Integral
Dosen Pengampu :
Imelda Wardani Br Rambe,
[Link]
Anggot
1. ERWIN JULIO P. SIMANJUNTAK
a:
(4253240006)
2. DAME RISHELL [Link] (425354003)
3. NAYNA QOLBY MUFLIHAH (4253240004)
4. SHAFIRA SASRI MAWADDAH
(4253240011)
5. IRENE M. TELAUMBANUA (4252530019)
6. ARLA AULIA (4253240005)
7. M. TATA ALFARIZI (4251123740)
8. INDAH NOMI V. NINGSIH (4151240015)
Anggot
10. AFRILIA LESTARI (4252240002)
a:
11. FAISAL KHAIR (4252540009)
12. IVAN MARCELLUS GULTOM
(4253240012)
13. SURYANI RAJAGUKGUK (4252540018)
14. BETRIS VERONICA BARUS (4251240008)
15. MARTIN LUMBAN BATU (4253240013)
Pendahulua
n
Integral Sebagai Anti
Turunan
Integral sebagai anti turunan adalah
kebalikan dari turunan, yaitu bila pada
turunan kita di berikan dan kita
mencari , sedangkan dalam integral
di berikan dan kita mencari .
Integral Sebagai Anti
Turunan
Operasi anti turunan menggunakan
lambang Leibniz yg di lambangkan
dengan "", di baca integral dan proses
menghitung anti turunan dapat di
notasikan dengan :
∫ 𝒇 ( 𝒙 ) ⅆ 𝒙=𝑭 ( 𝒙 ) +𝑪
Contoh soal :
∫ ( 2𝑥 ) 𝑑𝑥
Penyelesaian :
• Fungsi
• Cari turunannya →
𝑑
( 𝑥 ) =2 𝑥
2
𝑑𝑥
Jawab :
∫ ( 2𝑥 ) 𝑑𝑥=𝑥 +𝐶
2
Sifat-sifat Integral Tak
Teorema 1 : Tentu
Integral tak tentu dari jumlah aljabar beberapa
fungsi adalah sama dengan jumlah aljabar dari
integral tak tentu masing-masing fungsi.
∫ ( 𝒖 ( 𝒙 ) +𝒗 ( 𝒙 ) ) ⅆ 𝒙=∫ 𝒖 ( 𝒙 ) ⅆ 𝒙+∫ 𝒗 ( 𝒙 ) ⅆ 𝒙
Teorema 2 :
Faktor konstanta dari integran dapat ditempatkan di
luar tanda pengintegralan tak tentu.
∫ 𝒄𝒇 ( 𝒙 ) ⅆ 𝒙=𝒄 ∫ 𝒇 ( 𝒙 ) ⅆ 𝒙=𝒄 ( 𝑭 ( 𝒙
Dengan mengevaluasi teorema-teorema diatas dapat
) +𝑪 )
dibuat beberapa catatan:
• Jika maka
• Jika maka
• Jika maka
Rumus Dasar Integral Tak Tentu :
= + C (n -1 )
Contoh soal :
Tentukanlah
Penyelesaian :
∫ (2𝑥+3) ⅆ 𝑥=∫ 2
2
[4𝑥 ¿ ¿2+12𝑥+9] ⅆ 𝑥¿
¿4 ∫ 𝑥 ⅆ 𝑥+12+9 ∫ ⅆ 𝑥
+ 12
+6+C
[ ( ) ( ) ]
′ ′
1 3 2 1 2 ′
𝐼𝑛𝑔𝑎𝑡 𝑏𝑎h𝑤𝑎 𝑥 =𝑥 , 𝑥 =𝑥 𝑑𝑎𝑛 ( 𝑥 ) =1
3 2
Contoh soal :
Diketahui
Tentukanlah : b.
c.
