0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan12 halaman

Profil dan Sejarah Kabupaten Minahasa

Diunggah oleh

christoegi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan12 halaman

Profil dan Sejarah Kabupaten Minahasa

Diunggah oleh

christoegi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pengantar Wilayah dan Kota

Christoper Hangkemona (16211015)

Yusak Dududuk (17211022)

Vebyana K P Semuel (17211036)


PROFIL MINAHASA
SEJARAH
Kabupaten Minahasa merupakan salah satu kabupaten tertua yang ada di Provinsi Sulawesu Utara yang
beribukota Tondano. Berdasarkan data yang diterbitkan oleh BPS, Kabupaten Minahasa memiliki penduduk
490.771 jiwa dengan luas 1.188,67 Km² atau 7,89% dari luas Provinsi Sulawesi Utara. Secara geografis
Kabupaten Minahasa terletak di antara 01o01’00” – 01o29’00” LU – 124o34’00” – 125o05’00” BT. Minahasa
berasal dari kata MINAESA yang berarti persatuan, yang mana zaman dahulu Minahasa dikenal dengan
nama MALESUNG. Berdasarkan penyelidikan Dr. J.P.G. Riedel, sekitar tahun 670 di Minahasa telah terjadi suatu
musyawarah di watu Pinawetengan yang dimaksud untuk menegakkan adat istiadat serta pembagian wilayah
Minahasa. Pada saat itu belum semua daratan minahasa ditempati, baru sampai di garisan Sungai Ranoyapo,
Gunung Soputan, Gunung Kawatak, Sungai Rumbia. nanti setelah permulaan abad XV dengan semakin
berkembangnya keturunan Toar Lumimuut, dan terjadinya perang dengan Bolaang Mongondow, maka
penyebaran penduduk makin meluas keseluruh daerah minahasa. Hal ini sejalan dengan perkembangan anak
suku seperti anak suku Tonsea, Tombulu, Toulour, Tountemboan, Tonsawang, Ponosakan dan bantik.

BATAS WILAYAH
UTARA KOTA MANADO
TIMUR KABUPATEN MINAHASA UTARA
DAN LAUT MALUKU
SELATA KABUPATEN MINAHASA TENGGARA
N
BARAT LAUT SULAWESI DAN KABUPATEN
DEMOGRAFI
1. TONTEMBOAN : SEKITAR TIMUR LAUT MINAHASA
2. TOMBULU : SEKITAR BARAT LAUT DANAU TONDANO
3. TONTEMBOAN : SEKITAR BARAT DAYA MINAHASA
4. TOULOUR : DI BAGIAN TIMUR DAN PESISIR DANAU TONDANO
5. TONSAWANG : DI BAGIAN TENGAH DAN SELATAN MINAHASA
6. BANTIK : DI BEBERAPAH TEMPAT DI PESISIR BARAT LAUT UTARA DAN SELATAN KOTA
MANADO
7. PASAN : DI BAGIAN TENGGARA MINAHASA
8. PONOSAKAN : DI BAGIAN TENGGARA MINAHASA

Pola perkampungan di desa Minahasa bersifat menetap , mengelompok, dan padat.


Kelompok rumah – rumah dalam desa memanjang mengikuti jalan raya. Rumah tradisional
Minahasa berbentuk panggung setinggi 5 – 10 meter , dengan maksud untuk menghindari
gangguan dari binatang buas.

AGAMA
BAHASA
Dalam keseharian masyarakat Minahasa, biasa menggunakan bahasa
Indonesia yang dipadukan dengan logat melayu manado. Bahasa
ini adalah umum yang dipergunakan dalam komunikasi antar orang
orang dari sub-etnik minahasa maupun penduduk dari suku-suku
lainnya. Generasi terakhir sudah kurang mengetahui bahasa pribumi
mereka. Proses indigenisasi Melayu Manado ini berlangsung dengan
pesat dan membentuk suatu ciri identitas etnik dan bagian dari system
budaya minahasa.
SENIS DAN BUDAYA
TARIAN MAENGKET TARIAN KATRILI
Tarian ini sudah ada di tanah minahasa sejak orang minahasa mengenal pertanian terutama Dari sejarahnya, Tari Katrili dibawa oleh bangsa
padi di ladang. Pada zaman dahulu, tarian maengket hanya dimainkan pada waktu panen padi Portugis dan Spanyol ketika datang ke ranah
dengan gerakan-gerakan yang hanya sederhana, tetapi saat ini tarian ini telah berkembang Minahasa beberapa abad [Link] waktu bangsa
khususnya bentuk tarinya tanpa meninggalkan keasliannya terutama syair atau sastra lagunya. Portugi dan Spanyol datang dengan maksud membeli
hasil bumi yang ada di Minahasa. Karena
mendapatkan hasil yang banyak, mereka merasa
riang gembira sehingga merekapun menari-nari.
Tarian itu disebut Katrili

