0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan33 halaman

Ciri dan Klasifikasi Insecta Lengkap

Diunggah oleh

ar4318388
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan33 halaman

Ciri dan Klasifikasi Insecta Lengkap

Diunggah oleh

ar4318388
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

INSEK

TA
By Tim Pengajar MK. Biologi
Pertanian
Perkiraan jumlah makhluk hidup yang menghuni bumi

1. Filum Arthropoda
memiliki anggota
spesies yang paling
banyak dari filum
lainnya dalam Kingdom
Animalia.

2. Diperkirakan sekitar
1 juta spesies
Arthropoda saat ini
masih menghuni bumi
kita.
Peranan Arthropoda

INSE
1.
a.
Menguntungkan
Membantu
KTA2. Merugikan
a. Hama tanaman
penyerbukan
b. Vektor penyakit
b. Sumber bahan
makanan/madu c. Merusak kayu
c. Menghasilkan produk,
misal sutra, madu, dll,
d. Sebagai musuh alami
hama
Ciri Insecta

1. Habitat : hidup di semua 5. Memiliki mulut dengan


tempat, kecuali di laut berbagai tipe.
2. Tubuh terdiri dari: 6. Umumnya bersayap
a. Caput/kepala 7. Memiliki sistem respirasi
b. thorax/dada trakea
c. abdomen
3. Memiliki 3 pasang kaki yang
terletak pada thorax
4. Daur hidupnya mengalami
metamorfosis
KEPALA
Kepala (caput) dilengkapi dengan :
•sepasang antena yang berfungsi sebagai indra
pembau; mata yang terdiri atas faset (mata
majemuk) dan ocelus (mata tunggal);
•mulut yang dilengkapi dengan alat-alat mulut
disesuaikan fungsinya untuk mengisap (wereng),
mengunyah (belalang) atau menjilat (lalat).
DADA/TORAKS
Dada (toraks) terdiri atas tiga segmen, yaitu :
•Prototoraks
•Mesotoraks : terdapat sayap depan
•Metatoraks : terdapat sayap belakang

꙳ Pada setiap segmen terdapat sepasang kaki.


ABDOMEN
Badan (abdomen)terdiri atas 11 segmen atau
beberapa segmen saja.
Segmen pertama terdapat alat pendengaran
(membran timfanum).
Setiap segmen terdiri dari stigma
Segmen terakhir bermodifikasi menjadi alat
kawin (kopulasi).
Sistem pencernan makanannya
• foregut (usus depan), terdiri atas mulut, faring,
oesofagus, tembolok, dan empedal (gizzard)
berfungsi untuk menggiling makanan.
• midgut (usus tengah), terdiri atas lambung
dengan 8 pasang gastrik caeca (kantong kerucut
yang menghasilkan enzim pencernaan).
Pencernaan dan penyerapan terjadi di bagian ini.
• hindgut (usus belakang), terdiri atas ileum,
kolon, rektum, dan anus.
Sistem peredaran darah
• Sistem peredaran darah serangga adalah sistem
peredaran darah terbuka.
• Alat peredaran darah adalah jantung yang
memompa darah dari belakang ke depan melalui
aorta dan terus beredar ke seluruh tubuh.
• Darah serangga tidak mengandung haemoglobin
dan hanya berfungsi untuk mengangkut zat
makanan serta memusnahkan bibit penyakit yang
masuk kedalam tubuh.
Sistem ekskresi
• Sistem ekskresi serangga berupa saluran Malpigi yang
berfungsi mengeluarkan sisa metabolisme berupa cairan.
• Saluran malpigi bermuara pada usus belakang dan akhirnya
cairan dari saluran ini dibuang melalui anus seperti pada
semut.
• Apabila kita perhatikan Famili formicidae (semut), maka
mereka akan meninggalkan jejak dengan aroma
feromonnya sehingga mereka tidak tersesat kembali
kesarangnya, dimana jalan pergi dan pulang ketika mencari
makanan melalui arah jalan yang sama. Semut dibagi
menjadi dua bentuk berdasarkan warnanya, yaitu semut
hitam dan semut merah. Sedangkan menurut kastanya,
semut terbagai atas 3 kelompok, yaitu semut ratu, semut
raja, dan semut pekerja.
Sistem respirasi
• Sistem respirasi terdiri atas sistem cabang
(jaringan) dari pembuluh-pembuluh yang disebut
trakea.
• Trakea tersebut ke bagian luar berhubungan
dengan lubang pernafasan yang terletak dibagain
perut dan dada yang disebut stigmata (spirakel)
dengan percabangannya disebut trakeol. Melalui
trakeol inilah udara disuplai ke seluruh jaringan
tubuh dan karbondioksida dibawa keluar.
Sistem saraf
Sistem saraf merupakan sistem tangga tali,
terdiri atas :
•ganglion otak (tiga pasang di kepala),
•ganglion kerongkongan,
•ganglion perut, dan
•ganglion dada.
Sistem reproduksi
Sistem reproduksi pada serangga terdiri atas alat kelamin jantan dan
betina.

•Alat kelamin jantan terdiri atas dua buah testis yang masing-masing
dihubungkan oleh vas deferen yang akan bersatu membentuk saluran
ejakulasi yang terbuka ke permukaan dorsal.
•Alat kelamin betina terdiri atas dua buah ovarium dengan sejumlah
tabung-tabung telur yang disebut variola. Ovariola tersebut melekat
dibagian posterior pada oviduk. Dua oviduk akan bersatu membentuk
vagina pendek, diteruskan ke porus genital yang terdapat di antara
peletak telur (ovipositor). Di daerah vagina juga terdapat kantong
penerima sperma (spermateka). Reproduksi secara internal dan sel
telur yang telah dibuahi akan dilepaskan (ovipar).
Metamorfosis
Dalam proses menuju kedewasaannya dikenal ada pergantian bentuk yang
disebut metamorphosis. Ada tiga bentuk metamorfosis pada serangga
yaitu :
•Ametabola, tidak ada pergantian bentuk dan hanya dapat dilihat
pertambahan besar ukuran saja. Misalnya Colembola, Thysanura dan
Lepisma.
•Hemimetabola (metamorfosis tidak sempurna), fase dimulai dari telur -
nimfa – dewasa (imago). Tanpa fase pupa. Misalnya Orthoptera, Hemiptera
dan Odonata.
•Holometabola (metamorfosis sempurna) : telur – larva- pupa – dewasa
(imago).
METAMORFOSIS PADA INSECTA

Metamorfosis Sempurna Metamorfosis Tidak Sempurna


Telur larva pupa imago Telur Nimfa Imago
Klasifikasi Insecta
Insecta

Apterygota Pterygota
KLASIFIKASI
CLASS INSECTA
 SUB CLASS APTERYGOTA : tidak bersayap
ORDO COLLEMBOLA : 5 mm, tempat lembab
permukaan kolam
 SUB CLASS PTERYGOTA : dewasa bersayap
DIVISI EXOPTERYGOTA ------ pembentukan sayap di luar
ORDO PLECOPTERA : nimfa di air ---- pakan ikan
contoh : Isoptera
Pteronarcella
ORDO ODONATA
SUB ORDO ANISOPTERA ------ capung biasa
(dragon flies) ----- contoh : Gomphus, Anax
SUB ORDO ZYGOPTERA ----- capung jarum
(damsel flies) ------ contoh : Argia
ORDO EPHEMEROPTERA ---- lalat sehari
nimfa akuatik, dewasa abdomen + 3 cerci panjang
contoh : Ephemera, Leptohiebia

DIVISI PAUROMETABOLA
ORDO HEMIPTERA : 40.000 spesies
mulut --- menusuk, menghisap
nimfa serupa dewasa
sebag. Besar predator, bersengat
contoh : Hydrometra, Notonecta, Ranatra
DIVISI HOLOMETABOLA (endopterygota)
ORDO MEGALOPTERA : imago 10 – 70 mm
contoh : Goydalus
ORDO NEUROPTERA : imago beberapa hari
contoh : Climacia
ORDO TRICHOPTERA ---- contoh : hydropsyche
Ordo Isoptera
(Rayap)

Isoptera berasal dari bahasa Latin iso = sama, pteron = sayap yang berarti
Insekta bersayap sama.

Ciri-ciri lain yang dimiliki oleh ordo Isoptera adalah :


•Memiliki dua pasang sayap tipis yang tipe dan ukurannya sama.
•Mengalami metamorfosis tidak sempurna.
•Tipe mulut menggigit.
•Cara hidupnya membentuk koloni dengan sistem pembagian tugas tertentu
yang disebut polimorfisme. Pembagian tugas itu adalah raja, ratu dan prajurit
atau tentara.
Contoh : Helanithermis sp. (rayap), merupakan hama kayu
Ordo Hemiptera
Ciri-ciri lain yang dimiliki oleh ordo hemiptera adalah :
• Memiliki dua pasang sayap, yaitu sayap depan satu pasang
seperti berkulit dan sayap belakang transparan.
•Mengalami metamorfosis tidak sempurna.
•Tipe mulut menusuk dan menghisap.
•Umumnya mengeluarkan bau

Contoh :
Kutu busuk (Cymex rotundus).
Walang sangit (Leptocorisa acuta) hama pada tanaman padi
Ordo Odonata
(Capung)

Ciri-ciri yang dimiliki oleh ordo odonata adalah :


•Memiliki dua pasang sayap tipis seperti selaput.
•Mengalami metamorfosis tidak sempurna.
•Tipe mulut menggigit.
•Contoh : Capung (Aesha sp.) merupakan musuh alami (predator)
Ordo Coleoptera
(Kumbang)
Coleoptera berasal dari bahasa Latin coleos = perisai, pteron = sayap, berarti
insekta bersayap perisai.