1 4
Penyelesaian : ¿ ( 3 𝑥+ 5 ) + 𝐶
12
1
∫ (5 𝑥) 𝑑𝑥 = 5
3
[ 1
4 ]
4
(5 𝑥) + 𝐶
1 4
¿ (5 𝑥) +𝐶
20
Rumus Dasar Integral
1.∫ 𝑑𝑢=𝑢+𝐶
2.∫ 𝑎𝑑𝑢=𝑎𝑢+𝐶
+ C ; n -1
+C
5.
6.
Rumus Dasar Integral
7.
8.
9.
10.
11.
12.
Rumus Dasar Integral
13.
= in
14.
15.
16.
17.
18. + C
Rumus Dasar Integral
19.+ C
20. + C
= arc sin h+ C
21.=arc sec + C
22. arc sin h
Rumus Dasar Integral
23.
24.
25.
26.
27.
28.
Teknik Integral Subtitusi
Teknik integral subtitusi adalah metode yang
digunakan untuk menyelesaikan integral dengan
mengganti variabel integrasi dengan fungsi baru
yang lebih sederhana. Biasanya pemisahan
dilakukan pada bentuk fungsi yang rumit.
Tujuannya adalah untuk mengubah integral yang
kompleks menjadi bentuk yang lebih mudah
diintegrasikan.
Contoh soal : Penyelesaian :
∫¿ 6 𝑥 (𝑢)2. 1ⅆ 𝑥𝑑𝑢
2
( )2 2
𝑀𝑖𝑠𝑎𝑙𝑘𝑎𝑛 : 𝑢=3 𝑥 +8
6𝑥 3 𝑥 +8 𝑑𝑢
=6 𝑥
∫ 6𝑥
𝑑𝑥
1
∫1 2 𝑑𝑥= . 𝑑𝑢
𝑢 𝑑𝑢 6𝑥
2+1
¿ 𝑢 +𝐶
2+1
1 3
¿ 𝑢 +𝐶
3
1 3
¿ (3 𝑥 + 8) + 𝐶
2
3
Integral Parsial
Integral Parsial (Integration by part) atau yang
sering disebut integrasi sebagian.
Penggunaannya sangat luas, terutama dalam
integral berbentuk:
∫ 𝒙
𝒌
𝐬𝐢𝐧 𝒂𝒙𝒅𝒙, ∫ 𝒌
𝒙 𝐜𝐨𝐬 𝒂𝒙𝒅𝒙, ∫ ∫
𝒌 𝒂𝒙
𝒙 𝒆 𝒅𝒙, 𝒙
𝒌
𝒊𝒏𝒙𝒅𝒙
Dan integral yang mengandung fungsi-fubgsi
invers trigonometri. Metode integrasi parsial ini,
merupakan metode yang bergantung pada
kaidah hasil kali:
𝒅 𝒅𝒗 𝒅𝒖
( 𝒖 . 𝒗 )=𝒖. +𝒗 .
𝒅𝒙 𝒅𝒙 𝒅𝒙
Yang bentuk diferensialnya adalah :
𝒅 ( 𝒖 , 𝒗 )=𝒖 𝒅𝒗 + 𝒗 𝒅𝒖 𝒂𝒕𝒂𝒖 𝒖 𝒅𝒗=𝒅 ( 𝒖, 𝒗 ) − 𝒗 𝒅𝒖
Dengan mengintegralkan bentuk ini maka akan
diperoleh :
Turunan Fungsi Trigonometri
∫
Contoh soal:
cos𝑥𝑑𝑥=sin 𝑥+𝐶 ∫ ( 5 sin 𝑥−2cos𝑥 ) 𝑑𝑥
∫ 2
Penyelesaian:
sin𝑥𝑑𝑥=−cos𝑥+𝐶
∫ 5sin 𝑥𝑑𝑥− ∫ 2cos𝑥𝑑𝑥
∫ 𝑠𝑒𝑐 𝑥𝑑𝑥=tg𝑥+𝐶 5 ∫ sin 𝑥𝑑𝑥−2∫ cos𝑥𝑑𝑥
5 ( − cos 𝑥 ) −2 ( sin 𝑥 )+ 𝐶
−5 cos 𝑥 −2 sin 𝑥+𝐶
Soal Integral Parsial
1.∫ 2𝑥 ( 3𝑥+4 ) 𝑑𝑥
2
1 1
Penyelesaian: ∫ ( 𝑎𝑥+𝑏
𝑛
) 𝑑𝑥= .
