Dasar-Dasar Termodinamika dan Temperatur
Dasar-Dasar Termodinamika dan Temperatur
Dalam sebuah sistem yang ada, maka temperatur dapat pula didefinisikan
sebagai sifat dasar yang dapat diukur saat sistem tersebut berbeda derajat
panas dibandingkan dengan keadaan kesetimbangan termal dengan sistem
yang lain.
Konsep temperatur dari sebuah sistem adalah sebuah “property” dimana sistem
tersebut mengalami atau tidak sebuah kesetimbangan termal antara satu
dengan yang lainnya.
6
Termometer dan Pengukuran Temperatur
Termometer adalah alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur
temperatur dari sebuah sistem. Ada berbagai jenis termometer beserta sifat
termometriknya
Sebelum tahun 1954, skala temperature berdasarkan dua titik skala Celcius,
yakni dari 0 C (suhu es) sampai 100 C (uap air), tetapi dalam perjalanannya
banyak hal yang tidak dapat terukur menggunakan skala celsius karena
ketidakakuratannya.
Pada tahun 1954, sebuah skala internasional baru diperkenalkan oleh Kelvin
dengan menggunakan sistem skala single, yakni titik tripel air (triple point of
water) yakni sebuah keadaan dimana es, zat cair dan uap air berada dalam
satu kesetimbangan termal.
Titik tripel air dapat diukur dan pengukurannya dapat diulang dan sangat
akurat yakni sebesar 273.16 K (0.01 C), sehingga a dalam persamaan diatas
ditentukan sebagai berikut:
P
( P) 273.16 K
PTP
Untuk termometer resistor pada tekanan tetap
R'
( R' ) 273.16 K
R 'TP
Untuk termokopel pada tekanan tetap
( ) 273.16 K
TP
10
Tabel 2 Perbandingan Termometer
NBP=Normal Boiling Point (titik didih normal), NSP=Normal Sublimation Point (titik
sublimasi normal), TP=Tripel Point (titik tripel), NMP= Normal Melting Point (Titik lebur
normal)
Berdasarkan tabel diatas kita dapatkan secara eksak nilai temperatur yang
didapatkan tidaklah sama, dan berada pada jangkauan variasi sebesar ±50.
Pada termometer hidrogen kita dapatkan variasi kurang dari ±5 pada tekanan
rendah, sehingga termometer gas dipilih sebagai termometer baku untuk
mendefinisikan skala temperatur secara empiris dimana temperatur yang
diukur tidak terlalu jauh dari suhu ruangan
11
Gambar disamping merupakan
termometer gas sederhana
dengan volume tetap. Gas
dimasukkan ke dalam tabung B
yang dihubungkan dengan pipa
kapiler pada tabung air raksa
(merkuri). Perbedaan tinggi h
diukur ketika tabung B dikelilingi
oleh sistem yang temperaturnya
ingin diukur dan ketika dikelilingi
oleh titik tripel air. Tekanan pada
tabung B adalah tekanan
atmosfer ditambah dengan h
P
273.16 K lim
PTP 0 P
TP
Artinya semua jenis gas akan menunjukkan nilai temperatur yang sama yakni
ketika PTP menuju NOL, sehingga skala temperatur gas ideal tidak bergantung
pada jenis gas tertentu, namun skala itu masih tergantung pada sifat gas
umumnya.
T (C ) ( K ) 273.15
Ambil contoh pada gambar diatas untuk pengukuran titik didik air berdasarkan
skala temperatur gas ideal sebesar = 373.125 K, maka didapat
14
Termometer Platinum
Termometer platinum adalah sebuah alat pengukur temperatur menggunakan
hubungan hambatan dari sebuah kawat sangat tipis berbahan platinum. Sensor
temperatur (kawat platinum) yang digunakan biasanya panjang dan berukuran
mikrometer juga sangat halus dan sangat dijaga kemurniannya.
