0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan24 halaman

Panduan Lengkap E-Learning di Pendidikan

E-Learning adalah sistem pendidikan yang memanfaatkan teknologi elektronik untuk mendukung proses belajar mengajar, memungkinkan komunikasi yang lebih mudah antara dosen dan siswa. Meskipun memiliki manfaat seperti fleksibilitas dan pengurangan biaya, e-learning juga menghadapi tantangan seperti kurangnya interaksi dan kebutuhan akan infrastruktur yang memadai. Kebijakan dan model pembelajaran seperti blended learning sedang dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas e-learning.

Diunggah oleh

Intan Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan24 halaman

Panduan Lengkap E-Learning di Pendidikan

E-Learning adalah sistem pendidikan yang memanfaatkan teknologi elektronik untuk mendukung proses belajar mengajar, memungkinkan komunikasi yang lebih mudah antara dosen dan siswa. Meskipun memiliki manfaat seperti fleksibilitas dan pengurangan biaya, e-learning juga menghadapi tantangan seperti kurangnya interaksi dan kebutuhan akan infrastruktur yang memadai. Kebijakan dan model pembelajaran seperti blended learning sedang dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas e-learning.

Diunggah oleh

Intan Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

E-Learning

BY
INDRA GUNAWAN
MURID DULU

MURID SEKARANG
2
MEDIA DULU MEDIA SEKARANG

3
DOSEN DULU DOSEN SEKARANG

5
Pengertian E-Learning
E-Learning adalah sistem pendidikan yang
menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung
pengembangan kegiatan belajar mengajar dengan
media internet, intranet atau media jaringan komputer
lain
E-learning tersusun dari dua bagian, yaitu e yang
merupakan singkatan dari electronica dan learning yang
berarti pembelajaran. Jadi e-learning berarti
pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan
perangkat elektronika
Karakteristik E-
Learning
Karakteristik e-learning ini antara lain adalah:
Memanfaatkan jasa teknologi elektronik. Dosen dan mahasiswa, mahasiswa
dan sesama siswa atau guru dan sesama guru dapat berkomunikasi dengan
relatif mudah tanpa dibatasi oleh hal-hal yang bersifat protokoler.
Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan computer
networks)
Menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self learning materials) disimpan
di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan di
mana saja bila yang bersangkutan memerlukannya
Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan
hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap
saat di komputer.
Syarat-Syarat
Penggunaan
Kegiatan pembelajaran dilakukan melalui pemanfaatan jaringan dalam hal ini internet.
Tersedianya dukungan layanan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh peserta belajar,
misalnya CD-ROM atau bahan cetak
Tersedianya dukungan layanan tutor yang dapat membantu peserta belajar apabila
mengalami kesulitan
Adanya lembaga yang menyelenggarakan/mengelola kegiatan e-learning
Adanya sikap positif pendidik dan tenaga kependidikan terhadap teknologi komputer
dan internet
Adanya rancangan sistem pembelajaran yang dapat dipelajari/diketahui oleh setiap
peserta belajar
Adanya sistem evaluasi terhadap kemajuan atau perkembangan belajar peserta belajar
Adanya mekanisme umpan balik yang dikembangkan oleh lembaga penyelenggara.
Fungsi E-Learning
Suplemen (tambahan) Dikatakan berfungsi sebagai suplemen.
Sebagai komplemen, berarti materi e-learning diprogramkan untuk menjadi
materi enrichment (pengayaan) atau remedial bagi peserta didik di dalam
mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional.
Substitusi (pengganti)
Tujuan dari e-learning sebagai pengganti kelas konvensional adalah agar
peserta didik dapat secara fleksibel mengelola kegiatan perkuliahan sesuai
dengan waktu dan aktivitas lain sehari-hari.
Ada 3 (tiga) alternatif model kegiatan pembelajaran yang dapat diikuti
peserta didik :