𝑎 𝑛+1
𝑢=2 𝑥 𝑛 +1
( 𝑎𝑥 + 𝑏 ) +𝐶
𝑑𝑢=2 𝑑𝑥
5
𝑑𝑣=( 3 𝑥 + 4 ) 𝑑𝑥
𝑣=∫ ( 3 𝑥+4 ) 𝑑𝑥
5
1 1 6
¿ . ( 3 𝑥 + 4 ) +𝐶
6 3
∫ 𝑢𝑑𝑣=𝑢𝑣− ∫1
𝑣𝑑𝑢
1
¿2 𝑥 . ( 3 𝑥+4 ) −∫ ( 3 𝑥 +4 ) .2 𝑑𝑥
6 6
18 18
1 1
¿ ( 3 𝑥 +4 ) −∫ ( 3 𝑥+4 ) .2 𝑑𝑥
6 6
91 6 9
1 1 1 7
¿ 𝑥 . ( 3 𝑥 +4 ) − . . ( 3 𝑥+ 4 ) +𝐶
9 9 7 3
1 6 1 7
¿ 𝑥 . ( 3 𝑥 +4 ) − ( 3 𝑥 + 4) + 𝐶
9 189
2.∫ 3𝑥 (𝑥−4) 𝑑𝑥
2 6
Penyelesaian:
2 1 7 2 1 1 8 1 1 1 9 1 1 1 10
3 𝑥 . (𝑥 − 4) −9 𝑥 . . ( 𝑥 − 4 ) +18 𝑥 . . ( 𝑥 − 4 ) −18 . . ( 𝑥 − 4 )
7 7 8 7 8 9 7 8 9
3 3 7 9 2 8 1 9 1 10
𝑥 ( 𝑥 − 4) − 𝑥 ( 𝑥 − 4) + 𝑥(𝑥−4) − ( 𝑥− 4) +𝐶
7 56 28 280
3. ∫ 2𝑥 √(4 𝑥+5) 𝑑𝑥
3 2
Penyelesaian:
2
∫ 2𝑥(4 𝑥+5) 𝑑𝑥
1 3
5
3
1 3 1 3
8
3
2 𝑥 . . ( 4 𝑥+ 5) − 2. . . . ( 4 𝑥 +5 ) + 𝐶
3
4 5 4 5 4 8
5 8
3 9 3
3
𝑥 (4 𝑥 +5) − ( 4 𝑥 +5 ) + 𝐶
10 320
Integral Tentu
Berbeda dengan integral tak tentu, integral
tentu tidak memuat kostanta karena integral
tentu memiliki batas bawah dan batas atas. Jika
adalah fungsi terdufereniasikan, adalah hasil
integral, serta dan masing-masing adalah batas
bawah dan batas atas, maka bentuk integral
tentu adalah:
𝒂
𝒃
∫ 𝒇 ( 𝒙 )=¿ [ 𝑭 ( 𝒙 ) ] 𝒂 ¿
𝒃
¿ 𝑭 ( 𝒃 ) − 𝑭 ( a)
Dalam menghitung integral tentu diatas, harus
mencari integral tak tentu terlebih dahulu,
setelah subtitusi dan sehingga mendapatkan
dan . Nilai integral tentu ditentukan dengan
selisih dengan .
