0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan12 halaman

Dasar Hukum Islam: Sumber dan Prinsip

Dokumen ini membahas dasar-dasar hukum Islam, termasuk pengertian, sumber, prinsip, dan tujuan hukum Islam. Hukum Islam terdiri dari akidah, syariah, dan akhlak, serta dibedakan menjadi syariah dan fikih. Sumber hukum Islam meliputi Al-Qur'an, Hadis, dan Ijtihad, yang masing-masing memiliki peran penting dalam penetapan hukum.

Diunggah oleh

Mohamad Shodikin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan12 halaman

Dasar Hukum Islam: Sumber dan Prinsip

Dokumen ini membahas dasar-dasar hukum Islam, termasuk pengertian, sumber, prinsip, dan tujuan hukum Islam. Hukum Islam terdiri dari akidah, syariah, dan akhlak, serta dibedakan menjadi syariah dan fikih. Sumber hukum Islam meliputi Al-Qur'an, Hadis, dan Ijtihad, yang masing-masing memiliki peran penting dalam penetapan hukum.

Diunggah oleh

Mohamad Shodikin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Dasar-Dasar Hukum Islam:

Sumber, Prinsip, dan Tujuan

Penulis : Ahmad Arif Syarif, M.H.


Email :
ahmadarif2010@[Link]
Penelaah : Megafury
Apriandhini, S.H., M.H.
Email :
megafury@[Link]
Pengertian Islam dan Hukum Islam
• Islam secara bahasa mengandung arti patuh, tunduk, taat dan berserah diri kepada Tuhan dalam upaya
mencari keselamatan dan kebahagiaan hidup baik di dunia maupun di akhirat.
• Secara terminologi pengertian Islam adalah agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan Tuhan kepada
masyarakat melalui Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul.
• Hukum Islam adalah kombinasi dari kata “hukum” dan “Islam”. Istilah hukum Islam ini telah banyak digunakan
oleh masyarakat dan menjadi istilah resmi di Indonesia. Istilah hukum Islam bukan berasal dari bahasa Arab
melainkan dari istilah Barat (Islamic law).
• Istilah Hukum Islam menjadi popular diawali ketika para orientalis barat mulai mengadakan penelitian tentang
hukum Islam dengan term Islamic law yang secara harfiah dapat diterjemahkan dengan Hukum Islam
• Penerapan istilah ini tidak ditemukan dalam Al-Qur’an dan juga literatur berbahasa Arab.
• Kata “hukum” berasal dari bahasa Arab yakni hukum yang mengacu pada standar atau peraturan serta
ukuran, tolok ukur, dan pedoman yang digunakan untuk menilai perilaku atau kegiatan individu serta benda.
• Kedua kata ini secara terpisah dapat ditemukan dalam Al-Qur’an dan sunnah sebagai al-syariah al-Islamiyah
(syariah Islam) dan al-fiqh al-Islami (fikih Islam). Oleh karena itu, terdapat perbedaan pendapat di antara para
ulama tentang pengertian hukum Islam bahwa sebagian ulama mengidentikkan hukum Islam dengan syariah
dan sebagian ulama lainnya mengidentikkannya dengan fikih.
Kerangka Dasar Ajaran
Kerangka dasar ajaran islam meliputi 3 hal, yaitu:

1. Akidah adalah iman atau keyakinan yang menjadi pegangan hidup setiap muslim. Akidah dipelajari dalam
Islam
suatu disiplin Ilmu bernama ilmu kalam. Materi utama dalam akidah, yakni perihal rukun imam (arkanul
iman), yakni diri seorang muslim harus memercayai/iman kepada Allah selaku Tuhan, para malaikat, kitab-
kitab Allah, para utusan Allah (rasul), hari akhir, dan takdir (qadha dan qadar).
2. Syariah adalah seperangkat norma ilahi yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan
manusia dengan manusia, serta hubungan manusia dengan benda dan alam sekitarnya. Syariah dibedakan
menjadi ibadah dan muamalah. Syariah dipelajari melalui suatu disiplin ilmu bernama ilmu fikih. Dengan
demikian, akan dikenal fikih ibadah dan fikih muamalah. Perbedaan antara syariah dan fikih akan
dikemukakan pada kegiatan belajar berikutnya.
3. Akhlak adalah ketentuan yang menyangkut tingkah laku atau budi pekerti manusia, yakni menyangkut baik
dan buruk. Akhlak dipelajari dalam suatu disiplin ilmu bernama ilmu tasawuf. Dalam khazanah ilmu filsafat
akhlak, dikenal dengan etika, yakni salah satu bagian yang dipelajari di ranah aksiologi.
Perbedaan Syariah dan Fikih

