Protokol
Routing
Pendahulu
an
● Fungsi utama dari layer network
adalah pengalamatan dan routing
● Routing merupakan fungsi yang
bertanggung jawab membawa data
melewati sekumpulan jaringan dengan
cara memilih jalur terbaik untuk dilewati
data
● Tugas Routing akan dilakukan device
jaringan yang disebut sebagai Router
Rout
er
● Router merupakan komputer jaringan
yang bertugas atau difungsikan
menghubungkan dua jaringan atau lebih
● Type router :
Komputer yang kita fungsikan Router
Peralatan khusus yang dirancang sebagai
Router
● Tugas router memforward data (Fungsi IP
Forward harus diaktifkan) menggunakan
routing protokol (Algoritma Routing)
● Data diatur oleh Routed Protocol
Default
Gateway
4
● Supaya Router bisa meneruskan data,
komputer yang ada pada jaringan tersebut
harus menugaskan router untuk
meneruskan data
● Penugasan dilakukan dengan cara setting
komputer default gateway ke router
● Jika kita tidak setting default gateway
maka bisa dipastikan LAN tersebut
tidak bisa terkoneksi dengan jaringan
lainnya
Perubahan
Alamat IP
5
Cara Membangun Tabel
Routing 6
● Dua cara membangun tabel Routing :
Static Routing
× Dibangun berdasarkan definisi dari administrator
× Administrator harus cermat, satu saja tabel routing
salah jaringan tidak terkoneksi
Dynamic Routing
×Secara otomatis router jalur routingnya, dengan cara
bertukar informasi antar router menggunakan
protokol tftp
× Kategori algoritma dinamik :
Distance Vector
Link State
Hybrid
7
Static
Routing
Static
● Merupakan
routing
sebuah mekanisme pengisian tabel
routing yg dilakukan oleh admin secara manual pd
tiap2 router
● Keuntungannya:
Meringankan kerja prosesor yg ada pd router
Tdk ada BW yg digunakan utk pertukaran informasi isi tabel
routing antar router
Tingkat keamanan lebih tinggi vs mekanisme lainnya
● Kekurangannya:
Admin hrs mengetahui informasi tiap2 router yg terhubung
jaringan
Jika terdpt penambahan/perubahan topologi jaringan
admin hrs mengubah isi tabel routing
Tdk cocok utk jaringan yg besar
Tabel
Routing
Dynamic
Routing
Dynamic
Routing
● Routing protocol adalah komunikasi antara router-
router
● Routing protocol mengijinkan router-router untuk
sharing informasi tentang jaringan dan koneksi
antar router
● Router menggunakan informasi ini untuk
membangun dan memperbaiki table routingnya
● Routing protocol adalah berbeda dengan routed
protocol.
● Contoh routing protokol:
- Routing Information Protocol (RIP)
- Interior Gateway Routing Protocol (IGRP)
- Enhanced Interior Gateway Routing Protocol
(EIGRP)
- Open Shortest Path First (OSPF)
Tujuan Routing protocol
● Tujuan utama dari routing protokol adalah
untuk membangun dan memperbaiki
table routing.
● Tabel ini berisi jaringan-jaringan dan
interface yang berhubungan dengan
jaringan tersebut.
● Router menggunakan protokol routing
untuk mengatur informasi yang diterima
dari router- router lain dan interfacenya
masing-masing, sebagaimana yang
terjadi di konfigurasi routing secara
manual.
Tujuan Routing protocol
● Routing protokol mempelajari semua
router yang ada, menempatkan rute yang
terbaik ke table routing, dan juga
menghapus rute ketika rute tersebut
sudah tidak valid lagi.
● Router menggunakan informasi dalam table
routing untuk melewatkan paket-paket
routed prokol.
Tujuan Routing protocol
1
4
● Algoritma routing adalah dasar dari routing
dinamis.
● Kapanpun topologi jaringan berubah karena
perkembangan jaringan, konfigurasi ulang atau
terdapat masalah di jaringan, maka router akan
mengetahui perubahan tersebut.
