Rencana Aksi
Program Pendidikan dan
Pelatihan Talenta Untuk
Pengembangan SDM USU
Oleh ; Fahmi _Divisi SDM
Asesment Center Puspenkom_ USU 2025
INTRODUCTION & BACKGROUND
A. Pendahulan (Uraian Masalah) :
Universitas Sumatera Utara (USU) memiliki visi menjadi perguruan tinggi yang memiliki keunggulan akademik sebagai barometer kemajuan ilmu pengetahuan yang mampu
bersaing dalam tataran dunia global. Menyadari tanggung jawab tersebut, USU terus berkomitmen pada penerapan nilai-nilai BINTANG. Upaya dalam mencapai hal tersebut
kemudian diuraikan kedalam berbagai misi dan diuraikan kedalam beberapa strategi organisasi.
Keberadaan Sumber Daya Manusia yang unggul dapat mendorong USU dalam mengoptimalkan tujuan yang telah ditetapkan. Namun beberapa permasalahan SDM seperti
rendahnya kedisiplinan; semangat dan inisiatif kerja yang rendah; pimpinan yang tidak menguasai tupoksi dan tidak memberikan arahan dengan baik; masih terdapatnya rekan
kerja yang tidak mengerjakan tugas; masih terdapat konflik antar tim; tidak ada briefing pada seputar masalah (evaluasi); belum adanya lingkungan kerja yang harmonis dan
suportif pada leader serta Tenaga kependidikan yang masih kurang bertanggung jawab dalam melakukan pekerjaan yang kerap melimpahkan beban tugasnya kepada yang
lebih muda. Permasalahan tersebut berpotensi mengakibatkan rencana strategis yang telah ditetapkan USU menjadi terhambat, sehingga diperlukannya suatu tindakan yang
dapat mendorong optimalisasi kinerja SDM yang dimiliki.
Tekad menjadi universitas berstandar internasional perlu didukung dengan peningkatan kemampuan Sumber daya manusianya. Sejalan dengan itu, mengacu pada Peraturan
Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, bahwa Manajemen Pegawai Negeri Sipil adalah pengelolaan pegawai negeri sipil untuk
menghasilkan pegawai negeri sipil yang profesional, memiliki nilai dasar etika profesi, bebas dari intervensi politik bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Oleh karena itu Pendidikan dan Pelatihan harus menjadi alat untuk tercapainya daya guna dan hasil guna pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan.
INTRODUCTION & BACKGROUND
B. Rumusan Masalah (konteks)
Konsep pengembangan pegawai akan berjalan
lebih optimal jika diawali dengan analisa kebutuhan pelatihan C. Tujuan
yang tepat. Semua permintaan pelatihan perlu divalidasi untuk Mengeksplorasi dan mengusulkan
memastikan bahwa pelatihan tersebut sesuai dan diperlukan. bagaimana USU dapat membangun
Usaha dan waktu yang dibutuhkan untuk memvalidasi organisasi yang lebih terintegrasi dan
kebutuhan pelatihan sangat tergantung pada kualitas data efektif dalam memenuhi tujuan kolektif dan
atau bahkan data yang dimiliki serta dianalisi. Terkadang akuntabilitas bisnisnya.
masalah-masalah yang terjadi di organisasi tidak dapat
diselesaikan hanya dengan solusi pelatihan. Menilai efektivitas dan mengembangkan
talenta pegawai dengan mendukung
pengembangan karyawan sehingga USU
dapat menjadi organisasi yang
memberikan nilai tambah bagi para
pemangku kepentingan dan memberikan
kontribusi positif bagi masyarakat.
