Occupational Health and Safety
(OHS) (Keselamatan dan
Kesehatan Kerja)
Apa itu K3 ?
K3
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
ADALAH;
Ilmu Pengetahuan Untuk Mencegah
Terjadinya Kecelakaan Di Tempat Kerja
Arti Lambang K3 Arti (Makna) Tanda Palang
: Bebas dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja
(PAK)
Arti (Makna) Roda Gigi
Bekerja dengan kesegaran jasmani dan rohani
Arti (Makna) Warna Putih
Bersih dan suci
Arti (Makna) Warna Hijau
Selamat, sehat dan sejahtera
Arti (Makna) 11 (sebelas) Gerigi Roda
“ Bentuk lambang berupa
palang berwarna hijau Sebelas bab dalam Undang-Undang No 1 Tahun
dengan roda bergerigi 1970 tentang Keselamatan Kerja
sebelas dengan warna
dasar putih”
Tujuan Keselamatan dan Kesehatan
Kerja?
Melindungi dan menjamin keselamatan
1 setiap tenaga kerja dan orang lain di
tempat kerja
Menjamin setiap sumber produksi dapat
2 digunakan secara aman dan efisien
Meningkatkan kesejahteraan dan
3 produktivitas Nasional
Piramida Kecelakaan
PIRAMIDA Kerja
KECELAKAAN KERJA
Setiap Kecelakaan Fatal/Kematian
Terjadi 1
Di dalamnya 10 Kecelakaan Ringan Sebelumnya
terdapat
Insiden yang menimbulkan
Yang di dalamnya
terdapat 30 kerusakan alat/bahan
sebelumnya
Yang di Nearmiss (hampir
dalamnya
terdapat
600 celaka) Sebelumnya
Piramida Kecelakaan
Kerja menggambarkan statistik urutan (rangkaian)
kejadian yang terjadi menuju 1 (satu) kecelakaan fatal
(kematian/cacat permanen).
TEORI PIRAMIDA KECELAKAAN KERJA sebagai
berikut :
Setiap terdapat 1 (satu) kejadian kecelakaan fatal
(kematian/cacat permanen) maka di dalam 1 (satu)
kejadian fatal tersebut terdapat 10 (sepuluh) kejadian
kecelakaan ringan dan 30 (tiga puluh) kejadian
kecelakaan yang menimbulkan kerusakan
aset/properti/alat/bahan serta 600 (enam ratus)
kejadian nearmiss (hampir celaka) sebelum terjadi 1
(satu) kejadian kecelakaan fatal tersebut.
Piramida kecelakaan kerja tersebut
menggambarkan bahwa untuk (guna) mencegah
kecelakaan fatal di tempat kerja, maka harus
terdapat upaya untuk menghilangkan (mengurangi)
kejadian-kejadian nearmiss di tempat
kerja sehingga probabilitas menuju kejadian
kecelakaan fatal dan kejadian-kejadian lain
sebelum menuju adanya 1 (satu) kejadian fatal
dapat dikurangi (tidak ada).
