LINEAR
PROGRAMMING
METODE SIMPLEKS
METODE
SIMPLEKS
Metode yang dapat digunakan untuk
menyelesaikan persoalan manajerial yang
telah diformulasikan terlebih dahulu ke
dalam persamaan matematika program
linear yang mempunyai variable
keputusan mulai dari lebih besar atau
sama dengan 2 (dua) sampai
multivariable.
Metode grafik hanya dapat digunakan
apabila jumlah variable keputusan
maksimal 2 (dua) buah.
Metode simpleks pertama kali
diperkenalkan oleh George B. Dantzig
pada tahun 1947 dan telah diperbaiki
oleh beberapa ahli lain.
Metode penyelesaian dari metode
simpleks ini melalui perhitungan ulang
(iteration) dimana langkah-langkah
perhitungan yang sama diulang-ulang
sebelum solusi optimal diperoleh
PENYELESAIAN DENGAN
METODE SIMPLEKS
Syarat :
Model program linier /MODEL
MATEMATIKA (Canonical form) 🡪
harus dirubah dulu kedalam suatu
bentuk umum yang dinamakan
”bentuk baku” (standard form).
MERUBAH MODEL LINEAR
PROGRAMMING MENJADI MODEL
BAKU SIMPLEK
CIRI-CIRI DARI BENTUK BAKU
MODEL PROGRAM LINIER
⮚ Semua fungsi
kendala/pembatas berupa
persamaan dengan sisi kanan
non-negatif /POSITIF
⮚ Semua variabel keputusan non-
negatif.
⮚ Fungsi tujuan dapat
memaksimumkan maupun
meminimumkan
MODEL MATEMATIKA/ LP…..
Metode Simpleks.
Fungsi Tujuan : Maksimumkan
Z = C1X1+C2X2+ . . . . . +CnXn
Fungsi Pembatas :
a11X11 + a12X12 +. . . .+ a1nXn ≤ b1
a21X21 + a22X22 +. . . .+ a2nXn ≤ b2
……. …….. ……. ….. …..
am1Xm1 + am2Xm2 +. . . .+ amnXn ≤ bm
INDRAWANI SINOEM/TRO/SI-5
PERLU DIPERHATIKAN :
Metode simpleks hanya bisa
dipakai (diaplikasikan) pada
bentuk standar/BAKU sehingga
kalau tidak dalam bentuk standar
harus ditransformasikan dulu
menjadi bentuk standar./BAKU
BEBERAPA HAL YANG PERLU
DIPERHATIKAN DALAM TRANSFORMASI
KE BENTUK STANDAR/BAKU
Fungsi Pembatas
❑ Fungsi pembatas yang mempunyai tanda
< diubah menjadi suatu bentuk persamaan
atau = (bentuk standar) dengan cara
menambahkan suatu variabel baru yang
dinamakan slack variable
❑ Banyaknya slack variabel bergantung pada
banyaknya fungsi pembatas.
Fungsi Tujuan
❑ Dengan adanya slack variable pada
fungsi pembatas, maka fungsi tujuan
juga harus disesuaikan dengan
memasukkan unsur slack variable ini.
❑ Karena slack variable tidak mempunyai
kontribusi apa-apa terhadap fungsi
tujuan, maka konstanta untuk slack
variable tersebut dituliskan nol.
Variabel slack adalah variabel yang ditambahkan ke
model matematik FUNGSI kendala untuk
mengkonversikan pertidaksamaan ≤ menjadi
persamaan (=). Penambahan variabel ini terjadi pada
tahap inisialisasi. Pada solusi awal, variabel slack
akan berfungsi sebagai variabel basis.
Variabel surplus adalah variabel yang dikurangkan
dari model matematik FUNGSI kendala untuk
mengkonversikan pertidaksamaan ≥ menjadi
persamaan (=). Penambahan ini terjadi pada tahap
inisialisasi. Pada solusi awal, variabel surplus tidak dapat
berfungsi sebagai variabel basis.