Syariah dan Fikih

• Secara bahasa, syariah bermakna sumber


air, jalan yang lurus, hukum dan lain
sebagainya.
• Syariah merupakan norma hukum dasar
yang ditetapkan Allah yang wajib diikuti
oleh orang Islam berdasarkan iman yang
berkaitan dengan akhlak, akidah, ibadah,
maupun muamalah, baik dalam
hubungannya dengan Allah maupun dengan
sesama manusia dan benda dalam
kehidupan masyarakat.
• Fikih secara bahasa bermakna paham.
Secara sederhana fikih bisa diartikan sebagai
pemahaman terhadap syariah
Al Ahkam Al Khamsah
A. Pengertian Al Ahkam Al Khamsah
• Ahkam jamak dari kata hukum
• Khamsah artinya lima
• Al Ahkam Al Khamsah disebut juga hukum taklifi. Hukum yang menghendaki kepada mukallaf (orang yang
dikenai hukum) untuk melakukan atau melarang suatu pekerjaan, atau melakukan pilihan antara melakukan
dan meninggalkannya.
• Daud Ali mendefinisikannya sebagai lima macam kaidah atau lima kategori penilaian mengenai benda dan
tingkah laku manusia dalam Islam.

B. Macam-macam Hukum Taklifi


• Wajib/ijab: sesuatu yang diperintahkan untuk mengerjakannya (termasuk perintah meninggalkan) dan
menyalahinya akan mendapat sanksi/dosa.
• Sunnah/mandub: suatu perbuatan yang dianjurkan. Anjuran tersebut diimbangi dengan pahala dan
meninggalkannya tidak mendapat sanksi/dosa
• Mubah/ibahah: suatu perbuatan yang mengandung pilihan untuk dilakukan atau ditinggalkan
• Makruh/karahah: suatu perbuatan yang dilarang namun tidak sampai pada tingkatan haram.
• Haram/tahrim: suatu perbuatan yang dilarang untuk dilakukan, menyalahinya akan mendapatkan sanksi/dosa
Maqasid Syariah
Al-maqasid as-syariah dapat diartikan sebagai tujuan atau maksud diturunkannya syariah. Adapun tujuan
syariah menurut para ulama yaitu:
1. Menjaga agama (Hifz Al-Din);
2. Menjaga jiwa (Hifz Al-Nafs);
3. Menjaga akal (Hifz Al-Aql);
4. Menjaga keturunan (Hifz Al-Nasl);
5. Menjaga harta (Hifz Al-Maal).
6. Menjaga Lingkungan (hifz al-bi`ah) menurut pandangan K.H. Ali Yafie
Sumber Hukum Islam
• Sumber-sumber hukum Islam adalah terjemah dari lafal Bahasa Arab ‫( مصادر الحكام‬mashadir al ahkam).
• Sumber diartikan sebagai asal sesuatu. Sumber hukum Islam adalah asal (tempat pengambilan) hukum Islam.
• Secara sederhana dapat dimaknai bahwa sumber hukum Islam yaitu tempat dimana bisa ditemukan hukum
Islam tersebut.
• Sumber hukum Islam juga sering diartikan dengan:
 dalil hukum Islam atau
 pokok hukum Islam atau
 dasar hukum Islam
• Ada 3 sumber hukum Islam, yaitu:
1. Al-Qur’an
2. As-Sunnah/Hadis
3. Ar-ra’yu (Penalaran) / Ijtihad
Sumber Hukum Islam: Al-Qur’an
Al – Qur’an berasal dari kata kerja qara-a (membaca), dalam kata kerja menjadi Iqra (bacalah) dalam kata
benda qur’an (bacaan)

Al-Qur’an adalah kitab suci yang memuat wahyu Allah diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi
Muhammad melalui perantara malaikat Jibril untuk menjadi pedoman hidup atau petunjuk bagi umat
manusia dalam hidup dan kehidupannya untuk mencapai kebahagiaan di Dunia dan di Akhirat

Al-Qur’an sebagai sumber hukum Islam pertama dan utama dari seluruh ajaran Islam, baik yang
mengatur hubungan manusia dengan Allah, dirinya, sesama manusia, ataupun hubungan kepada alam.