Contoh soal :
2
0
2
(
4 4 2 2 2
∫ 4 𝑥 − 2 𝑥 +5= 4 𝑥 − 2 𝑥 +5 𝑥 0 )
2
¿ ( 𝑥 − 𝑥 +5 𝑥 )
4 2
0
¿ ( 2 − 2 + 5(2) ) − ( 0 − 0 +5( 0) )
4 2 4 2
¿ ( 16 − 4 +10 ) − 0
¿ 22
Sifat-Sifat Integral Tentu
1. 2.
Yaitu sifat dimana jika batas Artinya jika batas atas dan
atas dan batas bawah batas bawah ditukar maka
kintegral sama. Maka luas nilai integral tentu berubah
daerah dibawah kerva tanda (positif jadi negative
fungsi Adalah 0. karena atau sebaliknya)
tidak ada interval yang Contoh :
berbentuk
Contoh :
π
∫ cos 2 𝑥 𝑑𝑥 =0
π
Contoh soal :
2.
2 1+1 2 2
∫−2 2 𝑥 𝑑𝑥= 1+1 𝑥 +𝐶= 2 𝑥 +𝐶=𝑥 +𝐶
2
−2
∫ 2 𝑥 𝑑𝑥=[ 𝑥 ] 1 =(−2) − ( 1 ) = 4 −1=3
2 2 2
1 −2
∫ 2 𝑥 𝑑𝑥=− ∫ 2 𝑥 𝑑𝑥 =−3
−2 1
Kita buktikan :
3. a.
Yaitu sifat dimana konstanta bisa dikeluarkan dari integral
Contoh :
b.
Yaitu sifat integral dari penjumlahan sama dengan jumlah
integralnya.
Contoh :
c.
Yaitu sifat integral dari pengurangan sama dengan selisih
integralnya
Contoh :
Contoh Soal :
3.
Tentukan :
Penyelesaian:
a.
Hitung integral
[ ] ( )( )
3 2 2 2
𝑥 3 3 1 9 1 8
∫ 𝑥 𝑑𝑥= 2 1
=
2
−
2
= − = =4
2 2 2
1
Kalikan hasil integral dengan konstanta
5 4 = 20
Jadi
b. Jika Hitunglah
Penyelesaian:
3 3 3
∫ [ 𝑥 +2 𝑥 ] 𝑑𝑥 =∫ 𝑥 𝑑𝑥+∫ 2 𝑥
2 2
𝑑𝑥
1 1 1
1
¿ 4+ 17
3
atau
c. Jika Hitunglah
Penyelesaian:
3 3 3
∫ [ 𝑥 − 2 𝑥 ] 𝑑𝑥 =∫ 𝑥 𝑑𝑥 −∫ 2 𝑥
2 2
𝑑𝑥
1 1 1
1
¿ 4 − 17
3
12 52
¿ −
3 3
atau
4.
Yaitu sifat konstanta dimana k bisa dikeluarkan dari
integral. Jadi kalau ada angka pengali didepan fungsi, k nya
boleh ditarik keluar
Contoh :
Contoh Soal :
2 3 3
∫3𝑥 2
𝑑𝑥 +∫ 3 𝑥 𝑑𝑥=∫ 3 𝑥 𝑑𝑥
2 2
1 2 1
2
2 ( 2 ) ( 2)
∫ 3 𝑥 𝑑𝑥= [ 𝑥 ] 1= 2 − 1 = 4 − 1=3
2 2
1
3
3 ( 2) ( 2)
∫ 3 𝑥 𝑑𝑥= [ 𝑥 ] 2 = 3 − 2 =9 − 4=5
2 2
2
3
3 ( 2) ( 2)
∫ 3 𝑥 𝑑𝑥= [ 𝑥 ] 1 = 3 − 1 =9 −1=8
2 2
1
2 3 3
∫3𝑥 2
𝑑𝑥 +∫ 3 𝑥 𝑑𝑥=∫ 3 𝑥 𝑑𝑥
2 2
1 2 1
TERIMA
KASIH