Lesson Plan
for Deep
Learning
TIM TRAINER
AGENDA
AGENDA
1. Introduction 30 4. Reflection 5
menit menit
2. Connection 30 5. Extension 5
menit menit
3. Application 110
menit
INTRODUCTION
30 Menit
3
Ice breaking
“lesson plan puzzle”
CONNECTION
30 Menit
5
Studi Kasus
Lesson Plan
“Konvensional vs Mendalam”
APPLICATION
110 Menit
7
Pengantar
1. Lesson plan bukan sekadar rincian kegiatan mengajar,
melainkan alat strategis untuk mendesain pengalaman
belajar yang bermakna, kontekstual, dan mendorong
pengembangan kompetensi abad ke-21 (6C) atau 8 dimensi
profil lulusan
2. Perencanaan pembelajaran mendalam memadukan tujuan
kurikulum dengan kebutuhan dan konteks siswa, serta
memberikan ruang bagi eksplorasi, kreativitas, refleksi, dan
keterlibatan aktif siswa.
Ciri-Ciri Perencanaan
Pembelajaran Mendalam
1. Berbasis Kompetensi (6C) – Fokus pada pengembangan karakter,
kewargaan, kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan berpikir kritis.
2. Berorientasi pada Masalah dan Tantangan – Siswa dihadapkan pada
situasi nyata yang membutuhkan pemecahan atau penciptaan solusi.
3. Mengintegrasikan Refleksi dan Penilaian Autentik – Refleksi menjadi
bagian dari proses, bukan sekadar evaluasi akhir.
4. Menggunakan Strategi Beragam dan Inklusif – Memfasilitasi gaya
belajar berbeda dan partisipasi aktif semua siswa.
5. Fleksibel dan Adaptif – Rencana pembelajaran bersifat terbuka untuk
penyesuaian berdasarkan dinamika kelas dan umpan balik proses
Prinsip Desain Lesson Plan yang Efektif
• Fokus pada pengalaman belajar, bukan hanya aktivitas
mengajar.
• Sertakan kegiatan eksploratif yang memantik rasa ingin
tahu.
• Pertimbangkan keberagaman siswa (inklusi, latar
belakang, gaya belajar).
• Pastikan adanya student voice dan ruang inisiatif siswa.
Komponen Perencanaan Pembelajaran
Mendalam
1 Identifika 2 Desain
si
a. Mengidentifikasi kesiapan peserta Pembelajaran
a. Menentukan capaian pembelajaran
didik b. Menentukan topik pembelajaran yang kontekstual dan
b. Memahami karakteristik relevan
materi pelajaran c. Mengintegrasikan lintas disiplin ilmu yang relevan dengan
c. Menentukan dimensi profil topik
Lulusan d. Menentukan tujuan pembelajaran
e. Menentukan kerangka pembelajaran (praktis pedagogis,
kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran,
pemanfaatan digital)
4 Asesme 3 Pengalaman
n
a. Asesmen pada awal Belajar
a. Merancang pembelajaran dengan prinsip berkesadaran,
pembelajaran bermakna, dan menggembirakan
b. Asesmen pada proses b. Merancang tahapan pembelajaran dengan langkah-langkah
pembelajaran kegiatan awal, inti dan penutup.
