine,
American Academy of Sleep Medicine, and Chicago Psychiatry Associates
merekomendasikan penggunaan chronotherapy sebagai pengobatan lini
pertama untuk gangguan depresi terutama pada pasien yang menolak,
resisten, atau tidak dapat mentoleransi pengobatan, atau yang memiliki
kontra indikasi pengoabatan, seperti pada kasus depresi antepartum
Indikasi Chronotherapy
01 Mood disorder
02 sleep disorders
03 depression
Jenis
Chronotherapy
01 02 03
Light Sleep Triple
therapy deprivation chronotherapy
Light Therapy
o American Psychiatric Association (2005)
menyimpulkan bahwa Bright Light
Therapy (BLT) dapat digunakan sebagai
pengobatan lini pertama untuk Seasonal
Afektif Disorder (SAD) dan MDD
o Penelitian menunjukkan paparan cahaya dari terapi ini dapat membantu
menyinkronkan ritme sirkadian neurotransmiter yang terpengaruh dalam depresi
o BLT melibatkan paparan cahaya putih dengan intensitas 2.000-10.000 lux, dengan
waktu paparan bervariasi antara 30-120 menit per hari.
o Durasi paparan didasarkan pada respons terapeutik pada 2-4 minggu. Eksposur
biasanya di pagi hari
Prosedur Light Therapy
● Terapi cahaya standar dilakukan dengan
menggunakan light box dengan kekuatan
kurang lebih 10 ribu lux
● Jangka waktu sekitar 30-120 menit setelah
pasien bangun di pagi hari antara pukul 06.45 -
• Anda harus duduk sekitar satu kaki09.00 selama
(30cm) 2-4 minggu
dari cahaya dengan mata terbuka. Idealnya,
layar cahaya harus dimiringkan pada sudut 15° ke arah Anda sehingga cahaya
diproyeksikan ke atas saat Anda menerima perawatan.
• Anda tidak boleh menatap cahaya, tetapi Anda dapat membaca, bekerja, makan, dll.
saat menerima terapi cahaya.
• Alternatif untuk Bright Light Therapy adalah pergi ke luar ruangan di pagi hari untuk
mendapatkan sinar matahari alami
Sleep Deprivation (SD)
o Disebut juga sebagai Wake Therapy (WT)
kondisi tetap terjaga untuk waktu yang lama
dalam rangka mengurangi gejala depresi
o Efek SD kemungkinan terkait dengan
perubahan dalam sistem sircadian. Casher
et al (2012) menyebutkan bahwa SD
meningkatkan kadar berbagai
neurotransmiter termasuk serotonin,
dopamin, dan norepinefrin.
o Penelitian sebelumnya tentang SD sering
menggunakan jadwal 3 hari, menunda waktu
tidur 2 jam dan mengharuskan peserta
untuk tetap terjaga hingga 36 jam.
Triple Chronotherapy
● Gabungan Bright Light Therapy (BLT), Sleep Deprivation (SD), dan Sleep Phase
advance (SPA)
● Sleep Phase Advance (SPA) melibatkan pemindahan waktu tidur dan
waktu bangun ke depan (misalnya, pukul 17:00 hingga 12:00
tengah malam) hingga siklus tidur/bangun yang normal (misalnya,
pukul 23:00 hingga 07:00) tercapai dan dipertahankan
Transcranial Magnetic Stimulation (TMS)
● Transcranial magnetic stimulation (TMS) diperkenalkan
pada tahun 1985 di Inggris
● 2008, TMS disetujui FDA untuk mengobati depresi yang
resistan terhadap obat dengan memberikan “pulse”
magnetik melalui kulit kepala pasien yang
menargetkan area tertentu di otak yang terkait dengan
regulasi mood.