Ciri-ciri ordo Coleoptera adalah :


– Memiliki dua pasang sayap, yaitu sayap depan dan sayap belakang.
Sayap depan tebal dan permukaan luarnya halus yang mengandung
zat tanduk sehingga disebut elytra, sedangkan sayap belakang tipis
seperti selaput.
– Mengalami metamorfosis sempurna.
– Tipe mulut menggigit.
– Contoh : Kumbang kelapa (Oryctes rhinoceros), Kutu gabah
(Rhyzoperta dominica)
Ordo Coleoptera
Ordo Diptera
(Lalat)
Ciri-ciri ordo diptera adalah :
• Memiliki satu pasang sayap depan dan sayap belakang
mengalami redukasi membentuk halter (alat keseimbangan).
• Mengalami metamorfosis sempurna.
• Tipe mulut menusuk dan menghisap serta menjilat.
• Dan memiliki tubuh ramping.
• Contoh : lalat buah (Bactrocera sp, Drosophila melanogaster),
lalat tsetse (Glossina palpalis).
Metamorfosis pada Drosophila termasuk metamorfosis sempurna, yaitu dari telur,
larva instar I, larva instar II, larva instar III, pupa, imago.
Ordo Lepidoptera
(Kupu-kupu)

Ciri-ciri ordo Lepidoptera adalah :


•Memiliki dua pasang sayap yang bersisik halus.
•Mengalami metamorfosis sempurna.
•Tipe mulut pada tahap larva menggigit, sedangkan pada tahap
dewasa menghisap.
•Mata fasetnya besar.
•Contoh : Ulat grayak (Spodoptera sp)
Ordo Dermaptera

• Ciri-ciri ordo dermaptera adalah : Memiliki


dua pasang sayap (satu pasang seperti
berkulit, dan satu pasang bermembran), atau
tidak bersayap.
• Mengalami metamorfosis sempurna.
• Tipe mulut menggigit.
• Contoh : Earwing
Ordo Orthoptera
(Belalang)
Orthoptera berasal dari bahasa Latin orthop = lurus, pteron = sayap yang
berarti Insekta bersayap lurus.

Ciri-ciri lain yang dimiliki oleh ordo orthoptera adalah :


• Memiliki dua pasang sayap, yaitu sayap depan dan sayap belakang. Sayap
bagian depan lurus, lebih tebal, dan kaku (perkamen), sedangkan sayap
belakang tipis seperti selaput.
•Mengalami metamorfosis tidak sempurna.
•Tipe mulut menggigit.
•Kaki paling belakang (kaki ketiga membesar).
•Contoh :
Jangkrik (Grillus sp.).
Belalang sembah (Tenodora sp.).
ORDO BLTTODEA=BLATTARIA
(KECOAK)
• Kecoak adalah serangga pengembara dengan lima ruas tarsi dan
tak satupun tungkai-tungkai mengalami modifikasi untuk menggali
atau mendekap.
• Tubuhnya berbentuk bulat telur dan gepeng dengan kepala
tersembunyi dari atas oleh pronotum.
• Timpanum dan organ penghasil suara biasanya tidak ada.
• Sayap-sayap ada, walaupun pada beberapa jenis sayap tersebut
menyusut.
• Serangga betina memiliki sayap yang lebih pendek daripada
serangga jantan.
• Sersi beruas satu sampai banyak dan biasanya cukup panjang.
• Antena panjang dan berbentuk seperti filamen.
• Perilaku kecoak sebelum kopulasi khas, yaitu dengan menggunakan feromon sex dan
kopulasi terjadi secara 'tail-to-tail'.
• Betina menghasilkan kelompok telur dalam ootheca yang diletakkan sesudah mereka
terbentuk, dibawa oleh abdomen betina sampai mereka menetas atau dibawa
dibagian dalam sebuah uterus selama periode hamil.
• Struktur ootheca sangat khas yang terdiri dari 20-30 embrio yang berkembang dalam
baris paralel.
• Kecoak mempunyai keragaman tinggi pada daerah tropis, dengan perbedaan utama
warna, bentuk, dan habitat, lebih kurang 300 spesies, tetapi hanya 1 % yang
berasosiasi dengan kehidupan manusia (biasanya yang bersifat nocturnal).
• Kecoak bersifat hidup soliter, namun kadang-kadang dijumpai berkelompok ('loosely
gragarius'), seperti pada Famili Cryptpceridae (kecoa pada tanaman) merupakan
subsosial pada akar tanaman.
• Sifat subsosial mungkin dekat dengan kerabat dekatnya, Isoptera (rayap), sehingga
terkadang dalam klasifikasi dimasukkan dalam Isoptera atau Mantodea sebagai Ordo
Dictyoptera:
Ordo Homoptera
• ordo homoptera : memiliki 2 pasang sayap
sama pada bagian depan dan belakang, tipe
mulut menusuk dan mengisap, metamorfosis
tak sempurna. contoh : kutu daun (Aphis
medicaginis)

Anda mungkin juga menyukai