0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan2 halaman

Strategi Pembelajaran Collaborative Learning

Diunggah oleh

rmrafi946
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan2 halaman

Strategi Pembelajaran Collaborative Learning

Diunggah oleh

rmrafi946
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Model pembelajaran collaborative

learning
STRATEGI DAN MODEL PEMBELAJARAN

NAMA : MOH RAFI ALBANJARI


NIM : D25040061

DOSEN PENGAMPUH
MUH. KHAERUL UMMAH BK [Link] [Link]
a. Pengertian Collaborative Learning (CBL)

N
Collaborative Learning (CBL) adalah model pembelajaran yang menekankan kerja sama antarsiswa dalam kelompok kecil untuk
mencapai tujuan belajar bersama. Siswa saling berdiskusi, bertukar pendapat, dan memecahkan masalah secara kolaboratif,
sementara guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing jalannya proses pembelajaran.
PEMBELAJ
b. Tujuan Collaborative Learning
1. Mengembangkan keterampilan sosial seperti komunikasi, empati,
dan kerja sama.
2. Menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif melalui
diskusi kelompok.
3. Meningkatkan motivasi belajar karena adanya tanggung jawab e. Kekurangan Collaborative Learning
bersama dalam kelompok. 1. Membutuhkan waktu lebih lama dibanding metode pembelajaran
4. Membiasakan siswa belajar secara aktif, mandiri, dan saling lain.
membantu. 2. Siswa tertentu dapat mendominasi, sementara yang lain kurang
aktif.
3. Penilaian kontribusi individu lebih sulit dilakukan.
c. Langkah-langkah Collaborative Learning 4. Guru harus memiliki keterampilan tinggi dalam mengelola kelompok
1. Membentuk kelompok kecil (heterogen) agar setiap anggota dan dinamika kelas
saling melengkapi.
2. Memberikan tugas atau permasalahan yang membutuhkan
kerja sama untuk diselesaikan.
3. Diskusi dan kerja kelompok, siswa bertukar ide, menyampaikan
pendapat, dan mencari solusi bersama.
4. Mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas. f. Penerapan Collaborative Learning di Sekolah Dasar
Refleksi dan evaluasi mengenai proses kerja sama, peran anggota, Collaborative Learning sangat cocok diterapkan di sekolah
dan hasil belajar. Penerapanasar karena sesuai dengan perkembangan sosial dan
kognitif anak, sehingga membantu mereka belajar lebih aktif, bekerja
sama, dan memahami materi dengan lebih mudah melalui kegiatan
d. Kelebihan Collaborative Learning kelompok.
1 .Meningkatkan partisipasi aktif semua siswa.
2. Mengembangkan keterampilan sosial, komunikasi, dan kemampuan
bekerja dalam tim
3. Meningkatkan pemahaman konsep melalui diskusi dan tukar
pendapat.
4. . Mendorong kemampuan berpikir kritis dan kreatif.
5. Menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kemandirian belajar.

Anda mungkin juga menyukai