TMS menggunakan medan magnet untuk merangsang neuron di otak
Prosedur non-invasif ini menerapkan pulse elektromagnetik berulang
ke kulit kepala, merangsang sel-sel saraf di lokasi yang ditargetkan di
otak yang dianggap telah menurunkan aktivitas pada individu yang
mengalami depresi
Indikasi TMS
Jika pemberian treatment antidepresan dan terapi psikologis menunjukkan hasil
yang tidak efektif
Pasien tidak ‘tahan’ dengan efek samping pengobatan
Pasien tidak mau mengkonsumsi antidepresan dan memilih terapi TMS
Prosedur
o Tidak memerlukan anestesi/ pasien dalam kondisi
sadar
o Alat dengan gelombang elektromagnetik akan
ditempelkan pada dahi pasien, mendekati bagian otak
yang mengatur suasana hari. Kemudian denyut
elektromagnetik akan dikirimkan ke otak, denyutan
ini kaan memicu aliran listrik yang kecil untuk
menstimulasi sel saraf pada otak
o Terapi diberikan 5 hari dalam o TMS berlangsung selama 30-60 menit. Pasien akan
seminggu selama 4-6 minggu merasa ada sedikit sensasi ketukan saat denyutan
• Pasien dapat rawat jalan dan dinyalakan. Beberapa dokter lebih memilih TMs
melakukan kegiatan normal setelah karena berfokus pada area otak yang lebih spesifik
terapi daripada ECT dan dapat meminimalisir efek samping
Efek Samping TMS
o Sakit kepala ringan hingga berat dan rasa
tidak nyaman pada kulit kepala
o Perasaan kencang pada otot kulit kepala,
rahang dan wajah
o Ketidaknyamanan pada telinga karena
suara mesin, pasien dapat menggunakan
penutup telinga
Implantasi Perangkat Stimulasi
Otak
Vagus Nerve Stimulation (VNS)
Sebuah perangkat ditanamkan dibawah kulit
pasien pada sebelah kiri dada. Alat ini akan
menghantarkan aliran listrik setiap 5 menit ke
nervus vagus dan dapat mengubah tingkat
neurotransmitter pada otak
VNS membutuhkan prosedur operasi, dokter
dapat merekomendasikan jika pengobatan atau
ECT kurang efektif
Prosedur Sebelum operasi, pasien diminta untuk berhenti minum obat dan puasa
malam sebelumnya. Pasien dilakukan pemeriksaan fisik dan darah,
pasien mungkin perlu mengkonsumsi antibiotik untuk mencegah infeksi
selama operasi.
Normalnya, pemberdahan berlangsung selama 90 menit.
Pasien mendapatkan anestesi lokal maupun total.
Dokter akan melakukan 2 insisi : satu pada dada atau ketiak
dan satunya lagi pada leher sebelah kiri. Dokter menanamkan
alat seukuran stopwatch yang disebut pulse generator di dada.
Alat tersebut terhubung dengan kawat, dan dokter
menghubungkannya pada saraf otak hingga dada dan perut.
Beberapa minggu setelah pembedahan, dokter akan
mengaktivasi pulse generator untuk menghantarkan denyut
listrik pada saraf dalam durasi dan frekuensi yang berbeda-
beda yang bertujuan untuk mengantarkan pesan ke otak.
Vagus Nerve Stimulation (VNS)
Risiko VNS antara lain nyeri pada bekas insisi, infeksi dan perubahan pada
pita suara. Efek samping yang lain yaitu :
- Suara serak dan perubahan suara
- Nyeri tenggorokan dan kesulitan menelan
- Batuk
- Nyeri kepala
Deep Brain Stimulation (DBS)
● Treatment ini menggunakan aliran listrik
untuk membantu bagian otak agar dapat
berkomunikasi lebih baik
● Dokter akan menanamkan kabel dan
elektroda di dalam otak. Alat tersebut akan
terhubung pada alat lain yang diletakkan
dibawah kulit dada untuk mengatur signal
listrik.
Indikasi DBS
● Tremor
● Parkinson disease
● Distonia
● Depresi
● OCD
● Skizofrenia
Tahap prosedur
First Surgery (penempatan elektroda)
• Dokter akan meletakkan kepala pasien dalam sebuah frame
sehingga immobilisasi. Kemudian akan dilakukan MRI
untuk melihat gambaran otak. Ini dapat membantu dokter
untuk menunjukkan pada area mana elektroda dapat
ditempatkan.
• Dokter akan melakukan pengeboran untuk membuat lubang
kecil pada tengkorak dan menempatkan kabel tipis disertai
elektroda pada area spesifik di otak.
• Pasien dalam kondisi sadar dan dokter dapat meminta pasien
untuk melakukan beberapa instruksi untuk menggerakkan
tangan dan kaki untuk memastikan elektroda berada di
tempat yang tepat
Second Surgery (pemasangan
neurostimulator/pulse generator)
• Dokter akan memasang alat kontrol, dapat
dilakukan di hari yang sama atau di lain
hari
• Pasien akan diberikan bius total sehingga
pasien tidak sadarkan diri dan tidak akan
merasakan nyeri selama prosedur dilakukan
• Dokter akan meletakkan alat dibawah kulit
pada area dekat leher. Ini akan terhubung
melalui bawah kulit dengan kabel dari
elektroda.