RPt' (T ) RTP
'
(1 AT BT 2 )
Dimana RPt adalah hambatan kawat platinum pada temperatur yang diukur, RTP
adalah hambatan platinum pada titik tripel air. A dan B adalah sebuah konstanta,
dan T adalah temperatur yang diukur.
15
Termometer Radiasi
Termometer radiasi biasanya disebut sebagai pirometer (pyrometry).
Termometer ini merupakan noncontact termometer yang digunakan untuk
mengukur objek temperatur yang sangat tinggi (lebih besar dari 1100 C) yang
biasanya disebabkan oleh sebuah radiasi gelombang elektromagnetik.
16
Termokopel
Gambar disamping adalah
skematik diagram sebuah
termokopel. Temperatur
sebuah sistem diukur
pada bagian sambungan
kawat A dan B (test
junction). Kawat
termokopel ini lalu
dihubungkan dengan
kawat tembaga yang
terhubung dengan sebuah
referensi es pada 0 C
Gb. Skematik diagram termokopel
T ( F ) T ( R ) 459.67
Hubungan Fahrenheit dengan Celcius sebagai berikut
T ( F ) 95 T (C ) 32
Sehingga berdasarkan rumus diatas, bila temperatur es adalah 273.15 K, maka
itu sama dengan (9/5)273.15=491.67R, yakni 491.67-459.67=32.00F
20
Kesetimbangan Termodinamika (thermodynamic equilibrium).
Bila gaya gaya dan torka nya dalam keadaan seimbang di dalam sistem ataupun
antara sistem dan lingkungan maka kita bisa sebut bahwa sistem dalam keadaan
kesetimbangan mekanis (mechanical equilibrium). Apabila terdapat ketidak
setimbangan antara gaya dan torka, maka sistem akan mengalami perubahan
sampai tercapainya kesetimbangan mekanis.
22
Persamaan Keadaan (Equation of State)
PVT system
23
Pada sebuah sistem yang terdiri dari gas pada tekanan rendah memiliki
sebuah persamaan keadaan sederhana dari sebuah gas ideal, yakni
n adalah jumlah mole dari sistem, R adalah
PV nRT konstanta Rydberg gas tersebut, P, V dan T
adalah tekanan, volume dan temperatur
Pada tekanan tinggi, persamaan keadaan akan lebih rumit. Persamaan van
der Waals dapat merepresentasikannya dimana dalam persamaan tersebut
memperhitungkan interaksi antar partikel dan ukurannya
P v b RT
a
v2
v=V/n, a dan b adalah konstanta yang
khusus untuk gas tertentu
Setiap sistem yang memiliki massa yang tetap dan komposisi yang juga tetap
dan memiliki tekanan hidrostatistik yang sama, tanpa ada pengaruh dari
gravitasi, listrik dan efek medan, kita menyebutnya sistem hidrostatistik
(hydrostatic system)
25
Apabila kita memiliki sebuah sistem volume yang dipengaruhi oleh tekanan
dan temperatur, biasanya kita menuliskannya sebagai berikut:
Apabila perubahan hanya terjadi pada temperature saja dalam skala kecil
dimana tekanan akan selalu sama maka, didefinisikan sebuah parameter
baru yang diberi nama ekspansi volume (volume expansivity) sebagai
berikut
V1 VT P
Sebaliknya apabila perubahan kecil terdapat pada tekanan, maka didapat
sebuah parameter baru bernama pemampatan isotermal (isothermal
compressibility)
1
V
VP T Bila tekanan naik akan
memberikan harga – pada volume
26
Apabila kita memiliki persamaan keadaan untuk tekanan, P fungsi dari
volume dan temperatur yang berubah secara perlahan didapat
P P(V , T )
dP VP T dV TP V dT
T T (V , P )
dT VT P dV TP V dP
Rumusan diatas berlaku untuk setiap kondisi persamaan keadaan yang
telah diketahui memiliki hubungan antara ketiganya, dan kita sebut sebagai
differensial eksak. Sehingga dapat kita tuliskan rumus umum untuk
persamaan keadaan z yang berubah pada x dan y secara perlahan sebagai
berikut
z z ( x, y )
dz xz y dx dy
z
y x
27
Teorema matematika
Ada sebuah teorema yang sering digunakan di dalam diferensial parsial yang
sangat sering digunakan didalam tema ini.
