0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan40 halaman

Interaksi Obat dan Makanan: Dampak dan Mekanisme

Interaksi antara obat dan makanan dapat mempengaruhi efektivitas obat, baik dengan meningkatkan atau menurunkan penyerapan dan ketersediaan hayati obat. Beberapa makanan, suplemen, dan alkohol dapat berinteraksi dengan obat, mengubah metabolisme dan efek sampingnya. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan waktu dan jenis makanan yang dikonsumsi bersamaan dengan obat untuk menghindari efek negatif.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan40 halaman

Interaksi Obat dan Makanan: Dampak dan Mekanisme

Interaksi antara obat dan makanan dapat mempengaruhi efektivitas obat, baik dengan meningkatkan atau menurunkan penyerapan dan ketersediaan hayati obat. Beberapa makanan, suplemen, dan alkohol dapat berinteraksi dengan obat, mengubah metabolisme dan efek sampingnya. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan waktu dan jenis makanan yang dikonsumsi bersamaan dengan obat untuk menghindari efek negatif.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Interaksi Obat-

Makanan
Apt. Melati Aprilliana Ramadhani, M. Farm
INTERAKSI OBAT DAN
MAKANAN, BISAKAH????
 Interaksi obat tidak hanya terjadi antara
obat saja
 Namun dapat juga terjadi antara obat
dengan makanan.
 Ada obat-obat tertentu yang jika berinteraksi
Pendahulu dengan makanan, maka akan meningkatkan
an kinerja obat, namun ada juga yang dapat
menurunkan kerja obat, bahkan dpt
meningkatkan toksisitas bagi tubuh
 Makanan juga dapat mengurangi atau
meningkatkan penyerapan obat.
 Interaksi obat dan makanan dapat terjadi ketika
makanan yang dimakan mempengaruhi efek obat
tersebut.
 Contoh reaksi :
 Makanan dpt mempercepat/memperlambat efek
obat
 Beberapa obat tertentu dapat menyebabkan
vitamin dan mineral tidak bekerja secara tepat
 Menyebabkan hilang/bertambah nafsu makan
 Obat dpt mempengaruhi nutrisi tubuh
 Penggunaan obat berpengaruh secara signifikan
pada metabolisme dan bioavailabilitas makanan
serta nutrisi dalam tubuh.
 Obat dapat mengubah persepsi rasa, absorpsi dan
metabolisme makanan.
 Hal ini menyebabkan perubahan pada status nutrisi
seseorang seperti menurunnya mineral, vitamin dari
sistem digesti, atau gangguan berat badan.
 Makanan yang mengandung zat aktif dapat
berinteraksi terhadap obat tertentu sehingga
menghasilkan efek samping.
 Makanan atau nutrisi yang dimaksud
terdiri dari :
 Makanan
 Suplemen diet
 Alkohol
• Dengan mengkonsumsi beberapa zat ini
dapat mengubah efek dari obat.
 Obat dan makanan yang digunakan secara
peroral diserap melalui usus kecil.
 Adanya makanan pada saluran cerna dapat
mengurangi penyerapan dari obat.
 Untuk menghindarinya, obat diberikan satu jam

Makanan sebelum makan atau dua jam setelah makan.


 Diet serat juga mempengaruhi penyerapan obat.
 Pektin dan serat larut lainnya memperlambat
penyerapan acetaminophen, yang digunakan
sebagai obat penghilang rasa sakit.
 Suplemen dapat berinteraksi dengan
beberapa obat.
 Co :
 Teofilin adalah obat diberikan untuk
Suplemen mengobati asma mengandung xanthines,
Diet yang juga ditemukan dalam teh, kopi,
cokelat dan sumber-sumber kafein.
Mengkonsumsi kafein bersamaan dengan
teofilin dapat meningkatkan risiko toksik
pada obat.
 Alkohol mempengaruhi proses tubuh dan
berinteraksi dengan banyak obat.
 Alkohol adalah obat yang dapat berinteraksi
dengan hampir setiap obat, terutama
antidepresan dan obat lain yang

Alkohol mempengaruhi otak dan sistem saraf.


 Co :
 Alkohol dengan metronidazole dapat
menyebabkan flushing, sakit kepala,
jantung berdebar, mual dan vomiting.
 Suatu penyakit selalu membutuhkan terapi
pengobatan dengan frekuensi penggunaan
yg tetap dari bermacam-macam obat.
 Interaksi obat – makanan dapat merubah
efek obat,efek terapi dan efek samping
dari pengobatan tergantung dari keadaan
nutrisi.
 Interaksi obat–makanan dapat merubah
efikasi dgn hasil yang panjang/lama atau
pengulangan/kunjungan kembali ke
fasilitas kesehatan
1. Pengosongan lambung
 Perubahan motilitas lambung dan usus,
terutama kecepatan pengosongan
Faktor yang lambung pada saat masuknya makanan
mempengar  Pada kasus tertentu, misal setelah
uhi interaksi pemberian laksansia, maka di usus besar
Obat- dpt terjadi absorbsi obat yg cukup besar
makanan  Peranan jenis makanan yang masuk ke
dalam usus akan sangat mempengaruhi
kecepatan dan jumlah obat yg diabsorbsi
 Efek perubahan dalam komponen-komponen
makanan , adanya :
1. Protein
 Contoh: dalam penggunaan Levadopa untuk
mngendalikan tremor pada penderita

Komponen Parkinson. Akibatnya, kondisi yang diobati


mungkin tidak terkendali dengan baik. Hindari
Makanan atau makanlah sesedikit mungkin makanan
berprotein tinggi
2. Lemak
 Contoh : Efek griseofulvin dpt meningkat,
karena obat diminum pada saat pasien
mimum/makan bersama dengan makanan yg
berlemak, mis: daging sapi, mentega, ayam, dll
3. Karbohidrat
 mempunyai efek sedikit pada metabolism obat,
walaupun banyak makan glukosa, maka dapat
menghambat metabolism barbiturate, dan
dengan demikian memperpanjang waktu tidur.
 Kelebihan glukosa juga mengakibatkan
berkurangnya kandungan sitokrom P-450 hati
dan memperendah aktivitas bifenil-4-
hidroksilase.
 Sumber karbohidrat: roti, biscuit, kurma, jelli, dan
lain- lain
4. Vitamin
• Co :
[Link] A dan Vit B dengan antasida,
menyebabkan penyerapan vitamin
berkurang
[Link]. C dengan besi, akibatnya penyerapan
besi meningkat
[Link]. D dengan fenitoin, akibatnya efek vit.
D berkurang
[Link]. E dgn besi, akibatnya aktivitas vit. E
menurun
5. Mineral
• Unsur – unsure yang telah terbukti mempengaruhi metabolisme
obat ialah: besi, kalium, kalsium, magnesium, zink, tembaga,
selenium, dan iodium.
• Makanan yang tidak mengandung magnesium juga secara nyata
mengurangi kandungan lisofosfatidilkolin, suatu efek yang juga
berhubungan dengan berkurangnya kapasitas memetabolisme
hati.
• Besi yang berlebih dalam makanan dapat juga menghambat
metabolisme obat.
• Kelebihan tembaga mempunyai efek yang sama seperti
defisiensi tembaga, yakni berkurangnya kemampuan untuk
memetabolisme obat dalam beberapa hal. Jadi ada level
optimum dalam tembaga yang ada pada makanan untuk
memelihara metabolism obat dalam tubuh
 Penggunaan obat bersama makanan tidak hanya
dapat menyebabkan perlambatan absorbsi, tetapi
juga mempengaruhi jumlah obat yang diabsorbsi.
 Contoh :

Berkurangn  Penisilamin, jika digunakan setelah makan, maka


ketersediaan hayatinya jauh lebih kecil
ya dibandingkan jika obat digunakan dalam keadaan
Ketersediaa lambung kosong. Hal ini dikarenakan adanya
pengaruh laju pengosongan lambung terhadap
n Hayati absorbsi obat
 Efek griseofulvin dpt meningkat, karena obat
diminum pada saat pasien mimum/makan
bersama dengan makanan yg berlemak, mis:
daging sapi, mentega, ayam, dll
 Ph lambung dan usus mudah berubah
dengan adanya makanan
 Ph lambung dan usus dua belas jari
setelah makan, dalam waktu 1 jam, ph
Pengaruh akan bergeser ke ph yang lebih tinggi
(maksimum sekitar ph 5)
pH
 Dan sebaliknya ph usus dua belas jari
akan turun dalam waktu 0,5-3 jam
setelah makan (rata2 ph = 5,5)
 Fase yang terlibat dalam interaksi obat-
Fase dalam makanan adalah :
Interaksi [Link] Farmasetis
Obat- [Link] farmakokinetik
Makanan [Link] farmakodinamik
 Adalah merupakan fase awal dari hancur dan
terdisolusinya obat.
 Beberapa makanan dan nutrisi mempengaruhi hancur
dan larutnya obat.
 Maka dari itu, keasaman makanan dapat mengubah
efektifitas dan solubilitas obat-obat tertentu.

Fase  Salah satu obat yang dipengaruhi pH lambung adalah


saquinavir, inhibitor protease pada terapi HIV.
Farmasetis  Ketersediaan hayatinya meningkat akibat solubilisasi
yang diinduksi oleh perubahan pH lambung.
 Makanan dapat meningkatkan pH lambung, disisi lain
juga dapat mencegah disolusi beberapa obat seperti
isoniazid
 Interaksi obat dan makanan paling signifikan
terlibat dalam proses absorbsi.
 Usus halus, organ penyerapan primer, berperan
penting dalam absorbsi obat.
 Fungsi usus halus seperti motilitas atau afinitas
Fase obat untuk menahan sistem karier usus halus,
Farmakokine dapat mempengaruhi kecepatan dan tingkat
absorbsi obat.
tik  Makanan dan nutrien dalam makanan dapat
meningkatkan atau menurunkan absorbsi obat
dan mengubah ketersediaan hayati obat.
Interaksi
makanan yg
dpt
meningkatkan
absorbsi obat
Interaksi
makanan yg
dpt
menurunkan
absorbsi obat
Obat beserta
efek dan
mekanisme
dlm tubuh
• Makanan yang mempengaruhi tingkat ionisasi dan
solubilitas atau reaksi pembentukan khelat, dapat
mengubah absorbsi obat secara signifikan.
Misalnya pada reaksi pembentukan khelat pada :
a. Interaksi tertrasiklin dan Ca dalam susu atau
antasida
b. Interaksi Fe-tetrasiklin, fluoroquinolone,
ciprofloxacin, ofloxacin, lomeflox, dan enoxacin.
Ketersediaan hayati ciprofloxacin dan oflo
menurun 52% dan 64% karena adanya Fe
c. Zink-floroqinolon = menghasilkan senyawa
inaktif shg menurunkan absorbs obat
 Tetrasiklin, gol kuinolon (sipro,
ofloksasin) berikatan dg kalsium -------
tjd senyawa yang tidak dapat diserap
oleh tubuh ------- efek tetrasiklin
menurun
 Tetra , gol kuinolon --- mengikat logam
valensi 2 atau 3 ----- tdk boleh diminum
bersama dg logam tsb
 Sebaiknya diberi selang waktu
sedikitnya 2 jam.
 Kandungan Ca dalam susu-----mengikat senyawa
kimia tetrasiklik dan minosiklik dari antibiotik.
 antibiotik dengan mineral kalsium yang tinggi -------
tidak larut dalam usus -------tidak diserap oleh tubuh.
Interaksi obat  Kalsium----- mengganggu penyerapan obat
dengan susu/ osteoporosis seperti Risedronate, Alendronate,
Pamidronate serta meningkatkan efek samping
produk olahan digoxin.
dari susu  Susu berinteraksi dengan bisakodil (laksatif)----
dikonsumsi bersamaan dengan susu------
meningkatkan efek laksatif ---- diare
 Mekanisme obat tergantung pada aktifitas agonis
atau antagonis, yang mana akan meningkatkan
atau menghambat metabolisme normal dan fungsi
fisiologis dalam tubuh manusia.
 Obat dapat memproduksi efek yang diinginkan dan
Fase tidak diinginkan.

