SOP
CODING R A W A T
Karlina Sindy Sandya
I N A P
E712311008
coding adalah proses pemberian kode
(huruf, angka, atau kombinasi keduanya)
pada data rekam medis untuk mewakili
informasi medis tertentu. Kode ini
digunakan untuk mengklasifikasikan
penyakit, tindakan, dan kondisi kesehatan,
serta memudahkan pengolahan data dan
penyajian informasi medis.
PENGERTI
CODING DI
UNIT
RAWAT
Adalah proses memberi kode pada diagnosis penyakit, prosedur medis,
dan tindakan yang dilakukan pada pasien selama masa perawatan di
rumah sakit.
TUJU
• AN
Akurasi
Akurasi
Data
Data
:
Menjamin
:
bahwa
diagnosis, tindakan medis,
Efisiensi
EfisiensiPengelolaan
Data
Data: :
Penggunaan Peningkatan
Peningkatan Pelayanan
Pelayanan : :
dan prosedur dikodekan
dengan benar sesuai • Meningkatkan kualitas
• Mempermudah pencarian
dengan standar pelayanan kesehatan dengan
dan pengolahan data pasien
internasional seperti ICD- memastikan akurasi data
secara cepat dan efisien.
10 dan ICD-9CM. yang digunakan dalam
pengambilan keputusan
• Mendukung penggunaan
• Mencegah kesalahan medis.
sistem informasi kesehatan
dalam pelaporan dan
(HIS) dengan data yang
pengolahan data medis, • Mendukung perencanaan
dikode dengan benar.
yang dapat berdampak dan evaluasi layanan
pada kualitas pelayanan kesehatan secara lebih efektif.
kesehatan.
TUJU Penelitian dan Analisis :
• Mendukung penelitian dan
analisis data kesehatan
Pembayaran :
• Memastikan keakuratan
dan kelancaran proses
AN
untuk meningkatkan pembayaran tagihan
pemahaman tentang pasien, terutama dalam
•Pelaporan danKepatuhan:
Pelaporan dan Kepatuhan :
penyakit dan masalah sistem klaim asuransi
kesehatan lainnya. kesehatan.
• Memenuhi persyaratan
regulasi dan standar nasional • Membantu dalam • Mencegah penolakan
dan internasional terkait pengembangan kebijakan klaim asuransi akibat
pelaporan data kesehatan. kesehatan dan strategi kesalahan dalam
pencegahan penyakit. pengkodean.
• Mempermudah pelaporan
morbiditas dan mortalitas di
rumah sakit.
• Statistik Kesehatan
KEBIJAKAN
PERMENKES NOMOR
749A/MENKES/1989
tentang Rekam Medis mengatur tentang
standar penulisan dan penyusunan rekam
ATAU
medis, termasuk diagnosa dan tindakan yang
dilakukan pada pasien rawat inap.
PERATURAN
PERMENKES NO. 269/MENKES/PER/III/2008 YANG
MENGATUR
Juga mengatur tentang Rekam Medis, memberikan
rincian tentang prosedur pengolahan data,
termasuk coding, serta penyimpanan data medis.
SOP
PERMENKES NO. 17 TAHUN 2024
Membahas tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk Pada Penyelenggaraan
Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Kesehatan, yang dapat mempengaruhi
aspek administrasi dan operasional rumah sakit, termasuk coding rawat inap.
3. PENENTUAN KODE ICD-10 ATAU ICD-
1. PENERIMAAN BERKAS REKAM 9CM
MEDIS
• Petugas coding menentukan kode
• Petugas coding menerima berkas
diagnosis (ICD-10) dan prosedur (ICD-
rekam medis pasien rawat inap yang
9CM) yang sesuai dengan diagnosa dan
sudah selesai diproses.
prosedur yang tercantum dalam rekam
• Berkas diurutkan berdasarkan nomor 6. PENGINPUTAN
medis.
rekam medis atau urutan pemulangan KODE KE
pasien. DATABASE
4. KOORDINASI DENGAN DOKTER • Kode yang telah
2. PENGECEKAN DIAGNOSA DAN diverifikasi dimasukkan
PROSEDUR ke dalam database rekam
• Jika ada pertanyaan atau
ketidakjelasan terkait diagnosa atau medis atau sistem yang
• Petugas coding memeriksa diagnosa
prosedur, petugas coding melakukan digunakan oleh rumah
dan prosedur medis yang tercantum
koordinasi dengan dokter yang merawat sakit.
dalam rekam medis.
pasien. Untuk mendapatkan klarifikasi • Data ini akan digunakan
• Pastikan diagnosa dan prosedur
dan memastikan kode yang diberikan untuk kepentingan
sesuai dengan dokumentasi yang
adalah yang tepat. statistik, klaim asuransi,
lengkap dan akurat.
dan analisis data medis
lainnya.
PROSED
5. VALIDASI KODE
• Setelah kode ditentukan, petugas coding melakukan validasi
kode untuk memastikan keakuratan dan kesesuaiannya dengan
diagnosa dan prosedur.
MANFAA
T 1. MEMUDAHKAN
PENYAJIAN DATA PASIEN
4. PENAGIHAN BIAYA
KLAIM YANG AKURAT
2. PENINGKATAN 5. MENINGKATKAN
KUALITAS PELAYANAN KEPATUHAN TERHADAP
REGULASI.
EDUCATION
3. PERENCANAAN DAN 6. PEMANTAUAN
EVALUASI YANG LEBIH MORBIDITAS DAN
BAIK MORTALITAS
PERAN
PEREKAM
MEDIS
• PEREKAM MEDIS BERTANGGUNG JAWAB UNTUK
MELAKUKAN KODING SESUAI DENGAN SOP YANG
BERLAKU DAN MEMASTIKAN AKURASI KODE YANG
DIBERIKAN.
• Perekam medis juga dapat berkoordinasi dengan
dokter untuk memastikan kejelasan diagnosis dan
tindakan yang diberikan.
CONTOH
SOP
SOP coding di unit rawat inap adalah untuk
memastikan akurasi dan kejelasan data medis
pasien, serta mempermudah proses pengolahan
data dan pelaporan. Kode diagnosis dan tindakan
yang diberikan secara akurat dan tepat sesuai
dengan standar internasional (seperti ICD-10 dan ICD-
9CM) sangat penting untuk pemantauan
epidemiologi, penelitian, dan klaim asuransi.
ESIMPULAN
THANK
YOU