Variabel buatan/ARTIFICIAL VARIABLE adalah
variabel yang ditambahkan ke model matematik FUNGSI
kendala dengan bentuk ≥ atau = untuk difungsikan
sebagai variabel basis awal. Penambahan variabel ini
terjadi pada tahap inisialisasi. Variabel ini harus bernilai
0 pada solusi optimal, karena kenyataannya variabel ini
tidak ada. Variabel hanya ada di atas kertas.
BEBERAPA ISTILAH DALAM TABEL
SIMPLEKS
Iterasi adalah tahapan perhitungan dimana nilai dalam
perhitungan itu tergantung dari nilai tabel sebelumnya.
Variabel non basis adalah variabel yang nilainya diatur
menjadi nol pada sembarang iterasi.
Variabel basis merupakan variabel yang nilainya bukan nol
pada sembarang iterasi. Pada solusi awal, variabel basis
merupakan variabel slack (jika fungsi kendala merupakan
pertidaksamaan ≤ ) atau variabel buatan (jika fungsi kendala
menggunakan pertidaksamaan ≥ atau =). Secara umum, jumlah
variabel basis selalu sama dengan jumlah fungsi pembatas
(tanpa fungsi non negatif).
Solusi atau nilai kanan (NK) merupakan nilai sumber daya
pembatas yang masih tersedia. Pada solusi awal, nilai kanan
atau solusi sama dengan jumlah sumber daya pembatas awal
yang ada, karena aktivitas belum dilaksanakan. Ada beberapa
hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
1. Nilai kanan (NK) fungsi tujuan harus nol (0).
2. Nilai kanan (NK) fungsi kendala harus positif. Apabila
negatif,
nilai tersebut harus dikalikan –1.
Bentuk standar Metode Simpleks.
Fungsi Tujuan : Maksimumkan
Z – C1X1-C2X2- . . . . . –CnXn-0S1-0S2-. . .-0Sn = NK
Fungsi Pembatas :
a11X11+a12X12+. . . .+a1nXn+ S1+0S2+. . .+0Sn
= b1
a21X21+a22X22+. . . .+a2nXn+ 0S1+S2+. . .+0Sn =
b2
……. …….. ……. ….. ….. …. …..=
…
am1Xm1+am2Xm2+. . . .+amnXn+ S1+0S2+. . .+1Sn
= bm
Setelah fungsi batasan dirubah ke dalam
bentuk persamaan (bentuk standar), maka
untuk menyelesaikan masalah program
linier dengan metode simpleks
menggunakan suatu kerangka tabel yang
disebut dengan tabel simpleks.
Tabel ini mengatur model ke dalam suatu
bentuk yang memungkinkan untuk
penerapan penghitungan matematis
menjadi lebih mudah
Tabel Simpleks :
Var.
X1 X2 .. Xn S1 S2 Sn
Z .... NK
Dasar/BASIS ..
-C1 -C2 .. -Cn
Z 1 0 0 0 0 0
..
S1 a11 a12 .. a1n b1
0 1 0 0 0
.
S2 a21 a22 .. a2n b2
0 0 1 0 0
.
.. ..
... ... ... ... ... ... ... ... ...
. .
Sn am1 am2 .. amn bm
0 0 0 0 1
.
Langkah-Langkah Metode Simpleks
1. Rumuskan persoalan PL ke dalam model
umum PL (fungsi tujuan dan fungsi pembatas).
2. Merubah model umum PL menjadi model
simpleks :
a. Fungsi Pembatas: tambahkan slack variabel
dan/atau surplus variabel, dan/atau variabel
buatan (artifisial var).
b. Fungsi tujuan :
▪Rubahlah bentuk fungsi tujuan eksplisit
menjadi persamaan bentuk implisit
▪Tambahkan/kurangi dengan slack var, surplus
var dan/atau variabel buatan yg bernilai nol.