● Pada saat semua router dalam jaringan
pengetahuannya sudah sama semua berarti
dapat dikatakan internetwork dalam keadaan
konvergen (converged).
● Keadaan konvergen yang cepat sangat diharapkan
karena dapat menekan waktu pada saat router
meneruskan untuk mengambil keputusan routing
yang tidak benar.
Klasifikasi routing
protokol
● Sebagian besar algoritma routing
dapat diklasifikasikan menjadi
kategori berikut:
Distance vector
Link-state
Klasifikasi routing
protokol
● Routing distance vector bertujuan untuk
menentukan arah atau vector dan jarak ke
link-link lain dalam suatu internetwork.
● Sedangkan link-state bertujuan untuk
menciptakan kembali topologi yang benar
pada suatu internetwork.
Distance
Vector
● Router mendapatkan informasi dari
router yang berhubungan dgn dia secara
langsung tentang keadaan jaringan
router tersebut.
● Berdasarkan informasi tetangga tersebut
mengolah tabel routing
● Informasi yang dihasilkan adalah jumlah
jarak/hop yang dipakai untuk mencapai
suatu jaringan
Cara Kerja Distance
Vector
[Link]/24 RTA [Link]/24 RTB [Link]/24
.1 .1 .2 .1
e0 s0 s0 e0
Routing Table Routing Table
Net. Hops Ex-Int Net. Hops Ex-Int
[Link]/24 0 e0 [Link]/24 0 s0
[Link]/24 0 s0 [Link]/24 0 e0
● Asumsi router keadaan baru
menyala
● Awal router hanya punya informasi
ttg jaringan yang terhubung
secara langsung dengan dia
Cara Kerja Distance Vector…
● Router akan saling mengirimkan
informasi yang dia punya.
● Router RTA mengirimkan data ttg
jaringan yang terhubung dia secara
langsung
● Router RTB juga mengirimkan data
jaringan yang terhubung dia secara
langsung
Cara Kerja Distance Vector…
● Setiap router melakukan pemeriksaan thd
data yang didapat, dibandingkan dengan
tabel routing masing-masing router
● Bila belum ada dimasukkan, jika
sudah dibandingkan jumlah hop
Proses dalam Distance
Vector
Distance
Vector…
● Bagaimana tabel routing yang convergen
terdapat design router seperti berikut :
Routing Information
Protocol RIP
Routing Information Protocol
(RIP)
● Dikenal dengan Algoritma Bellman-Ford
● Algoritma tertua, terkenal lambat dan terjadi routing loop
● Routing Loop : Suatu kondisi antar router saling
mengira untuk mencapai tujuan yang sama melalui
router tetangga tersebut
RouterA mengira untuk mencapai jaringan xxx melalui
RouterB
RouterB mengira untuk mencapai jaringan xxx melalui
RouterA
Bisa terjadi antar 3 router
● Untuk memperbaiki kinerja dikenal split horizon
Router tidak perlu mengirim data yang pernah dia
terima dari jalur dimana dia mengirim data
Misal router mengirim routing melalui eth0, maka router
tidak akan pernah mengirim balik data yang pernah dia
dapatkan dari interface eth0
● Untuk memperepat proses dikenal juga trigger update
Jika terjadi perubahan info routing, router tidak perlu
menunggu waktu selang normal untuk mengirimkan
perubahan informasi routing tapi sesegera mungkin
Routing Information Protocol
(RIP)…
● Hanya hop count yang dipakai untuk
pengukuran
● Jika hop count lebih besar dari 15 ,
data akan didiscard
● Default, Update data setiap 30 detik
Routing
Loop
● Network 1 putus
● A akan update tuk
memutus ke
network 1
● B,D akan diupdate
oleh A, tapi C
masih py info
bahwa tuk menuju
ke 1 bisa melalui B
● C mengupdate D, D-
>A, A->B&E
● Terjadi looping C-B-
A- D
Enable Split
Horizon
Interior Gateway Routing Protocol
(IGRP)
● Routing Protokol yang dikembangkan
cisco
● Bandwidth, load, delay dan reliability
yang digunakan dalam pengukuran
● Default, Broadcast informasi dilakukan
setiap 90 detik
EIGRP
2
9
● Perluasan dari distance vector routing
protocol.
