ENCODER DAN
DECODER
2024
DECODER (PEMECAH KODE)
Decoder: Rangkaian digital yang dapat mengubah
bilangan biner menjadi bilangan desimal.
- Mengkonversi n input dan dikeluarkan ke
dalam bentuk 2n bit output
- Dapat dibangun menggunakan AND atau
OR Gate
- Jumlah input (masukan) < Jumlah output
(keluaran)
FUNGSI UTAMA
Dekripsi Data: Mengubah data terenkripsi kembali ke
bentuk aslinya sehingga dapat dibaca atau diproses.
Pemrosesan Sinyal: Mengubah sinyal yang telah
diubah oleh encoder kembali ke bentuk aslinya.
Contohnya adalah sinyal digital yang diubah kembali
menjadi sinyal analog.
Pemulihan Data: Membantu memulihkan data asli dari
format yang terkompresi atau dikodekan.
PRINSIP KERJA
Input Data: Data yang telah di-encode diambil
sebagai input.
Transformasi: Data tersebut kemudian diubah
kembali ke format aslinya atau format yang dapat
dipahami menggunakan algoritma tertentu.
Output Data: Hasil dari proses transformasi ini adalah
data yang telah didecode, siap untuk digunakan atau
dipahami.
JENIS-JENIS DECODER
Binary Decoder: Mengubah input biner menjadi
output tertentu. Contoh: decoder biner 2-to-4 yang
mengubah dua input biner menjadi empat output.
BCD to 7-segment Decoder: Mengubah kode BCD
(Binary-Coded Decimal) menjadi format yang dapat
ditampilkan pada tampilan 7-segment. Sering digunakan
dalam kalkulator digital dan jam elektronik.
Address Decoder: Digunakan dalam memori
komputer untuk memilih lokasi memori tertentu
berdasarkan alamat biner yang diberikan.
Phase Decoder: Digunakan dalam sistem komunikasi
2 TO 4 DECODER
RANGKAIAN 2 TO 4
DECODER
3 TO 8 DECODER
RANGKAIAN 3 TO 8
DECODER
7-segmen display
ENCODER (PENYANDI)
Encoder: Rangkaian digital yang dapat mengubah
bilangan desimal menjadi bilangan biner
- Mengkonversi 2n input dan dikeluarkan
ke dalam bentuk n bit output
- Banyak digunakan untuk kompresi data
- Dapat dibangun menggunakan AND atau
OR Gate
- Jumlah input (masukan) > Jumlah output
(keluaran)
FUNGSI UTAMA
Pengkodean Data: Mengubah data input menjadi
kode yang lebih ringkas atau efisien untuk transmisi atau
penyimpanan. Misalnya, dalam komunikasi digital, sinyal
analog dikonversi menjadi sinyal digital.
Kompressi Data: Dapat mengurangi ukuran data
dengan menghilangkan redundansi. Contohnya adalah
kompresi gambar atau video.
Keamanan: Dapat mengubah data ke dalam bentuk
yang tidak dapat dibaca oleh pihak yang tidak
berwenang, seperti dalam enkripsi data.
PRINSIP KERJA
Input Data: Data mentah dalam berbagai bentuk
(misalnya, teks, gambar, audio, video) diambil sebagai
input.
Transformasi: Data tersebut kemudian diubah
menjadi format biner atau format terkompresi lainnya
melalui algoritma tertentu.
Output Data: Hasil dari proses transformasi ini adalah
data yang telah di-encode, siap untuk disimpan, dikirim
atau diproses lebih lanjut.
JENIS-JENIS ENCODER
Binary Encoder: Mengubah data input dari format biner
menjadi kode output tertentu. Contoh: encoder biner 4-to-2
yang mengubah empat input biner menjadi dua output biner.
Priority Encoder: Menghasilkan kode output berdasarkan
input prioritas tertinggi yang aktif. Jika beberapa input aktif,
input dengan prioritas tertinggi yang akan diproses.
Rotary Encoder: Mengukur pergerakan rotasi dan
mengubahnya menjadi sinyal digital. Banyak digunakan
dalam aplikasi industri untuk mendeteksi posisi atau
kecepatan.
Optical Encoder: Menggunakan sinar cahaya dan sensor
optik untuk mendeteksi perubahan posisi atau gerakan.
Sering digunakan dalam perangkat presisi seperti printer dan
4 TO 2 ENCODER
D0 = A1 +
A3
D1 = A2 +
A3
8 TO 3 ENCODER
10 LINE TO 4 LINE ENCODER