0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan30 halaman

Aljabar Linier: Matriks dan Invers

Dokumen ini membahas konsep dasar aljabar linier dan matriks, termasuk transpose, invers, dan determinan matriks. Terdapat penjelasan mengenai sifat-sifat matriks, cara menghitung invers untuk matriks 2x2 dan nxn, serta metode Cramer untuk menyelesaikan sistem persamaan linear. Contoh-contoh disertakan untuk memperjelas aplikasi teori yang dibahas.

Diunggah oleh

undercoverz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan30 halaman

Aljabar Linier: Matriks dan Invers

Dokumen ini membahas konsep dasar aljabar linier dan matriks, termasuk transpose, invers, dan determinan matriks. Terdapat penjelasan mengenai sifat-sifat matriks, cara menghitung invers untuk matriks 2x2 dan nxn, serta metode Cramer untuk menyelesaikan sistem persamaan linear. Contoh-contoh disertakan untuk memperjelas aplikasi teori yang dibahas.

Diunggah oleh

undercoverz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ALJABAR LINIER DAN

MATRIKS

MATRIKS
(DETERMINAN, INVERS, TRANSPOSE)
Transpose Matriks (1)
 Jika A matriks mxn, maka transpose dari
matriks A (At) adalah matriks berukuran nxm
yang diperoleh dari matriks A dengan
menukar baris dengan kolom.
Ex:  2 3
  t 2  1 5 
A   1 0   A  
 5  3  3 0  3
 
Transpose Matriks (2)
 Sifat:
1. (At)t = A
2. (AB)t = At  Bt
3. (kA)t = kAt
4. (AB)t = BtAt

Matriks Simetris:
At = A
Invers Matriks (1)
 Jika A adalah sebuah matriks persegi
dan jika sebuah matriks B yang
berukuran sama bisa didapatkan
sedemikian sehingga AB = BA = I,
maka A disebut bisa dibalik dan B
disebut invers dari A.
 Suatu matriks yang dapat dibalik
mempunyai tepat satu invers.
Invers Matriks (2)
 Ex:
 3 5 adalah invers dari  2  5
B   A  
 1 2  1 3 

karena  2  5  3 5  1 0
AB       I
  1 3   1 2  0 1

dan  3 5  2  5  1 0
BA       I
 1 2   1 3   0 1
Invers Matriks (3)
 Cara mencari invers khusus matriks 2x2:
Jika diketahui matriks A  a b 
c d 
 
maka matriks A dapat dibalik jika ad-bc0,
dimana inversnya bisa dicari dengan rumus
 d b 
1  d  b   
A 1
    ad  bc ad  bc 
ad  bc   c a   c a 
 
 ad bc ad  bc 
Invers Matriks (4)
 Ex:
Carilah invers dari  2  5
A  
 1 3 
Penyelesaian:

1 1  3 5 1  3 5  3 5
A        
2(3)  ( 5)( 1)  1 2 1  1 2  1 2
(Bagaimana jika matriksnya tidak 2x2???)
Invers Matriks (5)
 Sifat:
Jika A dan B adalah matriks-matriks
yang dapat dibalik dan berukuran
sama, maka:
1. AB dapat dibalik
2. (AB)-1 = B-1 A-1
Pangkat Matriks (1)
 Jika A adalah suatu matriks persegi,
maka dapat didefinisikan pangkat
bulat tak negatif dari A sebagai:
A0 = I, An = A A … A (n≥0)
n faktor
 Jika A bisa dibalik, maka didefinisikan
pangkat bulat negatif sebagai
A-n = (A-1)n = A-1 A-1 … A-1
n faktor
Pangkat Matriks (2)
 Jika A adalah matriks persegi dan r, s
adalah bilangan bulat, maka:
1. Ar As = Ar+s
2. (Ar)s = Ars
 Sifat:
1. A-1 dapat dibalik dan (A-1)-1 = A
2. An dapat dibalik dan (An)-1 = (A-1)n, n=0,1,2,…
3. Untuk sebarang skalar tak nol k, matriks kA
dapat dibalik dan 1
(kA)  1  A 1
k
Invers Matriks Diagonal
 Jika diketahui matriks diagonal  d1 0

... 0

 0 d2 ... 0 
D 
  ...  
 
0 0 ... dn 

 1 
maka inversnya adalah  0 ... 0
 d1 
 1 
0 ... 0 
D1  d2
 
    
 0 1 
 0 ...
 dn 
Pangkat Matriks Diagonal
 Jika diketahui matriks diagonal
 d1 0 ... 0 
 
 0 d2 ... 0 
D 
  ...  
 