● Kombinasi dari kemampuan distance
vector and link-state .
● Menggunakan Uses Diffused Update
Algorithm (DUAL) untuk menghitung
jarak terpendek
● Tidak ada broadcast informasi tapi
ditrigger ketika ada perubahan topologi
Routing Protocol Link-
state 3
0
● Algoritma link-state juga dikenal dengan
algoritma Dijkstra atau algoritma shortest
path first (SPF)
● Algoritma ini memperbaiki informasi
database dari informasi topologi.
● Algoritma distance vector memiliki
informasi yang tidak spesifik tentang
distance network dan tidak mengetahui
jarak router.
● Sedangkan algortima link-state
memperbaiki pengetahuan dari jarak
router dan bagaimana mereka inter-
koneksi.
Link
State
● Pada Prinsipnya Setiap router harus kenal
semua router dalam satu autonomous
sistem
● Semua Router saling bertukar infomasi
● Setiap router menghitung jarak
terpendek untuk mencapai setiap router
● Type :
OSPF
Link State
Link State
…
● Setiap jalur
Router 3
metric, yang
ada Router 1 Router 2
Net 5(Cost 3) Net 6(Cost 3)
menunjukkan
biaya
● semakin
Semakin kecil Net 2(Cost 6) Net 4(Cost 6)
● bagus
biaya
Setiap router akanNet 1(Cost Net 3(Cost 4)
membuat
4)
router
tree tujuan
berdasarkan Net 7(Cost 2)
biaya yang ada Router 5
Router 4
Tahap tahap Link-
State
● Setiap router memperkenalkan diri, dengan mengirimkan
paket hallo
● Setiap router akan tahu tetangga berdasarkan paket hallo
beserta biaya, dimasukkan database
● Setiap router mengirimkan basis datanya ke tetangganya
dalam paket LSA (Link State Advertisement)
● Router yang menerima paket LSA harus meneruskan ke
sel. tetangga sebelahnya
● Paket LSA dimasukkan database jika infonya lebih baru
● Awalnya terjadi flooding karena setiap router jika ada update
data akan mengirimkan sampai convergen
● Selanjutnya setiap router menghitung jarak terpendek ke
router yang lain dengan Shortest Path First, dan
terbentuklah tree
● Dimungkinkan untuk mencapai Router yang sama, antar
router punya tree yang berbeda
Tahap tahap Link-
State
● Proses
Flooding
Router 1 Router 2 Router 3
Router 4 Router 5
Tahap tahap Link-
State
● Membuat rute
terbaik
● Basis Data
Router 3 stlh
convergen
OSPF (Open Shortest Path
First)
● Menggunakan link-state routing protocol.
● Open standard routing protocol
didiskripsikan pada RFC 2328.
● Menggunakan SPF algorithm untuk
menghitung biaya terendah ke tujuan.
● Jika terjadi perubahan topologi terjadi
Routing updates dengan sistem
flooded
Protokol
Routing
● RIP – menggunakan protokol routing interior
dengan algoritma distance vector
● IGRP – menggunakan protokol routing interior
dengan algoritma Cisco distance vector
● OSPF – menggunakan protokol routing interior
dengan algoritma link-state
● EIGRP – menggunakan protokol routing interior
dengan algoritma advanced Cisco distance vector
● BGP – menggunakan protokol routing eksterior
dengan algoritma distance vector
BG
P 41
● Border Gateway Protocol (BGP) merupakan routing protokol
eksterior, dengan karakteristik sebagai berikut:
- Menggunakan routing protokol distance vector
- Digunakan antara ISP dengan ISP dan client-client
- Digunakan untuk merutekan trafik internet antar
autonomous system
Referensi:
Muhammad Zen Samsono Hadi, ST. MSc.