Penjelasan, Jenis dan Prinsip
Kerja
GENERATOR DC
Cakra Awal Bagaskara
Mesin Listrik I
TUJUAN
•- Memahami prinsip kerja generator arus searah
•- Mengenal bagian-bagian utama DC generator
•- Mengetahui cara menghasilkan tegangan DC
•- Menjelaskan aplikasi nyata generator DC
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
PENGERTIAN
Generator arus searah (DC) adalah mesin yang mengubah
energi mekanik menjadi energi listrik dengan
menghasilkan aliran listrik yang hanya mengalir dalam
satu arah.
Generator ini bekerja berdasarkan prinsip induksi
elektromagnetik dengan menggunakan komponen utama
seperti medan magnet, kumparan kawat, dan komutator
(cincin belah).
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
PRINSIP INDUKSI
ELEKTROMAGNETIK
• GGL timbul ketika konduktor memotong garis
gaya magnet.
• Rumus: E = B × l × v × sinθ
Contoh Kasus :
Sebuah batang penghantar sepanjang 0,5 m
bergerak dengan kecepatan 2 m/s tegak lurus
medan magnet 0,4 T. Maka:
E=B×l×v×sin90°
E=0,4×0,5×2×1=0,4 Volt
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
JENIS GENERATOR BERDASARKAN ARUS
KELUARAN
• Generator AC
Generator AC bekerja berdasarkan prinsip induksi
elektromagnetik, di mana perubahan fluks
magnetik yang melintasi kumparan kawat
menghasilkan arus bolak-balik. Umumnya,
generator AC menggunakan magnet permanen
atau elektromagnet yang diputar di sekitar poros
• Generator DC untuk menciptakan perubahan ini.
generator DC juga beroperasi berdasarkan
prinsip induksi elektromagnetik, tetapi dengan
tambahan komutator yang memungkinkan arus
mengalir hanya ke satu arah saat rotor berputar.
Komutator ini memastikan arah aliran listrik tetap
searah, menghasilkan arus searah.
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
FUNGSI GENERATOR
ARUS SEARAH
Mengubah energi mekanik menjadi energi listrik
arus searah. Proses ini terjadi melalui prinsip
induksi elektromagnetik di mana kumparan yang
berputar di dalam medan magnet menghasilkan
arus yang dialirkan searah ke beban melalui
komponen seperti komutator.
Generator ini digunakan untuk memberi daya
pada perangkat elektronik tertentu yang
memerlukan arus stabil dan dapat juga berfungsi
sebagai sumber listrik cadangan atau digunakan
di daerah terpenci
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
FUNGSI UTAMA :
• Mengubah energi mekanik menjadi
energi listrik: Fungsi utamanya adalah
mengubah putaran (energi mekanik) dari
berbagai sumber seperti air, angin, atau
mesin menjadi arus listrik searah (DC).
FUNGSI TAMBAHAN DAN PENERAPAN :
• Sumber daya untuk perangkat DC
• Penyimpanan energi
• sebagai cadangan energi
• penyedia listrik di daerah terpencil
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
PERBEDAAN GENERATOR AC DAN DC
• ROTOR DAN STATOR
Untuk generator yang ada dalam mesin AC, medan magnet akan
dihasilkan oleh rotor. Sementara fungsi stator yakni berperan untuk
menghasilkan konduktor untuk mempersiapkan penerimaan pergerakan
oleh elektron.
Secara umum kesimpulannya adalah aspek generator pada AC fungsi
medan magnet akan berputar di kumparan listrik. Meski umumnya medan
magnet dihasilkan oleh permanent magnet, akan tetapi pada generator ini
arus AC keluar sebab ada medan magnet di dalamnya.
Sementara itu, pada generator DC memiliki mekanisme yang secara
umum memiliki kesamaan dengan generator AC. Kesamaan ini terjadi
sebab stator di generator DC berfungsi sebagai suatu komponen diam
sedangkan rotor merupakan komponen bergerak.
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
PERBEDAAN GENERATOR AC DAN DC
• TEKNIS
Perbedaan kedua juga dapat dilihat dari aspek teknis Generator AC
menghasilkan arus yang mengalir bolak-balik, artinya arah arus berubah
secara periodik. Pada generator AC, umumnya menggunakan prinsip
elektromagnetik untuk menghasilkan perubahan arah arus.
