Polycystic Ovary
Syndrome (PCOS)
Prof. Dr. dr. M. Rusda Harahap, [Link] (OG), [Link],
Subsp. FER
Defini
si
Merupakan sindroma disfungsi metabolik dan terdapat kelainan
endokrin heterogen pada wanita usia reproduktif.
Policystic Ovary Syndrome ditandai oleh terdapatnya
hiperandrogenisme, hiperinsulinemia, hipersekresi Luteinizing Hormon
(LH), disfungsi menstruasi, hirsutisme, infertilitas, dan komplikasi
neonatal dan kehamilan serta ditemukannya ovarium polikistik pada
Ultrasonography (USG)
J Obstet Gynaecol Can. 2010 May;32(5):423-5, 426-8.
Epidemiologi
01
sedangkan yang berusia, 20
tahun sebesar 7%.
02
pada 68%
pasien yang
sudah menikah
03
Wanita PCOS di dunia
dengan resistensi
insulin memiliki
prevalensi antara 25-
Obesitas sebesar 42% di wilayah Asia Tenggara, 30% di negara 70%.
Spanyol, dan 38% di wilayah Yunani.
J Obstet Gynaecol Can. 2010 May;32(5):423-5, 426-8.
Etiolo
gi
● Masih belum jelas
● Ketidakseimbangan hormonal dan Pil Kontrasepsi
● Genetik
● Resistensi insulin diduga memiliki peran penting dalam
patofisiologi dengan merangsang produksi androgen ovarium.
Insulin menginduksi produksi androgen lokal yang
menyebabkan kualitas oosit yang lebih buruk dan terlalu
matang. Resitensi insulin pada PCOS terdapat pada otot
skeletal, lemak, hati, fibroblast dan ovarium
J Obstet Gynaecol Can. 2010 May;32(5):423-5, 426-8.
CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo,
including icons by Flaticon, and infographics & images by Freepik
J Obstet Gynaecol Can. 2010 May;32(5):423-5, 426-8.
Nat Rev Endocrinol. 2011 Apr;7(4):219-31.
N Engl J Med. 2005 Mar 24;352(12):1223-36.
CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo,
including icons by Flaticon, and infographics & images by Freepik
Allahbadia, G.N. dan Merchant, R. Polycystic
ovary syndrome and impact on health. Middle
Allahbadia, G.N. dan Merchant, R. Polycystic
ovary syndrome and impact on health. Middle
East Fertility Journal. 2011, 16, 19-37
Diagnosis PCOS
Gambaran klasik PCOS termasuk hiperandrogenisme klinis atau biokimia, oligomenorrhea
atau amenore yang berhubungan dengan anovulasi kronis, dan morfologi sindrom ovarium
polikistik.
• Toosy, S., Sodi, R. and Pappachan, J., 2018. Lean polycystic ovary syndrome (PCOS): an evidence-based practical approach. Journal of Diabetes & Metabolic Disorders, 17(2), pp.277-285.
• Witchel, S., Oberfield, S. and Peña, A., 2019. Polycystic Ovary Syndrome: Pathophysiology, Presentation, and Treatment With Emphasis on Adolescent Girls. Journal of the Endocrine Society, 3(8), pp.1545-1573.
Diagnosis PCOS
1. Menstruasi
• Oligomenorrhea —> siklus lebih dari 35 hari tetapi dengan jarak kurang dari enam bulan
• Amenorrhea —> tidak adanya menstruasi selama enam sampai 12 bulan setelah pola siklik
terbentuk
• Toosy, S., Sodi, R. and Pappachan, J., 2018. Lean polycystic ovary syndrome (PCOS): an evidence-based practical approach. Journal of Diabetes & Metabolic Disorders, 17(2), pp.277-285.
• Witchel, S., Oberfield, S. and Peña, A., 2019. Polycystic Ovary Syndrome: Pathophysiology, Presentation, and Treatment With Emphasis on Adolescent Girls. Journal of the Endocrine Society, 3(8), pp.1545-1573.
2. Hiperandrogen
• Hirsutism —> pertumbuhan rambut terminal yang berlebihan pada pola
distribusi pria pada wanita
• Jerawat kistik yang parah dan pola kebotakan pada pria.
Modified Ferriman - Gallawey Score (mFG Score)
(-) Hirsutism <8
Mild 8 - 16
Moderate 17 - 24
Severe > 24
• Witchel, S., Oberfield, S. and Peña, A., 2019. Polycystic Ovary Syndrome: Pathophysiology, Presentation, and Treatment With Emphasis on Adolescent Girls. Journal of the Endocrine Society, 3(8), pp.1545-1573.
• Khan, A., Karim, N., Ainuddin, J. and Faheem, M., 2019. Polycystic Ovarian Syndrome: Correlation between clinical hyperandrogenism, anthropometric, metabolic and endocrine parameters. Pakistan Journal of Medical Sciences,
35(5).
3. Morfologi Polycystic Ovary
• ovarium membesar dengan peningkatan stroma dan lebih banyak kista
perifer kecil.
• PCOM —> >12 folikel (atau >25) per ovarium menggunakan probe
transvaginal dan teknologi resolusi tinggi (frekuensi transduser > 8 MHz)
• Khan, A., Karim, N., Ainuddin, J. and Faheem, M., 2019.
Polycystic Ovarian Syndrome: Correlation between clinical
hyperandrogenism, anthropometric, metabolic and endocrine
parameters. Pakistan Journal of Medical Sciences, 35(5).
• Hiremath, P. and Tegnoor, J., 2013. Automated ovarian
classification in digital ultrasound images. International Journal
of Biomedical Engineering and Technology, 11(1), p.46.
Toosy, S., Sodi, R. and Pappachan, J., 2018. Lean polycystic ovary syndrome (PCOS): an evidence-based practical
approach. Journal of Diabetes & Metabolic Disorders, 17(2), pp.277-285.
Tatalaksana
Williams, T., Mortada, R. and Porter, S., 2016. Diagnosis and treatment of polycystic ovary syndrome. American family physician, 94(2), pp.106-113.
Komplikasi
• Infertilitas
• Abortus atau kelahiran prematur
• Diabetes gestasional atau pregnancy-induced high blood pressure
• Steatohepatitis non-alkohol
• Sindrom metabolik
• Diabetes tipe 2 atau pradiabetes
• Sleep Apnea
• Depresi, kecemasan dan gangguan makan
• Perdarahan uterus abnormal
• kanker endometrium
American Congress of Obstetricians and Gynecologists. ACOG Practice Bulletin No. 108: Polycystic Ovary Syndrome. Obstet Gynecol. 2009;114(4):936–949. [PubMed] [Google Scholar]
Prognosis
• Bukti menunjukkan bahwa wanita dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS) mungkin
lebih berisiko terhadap penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular.
• Wanita dengan hiperandrogenisme mengalami peningkatan kadar lipoprotein serum
yang serupa dengan pria.
• Sekitar 40% pasien PCOS memiliki resistensi insulin yang tidak bergantung pada berat
badan. Wanita-wanita ini berisiko tinggi terkena diabetes mellitus tipe 2 dan akibat
komplikasi kardiovaskular.
• Pasien dengan PCOS juga berisiko tinggi mengalami hiperplasia endometrium dan
karsinoma. Anovulasi kronis pada PCOS menyebabkan stimulasi endometrium konstan
dengan estrogen tanpa progesteron, dan ini meningkatkan risiko hiperplasia
endometrium dan karsinoma.
• Tidak ada hubungan yang diketahui dengan kanker payudara atau ovarium yang
ditemukan; oleh karena itu, tidak diperlukan pengawasan tambahan
Lucidi, Richard Scott. 2019. Polycystic Ovarian Syndrome. Available at: <[Link] Accessed 18 Jan 2021
TERIMAKASIH