SITUATION ANALYSIS
A. HAMBATAN
1. Kesiapan yang berbeda dari unit-unit kerja di USU
2. Kepatuhan unit kerja terhadap standar dan pedoman
3. Kegiatan ini berpotensi berdampak pada inisiatif USU lainnya.
B. RUANG LINGKUP
Tujuan dan ruang lingkup proyek ini adalah untuk memanfaatkan tim lintas fungsi untuk merancang, merekomendasikan, dan mendukung
implementasi Talenta. Ruang lingkup pekerjaan meliputi desain, sosialisasi, pelatihan dasar, dan implementasi. Rekomendasi dan rencana aksi akan
disampaikan kepada _____ pada tanggal _____. Proyek ini akan dimulai pada ______.
Proyek mencakup hal-hal berikut:
Merancang dan merekomendasikan Program Pendidikan dan Pelatihan TALENTA USU
Sosialisasi proyek dan ruang lingkupnya kepada semua pemangku kepentingan
Mengidentifikasi kekurangan peran, tanggung jawab/wewenang, hubungan lintas fungsi, dan distribusi pekerjaan serta tingkatan pekerjaan di seluruh area.
Proyek Tidak mencakup :
Melaksanakan program secara mandiri
Pemyediaan fasilitas
SITUATION ANALYSIS
A. HAMBATAN.
B. RUANG LINGKUP
C. PROJECT MILESTONE / Tonggak pencapaian
Identifikasi kebutuhan pelatihan dilakukan untuk menemukan kebutuhan soft competency, managerial competency dan
specific/technical competency pada jabatan struktural USU dan pelaksana fungsional. Selesai
Penyusunan Road Map.
Menyiapkan Sosialisasi.
D. OUTCOME / HASIL
Organisasi yang mampu memenuhi tujuan dan sasaran yang dikembangkan dalam Rencana Bisnis.
Mencapai tingkat pelayanan dan kinerja yang lebih tinggi.
ROLES & ACCOUNTABILITIES
A. Sponsor : Rektor
(Secara jabatan lebih tinggi dari pengusul/pimpinan tertinggi organisasi)
Memberikan arahan dan dukungan untuk proyek.
Memvalidasi bahwa rencana proyek telah memenuhi kebutuhan organisasi.
Menyediakan sumber daya tim proyek
B. Steering Team
1. Kelompok Kerja : Bidang SDM dan Keuangan
2. Pemimpin Proyek/eksekutif desain sistem : Wakil Rektor II
3. Manager Proyek/Pelaksana Kegiatan : Kepala Divisi SDM
4. Koordinator proyek : Kepala Bagian Pelatihan
5. Anggota Tim : Bagian Pelatihan
6. Penasihat Proyek : -
ROLES & ACCOUNTABILITIES
A. Sponsor : Rektor
B. Steering Team
1. Kelompok Kerja : Bidang SDM dan Keuangan
Memutuskan prioritas dalam pelaksanaan program-program dalam proyek
Perjelas arah dan singkirkan segala hambatan.
2. Pemimpin Proyek/eksekutif desain sistem : Wakil Rektor II
Bernegosiasi dengan Pimpinan dan pemangku kepentingan agar proyek dapat berjalan dengan lancar
Atur dan seimbangkan proyek dengan prioritas dan sumber daya
Mengelola dan mengarahkan sumber daya luar: pendanaan, koordinator proyek, dan penasihat eksternal
3. Manager Proyek/Pelaksana Kegiatan : Kepala Divisi SDM
Manajer Proyek bertanggung jawab dalam perencanaan dan penjadwalan pelaksanaan.
Memimpin tim dalam menyelesaikan proyek tepat waktu dan sesuai batas dan batasan proyek
4. Koordinator proyek : Kepala Bagian Pelatihan
Pantau kemajuan proyek dan sub-proyek untuk memenuhi pencapaian dan tanggal penyelesaian dengan otoritas pemantauan.
Membantu memfasilitasi proses tim implementasi.
Memberikan dan memfasilitasi pelatihan sebagai penasihat internal
5. Anggota Tim : Bagian Pelatihan
Bertindak sebagai penghubung dengan Direktur/Manajer/Kepala Bagian.
Mengkomunikasikan kembali kepada tim proyek mengenai permasalahan yang dihadapi.