Di sisi lain, generator DC menghasilkan arus yang mengalir hanya ke satu
arah. Pada generator DC, umumnya menggunakan komutator untuk
mengubah arah arus yang dihasilkan oleh prinsip elektromagnetik.
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
PERBEDAAN GENERATOR AC DAN DC
• POLA ALIRAN LISTRIK
Perbedaan selanjutnya adalah pola aliran listrik Arus bolak-balik (AC)
memiliki pola aliran yang osilasi, di mana arah arus secara teratur berubah
dari positif ke negatif. Gelombang sinusoidal adalah pola umum pada arus
bolak-balik.
Sementara itu, arus searah (DC) memiliki pola aliran yang konstan,
mengalir hanya dalam satu arah. Tidak ada perubahan arah secara
periodik.
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
PERBEDAAN GENERATOR AC DAN DC
• ELEKTROMAGNETIK
perbedaan juga dapat dilihat juga pada prinsip elektromagnetik. Prinsip ini
pada generator AC melibatkan rotasi magnet permanen atau elektromagnet
di sekitar suatu poros. Perubahan fluks magnetik yang dihasilkan oleh rotasi
ini menciptakan arus bolak-balik.
Di sisi lain, prinsip elektromagnetik pada generator DC juga melibatkan
rotasi magnet permanen atau elektromagnet. Namun, komutator pada
generator DC membantu mengubah arah arus secara mekanis untuk
menghasilkan arus searah.
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
PERBEDAAN GENERATOR AC DAN DC
• APLIKASI DAN PENGGUNAAN
Perbedaan yang terakhir adalah aplikasi dan penggunaannya. Arus bolak-
balik umumnya digunakan dalam sistem distribusi daya listrik di rumah,
industri, dan jaringan listrik umumnya. Ini efisien untuk transmisi jarak jauh.
Di samping itu, arus searah umumnya digunakan dalam aplikasi seperti
sumber daya baterai, elektronik portabel, dan sistem komunikasi DC. Pada
zaman modern, konverter juga digunakan untuk mengubah AC menjadi DC
untuk berbagai perangkat elektronik.
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
KONTRUKSI GENERATOR DC
BAGIAN UTAMA :
1. Rangka (Yoke)
2. Kutub Utama
3. Kutub Bantu
4. Armature
5. Komutator
6. Sikat Karbon
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
KONTRUKSI GENERATOR DC
1. RANGKA (YOKE)
• Menopang bagian generator dan
menjadi jalur fluks magnetik.
• Bahan: baja atau besi tuang.
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
KONTRUKSI GENERATOR DC
2. KUTUB UTAMA (MAIN POLE)
• Menghasilkan medan magnet utama
dengan kumparan medan.
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
KONTRUKSI GENERATOR DC
3. KUTUB BANTU (INTER POLE)
• Mengurangi percikan komutator dan
menstabilkan tegangan output.
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
KONTRUKSI GENERATOR DC
4. Armature (ROTOR)
• Bagian berputar tempat GGL
diinduksi.
• Terdiri dari lilitan kawat tembaga.
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
KONTRUKSI GENERATOR DC
5. KOMUTATOR
• Mengubah arus bolak-balik menjadi
arus searah.
• Terdiri dari segmen tembaga.
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
KONTRUKSI GENERATOR DC
6. SIKAT KARBON (BRUSHED)
• Mengalirkan arus dari komutator ke
rangkaian luar.
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
PRINSIP KERJA GENERATOR DC
[Link] kerja suatu generator arus searah berdasarkan
hukum Faraday :
dimana : N : jumlah lilitan
Φ : fluksi magnet
e : Tegangan imbas, ggl(gaya gerak listrik)
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
PRINSIP KERJA GENERATOR DC
Dengan lain perkataan, apabila suau konduktor memotong
garis-garis fluksi magnetic yang berubah-ubah, maka ggl akan
dibangkitkan dalam konduktor itu.
Jadi syarat untuk dapat dibangkitkan ggl adalah :
- harus ada konduktor ( hantaran kawat )
- harus ada medan magnetik
- harus ada gerak atau perputaran dari konduktor dalam
medan, atau ada fluksi yang berubah yang
memotongkonduktor itu.