TARIAN KABASARAN
Tarian Kabasaran dulunya dipakai oleh prajurit sebelum berperang untuk membangkitkan
semangat, menghilangkan ketakutan, dan menguatkan mental para prajurit. Seiring
berjalannya waktu tarian ini tinggal di gunakan untuk menyambut tamu besar yang datang
ataupun untuk mengisi acara.
SOSIAL

MENDU IMPERO’ONGAN SUMAKEY


BERANTANG
Kegiatan kerja bakti Membantu keluarga yang sedang kedukaan
Kegiatan bersama syukuran

EKONOMI

MA’ENDO PA’ANDA

Usaha bersama menggarap kebun Aktivitas keungan dalam bentuk arisan


perbaikan rumah ataupun kerja lainnya
PARIWISATA

MUSEUM PINAWETENGAN BENTENG MORAYA BUKIT KASIH

GOD BLESS MINAHASA DANAU TONDANO


KOTA TONDANO
Pendahuluan
Teori Kevin Lynch,

Lynch, dalam bukunya “Image of The City” mengemukakan, bahwa ada beberapa
Elemen pembangun Citra Kota (Wajah Kota) secara kasat mata (Fisik),yaitu :

Nodes

La
nd
m ath
k ar P
Citra [Link]
Kota
s

Di
ge

str
Ed

[Link]
i

mmit-suarakan-pemanfaatan-inovasi-bagi-p
k

[Link]
[Link] [Link]
Elemen Landmark (Penanda)
Landmark, merupakan Sebuah titik-acuan dimana pengunjung dapat
mengenali / mengamati namun tidak memasukinya, mereka diluar.
Landmark biasanya merupakan benda fisik yang didefinisikan dengan
[Link]
andmark-image-recognition-with-te
sederhana, seperti : nsorflow-hub-delf-module/

Banguna
n
[Link]
icon-landmark-mountains-view-arch
itecture-landscape-465715

Toko Landmark Tanda


[Link]
nan/menara-landmark-bangunan-arsit
ektur-langit-city-menara-perkotaan-kot
a

Pegununga
n [Link]
m-digest/pnn0cn313/mengenal-toko-buku-alnadim-
di-baghdad
Elemen Nodes (Simpul)

Nodes adalah titik-titik, spot-spot strategis dalam sebuah kota


dimana pengamat bisa masuk, dan yang merupakan fokus untuk
ke mana dari mana dia berjalan. Nodes bisa merupakan
persimpangan jalan, tempat break (berhenti sejenak) dari jalur,
persilangan atau pertemuan path, ruang terbuka atau titik
[Link]
[Link]
perbedaan dari suatu bangunan ke bangunan lain.

Elemen ini juga berhubungan erat dengan elemen district, karena


simpul-simpul kota yang kuat akan menandai karakter
suatu district.

[Link]
works-of-London-82-nodes-217-edges-Boston-88-nodes-155_fig3_
259803780
Elemen Distrik (Kawasan)

Distrik (district) adalah kawasan kota yang bersifat dua dimensi dengan skala kota menengah sampai luas,
dimana manusia merasakan ’masuk’ dan ’keluar’ dari kawasan yang berkarakter beda secara umum.
Karakter ini dapat dirasakan dari dalam kawasan tersebut dan dapat dirasakan juga dari luar kawasan jika
dibandingkan dengan kawasan dimana si pengamat berada.

Elemen ini adalah elemen kota yang paling mudah dikenali setelah jalur/paths, meskipun dalam
pemahaman tiap individu bisa berbeda. Districts merupakan wilayah yang memiliki kesamaan (homogen).
Kesamaan tadi bisa berupa kesamaan karakter/ciri bangunan secara fisik, fungsi wilayah, latar belakang
sejarah dan sebagainya.

Sebuah kawasan district memiliki ciri khas yang mirip (bentuk, pola, wujudnya) dan khas pula dalam
batasnya, dimana orang merasa harus mengakhiri atau memulainya
Intuitively design beautiful

PowerPoint presentations, easily share and work


together with others and give a
2013 professional performance with
advanced presenting tools.

Find out more at the PowerPoint Getting Started Center


(Click the arrow when in Slide Show mode)

Anda mungkin juga menyukai