STUNTING
OLEH KELOMPOK 10
APA ITU STUNTING ?
Stanting : seseorang yang lebih
pendek dibanding anak tumbuh
normal yang seumur.
Salah satu bentuk gangguan
pertumbuhan masa bayi dan anak
terutama pada 1000 hari pertama sejak
dalam kandungan.
Pertanda telah terjadi gangguan gizi
kronis yang berpengaruh buruk
PENYEBAB STUNTING
1. Asupan makanan tidak seimbang
(berkaitan dengan kandungan zat
gizi dalam makanan yaitu
karbohidrat,protein
lemak,vitamin,dan air)
Lanjutan.....
2. Riwayat berat badan lahir
rendah (BBLR)
3. Riwayat penyakit
4. Faktor gizi ibu sebelum dan
selama kehamilan
GEJALA-GEJALA STUNTING
Anak berbadan lebih pendek
untuk anak seusianya
Proporsi tubuh cenderung normal
tetapi anak tampak lebih
muda/kecil untuk usianya
Berat badan rendah untuk anak
seusianya
Pertumbuhan tulang tertunda
PENGARUH BURUK STUNTING
STUNTING
Stunting menunjukan telah
terjadi gangguan jumlah,
kualitas,kerusakan sel, jaringan
dan organ tubuh (gangguan
tumbuh kembang)
Sebagian ganguan jumlah,
kualitas ,kerusakan sel,jaringan
atau organ tidak bisa atau sulit
diperbaiki
Berisiko kegemukan dan
penimbunan lemak dikala dewasa
Ganguan kemampuan
belajar ,mudah infeksi dan sakit,
serta pendek usia
PENCEGAHAN STUNTING
1. Pendekatan gizi
arah perbaikan gizi (UU 36 tahun
2009)
Meningkatnya mutu gizi perorangan
dan masyarakat melalui:
Perbaikan pola konsumsi makanan
yang sesuai dengan gizi seimbang
Perbaikan perilaku sadar
gizi,aktivitas fisik, dan kesehatan
Peningkatan akses dan mutu
pelayanan gizi yang sesuai dengan
Lanjutan........
Membumikan gizi seimbang dan gaya
hidup sehat secara berkelanjutan.
Pemberian ASI pada Bayi 0 bulan
sampai 6 bulan dan setelah umur 6
bulan diberi makanan pendamping ASI
(MPASI) yang cukup jumlah dan
kualitasnya.
[Link] Non Gizi
Menciptakan sanitasi lingkungan
yang bersih
Menghindari kehamilan yang
tidak direncanakan
Mengindari depresi pada ibu
setelah melahirkan
MASALAH DAN TANTANGAN
Saat hamil 43 % ibu makan kurang
darin3x sehari dan 35 % ibu hamil
mengonsumsi kurang dari jumlah
yang biasa dimakan.
Banyak ibu hamil yang menghindari
pangan hewani karena kuatir tidak
bersih atau amis dan sulit melahirkan
61% anak hanya makan pangan
pokok dan sayur, 40 % anak makan
kurang dari 3x sehari dan tidak biasa
sarapan.