0 0 ... dn 

maka pangkatnya adalah
 d1k 0 ... 0 

k
k  0 d2 ... 0 
D  
   ...  
 0 0
k 
... dn 

Determinan Matriks 2x2 (1)
 Jika A adalah matriks persegi,
determinan matriks A (notasi: det(A))
adalah jumlah semua hasil kali dasar
bertanda dari A.
 Jika diketahui matriks berukuran 2x2,
a b  maka determinan matriks A
A  
 c d 
adalah: det (A) = |A| = ad-
bc
Determinan Matriks 2x2 (2)
 Ex:
 2 3
Jika diketahui matriks P  
 4 5

maka | P | = (2x5) – (3x4) = -2

(Bagaimana kalau matriksnya tidak


berukuran 2x2???)
Determinan Matriks 3x3 (1)
 Untuk matriks berukuran 3x3, maka
determinan matriks dapat dicari
dengan aturan Sarrus.
Determinan Matriks 3x3 (2)
 Ex:

 1 2 3 1 2
 
 4 5 4 4 5 1(5)(1)  2(4)(3)  3(4)(2)  3(5)(3)  2(4)(1)  1(4)(2)
 3 2 1 3 2
 
Determinan Matriks nxn (1)
 Untuk matriks nxn, digunakan ekspansi
kofaktor.
Determinan Matriks nxn (2)
 Kofaktor dan minor hanya berbeda
tanda cij =  Mij.
 Untuk membedakan apakah kofator
pada ij bernilai + atau -, bisa dilihat
pada gambar ini, atau dengan
perhitungan cij = (-1)i+j Mij.
Determinan Matriks nxn (3)
 Determinan matriks dengan ekspansi
kofaktor pada baris pertama
Determinan Matriks nxn (4)
 Ex:
Adjoint Matriks (1)
 3  1 2
 Jika diketahui matriks 3x3  
 0 1 4
 2  2 1
 
 Kofaktor dari matriks tersebut adalah:
c11=9 c12=8c13=-2
c21=-3 c22=-1 c23=4
c31=-6 c32=-12 c33=3
 9 8  2
 Matriks kofaktor yang terbentuk   3  1 4 
  6  12 3 
 
Adjoint Matriks (2)
 Adjoint matriks didapat dari transpose
matriks kofaktor, didapat:
T
 9 8  2  9  3  6
   
  3  1 4   8  1  12
  6  12 3   2 4 3 
   
Invers Matriks nxn (1)
 Rumus:

dengan det(A)0
 Ex: Cari invers dari  3  1 2
 
A  0 1 4
 2  2 1
 
Invers Matriks nxn (2)
Penyelesaian:
 det(A)=3(1)(1)+(-1)(4)(2)+2(0)(-2)-2(1)(2)-(-
2)(4)(3)-1(0)(-1)
=3-7-0-4+24+0 =16
 Adjoint A =  9  3  6 
 8  1  12
 2 4 3 
 
 9  3  6   9 / 16  3 / 16  3 / 8
 Maka A =-1 1   
 8  1  12  1 / 2  1 / 16  3 / 4
16 
 2 4 3    1 / 8 1 / 4 3 / 16 
Metode Cramer (1)
 Digunakan untuk mencari
penyelesaian SPL selain dengan cara
eliminasi-substitusi dan eliminasi
Gauss/Gauss-Jordan.
 Metode Cramer hanya berlaku untuk
mencari penyelesaian SPL yang
mempunyai tepat 1 solusi.
Metode Cramer (2)
 Diketahui SPL dengan n persamaan dan n
variabel
a11 x1 + a12x2 + … + a1n xn = b1
a21 x1 + a22x2 + … + a2n xn = b2
…………………

an1 x1 + an2x2 + … + ann xn = bn


 a11 a12 ... a1n   b1 
dibentuk matriks    
a a ... a2n   b2 
A  21 22 , B 
     
   
a  b 
 n1 an 2 ... ann   n
Metode Cramer (3)
 Syaratnya |A|0
 Penyelesaian untuk variabel-variabelnya
adalah:
A1 A2 An
x1  , x2  ,...,x n 
A A A

dengan |Ai| adalah determinan A dengan


mengganti kolom ke-i dengan B.
Soal
 Buktikan
a1  b1t a2  b2t a3  b3t a1 a2 a3
a1t  b1 a2t  b2 a3t  b3 (1  t 2 ) b1 b2 b3
c1 c2 c3 c1 c 2 c 3

 Buktikan
1 1 1
a b c (b  a)(c  a)(c  b )
a2 b2 c 2
Soal
 Cari a,b,c agar 

 8 5  2b 3a simetris
2

 a  b  c  5 1  c  1
 a 8 2c  4 0 

 Cari invers dari  cos sin 




  sin cos 
1 0 0 
5
 
 Cari matriks diagonal A supaya A  0  1 0 
 0 0  1
 
1 0  3
 Cari nilai x supaya x  1  2 x  6
3 1 x
1 3 x 5

Anda mungkin juga menyukai