0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan22 halaman

Panduan Contextual Teaching and Learning

Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah pendekatan pembelajaran yang mengaitkan materi dengan situasi dunia nyata siswa, mendorong mereka untuk menghubungkan pengetahuan dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. CTL memiliki komponen seperti konstruktivisme, inquiry, dan refleksi, serta karakteristik yang mencakup kerja sama dan pembelajaran aktif. Langkah-langkah dalam CTL meliputi pengembangan pemikiran mandiri, kegiatan kelompok, dan refleksi di akhir pembelajaran.

Diunggah oleh

hawaputrimahdia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan22 halaman

Panduan Contextual Teaching and Learning

Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah pendekatan pembelajaran yang mengaitkan materi dengan situasi dunia nyata siswa, mendorong mereka untuk menghubungkan pengetahuan dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. CTL memiliki komponen seperti konstruktivisme, inquiry, dan refleksi, serta karakteristik yang mencakup kerja sama dan pembelajaran aktif. Langkah-langkah dalam CTL meliputi pengembangan pemikiran mandiri, kegiatan kelompok, dan refleksi di akhir pembelajaran.

Diunggah oleh

hawaputrimahdia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Model Pembelajaran Contextual Teaching

And Learning (CTL)


Kelompok 8
Ayu Khodijah Nasution
Meita Krisnadia Lumbal gaol
Rahma Yanti
Lena Lasfina Sagala
A. Pengertian Contextual Teaching and
Learning (CTL)

kata context yang


Kata kontekstual berarti “hubungan,
(contextual) konteks, suasana dan
berasal keadaan (konteks

Menurut Depdiknas (dalam Hasibuan, 2014:2-3) pembelajaran konstektual adalah


konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi dengan situasi dunia nyata
siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan
penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari

Trianto (dalam Susiloningsih, 2016:60) mengemukakan bahwa pembelajaran


kontekstual merupakan suatu konsepsi yang membantu guru mengaitkan konten mata
pelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotivasi siswa membuat hubungan antara
pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan mereka.
“ Contextual Teaching and Learning
merupakan konsep belajar yang
menghadirkan dunia nyata ke
dalam pembelajaran dan
mendorong siswa membuat
hubungan antara pengetahuan
yang dimilikinya dengan
penerapannya dalam kehidupan
mereka sehari-hari.
B. Komponen Contextual Teaching and
Learning (CTL)
1. Konstruktivisme
(Constructivism).

2. Menemukan (Inquiry)

3. Bertanya (questioning)
7 Komponen CTL menurut 4. Masyarakat
Hasibuan (2014:5-7) Belajar

5. Pemodelan
(modeling).

6. Refleksi

7. Penilaian otentik
C. Karakteristik Contextual Teaching and
Learning (CTL)
Shoimin (2014:41) mengemukakan beberapa karakteristik dari
Pembelajaran Contextual Teaching and Learning, yaitu sebagai
1. Kerja sama,
berikut:
2. Saling menunjang,
3. Menyenangkan,
4. Belajar dengan bergairah,
5. Pembelajaran terintegrasi,
6. Menggunakan berbagai sumber,
7. Siswa aktif,
8. Sharing dengan teman,
9. Siswa aktif, guru kreatif,
10. Dinding kelas dan lorong-lorong penuh dengan hasil karya
siswa, peta-peta, gambar, artikel, humor, dan lain-lain, serta
11. Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor, tetapi hasil karya
siswa, laporan hasil praktikum, karangan siswa, dan lain-lain.
Mencoba

Menghub Mengapli
ungkan kasi
Contextual
Teaching
and
Learning
Proses Bekerj
transfer a
ilmu sama
Penilaia
n
autentik

karakteristik Contextual Teaching and Learning Susiloningsih


(2016:59)
D. Langkah-langkah Contextual Teaching and
Learning (CTL)

Menurut Hasibuan (2014:10) ada beberapa langkah-langkah pembelajaran CTL, antara lain :

[Link] pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara
bekerja
sendiri, menemukan sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan
ketrampilan barunya.