Setelah pembedahan
• Beberapa minggu setelah pemasangan alat,
dokter akan melakukan aktivasi dan
menyetel frekuensi dan kekuatan stimulasi
listrik
• Pemrograman alat memerlukan beberapa
kali kunjungan untuk memastikan gejala
pasien sudah membaik. Pasien akan
mendapatkan remote untuk menghidupkan
dan mematikan alat dan memeriksa
kekuatan baterai.
Peran Perawat dalam Terapi Bologi
● Memberikan edukasi dan dukungan emosional
● Asesmen dan perencanaan sebelum treatment
● Menyiapkan dan memonitor kondisi pasien selama prosedur
● Memberikan asuhan dan mengevaluasi paska treatment
Terapi Kognitif (Cognitive Restructuring)
Aron Beck : Cognitive Therapy (CT) :
Fokus pada cara berfikir distortif (distorted thinking) ; interpretasi
terhadap situasi ; melakukan penggolongan berfikir distortif, misal :
generalisasi, personalisasi, dll.
Albert Ellis : Rational Emotive Therapy (RET) / Rational Emotive Behavior
Therapy (REBT) :
Fokus pada kepercayaan-kepercayaan irasional (irasional beliefs)
William Glasser : Reality Therapy
Membantu klien menemukan keberanian untuk berubah, menggunakan
fikiran untuk mengidentifikasi tujuan dan tindakan yang bertanggung
jawab, serta menggunakan proses evaluasi kognitif untuk
menemukan peluang- peluang. (Turner,1996)
Self talk-nya Albert Ellis
PENGALAMAN
di PHK
SELF TALK :
Nasib sial
Sulit cari kerja
lagi
Saya dapat masalah besar
Peluang mencari penghasilan selalu
ada
Jalan yag ditentukan Tuhan
demikian Pengalaman kerja saya
bisa bermanfaat
Ini hanya situasi yang kapanpun bisa
berubah
EMOSI :
Kecewa, Tidak berdaya, Kesal,
tertekan Lebih tenang, Optiomis
TINDAKAN :
Drug Abuse
SELF TALK RASIONAL
Pengalama
n
Peristiwa
1. Sesuai fakta objektif
Self Positiv 2. Dpt melindungi hidup
Talk e kita
(apa yang Affirmation. 3. Dpt mencapai tujuan
dikatakandalam pendek&
hati) yang berarti - / panjang dengan lebih cepat
+ 4. Mencegah terjadinya masalah
besar dengan orang lain
5. Dapat mencapai
Emos perasaan/ emosi yang
i kita inginkan
Tindaka
n
KOGNISI DISFUNGSIONAL (COGNITIVE DISTORTION)
1. Over Generalization : menyamaratakan
a. orang labeling : pada diri sendiri maupun pada orang lain
“semua laki-laki berengsek” ; “semua cewek emang bawel”
b. pada situasi atau pengalaman : memandang suatu peristiwa yang
negatif sebagai suatu pola kekalahan tanpa akhir.
2. Personalization : Klien menyalahkan dirinya sendiri “kenapa sih
selalu saya yang kena sial”
3. Dichotomous Thinking (pemikiran segalanya atau tidak sama
sekali) :semua aspek dalam kehidupan dianggap selalu buruk
atau selalu baik, hitam-putih, selalu gagal atau harus selalu
sukses.
4. Mind Reading :seolah tahu semua yang difikirkan orang lain.
“Saya tahu pasti kamu menilai saya buruk”
5. Magnification : melebih-lebihkan suatu
keadaan/kejadian dan cara [Link] kejadian
kecil menjadi “meledak” diluar proporsinya.
Jika klien pergi ke kantor dengan pakaian lusuh, atau
gaya ‘jadul’ : “setiap orang akan berfikir aku terllihat
konyol”
6. Minimization : mengecilkan usaha sendiri atau hal-hal positif
yang ada pada diri klien : “saya memang lemah”, “Setiap
orang bisa melakukannya”
7. Penalaran Emosional : Anda menggunakan emosi Anda
sebagai bukti untuk kebenaran/realitanya : “ saya merasa
sebagai orang yang tidak berguna, maka saya adalah orang
yang tidak berguna”
.
Lanjut
….