3. Formulasikan ke dalam Tabel Simpleks.
4. Lakukan langkah-langkah penyelesaian.
Contoh 1 :
Model Program Linear/ Model
MATEMATIKA
1. Fungsi Tujuan :
Maksimumkan : Z= 8X1 + 6X2 (Dlm
ribuan)
2. Fungsi Pembatas :
Bahan A : 4X1 + 2X2 ≤ 60
Bahan B : 2X1 + 4X2 ≤ 48
X1, X 2 ≥ 0
MERUBAH FUNGSI KENDALA
Bahan A : 4X1 + 2X2 ≤ 60
fungsi kendala kurang dari sama dengan (≤)
diubah ke model baku dengan menambahkan
slack variable pertama
Bahan A : 4X1 + 2X2 + S1 = 60
Boleh ditulis 4X1 + 2X2 + X3 = 60
BAHAN B : 2X1 + 4X2 ≤ 48
Fungsi kendalanya kurang dari sama dengan (≤)
diubah kemodel baku dengan menambahkan
slack variable kedua
BAHAN B : 2X1 + 4X2 + S2 = 48 INDRAWANI SINOEM/TRO/SI-5
Merubah fungsi kendala
Bahan A 4X1 + 2X2 ≤ 60
Cara merubah ≤ SEHINGGA HANYA
PERLU DI TAMBAHKAN SLACK
VARIABEL 1
4X1 + 2X2 + S1 = 60
Bahan B 2X1 + 4X2 ≤ 48
Cara merubah ≤ SEHINGGA HANYA
PERLU DI TAMBAHKAN SLACK
VARIABEL 2
2X1 + 4 X2 + S2 = 48
Merubah fungsi tujuan
Maksimumkan : Z = 8X1 + 6X2
Diubah menjadi
Z= 8X1 + 6X2 + 0S1 + 0S2
Diubah nilai kanan fungsi tujuan
adalah nol
Z - 8X1 - 6X2 - 0S1 - 0S2 = 0
Model Baku Simpleks :
1. Fungsi Tujuan : Maksimumkan
Z– 8X1–6 X2–0S1- 0S2 = 0
2. Fungsi Pembatas :
4X1+2X2+ S1 = 60
2X1+4X2+ S2 = 48
X1, X2, S1, S2 ≥ 0
FUNGSI TUJUAN MAKS Z– 8X 1–6 X2–0S1- 0S2 = 0
KENDALA 1 4X1+2X2+ 1S1+ 0S2 = 60
KENDALA 2 2X1+4X2+ 0S1+ 1S2 = 48
TABEL AWAL SIMPLEKS
Variabel
Basis
X1 X2 S1 S2 NK
Z -8 -6 0 0 0
S1 4 2 1 0 60
S2 2 4 0 1 48
Tabel Awal Simpleks :
Variabel
Dasar
X1 X2 S1 S2 NK
Z -8 -6 0 0 0
S1 4 2 1 0 60
S2 2 4 0 1 48
Langkah-langkah penyelesaian :
1. Iterasi Awal (Iterasi-0)
Variabel
Dasar
X1 X2 S1 S2 NK
Z -8 -6 0 0 0
S1 4 2 1 0 60
S2 2 4 0 1 48
2. Iterasi-1 :
a. Menentukan kolom kunci :
Kolom kunci : Kolom pada Baris Z yang mempunyai
nilai negative terbesar yaitu kolom X1 SEBESAR - 8
Variabel
Dasar
X1 X2 S1 S2 NK
Z -8 -6 0 0 0
S1 4 2 1 0 60
S2 2 4 0 1 48
b. Menentukan baris kunci :
NK fungsi pembatas/KENDALA
- Nilai Indeks : -----------------------------------------
Nilai pada kolom kunci fungsi
pembatas/KENDALA
- Baris kunci : nilai indeks yang terkecil (positif). YAITU
BARIS KUNCI
NYA ADALAH S1 NILAINYA 15
Variabel
Dasar
X1 X2 S1 S2 NK Indeks
Z -8 -6 0 0 0
S1 60/4
4 2 1 0 60
=15
S2 48/2=
2 4 0 1 48
24
Menentukan angka kunci yaitu angka di perpotongan kolom kunci
dan baris kunci Angka Kunci = 4
LANGKAHNYA
[Link] KOLOM KUNCI ADALAH X1