c. Asesmen pada akhir c. Mendeskripsikan pengalaman belajar memahami,
pembelajaran mengaplikasi, dan merefleksi
Peserta Didik: Identifikasi kesiapan peserta didik sebelum belajar, seperti pengetahuan awal, minat, latar belakang, dan kebutuhan belajar,
serta aspek lainnya
Materi Pelajaran: Tuliskan analisis materi pelajaran seperti jenis pengetahuan yang akan dicapai, relevansi dengan
kehidupan nyata peserta didik, tingkat kesulitan, struktur materi, serta integrasi nilai dan karakter, dan lainnya
Dimensi Profil Lulusan: Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran
Identifikasi
Capaian Pembelajaran : Tuliskan capaian pembelajaran sesuai fase
Lintas Disiplin Ilmu : Tuliskan disiplin ilmu dan/atau mata pelajaran yang relevan
Tujuan Pembelajaran : Merupakan pernyataan yang merumuskan kompetensi yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik
setelah menyelesaikan suatu proses pembelajaran. Tujuan ini mencakup aspek utama, yaitu subjek belajar, pengetahuan keterampilan
atau sikap yang harus dikuasai dengan kata kerja operasional yang terukur, kondisi atau konteks peserta didik mendemonstrasikan
kompetensinya, serta tingkat pencapaian yang menjadi indikator keberhasilan. Jika lebih dari satu pertemuan maka tuliskan tujuan
pembelajaran setiap pertemuannya
Topik Pembelajaran: Tuliskan topik pembelajaran yang relevan dengan capaian dan tujuan pembelajaran
Desain Praktik Pedagogis: Model/Strategi/Metode yang ditentukan oleh guru untuk mencapai tujuan belajar dalam
Pembelajara mencapai dimensi profil lulusan. Contoh: pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek,
pembelajaran inkuiri, pembelajaran kontekstual, dan sebagainya
n
Kemitraan Pembelajaran: Mitra kerjasama untuk berkolaborasi dan berperan dalam pembelajaran (lingkungan sekolah, lingkungan luar
sekolah, masyarakat). Misalnya guru bidang studi lain, peserta didik lain, orang tua, komunitas, tokoh masyarakat, dunia usaha dan
dunia industri kerja, institusi, atau mitra profesional
Lingkungan Pembelajaran: Lingkungan pembelajaran yang mengintegrasikan antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya
belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam. Contoh: lingkungan sekolah, Learning Management System (LMS), dukungan
guru untuk meningkatkan keaktifan peserta didik
Pemanfaatan Digital: Pemanfaatan teknologi digital menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual.
Contoh: perpustakaan digital, forum diskusi daring, dan penilaian daring
Langkah-Langkah Pembelajaran
AWAL (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)
Pembuka dari proses pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik sebelum memasuki inti pembelajaran.
Kegiatan dalam tahap ini meliputi orientasi yang bermakna, apersepsi yang kontekstual, dan motivasi yang menggembirakan
INTI
Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip
pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus
dilaksanakan dalam satu kali pertemuan
Memahami (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal
berkesadaran, bermakna, menggembirakan) 1.
Pengalama 2.
n Belajar
Mengaplikasi (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal
berkesadaran, bermakna, menggembirakan) 1.
2.
Merefl eksi (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal
berkesadaran, bermakna, menggembirakan) 1.
2.
PENUTUP (Tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan)
Tahap akhir dalam proses pembelajaran yang bertujuan memberikan umpan balik yang konstruktif kepada siswa atas pengalaman
belajar yang telah dilakukan, menyimpulkan pembelajaran, dan siswa terlibat dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya.
Asesmen pada Awal Pembelajaran: Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as
learning, assessment fior learning, dan assessment ofi learning. Tentukan metode atau
Asesmen Asesmen pada Proses Pembelajaran: cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian
Pembelajara kompetensi peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja,
n Asesmen pada Akhir Pembelajaran: Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Selfi
Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya
Contoh Pembelajaran
Mendalam
6 Tujuan 9 Lingkungan Pembelajaran
Pembelajaran 1. Ruang Fisik: lingkungan di sekitar Sungai Ciliwung
1. Memahami
Peserta pentingnya keanekaragaman hayati
didik mampu: 2. Ruang Virtual: platform daring untuk diskusi dengan
dalam ekosistem teman
2. Mengidentifikasi dampak aktivitas manusia 3. Budaya Belajar: kolaboratif, berpartisipasi aktif,
terhadap keseimbangan ekosistem dan rasa ingin tahu
3. Melaksanakan proyek kreatif berbasis solusi
1 Pemanfaatan Digital
lingkungan untuk mencegah pencemaran pada 0 1. Perencanaan: LMS
ekosistem
2. Pelaksanaan: pertemuan daring, video, perpustakaan
7 Praktik Pedagogis daring
3. Asesmen: asesmen daring
1. Pembelajaran Berbasis Proyek
2. Diskusi kelompok, eksplorasi lapangan,
wawancara, dan presentasi
8 Mitra Pembelajaran
1. Komunitas Peduli Ciliwung (KPC)
2. Pengelola Bank Sampah Sungai
Ciliwung
3. Masyarakat Sekitar Sungai Ciliwung
Contoh Pembelajaran
Mendalam
1 Langkah-Langkah
1
Pembelajaran
Awal (Berkesan,
Bermakna)
1 Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan sapaan ramah untuk menciptakan
suasana positif
2 Guru menerapkan teknik permainan pemusatan
konsentrasi
3 Guru memulai dengan video singkat perbedaan kondisi sungai yang bersih
dan tercemar
4 Guru memberikan pertanyaan pemantik “Bagaimana kondisi makhluk hidup pada kedua sungai tersebut?ˮ untuk menstimulasi empati
peserta didik
5 Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan pada websites tentang Sungai Ciliwung
yang Tercemar
6 Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk menumbuhkan kesadaran pencemaran sungai akibat sampah
sehingga berdampak pada kondisi makhluk hidup di sungai
“Apa penyebab terjadinya pencemaran sungai?ˮ
“Apakah sungai yang tercemar mempengaruhi kondisi makhluk hidup di sana?ˮ
7 Memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan menghubungkan dengan peran
peserta didik "Apa yang bisa kita lakukan untuk melestarikan sungai kita?"