Penyebab Kecelakaan Kerja
Penyebab Kecelakaan Kerja
Penyebab Penyebab
Penyebab Kecelakaan
Dasar Tidak Kerugian
Langsung Kerja
Kecelakaan Langsung
1. Kurangnya 1. Faktor 1. Tindakan 1. Kontak 1. Manusia (Cedera,
Prosedur/At Pekerjaan Tidak Aman Dengan Keracunan, Cacat,
uran 2. Faktor (Unsave act) Bahaya Kematian, PAK)
2. Kurangnya Pribadi 2. Kondisi 2. Kegagalan 2. Mesin/Alat
Sarana Tidak Aman Fungsi (Kerusakan
3. Kurangnya (Unsave Mesin/Alat)
Kesadaran condition) 3. Material/Bahan
4. Kurangnya (Tercemar, Rusak,
Kepatuhan Produk Gagal)
4. Lingkungan
Teori Efek Domino (Tercemar, Rusak,
– H.W. Heinrich Bencana Alam)
Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja
Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja
Identifikasi dan Pengendalian
Bahaya Di Tempat Kerja
[Link] Kondisi Tidak Aman
[Link] Tindakan Tidak Aman
Pembinaan dan Pengawasan
[Link] dan Pendidikan
[Link] & Konsultasi
[Link] Sumber Daya
Sistem Manajemen
[Link] dan Aturan
[Link] Sarana dan Prasarana
[Link] dan Sanksi
Bahaya K3
Pengertian Faktor
Semua sumber, situasi [Link] (Bakteri, Virus, Jamur,
ataupun aktivitas yang Tanaman, Binatang)
berpotensi menimbulkan [Link]
cedera dan atau penyakit (Bahan/Material/Cairan/Gas/Uap/Deb
akibat kerja (PAK) u Beracun, Reaktif, Radioaktif,
Mudah Meledak/Terbakar, Iritan,
Korosif)
Sumber [Link]/Mekanik (Ketinggian,
[Link] Konstruksi,Mesin/Alat/Kendaraan/Al
[Link] at Berat, Ruang Terbatas, Tekanan,
Kebisingan, Suhu, Cahaya, Listrik,
[Link] Getaran, Radiasi)
[Link] [Link] (Gerakan Berulang,
[Link] Postur/Posisi Kerja, Pengangkutan
Manual, Desain Tempat
Keja/Alat/Mesin)
Jenis [Link]/Sosial (Stress,
[Link] Kekerasan, Pelecehan, Pengucilan,
[Link] Lingkungan, Emosi Negatif)
Think safety , think
life
Pikirkan keselamatanm,
pikirkan kehidupan." Pesan
ini mengajak kita untuk selalu
mengutamakan keselamatan
dalam segala tindakan,
karena keselamatan berkaitan
langsung dengan
kelangsungan hidup
MACAM ALAT PELINDUNG DIRI DAN FUNGSINYA
PELINDUNG MATA
Melindungi mata dengan karateristik terpasang dekat
(GOOGLES)
wajah dan mengitari area mata.
PELINDUNG WAJAH (SAFETY HELMET)
Face shield memberikan perlindungan
wajah menyeluruh dan sering
digunakan pada operasi peleburan
logam, percikan bahan kimia atau
partikel yang melayang.
FACE SHIELD
Masker Wajah
Masker berfungsi untuk melindungi hidung
dari zat-zat berbau, menyengat, dan debu.
MASKER WAJAH
PEMAKAIAN MASKER YANG BENAR !!
PELINDUNG TANGAN
(SAFETY GLOVES)
Sarung tangan merupakan alat pelindung diri dengan
fungsi utama melindungi tangan dari luka lecet, luka
teriris, luka terkena bahan kimia dan terhadap
temperatur ekstrim.
SAFETY GLOVES
PELINDUNG TELINGA
(SAFETY EARPLUG)
Alat pelindung telinga dibedakan atas jenis atenuasinya ( proses
penurunan atau pengurangan intensitas suara atau sinyal ) yaitu
pada frekuensi 2800 – 4000 Hz sampai 42 dB (35 – 45 dB) (dB
yaitu desibel). Desibel adalah satuan pengukuran tingkat
intensitas atau kekuatan suara. Frekuensi biasa yaitu 25-30 dB
pada keadaan khusus dapat dikombinasikan antara tutup telinga
dan sumbat telinga sehingga dapat atenuasi ditingkat lebih
tinggi tetap kurang dari 50 dB, disebabkan hantaran suara
melalui tulang masih ada
SAFETY EARPLUG
SALAH BENAR
SEPATU SAFETY
Sepatu keselamatan kerja dipergunakan melindungi
kaki dari bahaya kejatuhan benda berat, percikan
cairan dan tertusuk oleh benda-benda tajam.
SEPATU SAFETY
Pakaian Pelindung
Penggunaan pakaian pelindung tubuh diwajibkan sebabkan
beberapa akibat yaitu (1) bahan kimia berbahaya, (2) bahaya
berpotensi infeksi, (3) panas yang sangat kuat dan (4)
percikan logam panas dan cairan panas. Pelindung tubuh
berdasarkan tanggapan darurat dibagi dalam 4 kategori yaitu
Kelas A, Kelas B, Kelas C dan Kelas D.