8. must statement : (pokoknya!) Kata ‘harus” umumnya digunakan
oleh setiap orang. Akan bermasalah jika digunakan secara
berlebihan dan menjadi tidak baik untuk memotivasi diri.
Kesalahan pada pernyataan ini terletak pada sifatnya yang
menghukum atau penuh dengan rasa bersalah. Jika tujuan
tidak tercapai dan pernyataan “harus” dinyatakan secara
extreme, maka akan menjadi sumber rasa bersalah dan
penghukuman diri.
9. Ketergantungan : menganggap kebahagian diri ditentukan
orang lain.
"kebahagiaan saya tergantung pada tingkah laku dan sikap
orang lain”. “setiap orang harus menghargai saya”.
11 IRRATIONAL BELIEF ( Albert Ellis)
1. Setiap orang harus mencintai dan menghargai saya setiap
waktu
2. Saya harus kompeten/bisa pada hal apapun yang saya
lakukan agar saya merasa OK
3. Orang –orang yang berbeda dengan saya adalah buruk
dan harus diberi “hukuman”
4. Buruk sekali jika saya tidak mendapatkan apa yang saya
inginkan
5. Orang lain dan pengalaman/kejadian2 bisa menyebabkan
saya tidak bahagia dan saya memilki sedikit kendali
atasnya
6. Jika saya sebelumnya memikirkan (matang-matang) pada
pada hal ini, mungkin saya bisa mencegah kekacauan ini
Lanjut
….
7. Lebih mudah untuk menghindari kesulitan di dalam hidup
daripada menghadapinya
8. Saya membutuhkan seseorang yang lebih kuat dari saya agar
dia bisa menjaga diri saya
9. Apa yang terjadi di masa lalu, menentukan bagaimana
keadaan saya di masa yang akan datang
10. Saya harus menjadi ikut terganggu atas masalah orang lain
11. Ada solusi sempurna dari setiap masalah, oleh karena itu
memungkinkan bagi saya untuk menentukan bagaimana
saya seharusnya
Terapi Kognitif Tiga Kolom
Fikiran Otomatis BENTUK DISTORSI TANGGAPAN RASIONAL/
KONGNITIF DI SETIAP DEBAT TERHADAP
PEMIKIRAN OTOMATIS PEMIKIRAN OTOMATIS
Saya idiot karena saya Labeling ; semua atau Saya tidak belajar. Saya
bisa lebih baik jika saya
dapat D tidak sama sekali mencoba
Andi membenci saya. Loncat ke kesimpulan Andi mungkin marah,
Saya tidak memiliki (membaca pikiran tapi masih tetap teman
teman orang); semua atau tidak saya
sama sekali
COGNITIVE RESTRUCTURING FORM
(CRF)
SITUASI EMOSI PIKIRAN-PIKIRAN OTOMATIS RESPON
/KEJADIAN [Link] : OTOMATIS/ TANGGAPAN EMOSIONAL
Tulis secara SELF TALK RASIONAL/ YANG BARU
sedih/cemas/
ringkas YANG DEBAT SKOR kadar
marah, dll
kejadian MENYEBABKAN TERHADAP emosi yang
[Link] kadar beru secara
FAKTUAL yang EMOSI
menimbulkan emosi 1-100% PEMIKIRAN berurutan
emosi tidak Marah : 99% 0 – 100%
menyenangka Marah :
Sedih : 50%
n
50%
Sedih :
10%
CONTOH
SOLUSI/TINDAKAN
KEINGINAN
ATAU UNTUK MEMENUHI CEK SOLUSI SOLUSI/ TINDAKAN
TERPILIH
MASALA KEINGINAN /PEMECAH
AN MASALAH KEKURANGAN
H KELEBIHAN
(Jika
(BATASI 3 ada)
PRIORITAS
)
Di sekolah nilai 1. a. 1.a. mendapat [Link] lebih Privat
pelajaran kursus sertifikat mahal ; harus
matermatika ada ongkos
b. privat
jelek transportasi
(mendatangkan b. Lebih murah ;
guru matematika bisa mengatur b. tidak mendapat
ke rumah) waktu sendiri sertifikat
c. Biaya beli
buku mahal
c. belajar sendiri dari c. Waktu bisa
sama dengan
buku diatur
biaya privat ;
sendiri
tidak ada yang
mengarahkan ;
tidak ada yang
ikut
mengingatkan
jika tergantung
inisiatif sendiri
TERIMA KASIH
ATAS PERHATIANNYA