Farmakodina  Co:
 Aspirin dapat menyebabkan defisiensi folat jika
mik diberikan dalam jangka waktu lama.
 Methotrexat memiliki struktur yang mirip dengan
folat vitamin B, hal ini dapat memperparah
defisiensi folat.
Interaksi
obat-
makanan
Obat yg dpt
diminum
bersama
makanan
 Interaksi obat dan makanan yg dapat
menurunkan kinerja system pencernaan dapat
meliputi :
 Interaksi obat yg menurunkan nafsu makan
 Interaksi obat yg menggangu pengecapan
Interaksi
 Interaksi obat yang mengganggu saluran
obat- pencernaan
makanan  Interaksi obat yg mempengaruhi absorbsi zat
gizi
 Interaksi obat yg mempengaruhi metabolisme
 Interaksi obat yang mempengaruhi ekskresi
Interaksi obat-
makanan yg
mempengaruhi
ketersediaan
hayati
Lanjutan
 Makanan berkolesterol ---- menghambat kinerja obat
asma seperti teofilin.
 Mekanisme :
 penderita asma -----mengkonsumsi makanan
Interaksi obat berkolesterol

dg makanan  terjadi peningkatan sel imun (neutrophils) pada


saluran napas.
kolesterol  Neutrophils ----- indikator peradangan
tinggi  peradangan pada saluran napas ------ tjd kekambuhan
asma
 Makanan berkadar lemak tinggi -----menghambat
efektivitas obat anti kolesterol seperti gemfibrozil.
 Jus anggur
 mengandung senyawa furanokumarin
 Dapat mengganggu hati dan menyerap enzim
sitokrom P450 isoform CYP3A4 di dinding usus
kecil., shg lebih banyak obat diserap, maka

Interaksi efektivitasnya lebih tinggi


 meningkatkan efek samping obat antidepresan
obat dengan trisiklik --- (Fluoxetine, Amitriptyline,
jus buah Imipramine), antihistamin/obat alergi
(Cetirizine, Fexofenadine, Prometazin),obat anti
kejang/obat antiepilepsi (Gabapentin,
Karbamazepin, asam valproat)
 menghambat efektivitas antibiotik Eritromisin.
 Jus berry dan jus delima
 Dapat memperlambat kecepatan hati untuk
memecah obat anti koagulan dan obat
antidepresan (Citalopram, Fluoxetine,
Amitriptyline, Imipramine, Venlafaxine, Duloxetine,
Trazodone dan Nefazodone), shg terjadi
penurunan efektifitas obat.
 Jus semangka
 Memperkuat efek obat anti hipertensi gol ACE
inhibitor seperti Captopril, Enalapril, shg
meningkatkan efek obat tersebut, tekanan darah
menurun drastis terjadi keseimbangan berkurang
dan pusing.
 Jus jeruk/sunkies,
 Mengandung mineral Al yang tinggi, shg
mempengaruhi obat-obatan yang
mengandung Al dengan meningkatkan
absorbs, efek obat tersebut terlalu tinggi
 Jika diberikan bersama obat-obat antibiotik
dapat menurunkan efek anti bakterinya.
 sayuran hijau seperti brokoli, kobis, kacang hijau,
selada, hati sapi, bayam mengandung kadar vitamin K
yang tinggi dan vitamin ini membantu pembekuan
darah.
 dikonsumsi bersama anti koagulan seperti warfarin----
Interaksi tdk berefek
obat dengan  Pada kasus stroke --- tdk berefek ---menyebabkan
sayuran kematian ---- terjadi penggumpalan

hijau
 Kafein merangsang kinerja susunan saraf pusat
 Diminum bersama obat-obat merangsang ssp
(seperti obat asma yang mengandung teofilin dan
epinefrin) -----meningkatkan efek stimulant sistem
saraf pusat --- over
Interaksi  Makanan atau minuman yang mengandung kafein----
obat dengan meningkatkan resiko over dosis antibiotik tertentu
kopi/ teh (enoxacin, ciprofloxacin, norfloksasin).
 Efek : halusinasi, tremor, dan palpitasi.
 Teh ------ mengandung zat tannin
 Dapat mengikat senyawa aktif obat sukar di
absorpsi dan diserap tubuh.
Interaksi obat  Contoh oat meal

dengan  Memperlambat efek digoksin, obat DM , anti

makanan kolesterol gol statin


 Solusi : hindari konsumsi dalam waktu 2 jam
berserat tinggi
sebelum atau sesudah minum obat digoksin
TERIMA
KASIH

Anda mungkin juga menyukai