[Link] BARIS KUNCI adalah S1
[Link] ANGKA KUNCI adalah 4
[Link] BARIS KUNCI S1 MENJADI BARIS KUNCI
BARU
4 , 2, 1, 0, 60 dibagi dengan
angka kunci yaotu 4
4/4, 2/4, ¼, 0/4 60/4
HASILNYA
1, ½ , ¼, 0. 15
C. Perubahan-perubahan nilai baris KUNCI
- Nilai baris kunci baru = (Nilai baris kunci lama) dibagi nilai
angka kunci
( Nilai baris kunci lama 4 , 2, 1, 0, 60) angka
kuncinya 4
4/4, 2/4, ¼, 0/4 60/4
1 ½, ¼, 0, 15
baris kunci baru diberi nama baru
sesuai
Variabel nama
X kolom
1X kuncinya
S 2S tadinya
NK1 2
Dasar
S1 menjadi X1
Z
X1 1 ½ ¼ 0 15
S2
d. Mengubah nilai-nilai selain pada baris kunci
Rumus :
Baris baru = baris lama – (ANGKA pada kolom kunci) x nilai baru baris kunci
Baris pertama
(Z)
Baris ke-3 S 2 (batasan 2)
[2 4 0 1 48 ]
(2) [1 1/2 1/4 0 15 ] (-)
Nilai baru
= [0 3 -1/2 1 18 ]
BARIS S2
a. -8 – ( 1 x -8) = -8 – ( -8) = -8 + 8 = 0
b. -6 – ( ½ x -8 ) = -6 – (-4) = -6 + 4 = -2
c. 0 – (1/4 x -8) = 0 – ( -2) = 0 + 2 = 2
d. 0 – ( 0 x -8) = 0 – 0 = 0
e. 0 – (15 x -8) = 0 – (-120) = 0 + 120 = 120
UNTUK BARIS S2
2 - (2 X1 ) = 2 – 2 = 0
4 - (2 X ½) = 4 - 1= 3
0 - (2 X1/4) = 0 -1/2 = -1/2
Variabel
Dasar
X1 X2 S1 S2 NK
Z 0 -2 2 0 120
X1 1 ½ ¼ 0 15
S2 0 3 -½ 1 18
Karena masih ada nilai negative pada baris
tujuan maka perhitungan diulang kembali
yaitu pada kolom X2
Variabel X1 X2 S1 S2 NK Indeks
Dasar
120/-
Z 0 -2 2 0 120 2= -60
15/0,5
X1 1 ½ ¼ 0 15 = 30
18/3 =
S2 0 3 -½ 1 18 6
Kolom kunci X2 nilai baris tujuan yang negatif
Baris kunci S2 nilai indeks positif terkecil
Angka Kunci 3 perpotongan kolom kunci dan
baris kunci
Merubah baris kunci lama menjadi baris kunci
baru
BARIS KUNCI LAMA 0 3 -1/2 1/3 18
ANGKA KUNCI 3
0/3 3/3 -1/2 : 3 1/3 18/3
0 1 -1/6 1/3 6
-1/2 :3 = -1/2 X 1/3 = -1/6
BARIS KUNCI BARU AKAN DIBERI NAMA X2
SESUAI DENGAN KOLOM KUNCINYA
Variabel
Dasar X1 X2 S1 S2 NK Indeks
X1
X2 0 1 - 1/6 1/3 6 -
d. Mengubah nilai-nilai selain pada baris kunci
Rumus :
Baris baru = baris lama – (koefisien pada kolom kunci) x nilai baru baris kunci
Baris pertama
(Z)
[0 -2 2 0 120 ]
(-2) [0 1 -1/6 1/3 6] (-)
Nilai baru = [0 0 5/3 2/3 132 ]
Baris ke-2 (batasan X1)
[1 1/2 1/4 0 15 ]
(1/2) [0 1 -1/6 1/3 6] (-)
Nilai baru = [1 0 1/3 -1/6 12 ]
Merubah angka baris tujuan BARIS Z
-2 – (1 x(-2) = -2 - ( -2) = -2 + 2 = 0
2 – (-1/6 x (-2) = 2 – (1/3) = 5/3
0 – ( 1/3 x(-2) = 2/3
120 – ( 6 x -2) = 120 + 12 = 132
Merubah baris X1 kendala satu
