0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan32 halaman

Terapi Modalitas dalam Keperawatan Jiwa

Dokumen ini membahas terapi modalitas dalam keperawatan jiwa, yang bertujuan mengubah perilaku maladaptif klien menjadi perilaku adaptif. Terdapat berbagai jenis terapi modalitas, termasuk terapi individual, lingkungan, biologi, kognitif, keluarga, kelompok, perilaku, dan bermain, masing-masing dengan pendekatan dan tujuan spesifik. Terapi ini berfokus pada pengembangan hubungan terapeutik dan peningkatan fungsi individu serta keluarga dalam konteks kesehatan mental.

Diunggah oleh

renitakapuas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan32 halaman

Terapi Modalitas dalam Keperawatan Jiwa

Dokumen ini membahas terapi modalitas dalam keperawatan jiwa, yang bertujuan mengubah perilaku maladaptif klien menjadi perilaku adaptif. Terdapat berbagai jenis terapi modalitas, termasuk terapi individual, lingkungan, biologi, kognitif, keluarga, kelompok, perilaku, dan bermain, masing-masing dengan pendekatan dan tujuan spesifik. Terapi ini berfokus pada pengembangan hubungan terapeutik dan peningkatan fungsi individu serta keluarga dalam konteks kesehatan mental.

Diunggah oleh

renitakapuas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TERAPI MODALITAS DALAM

KEPERAWATAN JIWA

MARADONA

KULIAH KEPERAWATAN JIWA 2023 1


DIFINISI
• Terapi modalitas merupakan terapi utama
dalam keperawatan jiwa

TUJUAN:
• mengubah perilaku klien dari perilaku
yang maladaptif menjadi perilaku yang
adaptif (Depkes RI, 2000 , Awaludin,
2005).
KULIAH KEPERAWATAN JIWA 2
2023
PENDAHULUAN
• Gangguan jiwa mpk penyakit multikausal.
• Banyak model konsep yang mencoba
menjelaskan fenomena gangguan jiwa.
• Pendekatan terapi beraneka ragam.
• Macam-macan terapi tsb: terapi modalitas
(Modalities Treatment)

KULIAH KEPERAWATAN JIWA 3


2023
JENIS TERAPI MODALITAS
1. Terapi Individual
2. Terapi Lingkungan (milieu therapy)
3. Terapi Biologi
4. Terapi Kognitif
5. Terapi Keluarga
6. Terapi Kelompok
7. Terapi Perilaku
8. Terapi Bermain

KULIAH KEPERAWATAN JIWA 4


2023
TERAPI INDIVIDUAL
• Hubungan terstruktur yang dijalin antara
Perawat-Klien untuk mengubah klien.
• Utk mengembangkan pendekatan unik
penyelesaian konflik, meredakan penderitaan
emosional, mengembangkan cara yg cocok utk
memenuhi kebutuhan.
• Melalui 3 fase yg overlap (orientasi, kerja, dan
terminasi)

5
Fase Orientasi
• Perawat membangun hubungan saling
percaya dg klien.
• Latar belakang klien didiskusikan & isu
diidentifikasi.
• Perawat dan klien merumuskan tujuan dan
menentukan komponen praktek

6
Fase Kerja
• Klien eksplorasi diri
• Perawat bekerja dg isi (atau cerita) dan
proses (dr perasaan) yg berhubungan dg
penderitaan klien.
• Klien dibantu utk mengembangkan
pengetahuan ttg diri dan didorong
menghadapi risiko mengubah perilaku yg
disfungsional.

7
Fase Terminasi
• Setelah dua fihak menyetujui bahwa
masalah yang mengawali terjalinnya
hubungan telah mereda dan lebih
terkendali.
• Klien merasa lebih baik dan melaporkan
peningkatan fungsi pribadi, sosial, atau
pekerjaan.
• Tujuan terapi telah tercapai.

8
TERAPI LINGKUNGAN
• Perawat menggunakan semua lingkungan
rumah sakit dalam arti terapeutik.
• Perawat memberi kesempatan tumbuh
dan berubah perilaku dg memfokuskan pd
nilai terapeutik dlm aktivitas dan interaksi.

9
TERAPI LINGKUNGAN
• Memberi kesempatan dukungan, pengertian,
berkembang sbg pribadi yg bertanggung jawab.
• Klien dipaparkan pd peraturan, harapan,
tekanan peer, dan interaksi sosial.
• Perawat mendorong komunikasi dan pembuatan
keputusan, meningkatkan harga diri, belajar
keterampilan dan perilaku baru

10
TERAPI LINGKUNGAN
• Tujuan: memampukan klien dpt hidup di
luar lembaga yg diciptakan memalui
belajar kompetensi yg diperlukan untuk
beralih dari rs ke komunitas.

11
TERAPI BIOLOGIS
• Didasarkan pada model medikal: memandang
gg jiwa sebagai penyakit.
• Tekanan: pengkajian spesifik dan
pengelompokan gejala dlm sindroma spesifik.
• Perilaku abnormal akibat penyekit atau
organisme tertentu dan akibat perubahan
biokimia ttt.
• Jenisnya: medikasi psikoaktif, intervensi nutrisi,
fototerapi, ECT, bedah otak.

