SELAMAT BELAJAR
MAHASISWA/I
MATA KULIAH SEMANTIK
.
Dr. Beslina Afriani Siagian, [Link].,
[Link].
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA
INDONESIA
TA. 2025
mengapa banyak siswa
yang sekolah, namun
sedikit yang mau
belajar?
REFLEKSI
Makna sekolah sebagai formalitas:
Banyak siswa memaknai "sekolah" hanya sebagai
sebuah kewajiban formal. Mereka merasa bahwa
kehadiran fisik di sekolah sudah cukup untuk
memenuhi tuntutan sosial atau aturan keluarga.
Sekolah, dalam hal ini, hanya menjadi tempat
untuk menjalankan kewajiban, bukan sebagai
sarana untuk menggali pengetahuan.
Belajar sebagai beban:
Kata "belajar" dalam benak siswa bisa memiliki
konotasi negatif. Misalnya, belajar mungkin
dipahami sebagai aktivitas yang membosankan
atau sulit, alih-alih sebagai proses yang menarik
dan menyenangkan. Semantik di sini berperan
dalam bagaimana siswa memaknai belajar,
terutama jika pengalaman mereka sebelumnya
lebih banyak berkaitan dengan ujian, nilai, dan
tekanan.
Dalam lingkungan sosial, sekolah sering diartikan
sebagai tempat untuk bersosialisasi dengan teman,
mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, atau
mendapatkan status sosial. Namun, secara pribadi,
siswa mungkin tidak menemukan makna belajar
yang relevan dengan kehidupan mereka, sehingga
motivasi untuk belajar pun menurun.
Siswa mungkin tidak memahami relevansi dari
materi pelajaran terhadap kehidupan mereka
sehari-hari. Ini menciptakan jarak semantik antara
"belajar" sebagai kegiatan akademik di sekolah dan
"belajar" sebagai keterampilan yang bermanfaat
dalam kehidupan nyata. Akibatnya, siswa
kehilangan motivasi intrinsik untuk belajar.
"Bayangkan jika pengetahuan adalah kunci, dan
hari ini kita akan menemukan pintu-pintu baru
untuk dibuka."
TANDA
BAHASA &
MAKNANYA TI
PERTEMUAN KE-3
N
A
M K
SE
Mata Kuliah
SEMANTIK
INDIKATOR
1
Mahasiswa mampu
memahami tanda
bahasa dan
maknanya.
SEMANTIK
Hakikat
Semantik
Ferdinand de Saussure
Semantik adalah ilmu tentang Pada bidang linguistik, semantik menyatakan teori bahwa “setiap
makna atau tentang arti, semantik ternyata mempelajari adanya tanda linguistik dibentuk oleh dua
merupakan salah satu dari 3 (tiga) hubungan lambang atau tanda- buah komponen yang tidak
tataran analisis bahasa (fonologi, tanda dengan hal yang terpisahkan, yaitu komponen
gramatikal dan semantik). ditandainya, dan disebut makna signifiant yaitu bunyi dan
atau arti. Oleh karena itu, hal ini komponen signifie yaitu makna.
Semantik bukan hanya mengkaji memicusuatu pandangan yang Menurut teori yang dikemukakan
tentang makna, tetapi juga mengarahkan bahwa makna bisa oleh de Saussure tersebut, bisa
mempelajari hubungan antara muncul karena pengguna bahasa kita pahami bahwa semantik itu
tanda-tanda linguistik dengan hal- sudah berpengalaman, selanjutnya (1) suatu ilmu yang mempelajari
hal yang ditandainya. pengalaman tersebut menjadi arah suatu hubungan tanda-tanda pada
Chaer (2013:2). pada suatu referen. linguistik dengan hal-hal yang
Sudaryat (2009 : 3). akan ditandainya, dan (2) suatu
ilmu tentang makna atau arti.
Ferdinand de Saussure
SEMANTI
K
LANJUTA
N
0 0
1 0 3 0
Sehat 2 Isolasi 4
Suatu keadaan/ kondisi
Sakit perawatan kesehatan
Rumah
seluruh badan serta untuk menjauhkan orang-
Istilah untuk keadaan Suatu bangunan yang
bagian-bagiannya orang yang sudah
buruk pada pikiran, tubuh, dijadikan sebagai tempat
terbebas dari sakit terinfeksi penyakit
dan hal lain seperti jiwa. tinggal dalam jangka
menular dari mereka yang
Sakit merupakansuatu waktu tertentu.
tidak terinfeksi.
perasaan yang dialami
oleh seseorang saat
sedang tidak enak badan
(keadaan seseorang
selain dari sehat).
Aspek-Aspek pada
Semantik
[Link] dan Lambang
Resmini ( 2014 :
48 ). mempunyai tiga
Semiotik aspek yang sangat
(simbol) berkaitan dengan ilmu bahasa, yaitu aspek
semantik,aspek sintaksis, dan aspek pragmatik.