1 - 0x½ =1
½ - ( 1 x ½) ½-½ =0
¼ - (- 1/6 x ½) = ¼ - ( -1/12) = ¼ + 1/12= 3/12 =
1/12 = 4/12 = 1/3
0 – (1/3 x ½) = 0 – 1/6 = -1/6
15 – ( 6 x ½) = 15 – 3 = 12
ITERASI 2
Variabel
Dasar
X1 X2 S1 S2 NK Indeks
Z 0 0 5/3 2/3 132 -
X1 1 0 1/3 - 1/6 12 -
X2 0 1 - 1/6 1/3 6 -
Di baris Z sudah tidak ada nilai negative
sehingga perhitungan sudah optimal
Pada iterasi-2 terlihat bahwa koefisien
fungsi tujuan sudah tidak ada lagi yang
mempunyai nilai negatif, proses perubahan
selesai dan ini menunjukkan penyelesaian
persoalan linear dengan metode simpleks
sudah mencapai optimum dengan hasil
sbb :
X1= 12 dan X2 = 6
dengan Zmakasimum = Rp 132.000.-
MAKSIMUM Z = 8X1 + 6X2
Z= 8(12) + 6(6)
Z= 96 + 36
Z= 132
Z = 8X1 + 6X2
X1 = 12 X2 = 6
Z = 8 (12) + 6(6)
96 + 36 = 132
Bahan A : 4X1 + 2X2 ≤ 60
4(12) + 2(6) = 60
48 + 12 = 60
Bahan B : 2X1 + 4X2 ≤ 48
2( 12) + 4(6) = 48
24 + 24 = 48
Contoh 2 :
Model Program Linear
1. Fungsi Tujuan :
Maksimumkan : Z=15X1 + 10X2 (Dlm
ribuan )
2. Fungsi Pembatas :
Bahan A : X1 + X2 ≤ 600
Bahan B : 2X1 + X2 ≤ 1000
X1, X 2 ≥ 0
Bahan A : X1 + X2 ≤ 600
X1 + X2 + S1 = 600
Bahan B : 2X1 + X2 ≤ 1000
2X1 + X2 + S2 = 1000
Fungsi tujuan Z=15X1 + 10X2
Z= 15X1 + 10X2 + 0S1 + 0S2
NK harus nol
Z – 15X1 – 10X2 – 0S1 – 0S2 = 0
Model baku Simpleks :
1. Fungsi Tujuan : Maksimumkan
Z– 15X1–10 X2–0S1- 0S2 = 0
2. Fungsi Pembatas :
X1+X2+ 1S1+ 0S2 = 600
2X1+X2+0S1+ 1S2 = 1000
X1, X 2, S1, S2 ≥ 0
Langkah-langkah penyelesaian :
1. Iterasi Awal (Iterasi-0)
Variabe X1 X2 S1 S2 NK
l Dasar
Z -15 -10 0 0 0
S1 1 1 1 0 600
S2 2 1 0 1 1000
2. Iterasi-1 :
a. Menentukan kolom kunci :
Kolom kunci : kolom yang mempunyai koefisien
fungsi tujuan yang bernilai negatif terbesar.
Variabel X1 X2 S1 S2 NK
Dasar
Z -15 -10 0 0 0
S1 1 1 1 0 600
S2 2 1 0 1 1000
MENENTUKAN BARIS
KUNCI
Nilai Indeks 600/1 = 600
1000/2 = 500
dipilih sbg baris kunci
Angka kunci 2 (angka di
perpotongan baris kunci dan
kolom kunci )
b. Menentukan baris kunci :
Variabe X1 X2 S1 S2 NK Indeks
l Dasar
Z -15 -10 0 0 0 -
S1 1 1 1 0 600 600
S2 2 1 0 1 1000 500
Angka Kunci = 2
C. Perubahan-perubahan nilai baris kunci
- Nilai baris kunci baru = (Nilai baris kunci
lama) : nilai angka kunci
2/1 ½ 0/2 ½ 1000/2
2 ½ 0 ½ 500
Variabel X1 X2 S1 S2 NK
Dasar
S1
X1 1 ½ 0 ½ 500
C. Perubahan-perubahan nilai baris :
- Nilai baris yang lain = Baris lama – (Nilai baris kunci baru)
x
angka kolom kunci baris ybs.