Sepenuhnya secara tatap muka (konvensional),


Sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet, atau bahkan
Sepenuhnya melalui internet.
Manfaat E-Learning
Manfaat e-learning dapat dilihat dari 2 (dua) sudut, yaitu dari sudut
peserta didik dan guru :
Sudut peserta didik dengan kegiatan e-learning dimungkinkan
berkembangnya fleksibilitas belajar yang tinggi.
manfaat yang diperoleh guru adalah bahwa guru dapat :
1. lebih mudah melakukan pemutakhiran bahan ajar,
2. mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna peningkatan
wawasannya karena waktu luang yang dimiliki realtif lebih banyak
3. mengontrol kegiatan belajar peserta didik.
4. mengecek apakah peserta didik telah mengerjakan soal-soal latihan
setelah mempelajari topik tertentu, dan
5. memeriksa jawaban peserta didik dan memberitahukan hasilnya
kepada peserta didik.
Kelebihan E-Learning
Pengurangan biaya
Fleksibilitas. Dapat belajar kapan dan dimana saja, selama terhubung dengan
internet.
Personalisasi. Siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan belajar mereka.
Standarisasi. Dengan e-learning mengatasi adanya perbedaan yang berasal
dari guru, seperti : cara mengajarnya, materi dan penguasaan materi yang
berbeda, sehingga memberikan standar kualitas yang lebih konsisten.
Efektivitas. Suatu studi oleh J.D Fletcher menunjukkan bahwa tingkat retensi
dan aplikasi dari pelajaran melalui metode e-learning meningkat sebanyak 25
% dibandingkan pelatihan yang menggunakan cara tradisional
Kecepatan. Kecepatan distribusi materi pelajaran akan meningkat, karena
pelajaran tersebut dapat dengan cepat disampaikan melalui internet.
Keterbatasan E-
Learning
Terakhir yang harus diperhatikan masalah yang sering dihadapi yaitu:
Masalah akses untuk bisa melaksanakan e-learning seperti ketersediaan
jaringan internet, listrik, telepon dan infrastruktur yang lain.
Masalah ketersediaan software (piranti lunak).
Masalah dampaknya terhadap kurikulum yang ada.
Masalah skill and knowledge.
Kekurangan
Kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri. Kurangnya
interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar dan mengajar.
Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong
tumbuhnya aspek bisnis
Proses belajar dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan bukan pendidikan.
Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini
juga dituntut menguasai teknik pembelajaran yang menggunakan internet.
Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar tinggi cenderung gagal
Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet (mungkin hal ini berkaitan dengan masalah
tersedianya listrik, telepon ataupun komputer).
Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki keterampilan bidang internet dan
kurangnya penguasaan bahasa komputer.
Kendala-Kendala
Investasi. Walaupun e-learning pada akhirnya dapat menghemat biaya
pendidikan, akan tetapi memerlukan investasi yang sangat besar pada
permulaannya.
Budaya. Pemanfaatan e-learning membutuhkan budaya belajar mandiri dan
kebiasaan untuk belajar atau mengikuti pembelajaran melalui komputer.
Teknologi dan infrastruktur. E-learning membutuhkan perangkat komputer,
jaringan handal, dan teknologi yang tepat.
Desain materi. Penyampaian materi melalui e-learning perlu dikemas dalam
bentuk yang learner-centric. Saat ini masih sangat sedikit instructional
designer yang berpengalaman dalam membuat suatu paket pelajaran e-
learning yang memadai.
PERISCOPE Plicker untuk Ujian

KEIZENA feedback VERSAL


Kebijakan Elearning
UU No 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi
Bagian ketujuh Pendidikan Jarak Jauh Pasal 31 ayat 1

Permendikbud No 109 th 2013 tentang Penyelenggaraan PJJ

Catatan : ITB sedang merumuskan kebijakan PJJ ITB


Jenis E-Learning LCMS

Suplemental e-learning
Seluruh pertemuan berupa F to F, sedangkan e_learning digunakan sebagai
pelengkap untuk mempermudah proses pembelajaran
14 kali pertemuan klasikal
Kegiatan e_learning: forum diskusi, download bahan, kuis on-line, tugas
online)
Cocok digunakan bagi mahasiswa yang belum familier dengan program e-
learning
LCMS

Blanded e-learning
Tidak seluruh pertemuan berupa F to F,
Ada pertemuan non F to F (dapat berupa kuliah on-line: VC, multimedia,
dll)
Kegiatan e-learning: forum diskusi, download bahan, kuis on-line, tugas
online)
Cocok digunakan bagi mahasiswa yang sudah familier dengan program e-
learning
Kondisi sekarang
Model Blended
Learning
Blended Learning
Flex Classrroom Flipped Classrroom
Kuliah online di Latihan/ responsi Latihan/ responsi
Kuliah online
ruang kelas di ruang kelas di ruang kelas
mandiri
dipandu dosen dipandu dosen dipandu dosen
Dosen di Kelas

Mengajar

Memperbaiki Mengamati

Mengevaluasi

Melakukan perbaikan berkelanjutan waktu nyata


Tengkyu
Ada pertanyaan sebelum saya pergi ?

Anda mungkin juga menyukai