Contoh Pembelajaran
Mendalam
1 Langkah-Langkah
1
Pembelajaran
Inti (bermakna,
menggembirakan)
Memaha Mengaplika
mi si
1 Berdiskusi, membaca artikel, eksplorasi sumber informasi pada 1 Peserta didik melakukan kunjungan lapangan ke Sungai
buku, e-book, artikel, dan websites melalui internet tentang Ciliwung untuk mengidentifikasi masalah kelangsungan
keanekaragaman hayati dan ekosistem sungai ekosistem sungai
2
a. Apa definisi ekosistem? Peserta didik melakukan interview dengan masyarakat di
b. Apa saja macam-macam ekosistem? sekitar sungai ciliwung
c. Apa definisi keanekaragaman hayati? 3
Peserta didik menyimak penjelasan dari Komunitas Peduli
d. Mengapa keanekaragaman hayati penting bagi
Ciliwung dan Pengelola Bank Sampah
kelangsungan ekosistem?
4
e. Apakah aktivitas manusia mempengaruhi kelangsungan Guru dan narasumber menumbuhkan kesadaran kepada
ekosistem sungai? Peserta didik tercemarnya sungai akibat sampah yang tidak
5 dikelola dengan baik
2 Membuat peta konsep tentang ekosistem, keanekaragaman
hayati, dan kelangsungan ekosistem sungai Peserta didik berdiskusi dengan teman melalui zoom dan guru
6 pendamping untuk merancang proyek pengelolaan sampah
Peserta didik mengembangkan proyek pengelolaan sampah di
sekolah contohnya: membuat tempat sampah berdasarkan
jenisnya, ecobrick, 3R, bank sampah, dan sebagainya (dilakukan
diferensiasi produk/ide)
Contoh Pembelajaran
Mendalam
1 Langkah-Langkah
1
Pembelajaran
Inti (bermakna, Penutup
menggembirakan) (berkesadaran)
1 Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran
Merefleksi (berkesadaran,
Peserta didik melakukan uji coba proyek dan atau 2 Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
1
bermakna)
mempresentasikan hasil proyeknya selanjutnya dan strategi belajar yang akan digunakan (contoh:
topik yang akan dipelajari, mitra yang akan diundang,
2 Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman, guru, dan eksperimen yang akan dilakukan, sumber/media pembelajaran
salah satu narasumber dari Komunitas Peduli Ciliwung dan yang digunakan)
Pengelola Bank Sampah 3
3 Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai
Peserta didik membuat jurnal refleksi individu terhadap pencapaian proyeknya
proyek yang telah dilakukan
4
Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap
pencapaian tujuan pembelajaran
5
Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
setelah belajar
Contoh Pembelajaran
Mendalam
12 Asesmen Pembelajaran
Asesmen pada Awal
Pembelajaran
Asesmen pada Proses
Pembelajaran
Asesmen pada Akhir
Pembelajaran
Contoh Lesson Plan/RPP/MA
Tugas Pembelajaran Mendalam Global: Hak Anak
PBB
Tujuan dan Deskripsi Tugas:
Pelajar dari berbagai negara diundang untuk berpartisipasi dalam tugas pembelajaran mendalam global tentang
hak-hak anak PBB. Mereka akan berbagi wawasan dari perspektif negara masing-masing melalui diskusi daring
dan refleksi kolaboratif.
Tujuan Utama:
Membantu siswa mengeksplorasi, memahami, dan menciptakan produk pembelajaran yang meningkatkan
kesadaran tentang hak-hak anak di tingkat lokal maupun global.
Instruksi untuk Pendidik & Siswa:
Sebelum 1 Mei:
Pendidik dan siswa membaca dokumen terkait Hak Anak PBB.
Siswa memilih salah satu hak anak yang mereka anggap penting dan relevan dengan kehidupan mereka.
Siswa mempersiapkan produk kreatif seperti video, artikel, seni, atau diskusi daring untuk dibagikan selama acara.
Selama (1-10 Mei):
Siswa dan pendidik berpartisipasi dalam diskusi langsung di Twitter menggunakan tagar #NPDLchildrights.
Pertanyaan dan diskusi akan memicu refleksi lebih dalam tentang hak-hak anak dan aplikasinya di berbagai
negara.
Siswa berbagi hasil karya mereka, mendiskusikan ide dengan peserta global, dan mendapatkan umpan balik dari
komunitas pembelajaran mendalam.
Setelah Lab Pembelajaran di Toronto:
Siswa dan guru didorong untuk terus berdiskusi secara daring dan berbagi refleksi mereka tentang pengalaman
belajar ini.
Hasil pembelajaran dapat dipresentasikan kembali di forum global sebagai bagian dari jaringan pembelajaran
mendalam.
Koneksi dengan Dimensi Pembelajaran NPDL:
Tugas ini berkontribusi pada pengembangan beberapa keterampilan utama dalam pembelajaran mendalam,
seperti:
Kolaborasi – bekerja sama dalam komunitas global.
Kreativitas – menciptakan produk pembelajaran inovatif.
1. My action plan is that I will contact my MP (member of parliament) to help keep kids
safe from kidnapping.
2. My team is building H2O filters to remove mercury for FNMI (First Nations Metis Inuit)
communities. #npdlchildrights @ocdsb @TheGlobalGoals
3. Madison and Miranda, you have the right to a name. You have a right to a nationality.
#npdlchildrights @scdsb
Contoh Lesson Plan: Perubahan Iklim
Tujuan dan Deskripsi Tugas: Siswa akan mempelajari dampak perubahan iklim, serta peran individu dan komunitas dalam mengatasi
permasalahan ini. Mereka akan berdiskusi dan berkolaborasi dengan teman sebaya untuk menghasilkan solusi nyata yang dapat
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan Utama:
[Link] penyebab dan dampak perubahan iklim secara lokal dan global.
[Link] solusi yang dapat diterapkan untuk mengurangi dampak perubahan iklim.
[Link] kesadaran siswa terhadap pentingnya aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim.
[Link] keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi.
Instruksi untuk Pendidik & Siswa:
Sebelum Kegiatan:
[Link] memberikan materi bacaan terkait perubahan iklim, khususnya fenomena di Indonesia dan dampaknya secara global.
[Link] diminta untuk mengamati lingkungan sekitar mereka dan mencatat tanda-tanda perubahan iklim yang terjadi (misalnya,
peningkatan suhu, cuaca ekstrem, atau polusi udara).
[Link] memilih satu isu perubahan iklim yang menurut mereka paling relevan dengan kehidupan mereka.
[Link] menyiapkan bahan untuk diskusi, seperti artikel, video, atau presentasi singkat.
Selama Kegiatan:
[Link] dan pendidik berpartisipasi dalam diskusi kelompok tentang berbagai aspek perubahan iklim.
[Link] berbagi temuan mereka tentang tanda-tanda perubahan iklim di lingkungan sekitar.
[Link] membuat proyek kreatif, seperti poster, video pendek, atau infografis, yang menjelaskan dampak perubahan iklim di Indonesia
dan dunia.
[Link] tentang bagaimana kebijakan pemerintah dan organisasi internasional dalam menangani perubahan iklim.
[Link] debat dengan peran berbeda (misalnya, pemerintah, aktivis lingkungan, petani, pengusaha) untuk memahami perspektif yang
beragam.
Setelah Kegiatan:
[Link] mengembangkan rencana aksi individu atau kelompok untuk mengurangi dampak perubahan iklim, seperti gerakan hemat
energi, daur ulang, atau kampanye kesadaran lingkungan.
[Link] melalui jurnal pribadi atau diskusi daring tentang apa yang telah mereka pelajari.
[Link] pembelajaran dipresentasikan dalam forum sekolah atau media sosial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
Koneksi dengan Dimensi Pembelajaran:
•Kolaborasi: Siswa bekerja sama dalam tim untuk menyusun proyek dan diskusi.
•Kreativitas: Siswa menciptakan produk pembelajaran inovatif, seperti infografis dan video kampanye.
•Karakter: Menumbuhkan kepedulian sosial terhadap lingkungan dan tanggung jawab terhadap masa depan bumi.