dx dy dz
x
y z
x
z y ; dy dx dz
y
x z
y
z x
dx dx dz dz
x
y z
y
x z
y
z x
x
z y
dx dz dz
x y
y z x z
x y
y z z x
x
z y
Apabila terdapat dua parameter independen, misal x dan z, maka jika dz=0
maka dx 0
28
Maka: 1
x y
y z x z
y /1x
x
y z
z
x y
y z z x
x
z y
1
x y z
y z z x x y
dP dT 1
V dV dT
dT
dP
Pf Pi (T f Ti )
Dan untuk merkuri pada suhu 15 dan 25 akan bernilai sama yakni
1.81 x 10-4 K-1 dan 4.01 x 10-11 Pa-1 (berdasarkan tabel) maka tekanan
akhir yang didapat pada volume yang konstant adalah
Pf Pi
(T f Ti )
0.01107 1.8110 4
4.0110 11
10 4.52 107 Pa 452 atm
30
Sistem Kawat Teregang
Kawat dapat dikategorikan sebagai sistem satu dimensi, karena kawat memiliki
panjang yang takterhingga dibandingkan lebar kawat tersebut. Pada sistim
kawat yang teregang biasanya percobaan dilakukan pada kondisi tekanan yang
konstant (atmosfer) dan perubahan pada volume dapat diabaikan. Sehingga
kadang kala dalam percobaan kedua parameter (tekanan dan volume) tidak
terlalu mendapat perhatian.
L1 TL F
Untuk kasus metal, ketika suhu dinaikkan maka panjang nya akan bertambah,
sehingga linier ekpansiviti akan berharga positive, tetapi akan negative untuk
kasus karet, karena volumenya akan berkurang saat dipanaskan.
32
Untuk kasus perubahan gaya regangan terhadap temperatur dikarenakan
temperetur yang berubah secara perlahan lahan didapat
Sistem Permukaan
Di dalam sistem permukaan maka kita berbicara tentang dua dimensi dan
merupakan cabang dari ilmu fisika-kimia. Terdapat contoh dalam sistem
permukaan:
1. Sistem antarmuka antara cairan dalam kesetimbangannya dengan uapnya
2. Gelembung air sabun yang terdiri dari dua permukaan dimana terdapat
sejumlah cairan
3. Lapisan minyak di permukaan air
4. Lapisan gas pada permukaan katalis padat 33
Untuk menjabarkan fungsi keadaan sistem sederhana diatas biasanya juga
terdiri dari tiga parameter termodinamika
1. Tegangan permukaan, (N/m)
2. Luas permukaan dari lapisan/film, A(m2)
3. Temperature, T(K)
Persamaan keadaan dari sistem sederhana ini dirumuskan oleh van der
Waals dan disempurnakan oleh Guggenheim
o 1 T n
TC
o tegangan permukaan pada temperatur standar
(20C), Tc adalah temperatur kritis(tidak ada tekanan yg
akan mengkondensasi uap menjadi cairan), n adalah
konstanta antara 1 dan 2
36
Sistem Lempeng Dielektrik (Dielektrik Slab)
Dielektrik adalah suatu bahan yang memiliki daya hantar arus yang sangat kecil
atau bahkan hampir tidak ada. Bahan dielektrik dapat berwujud padat, cair dan
[Link] seperti konduktor, pada bahan dielektrik tidak terdapat elektron-
elektron konduksi yang bebas bergerak di seluruh bahan oleh pengaruh medan
listrik. Bahan dielektrik merupakan isolator yang baik.
P b
a E a dan b adalah sebuah konstanta
V T
37
Sistem Batang Paramagnetik (Paramagnetik Rod)