PAKAIAN PELINDUNG
BENAR SALAH
Kecelakaan dapat terjadi di berbagai jenis institusi dan
industri. Contoh-contoh kecelakaan yang telah terjadi meliputi:
[Link] Kerja di Industri Manufaktur: Misalnya, mesin
yang berjalan tidak aman dan mengakibatkan luka pada pekerja,
atau terjadi kebocoran bahan kimia beracun.
[Link] Lalu Lintas: Ini termasuk kecelakaan di jalan raya,
jalan tol, dan transportasi umum seperti kereta api, bus, atau
pesawat terbang.
[Link] di Instalasi Listrik: Berupa kejadian pendek sirkuit,
kebakaran, atau ledakan di fasilitas listrik.
[Link] di Pabrik Kimia: Contohnya, tumpahan bahan kimia
berbahaya yang mengakibatkan pencemaran lingkungan atau cedera
pada pekerja.
[Link] di Bangunan Konstruksi: Misalnya, jatuh dari
ketinggian, runtuhnya struktur, atau insiden terkait penggunaan
peralatan berat.
[Link] di Rumah Sakit: Ini bisa berupa kesalahan medis,
jatuhnya pasien dari tempat tidur, atau kebakaran di rumah sakit.
[Link] di Lapangan Olahraga: Seperti cedera atlet dalam
berbagai olahraga seperti sepak bola, basket, atau renang.
8. Kecelakaan di Pabrik Makanan: Misalnya, kontaminasi
makanan yang mengakibatkan keracunan makanan massal.
9. Kecelakaan di Sekolah: Termasuk kecelakaan di dalam kelas, di
lapangan, atau di transportasi sekolah.
[Link] di Instalasi Nuklir: Ini termasuk insiden radiasi dan
kebocoran nuklir seperti Chernobyl dan Fukushima.
[Link] di Transportasi Publik: Termasuk insiden di kereta
bawah tanah, feri, kapal pesiar, atau transportasi umum lainnya.
12. Kecelakaan di Industri Minyak dan Gas: Contohnya, kebakaran
atau ledakan di fasilitas pengeboran atau kilang minyak.
[Link] di Tambang: Ini melibatkan insiden di tambang
batubara, tambang emas, atau tambang lainnya.
[Link] di Tempat Hiburan: Termasuk insiden di taman
hiburan, konser, atau acara besar lainnya.
15. Kecelakaan di Sarana Umum: Contohnya, kecelakaan di
bandara, stasiun kereta api, atau terminal bus.
Kecelakaan ini seringkali
mengakibatkan cedera fisik,
kerusakan properti, atau bahkan
kematian. Oleh karena itu, penting
untuk selalu mematuhi peraturan
keselamatan, melaksanakan
pelatihan keselamatan, dan
mempertimbangkan langkah-
langkah pencegahan untuk
mengurangi risiko kecelakaan di
berbagai institusi dan industri.
CONTOH FAKTOR UMUM YANG DAPAT MENYEBABKAN
KECELAKAAN KERJA MELIPUTI:
[Link] Pelatihan Keselamatan: Pekerja yang tidak memiliki
pelatihan yang memadai tentang cara menggunakan peralatan atau
prosedur kerja yang aman lebih rentan terhadap kecelakaan.
[Link] Pengawasan: Ketika pengawasan terhadap pekerjaan
tidak memadai, pekerja mungkin tidak mematuhi prosedur
keselamatan atau melakukan tugas dengan sembrono.
[Link] Lingkungan yang Tidak Aman: Lingkungan kerja yang kotor,
berantakan, atau kurang terawat dapat menjadi tempat
berkembangnya kecelakaan.
[Link] yang Rusak atau Tidak Terawat: Peralatan kerja yang
rusak atau tidak terawat dengan baik dapat menjadi sumber potensial
kecelakaan.
[Link] Perusahaan yang Buruk: Kebijakan perusahaan yang
tidak memprioritaskan keselamatan atau tidak memberikan insentif
yang memadai untuk melaporkan masalah keselamatan dapat
meningkatkan risiko kecelakaan.