12
TERAPI KOGNITIF
• Strategi memodifikasi keyakinan dan sikap yg
mempengaruhi perasaan dan perilaku klien.
• Proses: membantu mempertimbangkan stresor
dan mengidentifikasi pola berpikir dan keyakinan
yg tdk akurat.
• Fokus asuhan: reevaluasi ide, nilai, harapan,
dan memulai menyusun perubahan kognitif

13
TERAPI KOGNITIF
Tujuan:
• Mengembangkan pola pikir yg rasional
• Menggunakan pengetesan realita
• Membentu perilaku dg pesan internal
Intervensi:
• Mengajar substitusi pikiran
• Penyelesaian masalah
• Memodifikasi percakapan diri negatif

14
TERAPI KELUARGA
• Seluruh kelg disertakan sbg unit
penanganan
• Semua masalah klg diidentifikasi dan
kontribusi dr masing-masing anggota thd
masalah yg dialami.
• Terdiri 3 fase: fase 1 (perjanjian), fase 2
(kerja), dan fase 3 (terminasi).
• Tujuan: meningkatkan fungsi keluarga.

15
Fase pertama
• Berkembangnya hubungan terapis –
keluarga
• Isu diidentifikasi
• Tujuan ditetapkan

16
Fase Kerja
• Mengubah pola interaksi
• Meningkatkan kompetensi individual
• Eksplorasi batasan, peraturan dan
harapan.

17
Fase Terminasi
• Keluarga melihat lagi proses yg dibuat utk
mencapai tujuan
• Cara-cara mengatasi isu yg timbul
• Mempertahankan perawatan yg
berkesinambungan

18
TERAPI KELOMPOK
• Perawat berinteraksi dg sekelompok klien
secara teratur.
• Tujuan: meningkatkan kesadaran diri,
meningkatkan hubungan interpersonal,
mengubah perilaku maladaptif.
• Ada 3 tahap: tahap permulaan, fase kerja,
dan tahap terminasi.

19
Fase Permulaan
• Peride orientasi
• Klien diorietasikan pd apa yg diperlukan
dlm interaksi
• Terapis sbg role model perilaku dg
mengusulkan struktur kelompok,
meredakan kecemasan, memfasilitasi
interaksi.

20
Fase Kerja
• Terapis membantu eksplorasi isu,
memfokuskan pada kondisi here and now
• Dukungan diberikan

21
Fase Terminasi
• Kelompok dihubungkan dan dilibatkan dlm
hub interpersonal
• Memberi umpan balik, dukungan, dan
toleransi thd perbedaan
• Didorong menyelesaikan masalah

22
TERAPI PERILAKU
• Premis: perilaku dipelajari, perilaku sehat
dapat dipelajari dan disubstitusi dari perilaku
tdk sehat.
• Teknik dasar terapi perilaku:
1. Role model
2. Kondisioning operan
3. Desensitisasi sistematis
4. Pengendalian diri
5. Terapi aversi (refleks kondisi)

23
Role Model
• Perawat memberi contoh perilaku adaptif.
• Klien mempelajari melalui praktek dan
meniru.
• Sering digunakan dg kondisioning dan
desensitisasi.

24
Kondisioning Operan
• Disebut juga penguatan positif
• Terapis memberi penghargaan kepada
klien utk perubahan perilaku yg positif.
• Klien akan berubah perilaku seiring
dengan penghargaan dan umpan balik
positif thd perilaku.
• Perilaku akan dipertahankan dan
ditingkatkan.

25
Desensitisasi Sistematis
• Untuk klien fobia
• Klien diperkenalkan pd stimulus yg
menimbulkan fobia sementara klien dlm
keadaan relaks.
• Stimulus ditingkatkan sementara klien
mengatasi kecemasan dan ketakutan yg
timbul.

26
Pengendalian Diri
• Klien dilatih belajar mengubah kata-kata
negatif sampai dapat mengendalikan diri.
• Hasil: penurunan tingkat distres mereka

27
Terapi Aversi
• Penguatan negatif
• Perilaku abnormal dirusak dengan
pengalaman ketidaknyamanan
• Klien belajar utk tdk mengulang perilaku
demi menghindar konsekuensi negatif
perilaku

28
TERAPI BERMAIN
• Premis: anak-anak akan berkomunikasi dg
baik melalui permainan dari pada dengan
kemampuan verbal.
• Perawat dpt mengkaji tingkat
perkembangan, status emosional,
hipotesa diagnostik, intervensi terapeutik.

29
TERAPI BERMAIN
Prinsip terapi bermain:
• Terapis membina hubungan yg hangat.
• Merefleksikan perasaan anak.
• Mempercayai anak dapat menyelesaikan
masalah.
• Interpretasi perilaku anak

30
TERAPI BERMAIN
Indikasi:
• Anak depresi
• Anak cemas
• Anak abuse
• Dewasa dg stres pasca trauma, gg
identitas disosiatif, abuse.

31
32

Anda mungkin juga menyukai