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
PRINSIP KERJA GENERATOR DC
Untuk menentukan arah arus pada setiap saat, berlaku pada kaidah
tangan kanan :
- ibu jari : gerak perputaran
- jari telunjuk : medan magnetik kutub u dan s
- jari tengah : besaran galvanis tegangan U dan arus I
Medan magnet pada generator dapat dibangkitkan dengan dua cara yaitu
:
- dengan magnet permanen
- dengan magnet remanen
Generator listrik dengan magnet permanen sering juga disebut magneto
dynamo. Karena banyak kekurangannya, maka sekarang jarang
UNIVERSITAS DARMA
digunakan. PERSADA
RUMUS TEGANGAN KELUARAN
Penjelasan Rumus :
Rumus ini berasal dari prinsip induksi elektromagnetik Faraday, yaitu
bahwa tegangan induksi berbanding lurus dengan:
• banyaknya garis gaya magnet yang dipotong tiap detik, dan
• jumlah konduktor yang memotong medan magnet.
•P: jumlah kutub, Φ: fluks per kutub, N: kecepatan (rpm), Z: jumlah
konduktor, A: jalur paralel.
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
RUMUS TEGANGAN KELUARAN
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
TEGANGAN
1. Fluks Magnet per Kutub (Φ)
• Arti: Banyaknya garis gaya magnet dari tiap kutub magnet yang memotong
kumparan.
• Satuan: Weber (Wb).
• Sumber: Ditentukan oleh kuat arus medan (excitation current) dan kualitas
magnet.
Pengaruh :
Semakin besar fluks magnet (Φ), semakin banyak garis gaya magnet yang dipotong
→ tegangan E makin besar.
Sebaliknya :
Jika fluks melemah (misalnya karena suhu tinggi atau UNIVERSITAS
demagnetisasi), tegangan
DARMA
turun. PERSADA
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
TEGANGAN
2. Kecepatan Putaran (N)
• Arti: Banyaknya putaran rotor (kumparan jangkar) per menit.
• Satuan: rpm (revolutions per minute).
Pengaruh :
Semakin cepat putaran kumparan → semakin sering konduktor memotong garis
gaya magnet → tegangan induksi meningkat.
Sebaliknya :
Jika kecepatan putar menurun (misalnya karena beban mekanik besar), tegangan
keluaran menurun.
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
TEGANGAN
3. Jumlah Konduktor pada Jangkar (Z)
• Arti: Banyaknya kawat penghantar (lilitan) dalam kumparan jangkar.
• Pengaruh:
• Semakin banyak jumlah konduktor → semakin banyak konduktor yang
menghasilkan GGL → tegangan total meningkat.
Namun, menambah Z berarti ukuran kumparan membesar dan resistansi
meningkat, sehingga perlu desain seimbang.
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
TEGANGAN
4. Jumlah Kutub Magnet (P)
• Arti: Banyaknya pasangan kutub utara dan selatan pada generator.
• Pengaruh:
• Lebih banyak kutub → lebih banyak fluks yang dipotong dalam satu putaran →
tegangan lebih besar.
Namun, jumlah kutub biasanya tidak diubah pada generator karena sudah tetap
dari desain pabrik.
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
TEGANGAN
5. Jumlah Jalur Paralel dalam Kumparan (A)
• Arti: Jumlah lintasan paralel tempat arus mengalir dalam lilitan jangkar.
• Nilai:
⚬ Lap winding: A = P
⚬ Wave winding: A = 2
Pengaruh :
Nilai A berada di penyebut, jadi semakin banyak jalur paralel (A) → tegangan E lebih
kecil, tapi arus keluaran lebih besar.
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
JENIS GENERATOR DC
Berdasarkan cara memberikan fluks pada kumparan medannya, generator arus
searah dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu:
1. Generator Berpenguatan Bebas
Generator tipe penguat bebas dan terpisah adalah generator yang lilitan medannya
dapat dihubungkan ke sumber dc yang secara listrik tidak tergantung dari mesin.
Tegangan searah yang dipasangkan pada kumparan medan yang mempunyai
tahanan Rf akan menghasilkan arus If dan menimbulkan fluks pada kedua kutub.
Tegangan induksi akan dibangkitkan pada generator.
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
[Link] BERPENGUATAN BEBAS
Jika generator dihubungkan dengan beban, dan Ra adalah tahanan dalam
generator, maka hubungan yang dapat dinyatakan adalah:
Vf = If Rf
Ea = Vt + Ia Ra
Besaran yang mempengaruhi kerja dari generator :
- Tegangan jepit (V)
- Arus eksitasi (penguatan)
- Arus jangkar (Ia)
- Kecepatan putar (n)
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
2. GENERATOR BERPENGUATAN SENDIRI
1. Generator Searah Seri 2. Generator Shunt
Vt = Ia Ra Vt = Ia Ra
Ea = Ia (Ra + Rf) + Vt + Ea = Ia (Ra + Rf) + Vt +
<Vsi si
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
2. GENERATOR BERPENGUATAN SENDIRI
3. Generator Kompon
a. Kompon Panjang b. Kompon Pendek
Ia = If1 = IL + If2 Ia = If1 + If2 = IL + If2
Ea = Vt + Ia(Ra + Rf1) + Ea = Vt + ILRf1 + IaRa +
<Vsi <Vsi
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
KELEBIHAN GENERATOR DC
A . S e d e r h a n a d a n m u d a h d i ko n t r o l
Dalam hal keunggulan, generator DC cenderung
memiliki konstruksi yang lebih sederhana
dibandingkan dengan generator AC. Sifat arus
searah dan ketiadaan perangkat seperti komutator
membuatnya mudah dikendalikan. B . Ke a n d a l a n d a l a m s i s t e m b a t e r a i
Generator DC umumnya digunakan dalam
s i s t e m b a t e r a i d a n s u m b e r d a y a ke c i l .
Dalam aplikasi ini, arus searah cocok
C . P e m a k a i a n d a l a m a p l i k a s i k h u s u sk a r e n a sebagian besar perangkat
Beberapa aplikasi khusus, seperti elektronik menggunakan baterai dengan
elektroplating dan pengisian baterai arus searah.
memerlukan sumber daya DC. Generator
DC masih ditemui dalam hal ini karena
s e s u a i d e n g a n ke b u t u h a n k h u s u s t e r s e b u t .
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
KELEMAHAN GENERATOR DC
A . Ketidakmampuan untuk transmisi jarak
jauh
Salah satu kelemahan utama generator DC adalah
ketidakmampuannya untuk efisien mentransmisikan daya
jarak jauh. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan dalam
mengubah tegangan dengan mudah dan efisien.
B. Perawatan komutator
Komutator pada generator DC memerlukan perawatan
reguler. Kotoran atau keausan pada komutator dapat
mengurangi efisiensi dan memerlukan tindakan perbaikan.
C. Keterbatasan pada beban
Generator DC memiliki keterbatasan dalam menangani
berbagai jenis beban. Transformasi tegangan pada generator
AC memungkinkan lebih banyak fleksibilitas dalam
menyesuaikan dengan berbagai beban. UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
CONTOH APLIKASI GENERATOR DC
Jenis Generator DC Aplikasi Umum
1. Shunt Generator
Pe n g i s i a n b a t e r a i , p e n c a h a y a a n , s i s t e m e k s i t a s i g e n e r a t o r
AC
2. Series Generator
Pe n g u a t t e g a n g a n s e m e n t a r a ( b o o s t e r ) , s i s t e m t r a k s i l a m a
3. Compound Generator (Long & Short Shunt)
Pa b r i k , l a b o r a t o r i u m , d a n s i s t e m l i s t r i k i n d u s t r i y a n g b u t u h
tegangan stabil
4. Separately Excited Generator
U j i l a b o r a t o r i u m , ko n t r o l ke c e p a t a n m o t o r D C , p e n g e n d a l i
proses industri
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
CONTOH NYATA DI APLIKASI
KEHIDUPAN
• Generator DC pada pembangkit kecil atau
alternator kendaraan (sebagai pengisi
baterai).
• Generator pada sepeda listrik atau sepeda
lama untuk menyalakan lampu.
• Generator DC di laboratorium untuk keperluan
eksperimen dan pengujian motor DC.
• Sistem traksi kereta listrik lama sebelum era
inverter AC.
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
KESIMPULAN
• •- Prinsip kerja berdasarkan induksi elektromagnetik
• •- Komutator berfungsi menyearahkan arus
• •- Masih relevan untuk aplikasi kontrol dan eksperimen.
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
REFERENSI
• [Link]
• [Link]
[Link]
• [Link]
[Link]
• [Link]
dari-aspek-kinerja-dan-perbedaannya/
• [Link]
KARAKTERISTIK-GENERATOR-ARUS-SEARAH
• [Link]
UNIVERSITAS DARMA
PERSADA
Thank
YOU