Variabel
Dasar X1 X2 S1 S2 NK
Z 0 -2½ 0 7½ 7500
S1 0 ½ 1 -½ 100
X1 1 ½ 0 ½ 500
PERUBAHAN BARIS Z
( -15 -10 0 0 0
-15 x ( 1 ½ 0 ½ 500 ) -
-15 – ( -15 x 1) = -15 - ( -15) = -15 + 15 = 0
-10 – (-15 x ½) = -10 – ( - 15/2) = -10 + 15/2 = -
20/2 + 15/2 = -5/2
0 – (-15 x 0 ) = 0 – 0 = 0
0 – (-15x ½) = 0 – (- 15/2) = 0 + 15/2 = 7,5
0 – ( -15 x 500) = 0 – (-7500) = 0 + 7500 = 7500
PERUBAHAN BARIS S1
NILAI BARU BARIS S1 nilai
baris nilainya sama dengan
nilai baris S1 lama karena
angka yang masuk di kolom
kunci baris S1 adalah 0
3. Iterasi-2 : perhatikan apakah koefisien fungsi
tujuan pada
Tabel simpleks masih ada yang bernilai negatif
Variabel X1 X2 S1 S2 NK Indeks
Dasar
Z 0 -2½ 0 7½ 7500 -
S1 0 ½ 1 -½ 100 200
X1 1 ½ 0 ½ 500 1000
Angka Kunci
Merubah baris pada angka kunci dan baris-
baris lainnya.
Variabel X1 X2 S1 S2 NK Indeks
Dasar
X2 0 1 2 -1 200 -
X1
Merubah baris pada angka kunci dan baris-
baris lainnya.
Variabel X1 X2 S1 S2 NK Indeks
Dasar
X2 0 1 2 -1 200 -
X1 1 0 -1 1 400 -
Merubah baris pada angka kunci dan baris-baris
lainnya.
Variabel X1 X2 S1 S2 NK Indeks
Dasar
Z 1 0 5 5 8000 -
X2 0 1 2 -1 200 -
X1 1 0 -1 1 400 -
Pada iterasi-2 terlihat bahwa koefisien
fungsi tujuan sudah tidak ada lagi yang
mempunyai nilai negatif, proses peru-
bahan selesai dan ini menunjukkan
penyelesaian persoalan linear dengan
metode simpleks sudah mencapai
optimum dengan hasil sbb :
X1= 400 dan X2 = 200
dengan Zmakasimum = Rp 8000.-
Contoh-3 :
Model Program Linear
Fungsi Tujuan :
Maksimumkan : Z = 3X1+2X2
Fungsi Pembatas :
X1 + X2 ≤ 15
2X1 + X2 ≤ 28
X1 + 2X2 ≤ 20
X1, X 2 ≥ 0
Model Simpleks
Fungsi Tujuan : Maksimumkan
Z– X1–2X1–0S1–0S2–0S3 = 0
Fungsi Pembatas :
X1 + X2 + S1 = 15
2X1 + X2 + S2 = 28
X1 + 2X2 + S3 = 20
X1, X2 ≥ 0
Tabel Simpleks
Variabel X1 X2 S1 S2 S3 NK
Dasar
Z -3 -2 0 0 0 0
S1 1 1 1 0 0 15
S2 2 1 0 1 0 28
S3 1 2 0 0 1 20
(a). Iterasi Awal (Iterasi-0) :
Variabel X1 X2 S1 S2 S3 NK Indeks
Dasar
Z -3 -2 0 0 0 0 -
S1 1 1 1 0 0 15 15
S2 2 1 0 1 0 28 14
S3 1 2 0 0 1 20 20
