STUNTING
Nutrisionis
Puskesmas Pracimantoro
Pengertian
Stunting adalah gagal tumbuh akibat
kekurangan gizi kronis dan penyakit infeksi
berulang
Anak stunting ⟶ TB lebih pendek dari
standar, perkembanganotak juga
terhambat
Dampak Stunting
Anak mudah sakit,
kurang aktif
Prestasi belajar
menurun
Saat dewasa ⟶
Produktivitas menurun,
berisiko peny. kronis
Menjadi beban keluarga
dan bangsa
Gizi
kurang
pada ibu
Tidak hamil MPASI tidak
minum bergizi seimbang,
TTD saat Penyebab kurang
pemantauan
hamil. Utama pertumbuhan
Stunting anak
Kurangnya
Bayi tidak kebersihan
dapat ASI (sanitasi,
eks 6 cuci tangan,
bulan air bersih)
Pencegahan Stunting (1000 HPK)
Ibu Hamil : makan
bergizi, minum TTD,
rutin periksa Jaga kebersihan,
imunisasi lengkap
Bayi :IMD, ASI
Eksklusif 0-6 bulan
Pantau pertumbuhan
rutin di posyandu
Anak usia 6-24 bulan :
MPASI bergizi seimbang
(KH, protein hewani,
sayur, buah)
Peran Kader dalam Pencegahan Stunting
Mengajak ibu hamil rutin
periksa ke bidan/posyandu
Memantau pertumbuhan
(menimbang, mengukur,
mencatat di KMS)
Memberikan edukasi sederhana
tentang gizi, ASI, MP-ASI
Peran Kader dalam Pencegahan Stunting
Mengingatkan ibu untuk
memberi TTD, Imunisasi, dan
menjaga kebersihan
Melaporkan jika ada balita
dengan pertumbuhan tidak
norml.
Menjadi contoh perilaku
sehat di masyarakat
• STUNTING BISA DICEGAH
• Kader adalah ujung tombak ⟶
semakin aktif kader, semakin
besar peluang menurunkan
stunting di desa
“ Mari kita cegah stunting, mulai dari
keluarga kita, demi anak sehat dan
masa depan indonesia yang lebih
TERIMAKASI
H