2. Melaksanakan sejauh mungkin kegiatan inquiri untuk semua topik.

3. Mengembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya.

4. Menciptakan masyarakat belajar.

5. Menghadirkan model sebagia contoh belajar.

6. Melakukan refleksi diakhir pertemuan.


Langkah-langkah
Contextual Teaching
and Learning
Shoimin (CTL)
(2014:43-44) mengungkapkan
langkah- langkah pembelajaran CTL,
antara lain:
Kegiatan Awal
a. Guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk
mengikuti proses pembelajaran.
b. Apersepsi sebagai penggalian pegetahuan awal siswa terhadap
materi yang akan diajarkan.
c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pokok-pokok
materi yang akan dipelajari.
d. Penjelasan tentang pembagian kelompok dan cara
belajar.
Kegiatan Inti
a. Siswa bekerja dalam kelompok menyelesaikan permasalahan
yang diajukan guru. Guru berkeliling untuk memandu proses
penyelesaian permasalahan.
b. Siswa wakil kelompok mempresentasikan hasil penyelesaian dan alasan
atas jawaban permasalahan yang diajukan guru.
c. Siswa dalam kelompok menyelesaikan lembar kerja yang diajukan guru.
Guru berkeliling untuk mengamati, memotivasi, dan memfasilitasi
kerja sama.
d. Siswa wakil kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok dan
kelompok yang lain menanggapi hasil kerja kelompok yang
mendapat tugas.
e. Dengan mangacu pada jawaban siswa melalui tanya jawab, guru dan
siswa membahas cara penyelesaian masalah yang tepat.
f. Guru mengadakan refleksi dengan menanyakan kepada siswa tentang
hal- hal yang dirasakan siswa, materi yang belum dipahami dengan
baik, kesan dan pesan selama mengikuti pembelajaran.
Kegiatan Akhir
a. Guru dan siswa membuat kesimpulan cara menyelesaikan soal cerita perkalian
bilangan.
b. Siswa mengerjakan lembar tugas.
c. Siswa menukarkan lembar tugas satu dengan yang lain, kemudian guru bersama
siswa membahas penyelesaian lembar tugas sekaligus memberi nilai pada
lembar tugas sesuai kesepakatan yang telah diambil (ini dapat dilakukan
apabila waktu masih tersedia).
Kelebihan dan
Kekurangan
Contextual Teaching
andOleh
Learning (CTL)
Shoimin dan Mulyono
Kelebihan Contextual Teaching and Learning (CTL)

Student Motivasi belajar Demokratis dalam


centered kuat kelompok
Kekurangan Contextual Teaching and Learning (CTL)

Waktu Relatif Didominasi anak yang Pembicaraan Menyimpang


Lama suka dari
berpendapat topik
Kekurangan Contextual Teaching and Learning (CTL)

1. Setiap peserta didik harus mencari jawaban secara mandiri


kemudian hasil pencariannya didiskusikan dengan
kelompoknya.
2. Pendidik memberikan pertanyaan atau melakukan tanya
jawab kepada
peserta didik.
3. Guru memantau jalannya diskusi, sambil memberikan
solusi bagi kelompok yang merasa kesulitan.
Penerapan
Contextual Teaching and
Learning (CTL)
KELAS/ =V/2
SEMESTER = 7. Peristiwa dalam Kehidupan
TEMA = 2. Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi
SUBTEM Kemerdekaan
A =2
PEMBEL =
3.7 Menganalisis pengaruh kalor terhadap perubahan suhu dan wujud
AJARAN
benda
KE dalam
kehidupan sehari-hari.
Kompet
4.7
ensiMelaporkan hasil percobaan pengaruh kalor pada benda.
Dasar
PENDEKATAN DAN
METODE
PENDEKATA = SCIENTIFIC
N = COOPERATIVE LEARNING
STRATEGI = CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING
MODEL = PEMBERIAN TUGAS, TANYA JAWAB,
METODE EKSPERIMEN, DISKUSI
Kegiatan 1. Guru masuk kelas dan memberi
Awal salam
pada siswa
2. Siswa dan guru berdoa bersama –
sama
3. Guru membuka pembelajaran
dengan menanyakan kehadiran
4. Menginformasikan
tujuan pembelajaran.
Kegiatan 1. Siswa berkelompok sesuai
Inti dengan kelompoknya.
2. Siswa mempersiapkan alat
dan bahan
3. Siswa mendengarkan
penjelesan langkah
praktikum.
4. Siswa melakukan kegiatan
praktikum.
5. Siswa melakukan
pengamatan dan mencatat
hasil pengamatan.
6. Siswa berdiskusi
7. Siswa melaporkan hasil
pengamatan.
8. Siswa menyimpulkan hasil
Kegiatan 1. Siswa dan guru menyimpulkan
Penutup pembelajaran hari ini.
2. Siswa diberi kesempatan untuk
bertanya.
3. Siswa mengerjakan lembar tugas.
4. Siswa menukarkan lembar tugas
satu
dengan yang lain, kemudian guru
bersama siswa membahas
penyelesaian lembar tugas
sekaligus memberi nilai pada
lembar tugas sesuai kesepakatan
yang telah diambil.
5. Siswa diberi refleksi, penguatan,
motivasi
oleh guru.
6. Siswa dan guru
pembelajaran berdoa
hari bersama-
ini pada papan
perasaan. sama.
Peran Guru Contextual Teaching and Learning (CTL)

MEMBANTU siswa mencapai tujuannya. Guru lebih banyak


berurusan dengan STRATEGI daripada memberi informasi.
Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang
BEKERJA BERSAMA untuk menemukan sesuatu yang baru
bagi anggota kelas (siswa). Sesuatu yang baru datang dari
MENEMUKAN SENDIRI bukan dari apa kata guru.

Anda mungkin juga menyukai