•Komunikasi: Siswa berbagi ide dan temuan mereka dalam berbagai bentuk media.
•Warga Negara Global: Memahami isu perubahan iklim dalam konteks global dan bagaimana aksi lokal dapat berkontribusi pada solusi
dunia.
Lima Kondisi Pembelajaran yang Mempengaruhi
Penyebaran Pembelajaran Mendalam
Dimensi Terbatas Muncul Dipercepat Maju
Tidak ada strategi pembelajaran Strategi pembelajaran mendalam mulai Terdapat strategi tertulis dan dipahami Strategi yang jelas, terintegrasi, dan
mendalam, tujuan, atau rencana muncul secara formal maupun informal. secara luas yang mengintegrasikan didukung oleh sistem yang kuat,
Visi dan Tujuan implementasi yang jelas. Fokus pada Beberapa proses eksperimental sedang pembelajaran mendalam dengan memastikan bahwa semua siswa
mata pelajaran akademik tradisional. berlangsung. pengembangan kompetensi global. mengalami pembelajaran mendalam.
Pemimpin hanya mengandalkan peran Pemimpin pembelajaran mulai Pemimpin pembelajaran telah Ada budaya kepemimpinan kolaboratif
dan struktur formal, dan pembelajaran menciptakan lingkungan yang
mengadopsi pendekatan berbasis di mana guru dan siswa diberdayakan
Kepemimpinan mendalam lebih bersifat tambahan kolaborasi dengan guru dan siswa, memungkinkan guru dan siswa untuk untuk memimpin pembelajaran
daripada bagian inti dari proses mendukung inovasi dalam pengajaran. bereksperimen dengan strategi mendalam secara sistematis.
pembelajaran. pembelajaran mendalam.
Kolaborasi antara pemimpin, guru, dan Kolaborasi mulai berkembang, dan ada Budaya berbagi dan refleksi Budaya kolaboratif yang kuat di semua
tingkatan, dengan dukungan yang luas
siswa sangat terbatas. Struktur upaya membangun budaya kerja sama berkembang pesat, dan komunitas
Budaya Kolaboratif untuk pembelajaran mendalam sebagai
pendukung minim, dan inovasi tidak yang lebih kuat untuk mendukung belajar profesional semakin aktif dalam
bagian dari sistem pendidikan yang
terkoordinasi dengan baik. pembelajaran mendalam. mendukung pembelajaran mendalam.
lebih besar.
Hubungan antara tujuan pembelajaran
Pembelajaran mendalam hanya terjadi Tujuan pembelajaran jelas dihubungkan Tujuan pembelajaran dan strategi
dan strategi pembelajaran mendalam
Pendalaman dalam ruang lingkup yang terbatas dan dengan strategi pembelajaran pembelajaran mendalam diterapkan
mulai diperjelas, dengan beberapa
Pembelajaran tidak terintegrasi ke dalam kurikulum eksperimen yang bertujuan mendalam yang inovatif, dan terdapat secara luas dan didukung oleh evaluasi
utama. dukungan untuk praktik reflektif. berbasis data serta praktik inovatif.
meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Evaluasi masih menggunakan alat dan Metode evaluasi campuran mulai Guru dan pemimpin menggunakan alat Evaluasi bersifat dinamis, menggunakan
Pengukuran dan metode tradisional, dengan sedikit digunakan untuk mengukur evaluasi yang lebih canggih untuk berbagai alat inovatif untuk mengukur
Evaluasi Baru inovasi dalam mengukur dampak perkembangan siswa dalam kompetensi melacak kemajuan siswa dan dampak pembelajaran mendalam
pembelajaran mendalam. global dan pembelajaran mendalam. menyesuaikan strategi pembelajaran. secara komprehensif.
Praktik Merancang Lesson Plan
Peer feedback
Gallery Walk
&
Umpan Balik
Penyusunan Action Plan
REFLECTION
5 Menit
26
KOMITMEN KU
Minggu depan
akan ku mulai
EXTENSION
5 Menit
28
Peran Kunci
Perencanaan pembelajaran mendalam menuntut guru
untuk berpikir strategis, reflektif, dan berorientasi pada
pengalaman belajar yang transformatif. Lesson plan
bukan sekadar dokumen administratif, tetapi peta
perjalanan belajar yang kaya, dinamis, dan
memberdayakan.
LOGO PACK
TERIMA KASIH
Telepon
+123 456 7890
Email
hello@[Link]
Alamat
123 Anywhere Street, Any City