Isi kandungan al-Qur’an:


• Akidah
• Akhlak
• Hukum
• Sejarah
• Dasar-dasar ilmu pengetahuan
Sumber Hukum Islam: Hadis
• Hadis menurut bahasa adalah perkataan, berita, baru, dekat.
• Hadis menurut istilah adalah segala tingkah laku Nabi Muhammad SAW baik berupa perkataan, perbuatan,
maupun ketetapannya.
• Hadis menjadi sumber hukum Islam yang kedua setelah al-Qur’an yang memiliki fungsi:
1. Mempertegas dan memperkuat hukum-hukum yang telah ada dalam Al Qur'an (bayan taqriri).
2. Menjelaskan, menafsirkan, dan merinci ayat-ayat al Qur'an yang masih Umum dan samar (bayan Tafsir)
3. Mewujudkan suatu hukum atau ajaran yang tidak tercantum dalam al Qur'an, tapi tidak bertentangan
dengan al Qur'an (bayan at-tasyri').
Sumber Hukum Islam: Ijtihad
• Ijtihad berasal dari kata ijtihada, yajtahidu, ijtahadan.
• Ijtihad menurut bahasa pengerahan segala kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang sulit.
• Ijtihad menurut istilah suatu pekerjaan yang mempergunakan segala kesanggupan daya rohaniah untuk
mendapatkan hukum syar'i atau menyusun suatu pendapat dari suatu masalah hukum yang bersumber dari
Al Quran dan Hadis.
• Orang yang berijtihad disebut mujtahid.
• Syarat menjadi mujtahid yaitu:
 Memiliki ilmu pengetahuan yang luas mengenai ayat-ayat Al-Qur'an.
 Memiliki Imu pengetahuan yang luas mengenai hadis-hadis Rasulullah.
 Menguasai seluruh masalah yang hukumnya telah ditunjukan oleh ijma'.
 Mengetahi secara mendalam tentang masalah qiyas.
 Menguasai bahasa Arab secara mendalam, dll.
• Ijtihad sebagai sumber hukum Islam ketiga yang memiliki fungsi untuk menetapkan hukum sesuatu, yang
tidak ditemukan dalil hukumnya secara pasti didalam al Qur'an dan Hadis
Dalil/Landasan Sumber Hukum
Al Qur’an Surat An-Nisa Ayat 59:
“Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulul amri (pemegang
kekuasaan) di antara kamu. Kemudian jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah
kepada Allah (al-Qur’an) dan Rasul (sunahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang
Islamitu, lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”.
demikian

Hadis Nabi SAW:


"Diriwayatkan dari Mu'adz bin Jabal RA bahwa pada saat Rasulullah SAW mengutusnya ke negeri Yaman, beliau
bertanya, "Bagaimana cara kamu memutuskan suatu persoalan jika kamu disodorkan kepadamu sebuah
masalah?". Dia menjawab, "Saya memutuskan dengan Kitab Allah." Nabi bertanya, "Jika kamu tidak
menemukan di dalam Kitabullah?". Mu'adz menjawab, "Maka dengan sunnah/hadis Rasulullah SAW." Nabi SAW
bertanya, "Jika kamu tidak menemukan di dalam sunnah?". Dia menjawab, "Saya melakukan ijtihad dan tidak
bertindak sewenang-wenang". Lalu Mu'adz berkata, "Maka Rasulullah SAW menepuk dadanya dan bersabda,
"Segala puji bagi Allah yang telah memberikan petunjuk kepada utusan Rasulullah dengan apa yang telah
diridhai Rasulullah SAW". (Sunan al-Dârimî, [168])
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai