Data Link Control
S. Indriani Lestariningati,
M.T
11/30/2025 Komunikasi Data 1
SATUAN ACARA
PERKULIAHAN
Ming Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan dan Sasaran Belajar Cara Media Tugas Refer
gu Ke dan TIU Pengajara ensi
n
VII Data Link 1. Jalur Konfigurasi ( Line Configuration ) Kuliah Papan 1&2
Control Mahasiswa dapat menjelaskan maksud Mimbar Tulis,
TIU : dari Line Configuration tersebut. OHP
Mahasiswa 2. Flow Control
dapat Mahasiswa dapat memahami dengan
memahami baik apa yang dimaksud dengan
tentang jalur pengendalian aliran ( Flow Control ) dan
konfigurasi, fungsinya semaksimal mungkin.
flow control, 3. Pengendalian Kesalahan ( Error Control )
pengendalian Mahasiswa mengerti akan fungsi dari
kesalahan, pengendalian kesalahan ( Error Control )
dan data link 4. Data Link Protocol
control Mahasiswa dapat menjelaskan tentang
protocols. data link control protocol
Data Link Services
• Connection-oriented services: memberikan
pengiriman paket terurut bebas error
– setting-up koneksi: setting up variables dan alokasi buffer
– transfer paket: paket ‘dikemas’ dlm frame data link
– penutupan koneksi
• Connectionless service
– acknowledged service
–
Kontrol Aliran
• Menjamin pengiriman tidak membanjiri
penerima
– Mencegah buffer overflow (kepenuhan)
• Waktu Transmisi
– Waktu diambil untuk mengeluarkan semua bit
ke dalam media transmisi
• Waktu Propagasi
– Waktu sebuah bit menyelesaikan perjalanan di
jalurnya
Model Frame Transmisi
Stop dan Wait
• Source mengirimkan frame
• Destination menerima frame dan mengirim
kembali dengan acknowledgement
• Source menunggu (wait) ACK sebelum
mengirimkan frame berikutnya
• Destination bisa menghentikan (stop)
aliran dengan tidak mengirimkan ACK
• Hal ini bisa bekerja dengan baik untuk
beberapa frame yang besar
Fragmentasi
• Block data yang besar bisa dipisah
kedalam frame-frame kecil
– Terbatasnya ukuran buffer
– Error bisa dideteksi lebih dini (ketika seluruh
frame diterima)
– Ketika ada error, perlu mentransmisikan
kembali frame-frame kecil
– Mencegah satu stasiun menggunakan
media untuk jangka waktu yang lama
• Stop dan wait menjadi inadequate
Stop and Wait Link
Utilization
Sliding Windows Flow
Control
• Banyak frame bisa dalam kondisi transit
• Receiver mempunyai lebar buffer W
• Transmitter dapat mengirimkan sampai
W frame tanpa ACK
• Setiap frame diberi nomor
• ACK mencakup nomor frame berikutnya
yang diharapkan
• Deretan nomor dikaitkan dengan ukuran
field (k)
– Frame-frame diberi nomor modulo 2k
Diagram Sliding Window
Contoh Sliding Window
Perbaikan Sliding
Window
• Receiver dapat menerima (acknowledge)
frame tanpa persetujuan transmisi
berikutnya (Receive Not Ready)
• Harus mengirimkan sebuah “normal
acknowledge” untuk memperbaiki
pengiriman (resume)
• Jika duplex, menggunakan “piggybacking”
– Jika tidak ada data untuk dikirmkan,
menggunakan frame acknowledgement
– Jika ada data tetapi tidak ada acknowledgement
untuk mengirim, mengirim lagi nomor
acknowledgement terakhir, atau mengambil
ACK valid flag (TCP)
Automatic Repeat
Request (ARQ)
11/30/2025 Komunikasi Data 13
2. Automatic Repeat Request
(ARQ)
• Terdapat 3 versi dari ARQ, yaitu:
– Stop and wait ARQ
– Go Back N ARQ
– Selective Reject ARQ
11/30/2025 Ko m u n i ka s i D a t a 14
1. Stop and Wait ARQ
• Stasiun sumber mentransmisi suatu frame tunggal dan
kemudian harus menunggu suatu acknowledgment
(ACK) dalam periode tertentu. Tidak ada data lain
dapat dikirim sampai balasan dari stasiun tujuan tiba
pada stasiun sumber. Bila tidak ada balasan maka
frame ditransmisi ulang. Bila error dideteksi oleh
tujuan, maka frame tersebut dibuang dan mengirim
suatu Negative Acknowledgment (NAK), yang
menyebabkan sumber mentransmisi ulang frame yang
rusak tersebut.
11/30/2025 Ko m u n i ka s i D a t a 15
• Bila sinyal acknowledgment rusak pada
waktu transmisi, kemudian sumber
akan habis waktu dan mentransmisi
ulang frame tersebut. Untuk mencegah
hal ini, maka frame diberi label 0 atau
1 dan positive acknowledgment
dengan bentuk ACK0 atau ACK1 : ACK0
mengakui menerima frame 1 dan
mengindikasi bahwa receiver siap
untuk frame 0. Sedangkan ACK1
mengakui menerima frame 0 dan
mengindikasi bahwa receiver siap
11/30/2025 Kuntuk
o m u n frame
i k a s i D1.
ata 16
Stop dan Wait - Pros and
Cons
• Mudah
• Tidak efisien
2. Go Back N (1)
• Berdasarkan pada sliding window
• Jika tidak ada error, ACK seperti
biasanya dengan frame berikutnya
diharapkan
• Menggunakan window untuk mengontrol
jumlah frame-frame yang tidak
diketahui
• Jika error, kirim balik dengan rejection
– Buang frame tsb dan semua frame yang
akan tiba sampai frame yang salah diterima
kembali dengan benar
– Transmitter harus go back dan mengirim
ulang frame tsb dan semua frame yang
berdekatan berikutnya
Go Back N - Frame yang
rusak
• Receiver mendeteksi error didalam
frame i
• Receiver mengirimkan rejection-i
• Transmitter mengambil rejection-i
• Transmitter mengirim ulang frame i
dan semua deretannya
Go Back N - Frame
hilang (1)
• Frame i hilang
• Transmitter mengirimkan i+1
• Receiver mengambil frame i+1 keluar
dari deretan
• Receiver mengirimkan reject i
• Transmitter go back ke frame i dan
mengirim ulang
Go Back N - Frame
hilang (2)
• Frame i hilang dan tidak ada frame tambahan
yang telah dikirim
• Receiver tidak mengambil apa-apa dan tidak
mengirimkan acknowledgement maupun rejection
• Transmitter menjalani time out dan mengirimkan
frame acknowledgement dengan P bit diset ke 1
• Receiver menginterpretasikan ini sebagai
command dimana mengetahui nomor frame
berikutnya yang diharapkan (frame i )
• Transmitter kemudian mengirim ulang frame i
Go Back N -
Acknowledgement yang
• rusak
Receiver mengambil frame i dan mengirimkan
acknowledgement (i+1) dimana ini hilang
• Acknowledgement terakumulasi, sehingga
acknowledgement berikutnya (i+n) bisa tiba
sebelum transmitter terkena time out pada frame
i
• Jika transmitter terkena time out, akan
mengirimkan acknowledgement dengan P bit diset
seperti sebelumnya
• Hal ini dapat diulang dalam sejumlah waktu
sebelum suatu prosedur reset diinisialisasi
Go Back N - Rejection
Rusak
• Seperti Frame hilang (2)
Go Back N - Diagram
3. Selective Reject (1)
• Disebut juga “selective retransmission”
• Hanya frame-frame yang ditolak yang
dikirim ulang
• Frame-frame bagian deretannya
diterima oleh receiver dan disimpan di
buffer
• Meminimalkan retransmission
• Receiver harus mengelola buffer yang
cukup besar
• Login yang lebih kompleks didalam
transmitter
Selective Reject -
Diagram
Sejarah DLL Protocols
• SDLC - Synchronous Data Link Control
(IBM)
• HDLC - High-level Data Link Control (ISO &
CCITT)
• ADCCP - Advanced Data Communications
Control Protocol (ANSI)
• LLC - Logical Link Control (IEEE 802.2)
• ISO 33009, ISO 4335 Data Link Control
High Level Data Link
Control
• HDLC
• ISO 33009, ISO 4335
Jenis Stasiun HDLC
• Primary station
– Mengendalikan operasi hubungan(link)
– Frame-frame yang dibicarakan disebut
“command”
– Mengelola logical link terpisah terhadap
setiap secondary station
• Secondary station
– Dibawah kendali primary station
– Frame-frame yang dibicarakan disebut
“response”
• Combined station
– Bisa mengenai command dan response
Konfigurasi Hubungan
HDLC
• Unbalanced
– Satu stasiun primary dan satu atau lebih
secondary
– Mampu mendukung full duplex dan half
duplex
• Balanced
– Dua combined stations
– Mendukung full duplex dan half duplex
Konfigurasi HDLC
Unbalanced Point-to-point link
Commands
Primary Secondary
Responses
Unbalanced Multipoint link
Commands
Primary
Responses
Secondary Secondary Secondary
Balanced Point-to-point link between Combined Stations
Primary Commands Responses Secondary
Secondary Responses Commands Primary
Mode Transfer HDLC (1)
• Normal Response Mode (NRM)
– Konfigurasi Unbalanced
– Primary mengawali transfer ke
secondary
– Secondary hanya bisa mengirimkan data
sebagai response kepada command dari
primary
– Digunakan pada jalur multi-drop
– Host Komputer sebagai primary
– Terminal sebagai secondary
Mode Transfer HDLC (2)
• Asynchronous Balanced Mode (ABM)
– Konfigurasi Balanced
– Kedua station bisa mengawali
pengiriman tanpa izin agar diterima
– Paling banyak digunakan
– Tidak ada “polling overhead”
Mode Transfer HDLC (3)
• Asynchronous Response Mode (ARM)
– Konfigurasi Unbalanced
– Secondary bisa mengawali pengiriman
tanpa izin dari primary
– Primary bertanggung jawab terhadap
jalur
– Jarang digunakan
Struktur Frame
• Transmisi Sinkron
• Semua transmisi dalam frame
• Format frame tunggal untuk semua
pertukaran data dan control
Diagram Struktur Frame
Flag Fields
• Menandai batas frame pada kedua ujung
• 01111110
• Bisa close satu frame dan open yang lain
• Receiver mencari deretan flag untuk
sinkronisasi
• Bit stuffing digunakan untuk mencegah
kebingungan terhadap data yang mengandung
01111110
– 0 disisipkan setelah setiap deretan lima buah bit 1
– Jika receiver mendeteksi lima buah bit 1 maka akan
mengecek bit berikutnya
– Jika 0, maka dihapus
– Jika 1 dan bit ketujuh adalah 0, diterima sebagai flag
– Jika bit keenam dan ketujuh adalah 1, pengirim
mengindikasikan abort (gagal)
Bit Stuffing
• Contoh dengan error yang mungkin
Address Field
• Memberi Identifikasi kepada secondary station
yang telah atau akan menerima frame
• Biasanya panjangnya 8 bit
• Bisa lebih panjang lagi sampai kelipatan 7 bit
– LSB setiap octet mengindikasikan bahwa ini
merupakan octet terakhir (1) atau bukan (0)
• Semua bit satu (11111111) di-broadcast
•
Control Field
Berbeda untuk jenis frame yang beda
– Information - data yang akan ditransmisikan
ke user (next layer up)
• Flow dan error control piggybacked pada frame
information
– Supervisory - ARQ ketika piggyback tidak
digunakan
– Unnumbered - Link control tambahan
• Satu atau dua bit pertama dari control
field mengidentifikasikan jenis frame
• Bit-bit sisanya dijelaskan nanti saja
Diagram Control Field
Bit Poll/Final
• Digunakan bergantung pada context
• Command frame
– P bit
– 1 untuk solicit (poll) response dari peer
• Response frame
– F bit
– 1 mengindikasikan response untuk
soliciting command
Information Field
• Hanya didalam information dan
beberapa frame-frame tidak
bernomor
• Harus mengandung nomor integral
dari octet
• Panjang variabel
Frame Check Sequence
Field
• FCS
• Pendeteksian kesalahan
• 16 bit CRC
• Optional 32 bit CRC
Operasi HDLC
• Pertukaran informasi, supervisory dan
frame-frame tidak bernomor
• Tiga fase
– Initialization
– Data transfer
– Disconnect
Contoh Operasi (1)
Contoh Operasi (2)
Protokol DLC lain
(LAPB,LAPD)
• Link Access Procedure, Balanced (LAPB)
– Bagian dari X.25 (ITU-T)
– Subset dari HDLC - ABM
– Point to point link antara system dan packet
switching network node
• Link Access Procedure, D-Channel
– ISDN (ITU-D)
– ABM
– Selalu angka-angka deretan 7-bit (tidak ada
3-bit)
– 16 bit address field mengandung dua sub-
addresses
• Satu untuk device dan satu untuk user (next
layer up)
Protokol DLC lain (LLC)
• Logical Link Control (LLC)
– IEEE 802
– Format frame yang berbeda
– Link control dipisah antara medium access
layer (MAC) dan LLC (berada paling atas pada
MAC)
– Tidak ada primary dan secondary - semua
station adalah peer
– Dua alamat diperlukan
• Sender dan receiver
– Pendeteksian kesalahan pada MAC layer
• 32 bit CRC
– Destination dan Source Access Points (DSAP,
SSAP)
Protocol DLC Lainnya
(PPP)
• PPP (Point-to-Point
Flag Address ControlLink Protocol)
Protocol Information CRC
flag
011111101111111 00000011 01111110
• Layout frame utk PPP:
All stations are to Unnumber Specifies what kind of packet is
accept the frame ed frame contained in the payload, e.g., LCP,
NCP, IP, OSI CLNP, IPX
Protokol DLC lain
(Frame Relay) (1)
• Kemampuan Streamlined melalui
jaringan packet switched kecepatan
tinggi
• Digunakan sebagai tempat X.25
• Menggunakan Link Access Procedure
for Frame-Mode Bearer Services
(LAPF)
• Dua protokol
– Control - mirip dengan HDLC
– Core - subset dari control
Protokol DLC lain
(Frame Relay) (2)
• ABM
• Angka-angka deretan 7-bit
• 16 bit CRC
• 2, 3 atau 4 octet address field
– Data link connection identifier (DLCI)
– Mengidentifikasi logical connection
• Lebih banyak pada frame relay
terakhir
Protokol DLC lain (ATM)
• Asynchronous Transfer Mode
• Kemampuan Streamlined melampaui
jaringan kecepatan tinggi
• Tidak didasarkan pada HDLC
• Format frame disebut “cell”
• Fixed 53 octet (424 bit)
• Detilnya nanti dulu