[Link] dan Stres: Pekerja yang bekerja terlalu lama atau merasa
sangat stres mungkin memiliki konsentrasi yang rendah dan
cenderung melakukan kesalahan.
7. Kelalaian atau Kelalaian Manusia: Manusia bisa melakukan
kesalahan, termasuk kesalahan dalam tindakan atau penilaian yang
dapat mengakibatkan kecelakaan.
8. Tidak Mematuhi Prosedur Keselamatan: Pekerja yang tidak
mematuhi prosedur keselamatan yang telah ditetapkan oleh
perusahaan atau industri dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
9. Faktor Lingkungan Eksternal: Cuaca buruk, gempa bumi, atau
gangguan lainnya di luar kendali pekerja juga dapat menyebabkan
kecelakaan di beberapa industri.
10. Komunikasi yang Buruk: Kurangnya komunikasi yang baik
antara pekerja atau antara pekerja dan manajemen dapat
menyebabkan kebingungan dan kesalahan.
[Link] Terlalu Percaya Diri: Pekerja yang merasa terlalu
percaya diri dalam melakukan tugas mereka mungkin tidak
mengikuti prosedur keselamatan dengan benar.
13. Penggunaan Zat Adiktif atau Alkohol: Penggunaan alkohol atau
zat terlarang selama atau sebelum bekerja dapat mengganggu
kemampuan seseorang untuk bekerja dengan aman.
Penting untuk memahami bahwa kecelakaan
kerja dapat dicegah dengan tindakan yang
tepat, termasuk pelatihan yang baik,
pemeliharaan peralatan yang baik,
pengawasan yang efektif, serta budaya
keselamatan yang kuat di tempat kerja.
Upaya untuk mengidentifikasi dan mengurangi
risiko ini dapat membantu menghindari
kecelakaan yang dapat merugikan pekerja dan
perusahaan
TUGAS
Kelompok Genap :
- Mencari contoh-contoh kecelakaan
yang telah terjadi baik di institusi
ataupun di industri (sumber : artikel
online, majalah online, koran dll),
lengkap dengan sumber dan waktu
kejadian.
Kelompok Ganjil :
- Mencari sebab-sebab kecelakaan kerja
yang terjadi dari contoh kecelakaan
yang telah dikumpulkan oleh
kelompok genap.
UTAMAKAN
KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA
TERIMAKASIH
Pernyataan tersebut bisa dianggap benar dalam konteks tertentu, namun
perlu sedikit penjelasan tambahan untuk pemahaman yang lebih lengkap:
[Link]:
1. Hazard adalah sumber atau situasi yang memiliki potensi
menyebabkan kerugian, cedera, atau dampak negatif. Hazard bisa
terlihat atau tidak terlihat.
2. Contoh hazard yang tidak terlihat: Gas beracun yang tidak berbau,
medan listrik, atau radiasi.
3. Contoh hazard yang terlihat: Alat berat di lokasi konstruksi, lantai
basah, atau kabel listrik terbuka.
4. Jadi, hazard tidak selalu "tidak terlihat." Namun, ada banyak hazard
yang memang sulit dideteksi tanpa alat atau pengetahuan khusus.
[Link]:
1. Danger adalah situasi di mana risiko dari hazard tersebut sudah
nyata dan dapat menyebabkan cedera atau kerugian.
2. Danger sering kali lebih mudah dikenali karena biasanya merupakan
situasi di mana hazard telah berubah menjadi ancaman langsung.
3. Contoh danger: Tumpahan bahan kimia beracun di lantai yang bisa
menyebabkan keracunan atau kebakaran.
Kesimpulan
Jadi, bisa dikatakan bahwa hazard adalah potensi bahaya (baik terlihat
maupun tidak terlihat), sedangkan danger adalah kondisi di mana bahaya
tersebut menjadi ancaman nyata dan biasanya lebih mudah dikenali. Namun,
tidak selalu benar bahwa hazard selalu tidak terlihat dan danger selalu
terlihat.