Semiotik sendiri berasal dari kata Yunani yaitu
semeion, yang artinya “tanda”, oleh karena itu
semiotik adalah ilmu tanda. Djajasudar
Semiotik merupakan cabang ilmu
berhubungan dengan Suatu tanda dan lambang
yang
matiga aspek semiotik yaitu semantik berhubungan
ada
dengan tanda-tanda, sintaksis berhubungan dengan
merupakan dua unsur yang terdapat dalam
bahasa. Semiotik merupakan sebuah teori yang gabungan tanda- tanda atau susunan tanda-tanda,
dikembangkan pada tanda dan lambang (simbol). sedangkan pragmatik memiliki hubungan dengan
pemakaian, asal-usul, dan akibat dari pemakaian
tanda-tanda dalam tingkah laku berbahasa.
Semiotik
Semiotik merupakan cabang ilmu yang berhubungan
dengan suatu pengkajian tanda dan segala yang
berurusan dengan tanda, seperti proses yang berlaku
bagi penggunaan tanda dan sistem tanda.
Sesuatu yang bisa mewakili
sesuatu yang lain, seperti Cubitan
pengalaman, perasaan, pikiran,
Tanda di dalam bahasa Indonesia berarti
gagasan dan lainnya disebut
bekas. Cubitan yang cukup kuat pada tangan
sebagai tanda.
akan memberi [Link] cubitan yang
berwarna merah,menjadi tanda darisuatu
Harus kita pahami bahwa, yang cubitan tersebut.
menjadi tanda bukan hanya Kebakaran
bahasa saja, tetapi berbagai hal
Adanya asap hitam membubung tinggi di
yang bisa melingkupi kehidupan kejauhan adalah tanda kebakaran.
ini, walau harus diakui bahwa
bahasa adalah suatu sistem
Hujan
bahasa yang paling lengkap dan
sempurna. Nurgiyantoro, Rumput-rumput di halaman basah adalah
( 2000 : 40 ). tanda telah terjadinya hujan .
Penelitian yang dilakukan oleh Kurniawan dkk
pada benner pencegahan penularan covid-19.
Aspek-Aspek pada
Semantik
2. Konsep
“Kakak positif covid-
19”. ini terdiri dari 3 unsur
Kalimat atau kata. Kita
perhatikan unsur atau kata kakak. Terbayang wajah
seorang wanita yang lebih tua.
Konsep adalahistilah yang diajukanLyons sebagai
penggantiistilah thought atau reference.
Sesungguhnya istilah ‘konsep’ini sama “Kakak positif
halnyadengan istilah ‘makna’.
covid-19”.
Konsep positif maknanya adalahpernyataan suatu hal
Contoh kalimat, dinyatakan menghasilkan sesuatu yang baru,
“Kakak positif covid-19”. mendeteksi adanya hal baru pada tubuh seseorang.
Positifterpapar virus, hal tersebut menunjukkan bahwa
dalam tubuh seseorang dinyatakan terdapat virus
yang memasukinya.
“Kakak positif
covid-19”.
Sedangkan konsep COVID-19 adalah penyakityang
disebabkan oleh virus severe acute respiratory
syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Virus ini bisa
menyebabkan terjadinya gangguan pada sistem
pernapasan kita, mulai dari gejala yang ringan seperti
flu, hingga infeksi paru-paru, seperti pneumonia.
Aspek-Aspek pada
Semantik
3. Lockdown (penutupan) merupakan situasi yang
Penamaan
Penamaan merupakan suatu proses perlambangan
melarang warga untuk masuk ke suatu tempat karena
berbahaya. Selain itu, lockdown juga berarti suatu
satu konsep untuk mengacu kepada suatu referen
yang berada di luar bahasa. negara yang menutup perbatasannya, agar tidak ada
Pada keseharian, kita selalu sulit memberi nama orang yang keluar atau masuk dari desa, kota bahkan
atau label terhadap benda-benda atau peristiwa negaranya.
yang adadi sekelilingnya karena sangat banyak Social distancing merupakan suatu langkah untuk
dan beragamnya benda-benda atau peristiwa Oleh mencegah dan mengendalikan jika terjadi infeksi virus
karena itu, nama kelompok lahir dari benda atau corona dengan menganjurkan orang sehat untuk
hal yang berjenis-jenis itu, misalnya nama segera membatasi kunjungan ke tempat-tempat
tumbuhan, nama buah- buahan, nama hewan dan
ramai dan kontak langsung dengan orang lain. Ketika
lainnya. Chaer (2013 : 43) .
menerapkan social distancing, seseorang tidak
diperkenankan untuk berjabat tangan serta harus
menjaga jarak setidaknya satu meter saat berinteraksi
dengan orang lain, terutama dengan orang yang
sedang sakit dan berisikotinggi menderita Covid-19.
Jadi, penamaan adalah sebuah kata atau label yang memudahkan
manusia untuk mengingat dan menyebutkan sesuatu. Penamaan
termasuk di dalam aspek-aspek semantik karena di dalam penamaan
terkandung sebuah makna yang berhubungan dengan sifat acuan
yang diberi nama. Penamaan adalah kata-kata atau label yang
TERIMAKASI
H