(a). Iterasi Awal (Iterasi-0) :
Variabel X1 X2 S1 S2 S3 NK Indeks
Dasar
Z -3 -2 0 0 0 0 -
S1 1 1 1 0 0 15 15
S2 2 1 0 1 0 28 14
S3 1 2 0 0 1 20 20
Angka Kunci
( b). Iterasi-1
Variabel
Dasar X1 X2 S1 S2 S3 NK Indeks
S1
X1 1 ½ 0 ½ 0 14 -
S3
( b). Iterasi-1
Variabel
Dasar
X1 X2 S1 S2 S3 NK Indeks
S1
X1 1 ½ 0 ½ 0 14 -
S3 0 3/2 0 -½ 1 6 -
(b). Iterasi-1
Variabel X1 X2 S1 S2 S3 NK Indeks
Dasar
S1 0 ½ 1 -½ 0 1 -
X1 1 ½ 0 ½ 0 14 -
S3 0 3/2 0 -½ 1 6 -
(b). Iterasi-1
Variabel
Dasar X1 X2 S1 S2 S3 NK Indeks
Z 0 -½ 0 3/2 0 42 -
S1 0 ½ 1 -½ 0 1 -
X1 1 ½ 0 ½ 0 14 -
S3 0 3/2 0 -½ 1 6 -
(c). Iterasi-2
Variabel X1 X2 S1 S2 S3 NK Indeks
Dasar
Z 0 -½ 0 3/2 0 42 -
S1 0 ½ 1 -½ 0 1 2
X1 1 ½ 0 ½ 0 14 28
S3 0 3/2 0 -½ 1 6 4
Angka Kunci
Perubahan-perubahan baris kunci dan baris lainnya.
Variabel X1 X2 S1 S2 S3 NK Indeks
Dasar
X2 0 1 2 -1 0 2 -
X1
S3
Perubahan-perubahan baris kunci dan baris
lainnya.
VariabelX1 X2 S1 S2 S3 NK Indeks
Dasar
X2 0 1 2 -1 0 2 -
X1 1 ½ 0 ½ 0 14 -
S3
Perubahan-perubahan baris kunci dan baris lainnya.
Variabel X1 X2 S1 S2 S3 NK Indeks
Dasar
X2 0 1 2 -1 0 2 -
X1 1 ½ 0 ½ 0 14 -
S3 0 0 0 -3 1 1 -
Perubahan-perubahan baris kunci dan baris lainnya.
Variabel
Dasar X1 X2 S1 S2 S3 NK Indeks
Z 0 0 1 1 0 43 -
X2 0 1 2 -1 0 2 -
X1 1 ½ 0 ½ 0 14 -
S3 0 0 0 -3 1 1 -
Pada iterasi-2 terlihat bahwa
koefisien fungsi tujuan sudah tidak
ada lagi yang mempunyai nilai
negatif, proses peru-bahan selesai
dan ini menunjukkan penyelesaian
perhitungan persoalan program linear
dengan metode simpleks sudah
mencapai optimum dengan rincian
sbb :
X1 =13; X2=2, Zmaksimum = 43
LATIHAN :
1. Fungsi Tujuan : Maksimumkan
Z = 60X1+30X2+20X3
Pembatas :
8X1 + 6X2 + X3 ≤ 48
4X1 + 2X2 + 1.5X3 ≤ 20
2X1 + 1.5X2 + 0.5X3 ≤ 8
X2 ≤ 5
X11,X2,X3 ≥ 0
2. Fungsi Tujuan : Maksimum
z = 8 x1 + 9 x2 + 4x3
Pembatas :
x1 + x2 + 2x3 ≤ 2
2x1 + 3x2 + 4x3 ≤ 3
7x1 + 6x2 + 2x3 ≤ 8
x1,x2,x3 ≥ 0
3. Fungsi Tujuan : Memaksimumkan
z = 8 x1 + 7 x2 + 3x3
Pembatas :
x1 + x2 + 2x3 ≤ 4
2x1 + 3x2 + 4x3 ≤ 7
3x1 + 6x2 + 2x3 ≤ 8
x1,x2,x3 ≥ 0